AFTER ALL THIS TIME

untitled-1-copy

Title                : After All This Time

Author            : Luhoney77 (@chikacharlotte/@Preciousonen)

Cast                : Jeon Jungkook (BTS Jungkook), Sarah Caroline (OC), Kim Taehyung (BTS V)

Genre             : Romance, AU

Rated              : PG-15

Length            : One Shot (1.149)

Desclaimer      : Hello reader I love kpop Fan fiction kesayangan, author kembali setelah akhirnya bisa masuk akun ini lagi. ^^ kali ini author post FF yg udh pernah author post di page author sendiri LUHONEY77. FF kali ini author tulis usai ujian pajak 1 semester 4 lalu. Please enjoy and don’t forget to leave comment yaa.. Please read ‘Sarah’ as ‘Saer:ah’ ^^

“You can change! Let me be the one who changes you.”

           Sebuah genggaman tangan, dari seorang gadis kecil berambut keemasan dengan mata hijau acar ala orang Eropa, 15 tahun lalu sebenarnya bisa saja merubah hidupnya.

                Kala itu Jeon jungkook kecil tidak menyukai bola basket seperti sekarang. Ketika teman-teman sepermainannya berlari kelapangan, ia akan lebih memilih duduk dibawah pohon dan bermain peran dengan boneka beruang coklat kesayangannya.

Awalnya biasa saja, hingga saat ulang tahunnya yang ke-lima, Jungkook mendengar cibiran di belakang punggungnya,

“Ayo bertaruh, saat SMA nanti kekasih Jeon jungkook pasti seorang lelaki.”

“Oh ya Tuhan, itu mengerikan, pesta ini adalah terakhir kali aku menemuinya, aku takut ia menyukaiku.”

Cibiran tersebut kemudian disambut gelak tawa tiap anak disana, menyetujui, kemudian mereka kembali memasuki rungan pesta ulang tahun Jungkook.

Lalu Jungkook? Meringkuk di bawah tangga rumahnya yang tertutup oleh daun pintu, mengeluarkan air mata, tanpa suara.

Pesta ulang tahun ke-5 Jeon jungkook berakhir dengan kepanikan ibunya saat menyadari ketidak hadiran putra semata wayangnya saat harus meniup lilin. Semua tamu undangan kemudian dipulangkan, dan kedua orang tua dan seluruh pelayan di rumahnya bergegas mencari Jeon Jungkook kecil disetiap sudut rumah.

“Jeon Jungkook?” sebuah suara seperti lonceng mini yang biasa terpasang di pohon natal membuat Jungkook menegakkan kepalanya, Sarah Caroline, gadis kecil seperti boneka barbie hidup yang pertama menemukannya.

“Kau suka boneka beruang? Jangan dengarkan apa yang teman-teman bodohmu katakan.” Ucapnya saat berusaha meringkuk di hadapan Jungkook.

Jungkook memutar matanya, merasa tersinggung mendengar ucapannya.

“Hei, jangan tersinggung, aku hanya ingin menjelaskan bahwa apa yang mereka katakan tadi itu sama sekali tidak mungkin terjadi. Hanya karena kau menyukai mainan anak perempuan, bukan berarti kau akan menjadi seperti anak perempuan, dan memiliki pacar laki-laki.”

Alih-alih terhibur, Jungkook mengerutkan dahinya.

“Sungguh, hei. Asal kau tahu, aku menyukai mobil-mobilan, mainan anak laki-laki. Tapi akan aku pastikan bahwa aku tidak akan mempunyai pacar perempuan, seperti laki-laki.” Tambahnya.

Jungkook berpikir gadis dihadapannya aneh, ia hendak beranjak dari tempat persembunyiannya, namun gadis itu meraih pergelangan tangannya dan berkata,

“Karena aku menyukaimu, Jeon Jungkook.”

                Setelah kejadian pesta ulang tahun ke-5 Jeon Jungkook, Sarah dan Jungkook kemudian terkenal sebagai sebuah paket lengkap yang sempurna.  Seorang captain team basket dan seorang jenius fisika, Keduanya juga merupakan model representatif kampus mereka, kombinasi terbaik, bukan?

Hei, setelah 15 tahun Jungkook bukan lagi anak laki-laki kecil yang tubuhnya cukup untuk meringkuk dibawah tangga yang sempit, ia juga tidak lagi bermain dengan boneka beruang, dan dengan Sarah Caroline disampingnya, membuat cibiran teman-teman bodohnya seperti hilang tertelan bumi.

“Kalian terlihat sangat serasi.”

“Ah kalian sangat indah.”

“Kalian sangat beruntung.”

Kalimat-kalimat seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari. Keduanya hanya bisa menanggapi dengan senyuman, dan lambaian tangan, kemudian berakhir dengan Jungkook mengalungkan tangannya pada bahu Sarah dan mengecup pucuk kepalanya.

“Jungkook-ah.” Sarah menyebut namanya, dengan wajahnya tertempel pada kaca jendela mobil dan pandangannya tidak beralih dari jalan di hadapannya.

“hmm?” Jungkook pun menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan dihadapannya.

“Kau tidak terganggu dengan apa yang mereka katakan?” kali ini ia menyandarkan kepalanya pada sandaran bangku.

“Kata apa?” Jungkook menjawab masih tanpa mengalihkan pandangannya.

“Bahwa kita terlihat serasi.”

Kemudian keduanya terdiam.

“kenapa aku harus merasa terganggu? Aku senang mereka mengatakan itu, orang tuaku pun mengakui kita terlihat sangat serasi.” Jawabnya setelah sekian detik berlalu, kali ini menatap Sarah, kemudian tersenyum.

“Turunkan aku di perempatan berikutnya.” Sarah mengalihkan pembicaraan.

“Kenapa? Rumahmu masih 4 blok dari sini.”

“Ada yang ingin bertemu denganku.” Ucap Sarah, meraih tas genggamnya, lalu sibuk membenahi riasan wajahnya.

“Okay..” jawab Jungkook singkat.

Keduanya kemudian terdiam, hingga mereka tiba di perempatan yang dimaksud Sarah. Jungkook sedang bersiap melepaskan sabuk pengamannya, sebelum kemudian Sarah menahan tangannya,

“Tidak perlu keluar, aku bisa membuka pintu sendiri.” Ucapnya sebelum membuka sabuk pengaman.

Jungkook membatu, bingung dengan sikap Sarah yang tidak seperti biasanya.

“Oh, dan perlu kau tau Jungkook-ah, kalimat seperti ‘kalian terlihat serasi’ adalah kalimat untuk pasangan, dan aku tidak nyaman mendengarnya.” Tambahnya kemudian menutup kencang pintu mobil.

                “Sarah Caroline dengan Kim Taehyung?”

“Jalang itu mencampakkan Jeon Jungkook?”

“Oh astaga yang benar saja!”

Seminggu setelah Sarah meninggalkan Jungkook membatu di hadapan kemudi, berita seperti itu tersebar luas di kampus, dan Jungkook merasa lebih tidak nyaman dari apa yang mungkin Sarah rasakan saat mereka menyebut Sarah dan Jungkook terlihat serasi.

‘temui aku di stairway flower complex, usai kegiatan klub’ ucap Jungkook pada chatroomnya dengan Sarah.

‘sure.’ Jawab Sarah segera.

                “Sarah.” Ucap Jungkook menghampiri Sarah yang baru saja tiba saat senja.

“Jangan peluk aku, aku milik Kim Taehyung sekarang.” Jawabnya dengan melipat kedua tangannya.

“Meskipun aku berkata aku merindukanmu?”

“Hentikan, Jungkook-ah. Berhenti menggoyahkan aku.” Sarah menjauhkan diri dari Jungkook dengan mata berkaca-kaca.

“Sar! Please.” Jungkook melangkah mendekatinya.

“No, Stop. Katakan saja apa keperluanmu memanggilku kemari.” Tambahnya saat mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

“Sar, Maafkan aku. Aku harap kau baik-baik saja.” Jungkook berujar dengan menundukkan kepalanya, tidak ampu menatap Sarah, ia benar-benar menyesal.

Sarah mendengus,

“Kau harap aku baik-baik saja? Sungguh? Kau bisa bayangkan bagaimana sakitnya mendengar umpatan dan sumpah serampah yang aku rasa tidak seharusnya aku terima, karena aku tidak pernah mencampakkanmu!” Ia berujar cepat dan air mata semakin  deras mengalir di pipinya

“Sar..”

“Aku tidak pernah mencampakkanmu Jungkook-ah, karena sejak awal kita tidak pernah memulai apapun, dan mereka mengumpatku, dan kau hanya meminta maaf?” Sarah menambahkan, kali ini ia sudah berada dihadapan Jungkook dan meraih kerahnya.

Jungkook terkejut mendengar ucapan Sarah, kemudian menegakkan kepalanya dan melepaskan tangan sarah.

“Lalu bagaimana denganku? Kau tidak memikirkan apa yang aku rasakan..” Kalimatnya terputus, Jungkook tidak mampu melanjutkan, dan kembali menundukkan kepalanya.

“lupakan..” tambahnya, kemudian hendak berjalan meninggalkan Sarah.

“Apa yang kau rasakan melihatku dengan Kim Taehyung?”

Ucapan Sarah membuat langkah Jungkook terhenti.

“Hentikan Sar.” Jungkook berucap dalam suara rendah yang serius.

“Sungguh? Sampai saat ini? Bahkan setelah 15 tahun bersamaku?”

Jungkook berbalik, tersenyum pada Sarah dan mengangguk,

“Asal kau tahu, aku masih tidur bersama boneka beruang dikamarku.”

                “Ayo bertaruh, saat SMA nanti kekasih Jeon jungkook pasti seorang lelaki.”

“Oh ya Tuhan, itu mengerikan, pesta ini adalah terakhir kali aku menemuinya, aku takut ia menyukaiku.”

Cibiran tersebut kemudian disambut gelak tawa tiap anak disana, menyetujui, kemudian mereka kembali memasuki rungan pesta ulang tahun Jungkook.

Jeon Jungkook terkejut, Jeon Jungkook menangis, ia terkejut karena salah satu diantara mereka yang tertawa adalah pemberi boneka beruang coklat kesayangannya, Kim Taehyung.

                “Sungguh, hei. Asal kau tahu, aku menyukai mobil-mobilan, mainan anak laki-laki. Tapi akan aku pastikan bahwa aku tidak akan mempunyai pacar perempuan, seperti laki-laki.” Tambahnya.

Jungkook berpikir gadis dihadapannya aneh, ia hendak beranjak dari tempat persembunyiannya, namun gadis itu meraih pergelangan tangannya dan berkata,

“Karena aku menyukaimu, Jeon Jungkook.”

Jungkook terdiam, sebelum kemudian kembali meringkuk dihadapan gadis itu.

“Siapa namamu?”

“Sarah Caroline.”

“Dengar Sarah, aku menangis bukan karena cibiran mereka.”

“Lalu?”

“Aku menangis karena yang mereka katakan mungkin benar, dan sayangnya orang yang aku sukai ikut tertawa diantara mereka.”

“Jeon Jungkook, kau?”

“Maaf, Sar. Tapi aku menyukai Kim Taehyung.”

“You can change! Let me be the one who changes you.”

“Change me! But you can not change my heart.”

-FIN-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s