The Reason Part 1 (Another story of Ooppss!!)

Main cast: Kim Jongin/Kai Exo | Shin Hyunsoo/Han Hajae
Genre: Angst | Sad | Romance
Rating: T
Author: @belscw9688

Teaser

Happy reading ♡

13 Desember 2015
.
.

–Author Pov–
.
.
.
Suara siaran tv menggema di ruangan itu. Sebenarnya ruangan itu tidaklah kosong. Ada sepasang suami istri yang tengah sibuk dengan ponsel yang mereka genggam masing-masing. Ialah Kai dan Hyunsoo yang kini tengah menikmati apartement barunya. Mereka baru saja pindah ke apartement yang lebih besar. Ada 3 kamar di dalamnya, konsep tempat tinggal mereka yang dulunya simple dan minimalis, kini berubah menjadi “just safety”. Yah kalian taulah, aroon sudah tumbuh menjadi balita. Mereka kini hanya butuh rumah yang aman, tak ada asesoris yang terbuat dari kaca, namun sebagian tembok terbuat dari kaca agar hyunsoo bisa mengawasi pangeran kecilnya. Tv yang tadinya hanya diletakkan diatas meja kini berubah jadi ditempelkan pada dinding, agar aroon tak bisa menjangkaunya.
Malam ini mereka menghabiskan waktu hanya berdua saja karena aroon sudah lebih dulu terlelap di alam mimpi. Posisi duduk mereka juga tak biasa. Hyunsoo duduk diatas sofa ruang keluarga dengan Jongin duduk dibawanya, beralaskan karpet. Tubuhnya ia tempatkan disela-sela kaki Hyunsoo. Jadi bisa dibilang…errrr, kepalanya menempel pada selangkangan gadis itu. Entah sejak kapan, Jongin ketagihan dengan posisi duduk seperti ini.
“Mwoya..ada apa dengan teman-teman kampusmu. Cih…apa ini!”
Mata tajam Jongin menatap tak suka kearah ponsel Hyunsoo yang kini tengah digenggamnya. Ya, mereka kini sedang bertukar ponsel untuk melihat isi didalamnya. Berbeda dengan Jongin yang terus mengomel, Hyunsoo justru diam dan fokus mengotak atik ponsel milik suaminya.
“Mengapa kau harus menjadikan foto ini sebagai profil SNS mu huh!”

image

Kai menunjukkan selca Hyunsoo dengan wajah tak bersahabat.
Hyunsoo menatap pria itu datar.
“Waeyo?”
“Kau memposting foto seolah-olah kau belum punya anak. Menyebalkan. Lihat apa ini?! Pria-pria genit itu terus menyukai postinganmu. Na shirreo! Mereka memujimu cantik, malaikat…oh tuhan aku ingin mematahkan jari-jari mereka agar tidak bisa mengetik lagi!”
Bukannya takut mendengar omelan Jongin, Hyunsoo justru tersenyum hangat menatap pria itu. Gadis itu sebenarnya geli mendengar nada bicara Jongin yang terkesan merengek kepadanya.
“Ya…santai saja oppa, kau tak perlu berlebihan begitu. Mereka hanya memuji”
“Tapi kau miliku! Sudah, hapus saja foto ini. Ganti dengan foto aroon”
“Mwoyaaa…aku juga ingin tampil cantik dihadapan semua orang”
“Mereka bisa menyukaimu Hyunsoo Kim! Aigoo”
Kai mengucapkannya sambil menarik frustasi rambutnya.
“Ya Tuhan…suamiku lebih cocok menjadi hyung untuk aroon dari pada appa” batin Hyunsoo dalam hati
“Geure..aku akan mengganti dengan foto aroon asalkan kau juga mengganti seluruh poster-postermu dengan wajah jjanggu. Eotte?”
Hyunsoo tersenyum penuh kemenangan setelah mengatakan hal itu.
“Mwo?”
Kai mengerutkan dahinya mendengar ucapan sang istri.
“Apa menikahiku dan memilikiku belum cukup oppa?” Tanya Hyunsoo
“Ania…hanya saja…aku tak-”
“Saranghae” sela Hyunsoo
Kai tersenyum pelan..pria itu menatap manik mata sang istri. Mata itu sama seperti miliknya, entahlah. Setiap lawan jenis yang menatap mata itu akan sulit menampik pesonanya.
“Soo-ya, tidakkah kau merasakannya? Kupikir wajah kita sedikit mirip. Apa dimasa lalu aku adalah saudaramu?”
Jongin mengatakannya sambil beranjak duduk di sebelah Hyunsoo.
“Haha..itu mungkin saja. Tapi aku sangat bersyukur karena sekarang kita bukanlah saudara. Lagipula wajah mirip juga dimiliki oleh pasangan yang berjodoh”
Kai menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Hyunsoo.
“Oppa…”
“Eung? Wae?”
“Sebenarnya aku selalu bertanya-tanya, apa yang terjadi padaku dimasa lalu sehingga aku bisa seberuntung ini menikah denganmu dan memiliki aroon”
Kai menaikkan sebelah alisnya, mendengar ucapan Hyunsoo.

Maret 2013

–Hyunsoo Pov–

Aku duduk tertegun tepat didepan namja itu. Kondisiku benar-benar parah, otakku blank, tatapanku kosong, aku sangat shock. Aku terlalu bahagia untuk menyadari siapa namja yang saat ini duduk didepanku. Namja yang selalu kupuja-puja, namja yang selalu keteriakkan namanya saat konser. Omo!! Bagaimana bisa eomma berteman dengan ayah dari biasku. Sepertinya tuhan benar-benar menyayangiku. Walaupun dia bukan KAI, walaupun dia adalah bias ke 2 namun tetap saja aku merasa hatiku meledak. Aku menatap penuh kekaguman pada namja yang ada didepanku ini. Saat ini dia sedang duduk di sofa ruang tamuku. Oh my..dia berada dirumahku saat ini.
“Oppa…” kataku dengan tatapan yang berbinar
“Eoh?? Kau…..fangirl?” katanya dengan sangat hati-hati
Aku mengangguk cepat, dan melangkah perlahan mendekatinya. Aku sangat mengaguminya…dia adalah KRIS, iya, dia Kris leader exo m.
“Whoaaa, oppa..kau sangat tampan”
Kris hanya tertawa mendengar ucapanku.
“Kamsahamnida” ucapnya tersenyum ramah
“Oppa, akan lebih baik jika kau diam saja. Jantungku saat ini berdetak lebih cepat dari biasanya”
“Hahaha..aigooo..ne arra..”
“Oppa, apakah saat ini aku bermimpi”
“Molla, wae? Kau tak yakin jika aku ini nyata?”
Eommaku dan appa kris tertawa melihat tingkahku. Mereka juga memberikan kabar yang cukup mengagetkan untukku dan mungkin untuk semua exofans. Ani, aku bahkan harus merahasiakan hal ini dari semua exofans dan publik.
“Hyun soo-ya, sudahlah berhenti menggodanya. Dia sudah beristri” kata appa kris sambil terkekeh
“Mwo??? Whoaaaaa…daebbak…oppa jjang!!!” kataku shock sekaligus bahagia
“Ku kira kau akan menangis setelah mendengar kabar ini” ucap kris
“Ani, mengapa aku harus menangis. Kau adalah oppa-ku, bukan namjachingu-ku. Tak ada alasan untuk menangis”
“Haha..baiklah, mulai sekarang akulah oppa-mu dan kau adalah yeodongsaeng-ku”
“Kris-ah, dia akan menangis jika yang menikah adalah KAI” kata eomma sambil tersenyum
“Mwo?? Jadi kau juga menyukai kai?”
“Ne, majjwo. Dia adalah suamiku”
“Aihhh, kyeowo” kata kris sambil mencubit pipiku
.
.
.
JOSEON ERA TAHUN 134

–Author Pov–

Angin segar berhembus pelan menerpa wajah seorang gadis. Gadis itu memiliki wajah Hyunsoo. Dengan mata bulat, kulit putih terang dan hidung yang pas dengan proporsi wajahnya. Dialah Han Ha Jae, seorang gadis yatim piatu yang diurus oleh seorang janda pedagang pasar. Oh mungkinkah ini adalah Hyunsoo joseon ver? Entahlah…
Hajae berjalan riang menemui ibu angkatnya. Kebetulan kios kecil ibunya bersebrangan denga kios besar milik saudagar kaya asal china, bernama Li Zhao xing. Sebenarnya, Hajae juga menjalani hubungan diam-diam dengan anak saudagar cina itu. Tak ada seorangpun yang mengetahui ini. Hajae menutupnya rapat-rapat agar hubungannya bisa tetap bertahan. Bagaimanapun juga sistem kasta masih berlaku pada zaman ini.
“Hajae-ya…”
Panggil Heebeen disela-sela kegiatan makan siangnya.
“Ne eomma”
Jawab Hajae, walaupun dia sudah tau sejak dulu bahwa Han Heebeen bukanlah ibu kandungnya, Hajae tetap menganggapnya sebagai seorang ibu.
“Usiamu sudah 17 tahun. Sudah seharusnya kau mulai memilih seorang pria untuk menjadi suamimu. Ibu akan sangat bahagia jika kau bisa segera menikah”
“Nde?? Uhuk uhuk…ekhem”
Hajae berusaha mengambil nafas, gadis itu terkejut dengan ucapan sang ibu.
“Sebenarnya, aku sudah memiliki seseorang bu. Akan kubicarakan dengannya nanti”
“Aigoo..benarkah? Mengapa kau tak pernah menceritakannya pada ibu nak”
Wajah Heebeen berbinar mendengar ucapan Hajae. Sedangkan gadis itu hanya bisa merona, Hajae sangat mencintai pria itu. Hanya dengan memikirkannya saja sudah bisa membuatnya merona.
“Annyeong bibi Heebeen. Apa aku menganggu makan siangmu?”
Itu suara Soojung, sahabat baik Hajae.
“Omo..soojung-ah…tentu saja tidak sayang” jawab Heeben
Soojung tersenyum manis menatap 2 wanita di depannya. Soojung adalah gadis cantik yang berasal dari keluarga pejabat. Ia dan ibunya juga menjadi pelanggan setia kios kain ibu Hajae. Soojung bukan gadis sombong dan angkuh seperti anak pejabat lainnya. Dia begitu murni seperti Hajae, mereka berdua sama-sama memiliki hati yang polos.
“Bibi, aku membutuhkan kain dengan kualitas nomor 2. Berwarna jingga. Apakah kau bisa membantuku?” Ucap Soojung sambil melihat-lihat kain dagangan itu.
“Untuk siapa kain itu?” Tanya Hajae
“Untukku..”
“Kau biasanya membeli kain dengan kualitas nomor 1” sahut Hajae sambil menyerahkan kain hanbok pada sahabatnya.
“Itu karena aku membelinya ditemani ibuku. Kualitas nomor 1 seharga 130 won, sedangkan kualitas nomor 2 seharga 87 won. Kali ini ibu tidak sempat menemaniku, jadi ia hanya memberiku 150 won. Sisanya akan kubelikan daging untuk pengemis. Lagipula kualitas nomor 1 atau 2 sama saja, hanya beda sedikit”
Hajae tersenyum cerah mendengar niat baik dari sahabatnya. Ia merasa amat beruntung. Dapat memiliki seorang pria idaman dan sahabat yang baik.
“Hajae-ah..aku ingin bercerita padamu”
Hajae menangkap ada sesuatu yang tidak beres dari Soojung. Gadis itu terlihat gelisah dan bimbang.
“Katakanlah apa yang menganggumu”
“Aku…aku..abeoji akan menjodohkanku Hajae. Ia ingin aku menikah dengan pria pilihannya”
“Ndee???”
Hajae memekik tertahan mendengar ucapan Soojung. Pantas saja sahabatnya merasa gundah.
“Huft…nanti malam kami akan bertemu”
Soojung menundukkan kepalanya.
“Hey..kau harusnya merasa senang. Mungkin diantara kita kau duluan yang akan menikah. Bukankah itu juga bagus?” Hajae menepuk pelan bahu Soojung. Berusaha menenangkannya.
“Hmm…kau bahkan yang lebih dulu berpacaran dengan pria misterius itu. Malah aku yang sekarang sibuk mempersiapkan pernikahan”
Soojung mebgerucutkan bibirnya, berpura-pura marah.
“Haha…tenang saja, aku akan mengenalkannya padamu suatu saat nanti. Sebentar lagi”
“Aku harap kita bisa menikah bersama Hajae”
“Harapan yang indah Jung Soo Jung”
.
.
.
–Hajae Pov–

Aku berjalan riang menuju sungai han. Sore ini kami berjanji untuk bertemu. Katanya ada yang ingin dia katakan. Hmmm..apakah dia akan melamarku? Memikirkannya melamarku saja bisa membuat jantung ini berdetak tak karuan. Apalagi jika ia sungguh melamarku, mungkin aku bisa pingsan ditempat.
“Kau sudah datang” ucapnya datar
Mataku berbinar menatap wajah itu. Kulit putihnya, hidung mancungnya, alis tebal  yang bertaut, mata tajam itu…yang selalu hadir dalam mimpiku.
Dialah Li Jia Heng, calon masa depanku yang kusembunyikan selama 8 bulan ini. Dialah cinta pertama dan mungkin yang terakhir untukku. Jarak usiaku dengannya cukup jauh. Dia lebih tua 6 tahun
“Hajae-ah…aku mencintaimu”
“Aku juga tuan muda Li”
Jiaheng menatapku lekat. Oh, aku hanya gadis biasa yang akan luluh mendapat tatapan seperti itu.
.
Grep
.
Jiaheng memelukku erat. Sangat erat, hingga aku merasa sedikit sesak. Tapi tak apa, apapun itu asalkan dia Li Jia Heng…aku bahkan rela mati kehabisan oksigen karenanya.
“Maafkan aku…kumohon” lirih Jiaheng
Tunggu, aku merasa ada yang tidak beres dengan ini. Ku lepaskan pelukannya secara sepihak. Aku menatapnya penuh curiga.
“Kita berakhir Hajae. Ayah mengetahui tentang kita. Ia tak ingin kita bersama. Kumohon maafkan pengecut sepertiku Hajae”
.
Deg
.
Waktu seakan berhenti berputar. Tubuhku lemas bagai tak bertulang. Jika sudah begini, aku bisa apa?
“Jiaheng…aku mencintaimu lebih dari yang kau fikirkan…”
Jiaheng menghapus air mataku yang terus mengalir tanpa mau berhenti.
“Maaf karena tak mampu mempertahankanmu. Hajae, aku akan segera menikah dengan wanita diluar sana. Lupakanlah aku”
Kupejamkan mataku. Ya, ini hanya mimpi…aku akan bangun. Aku pasti bangun. Surga kumohon bangunkan aku.
Tidak..dunia terlalu baik apabila ini hanya mimpi. Bisakah kalian mempercayainya? Inilah kehidupanku. Ini nyata. Lelaki yang sudah kupertahankan selama 8 bulan kini akan menikah dengan orang lain. Bukan aku.
“Semoga kau bahagia dengannya Tuan muda Li. Selamat atas rencana pernikahanmu”
Aku pengecut. Aku pergi dari hadapannya berpura-pura tegar. Tak ada lagi yang bisa kulakukan selain lari menjauh.
.
.
Aku berjalan gontai menuju rumah. Pertemuan yang kukira tadi akan berakhir manis, nyatanya malah semakin sakit. Air mataku masih terus mengalir ditengah dinginnya udara malam ini.
“Hai nona manis…dari mana saja eoh?”
“Mau bersenang-senang dengan kami eoh?”
Aku menatap para berandalan tua ini dengan waspada. Bau soju dapat kucium dari mereka. Tuhan, tolong lindungi aku.
“Ahjusshi…tolong menyingkir” cicitku pelan
“Aigoo, gadis muda sepertimu tak seharusnya berjalan sendirian malam-malam” ucap salah satu berandal itu
“Malam ini sangat dingin. Kami bisa menghangatkanmu. Kajja”
Kurasakan para berandal itu mulai menarik lenganku. Aku menjerit histeris meminta tolong. Mereka terus menarik paksa lenganku, sampai tiba-tiba ada batu lumayan besar mengenai salah satu dari ahjusshi tua itu.
“Aigoo..kalian ahjusshi tua lebih pantas menjadi ayahnya dari pada seperti ini. Cih, memalukan”
Setelah menyelesaikan kalimatnya, pemuda itu menghajar satu persatu para berandal itu. Kurasakan tangan hangatnya menggenggam tangan dinginku. Ia mengajakku berlari ketempat yang lebih tetarang, dimana ada obor disana.
“Hey nona muda, tak seharusnya kau berjalan sendirian seperti tadi. Itu bisa membahayakanmu. Kau tau?”
Pemuda itu bicara padaku dengan nada datarnya. Aku tersenyum dan menghapus air mataku. Entah mengapa, perasaanku menghangat saat mendengar suaranya.
“Terimakasih atas pertolongannya tuan” ucapku sambil menatap wajahnya.
“Eyyhh..aku masih 19 tahun, tidak cocok disebut dengan panggilan tuan!”
Pria itu mengajukan protesnya kepadaku, wajahnya polos sekali.
“Namaku Han Ha Jae. Siapa namamu?” Aku mengulurkan tanganku
“Jong In…Kim Jong In nona Hajae” ia membalas uluran tanganku.

-TBC-

Annyeong my beloved readers….long time no see guys. Maaf ya kalo ini jauh dari kata rapi dan tertata. Wkwkwk..maklum, ngetik di Hape.
Nah, truly sorry kalo bukan cerita ini yang kalian harapkan. Tentang side story of oppss aku janji akan update sehun baekhyun juga tapi no untuk tao. Dan cerita ini sbenernya udah muncul jauh sebelum aku ngerencanain ooppss sehun dan baekhyun version. Saat ini aku lg mood ngetik the reason guys, dari pada versi sehun baekhyun. Mian yeth.
Ini sebenernya berisi tentang alesan knp Hyunsoo bisa sebegitu beruntungnya. Dibalik sebuah keberuntungan, tersimpan kisah miris yang menurutku kalian harus baca. dan soal Li Jia Heng,  buat kalian yang ngebias Kris pasti langsung ngeh. Soalnya JiaHeng itu nama kecilnya Kris sbelum diganti sama Wu Yi Fan. Jadi Jiaheng itu reinkarnasinya Kris. Dan dimasa lalu Hyunsoo sama Krystal itu justru jadi sahabat baik. Makanya dlm cerita Ooppss, Hyunsoo nggak bisa bener-bener benci ama krystal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s