Our Love Story [OneShoot]

former-exo-member-luhanTITLE : OUR LOVE STORY

CAST : Me, Luhan, Other

GENRE : SAD

AUTHOR : Bubble Ziz

RATED : PG-15

LENGHT : ONESHOOT/3111 WORDS

 

This real My Inspiration. If you find typo please forgive me or don’t reading. I don’t care if you feel strange with my FanFiction. I’m a human and always do mistake.. and don’t plagiat, plagiat is thief!!

HAPPY READING ^_^

Mempunyai saudara mungkin sebagian orang mengatakannya sangat menyenangkan. Mempunyai saudara mungkin mereka bisa berbagi kisah dengan nya. Mempunyai saudara mungkin bisa membuat mereka merasa bahagia dan selalu ada teman untuk berbagi disaat duka maupun senang. Berbeda denganku!!

Terlahir dengan seorang saudara yang jarak diantara kami hanya terpaut 2 bulan membuatku cukup frustasi. Bagaimana tidak? Apapun yang kuinginkan dia selalu mendapatkannya. Apapun yang kulakukan dia selalu berusaha menggagalkannya. Demi apapun aku tak ingin mempunyai seorang saudara!!!

Kisah ini dimulai ketika aku dan saudaraku masuk ke SMA Swasta yang cukup terkenal diseoul. Bukan!! Kami bukan mendapat beasiswa, kami masuk kesekolah ini karena dipaksa appa. Eomma sudah lama meninggal jadi kami hidup dengan appa yang mempunyai pekerjaan sebagai manager industry pakaian yang cukup terkenal hingga ke Negara lain

 

Panggil nama saudaraku itu yoon ju, dia seorang yang cantik dan berbakat. Bayangkan! Dia bisa memainkan perkusi, drum, piano, biola. Itu semua karena waktu kecil dia rajin mengikuti private. Sedangkan aku tak ingin keluar rumah, kuhabiskan waktuku hanya untuk belajar dan mengurung diri dikamar. Ini lebih baik dibandingkan harus bergabung dengan mereka yang hanya memandang popularitas

Yoon ju sangat sering membuatku marah karena kata-katanya yang kasar. Aku akui kalau dia memang cantik dan sungguh hampir mendekati kata sempurna. Tapi hatinya tak sesempurna yang dibayangkan. Didepan para namja dia berlaku seolah-olah aku terus yang menindasnya. Itulah sebabnya tak ada seorangpun namja yang mendekat kepadaku

Aku tak tahu kenapa yoon ju sangat membenciku. Tapi jujur aku juga sangat membencinya. Seharipun kami tak pernah damai alias selalu bertengkar dimanapun kami bertatap wajah. Anehnya lagi aku selalu yang harus mengalah, karena semua orang memihak kepada yoon ju, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Hari pertama sekolah…

“yak!! Aku mau mandi!! Kau nanti saja” yoon ju menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan kerasnya. Aku tak peduli dan masih asik mandi dengan santai

Satu kesalahan yoon ju yang membuatku bahagia yaitu selalu bangun telat dan apapun yang berhubungan dengan pelajaran dia selalu ketinggalah dibawahku

“yaakkk!!!! Kua setan jahat!!” ketus yoon ju mulai menyusuri anak tangga. Yoon ju berencana mandi di toilet pembantu. Inilah akibat jika salah satu diantara kami telat bangun

“appa?? Good morning” aku mencium pipi appa dengan bahagia. Ini pertama kalinya aku sebahagia ini, kalian tahu? Aku mendapat sebuah mobil dari appa. Sedangkan yoon ju hanya dibelikan sepeda motor karena prestasinya tak meningkat sedikitpun

“morning appa..” yoon ju terlihat bad mood. Aku tahu pasti dia kesal karena hanya dibelikan motor oleh appa. Haha kemenanganku yang kedua hari ini adalah melihat yoon ju muram

Setalah selsai sarapan appa memberiku belanja 2 kali lebih banyak daripada yoon ju. Ini kemenanganku yang ketiga.

“ini, jangan hanya sibuk dengan urusan yang tak penting! Tirulah saudaramu selalu menjadi yang nomor satu dikelasnya” ucap appa mengelus puncak kepala kami berdua. Kemudian aku segera naik mobil sedangkan yoon ju harus menaiki motornya yang berwarna pink itu.

Disekolah semua orang sudah berkumpul untuk berbaris. Semua berbaris dengan rapi menunggu kepala sekolah datang, dan juga kami menunggu pembagian kelas yang menurutku berdasarkan tingkat kecerdasan

Di SMP dulu aku tak pernah mendapatkan juara dua, aku selalu menjadi nomor satu dalam bidang akademik. Sedangkan dalam bidang lain jangan tanya lagi, aku sungguh jelek dalam style dan apapun yang menyangkut masalah kesenian

Pembagian kelas dilaksanakan dengan baik. Aku mendapatkan kelas 1-A sedangkan yoon ju kelas 1-B sungguh jarak yang sangat jauh. Kemenanganku yang keempat menyaksikan yoon ju masuk kekalas 1-B dengan terpaksa

“saudaraku? Aku masuk dulu…” ucapku melambaikan tangan. Ketika aku tiba diambang pintu yoon ju bersorak dengan sangat keras

“saudaraku? Pena kesayanganmu jatuh” ucap yoon ju mengangkat tinggi-tinggi penaku. Ini memalukan karena pena itu berwarna pink dan juga diatasnya ada bulu merak. Itu pemberian eomma sabelum meninggal

“kau!! kembalikan!!” teriakku langsung berlari kearah yoon  ju. Tapi ia langsung bergerak dengan cepat hingga jidatku membentur dinding. Sedangkan yoon ju tertawa yang diiringi oleh ejekan beberapa orang

“apa itu saudaramu?” tanya seseorang menghampiri yoon ju

Yoon ju menggeleng dan berkata “dia bukan saudaraku, tapi dia musuhku” jelasnya

Aku menatapnya geram kemudian langsung mengambil pena itu dari tangannya. Yoon ju menatapku tersenyum picik, ia mendorongku cukup keras, tapi aku tak membalasnya karena pelajaran sudah dimulai dan aku juga melihat seonsangnim memasuki kelas

“annyoeng haseyo?” ucapku berdiri diambang pintu

“kau terlambat. Push up 5 kali” ucap seonsangnim namja itu dengan gayanya yang seperti anak muda

“ne…” aku segera memulai push up. Jangan salah! Olahragaku adalah push up, jadi jangan pikir aku akan langsung lemas karena melakukan hal yang kecil ini

“duduk…” lanjut seonsangnim. Ia memukul pundakku pelan

“kau kuat..” seonsangnim tersenyum dan mulai memperkenalkan dirinya

“perkenalkan, aku adalah wali kelas kalian! Namaku Kim Jack, kalian bisa memanggilku jack! Tak boleh ada kata seonsangnim karena umur kita tak jauh beda” seonsangnim ah maksudku jack langsung mengedipkan sebelah matanya seraya menarik krah bajunya. Dia seperti band rocker yang tak pernah dianggap

“kenapa harus kau jack?!” tanya salah satu murid. Aku mengangguk membenarkan

“kau kesini!! Push up!!” ucapnya menunjuk murid itu. Sedangkan murid itu maju dengan menteskan banyak keringat dingin. Ia segera push up, tapi baru 2 kali dia sudah jatuh terkulai lemas

“dasar payah!! Kembali ketempat” ucap jack menatapnya. Kemudian pandangannya terarah kepadaku, jangan sampai dia juga menyuruhku push up lagi.. aniooo

Pintu kelas terbuka. Semua mata tertuju kepada seseorang yang baru muncul dikelas. Karena lelah aku tak memedulikannya, aku sibuk menggambar manga yang sudah 2 hari ini masih setengah yang kukerjakan

Tapi gambarku terhenti ketika mendengar semua yeoja berbisik cukup keras. Ini membuatku frustasi dan kehilangan mood menggambar. Aku menatap orang itu…

“annyoeng haseyo? Luhan imnida, aku berasal dari china, mohon bimbingannya” ucapnya dengan galagat khas china

Dia sungguh keren. Senyumnya lucu dan juga matanya sangat berkilau. Aku sampai tak bisa mengedipkan mataku, aku yakin ini pasti yang diributkan mereka. Waah kau namja yang sempurna! Aku yakin kau juara kelas disekolahmu

“kau peringkat berapa ketika mendaftar kesini?” tanya jack menatap luhan serius

“peringkat 20, wae?” luhan menunjukkan wajah polosnya

“kelasmu bukan disini. Tapi di kelas 1-B” ucap jack menunjukkan jalan kekelas 1-B. tanpa banyak kata aku segera berdiri

“anio…  biarkan saja dia disini!! Jack kau ingin namja sebaik dan setampannya jadi bulan-bulanan 1-B?” ucapku berusaha menyakinkan jack

“tapi disini hanya peringakt 1-19 yang diizinkan memakai kelas istimewa ini” jelas jack seraya mendorongku mundur

“tapi… aku mohon” aku berusaha agar luhan si namja imut ini diperbolehkan memiliki kelas disini

“Anio.. dia tidak boleh…”

“jika dia tak diizinkan disini. Maka aku sebagai peringkat pertama akan masuk kekelas 1-B” jelasku menundukkan kepala berharap jack berubah pikiran

“yasudahlah. Aku akan membicarakannya kepada kepala sekolah. Untuk hari ini kau boleh dikelas 1-A” jack menggelengkan kepala. Ini untungnya menjadi peringkat pertama disini. Selalu di butuhkan!

SKIP

Aku mulai membaca buku pelajaran. Sedangkan luhan selalu memandangiku dengan beberapa kali senyum ketika aku menoleh kepadanya

“wae?” tanyaku jengkel. Tak pernah seorangpun yang melihatku seperti dia!

“anio.. aku hanya ingin melihatmu” ucapnya masih memandangiku

“ahh… terserah kau saja!!”

Bel istirahat berbunyi…

Aku berjalan menuju kantin bersama luhan. Semua orang menatapku termasuk kakak kelasku yang sudah cukup lama disini. Semua mata yeoja mengarah kepada luhan, aku yakin pasti mereka menyukai namja disampingku ini

“kau kenapa?” ucapku ketika melihat luhan melambaikan tangannya seperti seorang artis kepada yeoja-yeoja ini

“anio.. sepertinya mereka mengagumiku” jelas luhan seraya berfoto dengan salah seorang yeoja.

“ah sudahlah!! Aku tak peduli denganmu!!” aku segera berjalan meninggalkan luhan yang masih sibuk dengan para yoeja itu. Bukan!! Aku bukan cemburu melainkan jengkel terhadap yeoja yang sangat aneh itu!

“yak!! Tunggu aku!!” luhan berlari kearahku yang sudah duduk dimeja kantin seraya melahap nasi gorang yang rasanya sangat enak ditambah segelas lemon tea yang segar dicuaca yang panas ini

“kenapa kau sangat bersikeras mempertahankanku di kelas 1-A?” tanya luhan melambaikan tangannya memanggil pelayan

“aku menyukaimu..!!” jawabku tersenyum. Luhan terdiam tanpa menjawabku sedikitpun

“ah ayolah! Aku hanya bercanda” jelasku menepuk pundak luhan perlahan. Luhan menghela nafas lega

“aku pikir kau sungguh-sungguh” luhan tertawa cekikikan

“sebegitu tak inginnya kah kau denganku! Ah sudahlah aku tak peduli!” tuturku lembut kemudian tersenyum

“saudaraku!!!! Iam here!!” yoon ju langsung duduk disamping luhan. Lalu menatapnya dengan tatapan yang penasaran

“kau bukannya luhan? Salam kenal! Aku yoon ju, gadis tercantik disini” jelas yoon ju panjang lebar, aku tak peduli dan masih sibuk makan dengan lahap

“dia siapamu?” tanya luhan menunjuk yoon ju

“aku sau…”

“dia musuhku!!” aku tersenyum menatap yoon ju. Balasan yang tadi lumayan membuatku puas. Bagaimana rasanya jika kau disebut musuh oleh saudaramu sendiri? Menyakitkan bukan?!

“musuh? Wah aku suka gayamu!!” ucap yoon ju menggenggam tangannya seakan ingin meninjuku. Tapi tenang dia tak akan memukulku karena ada seorang namja didepanku. Aku yakin yoon ju tak ingin terlihat buruk didepan namja ini. Haha!!!

“hush…husshh,,,” aku mengibaskan tanganku mengusir yoon ju. Luhan tersenyum seraya meraih minumanku kemudian iya menyedotnya dengan tanpa ragu sedikitpun

~plakkk~~ tanganku mendarat dibahu luhan

“apa-apaan kau penguntit!!!” teriakku dengan keras. Semua mata tertuju pada kami, dengan cepat aku meraih minumanku lalu berjalan menjauh dari keramaian yang sia-sia ini

Kini luhan tak berada bersamaku lagi. Aku menghindarinya karena takut melihat mata yeoja sialan itu. Terlebih lagi yoon ju yang seperti ingin menerkamku. Aku bertaruh kalau ini dirumah pernah akan dimulai!

Terdengar suara teriakan dari halaman depan. Jangan bilang artis datang kesini. Sial!! Kenapa ada acara seperti ini?! Jika memang artis tak apalah, biarkan yeoja aneh itu memilikinya, aku akan tetap dengan namja imut disini..

“ada apa?” cegahku kepada salah seorang yeoja yang hendak berlari kehalaman depan

“kai!! Kai ada disini” teriaknya tak karuan. Dengan cepat ia langsung berlari

“kunci? Kunci? Kunci apaan? Dasar aneh!” kuputuskan untuk menghiraukannya. Kini aku kembali berjalan kekelas dengan hati senang karena untuk saat ini aku tak melihat para yeoja itu

SKIP

Pelajaran kembali dimulai, waktu istirahat tadi membuat otakku blank, tak bisa berpikir apa-apa lagi. Sekarang ditelingaku sudah bertengger earphone ,, musik mellow siap menemaniku

“yak!yakk!yakk!!” jack memukul mejaku dengan keras. Jangan salah!! Aku tak terkejut melainkan langsung serangan jantung..

“bisakah kau pelan-pelan jack!!” bentakku membuka earphone. Kemudian menatap jack dengan tajam

“ya sudah semua perhatikan kedepan. Aku akan memberikan sebua pengumuman yang penting” jelas jack berjalan kedepan kelas. Beberapa kali ia memukul papan tulis karena melihatku mengobrol dengan luhan

“Walaupun ini hari pertama kalian, tapi dihari ini kalian ditantang oleh kelas 1-B untuk bertanding basket. Siapa yang kalah maka dalam sebulan tak akan mendapat fasilitas apapun, tapi jika menang apapun yang disuruh kelas yang menang akan dilakukan!” jelas jack tersenyum picik kearahku. Sial jangan bilang jack ingin aku ikut!! Aku tahu selama di SMP aku selalu mendapat posisi pertama setiap permainan basket. Tapi…. Jangan aku!!!!

 

“wae? Kenapa kau menatapku?” kesalku menatap jack dengan wajah yang curiga. Jack menggeleng kemudian ia berjalan mendekat kemejaku

“kau ikut!! Aku sudah membaca prestasimu hahah” jack tertawa lepas tanpa sadar dia sebagai seonsangnim akan mempermalukan dirinya

“aku akan ikut asalkan namja itu ikut” aku menunjuk luhan seraya mengedipkan sebelah mataku.

“ini hanya untuk yeoja” wajah jack langsung berubah datar. Degan cepat jack berjalan kemeja luhan dan membisikkan sesuatu yang membuatku penasaran tingkat dewa

Tak lama kemudian luhan berjalan kearahku. Ia menampakkan wajah sedihnya, kemudian ia menggenggam tanganku lembut

“kau ikut ya? Aku akan mentraktirmu makan” bisiknya, dengan cepat aku mengangguk setuju. Seluruh kelas tertawa melihat tingkahku. Luhan juga tersenyum waaah sungguh lucu

Pertandingan dimulai. musuh terberatku adalah saudaraku sendiri, walaupun begitu yoon ju tak pernah menang melawanku. Berbagai taktik yang kukuasai tapi yoon ju tak menguasainya dengan baik

“setan?!! Kau akan mati!” bisik yoon ju mulai merebut bola yang berada ditanganku. Tapi mungkin nasib sial sedang berada dipihak yoonju, aku bisa mengatasi serangan semutnya.

“hahah…  loser!!” cibirku. Yoon ju tak mau kalah ia menghadang kakiku. Tapi sekali lagi dia tak bisa melakukan itu karena aku bisa melompat dengan baik disaat yang sama.

Dari dulu yoon ju selalu menghadang kakiku hingga aku harus belajar bagaimana cara mengatasinya. Dan sekarang sudah saatnya aku menunjukkan teknikku itu

“bagaimana bisa?” yoon ju terlihat tak percaya

“tenang saudaraku, aku tak sebodoh yang kau kira” tegasku dengan nada yang lembut

Permainan berakhir dengan kekalahan dipihak yoon ju. Wali kelasnya adalah seonsangnim clara. Dia sama seperti jack lebih suka dipanggil clara. Sekolah disini memang aneh..

Bel pulang berbunyi…

“aku pulang dulu!! Bye” aku melambaikan tangan kearah luhan. Tiba-tiba saja tanganku dicegat oleh seseorang yang tak aku kenal

“siapa kau!!” teriakku. Semua orang menatapku

“aku penasaran denganmu!” ucap namja ini. Ia mendekat kewajahku, kemudian sedikit menghembuskan nafasnya ketelingaku. Langsung saja tawaku membuncah

“huahahahah… apa yang kau lakukan” seketika itu juga aku kembali serius

“apa kau mengenalku” ia mengedipkan sebelah matanya

“anio.. aku tak kenal siapa kau dan aku tak ingin mengenalmu. Aku pergi!!” setelah mengatakan itu aku langsung meninggalkan namja ini, sebelum itu aku melukiskan senyum kepada luhan

Dirumah….

“appa Iam A home!!!” teriakku. Tapi tak ada sahutan. Palingan jam segini appa masih bekerja. Percuma aku pulang cepat jika tak bisa melihat appa

“hei!! Apa-apaan kau!!” yoon ju baru pulang sudah mendorongku hingga tubuhku membentur sofa

“ah… ayolah!! Kau kenapa saudaraku!” aku mengacak rambut yoon ju. Tapi ia mengibaskan tanganku dan menatapku dengan tampang masam

“kau tidak mengenal kai? Setan jahat kau!!” yoon ju memukulku berkali-kali

“yak!!! Aku tahu kunci itu seperti apa!! Kau pikir aku tak tahu!!” bentakku mendorong yoon ju. Aku tak ingin kalah darinya saat ini

“kau memang bodooh!! Percuma kau mendapat peringkat kelas jika kau sebodoh ini!” yoon ju segera berlari keatas. Dan kembali membawa poster ditangannya

“dia adalah kai!!” foto namja yang tadi sedang berada digenggaman yoon ju. Aku menatapnya heran dan hanya mengangguk mengerti

“lalu??”

“kau setan bodoooh!!!!” teriak yoon ju lagi. Kali ini ia mengejarku, yang jelas aku berlari mengindarinya..

 

sekarang aku sudah 2 bulan berada disekolah ini. Yoon ju masih sama dengan sifatnya yang dulu, apapun yang aku inginkan dia berusaha merebutnya. Sedangkan luhan kini makin jauh dariku.

“luhan? Kemana saja kau?” ucapku menahan luhan dengan kaki terangkat kedinding

“anio… beberapa hari ini aku sibuk” luhan tersenyum seraya berjalan menuju perpustakaan

“tunggu aku!!” aku berlari mengejar luhan, sampai diambang pintu perpustakaan aku melihat luhan sedang bicara dengan yoon ju, dia tersenyum dan baru kali ini aku melihat senyumnya yang tulus

“setan??!! Kenapa kau kesini?” teriak yoon ju melambaikan tangannya. Aku menggeleng kemudian berjalan pergi

Aku merindukan saat-saat bersama luhan. Bukan merindukannya melainkan sangat merindukannya. Aku berharap dia bisa berada disini tersenyum dan ceria seperti dulu. Aku tak tahu kenapa dia menjauhiku tapi aku sangat ingin dia kembali kesisiku walaupun hanya sebatas teman.

SKIP

Bel pulang berbunyi.. luhan berjalan dengan yoon ju bergandengan tangan. Aku melihat mereka dengan mesra. Ini pertamakalinya aku merasakan sakit yang luar biasa dijantungku. Dan pertama kalinya aku menteskan airmata. Bukan! Ini bukan permainan, ini kisah nayata hidupku dengan kisah cinta yang memilukan ini

Aku berjalan pulang sendirian. Sekarang temanku tak ada lagi, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Aku bagaikan bunga bangkai yang masih bertahan didalam hutan, tak pernah didekatkan oleh siapapun

“aku pulang!” sapaku. Mataku langsung melotot melihat luhan berada diruang tamu. Dia sedang menonton tv dengan yoon ju

“kenapa kau kesini?” tanyaku melihat luhan penasaran. Luhan menundukkan kepalanya kemudian pamit kekamar mandi

Setelah luhan benar-benar pergi aku menarik yoon ju kebalkon atas. Menghempaskan tangannya lalu berteriak kasar didepan wajahnya

“apa rencanamu!!”  bentakku tak karuan

“haha… kau beraninya kau membentakku setelah kematian eomma! Ah yeoja iblis kau!” hanya itu jawaban yoon ju ketika aku bertanya rencana apa yang dilakukannya

“aku bertanya serius! Apa yang kau rencanakan!?”

“yeoja yang bersamamu itu selalu menindasku. Mendapatkan perhatian appa hanya karena prestasinya. Bayangkan saja dia mendapat mobil sedangkan aku hanya diberi motor. Dia juga membuatku kehilangan eomma, aku yakin jika dia menjadi artis pasti akan langsung terkenal karena kepiawaiannya berakting. Hanya itu yang aku katakan pada luhan, apa aku salah?” jelas yoon ju membuatku geram

“kau!! cepat jelaskan yang sebenarnya!! Aku tak pernah menginginkan semua itu. Aku hanya ingin merubahmu menjadi yeoja baik! Itu yang diinginkan eomma! Dan apa kau tahu? Ketika eomma meninggal ia hanya menyebut namamu padahal aku berada disampingnya. Dan asal kau tahu nilai yang kau dapatkan ketika mendafar kesekolah itu adalah nilaiku, aku mengubahnya sedikit supaya appa tak curiga dan marah kepadamu. Dan yang lebih parahnya lagi aku terus melakukan itu hanya untukmu! Kau sungguh keterlaluan menuduhku seperti itu” kini airmataku mengalir. Aku tak bisa membendungnya lagi, ini benar-benar sudah diluar kemampuanku

“aku tak mengerti apa yang kau katakan!” kini yoon ju bicara gelagapan. Aku makin terisak dan ingin sekali mengatakan semuanya

“Bukan! Kau benar! Kita bukan saudara!! Aku bukan saudaramu!! Apa kau tahu? Setelah kau lahir eomma memungutku, dan baru mengatakannya ketika eomma meninggal. Disaat itu apa kau tahu hatiku hancur? Ah aku yakin kau tak menyadarinya. Jujur! Aku sangat menyayangimu karena kau sudah kuanggap sebagai saudara kandungku. Maaf jika aku selalu membuatmu salah dimata appa. Tapi untuk kali ini jangan rebut orang yang berarti untukku” jelasku dengan nafas yang sesak

“kau kenapa?” yoon ju mendekat kearahku. Aku berjalan menjauhinya

“penyakit yang kusembunyikan 2 tahun terakhir sepertinya harus terbongkar sekarang” tuturku menatap yoon ju kesakitan

“apa yang kau katakan” yoon ju mengguncang tubuhku pelan

“mianhae.. dan katakan padanya jadilah seseorang yang special untukku” aku tersenyum kemudian menutup mata dengan keadaan jantung yang sangat sakit..

SKIP

Semua dokter sudah berkumpul untuk membantuku melewati masa kritis. Tapi mungkin ajalku sudah disini, aku bahagia karena bisa melihatnya, aku bahagia karena yoon ju bisa menyentuhku dengan airmata yang mengalir. Aku bahagia karena luhan bisa menjadi temanku, walaupun sekarang aku tak tahu apakah dia berada disini atau tidak.. tapi terimakasih…

“yo..yoon ju?” lirihku

“wae? Jangan banyak bicara dulu” ucap yoon ju mencoba menenangkanku. Aku melihat appa dan luhan sedang menangis menatapku

“appa? Terimakasih karena kau sudah menganggapku sebagai anakmu. Terimakasih kau selalu memperhatikanku, disaat ini aku hanya ingin melihat wajah kalian bertiga. Yoon ju? Ayolah aku tak ingin melihatmu menangis. Ayo panggil aku setan iblis! Aku harap kau bisa memaafkanku jika aku mempunyai salah kepadamu..”

“luhan? Maafkan aku jika kau mendengar hal yang aneh tentangku. Tapi… aku menyukaimu! Aku sangat menyukaimu!! Sangat sangat menyukaimu!!”

Inilah akhir cerita cintaku. Bukan! Aku belum mati! Aku masih berada dihati mereka. Walaupun semua ini sulit tapi ketahuilah aku merasa lebih baikan disini saripada didunia. Sakit jantung? Ya itulah penyakitku yang kucoba untuk menutupinya. Maafkan karena kebohonganku membuat semuanya susah kehilanganku.

Dan untuk kau luhan, aku harap kisah cinta kita tak akan pernah berakhir. Ini bukan salahmu melainkan salahku. Maafkan semua yang membuatmu terluka. Aku akan bahagia jika kau bahagia. Apa kau tahu? Hari itu pertama kalinya aku merasakan jantung yang berdebar. Dan pertama kalinya aku merasakan yang namanya cemburu.

Thanks god, karena engkau aku tahu rasanya menjadi orang yang paling berharga….

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s