Happy Birthday – Kaisoo Family

 jalk

Tittle : Happy Birthday – Kaisoo Family
Author: Mrskim88 (@alsaalz)
Main Cast: Shin Hyunsoo / Kim Hyunsoo (OC) || Kim Jong In / Kai EXO
Genre : Adult || Marriage life || Drama || Comedy
Rating: T
Disclaimer: All story is purely MINE. I hate plagiat -____-

Happy Reding ^^

Author Pov

Suara tangisan bayi terus menggema sejak beberapa menit yang lalu. Dengan terburu-buru Hyunsoo menghampiri kamarnya dan segera membawa bayi itu kedalam dekapannya. Tangisan Aroon berhenti saat Hyunsoo menyusuinya. Jari-jari lentik Hyunsoo perlahan mulai menyusuri wajah polos anaknya yang telah berusia 3 bulan itu.

“Aegi-ah..apa kau benar-benar haus hm?”

Gadis itu tersenyum melihat anaknya yang masih asyik meminum ASI-nya.

“Mian eomma meninggalkanmu sendirian tadi. Kau tau kan, eomma harus mengerjakan tugas dari dosen Lee? Aigoo, dosen itu benar-benar menakutkan. Dia membuat eomma batal melihat appamu perform di MBC gayo daejoon kemarin!”

Hyunsoo menggerutu pelan kepada anaknya. Ya, gadis itu memutuskan untuk melanjutkan kuliah satu bulan setelah dia melahirkan. Berbicara pada Aroon saat sedang menyusui, merupakan kebiasaan baru Hyunsoo. Menurut dokter Im, itu bisa membuat ikatan batin antara ibu dan anak semakin kuat. Hyunsoo menyadari kelemahannya yang tidak bisa mengakui Aroon dihadapan teman-teman kampusnya. Bahkan dia terpaksa berbohong kepada teman-temannya tentang foto Aroon yang diauploadnya di SNS. Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, gadis itu merasa menyesal karena telah mengakui Aroon sebagai keponakannya. Tapi disisi lain ia juga tak bisa mengaku bahwa Aroon adalah bayinya, teman-teman kampusnya tak ada yang tau bahwa Hyunsoo sudah menikah. Jika mereka mengetahui bahwa Hyunsoo sudah memiliki bayi, mereka pasti akan berpikiran bahwa Hyunsoo bukanlah wanita baik-baik. Terkadang gadis itu menyamar untuk mengajak Aroon jalan-jalan ditaman setiap pagi. Hyunsoo menghela nafasnya dengan kasar bila ia mengingat hal itu. Matanya menatap nanar bayi yang sedang ia timang sekarang.

“Eomma mianhe…eomma janji setelah eomma lulus kuliah, eomma akan mengajakmu berjalan-jalan tanpa harus menyamar lagi. Aegia…kau mau memaafkan eommamu ini kan?” ucap Hyunsoo kemudian mencium pipi anaknya dengan penuh sayang

“Ngghh” Aroon melenguh di pelukan ibunya pertanda ia sudah selesai.

Hyunsoo mengancingkan bajunya dan membawa Aroon ke ruang tamu. Gadis itu meletakkan Aroon di sofa, berdekatan dengan tugas-tugas kuliahnya.

“Apa kau merindukan appa-mu?”

Bayi itu terus menatap eomma-nya, sangat tenang dan itu membuat Hyunsoo lega. Aroon memang sangat pengertian, dia hanya menangis ketika membutuhkan ASI dan akan kembali tenang saat eommanya sedang mengerjakan tugas.

“Besok, appamu akan segera pulang dari London. Kau senang? Kudengar ia juga menyiapkan hadiah untukmu sayang. Bersabarlah ne”

Bayi itu tertawa saat Hyunsoo menggelitik pelan perutnya. Senyuman diwajah Hyunsoo terus mengembang, dia menikmati saat-saat berdua dengan buah hatinya.
.
.
.
Next Day

“Soo-ya..”

Jongin berjalan pelan mencari sosok istrinya. Pria itu baru saja tiba dari London pagi tadi, ia sangat merindukan keluarga kecilnya.

“Eo..oppa”

Jongin segera mengikuti sumber suara itu hingga ke dapur. Dilihatnya sang istri yang tengah sibuk mempersiapkan makanan untuknya. Pria itu tersenyum sekilas, Hyunsoo memang sebenarnya bisa memasak. Tapi ia akan memasak pada waktu yang tak tentu, semua tergantung mood gadis itu. Pembantu rumah tangga mereka tak pernah memasak karena Hyunsoo sendiri yang menolak untuk dimasakkan. Sebenarnya, Hyunsoo lebih suka makanan yang dijual dipinggir jalan. Tapi khusus untuk Aroon, dia tak ingin main-main. Bubur untuk Aroon harus Hyunsoo sendiri yang membuatnya, entahlah..mungkin itu adalah aura seorang ibu muda yang masih berusia 20 tahun

“Dimana Aroon?”

“Aroon sedang tidur, setengah jam lagi dia akan bangun. Oppa mandilah, dan kita akan makan bersama” ucap Hyunsoo yang masih sibuk memotong beberapa sayuran

“Arrasseo…”

Kaki jenjang Jongin mulai melangkah masuk ke dalam kamar mandi
.
.
Jongin dan Hyunsoo mulai memakan kalgukso yang baru saja matang. Mereka juga mengobrol soal kegiatan masing-masing saat mereka sedang berjauhan.

“Bagaimana dengan sassaeng fans itu?” (Sassaengfans yang ngerangkul lengan Jongin waktu di bandara itu chingu)

Pertanyaan Hyunsoo yang tiba-tiba, membuat Jongin tersedak. Gadis itu menyerahkan minumannya pada Jongin, agar suaminya bisa lebih tenang.

“Ekhem..kau tidak cemburu kan?”

“Ani.. bagaimana mungkin aku bisa cemburu pada wanita yang lebih jelek daripadaku”
Jawaban inonncent Hyunsoo membuat Jongin tertawa. Tapi memang benar, sassaeng fans itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Hyunsoo.

“Kau benar, kau lebih cantik daripadanya”

Hyunsoo mengulum senyumannya karena perkataan sang suami barusan.

“Tapi bukankah kau mengenalnya juga? Kau bilang kau berteman dengan beberapa sassaengfans di Seoul”

“Mian, tapi aku tak pernah berteman dengan ahjumma. Lagipula aku hanya memanfaatkan mereka saja, agar kita tidak bisa ketahuan. Berteman dengan mereka memberiku keuntungan karena aku tau dimana saja mereka akan mengintaimu, dan apa yang harus kulakukan”

“Begitu rupanya, ssshhh..kau ternyata lebih licik dari yang kubayangkan”

Jongin mengacak pelan rambut Hyunsoo

“Tentu saja!” Sahut Hyunsoo mantap

“Salsireun, aku tidak menyukai mereka sejak dulu. Sassaengfans menurutku sudah sangat keterlaluan. Aku lebih menyukai berteman dengan fansite eonnie daripada sassaengfans. Mereka sungguh ganas. Apakah kau tau? Mereka bahkan dengan sukarela bercinta dengan supir taksi agar supir taksi itu mau mengantarnya untuk mengikuti para idol seperti oppa”

Kai membulatkan matanya ketika mendengar Hyunsoo berbisik menceritakan hal itu. Mulutnya bahkan terbuka lebar karena shock.

“Itu semua karena mereka sedang tidak mempunyai uang”

Hyunsoo mulai melanjutkan acara makannya setelah mengucapkan itu

“Jinjjayo?”

Kai bergidik ngeri mendengar cerita Hyunsoo barusan. Tapi dia bersyukur, karena jika ia tak mempunyai istri dari kalangan Exo-L, pernikahan ini mungkin akan menjadi lebih sulit nantinya.

“Ne..mengerikan bukan?” Kata Hyunsoo

“Eoh..mereka sangat berbahaya” Kata Kai sambil menyuapkan kalgukso kedalam mulutnya.

“Soo-ya, besok malam aku akan mengajakmu dan Aroon untuk pergi ke pernikahan Suho hyung”

“Mereka benar-benar menikah? Junmen oppa dan Sohee eonnie?”

“Ne, mereka bahkan sudah bertunangan jauh sebelum kita menikah. Apa menurutmu mereka cocok?”

“Eo..mereka sama-sama chaebol(anak orang kaya) dan juga wajah mereka sangaaat mirip. Sohee eonni sangat terkenal di kalangan exo-l karena kemiripan wajahnya dengan Suho oppa”

“Matda, tapi tak ada yang menyangka dari mereka bahwa Junmyeon hyung telah dijodohkan dengan gadis yang mereka sebut sebagai Suho versi yeoja” Ujar Kai

“Oppa, apakah aku harus mengajak Aroon juga?” Hyunsoo menatap Kai dengan ragu

“Tentu saja..hyung-hyungku sangat rindu dengannya”

“Tapi mereka menikah di dalam gedung kan? Aku tak ingin Aroon terkena angin malam, ini masih musim dingin oppa”

“Kau tenang saja, mereka menikah di gedung dengan penghangat ruangan didalamnya. Anak kita akan baik-baik saja”

6 Januari 2015

Suara piano klasik menggema di seluruh ruangan ini, terlihat beberapa pria paruh baya berbincang dengan gaya wibawanya. Tak sedikit pula wanita-wanita sosialita di seluruh Korea selatan yang hadir pada malam ini. Pemberkatan sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu, sekaranglah saatnya resepsi dimulai. Jung So Hee, gadis itu bahkan tak berani menatap pria yang sekarang telah sah menjadi suaminya. Junmyeon berdiri dengan gagahnya di sebelah Sohee, mereka sedang berada dipelaminan melihat beberapa tamu undangan yang tersenyum bahkan tertawa bahagia karena acara ini. Junmyeon tau bahwa Sohee sedang gugup sekarang, pria itu tersenyum dan menggenggam tangan gadis itu. Sama halnya dengan pernikahan Kai dan Hyunsoo ataupun Kris dan Rebecca, pernikahan Suho juga tersembunyi. Bahkan sahabat-sahabat Sohee pun tak ada yang mengetahui rencana pernikahan ini.

“Jun-ah…” Sohee menatap manik mata pria itu

“Jangan gugup hanya karena kita menikah berkat perjodohan. Aku ingin memulai semuanya dari awal denganmu Kim So Hee”

Blush~

Junmyeon memang tau bagaimana cara meluluhkan hati wanita, Sohee tersenyum manis kearah sang suami. Semburat merah pada pipinya membuat gadis itu 2 kali lipat lebih cantik dimata Junmyeon.

*Disisi lain

“Soo-ya, anakmu lucu sekali” ucap Kyungsoo sambil sesekali menyentuh pelan jari-jari Aroon, bayi itu malam ini memang lebih menggemaskan daripada sebelum-sebelumnya. Aroon menggunakan pakaian hangat yang dibeli Kai dari London komplit beserta asesoris topi yang menempel sempurna dikepalanya.

Kini Hyunsoo tengah bergabung dengan member Exo lainnya. Mereka semua berkumpul dengan membawa kekasih masing-masing. Namun tak semua member yang beruntung bisa membawa pasangan mereka. Ada juga beberapa member yang masih betah dengan predikat “Tuna Asmara”.

“Tentu saja karena dia anakku juga” Jawab Kai bangga

“Aku tidak sedang berbicara denganmu Kim Jong In” D.O melirik kearah Jongin dan meloloskan death glarenya. Sepertinya D.O masih menaruh dendam pada Kai terkait kejadian 3 jam yang lalu.

*Flashback

“Jongin-ah…Ireona”

D.O mengguncang tubuh Kai yang saat ini masih terlelap di bawah selimutnya. 3 jam lagi acara resepsi Suho akan dimulai dan Kai masih tertidur dengan nyenyak. Padahal member lain sudah sibuk memilih setelan jas yang akan mereka gunakan nanti, terutama maknae Exo-M. Dia sedang bimbang untuk memilih jas mahal mana yang akan ia kenakan, parfum yang mana yang akan ia pilih, tindikan yang seperti apa yang cocok untuk resepsi pernikahan, asesoris tangan apa yang ia gunakan, sampai….. aroma sabun apa yang akan ia gunakan. Tao benar-benar sangat teliti dalam hal ini, dia menganggap moment pernikahan para member adalah yang terbaik. Pada saat pernikahan Hyunsoo dan Kai pun ia juga melakukan hal yang sama. Namun pada saat pernikahan Kris dan Rebecca, pria itu menjadi 2 kali lipat lebih pemilih dari pada sekarang.

“Ireonaaa!!!” D.O nekat membuka selimut Kai dan ia sangat terkejut saat itu juga.

Kai…bocah itu menggunakan boxer milik D.O…Hal yang paling dibenci D.O karena Kai tidak pernah meminjam secara baik-baik terlebih dahulu. Ini sudah yang kesekian kalinya pria berkulit tan itu mencuri boxer-nya. Dan kali ini D.O akan segera bertindak, dengan kasar ia berusaha melucuti boxer miliknya dari tubuh Kai. Sadar bahwa ada seseorang yang melakukan sesuatu pada tubuhnya, Kai mulai mebuka matanya. Pria itu refleks menghentikan aksi nekad D.O

“Hyung!! Apa kau sudah gila?? Kau mau memperkosaku eoh! Dasar mesum”

Teriakan Kai yang tiba-tiba membuat beberapa member masuk kedalam kamar dan melihat D.O sedang bersuha melucuti boxer yang ada di tubuh Kai.

“Kyungsoo-ya…kau…” Chanyeol begitu shock melihat kejadian itu. Pasalnya ini terjadi pertama kali di dorm mereka.

“ANIAAA!! Dia memakai boxer milikku dan aku ingin merebutnya. Aku ini normal!!!” sekarang justru Kyungsoo yang berteriak

“Jonginna..kembalikan boxer-nya, lain kali kalau mau memakai barang orang lain kau harus berbicara dulu pada orang yang punya”

Itu suara milik Minseok, karena Suho sedang sibuk dengan acara pernikahannya maka sekarang Minseok-lah yang mengayomi para member.

“Aisshh kenapa kau berlibihan! Aku hanya meminjamnya dan tidak merebutnya. Dasar kuno!”
Bukannya sadar, Kai malah menggerutu pada D.O dan itu justru membuat pria bermata bulat itu semakin geram.

“Dasar hitam! Kau sendiri tidak suka jika ada member lain yang menyentuh handphone-mu tapi kau bertingkah laku seenaknya sendiri”

“Karena aku juga maknae” Jawab Kai santai

Baru saja D.O akan melayangkan sandal rumahannya kearah kepala Kai, Minseok sudah lebih dulu melerai mereka.

“Aigoo, kenapa malah bertengkar. Kalian harusnya mandi dan bersiap-siap. Jonginna..bukankah kau juga harus menjemput Hyunsoo dan Aroon? Kau harus siap lebih awal”
Mendengar nama ‘Aroon’ membuat Jongin kembali tersenyum dan dan segera masuk kedalam kamar mandi.

*Flashback End

“Hyung, kau masih marah denganku?” Kai mulai menyentuh lengan D.O dengan jari telunjuknya, persis seperti seorang gadis yang memohon permintaan maaf pada pacarnya. -___-

“Aroon-ah…” bukannya memabalas ucapan Kai, Kyungsoo malah sibuk bercanda dengan Aroon

“Hyung..aku janji akan mencuci boxermu itu hyung. Jangan terlalu lama marah kepadaku, menyimpan dendam itu tidak baik. Kata halmeoniku”

Hyunsoo terkekeh mendengar ucapan Kai yang kelewat polos itu, usianya beberapa hari lagi akan genap 22 tahun. Tapi tingkah lakunya benar-benar seperti anak TK. Perlahan Kyungsoo mulai melirik kearah Kai, pria itu sebenarnya juga tidak tahan marah terlalu lama pada seseorang yang sudah ia anggap sebagai adiknya.

“Arra..jangan diulangi lagi atau aku akan benar-benar menaruh dendam kepadamu kkaman”

Kai tersenyum cerah kearah D.O. Beginilah mereka, kadang akur kadang pula bertengkar, tapi semuanya akan berakhir pada hal yang sama, yaitu perdamaian dan senyuman.

14 Januari 2015

Pagi ini adalah hari yang istimewa untuk seorang Kim Jong In, pria itu genap berusia 22 tahun. Membangunkan Jongin tepat jam dua belas malam, menyuruhnya untuk meniup lilin dan menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun pada suaminya. Semua itu tak dilakukan oleh Hyunsoo, dia sengaja membiarkan suaminya bangun siang sedangkan dirinya kini tengah mempersiapkan roti ulang tahun untuk Jongin. Hyunsoo sudah menggunakan otaknya untuk perayaan ulang tahun Kai, tanpa sepengetahuan sang suami gadis itu sudah mengatur semuanya sejak beberapa minggu yang lalu. Dia memohon pada manager EXO untuk mengosongkan jadwal Kai khusus tanggal 14 Januari. Hyunsoo ingin suaminya istirahat total di rumah selama ulang tahunnya, Hyunsoo tau bahwa pria itu jarang istirahat akhir-akhir ini. Dia juga mengundang member Exo untuk berpesta dirumahnya nanti malam, dan lagi-lagi itu dilakukan tanpa sepengetahuan sang suami. Langkah kakinya mulai menuju masuk kedalam kamar, Hyunsoo tersenyum ketika melihat Aroon sudah bangun. Yeoja itu kemudian menggendong Aroon dan menciumi wajah mungil bayi itu.

“Kita sebaiknya segera mandi sebelum appamu bangun. Kajja!”
.
.
.
At 10.45 AM

Jongin mulai melenguh, perlahan-lahan ia membuka matanya dan melihat wajah cantik sang istri yang tengah menggendong Aroon didepan matanya.

“Saengil cukkha hamnida, sengil cukkha hamnida, saranghaneun uri nampyeon. Saengil cukkha hamnida”

Jongin tersenyum melihat istrinya bernyanyi untuknya.

“Cukkhae appa” Hyunsoo menirukan gaya bicara khas anak kecil

Jongin bangkit dari tidurnya, pria itu sempat terkejut saat Hyunsoo menyerahkan Aroon kepadanya. Jongin sama sekali tak tau bagaimana cara menggendong bayi, dan ia sangat takut menyakiti putranya.

“Posisikan tanganmu seperti ini dan relekslah…semua akan baik-baik saja jika kau tenang”

Hyunsoo memberi pengarahan pada sang suami. Kini Aroon sudah berada dalam gendongan ayahnya, bayi itu sangat tenang dan tersenyum menatap Jongin. Dia tak lagi gugup untuk menggendong Aroon, Jongin bahkan tersenyum haru saat melakukan eye contact dengan anaknya. Ya, memang ini yang sudah diinginkan Jongin sejak lama. Dia sangat ingin membawa Aroon kedalam dekapannya sama seperti yang biasa Hyunsoo lakukan, namun rasa takutnya lebih besar daripada keinginannya. Dan Hyunsoo telah memberikan apa yang dia inginkan di hari ulang tahunnya.

“Aku sangat bersyukur memiliki kalian dalam hidupku. Gomawo Kim Hyun Soo, karena sudah datang dalam kehidupanku dan memberikan kebahagiaan seperti ini padaku. Saranghae”

Kai tersenyum menunjukkan eye smile-nya pada sang istri

“Karena ini adalah hari ulang tahunmu, aku ingin memberikan semuanya yang special hanya untukmu. Aku sudah membuat kue ulang tahun untukmu, memang sederhana. Ini semua karena aku tak terlalu baik dalam hal menghias kue” kata Hyunsoo sambil menyerahkan kue ulang tahun dengan lilin diatasnya yang telah siap untuk ditiup.

Jongin memejamkan matanya lalu meniupi lilin-lilin itu. Hyunsoo tersenyum dan kembali menggendong Aroon. Jongin mulai memotong kue ulang tahunnya dan bersiap untuk menyuapi Hyunsoo.

“Chakkaman! Kau harus memakan kue itu dulu. Ini adalah kue pertama yang aku buat untukmu, aku ingin meminta pendapatmu dulu”

“Haha..arrasseo. jika kue nya enak maka aku akan mencium bibirmu tapi jika kuenya buruk maka aku akan mencium keningmu. Otte?”

“Hya! Tidak bisa begi…”

Hyunsoo menghentikan ucapannya ketika melihat Kai mencicipi kue buatannya, jantungnya berdegup sangat kencang. Dia takut mengecewakan sang suami dihari ulang tahunnya, apalagi ekspresi Kai setelah menghabiskan potongan kue itu sangatlah datar. Hyunsoo semakin mengeratkan gendongannya pada Aroon, pertanda bahwa sekarang ialah yang sedang gugup. Kai mulai mendekat kearah Hyunsoo dan bersiap mencium keningnya, gadis itu sudah pasrah. Dia tau pasti akan berakhir dengan seperti ini, ‘seharusnya aku tak pernah membuat kue itu. Membeli kue ditoko lebih baik’ batinnya.

Chu~

Seketika Hyunsoo membelalakkan matanya, Kai tidak mencium keningnya. Pria itu tadi hanya ingin menggoda sang istri saja.

“Kau ternyata berbakat dalam hal ini chagi. Aku tak menyangka jika kau sendiri yang membuatnya” kata Kai setelah menyudahi ciumannya

“Jinjjayo?”

Pertanyaan Hyunsoo ditanggapi anggukan oleh kai. Sejujurnya Jongin tadi sempat berpikir untuk menyuruh Hyunsoo agar berhenti kuliah dan membiyayainya untuk membuka toko roti. Kue buatan Hyunsoo ternyata terasa nikmat dilidahnya, dan baru hari ini Kai sadar bahwa sebenarnya dia telah menikahi gadis yang memang sudah pantas untuk menikah. Hyunsoo tak pernah mengeluh dalam mengurus Aroon, gadis itu bahkan tak pernah mengalami syndrome baby blues. Dia juga bisa memasak walaupun Hyunsoo akan melakukan hal itu tergantung moodnya.

“Apa kau yakin sudah membuatnya? Maksudku bisa saja kau membelinya di toko roti dan mengakui bahwa itu hasil karyamu”

“Hya!”

Pekikkan Hyunsoo membuat Aroon menangis karena terkejut. Dan itu menjadi tugas baru untuk Hyunsoo dan Jongin untuk menenangkan buah hati mereka.

“Seharusnya kau tidak perlu berteriak seperti tadi” ucap Kai setelah mereka berhasil menenangkan Aroon

“Aku tidak sengaja, mian” lirih Hyunsoo

Kai mengacak pelan rambut Hyunsoo, membuat tatapan mata mereka bertemu

“Aku tadi hanya menggodamu saja nyonya Kim, dan aku tidak marah karena Aroon menangis seperti tadi. Jadi simpanlah wajah kusutmu itu”

Hyunsoo masih diam sambil sesekali memainkan jarinya dengan tangan kecil Aroon.

“Hey..aku justru senang karena bisa menenangkan tangisan Aroon bersamamu, selama ini pasti berat saat dia menangis disaat kau sedang sendirian”

Hyunsoo menghela nafas mendengar perkataan Jongin

“Lumayan berat, tapi aku tak pernah merasa kesal ataupun keberatan karena ia adalah darah dagingku. Aku mencintainya lebih dari apapun”

“Saranghae Kim Hyunsoo”

“Nado Saranghae Kim Jong In”

Mereka tersenyum bersama menghiasi siang ini dengan kebahagiaan yang tengah dirasakan bersama. Ini adalah hari yang sangat special bagi Jongin, bukan hanya karena hari ini adalah ulang tahunnya. Pria itu merasa sangat bahagia bisa membawa Aroon dalam dekapannya, melakukan eye contact dengan anaknya, Hyunsoo membuatkan kue untuknya. Entahlah..orang korea biasa berkata bahwa ulang tahun ke-18 adalah yang paling manis, tapi menurut Jongin ulang tahun ke-22 adalah yang terbaik dan berkesan.

End~

Dan akhirnya project aku buat ultahnya my bebeb Kkaman terlaksana juga. Kwkwkwk…aku bikin 2 cerita ini sekitar 4 hari. Udah termasuk penentuan ide cerita juga. Dan FF yang ini terkesan maksa banget karena gak ada pemikiran panjang sebelumnya, kayak FF ‘Club and Hyunsoo?’. Tadinya hampir nyerah soalnya buntu udahan. Tapi disisi lain aku juga punya PR sama Kaisoo shipper buat nunjukin kalo suho itu udah nikah sama sohee. Maaf banget ya kalo ini kurang memuaskan -_- tapi ini pertama kali aku bikin project buat biasku sendiri. Tahun lalu cuma bisa ngerayain pake kue ultah bareng sama temen-temen SMA. Sekarang berhubung semua udah lulus dan udah pisah sendiri-sendiri  jadinya aku ngerayain ultahnya my love dengan cara yang beda. Semoga kalian suka ya. Coment juseyo ^^
Jeng jeng jeeengg..ini dia wajahnya Jung So Hee, dia emang nama aslinya Jung So Heed an emang wajahnya miriiip banget sama Suho

BtEY74JCQAAxJkx

One thought on “Happy Birthday – Kaisoo Family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s