Club and Hyunsoo? – Kaisoo Family

sequelll

Tittle : Club and Hyunsoo? – Kaisoo Family
Author: Mrskim88 (@alsaalz)
Main Cast: Shin Hyunsoo / Kim Hyunsoo (OC) || Kim Jong In / Kai EXO
Genre : Adult || Marriage life || Drama || Comedy
Rating: Mature things “ Bashing its not my style😀 ”
Disclaimer: All story is purely MINE. I hate plagiat -____-

Happy Reading ^^

Author Pov

“Aroon-ah…kau mau lagi hm?” ucap Hyunsoo pada bocah berusia 14 bulan yang ada di depannya.

Aroon mengangguk sambil tersenyum ke arah eomma-nya. Hyunsoo mulai meletakkan potongan-potongan melon dalam mangkuk kecil milik Aroon. Pangeran kecil keluarga Kim ini mewarisi sifat kedua orang tuanya, yaitu ‘hobby makan’. Terkadang Hyunsoo sempat kewalahan karena hobby Aroon yang kadang-kadang tak terkendali. Maka dari itu kini ia memutuskan untuk menyediakan banyak buah-buahan di kulkas, agar Aroon bisa tetap melakoni hobby-nya dan aman dari penyakit obesitas.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Bayi kecil Hyunsoo dan Jongin kini tumbuh menjadi balita yang lucu dan menggemaskan. Ucapan kedua orang tuanya saat Aroon masih dalam kandungan, bagaikan mantra ajaib yang menjadi kenyataan. Aroon mewarisi kulit seperti Hyunsoo dan wajah duplikat seorang Kim Jong In.

“Habiskan buahnya dan eomma akan mengantarkanmu ke rumah Kim halmeoni. Eomma harus berangkat kuliah sayang” kata Hyunsoo sambil mengecup dahi anaknya.

“Neehh” jawab Aroon sambil menganggukkan kepalanya. Oh siapapun yang melihat balita itu pasti akan berencana untuk merebutnya dari Hyunsoo. Dia benar-benar lucu dan imut.

Satu bulan setelah melahirkan, Hyunsoo memutuskan untuk tetap menjalani kuliah. Sangat mudah bagi Hyunsoo untuk mengembalikan bentuk tubuhnya, hingga tak seorang-pun teman di kampus-nya yang sadar bahwa Hyunsoo baru saja menjadi Ibu muda. Membagi tugas antara kuliah dan mengurus anak tak sesulit yang dibayangkan gadis-gadis diluar sana. Hyunsoo sudah terbiasa mengurus 2 pekerjaan dalam satu waktu sejak ia menyukai Exo. Jauh sebelum dia menikah dengan Kai, gadis itu sudah bisa mengurus tentang tugas-tugas sekolah sekaligus mengurus beberapa blog miliknya, yang menampung banyak informasi tentang Exo dan Kai. Apalagi dulu ia adalah wakil presiden dari fans Exo di kota Seoul, tentu saja kesibukannya sangat padat hingga ia harus meninggalkan dunia ulzzangnya. Dan sejak gadis itu mengetahui bahwa ada janin dalam perutnya, Hyunsoo memutuskan untuk menyerahkan jabatan sebagai wakil presiden kepada Minhye. Istri salah satu maknae exo tersebut lebih memilih fokus pada anak dan pendidikannya. Tapi bagaimanapun juga, fangirl adalah fangirl. Hyunsoo memang sudah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, tapi ia juga tetap setia melihat biasnya untuk perform di panggung. Walaupun tidak sesering dulu, tapi setidaknya satu bulan sekali Hyunsoo selalu menyempatkan diri untuk tetap menemui exo sebagai fans.
.
.
.

At Bedroom

“Eung..oppa” panggil Hyunsoo pada pria yang kini tengah berbaring di sebelahnya

“Wae?” Jawab Kai seadanya

Malam ini tubuhnya sangat lelah karena terus bekerja selama 2 minggu terakhir. Dia juga sudah 1 minggu tidak bertemu dengan keluarga kecil-nya. Pria itu menatap wajah Hyunsoo dan mulai membelainya.

“Geu..eumm..” Hyunsoo tak tau harus mulai darimana, gadis itu terus menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal.

“Katakanlah..” sahut Kai pelan

“Geu..usiaku sekarang sudah 21 tahun kan?”

Kai mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan aneh yang terlontar dari bibir Hyunsoo, pria itu masih belum paham betul apa yang dimaksudkan oleh istrinya.

“Maksudku begini….diusiaku yang sekarang…pemerintah sudah membolehkan gadis sepertiku untuk… untuk per-gi ke-club ma-lam” hyunsoo merendahkan intonasinya saat mengucapka kata yang terakhir

“MWO?” entah mendapat kekuatan dari mana, Jongin memekik ketika mendengar ucapan dari Hyunsoo. Gadis itu membulatkan matanya dan segera memukul lengan suaminya dengan kasar.

“Oppa! Pelankan sedikit suaramu! Aroon bisa bangun kapan saja, kau tak tau betapa susahnya membuat dia tertidur” ucap Hyunsoo sambil melirik ke arah baby box milik Aroon yang terletak tak jauh dari ranjangnya.

“Apoo” Jongin mengerucutkan bibirnya

“Benarkah?? Mian ne…” Ujar Hyunsoo sambil terus mengusap bekas pukulan tadi yang sebenarnya sudah tak terasa sakit bagi Jongin. Pria itu hanya mencari kesempatan saja -____-

“Soo-ya..aku tak habis pikir dengan..”

“Aku serius oppa, aku ingin pergi kesana. Satu malam saja, ijinkan aku nee??” Hyunsoo mengeluarkan puppy eyes-nya.

“Andwe, kau tak boleh pergi kesana!” Jawab namja itu dengan tegas

“Wae? Aku hanya ingin menikmati hidup sekali saja. Jeball”

Kai menggeleng pelan mendengar istrinya merengek.

“Hya!”

Kesabaran Hyunsoo sudah habis, Wanita itu memekik tertahan melihat sang suami. ‘Dengan cara halus tak bisa, baiklah Tuan Kim..aku akan menggunakan keahlianku’. Itulah yang ada dibenak Hyunsoo sekarang.

“Kau pikir aku tak tau hm? Dibelakangku kau juga sering pergi ke club” bisik Hyunsoo tepat di telinga Jongin, membuat namja itu merinding.

“Mwoya..aku tak pernah pergi ketempat seperti itu dan..”

“Kotjimal…jangan berbohong padaku yeobbo. Aku tau kau bahkan akan pulang ke dorm jika dalam keadaan mabuk. Jadi bagaimana hm?”

“Ania..kau jangan mengambil kesimpulan sendiri”

“Kau tau kan, jika aku berteman dengan seorang sassaeng fans? Dia mengikutimu kemanapun kau pergi oppa. Exo bahkan menyewa ruangan VIP di club untuk minum. Jadi mana yang lebih kau sukai ….. Soju, XO(merek alcohol) atau Jack Danielle (merek alcohol)?”

Keringat dingin membasahi kening pria itu, dia tidak menyangka bahwa istrinya bisa menjadi wanita yang sangat berbisa seperti sekarang.

“Ani..kau salah”

Hyunsoo tersenyum kecut mendengar pembelaan dari Kai.

“Oppa ada apa denganmu? Bukankah kau membenci orang yang munafik? Ouuhh, hidupmu sangat pelik ternyata” ucap Hyunsoo dengan nada yang innoncent.

Kai memejamkan matanya dengan erat. Hyunsoo memang bukan wanita biasa, walaupun diluar terlihat polos tapi di dalam ternyata tak sama.

“Baiklah”

Kai menghela nafas dengan kasar diikuti dengan senyuman miring Hyunsoo. Gadis itu menang sekarang.

“Aku akan mengijinkanmu asalkan aku bisa ikut pergi bersamamu!” Lanjut Jongin dengan lantang

“Mwohe?? Kau tak perlu ikut, aku akan pergi bersama dengan teman-temanku” Hyunsoo mengeluarkan protesnya.

“Hya! Dasar remaja naif..kau kira club malam adalah taman bermain anak TK huh? Disana banyak ahjusshi-ahjusshi dengan mata telanjang. Mereka bisa menyuntikkan obat perangsang pada tubuhmu kapanpun mereka mau”

Hyunsoo shock dan menutup mulutnya dengan telapak tangan. Dia tak menyangka jika ternyata dunia malam separah itu.

“Jinjjayo? Mereka bisa melakukan perbuatan semacam itu? Mereka bahkan lebih menyeramkan dari pada hantu sekalipun” Hyunsoo bergidik ngeri membayangkan hal itu

“Tentu saja..bagaimanapun juga mereka adalah pria”

“Oppa, apa kau pernah tidur dengan wanita lain dibelakangku? Kau bahkan sering pergi ke club dan..”

“Hanya suara desahanmu yang pernah kudengar secara langsung. Hanya lubangmu yang pernah kumasuki, tangan ini hanya pernah meremas dadamu saja, kau adalah wanita satu-satunya yang menerima kissmark dariku, hanya tanganmu yang pernah menyentuh juniorku. Apa itu cukup?” Jongin menatap tajam manik mata sang istri dan itu membuat wajah Hyunsoo merona seketika.

Tak ada yang perlu diragukan lagi, Jongin bahkan berani menatap mata istrinya saat mengatakan hal itu. Memang, dia akan tergoda setiap melihat wanita sexy berjalan dengan santai dihadapannya. Tapi tetap saja, pada kenyataannya..hanya sang istri-lah yang bisa membuatnya gila dan menginginkan hal yang lebih.

“Gomawo..” Ucap Hyunsoo sambil menunduk. Wajahnya masih merah karena perkataan Jongin barusan.

Pria itu tersenyum dan mengacak pelan rambut Hyunsoo.

“Kau bisa pergi ke club besok malam dan aku akan menyamar untuk pergi bersamamu”

“Baiklah..aku akan segera menghubungi teman-temanku”

“Eo..kita harus menitipkan Aroon kerumahmu. Aku tak mau anakku melihatmu mabuk” ujar Kai

“Ani..aku pasti tak akan terpengaruh oleh alcohol, sedikit alcohol tak akan membuatku mabuk”

Perkataan Hyunsoo hanya ditanggapi tawaan renyah dari Kai. Pria itu tau betul apa yang akan terjadi pada istrinya.

“Kau…tak tau apa-apa tentang club dan alcohol” jawab Kai pelan dengan nada meremehkan

Skak mat. Hyunsoo kalah dalam hal ini, dia tak bisa menanggapi ucapan dari suaminya. Gadis itu memutar bola matanya dan membaringkan tubuhnya dengan kasar. Jongin lagi-lagi hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku gadis-nya yang kadang terkesan kekanak-kanakan.

Next Day

“Aroon-ah..bantu eomma membangunkan appa-mu ne. dia sangat malas” bisik Hyunsoo tepat di telinga balita itu.
Pagi ini Hyunsoo sengaja membawa Aroon bermain di ranjang king size-nya. Ini hari libur untuk Jongin dan dirinya, bukanlah hal yang buruk jika Hyunsoo berpikiran untuk menghabiskan pagi ini dengan bermain bersama di atas tempat tidur.

Puk

Aroon mulai melakukan tugasnya, balita itu memukul dahi ayahnya. Namun sayang, pada pukulan pertama Jongin hanya melenguh dan tidak membuka matanya. Kali ini Aroon mencoba dengan kedua telapak tangannya.
“Sayang, appa masih mengantuk. Nanti saja mainnya” sahut Jongin dengan mata tertutup
Aroon mencoba menjawab ucapan ayahnya dengan rancauan khas balita, dan itu membuat Hyunsoo tersenyum begitu pula dengan Jongin. Namja itu bahkan dengan sukarela membuka matanya demi melihat wajah menggemaskan dari buah hatinya.

“Apa yang kau bicarakan jagoan?” ujar Jongin

Pria itu terkejut saat dengan tiba-tiba Aroon berbaring diatas tubuhnya dan memeluk leher sang ayah.

“Omoo! Neomu kyeowo” Hyunsoo memekik senang dan mengambil ponselnya untuk mengabadikan moment indah itu.

“Hahaha..apa kau merindukan appa hm?” Jongin tertawa dan menepuk pelan pantat gembul Aroon.

“Neehh..” jawab Aroon

“Arrasseo..kita sudah satu minggu tak bertemu. Nado bogoshippeo Aroon Kim”

Jongin bangkit dan menggendong Aroon, sesekali ia mengecup puncak kepala balita itu. Beginilah pagi mereka. Sejak kehadiran Aroon, semua berubah menjadi lebih hangat walaupun tak jarang, pasangan ini merasa terbebani dengan tanggung jawab mendidik anak diusia mereka yang masih sangat muda. Tapi beban itu tetap terkalahkan dengan kehangatan yang saat ini mereka rasakan. Aroon membawa suasana baru dalam rumah tangga mereka. Kehadiran anak memberi motivasi Hyunsoo dan Jongin untuk memperbaiki diri dari segi emosi dan perasaan.

At Night

“Kajja oppa, kita berangkat”

Saat ini hyunsoo sudah siap dengan mini dress berwarna hitam dan tanpa lengan, gadis itu mengenakan sepatu boots dan juga cincin sebagai asesoris. Kai memandanginya dari atas hingga bawah, dia mengendus sebal menatap sang istri. Dressnya terlalu terbuka dan Kai tak menyukainya.

“Pakailah cardigan jika kau tetap mau berangkat” Ujar Kai singkat

“Waeyo? Aku nyaman dengan pakaian ini”

“Pakaian itu terlalu terbuka aigoo, na shirreo! Pakai cardigan atau malam ini B-A-T-A-L”

“Arraseo!”

Hyunsoo menghentakkan sepatunya dengan kesal dan mengambil cardigan di lemarinya. Jongin tersenyum melihat penampilan Hyunsoo sekarang. Pakaian yang cukup sopan untuk ukuran pergi ke club malam.
J2101Gray-detil
“Cha..kita berangkat, kau sungguh cantik malam ini”
Pujian sederhana dari Jongin membuat Hyunsoo merona dan melupakan kekesalannya pada pria itu.

At Club

Dentuman music menggema diseluruh ruangan, highlite lampu menghiasi ruangan yang cukup luas itu. Banyak orang yang terhanyut dan bergoyang di ball room mengikuti irama sang DJ. Hyunsoo, Minhye, Sujin dan Yoonwu merasa kagum dengan apa yang ada didepan mata mereka saat ini. Reaksi mereka sangat berbeda dengan Kai yang menatap ruangan ini datar. Hyunsoo melirik sang suami dan bergumam kecil.

‘See? Kau bahkan tak asing dengan pemandangan seperti ini. Bagaimana mungkin kemarin malam kau bilang padaku, bahwa kau tak pernah pergi kesini. Cih, dasar pria’

“Kalian tak boleh berpencar arra? Kita harus bersama-sama kemanapun. Reaksi kalian membuat orang disini tau jika kalian tak pernah kesini. Itu akan membahayakan diri kalian sendiri”

Kai memberi aba-aba pada keempat gadis itu bagaikan seorang guru TK. Sebenarnya pria itu merasa risih sekarang. Dia terbiasa pergi ke club ditemani oleh hyung-hyung nya, bukan dengan para gadis seperti saat ini. Mereka memutuskan untuk duduk di kursi bar dan memesan minuman ber-alkohol, Jongin sengaja hanya memesan orange juice karena ia tak mau mabuk malam ini.

“Oppa, kau tak mau ini? Minumlah denganku” Hyunsoo menyerahkan gelas berisikan vodka bekas-nya yang tinggal setengah, kepada Jongin.

“Shirreo, jika aku juga ikut mabuk.. siapa yang akan mengawasi kalian” Jawab jongin cuek

Hyunsoo hanya bisa mengangkat bahunya dan kembali meminum vodka itu. Sujin, Yoonwu dan Minhye memilih untuk berdansa di ball room, meninggalkan Kai dan Hyunsoo yang masih duduk di kursi bar.

“Soo-ya..” panggil seorang pria

Hyunsoo dan Kai memutar kepala mereka, mencari sosok pria itu.

“Kau melupakanku hm?” pria itu menghampiri Hyunsoo dan Kai

“S-sunbae?” Hyunsoo dengan gugup melihat kearah sunbae-nya di kampus, sesekali gadis itu melirik Kai yang terlihat tidak senang dengan kehadiran si sunbae.

“Aku tak menyangka jika kau juga akan pergi ke tempat ini. Dari sekian banyak club di Seoul mengapa kau memilih kesini? Bukankah berarti ini pertanda bahwa kita berjodoh hm?” pria itu mulai merangkul bahu Hyunsoo.

Kai yang melihatnya, saat ini tengah mengepalkan tangannya. Wajahnya sudah terlihat merah padam seandainya lampu disini bisa lebih terang. Hyunsoo segera melepaskan rangkulan sunbae-nya, begitu menyadari aura hitam dari seorang Kim Jong In.

“Taesung sunbae, mian. Tolong jangan begini, aku tak menyukainya” Hyunsoo mencoba menolak dengan sopan

“Waeyo? Bukankah…”

“Ekhem..perkenalkan, aku Jongin. Kekasih Shin Hyun Soo” Kai mengulurkan tangannya dan tersenyum membunuh pada Taesung.

“Jongin?” Taesung merasa curiga dengan nama itu

“Ne..Park Jongin” Sahut Kai cepat. Entah mengapa tadi wajah chanyeol muncul dalam banyangannya. Itu sebabnya dia menggunakan marga chanyeol.

“Ah..ne.. Hwang Taesung imnida” Taesung segera menjabat tangan Jongin sambil tersenyum cerah

“Maafkan aku Jongin-sshi. Aku kira Hyunsoo berbohong soal namjachingu-nya. Aku tak menyangka jika dia serius dengan ucapannya” ujar Taesung

‘Cih, wanita yang kau maksud bahkan sudah memiliki satu anak! Kau sudah kalah.. menyingkirlah!’ teriak Jongin dalam hati

“Ah geurekunna(oh begitu)” jawab Jongin seadanya

“Baiklah, aku pergi dulu. Selamat bersenang-senang. Soo-ya, jika kau putus dengannya tolong hubungi aku…… Jongin-sshi anggap saja ini asuransi jika kau sudah bosan dengannya. Annyeong” Taesung tersenyum miring kepada pasangan itu kemudian berbalik untuk pergi dari sana.

“Jinjja..nappeun saekkiya, iraegesh, guji guji Hwang Taesung. Jinjja cugoshippeo” Jongin terus mengumpat dalam satu tarikan nafas, sambil memandangi punggung Taesung yang perlahan menghilang dalam kerumunan orang.

“Op-pa..kau tak marah padaku kan?” Hyunsoo membelai lengan pria disampingnya dengan lembut, berharap bisa mengurangi sedikit amarah sang suami.

“Ini sebabnya aku tak mengijinkanmu pergi ke club sendirian dan menggunakan pakaian terbuka! Kau paham perasaanku kan??” mata elang Jongin menatap tajam gadis itu.

“Arra, aku minta maaf karena sempat protes denganmu. Gomawo karena sudah berusaha melindungiku” Hyunsoo menggenggam jari-jari Jongin

Jongin mengendus sebal dan meminum orange juice-nya dengan kasar.

“Omong kosong apa yang dibicarakannya! Apa menurutnya pernikahan kita adalah mainan, sehingga dia bisa seenaknya berbicara seperti itu. Asuransi? Cih, asuransi pantatku! Aku tak membutuhkannya, karena kau adalah milikku dan tak akan pernah kulepaskan!”

Hyunsoo terkekeh mendengar Jongin yang berbicara dengan penuh emosi, gadis itu mulai mengeluarkan benda berbentuk persegi panjang dari dalam tasnya, dan menunjukkan sebuah foto pada Jongin.
tumblr_ndqzyh2qIK1sdh1n7o1_500

“Aroon appa, jangan marah lagi ne..” ucap Hyunsoo sambil tersenyum melihat reaksi Kai yang langsung menutup mulutnya, saat melihat foto Aroon. Perlahan senyuman Jongin mengembang melihat foto itu.

“Kau selalu tau bagaimana cara meredakan emosiku” Jongin menampilkan senyum indahnya dihadapan sang istri.

Sudah menjadi kebiasaan bagi pria itu untuk menjadi sabar dalam waktu singkat jika melihat foto Aroon atau video tentang Aroon. Apapun itu, jika ia sudah melihat sosok Aroon maka Jongin pasti akan luluh. Bahkan tak jarang para member memanfaatkan Aroon untuk membuat Jongin menuruti apa mau mereka. Terutama Suho, dia akan menunjukkan foto Aroon jika Jongin malas untuk kerja bakti bersamanya. -____-

Next day

Sinar mentari mulai masuk melalui celah-celah jendela pada kamar hotel. Pakaian terlihat berceceran di lantai, menjadi saksi bisu bahwa tadi malam telah terjadi sesuatu yang mungkin akan disesali Hyunsoo sekarang. Gadis itu menggeliat kecil tatkala ia sadar bahwa tangan kekar seorang pria tengah memeluknya posesif. Perlahan Hyunsoo membuka matanya. Gadis hanya bisa diam karena terlalu shock. Dia ingat semalam ia mabuk berat. Jantungnya berdebar semakin kencang, saat menyadari bahwa dia tengah terbaring dengan seorang pria dalam keadaan tanpa busana, dan di dalam kamar hotel. Tubuh gadis itu bergetar hebat begitu menyadari kesalahannya.

“Apa yang kulakukan..hiks ….aku sudah melakukan dosa besar terhadap keluarga kecilku. Hiks, Aroon-ah…maafkan eomma. Jeongmal mianhe hiks. Jongin oppa maafkan aku. Aku tak bermaksud menghianatimu”

Hyunsoo menggigit selimutnya untuk meredam tangisan pilu itu. Ingin sekali ia berteriak dan meronta. Hyunsoo benar-benar membenci dirinya sendiri. Dia berharap Tuhan mau mengambil nyawanya. Atau mungkin setelah ini, ia akan menghabisi nyawanya sendiri. Hyunsoo bahkan terlalu takut untuk melihat siapa pria itu. Yang jelas dia tak mungkin Jongin, setidaknya jika dia melakukan dengan suaminya semalam. Mereka pasti akan terbaring di ranjang apartement mereka, bukan di kamar hotel seperti ini.

“Yaaaa” Dirasakannya tangan nakal pria itu mulai meremas pelan payudara Hyunsoo. Gadis itu menangis semakin deras.

Plak

Hyunsoo berbalik dan segera menampar namja itu.

“Yakkk!! Apooo!! Apa yang kau lakukan huh??!!”

Kai segera bangkit dari tidurnya begitu mendapati tamparan keras dari istrinya. Pria itu merasa kesal dengan apa yang barusan diterimanya. Namun rasa kesal itu hilang ketika ia menatap mata istrinya yang merah bekas air mata, dan tangannya yang terus bergetar sambil mencengkram erat selimutnya. Jongin merasa ada yang janggal dengan reaksi sang istri, Hyunsoo masih menunduk seperti orang ketakutan.

“Chagi..kau menangis?” Kai mencoba membelai lengan istri yang terbuka bebas

Grep

Hyunsoo memeluk Kai dengan erat, membuat dada mereka bersentuhan secara langsung. Sekali lagi, Kai berusaha menelan salivanya akibat ulah sang istri. Ingin sekali ia menyerang Hyunsoo sekarang, namun sengaja niatan itu diurungkannya, karena Hyunsoo menangis terisak dalam pelukannya.

“A-ku takut oppa hiks… kukira aku sudah tidur dengan pria lain, aku ingin bunuh diri setelah ini jika pria itu bukan kau. Hiks, aku takut sudah terpengaruh alcohol dan tidur dengan pria selain kau. Hiks..aku takut menghianatimu dan Aroon.”

Tanpa disadari oleh gadis itu, Kai sedang tersenyum tulus saat ini. Dia tak menyangka bahwa penyebab Hyunsoo menjadi ketakutan seperti tadi, adalah karena istrinya terlalu takut untuk menghianati keluarga kecil mereka. Tangan hangatnya mulai membelai punggung polos Hyunsoo. Memberikan sedikit kehangatan pada sang istri.

“Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi. Karena hanya aku yang bisa menyentuhmu hm? Uljima, aku ada disini”

Tangisan Hyunsoo mulai mereda, gadis itu mulai melepas pelukannya dan segera menarik selimut untuk menutupi dadanya.

“Apa yang sebenarnya terjadi semalam? Kenapa kita bisa ada di kamar hotel ini?”

Kai menatap istrinya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana mungkin gadis ini bisa melupakan kejadian semalam? Kai hampir saja mengalami kecalakaan lalulintas karena ulah Hyunsoo.

“K-kau tak menyadari apa yang kau lakukan semalam Kim Hyun Soo??”

“Eoh..Ani.. aku hanya ingat saat aku minum terlalu banyak, berdansa di ballroom bersama teman-temanku. Dan setelah itu, semuanya jadi ge-lap” Hyunsoo menyentuh bibirnya, entah mengapa jantungnya berdegup sangat kencang. Firasatnya mengatakan bahwa semalam dia telah melakukan kesalahan.

Kai menghela nafas dengan kasar kemudian mulai menceritakan semuanya pada Hyunsoo.

*Flashback

At 01:00 AM

“Oppa, sebaiknya kita segera pulang. Hyunsoo sudah mabuk berat sekarang” Ucap Minhye yang mulai membereskan barang-barangnya.

Diantara mereka memang Hyunsoo-lah yang paling parah. Sujin, Minhye dan Yoonwu menghabiskan waktu mereka di club dengan ikut bergoyang di ball room. Mereka hanya meminum sedikit alcohol, berbeda dengan Hyunsoo yang seolah melampiaskan keinginannya malam ini. Gadis itu meminum alcohol yang belum seberapa ‘menurut Kai’… namun efeknya sudah sangat parah. Ini semua karena tubuh Hyunsoo belum pernah menerima alcohol sebelumnya. Namja itu kemudian membawa Hyunsoo dan teman-temannya keluar dari club. Kai memang tidak dimintai orang tua mereka untuk mengawasi ketiga gadis itu, sebenarnya tugasnya adalah mengawasi Hyunsoo saja. Namun nuraninya berkata lain, pria itu sadar bahwa disini ialah yang paling tua. Dan dia juga merasa harus menjaga para gadis itu karena ia tau, bahwa mereka masih terlalu polos dan terlalu disayangkan, apabila mereka dicelakai oleh pria mata keranjang. Jongin sengaja menyuruh mereka untuk masuk ke mobil Sujin duluan, pria itu baru bisa tenang pergi dengan Hyunsoo setelah memastikan teman-teman istrinya aman.

“Gomawo oppa atas bantuannya. Terima kasih karena sudah mengawasi kami” Ucap Sujin dari dalam mobil

“Kalian hati-hati juga ne. jaga Hyunsoo baik-baik, sepertinya dia akan menjadi gila setelah ini. Annyeong” kata Yoonwu

Kai tersenyum tulus ke arah mereka, Sujin mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan sepasang suami istri, yang kini tengah berjalan menuju mobil mereka. Jantung Kai hampir copot saat dirasanya tangan nakal Hyunsoo mulai mengurut pelan juniornya.

“Hyunsoo hentikan!”

Jongin menyingkirkan tangan Hyunsoo dengan kasar

“Oppa, aku ingin tubuhmu sekarang. Mmhhh” Hyunsoo mendesah sexy tepat ditelinga Jongin, lagi… pria itu harus ekstra sabar dan kuat untuk menghadapi sang istri.

Kai segera meletakkan tubuh Hyunsoo di kursi depan sebelah kemudi (suatu kesalahan yang mungkin akan disesali Kai 15 menit kemudian). Pria itu mulai menjalankan mobilnya menuju jalan raya.

“Oppaahh..bermainlah sekarang denganku” Hyunsoo menggrayangi dada sang suami. Dia tak sadar bahwa sekarang suaminya sedang mengemudi.

“Tidak! Kau sedang mabuk. Aku tak mau!” jawab Jongin tegas

“Waeyo? Aku janji akan memberikan service terbaikku. Bermainlah denganku! Aku ini nikmat, kau tau?” Hyunsoo mulai melepas cardigannya dan itu membuat Kai melotot tak percaya.

“Andwe” Lirih Kai

Hyunsoo tak berhenti sampai disini saja, entah mengapa ada hasrat yang begitu besar dalam tubuhnya. Membuat Hyunsoo menjadi wanita penggoda bagi Jongin malam ini. Gadis itu mulai mengecup leher sang suami dan tangannya mengurut pelan junior Kai yang ternyata sudah tegang sejak tadi. Hyunsoo mengurut miliknya dari luar celana yang sedang ia gunakan. Dan itu membuat Jongin 2 kali lipat menjadi lebih terangsang dan merasakan nikmat. Pria itu bahkan sempat memejamkan matanya akibat ulah nakal Hyunsoo, sampai….

Tiiiiiinnnnnn

Bel mobil lain berbunyi dan itu menyadarkan Jongin bahwa ia hampir menabrak mobil itu. Dengan sigap Jongin menepikan mobilnya dan segera menyingkirkan tubuh Hyunsoo yang menempel padanya.

“Jeball…Kau bisa lanjutkan ini dihotel sayang. 5 menit lagi kita sampai di hotel dan kau bisa melakukannya. Bersabarlah sedikit!”

Hyunsoo tersenyum senang mendengar ucapan suaminya, ia kembali menempel pada tubuh Jongin, saat pria itu kembali menjalankan mobilnya. Tangan Hyunsoo sesekali menyentuh junior suaminya, namun dengan cepat Jongin menyingkirkannya lagi.

‘akan sangat membutuhkan waktu lama jika kita menunggu hingga tiba di apartement. Aku bisa gila karenamu nyonya Kim’ batin pria itu

5 menit kemudian

“Permisi ngghh..aku pesan satu kamar atas nama Shin Hyunsoo” Jongin sebenarnya sudah sangat menahan desahannya, tapi ia tak mampu karena lagi-lagi tangan nakal Hyunsoo kembali berulah pada kelaminnya.

“B-baiklah..ini kuncinya tuan” ucap recepsionist itu dengan gugup

“Gomawo..” secepat kilat Jongin mengambil kunci itu dan segera membawa Hyunsoo menuju kamar

“Aigoo, mereka tidak sabaran sekali. Aku berani bertaruh bahwa mereka adalah pasangan mahasiswa yang belum menikah. Hmmm, hanya ada nafsu saja!” ucap gadis itu yang tak lain adalah recepsionist tadi

*Flashback end

Tatapan Hyunsoo menjadi kosong seketika mendengar cerita dari Jongin. Dia bersumpah tak akan meminum alcohol lagi jika begini jadinya. Tapi entah mengapa perasaannya masih belum lega.

‘Oh tuhan, semoga ini adalah kenyataan memalukan terakhir yang kudengar dari suamiku’ bisik Hyunsoo dalam hati. Namun sepertinya keberuntungan belum mau berpihak kepadanya.

“Kau kenapa? Kenapa wajahmu seperti itu oppa? Apa tamparan dariku tadi cukup sakit hingga kau seperti ini?”

Pertanyaan itu dilontarkan Hyunsoo karena ia sadar bahwa ekspresi Jongin saat ini seperti orang menahan perih atau mungkin ngilu(?) pada bagian tertentu(?)

“Ini semua karena kau terus menggigit juniorku semalam. Sekarang masih terasa ngilu”

Jongin mengatakan hal itu dengan polosnya, tak sadar bahwa Hyunsoo menjadi tambah shock akibatnya. Yeoja itu bahkan menggunakan telapak tangannya untuk menutup mulut, karena tak tau harus bagaimana.

“A-aku bahkan melakukan oral?” Hyunsoo mencoba menetralkan deru nafasnya

“Ne! kau bahkan meminum spermaku seolah-olah itu adalah banana milk. Haaah..ini adalah yang pertama seumur hidupku” Jongin tersenyum cerah bila mengingat kembali kegiatan panasnya bersama Hyunsoo tadi malam. Gadis itu benar-benar memberikan service terbaiknya semalam, walaupun ia sedang mabuk.

Berbeda dengan Jongin yang merasa begitu senang pagi ini, Hyunsoo justru merasa semakin terpuruk. Alcohol sungguh membuatnya tidak waras lagi, benar..Hyunsoo menyesali ini. Dia menyesal bukan karena telah berhubungan dengan Jongin, tapi ia menyesal karena semalam telah bertindak seolah-olah dia adalah gadis penggoda yang hyper sex. Memalukan!

“Aku tak mau minum alcohol lagi! Aku tak mau pergi ke club lagi! Apapun yang terjadi” Hyunsoo merengek menatap suaminya

“Hahaha..Arraseo..hmmm, sepertinya mulai sekarang selama sebulan sekali aku harus menyewa ruangan VIP untuk kita minum berdua”

Perkataan Jongin barusan sukses membuat Hyunsoo membelalakkan matanya. Tidak! Ini tidak benar. Hyunsoo tak mau lagi diperalat oleh minuman sialan itu.

“Shirreo! Aku tak mau meminumnya mmppphhh”

Ucapan Hyunsoo terhenti karena bibir tebal Kai membungkamnya. Pria itu sejak tadi memang sudah menahan nafsunya untuk tidak menjamah tubuh Hyunsoo lagi. Tapi apa daya, ini adalah kesempatan emas baginya karena sekarang mereka sedang di hotel dan Aroon sedang berada di rumah neneknya. Dan jangan lupakan bahwa Jongin tidak bertemu dengan keluarga kecilnya selama satu minggu, itu tandanya sudah satu minggu lebih pria itu tak mendapatkan jatahnya.

“Kita harus segera menjemput Aroon eunngghh..mmhh oppaahhh” ucap Hyunsoo saat Jongin membaringkan tubuh mereka dan mulai mengulum nipple Hyunsoo

“Biarkan saja dia bersama neneknya” sahut Jongin di sela-sela kegiatannya

Pagi ini akan menjadi pagi yang panjang bagi Jongin dan juga Hyunsoo, mereka benar-benar menikmati situasi seperti sekarang. Bercinta tanpa cemas ponsel Jongin akan bergetar karena panggilan pekerjaan, hal itu tidak mungkin karena Jongin baru ada jadwal sore nanti. Sedangkan Hyunsoo sendiri cukup tenang karena kebetulan hari ini sedang tidak ada jam kuliah. Mereka bercinta tanpa takut Aroon akan bangun dan menangis sewaktu-waktu seperti saat-saat sebelumnya.

End~

Reaeders!! I’m comeback with Kaisoo family. Tolong jangan diambil hati ya imajenasiku yang emang udah kelewat byuntae *jadi malu sendiri. Special Jongin birthday aku ngepost 2 sekaligus. Semoga kalian suka ya ^^ dan tolong tinggalkan komentar biar aku nggak kesel lagi kayak pas jaman EPILOGUE *kelewat jujur. Tapi nggak papa-lah, daripada dipendem mulu😀 aku juga sekalian pingin jawab pertanyaan dari beberapa readers yang mungkin kecewa sama aku karena nc 21 nggak aku kasih PW. Ini semua karena aku punya prinsip “Kalo orang udah niat mau baca yadong, ya walaupun umurnya masih 11 tahun juga pasti bakalan hubungi authornya dan bohong, ngaku umurnya udah 21 tahun biar dapet PW. Tapi kalo emang pada dasarnya udah nggak mau baca yadong, walaupun usianya udah 30 tahun tetep aja pas part yadong-nya akan di skip sama dia” -_____-
Dan, ini dia wajahnya Hwang Taesung
dfrt
Ganteng yah? Tapi kalo menurutku masih gantengan Jongin😀

7 thoughts on “Club and Hyunsoo? – Kaisoo Family

  1. Owhhh…. Keren banget Ffnya.. Tapi bahaya juga yah.. kalau Hyunsoo mabuk?! Sampe2 dia ga sadar gitu ngerayu Jongin buat diajak main.. Aishh.. Jinja?!! Tapi kerennnnnnn… kok!!!! Malah suka banget~
    KEEP WRITING AUTHOR!!
    Jangan Bosen2 yah, nulis Ffnya!!
    #FIGHTING

  2. Wahh akhirnya ada lanjutan juga, kirain aku sampe ooppss!! Epilogue doang ternyata msh ada lanjutan nya, dan akhirnya jg acc aku kembali ke aku setelah sekian lama error sampe gk bisa ninggalin jejak aku…hehe
    Lanjutin thor, cerita makin so sweet, bikin jatuh cinta ke sekian kali nya sm kai-soo couple dan authornya(?)…tp aku boleh nyaranin gk pertumbuhan aroon nya jgn terlualu cepet trs part ngoceh2nya aroon diperbanyak…hehe
    Hwaiting thor…aku akan selalu menunggu kelanjutan dr ff mu ini… ^^

  3. hadeuhhh pasangan mesum paling somvlakkk
    wkwkwkwkwkwkwk
    hyunsoo mo coba” jadi liar tapi akhirnya tepar juga kan dibawah kukungan jongin *hadeuhh ikutan mesum nich*
    dan itu jadi keuntungan berlipat juga buat jongin kekeke
    ditunggu ya saengi series selanjutnya

  4. Hai thor, maaf baru koment dulu aku prnah baca ff ini cuma ngga lengkap alias bbrp part doang, skg aku ulang lagi dr awal, & trnyata critanya lucu bgt, aku suka sama karakter jongin, dhubungkan juga sama keadaan yang asli jdi berasa kalo ff ini real, daebak keep writing & make another best ff again yak *ngomong apa wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s