Ooppss!! Epilogue

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo (OC/You), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: T | Length: Chaptered | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Happy Reading ^^

Author Pov

Sudah seminggu sejak berita pembatalan kontrak Luhan terhadap SM mulai menyeruak ke publik, Sehun dan Suho akhirnya mau berbesar hati untuk menerima semuanya. Berat memang saat mereka harus kehilangan salah satu teman seperjuangannya. Walaupun di luar sana Sehun nampak seperti tak terlalu mempermasalahkan gugatan Luhan, tapi tetap saja..di ruang latihan maupun di dorm namja itu selalu murung. Sehun sedikit lebih beruntung dari pada Tao karena Luhan selalu menyempatkan diri untuk menghubungi-nya via telpon, sebelum maknae Exo itu tertidur. Hal itu sudah berlangsung saat Luhan memutuskan untuk tidak mengikuti konser di Thailand dan lebih memilih untuk pulang ke Beijing. Terbesit rasa iri di hati Tao karena pada saat Kris mengajukan gugatannya, pria keturunan Chinese-canadian itu seperti menghilang ditelan bumi. Tao harus berpikir keras mencari tau mengapa ‘gege-nya’ itu tak memberi petunjuk padanya. Kris baru menghubungi Tao seminggu setelah gugatan itu tersebar.

“Sehunna..”

Tao menghampiri Sehun dan duduk di sofa bersebelahan dengan si maknae.

“Waeyo?” Jawab sehun seadanya

“Sudahlah..jangan seperti ini terus. Kau membuatku semakin yakin jika kalian menyukai sesama jenis” canda Tao

“MWO? Aku namja normal jinjja…. Aku hanya merindukan Luhan hyung sebagai saudara. Hanya itu!!!”

“Jinjjayo? Hya..kau bahkan terus merengek dan mengatakan ‘Luhan hyung bogosippeo’ semalam di telfon. Kau lupa huh?” ucap Tao sambil menirukan gaya Sehun tadi malam.

“Aisshh..kau pikir kau tidak seperti itu saat menerima telfon dari Kris hyung? Huh??”
Tao tertawa renyah menanggapi ocehan Sehun

“Setidaknya aku tidak akan merengek seperti itu jika Yifan-ge bertindak seperti Luhan-ge. Jika Yifan-ge memberitahuku yang sebenarnya tentang penyakit itu. Jika Yifan-ge berdiskusi dulu dengan kita sebelum ia mengajukan gugatannya, tentu aku tak akan membencinya dan berkata bahwa ia adalah penghianat. Kau lebih beruntung Sehunnie, kau beruntung karena kau tidak pernah membenci Luhan-ge walaupun itu hanya seminggu lamanya”

Tao mulai berkaca-kaca dan itu membuat Sehun tersadar. Benar..untuk kali ini Tao benar. Dirinya lebih beruntung 10 kali lipat dari pada maknae exo-m itu. Sehun tak bisa membayangkan apa yang terjadi dengannya jika Luhan bertindak secara tiba-tiba seperti Yifan.

“Hya..uljima..jangan menangis kungfu panda. Mulai sekarang kita adalah teman” Sehun memeluk Tao dari samping

“Mwoya…hiks..tadi bukankah kau yang sedang murung. Mengapa aku yang menangis hiks..memalukan”

“Kita mempunyai perasaan yang hampir sama, akan lebih baik jika mulai sekarang kita berteman Huang Ji(Zi) Tao” ucap Sehun kalem

“Ini tidak lucu Sehun! Bukankah kita sudah berteman sejak dulu…mengapa sekarang kau berkata seperti itu padaku? Apa kau memang tidak pernah menganggapku sebagai teman??” Tao melepaskan pelukan tangan Sehun dengan kasar.

“Ahh..ani..maksudku mulai sekarang kita akan pergi bersama-sama. Kita akan bersama terus. Yah, kira-kira begitu”

“Kau tidak sedang melamarku bukan?” ucap Tao sambil menarik(?) ingusnya melalui hidung

“YAAKK..apa kau gila?? Haruskah aku membawa beyonce kemari dan bercinta dengannya di depanmu agar kau sadar huh!! AKU INI NORMAL HUANG JI TAO”

“Zi…Huang Zi Tao bukan Ji Tao” Tao mencoba mengoreksi ucapan Sehun

“Ji Tao”

Baiklah setidaknya Sehun sudah berusaha mengucapkan huruf ‘Z’. tapi sepertinya Tao masih belum terima, ia menggeleng dan kembali membenarkan ucapan Sehun

“Zi…zi zi”

“Ji..ji..ji..ah mollla, lupakanlah ini sangat membingungkan!”

“Ania..kau salah. Namaku Zi Tao. Bagaimana kau bisa berteman denganku jika menyebutkan namaku dengan benar saja tidak bisa”

“Ji” Sehun masih mau mencobanya

“Zi”

Meanwhile (KaiSoo)

“Aku bisa membuatnya sendiri” ucap Hyunsoo sambil memandangi Kai yang saat ini tengah membuatkan susu hamil untuknya. Tangan Kai terlihat sudah mahir untuk membut susu itu

Pria itu hanya tersenyum sekilas sambil melirik Hyunsoo yang saat ini tengah duduk manis di meja makan. Kaki jenjangnya melangkah secara perlahan dan duduk di sebelah wanita itu.

“Aku hanya ingin membuatnya selagi aku bisa. Minumlah”

Hyunsoo-pun segera meminum susu itu sampai habis dan meminum air putih sebagai obat rasa mual-nya. Gadis itu tak begitu menyukai susu kecuali banana milk yang manis.

“Waktunya sudah semakin dekat. Aku khawatir tak bisa menemanimu saat kau melahirkan nanti” terlihat jelas sorot wajah khawatir yang ditampakkan oleh Kai.

Hyunsoo mengulum senyumannya menatap pria itu.

“Gwenchana, aku bisa menyuruh ketiga temanku untuk menginap disini saat kau pergi. Mereka juga akan membantuku dalam proses persalinan”

“Mengapa kau tak menerima tawaran eomma-ku untuk menginap di rumahku saja eoh? Setidak nya aku tak akan khawatir jika kau melahirkan secara tiba-tiba” Kai memutar bola matanya

“Sassaeng fans terus mengintai rumahmu belakangan ini oppa..jika aku melahirkan disana, aku takut semua akan terbongkar begitu saja”

“Mianhe” lirih kai

“Mwo?”

“Karena harus mengandung seperti ini dan melahirkan secara sembunyi-sembunyi. Mianhe..Aku janji tak akan memperpanjang kontrakku dengan SM. Saat nanti semuanya sudah selesai, aku akan menjadi orang biasa dan kau tak perlu seperti ini. Tunggulah sedikit lebih lama lagi”

Tak ada yang bisa menggambarkan perasaan Hyunsoo saat ini. Mendengar ucapan sederhana dari Jongin membuatnya amat bahagia dan mensyukuri hidupnya saat ini. Air mata haru mulai keluar dari mata indahnya.

“Saranghe” ucap Hyunsoo seraya memberikan senyuman terbaiknya pada Kim Jong In

Jongin menggenggam hangat jari-jari hyunsoo. Pria itu juga sangat bahagia karena tuhan telah mengirimkan Hyunsoo untuknya. Jika saja dia tak menjadi artis, jika saja Hyunsoo tak menjadi fangirl-nya..mungkin pernikahan seperti ini tak akan terjadi. Ya, semua telah diatur bagaikan skenario hidup oleh sang pencipta.

30 Oktober 2014

At 01:00 AM

“Chingu-ya” ucap Hyunsoo parau berusaha membangunkan ketiga temannya yang tengah terlelap disebelahnya

Saat ini gadis itu tengah menahan rasa sakit pada bagian perutnya. Jongin barusan berangkat ke Jepang tadi sore dan pria itu menitipkan Hyunsoo kepada teman-temannya. Ibu Hyunsoo tidak bisa menginap di apartement karena sebentar lagi Shamhoo akan ujian akhir semester, anak terakhir dari keluarga Shin tersebut perlu pengawasan penuh dari ibunya.
Nafas Hyunsoo mulai tersengal-sengal, sekuat tenaga gadis itu menggoyangkan tubuh Minhye.

“Eungg..Soo-ya, waeyo?” ucap Minhye setengah tersadar dari alam mimpinya.

“Ak-kuh..Apa(sakit)..perutku..” susah payah Hyunsoo mengucapkan kalimat itu, rasa sakit di perutnya benar-benar membuatnya tersiksa.

“MWO?” pekik Minhye ketika ia sadar wajah Hyunsoo saat ini berubah menjadi pucat seketika.

Gadis itu langsung bangkit dan membangunkan kedua temannya. Minhye sangat panik melihat wajah pucat Hyunsoo saat ini.

“HYA! Ireona! Ireona!! Hyunsoo akan segera melahirkan” Minhye mengguncang tubuh Sujin dan Yoonwu semakin kencang tatkala ia melihat air ketuban Hyunsoo sudah pecah.

“NDE?” pekik Yoonwu yang akhirnya tersadar

“OMO!” Sujin langsung bangkit begitu mendengar teriakan Minhye.

Secepat kilat Minhye mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas dan segera menghubungi ambulan. Sedangkan Sujin segera menghubungi keluarga Hyunsoo. Yoonwu mulai mempersiapkan barang-barang Hyunsoo, dari mulai pakaian bayi, beberapa pakaian dalam Hyunsoo dan juga ponsel gadis itu. Ketiga gadis itu begitu kompak dan cekatan untuk menolong Hyunsoo seolah-olah mereka sudah sangat berpengalaman.
.
.
.

“Soo-ya..kau harus terus semangat. Kau harus kuat jebal” Sujin terus member kekuatan untuk Hyunsoo yang saat ini tengah dibawa menuju ruang bersalin oleh beberapa perawat.

Sama halnya dengan Sujin, Minhye juga terus memberi kalimat-kalimat penyemangat untuk Hyunsoo. Namun sepertinya rasa sakit yang luar biasa menjalar pada bagian perutnya, membuat Hyunsoo tak bisa mendengar perkataan teman-temannya. Berbeda dengan kedua gadis itu, Yoonwu justru sibuk menyentuh beberapa aplikasi dalam smartphone milik Hyunsoo. Ia terus melihat benda segi empat itu sambil tetap mengikuti ranjang Hyunsoo yang akan menuju ruang bersalin.

“Maaf..hanya salah satu dari kalian yang boleh masuk kemari” ucap salah seorang perawat itu

“NAYA!!” suara Yoonwu membuat semua orang yang ada disitu sempat tersentak

“Aku membawa suaminya..ijinkan aku untuk menemaninya” ucap Yoonwu yakin sambil sesekali melihat ke arah ponsel yang ada di genggamannya.

Sujin dan Minhye pun ikut melihat ke arah ponsel itu, dan mereka kini paham maksud dari Yoonwu. Dia melakukan panggilan video dengan Kai, dan saat ini ia telah terhubung langsung dengan dancing machine exo. Ekspresi Kai saat ini benar-benar terlihat sangat khawatir, terlihat jelas bahwa pria itu sedang panik sekarang.

“Baiklah..kau bisa masuk sekarang” ucap salah seorang perawat

Yoonwu segera masuk kedalam ruangan itu dan langsung mengarahkan ponsel itu di depan wajah Hyunsoo.

“Op-pa..akkhh ini sangat sakit..” Hyunsoo menangis menatap Jongin di sebrang sana

“Chagia..bertahanlah..kumohon..aku akan selalu mendukungmu” Kata Jongin dengan mata berkaca-kaca

“Baiklah..Soo-ya, kau harus ambil nafas dalam-dalam dan keluarkan dengan penuh penekanan. Bayimu sudah siap untuk keluar” Dokter Im mulai memberi aba-aba.

“Aaaaakkkhhh…”

Hyunsoo mulai berusaha mengeluarkan bayinya. Gadis itu terus meraung dan menangis kesakitan, tangannya bahkan menggenggam erat jari jemari Yoonwu. Keringat terus bercucuran di dahi-nya, sebenarnya Hyunsoo sangat ingin menyerah. Namun setiap kali ia akan menutup matanya, Jongin terus berteriak dan memohon pada Hyunsoo agar ia tidak menyerah. Gadis itu kembali mengeluarkan tenaganya untuk mengeluarkan jagoan kecil mereka.

“Oppaaaaa!!!” teriakan itu keluar dari bibir mungil-nya diikuti dengan tangisan bayi yang menggema di seluruh ruangan itu.

“Soo-ya kau berhasil!!” Yoonwu menitikkan air matanya sambil melihat malaikat kecil yang masih berlumuran darah.

“Yeobo!! Suara itu…itu suara anakku?? Jeongmall? Jinjja gomawoyo…aku mencintaimu Kim Hyun Soo. Saranghae” Kai mengucapkan hal itu sambil menangis bahagia, ia merasa kebahagiaannya sudah lengkap.

Hyunsoo menghela nafasnya dengan berat, entah mengapa saat ini nafasnya begitu sesak dan ia merasa sangat mengantuk.

“Andwe…Hyunsoo-ya kau tidak boleh tidur!” Dokter Im segera mengguncang tubuh Hyunsoo agar gadis itu tidak tertidur. Karena jika ia tertidur maka selamanya Hyunsoo tidak akan pernah terbangun lagi.

“Oppa, aku lelah. Bangunkan aku jika kau sudah sampai ke Korea”
Senyuman yang ada diwajah Jongin mendadak hilang saat ia mendengar ucapan Hyunsoo. Dia merasa bagai disambar petir saat ini juga.

“Andwe..Andwe!! jangan tidur Hyunsoo…Kim Hyun Soo kau jangan berani-berani untuk mencoba tidur!!” Kai menangis seperti orang gila saat ini. Ia benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan jika sampai Hyunsoo meninggalkannya.

“Permisi nona, kurasa anda harus keluar untuk saat ini. Kami akan mencoba untuk memacu detak jantungnya lagi” ucap salah seorang perawat

“Oppa mian, tapi aku harus segera keluar. Akan kuhubungi lagi saat semuanya sudah membaik” Ucap Yoonwu sambil berjalan kearah pintu keluar.

“Andwe..Andwe!! kau harus tetap disana kumohon. Aku ingin melihat keadaan istriku” ujar Kai frustasi

Ceklek..

Pintu ruang bersalin mulai terbuka, terlihat ibu Hyunsoo menghampiri Yoonwu dengan tergesa-gesa. Ya, Jaehyun dan suaminya baru saja tiba beberapa menit yang lalu. Yoonwu menangis menatap kedua orang tua Hyunsoo dan juga kedua temannya.

“Hyunsoo..hiks..dia tertidur setelah melahirkan..hiks” Yoonwu mulai terisak

Nyona Shin yang mendengar hal itu mendadak menjadi lemas seketika, beruntung ayah Hyunsoo berada disebelahnya sehingga wanita paruh baya itu tidak sampai jatuh ke lantai. Air mata mulai membasahi wajahnya yang sudah sedikit mengalami kekeriputan.

“Anakku…hiks..mengapa kau begitu ceroboh hingga sampai tertidur seperti itu. Nappeun hiks”

“Yeobbo, tenanglah anak kita pasti akan baik baik saja” Tuan Shin menepuk pelan pundak istrinya.

“Eomoni..kurasa kalian harus berbicara dengannya, dia yang terus memberi semangat pada Hyunsoo saat di ruangan” ucap Yoonwu sambil menyerahkan ponsel Hyunsoo kepada tuan dan nyonya Shin.

“Jonginna..” lirih Jaehyun saat melihat Jongin disebrang sana sedang dalam keadaan kacau. Wanita itu mulai mengambil alih ponsel Hyunsoo dan menatap Jongin.

“Eomoni abeonim..aku..hiks..aku tak berguna” ucap Jongin

“Sshh..jangan berkata seperti itu, aku bahkan tidak menyangka bahwa kau begitu mencintai anakku sampai melakukan hal ini. Aku bangga kau menjadi menantuku, panggilan video saat istrimu melahirkan..tidak semua suami mampu seperti kau Jonginna”

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri Jonginna, kau tidak salah apapun” kata tuan Shin dengan kalem
.
.
.
9 Jam kemudian

Setelah menunggu selama 30 menit, akhirnya dokter Im keluar dari ruang bersalin dan menjelaskan keadaan Hyunsoo yang sebenarnya. Hyunsoo saat ini dalam keadaan koma, dokter Im sendiri bingung harus bagaimana. Karena pada umumnya, seorang ibu yang melahirkan dan jika ia tertidur maka hanya ada dua pilihan, yaitu mati atau tetap hidup. Tapi kasus Hyunsoo kali ini tergolong langka, selama masa jabatannya menjadi dokter sejak 18 tahun yang lalu…dokter Im tidak pernah menangani kasus seperti ini. Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi dan Hyunsoo masih belum sadar dari tidur panjangnya. Padahal menurut dokter Im, harusnya sekarang Hyunsoo sudah sadar dan tersenyum menatap buah hatinya, tapi ini sungguh aneh. Detak jantung dan tekanan gadis itu sudah sangat normal, tapi mengapa ia belum juga bangun.

“Kurasa ia menunggu suaminya” ucap Dokter Im sambil memijat pelipisnya

“Aigoo..Seung Han-ah suaminya baru bisa pulang besok. Ya tuhan cobaan apalagi ini?”

Junhoo terlihat frustasi saat ini sambil menatap putrinya yang saat ini tergeletak di ranjang rumah sakit. Dokter Im dan ayah Hyunsoo memang sudah bersahabat sejak mereka kuliah dulu. Sebagai seorang sahabat, dokter Im mencoba untuk memberikan kekuatan mental pada Junhoo.

Tanpa bisa mereka dengar dan sadari, sebenarnya Hyunsoo saat ini sedang bersama mereka dalam bentuk roh.

“Oppa, kapan kau akan kembali? Aku menunggumu, tolong bangunkan aku setelah kau sampai ke korea” lirih Hyunsoo

Next day

Jongin Pov

Pikiranku saat ini benar-benar berantakan, aku berjalan dengan tergesa-gesa tak lupa membenarkan masker yang menempel pada wajahku. Kakiku terus melangkah menyusuri lobby rumah sakit, nyonya Kim apa yang kau lakukan? Mengapa kau seperti ini? Aku sangat takut kehilanganmu, kumohon bertahanlah.

Ceklek..

Aku membuka pintu ruangan itu dan menutupnya dengan rapat. Perlahan aku membuka satu persatu penyamaranku, dapat kulihat saat ini eommaku dan eomma Hyunsoo sedang duduk berdua saling memberikan kekuatan satu sama lain. Aku berjalan tertatih mendekat kearah istriku.

“Jonginna..” panggil eommaku

“Hyunsoo..Shin Hyunsoo..” hanya nama Hyunsoo yang mampu kuucapkan saat ini.

“Hyejin-ah, sebaiknya kita keluar sekarang. Biarkan mereka berdua”

Eomoni mulai membawa ibuku keluar dari kamar. Saat ini, hanya ada aku dan Hyunsoo berdua disini. Aku mulai duduk disamping ranjangnya dan menggenggam tangan hangat istriku.

“Aku sudah disini. Kumohon bangunlah” ucapku sambil mendekat kearahnya mengikis jarak antara kami.

“Mengapa kau belum mau bangun juga? Mereka bilang kau akan bangun jika aku menemuimu”

Mataku terasa panas saat ini, Tuhan..kumohon ijinkan Hyunsoo agar bisa terus bersamaku dan anak kami.

Tes

Air mataku jatuh menimpa tangannya, aku tak peduli dengan anggapan orang lain bahwa aku ini adalah pria yang cengeng. Sungguh aku tak peduli, yang penting saat ini Hyunsoo bisa bangun dan berkumpul bersama kami.

“Apa kau akan tidur terus seperti ini eoh? Aku tidak mengerti bagaimana cara mengurus anak sendirian! Mengapa kau tega sekali chagia”

“Kita bahkan belum memberikan nama untukknya. Jebal, kumohon bangunglah. Kau sudah tidur sangat lama”

“Nyonya Kim aku mencintaimu. Ireona” suaraku perlahan mulai tercekat, dadaku terasa perih dan sesak

“Chagia..Ireona jebal, aku tak mau kehilanganmu”

Aku memejamkan mataku sambil mengecup tangan hangatnya.

“Oppa”

Suara itu..Hyunsoo, kau..apa kau sudah bangun??

“Sooya!!kau bangun” aku memekik tertahan karena melihatnya mulai membuka mata. Airmataku semakin deras mengalir karena merasa bahagia.

“Bogosippeo” bisiknya

“Nado..nado bogosippeo” ucapku sambil memeluk tubuhnya erat

30 menit kemudian

Hyunsoo terlihat tersenyum cerah saat ini sambil menyusui jagoan kecil kami. Aku bersyukur karena menurut hasil pemeriksaan dokter Im barusan, Hyunsoo sudah sehat kembali dan besok ia sudah diperbolehkan untuk pulang.

“Aigoo, dasar gadis manja! Kau hanya mau bangun jika suamimu datang. Kau sudah membuat eomma khawatir” omel eomoni

“Tsk..eomma geumanhe, jangan mengomeliku di depan little Kim” Hyunsoo memutar bola matanya sambil menepuk pelan bayi kami.

Sesekali aku melihatnya menggeliat kecil dalam pelukan Hyunsoo. Ternyata benar ucapan istriku, anakku memiliki kulit yang sama dengannya. Dan aku yakin wajahnya akan mirip denganku, walaupun sekarang belum terlalu kelihatan.

“Cha..tidurlah aegia..kau sudah kenyang sekarang”

Ucap Hyunsoo sambil membenarkan pakaiannya, sesekali aku juga membantunya untuk mengancingkan beberapa kancing di bajunya. Aasshh, ini benar-benar menguji imanku. Seandainya di ruangan ini hanya ada aku dan Hyunsoo, aku pasti sudah menelanjanginya dan mengulum benda kenyal favoritku itu. Omo! Stop Kim Jong In, istrimu baru saja sadar dari koma..mengapa kau malah berpikiran mesum seperti ini.

“Eung..Soo-ya, sebelum kau menyerahkannya kepada perawat. Kita harus menamainya dulu” ucapku sambil membelai kepala mungil anakku.

“Kau benar. Bagaimana jika kita menamainya…Aroon”

“Mwo? Aroon? Nama yang cukup keren dan langka” ujarku

“Geutcho..itu gunanya ia mempunyai orang tua yang masih muda dan keren. Anak kita juga harus keren seperti kedua orangtuanya” ucap Hyunsoo mantap

Aku terkekeh geli mendengar perkataanya. Bahkan eomoni-pun tak kuasa menahan diri untuk tidak mengelus dada-nya.

“Dasar bocah! Kau haru menamai anakmu dengan benar! Jangan hanya berdasarkan keren-nya saja” sahut eomoni

“Eomma molla..saat aku mengandung Aroon, aku bertemu dengan pria kecil yang lucu dan tampan. Namanya Aroon, aku sangat menyukainya dan berharap anakku nanti akan tubuh sebagai anak yang lucu dan tampan”

“Haha..baiklah..kita akan menamainya Aroon. Aroon Kim” ucapku sambil sesekali mencium putra kecilku.

“Whoaaa..nama yang keren appa”

Hyunsoo menirukan suara lucu khas anak kecil dan tentu saja itu membuatku semakin gemas melihatnya. Perawat mulai mengambil bayi kami dan menempatkannya di baby box yang terletak di ruangan ini.

“Oppa! Tolong fotokan Aroon dengan ponselku”

Aku mengambil ponselnya dan mulai memotret pangeran kecil kami.

“Igo..” ucapku sambil menyerahkan ponsel itu pada Hyunsoo

Gadis itu tersenyum menatapku, senyumannya memang yang terbaik.

“apa yang kau lakukan dengan foto anak kita?”

Aku mulai melihat apa yang ada di dalam ponselnya.

“Aku mengapload-nya di SNS. Aku ingin memperkenalkan malaikat kecil kita pada dunia”

World meet, Aroon ~,~

labor_07
“Anak kita benar-benar lucu. Kirimkan fotonya padaku sekarang” ucapku sambil mengeluarkan smartphone dari dalam saku.

“Dan kau akan mengapload fotonya di situs exo-l? daebbak” Hyunsoo terkekeh melihat ekspresi wajahku saat ini.

“Berhenti mempermainkanku nyonya Kim” aku mengendus sebal menatapnya

“Hahaha..aku akan membunuhmu jika kau berani mengapload foto anak kita” wajah Hyunsoo berubah menjadi serius dalam waktu singkat. Aigoo, jika dilihat-lihat semakin jelas lagi..Aroon mempunyai ibu yang sangat membahayakan

“Arrasseo Aroon eomma”

“Good Boy” Hyunsoo mengacak pelan rambutku

“Aiisshh wae geure? Aku ini lebih tua, bisakah kau menghormatiku?” aku menampik tangannya dan mengerucutkan bibirku

“Omo..uri Jonginnie ingin noona menghormatimu eoh?”

“Hya! Sudah kubilang jangan memanggilku dengan sebutan memalukan seperti itu jebal” aku mulai merengek dihadapannya. Berhubung eomoni tadi pergi keluar untuk membeli makanan dan di ruangan ini hanya ada aku Hyunsoo dan Aroon, aku mempunyai keberanian lebih untuk merengek sekarang

“Jonginnie..”

“Oppa..Oppa..Oppa..panggil aku oppa jebal”

“Arras..Jongin oppa..kau sudah punya anak mengapa masih suka merengek eoh? Apa jika anak kita sudah berumur 5 tahun nanti kau juga akan mengajarinya aegyo?”

“Mwoya?? Aku tidak…”

Ucapanku terhenti saat Hyunsoo tiba-tiba menarik kepalaku dan menempelkan bibirnya di bibirku. Selalu saja seperti ini. Menyerangku dengan cara tiba-tiba, perlahan aku mulai melumat bibirnya membalas perlakuannya padaku.

“Gwenchana..aku menyukaimu apa adanya oppa”

“Gomawo karena telah melahirkan Aroon”

Chu~

Aku kembali melumat halus bibir manisnya. Astaga, bibir ini tak pernah membuatku bosan untuk menyentuhnya.

“Jangan tidur terlalu lama seperti tadi, kau membuatku sangat takut”

“Ne..aku tidak akan seperti itu lagi”

Hyunsoo tersenyum sambil menyatukan dahi kami, saat ini posisi kami sangat dekat. Aku bahkan bisa merasakan deru nafasnya menerpa wajahku.

“Saranghae”

“Aku lebih mencintaimu nyonya Kim”

“Aku dua kali lipat lebih mencintaimu tuan Kim”

“Aku lebih lebih lebih mencintaimu Aroon eomma”

“Aku sangaaaat mencintaimu Aroon appa”

End

Haaahh..akhirnya selese juga ini epilog. Hehe gimana kejutannya? Gak memuaskan ya? Maaf deh kalo gitu -____- readers…aku menepati janjiku loh prok prok prok😀 pagi ini aku beneran post epilognya, semoga kalian suka ya. Berhubung ini cuman sekedar epilog, makanya nggak lebih panjang dari pada chapter-chapter sebelumnya. Dan masalah roh Hyunsoo tadi..hehe, aku bikin epilog ini pas abis liat drama korea Master Sun. kekekeke jadi kebawa deh di FF ~.~ kalian tenang aja readers..aku akan tetep bikin seri dari FF Ooppss ini kok. Ada banyak cerita, dimulai dari Side story antara Baekhyun, Jiwoo, Yoonwu dan Taeyeon. Adalagi Tao, Minhye dan Fei(?). Sehun, Sujin dan BTS Seokjin. Kekekeke..

8 thoughts on “Ooppss!! Epilogue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s