Ooppss !! Chapter 15 – END

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo (OC/You), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: PG-18 / M | Length: Chaptered | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Happy Reading

‘Aegi-ah..maafkan eomma, maafkan eomma yang tak mampu untuk hidup bersama appamu lagi. Maaf jika suatu saat nanti kau harus hidup tanpa kasih sayang seorang ayah’ bisikku dalam hati

“Aku lelah..”

Kakiku melangkah menuju kamar, meninggalkan Jongin yang tengah bersimpuh. Sulit rasanya jika tetap peduli dengan keadaan oppa saat ini.

Author Pov

Gadis itu mulai terbaring dan menutup mata, dapat ia rasakan bahwa Jongin juga ikut berbaring di sebelahnya dan membawa tubuh rapuh itu ke dalam dekapannya. Pasang itu terlelap dengan keadaan Jongin memeluk istrinya dari belakang, terlihat hangat namun sebenarnya dingin menyelimuti perasaan mereka.

Next Day

Hyunsoo membuka matanya secara perlahan. Dapat ia rasakan tangan kekar Jongin memeluk tubuhnya secara posesif, seharusnya pagi ini ia dapat tersenyum menatap pria itu. Namun semua terasa sulit untuk diperbaiki lagi, dia melepas pelukan itu tidak dengan cara yang kasar, tidak juga dengan cara yang lembut. Gerakan Hyunsoo membuat Jongin juga ikut tersadar dari alam mimpinya.

“Soo-ya kau sudah bangun rupanya”

Ucapan Jongin tidak dianggap sama sekali oleh Hyunsoo, gadis itu memilih untuk diam dan melangkah menuju dapur. Kedua tangannya dengan cekatan membuat susu hamil dan meminumnya. Dia menghembuskan nafasnya secara perlahan, memejamkan matanya sejenak dan mencoba memikirkan kembali kejadian semalam. Hyunsoo sangat menyayangi bayinya, tentu saja kerena ini adalah anak pertamanya dan bisa jadi yang terakhir. Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia tak ingin jagoan kecil-nya hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.

Grep

Gerakan Jongin yang tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang membuat Hyunsoo kembali membuka matanya. Bahkan sampai saat ini hatinya masih berpihak pada sang suami. Egoiskah dia? Tapi mengetahui fakta bahwa suamimu membohongimu dan mencium mantan pacarnya pada saat kau sedang hamil, bukanlah sesuatu yang bisa disebut dengan hal sepele dan dapat dengan mudah untuk dimaafkan.

“Aku mencintaimu. Kumohon maafkan aku” lirih Jongin

“Lepaskan aku dan pergilah dari sini. Kau pasti ada jadwal” ucap Hyunsoo pelan namun terdengar dingin di telinga pria berkulin tan tersebut.

“Shireo..aku tak ingin pergi dari sini jika kau belum memaafkanku”

Jongin melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Hyunsoo, mata mereka kembali bertemu. Pria itu sadar akan kesalahannya, ia menyesali kejadian saat itu. Harusnya dia bisa lebih tegas pada Bomi dan rasa sakit ini tak akan menyerang hatinya.

“Terserah kau saja”

Hyunsoo lagi-lagi tak menganggap keberadaan Jongin, ia memilih untuk segera masuk kedalam kamar mandi. Sebenarnya ia juga tengah gelisah, berkali-kali dia mendengar dari dalam kamar mandi ponsel Jongin berdering, tapi sepertinya pria itu sama sekali tak mempedulikan suara dari ponselnya. Hyunsoo dapat menebak bahwa sudah saatnya Kai menjalani rutinitasnya sebagai artis.

“Apakah oppa benar-benar tak akan pergi?” gumam Hyunsoo sambil mengeringkan tubuhnya

Gadis itu melenggang keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap, dia sempat terkejut mendapati Jongin tengah duduk dengan santai di sofa sambil melihat ponselnya yang terus berdering.

“Kau sudah selesai mandi? Baiklah..aku juga akan mandi” Jongin kembali tersenyum menatap istrinya.

Hyunsoo hanya bisa diam, melihat Jongin yang akan segera berpapasan dengannya. Ia tau bahwa bunyi ponsel sejak tadi itu berkaitan jadwalnya. Hatinya seolah memberontak, ini tidak bisa dibiarkan terus. Hyunsoo tak mungkin diam saja, masalah ini harus segera diselesaikan atau karierr suaminya akan terancam. Hyunsoo tau betul, bahwa Jongin sudah berusaha secara maksimal untuk mendapatkan posisi bintang seperti sekarang. Dia juga tak ingin karier biasnya hancur begitu saja, dengan sigap Hyunsoo menggenggam tangan Kai saat mereka berpapasan dan itu membuat sang suami menghentikan langkahnya.

“Apa yang kau lakukan? Angkat telfon-nya” ucap Hyunsoo yang kini tengah berdiri dihadapan pria itu.

“Aku tak akan melakukan apapun jika kau tetap seperti ini Soo-ya”
Hyunsoo tersenyum kecut menanggapi ucapan suaminya

“Apa kau mau memaksaku untuk memaafkanmu?”

“Ani..aku tidak memaksamu. Aku hanya melakukan apa yang ingin kulakukan saat ini. Aku sangat tidak bisa menyembunyikan kesedihanku dihadapan fans”

“Kau harus berangkat oppa, ponselmu terus berdering sejak tadi!” erang Hyunsoo frustasi

Ting Tong

Bel apartement mulai berbunyi secara terus menerus, pasangan ini juga dapat mendengar teriakan sang manager dan Suho lewat monitor dekat pintu.

“Hya! Kim Jong In apa kau gila huh??? Mengapa telfon dariku tak diangkat! Hey kau harus perform sekarang dasar bocah!!” teriak manager dari luar sana

“Jonginna apa yang terjadi padamu? Mengapa kau seperti ini? Ingat diluar sana fans sudah menunggu kita. Ayolah!”
Kali ini suara yang lebih kalem terdengar dari monitor, dan kita semua pasti tau siapa pemilik suara itu.

“Oppa!”

Hyunsoo mulai panik dan terus mengguncang tangan Kai. Tapi pria itu justru menatap datar dan tetap tenang seolah tak terjadi apapun. Hyunsoo makin frustasi mendengar suara bel yang terus berbunyi, teriakan manager dari luar sana yang terus memaki suaminya, belum lagi suara ponsel Jongin yang terus berdering tanpa henti.

“Shirreo” ucap Jongin santai

Gadis itu menggigit bibirnya dan sesekali menoleh ke arah pintu apartement. Benar-benar membuatnya pusing. Tak ada cara lain lagi, dia tak ingin karier yang sudah dibangun suaminya selama bertahun-tahun hancur begitu saja. Percuma usahanya selama ini untuk menyembunyikan pernikahan mereka dari publik, jika pada akhirnya karier Kai akan tetap tamat. Ia merasa sudah banyak mengorbankan perasaan untuk kelangsungan karier sang suami dan tentu saja dia tak mau semua berakhir dengan sia-sia. Secepat kilat Hyunsoo berjinjit dan menarik tekuk suaminya. Ya..dia memilih mencium bibir Kai untuk menghentikan hal gila yang dilakukan pria itu. Jantung Kai hampir saja copot menerima tindakan tak terduga dari istrinya. Pria itu tidak membalas ciuman Hyunsoo padahal Hyunsoo sudah berusaha menggigit pelan bibir tebalnya. Kai butuh menghirup oksigen untuk mencerna apa yang tengah terjadi saat ini.

“Geure…sekarang kau bisa berangkat” kata Hyunsoo santai setelah melepas ciuman itu

Mata Jongin masih membulatkan mata menatap Hyunsoo, perlahan ia menyentuh bibirnya. Apa ini tandanya Hyunsoo sudah memberikan maaf-nya?

“K-kau menciumku? Apa ini tandanya kita kembali?”

“Memang kapan kita pernah berpisah?” Hyunsoo menaikkan sebelah alisnya

“Eoh..bukan itu maksudku. Geu…Igo…” Pria itu mulai salah tingkah menghadapi wanita yang ada dihadapannya.

“Kau pikir aku akan menciummu begitu saja jika aku belum memaafkanmu? Hya! Palli..kau harus mengumpulkan uang yang banyak untuk biaya persalinanku. Dan juga kita belum membeli baby box dan kereta bayi, apa kau tau betapa mahal-nya itu?” Hyunsoo berbicara seolah-olah tak terjadi sesuatu apapun.

Kai tersenyum sambil menangkup wajah mungil istrinya. Dia tidak tau bagaimana cara menggambarkan kebahagiaan yang saat ini tengah melanda hatinya.

“Ne! aku akan mencari uang yang banyak untuk kita. Kau tunggu saja”

Pria itu lalu mengambil ponselnya dan melangkah menuju pintu apartement dengan senyuman yang terus mengembang. Hyunsoo terus memandangi punggung Kai hingga tubuh suaminya hilang seiring dengan bunyi dentuman pintu.

“Aegi-ah..mengapa tadi kau meminta eomma untuk mencium appa-mu! Kau tahu, eomma sangat malu sekarang. Aisshh” wajah Hyunsoo kini merona, tangannya membelai pelan perut yang sudah mulai mem-buncit itu.

Sebenarnya adegan mencium Kai tadi bukan sepenuhnya keinginan Hyunsoo, entah mengapa saat itu dirinya mengidam ingin melumat bibir tebal suaminya. Gadis itu juga bisa saja hanya mengatakan ‘Baiklah oppa, aku memaafkanmu’ namun sayang. Bayi yang ada di kandungan Hyunsoo tak menginginkan kedua orang tuanya berbaikan dengan cara yang terlalu biasa.

05 Agustus 2014

“Bersulang untuk Exo-L!!!” seru Minhye sambil mengangkat gelas wine-nya.

Hari ini adalah hari yang tergolong resmi bagi seluruh penggemar Exo di dunia, karena SM telah mengungumkan nama fandom resmi untuk Exo. Sujin, Minhye, dan Yoonwu kini tengah berkumpul di ruang tamu apartement Hyunsoo. Ke-empat gadis itu memilih untuk merayakan peresmian fandom dengan belajar minum. Maklum saja, sekarang usia mereka semua sudah hampir 20 tahun (Usia Korea) itu tandanya ke-empat gadis itu sudah bukan lagi remaja belia yang dilarang minum. Semua menikmati sensasi wine yang menjalar ke dalam tubuh, kecuali Hyunsoo. Hanya dia yang sampai saat ini tidak pernah bersentuhan dengan minuman ber-alkohol. Tentu saja bukan karena dia polos, Hyunsoo sebenarnya sangat ingin minum bersama teman-temannya tapi sekali lagi ia harus menekan ego-nya demi sang jabang bayi. Saat ini Hyunsoo malah asik dengan banana milk-nya ketimbang meratapi nasib yang tak bisa merasakan hangatnya wine yang masuk ke dalam tenggorokannya.

“Hya! Berhenti minum. Aku tak ingin kalian mabuk disini, sangat menyusahkan bagi ibu hamil sepertiku melihat 3 gadis tengah mabuk” Ucap Hyunsoo sambil memakan ayam goreng yang tengah tersedia di meja ruang tamu.

“Kau tenang saja. Tadi aku hanya membeli 1 botol saja, dan itu tak akan membuat kami mabuk” Ucap Sujin santai

“Heol..kau terlihat sudah sangat berpengalaman Jin-ah” sahut Hyunsoo

“Ahhh..Soo-ya setelah melahirkan kau harus mencobanya. Ini keren kau tahu?” ucap Yoonwu yang kini tengah memandang gelas kosong-nya

“Eo..aku juga memiliki keinginan seperti itu. Setelah melahirkan nanti aku berencana pergi ke club. Haah..aku bahkan belum pernah menginjakkan kakiku ke dalam sana. Bagaimana menurut kalian?”

“Eoh..gwenchanta..kita semua juga belum pernah kesana. Tapi apa kau yakin Kai oppa akan mengijinkannya? Kau kan baru saja melahirkan” Kata Minhye sambil mengunyah beberapa cemilan yang mereka beli tadi.

“Geu..eumm..tentu saja aku menunggu anakku berusia satu tahun dulu. Setelah itu aku akan membujuk oppa agar mengijinkanku pergi bersama kalian”

“Kau tidak berencana untuk membohonginya kan?” Tanya Yoonwu penuh selidik

“Kau pikir aku sudah gila? Sejak aku menikah dengan oppa, maka hidupku sudah sepenuhnya milik oppa. Dan dialah yang akan bertanggung jawab jika terjadi hal buruk padaku. Aku tak akan berbohong, walaupun nantinya Jongin oppa akan berteriak histeris dihadapanku. Dan bukankah exo sudah pernah ke club? Apa kalian kira fans sebodoh itu hingga menganggap bahwa mereka belum pernah pergi ke tempat seperti itu? Kupikir suamiku akan memakluminya, jika pada kenyataannya dia sendiri juga pernah pergi ke club bersama teman-temannya”

Sujin mengangguk setuju mendengar ucapan Hyunsoo

“Kau benar, untuk apa berbohong pada suamimu. Lagipula aku yakin dia pasti akan menyetujuinya jika kau menggunakan keahlian-mu Soo-ya”

Mereka semua tersenyum menanggapi ucapan Sujin. Ya..ketiga gadis cantik itu sudah hafal mati bagaimana Hyunsoo dan juga keahliannya. Hyunsoo adalah gadis yang akan bisa berubah menjadi ular jika ia terlibat dalam sebuah perdebatan. Ia bisa saja dengan mudah membuat Kai mengikuti keinginanannya, apalagi saat ini Hyunsoo sudah tau tabiat pria itu. Dia memang tak mempunyai bukti bahwa Kai pernah bahkan sering mengunjungi club malam. Selama pernikahan mereka juga Hyunsoo tak pernah mencium aroma alcohol dari tubuh Jongin. Tapi ia yakin bahwa suaminya pasti pernah pergi ke club jika sedang dibelakangnya. Percayalah, Hyunsoo bisa membuat Jongin mengakui semuanya walau ia tak mengantongi bukti apapun.
.
.
.
Malam terasa begitu dingin pertanda musim panas akan segera berakhir. Walaupun tidak terlalu dingin seperti malam pada bulan November atau oktober, tapi tetap saja suhu pada malam ini mampu membuat Kai mengeratkan pelukannya pada tubuh Hyunsoo. Mereka berdua sedang menikmati saat-saat bersama seperti ini dengan berpelukan di atas ranjang sambil melihat TV, dan jangan lupakan beberapa cemilan di tangan Hyunsoo.

“Aku sekarang tak lagi bisa memelukmu dari depan, perutmu sudah semakin besar”
Senyuman itu masih setia bertengger pada bibir tebal Kai. Dia membelai perut Hyunsoo dengan penuh sayang.

“Oppa..berapa usia kandunganku sekarang hm?”

“Mwo? Kau bertanya padaku? Bukankah kau yang mengandung?”

“Aku hanya ingin mengetes-mu saja. Jadi kau tak tau berapa usia kandunganku?”
Perkataan Hyunsoo terdengar seperti pertanyaan di telinga Kai.

“Hya..aku bahkan belum menjawabnya. Jangan mengambil kesimpulan sendiri”
Jongin mulai merenggangkan pelukannya, mata elangnya kini tengah menatap manik mata Hyunsoo.

“Arras (baiklah)..jadi berapa usia kandunganku?”

“7 bulan 15 hari. Apa aku salah?”

“Daebbak! Bagaimana kau bisa tau sampai se-detail itu oppa?” Hyunsoo menatap kagum suaminya.

“Tentu saja, karena di dalam sini adalah bayiku. Aku yang sering mengalami masa mengidam, aku yang mengalami morning sickness. Dan aku yakin bahwa dia akan memiliki duplikat wajahku. I belive it”

Kai menepuk dadanya dengan bangga, pria itu merasa bahwa dia adalah ‘appa sejati’. Hyunsoo terkekeh sambil menggeleng pelan.

“Jotta..tapi dia harus memiliki kulit sepertiku oppa. Aku yakin kulitnya akan persis sepertiku. Wajahnya sudah sepertimu, bukankah tidak adil jika warna kulitnya nanti juga sepertimu? Dia juga harus memiliki sedikit pewarisan dariku. Aku adalah eomma-nya, aku juga pernah mengidam…walaupun kau yang lebih sering” Hyunsoo menundukkan wajahnya

“haha…dia pasti juga akan memiliki pewarisan fisik darimu. Kau tenang saja”

“Oppa, apakah kau pernah memikirkan ini sebelumnya?”

Gadis itu kini mendongakkan kepalanya menatap sang suami.

“Mwohe (ada apa)?”

“Jika saat ini usia kandunganku sudah menginjak bulan ke-7 dan akan segera menuju ke bulan 8. Omo! Jika dihitung mundur, aku mulai hamil pada bulan Maret”

“Lalu?” Jongin mengerutkan dahinya, pria tampan itu masih belum memahami arah bicara sang istri

“Kau ingat tanggal 28 februari?” Hyunsoo kembali menunduk dan mengigit bibirnya. Wajah mungil-nya mendadak berwarna merah seperti menahan malu.

28 februari? Kai kembali berfikir tentang tanggal tersebut. Dia seperti tak asing dengan tanggal itu.

“Tanggal 28 februari…hari dimana kau menyelesaikan ujian sekolahmu” ucap Kai pelan, sedangkan Hyunsoo masih belum mau menatap suaminya.

“Sekaligus malam pertama kita” Lanjut Kai

“Aku bahkan tak menyangka jika saat itu kita bisa menghasilkan bayi kembar”

Pria itu kembali tersenyum jika mengingat saat malam pertama mereka.

“Mwo??apa kau bilang?? Kau tak menyangka?? Oh my God oppa…kau bahkan memasukkannya secara berkali-kali. Kau membuatku tak bisa berjalan keesokan harinya. Akan menjadi hal yang aneh jika aku tak hamil bayi kembar” Hyunsoo kembali bersungut-sungut jika mengingat malam pertama mereka yang menurutnya sangat melelahkan. Entahlah..ekspresi Hyunsoo saat ini justru membuat Kai semakin gemas dibuatnya.

“Tapi kau menikmatinya sayang” Pria itu kembali mengeluarkan smirknya dan membuat tubuh Hyunsoo merinding.
“Si-siapa bilang? Itu sangat membuatku lelah” Hyunsoo mencoba menahan perasaan yang bergejolak dalam hatinya.

“Apa kau yakin? Jika kita melakukannya lagi malam ini, maka itu akan menjadi yang terakhir karena aku harus menunggu lagi sampai kau berhasil melahirkan. Sepertinya sekarang adalah waktu yang paling tepat hm?” bisik Jongin seduktif

Jongin mulai meniup telinga Hyunsoo dan juga meraba dada istrinya. Gadis itu hanya bisa diam mencoba menahan agar desahan yang memalukan itu tak lolos dari bibirnya.

“Op-pa hentikan” dengan susah payah Hyunsoo menghentikan perbuatan mesum suaminya, walaupun sebenarnya ia menginginkan tubuh namja itu malam ini.

“Kau yakin ingin menghentikanku? 3 hari lagi aku akan berangkat ke Indonesia, dan setelah itu exo akan langsung ke Thailand. Tidak ada waktu yang lebih tepat dari pada malam ini. Apa kau masih mau berhenti hm?”

Glup

Sekali lagi, Hyunsoo dibuat lumpuh dengan perlakuan Jongin. Dia bahkan bisa merasakan nafas sang suami kini tengah menggelitik kulit permukaan lehernya.

“Eungghhh” desah Hyunsoo saat entah kapan tangan nakal Jongin menelusup ke dalam celana dalamnya. Sejak usia kandungannya menginjak bulan ke 6, Hyunsoo mengganti semua pakaian rumahan dan juga hotpant-nya dengan dress-dress hamil. Ini semua karena berat badannya yang terus bertambah dan juga perutnya yang semakin besar. Sangat tak memungkinkan untuk tetap mempertahankan hotpant dan kaus oblong, yang selama ini sudah menjadi style seorang Kim Hyunsoo.

“Apa kau masih ingin menghentikanku hm?” Kai kembali berbisik di telinga sang istri, sesekali ia melumat cuping tersebut.

“A-aku menyerah..mmhhh” Hyunsoo bergerak gelish tatkala jari-jari Kai mulai menerobos lubangnya. Pria itu mulai menambah jarinya dan menggerakkannya di dalam sana dengan kecepatan bertempo.
Kai menyunggingkan senyumannya mengdengar Hyunsoo mendesah seperti saat ini. Tangan kanan ia gunakan untuk membantu Hyunsoo melepaskan dress-nya.

Blurrr

Cairan orgasme Hyunsoo akhirnya keluar, Kai mengeluarkan jarinya dan menjilatnya seolah-olah jari itu telah dilumuri dengan madu. Jongin mulai menelanjangi tubuhnya sendiri dan juga membuat Hyunsoo menjadi sama sepertinya. Dia mengangkat tubuh Hyunsoo agar berada di atasnya, kali ini mereka akan melakukan dengan posisi ‘woman on top’. Posisi yang paling aman untuk bercinta mengingat usia kandungan Hyunsoo sekarang.

SKIP>>>

1 Minggu Kemudian

Hyunsoo Pov

“Apa yang mereka lakukan? Aku sudah membayar mahal untuk konser ini dan mereka tidak maksimal”

“TLP Indonesia sangat mengecewakan”

“Jangan bepikiran seperti itu. Oppadeul sangat lelah, bisakah kalian mengerti?”

“Sehun bahkan tidak pernah tersenyum. Menyebalkan!”

“Apa yang terjadi pada kalian EXO?”

“Exo juga manusia, mereka bisa saja kelelahan. Kumohon jangan menuliskan hal buruk tentang mereka lagi”

“Suho terlihat sedang dalam suasana hati yang buruk”

“Sepertinya SM sedang memaksakan mereka! Hey aku bukan fans yang bodoh, aku tau Kai sedang cidera pada pergelangan kakinya!!”

“Aku menyesal membeli tiketnya”

“Aku bersyukur karena tidak jadi melihat mereka di Jakarta. Terimakasih tuhan, kau memihak padaku”

Gezh!! Ada apa dengan Fans Indonesia. Mengapa mereka banyak yang menghina Exo???
Aku terus membiarkan jari-jariku menari di atas keybord laptop. Saat ini aku tengah melihat respon para exo-l di luar sana terkait dengan TLP yang baru saja diselenggarakan di beberapa Negara. Aku cukup terkejut dengan respon fans Indonesia yang menilai oppa-deul tidak professional saat menyelenggarakan konser mereka. Beruntung aku masih menemui beberapa fans yang berbaik hati mau membela exo. Mereka meninggalkan komentarnya di youtube dan aku hanya membaca tulisan mereka yang berbahasa Inggris. Walaupun masih banyak bahasa disana yang tak kumengerti, mungkin saja itu adalah bahasa Indonesia. Ah molla..aku hanya mengerti bahasa Inggris saja, itupun dengan bantuan kamus.

Ceklek..

Pintu apartement terbuka, pandanganku kini teralihkan pada sosok namja tinggi yang sudah seminggu tak bertemu denganku. Aku bisa menebak bahwa ia barusan sampai di Korea. Gurat wajahnya terlihat sangat kelelahan. Aku mengamit tangannya dan mengajak untuk duduk di sofa bersamaku.

“Aku…aku mengecewakan mereka Soo-ya” lirih Jongin

“Oppa, apa yang terjadi?”

Kuusap pelan pipinya..

Tes tes…

Apa ini?

Kai oppa menangis?

“Luhan Hyung..dia akan pergi. Dia akan pergi seperti Kris hyung”
Aku membulatkan mataku, kedua tanganku refleks langsung menutup mulut. Ini benar-benar tak mungkin. Luhan oppa tak bisa membatalkan kontraknya begitu saja. Ya Tuhan..cobaan apa lagi ini? Belum cukupkah Kris oppa yang membatalkan kontraknya?

“Kumohon peluk aku. Aku takut” ucap Kai diiring dengan air matanya.

Grep

Aku memeluknya dengan erat, mengakibatkan babby tummy-ku sedikit menekan perut rata-nya.

“Uljima…aku disini” kataku sambil membelai rambutnya

“Apa Exo hanya akan sampai disini saja? Bagaimana mungkin hiks..dalam satu tahun ada dua member yang keluar? Ini tidak adil untuk kami”

“Oppa..menangislah sesukamu. Menangislah selagi kau bisa menangis, ungkapkan semua keluhanmu dan aku akan mendengarkannya”

“Aku takut..aku takut exo akan berakhir hanya sampai disini saja. Setelah kris hyung memutuskan kontraknya, banyak fans yang tidak menyukai kami lagi. Dan sekarang Luhan hyung, pasti akan lebih banyak fans yang tidak menyukai kami. Fans luhan hyung sangat banyak hiks, mereka pasti tidak akan menjadi exo-l lagi jika seperti ini”

“Apa kau sudah mengetahui respon fans luar negri?”
Aku hanya diam menganggapi ucapannya, jujur..aku tak tau harus berkata apa.

“Fans Indonesia kecewa dengan kami…hiks…Luhan hyung memutuskan untuk keluar sebelum kami berangkat ke Indonesia. Itu sebabnya selama konser kami tidak bisa menyembunyikan kesedihan ini. Hiks..aku bahkan harus ber-akting mati-matian agar fans tak mengetahui bahwa aku sedang sedih”

“Jadi alasan mengapa sehun dan Suho oppa…”

“Ne..mereka adalah yang paling tidak bisa menyembunyikan semuanya. Ini sangat mengejutkan bagi seluruh member. Aku bahkan tidak bisa menyalahkan Luhan hyung begitu saja”

Kai oppa mulai melepaskan pelukannya secara perlahan, ia sudah berhenti menangis. Tersirat kesedihan dan kekecewaan yang amat dalam dari sorot matanya.

“Apa alasan Luhan membatalkan kontraknya?” tanyaku

“Kau tau kan bahwa Luhan hyung takut terhadap ketinggian?”

“Eo, aku tau” aku mengangguk kecil

“Luhan hyung selalu meminum obat tidur saat kami melakukan penerbangan. Karena ia benar-benar takut dengan ketinggian, sudah hampir 3 tahun dia mengalami ketergantungan dengan bahan kimia itu. Tubuhnya mengalami kerusakan parah akibat terlalu sering menggunakan obat itu. Bahkan ibu Luhan hyung saat ini juga tengah dirawat dirumah sakit. Beliau shock setelah menerima penjelasan dari dokter mengenai kondisi anaknya”

“Aku tidak menyangka jika Luhan oppa mengalami hal seperti itu” Lirihku

“Luhan hyung adalah anak tunggal dalam keluarganya, aku bisa memahami bahwa ibu hyung menuntutnya untuk berhenti menjalani ini semua. Kesehatan hyung benar-benar mengkhawatirkan akhir-akhir ini” ujar Jongin

“Bagaimana dengan Sehun? Bukankah mereka sangat dekat?”

“Sehun terus menangis saat kami tiba di hotel, Luhan hyung juga sudah berusaha menenangkannya. Ini berbeda dengan kasus Kris hyung”

“Aku tau..kali ini Luhan oppa sudah berbicara terlebih dahulu dengan kalian, Kris oppa tidak pandai mengungkapkan apa yang sedang ia alami. Lalu bagaimana dengan Luhan oppa? Apa yang akan terjadi dengannya?”

“Saat ini Luhan hyung pulang ke Beijing, kami akan melakukan konser perpisahan di Beijing. Konser itu akan menjadi yang terakhir”

Kulihat mata Jongin kembali berkaca-kaca. Ya, aku tau apa yang ia takutkan. Aku tau sebenarnya ia juga sangat kecewa dengan semua ini. Kugenggam erat tangannya, pertanda bahwa aku akan selalu ada didekatnya, sekalipun nanti ia sudah tidak terkenal lagi. Aku membelai lembut pipinya, menghapus jejak air mata yang tadi mengalir disini.

“Tersenyumlah oppa, aku akan selalu di dekatmu. Apapun yang terjadi…kau masih punya kami. Aku dan anakmu” bisikku tepat di dekat telinganya.

Kulihat ia mulai tersenyum kembali. Syukurlah..aku senang bisa membuatnya kembali tersenyum. Pandangannya kini tertuju pada perut buncit-ku.

“Kapan waktunya?”

“Apa?” aku mengerutkan dahiku

“Dokter Im bilang kapan kau akan melahirkan??”

“Sekitar akhir Oktober atau awal November. Aku tak sabar menunggunya” ucapku penuh semangat
Kai oppa tertawa dan mengacak pelan rambutku, saat-saat seperti ini adalah hal yang tak ingin kulewatkan. Aku bersyukur bisa menikah dengannya, walaupun ini terlalu dini untukku..tapi aku tak mempermasalahkannya. Mempunyai bayi diusia 20 tahun menurutku adalah sesuatu yang membanggakan.

End~

Haiiii..yeorobun ^^ kekeke….pada gak nyangka ya kalo bakal tamat di chapter ini??? Haha aku juga gak nyangka. Maaf banget kalo ceritanya terkesan muter-muter dan sangat gak jelas -_____- tapi tenang aja readers..aku bukan tipe author yang suka bikin orang ngerasa di gantung(?) epilog dari Ooppss akan aku post besok..paling lambat lusa…dan kurasa…aka nada kejutan di epilognya. Haha..duh, maaf banget ya kalo kejutan di epilog nanti nggak seheboh yang kalian bayangkan. Ooiiaa, kayaknya kalian semua pada lupa ya readers kalo Hyunsoo itu 96L. dan sebelumnya aku udah bilang kalo usia 19 tahun itu ya usia korea, usia universal-nya tetep 18 tahun. Kalo tadi diatas aku bilang usia Hyunsoo 20 tahun, itu tandanya umur Hyunsoo masih 19 tahun. Dan juga banyak yang protes kalo Hyunsoo itu ababil, sekali lagi..Hyunsoo masih 18 tahun saat dia hamil. Bahkan wanita yang berusia 25 tahunan aja kalo lagi hamil bisa berubah jadi remaja ababil. Apalagi yang emang udah jelas remaja ababil macem Hyunsoo gitu hag hag hag😀 mian kalo aku ngepost-nya lama bangeett  akhir-akhir ini emang sangat gak memungkinkan buat nulis lanjutan dari FF ini. SIDER DI HARAM-KAN SAMA AUTHOR…jadilah readers yang baik, karena aku juga udah berusaha buat jadi baik untuk kalian. Setiap ada kritikan aku gak pernah hapus komenan dari kalian. Dan aku juga selalu menyetujui komentar saat itu berisi kritikan. I’m fine, asalkan kalian tetep komen. Apapun itu yang bersifat membangun selalu aku terima. Kamsahamnida ~.~

5 thoughts on “Ooppss !! Chapter 15 – END

  1. akhirnyaaaa muncul juga chapter ni.
    cuman sdkit d syangkan feel d endingnya agak gmna yaaa….??? coba endingnya smpai anak mreka lahir
    tp ttep salut ku ksih 4 jempol deh bwat bkin ff ni… daebaaakk. hhee
    klo aku sndri boro” bisa bikin
    mian ya chingu bwat comentnya..

  2. nae suka banget sama ff ini.. chingu
    mian nae baru comment hihihi, nae udah baca dari chap 1 sampe 15 ini.. nae suka banget ff nya ^^ ceritanya kaya di dunia nyata yang baekppa pacaran sama taeyeon unnie, krisge sama luge out😥 nae juga nangis pas mereka out *etdahh malah curhat :)* pokok nya cerita hya oke deh.. Author nya juga daebakk!! bikin cerita nya (y) nae baru pertama ini baca ff bagus lebih dari bagus malah🙂 jangan bosen” bikin ff thor terus semangat bikin ff nya!!

    hwaiting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s