Ooppss!! Chapter 14

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo / Kim Hyun Soo (OC), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: PG 17! | Length: Chaptered | Author: Mrskim88 (@alsaalz) | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Ost: Taeyang – Eyes Nose Lips, Britney Spears – Everytime

Happy Reading ^^

‘Everytime I try to fly, I fall without my wings, I feel so small. I guess I need you baby. I may have it rain, please forgive me. My weakness cause you pain. I’m so sorry Kim Hyunsoo’ — Kim Jong In

Hyunsoo Pov

“MWO?!”

Yoonwu memekik kaget karena mendengar penuturanku, aku tau dia pasti akan merasa shock sekaligus sedih.

“Kau pasti bercanda…maldo andwe (tak mungkin)” Yoonwu menggelengkan kepalanya

“Yoon-ah..ini kenyataannya, maafkan aku..aku tidak bisa menyimpan rahasia ini lebih lama lagi”

Tanganku terus menggenggam tangan hangatnya. Kurasakan tubuhnya mulai bergetar, Yoonwu menatapku nanar.

“Jeball, katakan kau Cuma bercanda. Ini semua tak mungkin eoh? Mereka tak mungkin berkencan hiks..kau tak punya bukti apapun Hyunsoo”

Yoonwu menangis sambil terus menggenggam erat tanganku. Tuhan, semoga keputusanku untuk memberi tau status Baekhyun yang sebenarnya, bukanlah kesalahan.

“Ak-aku melihatnya sendiri Yoon-ah..aku melihat mereka”

“Baekhyun oppa…kenapa harus dia?? Hiks…” Yoonwu menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hal itu tentu saja membuat genggamanku terlepas begitu saja.

“Yoon-ah..tenanglah..jeball, kau membuatku merasa bersalah karena telah memberitahukan hal ini padamu” ucapku frustasi

Yoonwu sontak menatapku dengan linangan air mata bagaikan sungai.

“Mianhe Soo-ya…aku hiks…aku tak bisa menerima ini semua. Hiks..yogiga apayo (terasa sakit disini)” Yoonwu menepuk dadanya dengan kasar, dan itu membuatku refleks memegangi tangannya. Inilah yang ktakutkan, dia akan menyakiti dirinya sendiri.

“Yoon-ah” lirihku

Jujur..aku tak tau harus bagaimana saat ini. Yang bisa kulakukan hanyalah menepuk pelan pundaknya. Entahlah..kurasa Yoonwu lebih baik menangis sekarang dari pada esok hari.

“Taeyeon…wanita itu…KIM TAEYEON…DIA PENGHIANAT” pekik Yoonwu

“Sshh..hajima, jangan berkata seperti itu Yoon-ah” aku memeluk Yoonwu dan berusaha meredam amarahnya. Kilatan matanya benar-benar menunjukkan kebencian yang amat mendalam, seperti kebencianku pada Jung Soojung dulu.

“Dia penghianat Soo-ya hiks…dia bilang hanya menganggap Baekhyun oppa adalah adiknya. KIM TAEYEON SHIRREO (aku benci Kim Taeyeon)” Yoonwu terus menangis pilu dalam pelukanku

“Aku..aku akan membunuhnya Sooya. Aku akan membunuh Kim Taeyeon!! Wanita itu..dia tidak tau diri! Aku membencinya hiks..jeongmall shirreo..huaaa”

Aku tau ucapan Yoonwu tidak serius, karena dia terus meronta dan menangis sambil mengcapkan hal itu.

“Jeball, jangan berkata sembarang seperti itu Yoonwu. Tenangkanlah dirimu dulu, ne?” kataku setelah ia melepas pelukan kami.

At Night

Aku terus berjalan mondar mandir di depan sofa, sejak Yoonwu pulang dari apartemenku gadis itu sangat sulit untuk dihubungi. Nomornya pun tidak aktif..semoga saja dia tidak melakukan hal nekat.

Ceklek..

Pintu apartement terbuka, menampilkan sosok pria tinggi sedang menatapku khawatir.

“Eoh, oppa”

“Jam segini mengapa kau belum tidur hm?” ucap Jongin oppa yang tengah menarik tubuhku secara halus untuk duduk di sofa bersamanya.

“Aku sedang mencoba menghubungi Yoonwu, dia saat ini sedang kacau oppa”

“Yoonwu? Fangirl baekhyun hyung?”

“Eoh..tadi siang aku memberitahu status Baekhyun yang sebenarnya, dan dia merasa belum bisa menerimanya. Aku hanya tak tahan jika dia terlalu mengharapkan Baekhyun oppa, firasatku mengatakan hal buruk oppa”

Jongin tersenyum singkat menanggapi ucapanku, pria itu membelai suraiku lembut.

“Yoonwu pasti butuh waktu untuk menenangkan diri. Dan ini sudah jam 11 Kim Hyunsoo, orang-orang sudah terlelap mengapa kau masih tetap terjaga? Aku yakin Yoonwu juga sudah tidur”

“Eung? Begitukah?….eumm, oppa!”

Aku berseru di depan telinganya, dan itu refleks membuat suamiku langsung menjauhkan telinganya dariku.

“Ya Tuhan Hyunsoo, aku ada di dekatmu mengapa harus berteriak seperti itu!”

Haha..ekspresinya sangat lucu, entahlah aku hanya ingin berteriak di dekat telinganya. Jongin terlihat tak suka dengan tawaku, tapi aku tetap tidak mempedulikannya.

Chu~

Aku menyambar bibirnya secara tiba-tiba, Jongin terlihat seperti bocah belasan tahun yang barusan mengalami firstkiss. Dia terus mengedipkan matanya, tanganku sengaja menyentuh dadanya dan..oh, jantungnya berdegup sangat kencang. Aku tersenyum dalam ciuman kami dan melumatnya sesekali sebelum mengakhiri kegiatan ini.

“Mengapa kau menciumku secara tiba-tiba?”

“Karena kau menggemaskan”

Jawaban singkatku membuat matanya menjadi bulat sempurna. Ya, dia pasti tak menyangka dengan tindakanku yang tiba-tiba ini. Aku tersenyum dan membelai pipinya lembut.

“W-wae? Mengapa kau menatapku seperti itu?”

Jongin mulai tergagap dengan apa yang kulakukan sekarang.

“Kau tau? Sejak dulu aku selalu ingin membelai wajahmu seperti ini, aku selalu menghayal bisa memelukmu setiap hari, mendengar suara lembutmu, menerima tatapan matamu yang teduh”

Jari-jariku terus membelai wajah tampan ini, memang…inilah yang kuinginkan sejak dulu. Aku ingin menjadi wanitanya. Bukankah hampir seluruh fangirl di runia ini menginginkan hal yang sama?

Jongin mengangkap jariku kemudian mengecupnya lembut.

“Katakanlah..saat ini, kau melihatku sebagai apa? Kai tau Jongin?”

“Sangat mustahil aku bisa bertahan mencintaimu sampai sekarang, jika aku tetap menatapmu sebagai Kai. Oppa kau tau, diluar sana bahkan banyak pria yang lebih tampan dari Kai. Aku juga tidak pernah terpesona denganmu karena kau pintar menari. Karena aku sama sekali tak tau bagaimana cara menari, jadi menurutku semua orang yang bisa menari dihadapanku akan kuanggap sebagai orang hebat dan…”

“Jadi kau sama sekali tak pernah terkesan dengan kemampuanku? Sebenarnya kau adalah fans atau bukan?!”

Aku terkekeh mendengarnya, bisa kurasakan bahwa Jongin oppa saat ini sedang marah denganku.

“aku belum menyelesaikan ucapanku oppa, cukup tataplah wajahku dan dengarkan apa yang aku ucapkan. Saat orang-orang memuji gerakan tubuhmu yang begitu mempesona, aku hanya bisa bilang jika kau menari dengan baik. Ah, ani..aku mengatakan hal itu pada setiap orang yang menari di depanku. Awalnya aku menyukaimu karena ketampananmu, aku juga tak menyangka bahwa akan mencintaimu hingga sedalam ini. Aku banyak mengagumi pria tampan yang ada disekitarku”

Aku tersenyum sendiri, jika mengingat masa laluku sebelum aku menjadi fans fanatic dari seorang Kim Jong In.

“Saat itu aku membaca banyak artikel tentangmu dan melihat hasil bidikan lensa kamera, tentang gambaran yang menampilkan keseharianmu sebagai Kim Jong In, bukan Kai exo. Aku bertahan menjadi fansmu selama 2 tahun lebih karena aku lebih sering menatapmu sebagai Kim Jong In…pria manis yang terobsesi dengan ayam goreng. Pria manis yang konsisten dengan mimpinya. Pria manis yang jujur pada kehidupan, dia akan menolong seseorang ketika ia merasa harus menolongnya..dan dengan gampang ia akan mengabaikan seseorang jika ia merasa tak mampu untuk mempedulikannya. Pria manis itu, tak pernah tahan dengan melihat penindasan yang ada di depan matanya”

Jongin oppa diam membisu mendengar apa yang kukatakan, bola matanya mulai menatapku.

“Mengapa kau begitu percaya dengan artikel itu, bisa saja artikel itu berbohong” ujar Jongin

“Apa menurutmu aku adalah fans yang naïf? Aku melihatnya sendiri oppa, saat kau berusaha tersenyum di bandara walau aku tau tubuhmu sangat lelah karena perjalanan luar negri. Aku datang di acara reality show, yang memperlihatkanmu tengah membela seorang gadis yang didiskriminasi oleh keluarganya sendiri hanya karena dia memiliki sedikit lemak ditubuhnya”

“Eo? Bukankah itu acara ‘Hello Conselor’ tahun lalu?”

Aku tersenyum dan mengangguk singkat.

“Kau tak tau, seberapa besar aku menahan perasaanku untuk tidak memelukmu saat itu juga. Sejak saat itu aku berpikiran, kelak jika aku memiliki suami. Aku ingin suami yang mempunyai sifat sepertimu, karena aku juga ingin mendapatkan keturunan yang memiliki sifat seperti itu. Walaupun dengan lantang aku selalu menyebutkan nama KAI. Namun dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku selalu menatapmu sebagai Kim Jong In”

“Kim Jong In dan Kai adalah orang yang sama Soo-ya”

Aku langsung menggeleng cepat

“Ani..hanya orang lain yang bisa menilainya oppa. Kai adalah seseorang yang mempunyai karisma dan sejuta pesona, dia adalah pria yang sangat keren dan memiliki aura tersendiri. Kai tak pernah bisa tersenyum, dia hanya bisa mengeluarkan smirk-nya. Kim Jong In, pria dengan senyuman yang membuat orang di sekitarnya merasa teduh. Pria yang tidak sabaran dan sulit mengendalikan emosi jika tak ada sorot kamera. Dia sangat imut jika dilihat dari sisi yang berbeda dan itulah yang membuatku amat mengagumi sosoknya”

Jongin oppa merona mendegar perkataanku dan tentu saja itu membuat hatiku senang. Aku menyukai ekspresinya saat ini. Oh, aku merasa ada pergerakan dalam perutku. Perlahan aku membelainya, dan merasakan keberadaan jagoan kecil kami. Jongin oppa juga menempatkan telinganya di depan perutku.

“Aegi-ah..mengapa kau bergerak terus hm? Apa kau bisa merasakan suasana hati eomma saat ini?” ucapku lirih

“Soo-ya, dia terus bergerak di dalam sana…aku tak sabar ingin bertemu dengan jagoan kecil kita” ujar Jongin yang saat ini tengah membaringkan tubuhnya di sofa dan menempatkan kepalanya di pangkuanku.

Jari-jariku mulai menjelajahi lekuk wajahnya.

“Akan seperti apa jagoan kecil kita nanti? Apakah dia akan mempunyai mata sepertimu?” ucapku

“Eoh..dan alisnya akan sepertimu Soo-ya. Dia akan mempunyai bibir sepertimu”

“Hidung sepertimu oppa, dahinya juga sepertimu. Tapi warna kulitnya harus sepertiku”

“Hahaha..baiklah, jagoan kecil kita akan memiliki kulit yang putih seperti ibunya”

Jongin bangkit setelah mengatakan hal itu, ia kemudian menuntunku untuk masuk kedalam kamar kami.

“Ini sudah malam, ibu hamil tak baik terjaga hingga selarut ini”

Kami tidur dengan posisi Jongin oppa memelukku dari belakang, entahlah…kehangatan seperti ini yang kuinginkan.

.

.

.

“Eummhh” aku menggeliat pelan dalam tidurku, kurasakan banyak kecupan di wajahku.

“Kau sudah bangun hm?”

Benar saja, ini semua ulah Jongin..dia menciumiku hingga aku tersadar dari tidurku.

“Mengapa kau menciumiku terus?”

Pria itu tersenyum dan memberikan kecupan bertubi-tubi di wajahku.

“Karena aku menyukaimu. Kau harus segera bersiap, sebentar lagi Soojung akan datang menemuimu”

Aku sontak bangkit dari tidurku, tunggu..Soojung akan kemari? Mengapa? Oh bagaimana bisa?

“Aku sudah menceritakan semuanya pada Soojung, dia sudah memaafkanmu dan dia akan kemari untuk menjengukmu”

“MWO! Mengapa harus dia yang memaafkanku?! Harusnya dia yang minta maaf karena sudah memelukmu sembarangan” aku mengendus sebal menatap Kai, sedangkan pria itu hanya tersenyum sambil membelai lenganku dengan lembut

“Saat itu Soojung memberikan undangan pertunangannya dengan Minhyuk hyung dan aku memeluknya sebagai tanda ucapan selamat dari seorang teman”

Telapak tanganku mulai menangkup wajahku dengan kasar, aku tak tau harus berbuat apalagi. Apa yang harus kukatakan pada Soojung nanti, aku sudah sangat tidak sopan dengannya. Aarrrgghh, seharusnya aku berpikir 2 kali dulu sebelum mendorongnya dengan kasar.

“Oppa eotteokhe? Aku sudah jahat padanya, naega eotteokhaji” lirihku frustasi

“Haha..kau tenang saja, dia tak akan merontokkan seluruh rambutmu. Awalnya memang dia sangat marah, tapi aku sudah menjelaskan semuanya dan Soojung memutuskan untuk menjengukmu” Kai mengacak pelan rambutku

“Tapi aku malu oppa..aaiisshhh jinjja” aku menghentakkan tubuhku diranjang dengan kasar.

“Hya! Hya! Hentikan..kau bisa membunuh anakku nyonya Kim”

Kai menangkap tubuhku dan memberikan death glare-nya, itu membuatku gugup dan sulit menelan saliva.

“Eoh..mi-mian oppa, aku tidak sengaja”

“Jangan bertindak gegabah lagi, aku tak suka kau seperti itu. Kau harus belajar menjadi sedikit lebih kalem untuk beberapa bulan kedepan. Jadi apa kau setuju?”

Aku mengangguk patuh padanya, Kai oppa kembali tersenyum dan membawa tubuhku dalam dekapannya. Tangannya membelai punggungku lembut, setiap sentuhan dari tangannya selalu mampu membuatku merasa senang. Aku merasa jutaan kupu-kupu bertebangan di perutku saat ini, sekarang siapa yang tidak merasa melayang jika dipeluk oleh biasmu sendiri? Hey, aku masihlah seorang fangirl…ya, fangirl dari suamiku sendiri.

“Aku akan berangkat setelah ini, jangan sampai telat makan ne” ucap Kai sambil melepas pelukan kami.

“Dan kau akan membiarkanku bersama Krystal?”

“ani, Minhyuk hyung juga ikut menjengukmu”

“Minhyuk oppa? Mereka datang bersama?”

“Eoh..kau senang? Sekarang tak ada lagi alasan untuk cemburu pada Krystal Jung, dia hanyalah cinta masa remajaku. Dan kaulah cinta masa depanku, sekarang dan selamanya”

Aku kembali merona mendengar penuturannya, benar..tak seharusnya aku cemburu pada Krystal. Dia sudah memiliki Minhyuk oppa dan Kai sudah memiliki aku. Kini mereka telah ada pada jalan yang berbeda dan masa depan yang berbeda. Aku harus menghormati masa lalu suamiku.

Author Pov

Suasana canggung kini menyelemuti 2 orang gadis yang tengah terduduk disofa, sesungguhnya mereka bingung ingin memulai pembicaraan. Kata-kata yang telah disusun Krystal dengan rapi sebelum menemui Hyunsoo, kini hilang entah kemana. Sedangkan Hyunsoo…gadis itu sama sekali tak mempunyak persiapan mental untuk bertemu dengan adik Jessica SNSD ini. Gadis itu menggeleng pelan, dia beranggapan selama ini ialah yang salah, jadi suka tak suka dia juga yang harus memulai pembicaraan.

“Eonnie..neomuna cwesongheyo (aku benar-benar minta maaf)” lirih Hyunsoo yang saat ini masih setia meremas tangannya.

“Eoh..aku sudah memaafkanmu”

“Apa eonnie masih marah padaku? Aku benar-benar merasa bersalah padamu Soojung eonnie. Mian”

Yeoja itu mulai berani menatap lawan bicaranya, menunjukkan segenap penyesalan melalui sorotan mata. Krystal tersenyum manis menatap Hyunsoo, awalnya memang dia marah dengan gadis itu. Selama 21 tahun dia hidup, belum pernah ada yang bertingkah laku kurang ajar seperti itu padanya. Tapi setelah Kai menjelaskan semuanya, hati Krystal mulai luluh. Gadis bermarga Jung itu sudah mengetahui keadaan Hyunsoo yang sebenarnya, bagaimana gadis muda sepertinya bisa mengalami cobaan yang begitu memilukan. Ya, Krystal sebenarnya menaruh simpati pada Hyunsoo karena ia telah kehilangan putrinya dan sulit untuk memiliki keturunan di kemudian hari. Krystal juga wanita, dia pasti paham sedikit banyak perasaan Hyunsoo walaupun dia sendiri juga belum pernah hamil.

“Jika aku masih marah, mana mungkin aku mau datang kemari di tengah jadwalku yang begitu padat”

“Eoh..be-gi-tu-kah?” Hyunsoo kembali menunduk dan menggigit bibirnya. Sifat Soojung yang seperti ini justru membuatnya semakin merasa bersalah.

“Eyyhh..mengapa kau seperti ini, kau sama sekali tidak seru. Bukan seperti ini tingkahmu, kemana perginya Kim Hyun Soo si gadis yang ceria dan optimis?” Jari-jari lentik Krystal mengacak pelan rambut Hyunsoo

“Eonnie gomawo, jeongmall.” Kedua sudut bibir yeoja itu kini mulai terangkat membentuk sebuah senyuman.

“Cha..aku membawakan pizza untukmu. Apa kau menyukainya?”

“Whoaaa..daebbak!!” pekik Hyunsoo girang

Ting Tong

“Itu pasti Minhyuk oppa, palli bukalah pintunya. Aku tak ingin pacarku menunggu terlalu lama”

“Hya eonni! Aku belum makan pizza-nya” rengek Hyunsoo saat dengan tiba-tiba Krystal mengangkat pizza-nya

“Tidak sebelum kau mebukakan pintu untuk tunanganku nyonya Kim” balas Krystal cuek

“Aaiiissshhh” Hyunsoo mengerang frustasi sambil berjalan ke arah pintu apartement.

“Oppa!” pekik Krystal saat melihat sosok Minhyuk kini telah berdiri di depannya.

Gadis itu langsung menghambur ke pelukan Minhyuk, maklum saja. Sudah satu minggu mereka tak bertemu, dan menjenguk Hyunsoo merupakan salah satu kesempatan agar mereka dapat melepas rindu satu sama lain. Kedua insan itu terlalu sibuk berpelukan hingga tak menyadari Hyunsoo menatap datar pasangan tersebut. Gadis itu berjalan malas duduk di sofa dan mulai mengambil potongan pizza, terbesit sedikit rasa iri pada bagian kecil dari hatinya.

“Soo-ya kau mau memakan sendiri huh? Aku yang membelinya” sahut Krystal yang kini tengah duduk bersama Hyunsoo dan Minhyuk.

“Pizza ini sama sepertiku, merasa bosan melihat drama kalian. Jadi lebih baik kumakan sendiri”

Krystal dan Minhyuk langsung membisu ketika mendengar perkataan absurd dari Hyunsoo.

“Haha..jadi bagaimana dengan kandunganmu?” Tanya Minhyuk sambil memecahkan keheningan

“Eo..baik. Jagoan kecilku selalu baik-baik saja jika aku sedang makan seperti saat ini. Dia juga lumayan aktif saat Kai oppa ada di dekatku”

“Soo-ya, bagaimana rasanya hamil?” ucap Krystal

“Kau harus merasakannya sendiri eonnie” jawab Hyunsoo cuek, namun jawaban itu justru membuat Soojung dan Minhyuk tersedak

“Wae? Mengapa kalian tersedak seperti itu? Apa kalian sudah pernah melakukan kegiatan yang biasa kulakukan dengan Jongin oppa?” gadis itu menatap polos pasangan yang ada di depannya.

“Hya! Dasar bocah nakal…ke-kenapa kau bertanya hal seperti itu pada kami” Soojung mendaratkan pukulannya pada lengan Hyunsoo.

“Yakk..Apoo, akan kulaporkan kau pada pihak kepolisian. Kau telah melakukan penganiyayaan pada ibu hamil” ucap Hyunsoo sambil terus mengunyah pizza-nya.

Sementara Minhyuk lagi-lagi hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Hyunsoo dan wanita yang amat dicintainya

4 Jam kemudian

Drrttt Drrrrttt

“Yoboseyo”

“Eo Soo-ya..palli, bantu aku membujuk Yoonwu untuk makan. Saat ini kondisinya sedang drop dan dia tak mau memakan apapun” suara Sujin di sebrang sana terlihat frustasi

“MWO? Bagaimana bisa Yoonwu…” Hyunsoo menutup mulutnya tak percaya

“Eotteokhe, kata appanya dia sudah uring-uringan semenjak 2 hari yang lalu. Sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis itu?!”

“Sujin-ah..tunggu aku disana, aku akan segera ke rumah Yoonwu”

Bip

Hyunsoo bergegas ke kamar untuk bersiap pergi ke rumah sahabatnya itu. Jika sudah begini, terbesit sedikit penyesalan dalam diri Hyunsoo karena telah memberitahukan yang sebenarnya pada Yoonwu.

Next Day

Matahari mulai menampakkan dirinya, pagi ini tak seperti pagi-pagi yang sebelumnya. Seorang gadis tengah terduduk lesu di meja makannya. Semalam Hyunsoo bersama kedua temannya sibuk membujuk Yoonwu untuk makan, usaha mereka tak sia-sia. Yoonwu akhirnya mau keluar kamar dan mengisi perutnya, namun disisi lain ketiga gadis itu merasa miris melihat keadaan Yoonwu saat ini. Dia seperti gadis yang tak mempunyai semangat hidup, sampai saat ini Minhye dan Sujin masih belum mengetahui penyebab Yoonwu menjadi seperti itu. Hubungan Baekhyun masih menjadi sesuatu yang harus dirahasiakan.

Ceklek..

“Hya baboo Shin, ada apa dengan wajahmu”

Hyunsoo membulatkan matanya melihat sosok pria tinggi di depannya. Seperti biasa Shin Jiwoo selalu tak mempunyai sopan santun. Hyunsoo tak habis pikir bagaimana pria itu bisa ‘membobol’ apartementnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hyunsoo

“Aku? Aku mengantarkan Samgyetang buatan imo(ibu Hyunsoo). Dia bilang kau harus banyak makan untuk menjaga keponakanku” Ucap Jiwoo sambil meletakkan panci samgyetang(sup ayam) di meja makan.

“Maksudku, kenapa kau bisa masuk begitu saja di wilayahku?” Hyunsoo memandang kesal Pria yang saat ini tengah duduk disebelahnya.

“Eung..tadi aku bertemu dengan Kai dibawah, aku bilang ingin mengantarkan ayam ini untukmu. Dan dia mengatakan passwordnya begitu saja padaku”

“Ck, Oppa selalu tak bisa membedakan yang mana ular yang mana manusia” desis Hyunsoo

“MWO? Kau bilang apa tadi? Ular? Manusia? Hya! Kaulah yang ular disini. Sudah kubilang aku ini jelmaan malaikat. Jinjja!” Jiwoo menepuk dadanya bangga.

“Aku tau tujuanmu kemari, kau pasti ingin meminjam beberapa DVD yadong milik suamiku kan? Dwetta! Aku sudah membuang semuanya”

Ucap Hyunsoo cuek sambil berjalan menuju sofa ruang tamu, sedangkan Jiwoo hanya bisa menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. Pria itu sudah ketahuan, langkah kakinya mengikuti Hyunsoo untuk duduk di sofa.

“Eung?? Benarkah kau sudah membuang semuanya? Kau bercanda kan?” Jiwoo meloloskan senyuman yang membuat Hyunsoo merinding. Semacam senyuman khas orang bodoh (murni menurut Hyunsoo)

“Ani..untuk apa aku bercanda. Kai oppa sudah tak membutuhkan itu lagi”

“Hya! Kau benar-benar sepupu yang buruk, jika Kai memang sudah tak membutuhkannya setidaknya aku masih membutuhkannya. Aku belum menikah, aisshh…tak punya perasaan. Sebelum kau membuang semua dvd keramat itu, harusnya kau juga memikirkanku. Aku ini namja” rengek Jiwoo

Hyunsoo memutar bola matanya malas. Dia tak habis pikir, mengapa hampir pria seperti itu.

“Eo..mian” sahut Hyunsoo cuek.

Jiwoo menatap kesal wanita hamil yang ada di hadapannya saat ini, pria itu mulai mengeluarkan smartphone dari sakunya.

“Aku akan menghubungi Kai sendiri, aku yakin dia pasti masih mempunyai beberapa video di HP nya. Aku yakin dia bisa mengirimkannya lewat pesan chatting”

“Hya! Andwe!! Kau mau mati huh! Kemarikan..kemarikaann!!!” pekik Hyunsoo saat ia berusaha merebut benda berbentuk persegi panjang itu dari tangan Jiwoo.

Sepasang sepupu itu terlibat aksi saling tarik menarik. Jiwoo merasa tak terima jika Hyunsoo merebut ponselnya, begitu pula dengan Hyunsoo yang tetap kekeuh berusaha merebut ponsel milik sepupunya.

“Aakkhh” rintih Hyunsoo saat Jiwoo berhasil mempertahankan ponselnya, hal itu menyebabkan Hyunsoo sedikit terhempas dalam posisinya. Jiwoo menatap Hyunsoo takut, sejujurnya pria itu takut terjadi sesuatu pada Hyunsoo dan keponakannya.

“Baboo Shin, gwenchana?” Jiwoo mengguncang pelan tubuh sepupunya

“Perutku..apaa(sakit)”

“Eotteokhe” Jiwoo mulai panik dan mengigit jarinya.

Tanpa Pria itu sadari, Hyunsoo sedang terkekeh dibelakangnya. Ya, gadis itu memiliki ide yang bagus untuk membuat keadaan menjadi lebih baik lagi (?)

“Akkhh, aku akan melaporkanmu pada eomma appa dan juga Kai oppa” Hyunsoo masih bertahan dengan ekspresi sakitnya.

“Hya! Jangan lakukan itu padaku, aku..aku sungguh tidak sengaja. Mianhe baboo Shin, aku janji akan membawamu ke rumah sakit”

“Shirreo! Masalahnya tidak bisa selesai hanya dengan seperti itu” sahut Hyunsoo mantap

“Kerom naega eotteokhaji(lalu aku harus bagaimana)?”

“Ajak Yoonwu pergi jalan-jalan dan makan siang” Hyunsoo melipat tangan di depan dadanya, ia tersenyum licik menatap Jiwoo

“MWO? Apa hubungannya? Itu tak masuk akal” Jiwoo memalingkan wajahnya

“Jika kau tak mau, aku akan melaporkan kejadian tadi pada..”

“Arraseo..arratagu..aku akan melakukannya” Jiwoo mengendus sebal menatap Hyunsoo, sedangkan gadis itu justru tersenyum manis menatap sepupunya.

“Aku tau kau sudah menyukai Yoonwu sejak pertama kali kukenalkan kau padanya. Hiburlah dia, saat ini dia sedang terpuruk”

Suasana saat ini mulai serius, sebenarnya Jiwoo sudah sejak lama memendam perasaan untuk Yoonwu. Namun perasaan itu ia buang jauh-jauh karena dia tahu, karena Yoonwu tak pernah mau menatapnya. Jiwoo cukup tau diri tidak dengan lancang memaksa Yoonwu untuk berhenti menyukai Baekhyun. Ia juga tau bahwa Yoonwu sangat ingin bersenang-senang dengan dunia fangirlnya, maka dari itu Jiwoo memilih untuk diam dan menunggu. Ya, menunggu Yoonwu lelah untuk mengabaikannya. Menunggu Yoonwu untuk sanggup menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa biasnya. Menunggu Yoonwu untuk tumbuh menjadi dewasa dan menatap kehidupan. Tapi menunggu itu sungguh menyakitkan, pria itu sebenarnya merasa sakit dalam batinnya. Cintanya yang begitu besar untuk Yoonwu, membuatnya harus mau bersabar suka tak suka. Jiwoo selalu berubah menjadi pria yang dingin saat membicarakan hal ini dengan Hyunsoo, dia tak lagi bertingkah seperti bocah yang menjengkelkan dan ceria.

“Tapi dia tak menatapku sama sekali” Jiwoo tersenyum miris

“Sekaranglah kesempatanmu untuk mendapatkan hatinya dan…”

“Aku pergi, jaga dirimu baik-baik” Pria itu melenggang pergi dan meninggalkan Hyunsoo yang saat ini tengah tersenyum simpul.

“Oppa fighting” bisik Hyunsoo

.

.

.

21 Juni 2014

SM telah mengkonfirmasi hubungan baekhyun dan Taeyeon beberapa hari yang lalu, namun exofans masih merasa shock dengan kabar ini begitu pula dengan Sujin dan Minhye. Kini kedua gadis itu merasa paham dengan penyebab Yoonwu menjadi uring-uringan seminggu yang lalu, dan mereka merasa sangat kecewa dengan Baekhyun. Tapi aneh..sungguh aneh…disaat fangirl Baekhyun sedang menangis meraung-raung karena konfirmasi itu, Yoonwu justru menanggapinya dengan santai. Bahkan saat dia sedang berkumpul dengan ketiga temannya, Yoonwu sama sekali tak mengungkit masalah Baekhyun Taeyeon. Sekarang ketiganya sedang berada di restoran milik Chanyeol.

“Eung, Soo-ya..saat kau mempertemukan kami dengan Oppadeul, kita melewati salah satu lobby yang aneh. Lobby apakah itu?” ujar Yoonwu sambil meminum jus strawberry-nya

“Itu adalah lobby rahasia, tempat dimana para artis SM bebas melakukan apapun tanpa harus takut akan ada kamera pengintai atau sassaeng fans” Jelas Hyunsoo

“Hoaa, daebbak…” seru Minhye

“Yoon-ah apa yang sedang kau lakukan? Mengapa senyum-senyum sendiri seperti itu? Ada apa dengan ponselmu?” kata Sujin sambil berusaha melihat apa yang ada dalam ponsel temannya

“Eyy..itu kan Jiwoo oppa? Apa kau sedang berpacaran dengannya Yoon-ah?” Sujin berusaha menggoda Yoonwu

Hyunsoo menghentikan acara makannya, gadis itu menatap Yoonwu dengan mata berbinar.

“Jeongmall Yoon-ah? Kau berkencan dengan Shin Ji woo?” senyuman Hyunsoo mengembang

“Ani..aku hanya sedang dekat saja dengannya.. kami belum sampai sejauh itu”

“Kotjimal..wajahmu merona. Aigoo, kau sudah dewasa” Minhye mencolek dagu Yoonwu dengan genit.

“Hya..jangan begitu. Eum, Soo-ya saat ini siapa saja yang masih ada di dorm?” Yoonwu berusaha mengalihkan pembicaraan

“Terakhir Jongin oppa bilang, masih ada Chanyeol oppa, Luhan oppa, Jongdae oppa, Baekhyun oppa, dan..”

“Eoh…Baekhyun ada disana? Palli kita ke dorm, kau punya nomor ponsel baekhyun oppa bukan, segera hubungi dia dan katakan aku akan kesana” Yoonwu mulai meringkas barang-barangnya, memasukkan ponsel dan tissue ke dalam tas-nya.

Ketiganya menatap Yoonwu dengan tatapan bingung.

“Yoon-ah, apa yang akan kau lakukan dengan Baekhyun?” Hyunsoo terus mengedipkan matanya

“Tenanglah, aku tak akan berbuat macam-macam. Kajja!”

At Secret Lobby

Ke-empat gadis itu kini tengah berjalan santai. Mereka bersenda gurau di tengah perjalanan menuju dorm Exo. Namun mereka semua berhenti tertawa saat melihat pemandangan itu. Baekhyun berjalan berpapasan dengan Taeyeon, mereka berjalan seperti orang yang tak saling mengenal. Padahal mereka tau betul bahwa di wilayah ini, tak ada kamera pengintai atau apapun itu. Taeyeon terlihat sedang menangis, matanya sembab tapi apa yang baekhyun lakukan? Pria itu hanya diam mematung seperti mayat hidup, dia sama sekali tak mempedulikan Taeyeon yang tengah terisak menahan perih. Pemandangan ini membuat Yoonwu mengepalkan tangannya, dengan berani gadis itu menghampiri Baekhyun. Terlambat bagi ketiga temannya untuk menghentikan langkah Yoonwu, karena saat ini gadis itu tengah berhadapan dengan Baekhyun. Sujin dan Minhye segera mengekori Yoonwu, tapi tidak dengan Hyunsoo..ia malah sedang menatap serius ponselnya saat ini, tak sadar bahwa ketiga temannya sudah berpindah tempat.

“Aku membenci Taeyeon” ucap Yoonwu menatap manik mata lelaki yang saat ini sedang berada dihadapannya.

“Aku sangat membenci Kim Taeyeon hingga aku ingin membunuhnya, kau tau?” desis Yoonwu dan itu membuat Baekhyun menatap gadis itu.

“Kim Taeyeon adalah wanita tak tau diri yang pernah aku tahu, dia adalah penghianat. Itulah reaksi pertamaku saat mengetahui status hubungan kalian. Tapi kemudian aku sadar, jatuh cinta bukanlah suatu kesalahan. Oppa, kita memiliki perasaan yang sama. Mungkin saja aku mencintaimu seperti kau mencintai Taeyeon eonni. Bukankah hebat, jika kita dapat menjadikan bias sebagai pacar kita? Tentu saja aku takkan menyia-nyiakan kesempatan itu”

Baekhyun masih setia mendengar penuturan dari Yoonwu.

“Kekecewaanku terhadap Taeyeon sangatlah besar, tapi tidak lebih besar dari pada kekecewaanku padamu. Aku pikir aku telah salah mengidolakan seseorang, kemana Byun Baekhyun yang selalu memuja Taeyeon? Kemana Byun Baekhyun yang selalu berusaha mendekati Taeyeon?”

“Hya!” pekik Yoonwu, kilatan emosi terlihat pada sorot matanya yang tajam

“Apa yang kau lakukan sebagai pria saat melihat wanita yang kau cintai menangis sampai seperti itu? Mengapa kau hanya diam saja? Apa Byun Baekhyun yang sebenarnya adalah seorang pengecut? Oh tuhan” erang Yoonwu frustasi

“MWO?” Baekhyun mulai terpancing emosinya

“Harusnya kau mengejarnya Byun Baekhyun-sshi! Kejar dia, hentikan air mata yang mengalir dipipinya. Kau tau? Taeyeon sudah banyak dibully di dunia maya, dia bahkan sudah berusaha meminta maaf tapi kau apa?? Setidaknya kau harus tetap berada disampingnya dan menjadi tumpuannya. Biarkan dia menangis dalam pelukanmu. Jika kalian berpacaran, itu bukanlah suatu kesalahan. Ini semua tentang kecorobohan kalian karena dispatch berhasil mengambil gambar pada malam itu. Kalian hanya pasangan yang ceroboh bukan terlarang. Berhentilah bersembunyi oppa dan tetaplah menjadi sandaran bagi Kim Taeyeon. Begitulah tugas seorang pria”

“Yoonwu-ya..gomawo, jeongmall” Baekhyun menatap Yoonwu dengan mata berbinar. Kini dia tau apa yang harus dilakukannya

“Palli!” seru Yoonwu sambil tersenyum manis ke arah biasnya.

Baekhyun mulai berbalik melangkah pasti dengan perlahan, kemudian berlari dengan perasaan yang optimis. Ya, pria itu harus memperjuangkan apa yang sudah dimilikinya. Membuat bias jatuh dalam pesonamu bukanlah perkara mudah. Siapapun yang ada di posisi baekhyun pasti akan mempertahankannya.

“Yoon-ah..neo gwenchana?” telapak tangan Minhye menyentuh dahi yeoja itu

“Yoon-ah apa ini benar-benar kau?” Sujin terus mengedipkan matanya

“Eyyhh…aku baik-baik saja” Yoonwu menyingkirkan tangan Minhye dengan kasar

“Eo..mana Hyunsoo?” Yoonwu memutar kepalanya untuk mencari Hyunsoo. Ketiga gadis itu baru menyadari bahwa Hyunsoo menghilang, selalu saja seperti ini. Menghilang secara tiba-tiba

“Kajja, kita pulang. Hyunsoo mengirim pesan padaku bahwa gadis itu saat ini sudah ada di apartement” ucap Sujin sambil menatap layar ponselnya

“Aaiisshh gadis itu benar-benar tak mengerti keadaan” kata Minhye frustasi

(Saatnya play tune lagunya Taeyang Eyes Nose Lips atau Britney Spears Everytime)

Hyunsoo Pov

Tatapan mataku masih kosong, separuh jiwaku terasa melayang. Berkali-kali aku berpegangan pada tembok agar tidak terjatuh. Langkah kakiku terseok-seok menuju apartementku

Ceklek

Kubuka pintu apartement dan muncullah seorang pria yang telah membuatku seperti ini.

“Surprise!! Aku sengaja pulang lebih cepat agar kita bisa bersama”

Jongin tersenyum ceria menatapku, pria itu tak tau apa yang sedang kurasakan saat ini. Tuhan, bahkan saat ini menatapnya terasa begitu menyakitkan. Menyadari tatapan sendu dariku, kaki jenjangnya mulai berjalan ke arah ku. Jongin menuntun jalanku dengan telaten.

“Ada apa denganmu hm?” bisiknya

“Lepaskan aku!” ujarku sambil menghempaskan tangannya dengan kasar

“Kau kenapa? Apa aku melakukan sesuatu yang salah?”

Aku segera memnyentuh beberapa aplikasi dalam benda berbentuk persegi panjang itu dan menyerahkan dengan kasar pada suamiku. Dia mulai membaca apa yang ada di dalam sana.

“ ‘Yoon Bomi dan Kai exo berkencan’ Jadi karena ini kau marah padaku? Ayolah nyonya Kim, ini hanya rumor”

Aku mengambil kembali ponselku dari tangannya

“Ani..ini bukan hanya sekedar rumor untukku. Kim Jong In-sshi, aku ingat betul di malam sebelum Kris oppa mengajukan gugatannya, kau mendatangi cube Ent. Tanggal 14 Mei, malam itu apa yang kau lakukan di Cube Ent..itu jelas bukan urusan pekerjaan”

“Soo-ya, aku tidak…”

1908314_770761109634670_5305784695670370148_n

Ucapannya terhenti setelah aku menunjukkan gambar itu padanya, ya aku masih menyimpan gambar itu di ponselku. Mereka yang memotret Kai pada saat itu adalah teman-teman exofansku.

“Aku punya bukti suamiku” aku memejamkan mata saat mengatakan ‘suamiku’. Entah mengapa rasanya semakin sakit. Butiran Kristal lolos begitu saja dari mataku, aku rasa ini bukan tangisan. Ini adalah air mata yang keluar begitu saja

“A-aku bisa menjelaskan semuanya. Ini tak seperti yang kau pikirkan, aku..”

“Malam itu kau berbohong padaku. Kau bilang ada latihan dan manager tak mengijinkan untuk keluar, tapi nyatanya apa? KAU MALAH MENEMUI BOMI! Dan tidak menemaniku disini, kau…kau membiarkan aku sendiri op-pa” suaraku mulai tercekat. Rasanya terlalu sakit hingga aku tak mampu untuk menangis terisak

“Aku melakukannya demi kebaikan, kumohon percayalah padaku. Pada saat itu aku sengaja berbohong padamu untuk menyelesaikan semuanya. Yoon Bomi adalah mantan pacarku sebelum kita dijodohkan Soo-ya, saat itu kami putus karena dia tak tahan dengan sifatku dan segala kekuranganku. Awalnya aku merasa sulit untuk melupakannya, namun aku berusaha untuk tidak lagi menghubungi Bomi noona. Perlahan aku mulai bisa melupakannya, apalagi setelah bertemu denganmu aku semakin mantap untuk tak melihatnya lagi. Namun 2 bulan setelah kita menikah, Bomi noona kembali menghubungiku. Dia tak tahu tentang pernikahan kita, noona kembali mendekatiku. Dia bilang, dia sudah terbiasa denganku. Itu sebabnya aku menemui noona untuk menjelaskan tentang pernikahan kita”

“Apa hanya itu?” lirihku, sebenarnya sejak tadi aku terus menatap matanya. Aku tau masih ada hal yang belum ia ungkapkan. Bagaimanapun juga aku adalah mahasiswa jurusan psikologi, walaupun saat ini aku sedang cuti kuliah tapi sedikit banyak aku menyerap ilmu psikologis manusia.

“Mwo?” Jongin mengerutkan dahinya

“Katakanlah yang sejujurnya padaku, jeball. Aku tau masih ada yang belum kau ungkapkan. Apa saja yang terjadi antara kau dan Yoon Bomi malam itu”

“Soo-ya aku sudah mengatakan semuanya dan..”

“Kumohon jangan bohongi aku lagi oppa” mataku kembali terpejam untuk beberapa detik, membiarkan air mata ini mengalir bagaikan sungai

“Aku..aku menciumnya..ciuman perpisahan”

Deg

Hatiku terasa disambar petir dengan kekuatan yang maksimal. Tubuhku hampir merosot jatuh ke lantai jika saja Jongin tak menahanku. Aku merasa benar-benar ingin mati saja sekarang, seandainya Tuhan mau berbaik hati dan membawaku ke dalam dekapannya..aku janji tak akan menyia-nyiakan hal itu.

“Jika kau masih mencintainya, mengapa kau mau menikahiku dan menanamkan benih ini di rahimku?” aku manatapnya nanar. Dapat ku lihat bahwa Jongin sendiri saat ini sedang menahan diri untuk tidak menangis.

“Aku minta maaf Soo-ya, jeongmall mianhe. Justru aku melakukan itu semua agar dia bisa merelakanku, aku melakukannya dengan terpaksa Soo-ya..karena itu permintaan terakhir noona”

“Lalu…jika wanita itu menyuruhmu untuk tidur dengannya sebagai tanda perpisahan, apa kau juga akan menurutinya?” hatiku begitu teriris saat mengatakan hal itu, aku merasa setelah ini mungkin akan lebih baik untuk menjadi single parent

“Ani..tentu saja tidak begitu, aku benar-benar mencintaimu Soo-ya. Jeongmall…aku minta maaf karena telah berbohong padamu dan mencium Bomi. Tapi itu semua kulakukan demi kebaikan, sekarang bahkan Bomi sudah memiliki kekasih dan kami sudah tidak berhubungan lagi”

“Oppa..” aku tersenyum menatapnya namun tidak pada hatiku. Air mataku mengalir deras walaupun aku sedang tersenyum.

“Kumohon tinggalkan aku dan anakku. Aku sudah tak bisa mengandung lagi, biarkan hak asuh anak kita ada padaku. Kau bisa menemui anak ini kapanpun kau mau, Bomi…kau bisa kembali pada Yoon Bomi dan carilah kebahagiaanmu sendiri” aku berbicara bagaikan mayat hidup, tak ada teriakan, isakan atau apapun itu. Hatiku terlalu sakit untuk berteriak, terisak atau menamparnya.

“Andwe..kumohon jangan lagi…kumohon jangan tinggalkan aku Hyunsoo, aku mencintaimu. Aku janji tak akan terulang lagi. Kumohon, berilah aku kesempatan. Kumohon”

Jongin kembali bersimpuh di hadapanku, aku menatapnya nanar. Perlahan tanganku menyentuh perutku yang sudah mulai sedikit membuncit.

‘Aegi-ah..maafkan eomma, maafkan eomma yang tak mampu untuk hidup bersama appamu lagi. Maaf jika suatu saat nanti kau harus hidup tanpa kasih sayang seorang ayah’ bisikku dalam hati

To be continue~

‘I make belive that you are here. It’s only way that I see clear. What have I done? You seem to move on easy’ —- Kim Hyun Soo

6 thoughts on “Ooppss!! Chapter 14

  1. wahh ceritanya smakin mnarik.. bikin pnasaran
    jdi tambah pngen tau endingnya gmna
    n pria mcam apa yg brani kasar sma prempuan tmbah lgi dia itu istrinya.. n skarang mlah brbohong walau cuma u/ kbaikan tp sharusnya harus saling terbuka parahnya dgn adanya ciuman
    haduhh parah tu co
    tpi tetep critanya daebaaakkk chingu
    next ya chingu klanjutannya…

  2. Pas cerita fans baekhyun bner” labil bngt deh, itu mnceritakan fans yg msih labil yg marah” pas tau tae pcran sama baek,.
    Heolll mau bunuh diri jga ttep ga ada gunanya, ga ada yg tau tentang siapa takdir kita, cukup sebatas fans aja jgn berlebihan.

    Parah tuh yg kai ketemu bomi,, kasian kan istrinya lgi hamil.

  3. ff’y semakin bagus aja. masa kai sama hyunsoo’y pisah sih? jangan dong.. ditunggu next chapter’y ya.. keep writing buat author’y..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s