Ooppss!! Chapter 13

Cast: Shin Hyun Soo / Kim Hyun Soo (OC), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: PG 17! | Length: Chaptered | Author: Mrskim88 (@alsaalz) | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Untitled-1

Happy Reading ^^

Author Pov

Jam sudah menunjukkan puku 07:00 KST, sinar mentari telah memasuki beberapa ruangan yang ada dalam sebuah apartement. Terlihat seorang gadis sedang sibuk dengan peralatan dapurnya, gadis itu terus mengaduk bubur hangat yang saat ini masih belum matang total.
Sudah seminggu sejak Hyunsoo diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sejak saat itu pula Jongin menjadi 2 kali lipat lebih protektif terhadap sang istri. Hyunsoo sebenarnya agak terganggu dengan jadwal padat suaminya, Jongin sekarang jarang berada di apartment karena kesibukan tour konser TLP di beberapa Negara. Dan pagi ini terasa spesial bagi Hyunsoo, karena pria itu semalam menginap disini. Membayangkan reaksi suaminya yang barusan bangun tidur dan menyantap bubur buatannya, membuat Hyunsoo terus tersenyum di sela-sela acara memasaknya.

“Soo-ya..hoaaamm..apa yang sedang kau lakukan?”

Pria itu tengah memandang sang istri yang saat ini sibuk menata makanan di meja.

“Eo..aku hanya sedang membuatkanmu bubur. Bukankah tadi pagi kau kembali mengalami morning sickness?” ujar Hyunsoo terkekeh

Jongin merasa malu karena perkataan sang istri, ia menggaruk tekuknya yang tidak gatal. Jongin merasa dialah yang hamil disini.

“Kau tak usah malu oppa, duduklah..aku sengaja membuatkan bubur ayam agar perutmu terasa nyaman”

Namja itu mulai menempatkan diri duduk di kursi. Ia memandang bubur ayam itu sejenak kemudian menatap Hyunsoo yang juga sedang duduk di hadapannya, dengan peluh yang sedikit mengalir di dahi gadis itu.

“Kau tak perlu melakukan ini semua. Kita bisa membeli bubur di luar, kemarilah..duduklah disampingku”

Pria itu mempersiapkan kursi disebelahnya untuk sang istri. Hyunsoo melangkahkan kakinya menuju kursi yang telah disiapkan Jongin. Kini dia tengah duduk menatap manik mata sang suami.

“Lain kali jangan terlalu lelah sampai seperti itu. Aku tak menyukainya, kau harus menjaga dirimu yeobbo” ucap Jongin sambil menghapus peluh yang ada pada dahi sang istri dengan tangannya.

Hyunsoo terus mengejap-ngejapkan matanya melihat perlakuan sang suami saat ini. Jantungnya, berdegup lebih kencang dari pada biasanya. Gadis itu hanya bisa diam meresapi apa yang saat ini sedang menyerang bagian kecil dari perasaannya.

Chup~

Jongin mencium sekilas bibir istrinya. Tindakan Kai barusan membuat Hyunsoo tersadar dari lamunannya. Gadis itu mulai menyantap buburnya, begitupula dengan Kai.

“Bukankah hari ini kau harus memeriksakan kandunganmu?” Tanya Jongin

“Eo..ini pertama kalinya aku memeriksakan kandunganku. Dokter Im bilang hari ini aku akan di USG, itu membuatku agak gugup”

“Benarkah? Aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit” ujar Jongin dengan wajah berbinar

“Dan kau akan diburu oleh natizen begitu? Jangan bercanda oppa”

Hyunsoo menatap sang suami dengan wajah datarnya.

“Mian..maafkan aku karena tak bisa menjadi suami yang sempurna untukmu”

Jongin kembali murung bila mengingat kenyataan bahwa pernikahan mereka harus disembunyikan. Pikirannya kembali melayang pada saat dimana ia harus bersembunyi di dalam kamar mandi, saat beberapa perawat membawa Hyunsoo ke rumah sakit. Entah mengapa hatinya menjadi tersayat jika mengingat kejadian itu. Matanya kembali berkaca-kaca dan membuat Hyunsoo merasa bersalah. Gadis itu merasa bersalah karena secara tidak langsung, ia telah membuat Jongin kembali merasa tak berdaya. Tangan mungil-nya mulai menangkup wajah Jongin, memberi sedikit ketenangan pada pria itu melalui senyuman tulus.

“Gwenchana oppa, kau bisa mengantarkanku sampai depan rumah sakit dengan sedikit penyamaran”

“Tapi kau harus membawa foto hasil USG nya ne?”

Hyunsoo tersenyum dan mengangguk singkat menanggapi usulan pria itu

Ekspresi Jongin mendadak berubah, dari yang tadinya murung kini menjadi antusias. Dalam masa kehamilan Hyunsoo memang unik. Jongin-lah yang sering mengalami masa ngidam dan mual, emosinya juga kadang tidak stabil dan selalu berubah-ubah. Dalam kasus ini, para member exo-lah yang disusahkan. Mereka harus rela selalu mengalah pada Kai, bahkan Sehun yang terkenal dengan sifat kekanak-kanakannya mendadak luluh jika Kai sudah meloloskan puppy eyes-nya. Kai selalu meminta hal-hal yang tidak masuk akal pada memberdeul. Dari mulai meminta Sehun untuk minum bubble tea di tengah malam, meminta baekhyun untuk memeluk kepalanya selama 12 menit, sampai meminta Chanyeol untuk menari sexy ala Hyuna. Tentu saja mereka semua menuruti apa mau Kai dengan dalih bahwa Kai adalah maknae dan ia juga sedang mengidam. Namun itu semua tak terjadi jika pria itu sedang bersama Hyunsoo, memang mood-nya gampang berubah tapi tak separah jika ia sedang bersama dengan para member. Saat bersama Hyunsoo Kai lebih sering melakukan skinship dengan gadis itu dan menjadi suami yang protektif.

“Soo-ya, apa kau sudah mengurus berkas-berkas cuti kuliah mu? Kau harus istirahat di rumah. Aku juga tak ingin kau bertemu dengan gadis yang bertengkar denganmu itu. Dia mungkin akan menyerangmu jika kau berangkat ke kampus” ujar Kai dengan nada was was

“Eo..appaku yang akan mengurus semuanya. Kau tenang saja oppa, aku tak akan muncul dihadapannya. Aku tak ingin membahayakan bayiku”

“Baiklah, aku akan segera mandi untuk bersiap-siap” ucap Jongin
.
.
.
“Kau yakin akan menggunakan pakaian itu?”

Jongin menatap istrinya dengan tatapan tidak percaya. Pria itu tak menyangka jika hyunsoo akan menggunakan hotpant, kaos kebesaran yang polos, sepatu kets, dan juga jaket yang senada dengan kaosnya. Benar-benar bukan pakaian yang pantas dikenakan oleh ibu hamil yang akan memeriksakan kandungannya.

“Otte? Bukankah ini terlihat keren?” ucap gadis itu sambil menambahkan kalung, mengenakan kaca mata dan menggunakan topinya.

“Kau tidak terlihat seperti ibu hamil Hyunsoo, kau terlihat seperti gadis berusia belasan tahun”

Hyunsoo mengimpoutkan bibirnya saat mendengar ucapan Kai. Ia menatap sang suami sambil melipat tangan di depan dada.

“Kau lupa tuan Kim, aku masih 19 tahun”

“Hehehe, maafkan aku..aku melupakannya” sahut Kai

“Kau juga begitu, kau tak terlihat seperti seorang suami yang mengantarkan istrinya untuk memeriksakan kandungan”

Hyunsoo menatap Jongin dari atas ke bawah, sama halnya dengan Hyunsoo. Pria itu juga menggunakan sepatu kets, kaos hitam polos dan juga celana jeans.

“Kau lupa nyonya Kim, aku juga masih 21 tahun” ucap Jongin sambil mengamit tangan Hyunsoo.

Mereka tertawa bersama jika mengingat usia mereka yang sebenarnya. Keduanya merasa masih sangat muda untuk memiliki bayi, namun keduanya juga bersyukur karena Tuhan memberikan kebahagian yang terlalu dini untuk mereka. Memiliki bayi di usia muda merupakan kebanggaan tersendiri bagi pasangan muda ini.

“Jaga dirimu baik-baik, 3 jam lagi aku akan berangkat ke Hongkong. Tapi aku janji lusa kami akan tiba di Korea, aku akan menginap di apartement” ucap Jongin setelah mereka sampai di depan rumah sakit.

Saat ini mereka masih berdiri di samping mobil sedan milik Kai, tentu saja pria itu menggunakan penyamarannya. Ia menggunakan topi dan masker khas orang yang terkena flu.

“Ne oppa, aku menunggumu”

Hyunsoo kembali tersenyum saat Kai menundukkan tubuhnya, mensejajarkan wajahnya dengan perut Hyunsoo.

“Aegi-ah..maafkan appa harus meninggalkanmu dan eomma mu lagi ne. jangan terlalu sering menendang perut eommamu saat appa tak ada. Eomma mu sering sulit untuk tidur jika kau terus menendang seperti itu. Appa menyayangimu, saranghae” kata Jongin sambil membelai perut istrinya dan mengecup singkat perut itu
Tangan Jongin yang sejak tadi menempel pada perut Hyunsoo, merasakan ada pergerakan di dalam sana seolah merespon apa yang telah dikatakannya. Jongin dan Hyunsoo tersenyum karena respon yang telah diberikan oleh bayi mereka. Pria itu mengecup dahi istrinya dengan penuh sayang.

“Aku pergi dulu, jangan lupa kirimkan foto USGnya lewat pesan chatting. Aku benar-benar menantikannya nyonya Kim”

“Siap oppa”

Hyunsoo mengulum senyumannya setelah melihat mobil Kai melaju pergi meninggalkannya.Tanpa mereka sadari sepasang mata telah mengamati pemandangan itu sejak tadi. Saat Hyunsoo keluar dari mobil bersama pria misterius, saat pria itu berbicara di depan perut Hyunsoo, saat pria itu mencium kening Hyunsoo dengan penuh sayang.

Hari ini adalah hari pertama ayah Minhye dipindahkan tugasnya menjadi dokter di rumah sakit Kwanghee. Sebelumnya beliau adalah dokter spesialis bedah di rumah sakit daerah Iksan, namun karena ada perubahan jadwal dinas para dokter, ayah Minhye kini bertugas di rumah sakit Kwanghee. Itu sebabnya Minhye datang kemari untuk mengantarkan beberapa berkas milik appanya yang tertinggal di rumah. Namun saat gadis itu berniat untuk pulang, ia melihat pemandangan yang sangat mengejutkan dan membuat jantungnya hampir berhenti. Shin Hyun Soo…teman yang selama seminggu menghilang dan tak bisa dihubungi, kini sedang berdiri tegap tak jauh darinya. Ternyata dugaan Minhye dan teman-temannya tidak meleset, Hyunsoo memang memiliki hubungan spesial dengan seorang pria. Berkali-kali Minhye memicingkan mata, mencoba mengenali pria misterius itu namun hasilnya nihil. Pria itu mengenakan topi dan masker, sangat sulit untuk mengenalinya. Ia melihat Hyunsoo masuk ke dalam rumah sakit dan memutuskan untuk mengikutinya.
Sekali lagi, Minhye kembali merasa shock saat Hyunsoo bergabung dengan ibu-ibu hamil itu. Ya, Hyunsoo mendaftar antrian pada klinik spesialis kandungan.

“Nyonya Shin Hyun Soo” ucap perawat disana

“Ne”

Hyunsoo mulai berdiri merasa namanya disebutkan.

“Chogio..haksaeng, apa kau yakin tidak salah mengambil nomor antrian? Ini spesialis kandungan” ujar seorang perawat

Hyunsoo tersenyum kaku menanggapi ocehan suster itu, ia sendiri juga merasa malu dengan bisikan ibu-ibu hamil di sekitarnya yang membicarakan seolah-olah gadis itu hamil di luar nikah.

“Ne, aku sudah hamil 18 minggu” jawab Hyunsoo kikuk

Perawat itu menutup mulutnya dan menunduk dihadapan Hyunsoo, untuk meminta maaf. Sedangkan Minhye yang mendengar perkataan Hyunsoo barusan langsung merasa lemas seketika. Ingin sekali ia menghampiri Hyunsoo dan meminta penjelasan namun niat itu sengaja ia urungkan. Minhye memutuskan untuk segera mengucir rambutnya, mengenakan kacamata hitam yang ada di tas nya, dan mulai menggambar tai lalat di sudut bibirnya. Minhye menyamar untuk mengikuti Hyunsoo dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Gadis itu berhasil mengikuti Hyunsoo yang kini tengah berjalan menuju lift apartement. Minhye juga berhasil mendengarkan pembicaraan Hyunsoo yang sedang menghubungi seseorang di sebrang sana.

“Eo oppa, foto USG bayi kita apa sudah terkirim?”

“….”

“Ne, aku akan meminum susunya secara teratur”

“….”

“Dokter Im bilang aku tidak boleh terlalu stress dan harus makan makanan yang bergizi. Beliau juga memberikan suplemen penambah darah untukku”

“….”

“Arraseo, aku tak akan ke bandara untuk menunggu exo pulang dari Hongkong” kata Hyunsoo sambil mengimpoutkan bibirnya

“….”

“Mwoya? Aku juga tidak bisa pergi ke acara music bank hari sabtu besok? Hya oppa! Aku juga ingin melihat Exo tampil”

“….”

“Ne, aku akan mengutamakan jagoan kecil kita”

“…”

“Nado Saranghae oppa” hyunsoo tersenyum lebar setelah menutup telefonnya.
Minhye merasakan jantungnya berdegup kencang. Perasaan marah, kecewa dan terkejut bercampur menjadi satu. Apalagi setelah ia masuk ke dalam lift yang sama dengan Hyunsoo, hanya ada mereka berdua di dalam lift itu. Perasaan Minhye yang menggebu-gebu tiba-tiba saja luluh saat Hyunsoo mengeluarkan foto hasil USG bayinya, Hyunsoo membelai perutnya dengan lembut sambil menatap foto itu.

“Aegi-ah, apa kau menginginkan Curry Ramyun? Baiklah, kau harus bersabar ne…nanti sore eomma akan membelinya. Mian, tapi saat ini eomma sangat lelah”

Ting

Pintu lift mulai terbuka, Minhye sengaja berjalan berlawanan arah dengan Hyunsoo. Namun diam-diam gadis itu bersembunyi dibalik dinding tembok, untuk mengetahui dimana tempat tinggal Hyunsoo yang sebenarnya.

“Nappeun, apa kau tak bisa menyuruh pria itu untuk membelikan sesuatu? Mengapa kau harus membelinya sendiri?! Bagaimanapun juga pria itu adalah ayah dari bayimu, sudah menjadi tugasnya untuk memenuhi keingananmu saat mengidam”

Minhye berbicara sendiri sambil menghapus tai lalatnya dan melepas semua penyamarannya. Gadis itu segera mengeluarkan benda berbentuk persegi panjang, dan menyentuh beberapa aplikasi yang ada di dalamnya. Minhye melakukan panggilan Video yang terhubung pada kedua temannya.

“Kutunggu kalian di depan gedung SM, aku tau dimana Hyunsoo berada dan apa alasannya menghilang selama seminggu ini” ucap Minhye

“MWO?” pekik Sujin dan Yoonwu bersamaan

“Ne, cepatlah aku sudah menunggu kalian. Assshh cham, bawakan juga Curry ramyun satu porsi saja”

“Hya! Kau menyuruh kami untuk membawakan makanan untukmu huh?” ujar Yoonwu

“Ani! Itu bukan untukku, kalian akan tau setelah bertemu denganku. Ingat! Jangan lupa curry ramyun-nya ne!”

“Arraseo, kami akan kesana”
Ucapan Sujin barusan mengakhiri panggilan video mereka.
.
.
.
“Kau yakin Hyunsoo tinggal di apartement ini?”

Pandangan Sujin menyapu beberapa pintu yang terdapat disini.

“Eo..dan yang kutahu, Hyunsoo sedang hamil 18 minggu”

“MWO?”

Sujin dan Yoonwu kemabali terkejut secara bersamaan, sedangkan Minhye hanya menatap datar mereka berdua.

“Apa Hyunsoo sudah menikah dibelakang kita?” sahut Yoonwu

“Ani, kurasa belum. Firasatku mengatakan Hyunsoo dan pria itu hanya tinggal dalam satu atap, mereka seperti menjalani kehidupan sex bebas” kata Minhye sambil memijat pelipisnya

“Hya! Darimana kau tau? Bisa saja mereka menikah tanpa sepengetahuan kita”

Sujin melipat tangannya di dada.

“Aku tadi melihat pria itu dan Hyunsoo di depan rumah sakit. Pria itu mengantarkan Hyunsoo hanya sampai depan rumah sakit saja. Dan pakaian yang mereka kenakan bukanlah seperti pakaian suami istri. Hyunsoo hanya menggunakan hotpant, kaos, jaket dan sepatu kets. Sedangkan pria itu hanya menggunakan kaos, celana jeans dan juga sepatu kets. Sepertinya pria itu juga seorang mahasiswa. Biasanya jika orang yang sudah menikah, si wanita akan menggunakan dress ala ibu hamil. Dan si pria akan menggunakan setelan kemeja seperti orang yang akan berangkat ke kantor. Itu yang biasa kulihat di drama-drama”

Penjelasan Minhye barusan sukses membuat Sujin dan Yoonwu ingin menendang gadis itu hingga ke galaxy. Bagaimana bisa Minhye mengambil kesimpulan berdasarkan drama?!

Sujin menghela nafas kasar dan memandang Minhye dengan tatapan kesal.

“Tadinya aku berpikir bahwa kau itu cerdas karena telah berhasil menemukan Hyunsoo, tapi mendengar perkataanmu barusan. Aku akan segera menarik kembali hal baik yang sudah kupikirkan terhadapmu Song Min Hye”

Mendengar hal itu, Minhye hanya bisa mengimpoutkan bibirnya.

“Dwetta(Sudahlah) Minhye-ya, apa kau mengenal Pria itu?” Tanya Yoonwu

“Ani, pria itu menggunakan topi dan masker khas orang flu. Jadi aku tak bisa mengenalinya”

“Lalu untuk apa Curry ramyun ini?”

Yoonwu kembali mengajukan pertanyaan sambil mengangkat sebuah kantong plastik.

“Kalian akan tau, setelah ikut denganku. Kajja!”.
.

Ting Tong

Hyunsoo berjalan malas menuju monitor di dekat pintu apartment, gadis itu membelalakkan matanya saat melihat siapa menekan bel.

“Hya Shin Hyun Soo! Aku tau kau melihat kami! Palli, bukalah pintunya” ucap Minhye dengan tatapan menusuk, diikuti oleh Sujin dan Yoonwu.

Hyunsoo meringis saat dengan perlahan tangannya membukakan pintu untuk ke tiga gadis itu.

Ceklek..

“A-anyeong” lirih Hyunsoo

“Kau tak mengijinkan kami masuk?” kata Yoonwu sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Eo..silahkan masuk”

Hyunsoo mulai memberi jalan untuk ketiga temannya. Ketiga gadis itu memutar pandangan mereka pada apartement ini. Sebuah apartement yang hanya memiliki satu kamar, ruang tamu, dapur, meja makan dengan konsep simple dan minimalis. Kesan pertama mereka tentang apartement ini adalah, simple namun elegan.

“A-aku bisa menjelaskan semuanya” ucap Hyunsoo sambil meremas ujung kaosnya.

“Kau bisa menjelaskan semuanya setelah kau makan ini”

Minhye menyerahkan curry ramyun pada Hyunsoo, sedangkan gadis itu memandang Minhye dengan tatapan bingung.

“Aku tau anakmu menginginkannya, makanlah itu dan jelaskan semuanya pada kami. Apa yang sebenarnya terjadi” Minhye menatap datar Hyunsoo, sedangkan Yoonwu dan Sujin hanya bisa menganggukkan kepala mereka. Keduanya kini paham, apa maksud Minhye dengan menyuruh mereka untuk membawakan Curry ramyun.

“Gomawo, chingu-ya” sahut Hyunsoo dengan senyuman merekah
.
.
.
“MWO???” pekik ketiga gadis itu setelah mendengar penjelasan dari Hyunsoo.

Setelah Hyunsoo menghabiskan makanannya, gadis itu menjelaskan tentang pernikahan tersembunyinya dengan Kai exo. Seperti dugaan Hyunsoo, mereka bertiga menganggap Hyunsoo sudah gila.

“Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa masuk ke kamar. Disana ada foto pernikahan kami dan beberapa foto selca kami!” Hyunsoo bersungut-sungut, Ia kesal dengan ketiga temannya yang menganggap seolah-olah Hyunsoo adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur dari kamarnya.

“Ouhh…sesange, Soo-ya..kau..Daebbak!!!” ucap Yoonwu sambil membawa pigura yang di dalamnya berisi foto pernikahan Jongin dengan temannya.

“Apa kau yakin ini bukan editan?” kata Sujin sambil memandangi foto itu dengan kagum

“Hya! Kau pikir aku adalah wanita gila yang terobsesi pada artis huh?”
Hyunsoo kembali kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Sujin.

“Kami perlu bukti lebih..kau harus membawa Kai oppa kemari” kata Minhye

“Untuk sekarang itu tidak mungkin, karena oppa akan segera berangkat ke Hongkong. Tunggu..aku mungkin bisa melakukan panggilan video, oppa berangkat 1 jam lagi” ujar Hyunsoo sambil menyentuh beberapa aplikasi dalam tabletnya.

“Eoh..pallii! lakukan sekarang”

Yoonwu mulai antusias dan menempatkan diri duduk di sebelah Hyunsoo, diikuti oleh Minhye dan Sujin.

“Oppa!”

Sambungan mulai terhubung dengan Kai, ke-empat gadis itu kini bisa melihat wajah Kai dengan jelas melalui pesan video.

“Eo Soo-ya..ada apa? Apa kau memerlukan sesuatu?” ucap Kai, sebenarnya namja itu merasa aneh dengan tatapan para gadis yang saat ini sedang berdekatan dengan istrinya.

“Ani..kapan pesawatnya akan take off?” ucap Hyunsoo santai, sedangkan ketiga temannya hanya diam membisu. Mereka terlalu shock untuk sekedar menyadari bahwa ini bukan mimpi.

“Eung? Sebentar lagi. Soo-ya apa kau sudah meminum suplemenmu? Bagaimana dengan susunya? Kau harus meminumnya dengan teratur”

Hyunsoo terkekeh melihat tatapan Jongin saat ini, terkesan bahwa Jongin seperti ahjumma yang cerewet terhadap anaknya.

“Ne oppa, aku akan segera meminumnya”

“Jadi kau belum meminumnya?” tatapan Jongin berubah mengintimidasi

“Arra..aku akan meminumnya. Eo, oppa..sebenarnya alasan mengapa aku menghubungimu karena teman-temanku mengira bahwa aku gila. Mereka tak percaya jika aku menikah denganmu, makanya aku menghubungimu. Tapi sekarang malah mereka seperti mayat hidup saat melihatmu” Hyunsoo menatap ngeri ke arah teman-temannya.

“Hahaha..begitukah? sepertinya aku harus memperkenalkan diri pada teman-temanmu. Annyeong, Kim Jong In imnida, bangapta” ucap Jongin dengan senyuman yang masih setia bertengger pada wajah tampannya.

“Aiisshh….mereka bahkan terlalu shock untu menjawab salam mu oppa. Biarkan saja, yasudah hanya itu yang mau kubicarakan. Hati-hati ne, dan cepatlah kembali. Aku dan anakmu merindukanmu, saranghae”

“Kekekeke, nado saranghae”

Bip

Sujin mengejap-ngejapkan matanya, ia menepuk pipinya dengan kasar guna meyakinkan bahwa ini bukan mimpi.

“Soo-ya..k-kau benar-benar menikah dengannya”

Perlu usaha yang cukup keras untuk Yoonwu mengucapkan kalimat itu, tentu saja ia masih sangat shock
Dari rekasi ketiga teman Hyunsoo, reaksi Minhye-lah yang paling menakutkan (murni menurut Hyunsoo). Minhye berteriak histeris dan langsung memeluk Hyunsoo, yang membuatnya tambah mengerikan adalah….gadis itu menciumi pipi Hyunsoo karena saking senangnya. Jika saja tindakan Minhye tidak segera dihentikan oleh Sujin dan Yoonwu, mungkin saja Hyunsoo sudah pingsan karena menahan jijik. Ayolah, Hyunsoo masih cukup normal untuk dicium oleh seorang gadis seperti Minhye. Hyunsoo segera mengelap pipinya dengan bantal yang ada di sofa.

“Song Minhye kau sudah gila!” pekik Hyunsoo kesal

“Hehehe..mian, aku hanya terlalu senang. Kau benar-benar luar biasa. Uri Soo jjang!!” Minhye masih menampakkan senyum bodohnya.

“Ehem..Soo-ya, itu berarti anak itu..adalah….”

“Ne..ini adalah buah cintaku dengan Kai oppa” Hyunsoo menyela ucapan Sujin dengan mata berbinar.

“Hooh…itu berarti kau sudah melakukannya dengan Kai oppa?!” Yoonwu membulatkan matanya.

“Tentu saja..bukankah itu yang biasa dilakukan oleh suami istri?!”

Hyunsoo menjawabnya dengan santai, tak ada rona merah pada wajahnya. Hal itu disebabkan karena ia sudah terlalu sering melakukan adegan mesum dengan salah satu maknae Exo itu. Bercumbu, bergulat di atas ranjang kerap mereka lakukan jika Jongin menginap di apartement. Bahkan saat Hyunsoo barusan pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu, Jongin tak lupa mencumbu tubuh gadisnya..walaupun tak sampai pada permainan inti, mengingat kondisi Hyunsoo saat itu sedang tidak fit.

“Eummm, Soo-ya apakah ukuran milik Kai sebesar apa yang kita bayangkan selama ini?”

BUGH

Bantal sofa telah mendarat sempurna pada kepala Minhye, gadis cantik itu hanya bisa meringis kesakitan akibat ulah Hyunsoo.

“APA YANG KAU BICARAKAN EOH? Kau sedang mebicarakan hal mesum tentang suamiku! Berani sekali kau Song Min Hye!!”

“Aiiissshhhh. Waee??? Bukankah dulu kita sering membayangkan milik member Exo. Mengapa kau jadi sensitif seperti ini!!”

Minhye menghentak-hentakkan kakinya dengan penuh emosi.

“Mmmppffttt…itu wajar Hye-ya, sekarang dia sudah menjadi istri Kai” ucap Yoonwu sambil menahan tawanya.

“Wae..aku kan hanya bertanya saja, dasar nona hamil” Minhye mulai mengimpoutkan bibirnya

“Jinjja, nappeun gizibe (gadis nakal)..apa aku harus mencekikmu seperti tahun lalu eoh? Agar kau bisa sadar?” Hyunsoo terus mengumpat sambil menatap Minhye

“Arraseo..aku sadar, mianhe..”

“Permintaan maaf diterima” ucap Hyunsoo sambil membaringkan dirinya di sofa.

“Eung, Soo-ya..jika kau sudah menjadi istri sah dari Kai, itu tandanya kau bisa mempertemukan kami dengan suami masing-masing kan?” mata Sujin mulai berbinar dan menghampiri Hyunsoo yang saat ini tengah berbaring.

“Eo..Majjwo, kau juga bisa mempertemukanku dengan jodohku Soo-ya…Jodohku my baby Panda Tao” ujar Minhye yang juga antusias

“Omo! Kau pasti bisa membuatku bertemu dengan Baekkie oppa” seru Yoonwu

Saat ini ketiga gadis itu tengah berjongkok, mensejajarkan tubuh mereka dengan Hyunsoo yang masih berbaring santai di sofanya.

“Bertemu dengan member Exo tak semudah yang kalian bayangkan. Mereka sangat sibuk dan jadwalnya sangat padat. Aku bahkan pernah memohon pada manager mereka agar Kai bisa bermalam denganku. Dia sering meninggalkanku karena kesibukannya” jelas Hyunsoo

“Jinjjayo? Kalau begitu kami tidak memaksa, pertemukanlah kami dengan mereka saat mereka sedang libur. Otte?” Sujin masih tersenyum menatap Hyunsoo, tentu saja senyumannya ia buat menjadi semanis mungkin.

“Hari libur? Hari libur seperti apa yang kau maksud? Hari libur imlek yang lebih dari satu hari atau hari libur saat mereka sengaja mengosongkan jadwalnya, biasanya itu hanya 1 hari saja”

“Hari libur apapun, yang penting kami bisa bertemu dengan Exo” sahut Yoonwu cepat

“Ssshh, jika hari libur imlek, mereka pasti akan menghabiskan waktu untuk keluarganya…misalkan berlibur ke luar kota dan mengunjungi saudara yang sudah lama tak bertemu. Member cina juga pasti akan pulang ke kampung halamannya” kata Hyunsoo sambil memainkan jari-jarinya

“Baiklah, kalau begitu hari libur biasa yang hanya 1 hari saja. Pasti bisa kan?” Minhye masih kekeuh dan belum menyerah

“Jika hari libur seperti itu, mereka pasti akan memanfaatkannya dengan bermain bersama teman-teman semasa SMA dulu atau teman kampusnya. Tapi bisa kupastikan bahwa member cina benar-benar free, karena mereka tidak kuliah atau mempunyai teman SMA di korea, mereka hanya akan menghabiskan waktunya dengan berbelanja, tidur, dan melihat film”

“Whoaa..jinjja..ini berita baik untukku..aku pasti bisa bertemu dengan Tao oppa..Yeay!!” seru Minhye sambil meloncat-loncat di depan ketiga temannya.

“Hya! Ini tidak adil untuk kami, aku juga ingin bertemu dengan Oh Sehun-ku!!” kata Sujin sambil mengguncangkan tubuh Hyunsoo

“Hya hya!! Hentikan! Kau mau membunuh bayiku huh? Jangan mengguncang tubuhku seperti itu”

“Eo..mian” Sujin refleks menghentikan kegiatannya.

“Soo-ya, tak bisakah kau mengusahakannya untuk kami? Kumohon pertemukanlah kami dengan member Exo. Jeball” Yoonwu mulai meloloskan puppy eyes-nya.

“Aaassshh..arrasseo, tapi ingat..kalian tak boleh berteriak histeris di depan oppadeul, TERMASUK KAU SONG MIN HYE! Kaulah yang paling parah. Jika sampai kalian melakukan itu, aku bersumpah akan mempersulit akses untuk bertemu dengan oppadeul”

“Arrasseo Mrs.Kim” ucap ketiga gadis itu serempak
.
.
.
Tak Tak Tak

Langkah kaki seorang pria kini tengah menelusuri apartement yang terlihat sepi dan tak berpenghuni. Walaupun seluruh lampu sudah menyala, tapi tetap saja keadaannya masih senyap.

Ceklek..

Pria itu mulai membuka pintu kamar dengan lembut.

“Oppa, kau sudah tiba?”

Hyunsoo masih enggan beranjak dari tempat tidurnya, gadis itu masih bertahan pada posisinya sambil menggenggam suatu benda. Entahlah..

Jongin tersenyum melihat sang istri, ia segera merebahkan diri di ranjang, berdekatan dengan sang istri yang masih duduk bersandaran.

“Apa kau sedang melamun hm?”

Jongin mengajukan pertanyaan lembut pada gadisnya. Saat ini Jongin tengah berbaring dan merangkul perut sang istri.

“Ani…aku hanya sedang melihat ini” Ujar Hyunsoo sambil terus mengusap kaos kaki mungil yang ia beli dengan Sujin 1 bulan lalu.

“Bukankah itu kaos kaki bayi?” Kai mulai duduk bersebelahan dengan Hyunsoo.

“Eo, ini kaos kaki bayi kembar…yang warna pink untuk yeoja, yang warna biru untuk namja. Ini…ini untuk kembar sepasang. Aku membelinya sebelum pendarahan itu”

Air mata yang sejak tadi ditahan oleh Hyunsoo, kini tengah lolos dari mata bulatnya. Gadis itu tak mampu lagi menahan pengap di dada.

“Soo-ya…jeongmall..mian-mianata” suara Jongin tercekat, pria berkulit tan itu mati-matian berusaha tegar dan tidak menangis dihadapan sang istri. Tangan kekarnya mulai merangkul tubuh rapuh Hyunsoo.

“Maafkan aku oppa hiks..maafkan aku telah merindukan putri kita..maafkan aku”

“Ssshh..uljima, tak apa..bukan salahmu jika kau merindukannya. Ini semua salahku…salahku karena telah menghempaskan tubuhmu saat itu dan…”

Chu~

Hyunsoo membungkam bibir Kai dengan bibirnya, entahlah..ia hanya mengikuti instingnya untuk menghentikan gejolak yang saat ini menyerang mereka.

“Geuman(hentikan)…jangan ulangi perkataan itu, itu justru membuat hatiku tambah sakit oppa. Bukankah kita sudah berkomitmen untuk memulai dari awal”

Hyunsoo membelai wajah tampan itu dengan tangan hangatnya. Ya, tangan itu yang selalu diinginkan Kai saat ia merasa terpuruk. Tangan Hyunsoo selalu terasa hangat bila bersentuhan dengan kulit namja itu.

“Apakah kau sudah meminum suplemenmu? Bagaimana dengan susunya? Apa perlu aku yang akan membuatkannya?”

“Apakah tak ada kalimat lain yang kau ucapkan selain itu huh? Kau benar-benar merusak suasana romantis yang sudah kubuat oppa” Hyunsoo menatap sang suami dengan kesal

Kai kembali tersenyum mendengar celotehan sang istri, dengan gemas ia mencubit pipi chubby Hyunsoo.

“Yakkk! Appo!!!” ujar Hyunsoo sambil melepas cubitan itu dari pipinya.

“Lihatlah..aigoo, berat badan mu sudah naik berapa kilo hm?”

“Kau mengejekku eoh?? Aku ini wanita hamil jadi wajar jika berat badanku bertambah!” wajah Hyunsoo kini bersungut-sungut.

“Haha..apa kau marah? Kau terlihat semakin imut jika marah Soo-ya”

“Ne..aku marah, aku tak mau tidur denganmu lagi. Aku tak mau melayanimu lagi. Puas!” Hyunsoo tersenyum evil ke arah sang suami. Gadis itu selalu tahu dimana titik kelemahan Jongin.

“Hya! Andweee… neo wae geure eoh(ada apa denganmu)? Itu hukuman paling kejam Soo-ya, shirreo!”

Sekarang justru Jongin yang merengek sambil menghentak-hentakkan kakinya di atas ranjang. Pria itu selalu bersikap seperti bocah berusia 5 tahun jika sudah berkaitan dengan hal seperti ini. (inget chapter 8?)

“Hahaha…ada apa denganmu baby Jong? Apa noona mengatakan sesuatu yang membuatmu tak suka hm?” Hyunsoo terkekeh sambil mengacak rambut Jongin

“MWO? Baby Jong? Noona? Hya bocah..aku ini yang lebih tua, mengapa kau menjadi sombong sekali cih” wajah Jongin kusut, sejujurnya dia memang tak suka jika diperlakukan seperti anak kecil. Tapi sayangnya pria berkulit tan ini selalu membuat lingkungan memperlakukannya seperti bocah, dengan tingkah lakunya yang terkadang mengalahkan bocah TK.

“Hahaha..Wae?? salahmu sendiri merengek seperti itu”

“Salahmu sendiri memberi hukuman tidak manusiawi” ucap Jongin sambil melipat tangannya, di depan dada.

“Eo..oppa, kau masih ingat teman-temanku kan? Yang waktu itu bertemu denganmu saat fanmeet dan yang tempo hari berada di sebelahku saat kita melakukan panggilan video?”

“Eo, kenapa?”

“Mereka juga exofans, bisakah aku mempertemukan mereka dengan memberdeul? Aku tidak memaksa, terserah oppadeul saja waktunya. Kapanpun mereka merasa longgar, teman-temanku mau menunggu”
Jongin berpikir sejenak tentang apa yang dikatakan Hyunsoo barusan.

“Eoh..kau tak perlu khawatir, teman-temanku tak akan membocorkan rahasia tentang Exo dan juga pernikahan kita” Hyunsoo mencoba meyakinkan sang suami

“Baiklah, tapi ada syaratnya” ucap Jongin dengan ekspresi datar.

“Ne..apa syaratnya? Jika harus memberikan oppadeul hadiah beruba Hp keluaran terbaru atau kemeja limited edition, teman-temanku sudah siap untuk itu”

Jongin langsung menggelengkan kepalanya mendengar ocehan sang istri. Member exo bukanlah kumpulan pria matrealistis yang selalu mengaharapkan hadiah dari fans. Hanya memberikan support dan membeli album mereka, itu sudah cukup.

“Tentu saja bukan itu…tapi sebelum kuberitahukan apa syaratnya, aku ingin bertanya padamu. Apa kau sudah meminum suplemen dari dokter Im? Apa kau sudah meminum susu hamil-nya?”

“Apa tidak ada pertanyaan lain?” Hyunsoo mengendus kesal menatap manik mata Jongin

“Sudah jawab saja pertanyaanku mengapa susah sekali” pria itu memutar bola matanya

“Ne, aku sudah meminum semuanya sejak tadi. Sekarang apa syaratnya?”

Sreet

Secepat kilat Jongin membawa tubuh Hyunsoo untuk berbaring dan menindihnya, tak lupa pria itu menaruh kedua siku tangannya di samping kepala sang istri, guna menahan beban tubuhnya mengingat saat ini Hyunsoo tengah hamil.

“Ap-apa yang ingin kau lakukan?” Hyunsoo menepuk pelan dada bidang sang suami

“Selama hampir dua minggu aku hanya mencumbu-mu dan tidak sampai pada permainan inti. Kau tau? Itu sangat menyiksa. Dan ini adalah sebagai syarat dari permintaanmu tadi”

Chu~

Kai segera menyambar bibir plum milik gadisnya. Pria itu sama sekali tak memberi kesempatan bagi Hyunsoo untuk mengajukan protesnya. Yang bisa Hyunsoo lakukan saat ini adalah pasrah dengan tindakan mesum sang suami. Suara decapan dan desahan seolah menjadi musik pengiring kegiatan mereka. Sebenarnya dalam lubuk hati Hyunsoo yang paling dalam, yeoja itu juga merindukan tubuh suaminya. Namun ia terlalu gengsi untuk memintanya terlebih dahulu.

The Day

Saat ini Sujin, Yoonwu dan Minhye tengah duduk dengan tenang di sofa ruang tamu apartement, sedangkan Hyunsoo tengah memandang ketiga temannya dari atas hingga bawah. Tujuan mereka datang ke apartment Hyunsoo ialah untuk bertemu dengan member exo. Kebetulan hari ini para member sedang tidak ada jadwal, itu artinya penantian ketiga gadis itu selama 10 hari tidaklah sia-sia.

“Saat bertemu dengan oppadeul nanti, kalian tidak boleh membuat ulah. Dilarang menanyakan hal pribadi tentang mereka, seperti siapa mantan mereka, kapan mereka mengalami first kiss, dan apakah mereka masih perjaka”

Sujin mendadak membulatkan matanya, mendengar perkataan terakhir Hyunsoo.

“Aku tau kau akan menanyakan hal itu pada Sehun oppa, Jeong Su Jin”

“Arrasseo..aku tak akan menanyakan itu” sujin mulai menundukkan wajahnya.

“Dilarang meminta nomor telfon oppadeul, kecuali jika mereka yang memintanya sendiri pada kalian”

Sekarang giliran Minhye yang membelalakkan matanya

“Aku tahu kau akan melakukan itu pada Tao oppa, jadi buanglah jauh-jauh niatanmu itu Song Min Hye” hyunsoo memutar bola matanya.

“Dilarang memeluk oppadeul secara tiba-tiba saat kalian bertemu dengannya”

Yoonwu sontak berdiri menatap Hyunsoo penuh harap

“Aku tau kau akan melakukan hal itu pada Baekhyun oppa. Jangan sekali-sekali melakukannya Gil Yoon Wu, itu bisa membuat mereka tak nyaman” tegas Hyunsoo

“Jadi, apa kalian sanggup memenuhi peraturan yang sudah kubuat?”

“NE” jawab ketiga gadis itu serempak.
.
.
At Exo’s Dorm

Indeed Song Min Hye

“Op-pa…” Minhye mulai berbinar menatap sosok di depannya

“Eoh..Annyeong..” sapa Tao lembut

“Nado annyeong oppa”

Tao tersenyum menatap wajah cantik yeoja yang ada dihadapannya saat ini.

“Oppa, ku dengar kau menyukai semua barang yang berbau ‘channel’?”

“Eoh..aku menyukainya, menurutku channel selalu menjaga kualitasnya sejak dulu. Itu yang membuatku bertahan menjadi pelanggannya”

“Apa oppa benar-benar tidak bisa menggunakan sesuatu yang ….errr..murah?”

Tao tersenyum kikuk sambil menggaruk tekuk-nya yang sama sekali tidak gatal

“Sebenarnya, aku adalah orang yang selalu mengutamakan kualitas. Ada beberapa barang yang kubeli dengan harga murah, tidak semua mahal”

“Eung? Begitukah? Apa kau pernah mencoba produk dari Louis Vuitton?”

“Hoohh, aku sedang mengumpulkan tabunganku untuk membeli tas itu. Tapi disisi lain aku juga sedang bimbang untuk memilih, antara Louis Vuitton atau Michael Kors” jawab Tao mulai antusias

“Oppaku, kemarin barusan membeli milik Michael Kors dan sepupuku juga barusan membeli Louis Vuitton. Kalau menurutku kau lebih baik membeli milik Michael Kors, karena mereka mengeluarkannya secara limited edition. Barang Louis Vuitton bisa kau beli hingga 2 bulan lagi, tapi tidak dengan Michael Kors. Terakhir kudengar dari oppaku, Michael Kors hanya tersisa 3 buah di Coex Mall”

Tao sontak membelalakkan matanya, jadwal exo yang begitu padat membuatnya harus sejenak mengabaikan perkembangan fashion saat ini.

“J-jeongmallyo? K-kau tidak bercanda kan?”

“Tentu saja, buat apa aku bercanda tentang hal seperti itu. Apa kau tertarik dengan tas itu? Omo! Kau harus cepat menghubungi outlet Michael Kors di Korea untuk melakukan pemesanan” Minhye mulai berani mengguncangkan tubuh Tao. Mereka seperti teman akrab yang sudah saling mengenal

Tao segera mengeluarkan smartphone-nya dari dalam saku, pria itu sedang menghubungi pihak outlet sambil menggigit jari.

Bip

“Gomawo Minhye-ya, berkat kau..aku bisa mendapatkan tas itu. Kau tau, di sana hanya tersisa 2 buah. Dan aku beruntung karena berhasil memesan salah satunya” ucap Tao sembari mengelus dadanya

Indeed Gil Yoon Wu

“Hey, mengapa kau diam saja? Bukankah kau kemari untuk menemuiku?”

Baekhyun menatap Yoonwu yang kini tengah menundukkan wajahnya.

“K-kau berbicara denganku oppa?”

“Ne, apa menurutmu aku sedang berbicara dengan lantai?” Baekhyun menaikkan sebelah alisnya

“Oppa, mengapa jantungku berdetak sangat kencang” Yoonwu memegang dadanya

“Eoh, itu mungkin karena kau belum mengenakan eyeliner” jawab Baekhyun dengan selera Humor

“Haha, jinjjayo? Aku bahkan tak mengerti bagaimana cara menggunakan eyeliner oppa”

Tak ada lagi rasa gugup yang menjalar pada tubuh Yoonwu, gadis itu mulai bisa terbawa suasana canda yang telah Baekhyun ciptakan.

“Apa kau benar-benar tak bisa menggunakan eyeliner?” kini tatapan Baekhyun berubah menjadi serius.

“Eoh..eyeliner sangat rumit” ucap Yoonwu cuek, entahlah..kini mendadak ia menjadi biasa saja saat bersama Baekhyun

Indeed Jeong Su Jin

“Kau mau ini?” sehun menawarkan cemilannya pada Sujin

“Eoh..ne.. gomawo” Sujin mulai mengambil beberapa cemilan yang tengah dibawa Sehun

“Kudengar kau satu kampus dengan istri kkaman(si hitam)?”

“Hahaha, oppa kau memanggil Kai dengan sebutan kkaman? Ne, aku satu kampus dengannya”

Sehun tersenyum singkat mendengar tawa Sujin

“Ne, dia sudah terbiasa dengan panggilan itu. Kau mengambil jurusan apa?”

“Eung..aku mengambil jurusan ekonomi, sebenarnya aku ingin mengambil jurusan perfilm-an..tapi appa tak mengijinkanku” kata Sujin sambil mengimpoutkan bibirnya

“Eoh, Jeongmallyo? Aku juga tertarik dengan dunia perfilm-an. Jika aku tak menjadi member exo, aku pasti akan menjadi sutradara” Sehun menepuk dadanya dengan bangga

“Menjadi sutradara tak semudah yang oppa bayangkan. Aku sudah pernah mencobanya, diam-diam aku mengikuti komunitas film indie Seoul. Tentu saja tanpa sepengetahuan appa”

“Whoaaa..kau benar-benar keren, aku jadi ingin ikut komunitas itu” ujar Sehun antusias

“Tahun depan, saat liburan tahun baru(korea)..kami akan membuat salah satu project film pendek. Jika kau mau, kau bisa ikut berpartisipasi di dalamnya. Tentu saja dengan sedikit penyamaran”

“Omo! Jinjja??!! Tahun baru aku mendapat libur sekitar 1 minggu, apakah cukup untuk waktunya?”

“Tentu saja…Kau hanya akan terlibat dalam proses pengambilan gambar saja, apa kau sanggup? Proses shooting tak semudah yang kau bayangkan”

“Eyyyhh..jangan meremehkanku, aku sudah sering menjalani shooting bersama Hyungdeul”

“Baiklah..eung, oppa maukah kau ber-selca denganku?”

“Tentu saja” ucap Sehun dengan senyuman mengembang

Next Day

Hari ini Yoonwu sengaja bekunjung ke apartement Hyunsoo sendirian, gadis itu sedang malas kuliah saat ini. Menurutnya tak ada tempat lain yang lebih strategis digunakan untuk membolos, selain apartement Hyunsoo.

“Eung, Soo-ya..apa kau tau Taesung sunbae?” kata Yoonwu

“Eoh, aku mengenalnya. Wae?”

“Tadi pagi dia sudah berdiri di depan pagar rumahku. Pria itu menanyakan kabarmu, dia sudah berusaha mencari hingga ke rumahmu namun hasilnya nihil. Sepertinya Taesung sunbae benar-benar menyukaimu”
Hyunsoo hanya bisa memutar bola matanya saat mendengar ucapan Yoonwu

“Terserah, aku tak peduli. Yang jelas saat ini aku sedang hamil anak Kai oppa, dan tak ada seorangpun yang bisa mendekatiku”

“Eoh, kau benar. Taesung sunbae sudah kalah cepat dengan Kai oppa, seandainya dia tau kau menghilang karena sedang hamil, kuyakin dia pasti akan sangat shock”

“Keundae, menurutku Taesung sunbae juga tampan. Dia banyak dikejar-kejar oleh yeoja-yeoja di kampus. Seandainya semalam aku tidak bertemu dengan Baekhyun oppa, pasti tadi pagi aku sudah terpesona dengan ketampanannya”

Perasaan Hyunsoo menjadi tak karuan ketika mendengar yoonwu mengucapkan nama Baekhyun. Ia tak ingin Yoonwu semakin berharap banyak pada Baekhyun, mengingat pria itu kini telah menjadi milik orang lain. Hyunsoo menghela nafas secara perlahan, dia merasa inilah saat yang tepat untuk memberitahu rahasia exo yang sebenarnya. Gadis itu tak ingin Yoonwu merasa dihianati olehnya, ya..Hyunsoo harus jujur. Yoonwu harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, langsung dari Hyunsoo.

“Yoon-ah..ada sesuatu yang harus kau tau tentang Baekhyun” lirih Hyunsoo

“Eung? Apa itu? Apakah itu adalah hal buruk?” Yoonwu mulai was-was, ia merasa tatapan Hyunsoo saat ini mulai sendu.

“Baekhyun…Baekhyun oppa sudah berkencan dengan Taeyeon SNSD”

“MWO?!”

To be continue~

Gimana ceritanya? Gaje kah?? Hihihi maaf banget ya, typo masih setia bertebaran. Dan juga bahasanya masih berantakan. Disini aku juga sekalian mau ngungkapin alas an kenapa chapter sebelumnya aku buat Hyunsoo ngenes. Cerita kemarin itu juga berdasarkan komen kalian loh readers, aku sering banget baca komen ‘wah Hyunsoo beruntung banget’…naahhhh, justru komen kalian itu yang ngebuat aku jadi tertantang buat bikin genre sad seputar Hyunsoo. Bukankah di dunia ini gak ada orang yang selalu diselimuti keberuntungan terus menerus? Tokoh Hyunsoo disini gak akan aku buat jadi cewek yang beruntung mulu, soalnya bikin iri *apasi….hehe, jujur author sendiri juga iri kok sama Hyunsoo. Kkkkkkk…… sekali lagi maaf binggo yeth kalo chapter ini flat banget dan gak memuaskan *Bow…. Aku juga mau ngucapin terimakasih banyak buat kalian yang jadi readers baik. Thankyou very much for you all :*
Hyun Soo
Tadaaaa…ini dia foto Hyunsoo waktu pulang dari rumah sakit buat memeriksakan kandungannya….wkwkwkwk, setujukah kalian sama perkataan Kai, yang bilang kalo pakaian Hyunsoo bukan seperti ibu hamil yang mau periksa kandungan.

5 thoughts on “Ooppss!! Chapter 13

  1. akhirnya yang ditunggu tunggu udah di post juga,makin seru aja nih cerita penasaran ntar yoonwo gimana fighting nulisnya thor jangan ngepost lamalama😀

  2. huaaaa daebakk thor akhirnya temen temen hyunsoo udah tau kalo hyunsoo udah nikah sama biasnya sendiri:)
    dan hyunsoo udah jujur tentang baekki ke yoonwu jadi penasaran reaksi yoonwu gimana..
    yaudah deh tungguin next chapnya ajaa
    hwaiting thor dan jangan lama lama ya buat chapter 14 nya kkkkk:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s