[FF Freelance] I did in the wrong way

posterTittle : I did in the wrong way

Author : Yanita Cho

Cast : Byun Baekhyun (EXO) || Cho Hyunri || other cast find by yourself

Genre : angst and sad

Ratting : PG-16

[a/n] : ini FF selesai dalam waktu 2 jam, yey ! oh ya ! nambah setengah jam lagi ding😀 ini FF sad ending (terpaksa) pertama author T.T hope you like and enjoy it readers*bow

Happy Reading

*******

Hyunri POV

Pernahkah kau berfikir jika aku pernah jenuh dengan semua ini ? pernahkah sekali saja terlintas dibenakmu aku akan mengakhiri semuanya ? pernahkan kau berfikir dampak dari kedekatannmu dengan siswi baru dikelasmu itu ? seisi sekolah membicarakan betapa sempurnanya dirimu dengannya. Melupakan diriku yang saat ini masih menjadi kekasihmu.

Pernahkah terlintas difikiranmu saat hal ini terjadi ? pertengkaran hebat dihari jadi kita yang ke satu tahun. Kau mengatakan aku tak pernah mengerti dirimu. Apa lagi yang kurang kumengerti ? apakah aku kurang mengerti dirimu yang lebih memilih menghabiskan waktu istirahat bersama siswi baru itu dengan alasan menemaninya berkeliling sekolah ?

Apakah aku kurang mengerti saat melihatmu memboncengnya dimotormu ? memeluk dan bersandar dipunggungmu. Tempat yang seharusnya hanya untukku ! dan aku hanya mengangguk sembari tersenyum saat kau mengatakan alasannya “ia sakit dan rumahnya searah denganku” ucapmu saat itu. Apakah kau lupa ? rumahku hanya berjarak 4 langkah dari rumahmu. Dan aku tau, kita tidak punya tetangga baru.

“kau menjadikan Hyejin sebagai alasan kita bertengkar ! kau kekanakan Cho Hyunri !” bentakmu. Seisi café memperhatikan kita. Aku menunduk dalam, menahan air mata ini agar tak jatuh. Aku sudah menahannya selama 2 bulan, dan aku rasa sudah cukup untuk aku mengerti dirimu dengan segala tingkahmu dengan Hyejin.

“dia memang membuat hubungan kita renggang 2 bulan ini Baekhyun-aa” ucapku pelan. Kau mendengus keras.

“kau tak pernah mengerti aku ! aku hanya berteman dengannya tak lebih !” ucapmu kembali. Aku hanya diam.

“kau tidak bisa menjawab bukan ? jangan sembarangan menuduhku dengan Hye—“

“apakah teman akan mencium pipi temannya dibelakang pohon ? apakah ada seorang teman yang berpelukan saat kekasih dari temannya sedang sakit ?! apakah ada seorang teman yang berciuman dibalik rak buku ! apakah ada seorang teman yang melakukan itu ?!! APAKAH ADA BYUN BAEKHYUN ?!!!!” teriakku lepas kendali. Kau terdiam, wajahmu mendadak pucat dan dudukmu gelisah.

“jawab aku—“ ucapku pelan “apakah ada teman yang melakukan itu ?” tanyaku padanya. Kini giliran ia yang menunduk.

“aku ! aku sudah menahannya selama 2 bulan ini. Bahkan saat kau lebih memilih mengantarkan temanmu itu saat hujan aku tak pernah mempermasalahkannya. Aku tak pernah menuntutmu untuk meminta maaf karena membuatku berjalan pulang sendirian ditengah hujan hingga aku sakit. Dan aku tak pernah berkata apa-apa saat adikmu mengatakan kau membawa yeoja kedalam kamarmu. Aku hanya diam, menunggumu sadar akan kelakuanmu sendiri. Tapi aku salah Baekhyun. Kau semakin menjadi !” pekiku diakhir. Kutumpahkan semua rasa sakit dan kesalku selama ini padanya.

“itu…itu tidak seperti apa yang kau pikirkan. Aku tak melakukan apapun dengannya didalam kamarku. Kami hanya belajar” ucapmu berusaha mengelak. Aku tergelak kecil.

“pernahkah kau memikirkan bagaimana perasaanku saat itu ? kau ingat ? saat Jongin hendak kerumahku untuk bermain dengan Sehun ? kau bahkan marah-marah padaku ! dia tidak kerumah untuk bersamaku, tapi bersama Sehun ! kau mengatakan aku selingkuh ! kau mengatakan aku—aku—aku wanita murahan yang mengajak laki-laki manapun kerumahku ! kau kira aku tidak tau itu Baekhyun ?!” tanyaku tertahan.

Rasa sakit ini menggerogoti hatiku perlahan, menggerogoti jantung dan paru-paruku secara bertahap, membuat nafasku tercekat. Kau tersentak saat mendengar perkataanku.

“kau tau darimana ?” tanyamu pelan, aku tersenyum kecut.

“Naraa. Narra mendengar kau mengatakan itu pada Hyejin. Setelah itu kalian tertawa ! kalian tertawa ! apa salahku Byun Baekhyun ? jika memang kau ingin mengakhiri ini semua kau hanya perlu mengatakannya padaku” ucapku dengan air mata berurai. Tanganmu perlahan terangkat hendak menghapus air mataku. Perlahan tanganmu menghapus air mataku, tangan yang biasa hangat kini terasa dingin.

“sudah berapa lama ?” gumamku, kau memandangku bingung.

“sudah berapa lama sejak terkahir kali kau mengapus air mataku saat aku menangis ? sudah berapa lama sejak terakhir kali kau memelukku ? aku rasa itu sudah lama” lanjutku. Kau terdiam.

Hyunri POV end

Author POV

“sudah berapa lama sejak terkahir kali kau mengapus air mataku saat aku menangis ? sudah berapa lama sejak terakhir kali kau memelukku ? aku rasa itu sudah lama”

Takk !

Pertanyaan itu memukul telak hati Baekhyun. Namja itu perlahan menjauhkan tangannya dari wajah mungil Hyunri. Ia tak mengerti kenapa ia bisa melakukan semua hal yang menyakiti perasaan gadis dihadapannya kini.

Gadis didepannya mengeluarkan air matanya untuk seorang Baekhyun ? Baekhyun berfikir keras, apa yang membuatnya berani berbuat segila itu dibelakang Hyunri. Bukankah ia saat itu yang meminta Hyunri menjadi kekasihnya ? dan bukankan ia juga yang memohon pada Sehun dan Kyuhyun agar ia diijinkan berkencan dengan Hyunri, lalu ? apa yang telah dilakukannya 2 bulan belakangan ini ?

“Baekhyun ?” panggil Hyunri pelan. Baekhyun memandang Hyunri dalam.

“uri..geumanhaja…” ucapnya pelan membuat Baekhyun tersentak dalam duduknya. Ia dengan cepat berpindah duduk disamping Hyunri, menggenggam tangan gadisnya itu erat.

“tidak ! aku mohon jangan !” ucap Baekhyun pelan. Hyunri menggeleng.

“untuk apa ? kau lebih bahagia jika bersama Hyejin. Lantas untuk apa lagi aku disampingmu ?” tanya Hyunri dengan air mata yang kembali jatuh.

“tidak ! tidak ! tidak ! aku salah, maafkan aku. kau boleh memukulku, kau boleh menyakitiku fisikku, kau boleh menyuruh Jongin, Jongdae, Tao atau Minseok untuk memukulku, tapi tidak dengan yang satu ini”pinta Baekhyun. Hyunri kembali menggeleng.

“aku tidak akan sanggup melakukan itu. Aku tak akan mampu melihatmu dipukuli mereka, aku mencintaimu Baekhyun, sangat mencintaimu. Dan membiarkanmu dipukuli mereka sama saja dengan membiarkan mereka memukulku” ucap Hyunri membuat Baekhyun semakin merasa bersalah dan terpuruk.

“lepaskan adikku !” sebuah suara membuat Baekhyun terkejut.

“Kyuhyun hyung” ucapnya. Hyunri berdiri, bersiap untuk pergi. Tangannya tetap ditahan Baekhyun. Kyuhyun menggeram kesal,lalu dengan kasar dilepaskan tautan tangan Baekhyun dan Hyunri. Kyuhyun menarik tangan Hyunri cepat. Tak diperdulikannya teriakan Baekhyun yang memanggil nama Hyunri.

“gwencahana ?” tanya Kyuhyun khawatir saat Hyunri menggenggam tangan Kyuhyun erat. Hyunri memegang dadanya membuat Kyuhyun panik. Baekhyun yang melihat Hyunri memegangi dadanya ikut terkejut. Ia berlari kearah Hyunri dan Kyuhyun saat melihat tubuh Hyunri yang limbung, hampir menyentuh tanah kalau saja Kyuhyun tak sigap menahan tubuh Hyunri.

“hyung, Hyunri kenapa ?” tanya Baekhyun cepat.

“bawa dia kemobil cepat ! aku akan menelpon rumah sakit !” ujar Kyuhyun. Baekhyun menggendong Hyunri-bridal style- lalu berlari kearah mobil Kyuhyun yang terparkir tak jauh dari tempatnya tadi. sementara itu Kyuhyun dengan ponsel yang menempel ditelinganya menyalakan mobil dan mengemudikan mobil dengan kecepatan rata-rata.

“siapkan kamar operasi sekarang ! hubungi dokter Do dari ahli saraf dan Dokter Zhang ! kita akan mengoperasi Hyunri sekarang, kondisinya semakin memburuk !” ujar Kyuhyun cepat membuat Baekhyun tersentak kaget. Ia menatap wajah pucat Hyunri dipangkuannya. Kyuhyun melempar ponselnya sembarangan.

“ini gara-gara kau bocah busuk ! kau benar-benar brengsek !” maki Kyuhyun pada Baekhyun. Sementara Baekhyun dilanda kebingungan hebat. Ia menatap wajah Hyunri cemas.

“hyung— ?”

“tanyakan saja pada Sehun nanti, sekarang kita sudah sampai rumah sakit” potong Kyuhyun. Beberapa dokter dan perawat menghampiri mobil Kyuhyun membawa ranjang pasien. Kyuhyun turun dari mobil dan mengambil alih Hyunri dari Baekhyun. Baekhyun mengikuti Kyuhyun yang membawa Hyunri menuju ruang operasi.

“bagaimana ini bisa terjadi ?” ucap salah seorang dokter

“aku rasa kerja jantungnya semakin memburuk 2 bulan terakhir ini” jawab salah satu dokter lainnya.

“mengapa bisa seperti itu ?” tanya dokter itu lagi.

“kau tanyakan saja pada bocah busuk satu ini ! kau ! kau akan mati ditanganku setelah ini ! ingat itu !!” ancam Kyuhyun pada Baekhyun. Baekhyun terdiam. Ia masih terkejut. Didalam otaknya berputar berbagai macam hal.

Hyunri ? jantung ? semakin memburuk ? 2 bulan belakangan ini ?

******

“Hyunri noona sakit. Ia sakit jantung dan itu semakin parah saat kau mulai berulah dengan anak baru itu hyung !” ucap Sehun kesal. Sementara itu Jongin tengah berusaha menenangkan Tao dan Minseok yang sudah ingin memukul Baekhyun dari tadi.

“ia bahkan sering lupa meminum obatnya. Tidurnya pun tak teratur, dan ia semakin jarang tersenyum” lanjut Sehun. Baekhyun seperti diserang beribu anak panah dihatinya. Dia ! dia yang menyebabkan Hyunri ada didalam sana lebih cepat. Dia yang membuat kemungkinan hidup Hyunri semakin menipis.

“ini, bacalah. Aku rasa ini untukmu. Ini aku temukan dilokernya” ucap Jongdae menyerahkan buku bersampul abu yang tertulis “Our Love” disampulnya. Baekhyun meraih buku itu perlahan. Berjalan pelan tanpa tenaga menuju salah satu kursi tunggu didepan ruang operasi. Dibukanya perlahan buku itu, foto saat kencan pertama mereka di toko kue menjadi pembuka. Lembar demi lembar telah Baekhyun lihat, hingga ia tiba dihalaman itu. Halaman tentang perasaan Hyunri untuk Baekhyun.

Tidak ada alasan mengapa aku harus membencimu. Walaupun segala tingkahmu membuat kukesal dan terkadang membuatku muak denganmu. Tapi kau selalu mampu menghapus segala kesal dan muak itu, hanya dengan sebuah senyum manis, tangan hangatmu yang membungkus sempurna jemariku dan sebuah pernyataan cinta. Tak pernah lebih dan tak pernah kurang. Terus berulang, selama belasan kali, puluhan kali hingga ratusan kali. Dan sialnya aku selalu luluh denganmu, aku membenci itu. Membenci betapa lemah diriku akan cintaku padamu.

Tapi aku tak pernah menyesal mencintaimu. Mencintaimu adalah salah satu plot terindah dalam hidupku. Melihat senyummu, melihat wajah lucumu saat kesal. Melihat wajamu yang berkerut saat menyelesaikan soal matematika yang tak pernah kau mengerti. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Aku mencintaimu dengan yang hanya ada pada dirimu dan selamanya akan seperti itu. Cho Hyunri akan selalu mencintai Byun Baekhyun. Dan aku berharap kau juga akan seperti itu^^

Baekhyun memukul dinding rumah sakit kencang. Tak diperdulikan tangannya yang berdarah akibat ulahnya barusan. Semua orang yang ada didekatnya tersentak kaget. Baekhyun berjalan capat kearah Tao yang memandangnya heran. Dengan air mata yang telah membanjiri wajahnya Baekhyun meraih tangan Tao dan meletakkannya dipipinya.

“pukul aku !” seru Baekhyun.

“ne ?” tanya Tao.

“pukul aku Tao ! pukul aku !!” teriak Baekhyun. Tao memandang Baekhyun heran.

“cepat pukul aku ! pukul aku hingga aku mati ! aku pantas mati ! aku pantas mati !!” jerit Baekhyun pilu. Tubuhnya merosot jatuh kelantai rumah sakit. Sehun dan Jongin membalikkan tubuh mereka cepat saat air mata mereka perlahan jatuh. Minseok berjalan pelan kearah Baekhyun yang terjatuh dilantai.

“apa kau pikir dengan kematianmu semua akan kembali berjalan normal ?” tanya Minseok pelan. Tao mengangguk.

“aku pantas mati ! aku menyakitinya terlalu banyak ! aku lelaki paling buruk !” ujar Baekhyun disela tangisnya.

“bagus kau sadar itu ! jadi sekarang ubahlah itu ! jika Tao membunuhmu apa yang akan kami terutama Tao katakan pada Hyunri nanti ? apa kau mau melihat kami semua menyusulmu mati eoh ? hei ! aku masih ingin kuliah dan menikah dengan Sookyung” ucap Jongdae.

“aku juga ! aku belum mengatakan perasaanku pada Jihyun ! berhenti bertingkah seakan kau yang paling lemah Baek ! bangunlah !” seru Minseok.

“aigoo~ palli !” ujar Tao tak sabar, ditariknya Baekhyun berdiri dengan paksa. Baekhyun menundukkan kepalanya. Pintu operasi tiba-tiba terbuka. Dari arah ujung lorong terdengar derapan langkah kaki.

“Kyuhyun-aa ! bagaimana Hyunri ? eomma dan appa langsung memesan tiket saat kau menelpon” tanya eomma Hyunri cemas. Kyuhyun melepas maskernya perlahan. Perlahan senyumnya terbit.

“operasinya lancar. Kita hanya perlu mengawasinya saja” ucap Kyuhyun. Hembusan nafas lega terdengar dari semua orang yang mendengarnya, termasuk Baekhyun.

Ia menyandarkan tubuhnya didinding rumah sakit, ia menangis dalam diam, hanya bahunya saja yang bergetar.

“apa yang kau lakukan sampai tanganmu seperti ini hah ?” tanya Kyuhyun membuat Baekhyun tersentak. Kyuhyun berdiri dihadapannya memandang tangan Baekhyun heran.

“kau mau membuat Hyunri mengira aku memukulmu eoh ?” tanya Kyuhyun sarkatis.

“bukan seperti itu hyung” jawab Baekhyun pelan.

“perawat Im, bisa bawakan aku kasa dan obat ?” ucap Kyuhyun, seorang perawat menganggukan kepalanya. Tak lama ia kembali dengan peralatan obat yang diminta Kyuhyun.

“kemarikan tanganmu !” perintah Kyuhyun. Baekhyun menyodorkan tangannya pelan kearah Kyuhyun.

“kau tak memukulku hyung ?” tanya Baekhyun. Kyuhyun mendengus.

“kau mau melihatku dibunuh Hyunri ? dia sangat mencintaimu bocah tengik !” kesal Kyuhyun.

“hyung ?” ucap Baekhyun. Kyuhyun menjawabnya hanya dengan gumaman.

“aku berjanji akan memperbaiki semuanya” ucap Baekhyun.

“jangan banyak berjanji anak muda !” seru seseorang tiba-tiba.

“abeoji” ucap Kyuhyun

“ahjussi” ucap Baekhyun terkejut, ia berdiri dengan cepat lalu menundukkan kepalanya sebentar.

“wanita tak butuh janji. Buktikan. Hanya buktikan kau akan memperbaikinya dan semua akan baik-baik saja. Arraseo ?” ucap appa Hyunri yang dianggguki Baekhyun.

*****

One month later…..

“Baek ! nanti pulang sekolah kita kebioskop, oke ?” ajak Hyejin, Baekhyun tersenyum tipis.

“maaf, aku sudah ada janji dengan kekasihku” jawab Baekhyun. Hyejin mengerucutkan bibirnya kesal.

“bahkan ia tak pernah bangun dari tidunya, ini sudah satu bulan Baek semenjak ia dioperasi !” ucap Hyejin yang kembali mendapat senyum Baekhyun.

“dia bahkan menungguku sadar dari kesalahanku selama 2 bulan, aku baru menunggunya sebulan, ini masih belum seberapa dibandingkan dengan apa yang kulakukan padanya” jawab Baekhyunn tenang.

“Baek~ ayolah ! eumm… kau putus saja dengannya lalu berkencan denganku. Aku rasa ia juga tak akan bangun dari tidurnya itu” ucap Hyejin manja sembari memeluk tangan Baekhyun.

Baekhyun menghempaskan tangan Hyejin keras lalu tersenyum manis.

“maafkan aku nona Song, jika aku Baekhyun yang dulu, mungkin aku akan langsung berkata ‘iya’. Tapi sayangnya aku bukan Baekhyun yang dulu. Kalau begitu aku permisi, aku akan ketempat kekasihku dulu” ujar Baekhyun. Ia berjalan menuju taman belakang, tempatnya satu bulan ini jika merindukan Hyunri. Hyejin menghentakkan kakinya kesal.

“lihat ! Hyejin seperti yeoja murahan saja ! jelas-jelas ditolak tetap bertingkah menjijikan seperti itu” ujar salah satu teman kelas Baekhyun tak berapa lama Hyejin menjadi bahan tertawaan mereka. Hyejin kembali menghentakkan kakinya kesal lalu berjalan meninggalkan kelasnya.

******

“annyeong, eommonim anda sudah lama ?” sapa Baekhyun. Eomma Hyunri tersenyum kecil lalu menggeleng.

“apakah ia belum sadar ?” tanya Baekhyun, ia hendak mengenggam tangan Hyunri namun terkejut saat mendapati Hyunrilah yang terlebih dahulu mengenggam tangannya.

“ia sudah sadar 2 hari yang lalu, maaf tidak mengabarimu” ucap Haein eomma sembari tersenyum. Baekhyun mengerjapkan matanya pelan. Lalu menatap Hyunri yang tersenyum padanya.

“jadi ? kau ?” ucap Baekhyun terbata. Eomma Hyunri tersenyum kecil lalu meninggalkan mereka berdua.

“wae ?” tanya Hyunri pelan

“kau menyebalkan !” ucap Baekhyun tiba-tiba. Hyunri mengerutkan keningnya bingung.

“kau tak tau aku tak bisa tidur 2 hari ini karena tak bisa mengunjungimu ! aku bahkan tidak bisa makan dengan baik. Aku ingin mati saja rasanya saat tak bisa melihatmu ! dank au tak mengabariku saat kau sudah sadar ??” protes Baekhyun. Hyunri terkekeh pelan.

“maafkan aku. aku hanya tak mau ujianmu terganggu. Hei ! aku baru saja sadar, apa kau tak merindukanku ?” tanya Hyunri, Baekhyun tersenyum kecil.

“tidak” jawab Baekhyun.

“kenapa tidak ?” tanya Hyunri.

“karena kau selalu dalam hatiku dan pikranku” jawab Baekhyun pelan.

“terimakasih karena telah membuka matamu dan memaafkanku Hyunri” ucap Baekhyun pelan. Hyunri mengangguk kecil.

“terimakasih kerena tetap menungguku Baekhyun” ucap Hyunri.

“saranghanda” ucap Baehyun ditelinga Hyunri.

“nado, saranghanda” balas Hyunri.

 

*******

8 tahun kemudian

“hei ! Hanna hati-hati sayang jangan berlari seperti itu !” seru Hyunri.

“yaaa ! Byun Baekhyun jangan kesana ! astaga ! Baekhyun jangan membawa Hanna kesana !!” teriaknya lagi, sementara itu Baekhyun dan Hanna-anak mereka- membalasnya dengan tawa mereka.

“kalian benar-benar menyebalkan ! lain kali tidak dengan pantai !” ucap Hyunri kesal. Baekhyun tersenyum lebar.

“Hanna sangat suka bermain ombak, benar begitu kan sayang ?” tanya Baekhyun pada Hanna yang baru berusia 1 tahun. Hyunri memukul kepala Baekhyun pelan.

“dia belum bisa berbicara” ucap Hyunri.

“kata siapa ? ayo Hanna, katakan ‘appa’ “ ujar Baekhyun. Hyunri memandang mereka berdua. Hanna memandang Baekhyun lalu menggerakkan bibir mungilnya.

“a..a.pp.a.a..ap..pp..aa..aaaaa” ucap Hanna dengan teriakan dan tepuk tangan riang diakhirnya. Hyunri menutup mulutnya terkejut, sementara Baekhyun tersenyum bangga.

“dengar ? dia mengatakan ‘appa’ barusan” ucap Baekhyun. Hyunri hanya mengangguk takjub.

“maa.mmaa..mmaa.aaaa” ucap Hanna tetap dengan pekikan senangnya saat melihat Baekhyun yang mengodanya. Hyunri mengambil Hanna dari Baekhyun.

“hei ! kau curang ! Hanna sedang bermain denganku !” protes Baekhyun. Hyunri mengecup pipi Baekhyun sekilas yang ditanggapi cibiran Baekhyun.

“pipi ? aku ingin disini”ujar Baekhyun menunjuk bibirnya. Hyunri memutar kedua bola matanya malas.

“tutup matamu !” perintah Hyunri.

“assa ! baiklah !” seru Baekhyun. Ia menutup matanya, Hyunri terkikik geli, lalu mendekatkan Hanna kewajah Baekhyun. Hanna yang saat itu tengah bermain gelembung dengan air liurnya tersenyum senang.

“yaaa !” pekik Baekhyun saat menyadari air liur Hanna yang menempel dibibrnya. Hyunri tertawa lepas. Baekhyun ikut tertawa, Hanna juga tertawa.

“lihat ! mataharinya mulai tenggelam !” seru Hyunri. Baekhyun tersenyum, lalu memeluk pinggang Hyunri yang sedang memangku Hanna dipangkuannya.

“terimakasih kerena telah menikah denganku dan memberikan Hanna untukku” ujar Baekhyun ditelinga Hyunri. Hyunri mengangguk.

“terimakasih karena memberiku kebahagiaan yang sangat banyak Byun Baekhyun. saranghanda” ucap Hyunri. Baekhyun tersenyum lalu mengecup pelipis Hyunri lama.

“nado nyonya Byun, nan jeongmal saranghaeyo” balas Baekhyun.

“BYUN BAEKHYUN !!!!” teriakan keras itu menghentak Baekhyun dari tidurnya. Ia menatap sekeliling tempatnya kini. Ini bukan dipantai, tak ada Hyunri disampingnya dan Hanna. Hanya dirinya yang berbaring dibawah pohon. Sehun dan yang lainnya menatap Baekhyun prihatin.

“mana Hyunri dan Hanna ?” tanya Baekhyun bingung. Semua mengerutkan keningnya bingung.

“Hanna ?” ulang Tao. Baekhyun bedecak malas.

“iya ! Byun Hanna, anakku dan Hyunri. Kau kira siapa lagi ?” tanya Baekhyun kesal.

“hyung ! noona sudah pergi satu bulan yang lalu ! relakanlah dia !” pekik Sehun

“apa maksudmu ? Hyunri pergi kemana ?” tanya Baekhyun.

“Baekhyun, sampai kapan kau akan terus seperti ini ? Hyunri akan sedih melihatmu jika kau seperti ini” ucap Minseok lelah. Ia mendesis ngeri saat melihat Baekhyun kini. Tubuhnya yang kurus semakin kurus. Sekolahnya berantakan dan ia kini lebih sering menyendiri. Tidak ada Baekhyun yang tertawa, tidak ada lelucon yang keluar dari otaknya. Yang ada hanya pikiran Hyunri yang masih hidup.

“Hyunri kemana ? jawab aku !” tanya Baekhyun kencang.

“hyung ! Hyunri sudah meninggal ! sadarlah !” pekik Jongin. Baekhyun menggeleng.

“tidak ! Hyunri tidak mungkin meninggalkanku ! tidak !!” pekik Baekhyun. Ia menutup telinganya dan tubuhnya terjatuh keras ketanah.

Operasi Hyunri berjalan lancar saat itu, namun tidak dengan perkembangannya. Perkembangannya tak pernah menunjukkan peningkatan. Hingga malam itu tiba. Malam dimana semua alat-alat rumah sakit yang menempel ditubuh Hyunri tidak menunjukkan adanya aktifitas dari tubuh yang ditempelinya itu. Malam dimana Hyunri…pergi meninggalkan mereka semua…selamanya.

“hyung, aku mohon lanjutkanlah hidupmu dengan baik. Itu yang diinginkan Hyunri noona. Kumohon hyung, demi noona” ucap Sehun lirih. Kembali buku harian bersampul abu diberikan kepada Baekhyun. Baekhyun menatapnya sebentar.

“bukalah. Hanya ada selembar yang terisi tulisan tangannya. Kumohon ikuti kemauannya” ucap Jongdae.

Baekhyun perlahan membuka buku itu. Tulisan tangan yang rapi milik Hyunri menyambutnya. Perlahan dibacanya tulisan itu. Air matanya perlahan jatuh dan ia terisak kencang. Teman-temannya hanya berpura-pura tak mendengarnya. Sudah cukup membuat Baekhyun menderita akan rasa menyesalnya. Baekhyun masih mempunyai masa depan yang indah didepan sana. Mungkin ada seorang gadis nantinya yang akan menggantikan posisi Hyunri dihatinya. Dan semoga, Baekhyun tidak melakukan kesalahannya untuk yang kedua kalinya.

******

Byun Baekhyun, apapun yang terjadi aku tetap mencintaimu. Jika aku tak ada disampingmu. Tersenyumlah. Karena senyummu adalah yang terindah dari segala yang terindah. Tertawalah. Ringan suaramu membuat aku selalu merasa nyaman. Lanjutkanlah cita-citamu. Kau ingin menjadi penyanyi bukan ? raihlah itu. Aku kan memohon pada Tuhan untuk mewujudkannya. Karena mungkin saat ini aku sudah berada disisi Tuhan. Bukankah itu bagus ? aku jadi bisa meminta pada Tuhan dengan lebih mudah.

Oppa~, aku mencintaimu. Selalu mencintaimu. Saranghanda^^

End

Ige mwoya ? plis jangan bilang author PHP !! niatnya mau bikin si Hyunri tetep hidup. Tapi, karena seseorag berinisial Naraa (?) eh bukan inisial yak ? yaudah, gara” Naraa eonni yang nyuruh si Hyunrinya dibuat meninggal, jadi yaudah ini FF author jadiin sad ending *nangis dipojokkan*

Alurnya kecepetan ? jalan ceritanya maksa banget ? dinikmati ajalah😀 makasi yang udah nyempetin waktunya baca *bow

Need sequel ? R+C juseyo~

3 thoughts on “[FF Freelance] I did in the wrong way

  1. kirain hyunri meninggal setelah melahirkan gk tahunya cuma mimpi baekhyun doang
    nyesel gitu baekhyun telat kali jahat sich jadi cowok

  2. Ne, aku meneteskan air mata gara-gara cerita ini. Tapi aku menangis sejadi-jadinya karena membaca cerita tentang kai dan hyunsoo saat salah satu anaknya harus dikorbankan. Aku harap cerita itu bisa dibuat menjadi drama korea. Pasti akan menarik sekali ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s