[FF Freelance] 바 보 (Fool)

Cafe-download-104790420035420Title: 바 보 (Fool)

Author : Chunniest

Main Cast:

* Choi Junhee (Juniel)

* Jung Yonghwa (CNBlue)

Genre: Romance, Song Fiction

Duration: Oneshoot

Rating: G

Summary :

Bagaikan orang bodoh saat kau menyatakan suka padaku.

Bagaikan orang bodoh saat jatuh cinta padamu.

Bagaikan orang bodoh saat bersamamu.

Tapi aku tetap menyukainya.

Disclaimer : FF ini aku posting di blog author. http://fandreamstory.wordpress.com/

Semoga readersdeul menyukainya. Happy reading*^▁^*

& & & & &

neowah na chinguraneun mari eosae-khae

You and I calling each other friends is awkward

yeoniniran mari eou-llyeo o~

It’s better to use the word, lovers Oh,

nan cheo-eumeuro nae mam kobaekhal-ke

I will confess my heart for the first time

nan jeo haneulye byeoldo ttajul-ke

I will bring the stars in the sky for you,

ni-ga wonhandamyeon mwodeunji o~nan haejul suga isseo

whatever you want,Oh I can do it for you

 

& & & & &

Darah dalam tubuh Junhee seakan berlomba mencapai jantungnya. Mata gadis itu tak lepas dari laki-laki dihadapannya. Junhee menunggu laki-laki dihadapannya mengatakan sesuatu. Laki-laki itu adalah sahabat Junhee sejak dua tahun lalu saat dirinya pertama kali bertemu dengannya.

“Junhee-ah.” Panggil laki-laki itu menggenggam tangan Junhee.

“Ne Yonghwa Oppa?”

Junhee bisa melihat Yonghwa sama gugupnya dengan dirinya.

“Kita sudah mengenal lama. Aku senang bisa memiliki teman sebaik kau Junhee. Tapi…”

Susah payah Junhee menelan ludahnya sendiri. Gadis itu terlalu takut jika apa yang akan dikatakan Yonghwa akan membuat hatinya sakit.

“Tapi aku… Aku ingin kita lebih dari teman Junhee-ah.” Junhee menatap Yonghwa tak percaya.

Gadis itu merasa seakan terbang ke alam mimpi mendengar pengakuan Yonghwa yang selama ini selalu gadis itu inginkan. Hati Junhee seakan meledak karena terlalu senang.

“Jadi apakah kau mau jadi kekasihku Junhee-ah?” Tanya Yonghwa menatap gadis itu.

Junhee masih terdiam, gadis itu masih belum percaya jika pengakuan Yonghwa itu nyata.

“Junhee-ah…” Panggil Yonghwa akhirnya menyadarkan Junhee.

“Nde Oppa?”

“Apakah kau mau menjadi kekasihku Choi Junhee?”

Kedua sudut bibir Juniel terangkat dan mata gadis itu menyipit membentuk bulan sabit.

“Of course Oppa.”

Dari pertemanan berkembang menuju persahabatan dan berubah menjadi cinta yang tak pernah mereka sangka muncul di hati sepasang sahabat itu.

& & & & &

Oh I love you love you love you, You love me love me love me

Oh I love you love you love you, You love me love me love me

ara nal hyang-han neoye ma-eumeul~(neoye ma-eumeul)

I know how you feel about me (your heart)

Oh I love you love you love you, Are you love me love me baby

Oh I love you love you love you, Are you love me love me baby

nado neoreul sarang-hanikka

Because I love you too

nan pabo nan neoman boneun pabo neol

I’m a fool, I’m a fool who only sees you,

sarang-hae

I love you

 

& & & & &

Mencintai seseorang akan membuatmu seperti orang bodoh. Ungkapan ini sangat cocok bagi Junhee. Gadis itu tengah duduk di kantin, kedua tangannya menyangga kepalanya, bibirnya tak hentinya menyunggingkan senyuman sedangkan matanya tak lepas memandang laki-laki yang duduk tak jauh darinya.

Yonghwa tampak tertawa saat mendengar candaan temannya. Berbeda dengan Yonghwa yang memiliki teman , Junhee tak memiliki satupun teman kecuali Yonghwa. Entah apa yang merasuki laki-laki itu hingga menyukai gadis aneh dan kutu buku seperti diriya. Junhee ingat saat pertama kali dirinya bertemu dengan Yonghwa.

~~~FLASHBACK~~~

Junhee terlihat kebingungan mencari auditorium sekolah barunya itu. Gadis itu semakin panik saat mendapati dirinya sudah telambat 15 menit. Ketakutan dan kekhawatiran terlihat jelas dimata gadis itu yang berair.

“Bagaimana bisa aku terlambat di hari pertama masuk sekolah?” Gerutu Junhee dengan suara bergetar.

“Apa kau tersesat?” Junhee mendongak dan mendapati seorang laki-laki berdiri menatapnya.

Junhee beringsut ketakutan. Gadis itu tidak terbiasa dengan orang yang tak di kenalnya.

“Aku Jung Yonghwa. Aku juga murid baru sama denganmu.” Ucap Yonghwa mengulurkan tangannya.

Junhee menatap tangan Honghwa. Bukannya membalas uluran laki-laki itu, Junhee justru melangkah mundur menjauhi Yonhhwa.

“AWAS!!” Teriak Yonghwa menarik tangan Junhee tepat saat gadis itu hampir saja terjatuh dari tangga.

Junhee yang masih shock terus saja menatap Yonghwa.

“Apa kau tak mau berteman denganku sampai ingin terjatuh dari tangga eoh?” Tanya Yonghwa menyadarkan Junhee yang terkejut karena terlalu dekat dengan laki-laki itu.

Junhee melepaskan tangannya dari tangan Yonghwa.

“Terimakasih. Maafkan aku, aku tak terbiasa dengan orang asing, jadi aku terlalu takut padamu.” Ucap Junhee menunduk.

Tawa Yonghwa terdengar begitu nyaring ditelinga Junhee. Junhee mendongak dan mendapati laki-laki itu tertawa seraya memegang kepalanya. Entah mengapa Junhee suka melihat wajah Yonghwa yang sedikit memerah karen terlalu banyak tertawa.

“Apa wajahku begitu menyeramkan seperti hantu hingga membuatmh takut?”

“Tidak. Hanya saja aku tidak terbiasa dengan orang asing.”

“Kalau begitu bagaimana kalau kita berteman jadi kau perlu takut lagi padaku.” Yonghwa mengulurkan tangannya kembali. Junhee akhirnya tersenyum dan membalas uluran tangan Yonghwa.

“Baiklah, namaku Choi Junhee.”

~~~FLASHBACK END~~~

Junhee masih ingat jelas pertemuan pertama mereka dan dia tak berniat menghapus ingatan itu. Junhee masih terus melihat Yonghwa dari kejauhan hingga akhirnya Yonghwa menoleh dan tatapan mereka bertemu. Yonghwa melambaikan tangannya dan tersenyum pada kekasihnya. Dengan malu-malu Junhee tersenyum dan membalas lambaian Yonghwa. Dalam hati Junhee berteriak-teriak kegirangan seperti orang bodoh yang tengah dilanda cinta.

& & & & &

nuga mwora-go nollindaedo

No matter what anyone says or teases,

neoman boneun baboga doelke

I will be a fool who only sees you

pabo nan neoman boneun pabo

I’m a fool, I’m a fool who only sees you,

 

& & & & &

 

“Kau mau pulang Chagi?” Tanya Yonghwa menghampiri Junhee yang tengah membereskan buku dan peralatan tulisnya.

“Hentikan Oppa jangan memanggilku seperti itu. Kau membuatku malu.” Junhee melihat sekeliling berharap tak seorangpun mendengarnya.

“Kenapa? Apa salahnya memanggil kekasih sendiri dengan sebuatan ‘chagi’?”

“Tidak ada salahnya Oppa. Hanya saja aku merasa malu jika orang lain mendengarnya.”

“Tidak masalah. Ayo pulang.”

Yonghwa menarik tangan Junhee keluar dari kelas. Junhee mengikuti Yonghwa dengan kepala yang menunduk. Gadis itu yakin saat ini orang-orang yang dilewatinya pasti akan menggosipkan dirinya dengan Yonghwa. Ingin sekali Junhee menyumpal telinganya saat mendengar ucapan yang tak enak didengarnya.

“Lihat itu, bagaimana bisa gadis jelek dan kutu buku itu menjadi kekasih Yonghwa Oppa?” Ucap seorang gadis.

“Kau benar. Gadis itu tak pantas bersama Yonghwa Oppa.”

“Seharusnya aku membawa kaca besar biar gadis itu bisa melihat betapa tidak cocoknya gadis itu dan Yonghwa Oppa.”

“Aku rasa si kutu buku itu menggunakan sihir jahat untuk bisa membuat Yonghwa Oppa menyukainya.”

“Dasar gadis tak tahu malu.”

Air mata Junhee terancam jatuh mendengar hinaan dari gadis lain. Gadis itu tidak mengerti apa salahnya jika dia dan Yonghwa saling menyukai.

& & & & &

nae soneul jabajwo nareuranajwo

hold my hand, Hug me,

neoman sarang-haneun pabo~

I’m a fool who only loves you

 

& & & & &

Langkah Yonghwa terhenti tiba-tiba membuat Junhee menabrak punggung laki-laki itu. Junhee meringis kesakitan seraya merapikan poninya.

“Mi-mianhae Oppa.” Ucap Junhee terus menunduk karena tak ingin Yonghwa melihat matanya yang berkaca-kaca.

Yonghwa mengulurkan tangan menangkup kedua pipi Junhee hingga dia bisa melihat wajah Junhee. Yonghwa bisa melihat air mata terancam turun hingga akhirnya Junhee tak mampu menahannya lagi dan tetesan air mata jatuh membasahi pipi gadis itu. Dengan ibu jarinya Yonghwa menghapus air mata di pipi Junhee. Tanpa terduga Yonghwa memeluk Junhee membuat semua gadis yang sedari tadi menghina Junhee terkejut melihat pemandangan itu. Seketika mereka mendengus kesal lalu beranjak pergi.

“Jangan pedulikan ucapan mereka. Mereka tidak mengerti perasaan cinta yang kita rasakan. Aku hanya akan mencintaimu seperti orang bodoh yang tak hentinya selalu bersanding disisimu. Jika mereka mencelamu. Aku akan mengulurkan tanganku dan akan memelukmu seperti ini untuk membuktikan pada mereka jika kau adalah gadis yang tepat untukku.”

Junhee tersenyum bahagia dalam pelukan Yonghwa. Laki-laki itu selalu bisa membuat hatinya terasa hangat dan berbunga-bunga.

& & & & &

nan neoman saenggakhada jamdeu-reo

I fall asleep while thinking of only you

kkumso-geseo neoman kkumkkuda~ o

In my dream, I only dream of you Oh

nan achimeul kka-eundae~

and then I wake up in the morning

 

& & & & &

Junhee terduduk di atas ranjangnya. Gadis itu memegang dadanya yang berdegup kencang. Dia menyunggingkan senyum manisnya mengingat mimpi apa yang baru saja terjadi. Junhee memegang kedua pipinya yang terasa memanas karena terlalu bahagianya. Junhee masih tak percaya mimpinya selama ini berubah menjadi kenyataan. Bahkan terkadang Junhee masih mengira dirinya tengah bermimpi.

TUKK….

Junhee menoleh saat mendengar ketukan jendela namun dia tak melihat siapapun.

TUKK….

Sebuah batu terpantul ke jendela Junhee. Junhee tampak kebingungan, lalu gadis itu menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjangnya. Junhee membuka jendela dan gadis itu mendesis merasakan angin musim dingin menerpa wajahnya.

“YA!!! Pemalas. Cepatlah bersiap, kita berangkat bersama.” Dari lantai 2 tatapan Junhee menurun dan mendapati Yonghwa tersenyum serta melambaikan tangan ke arahnya. Junhee ikut tersenyum dan membalas lambaian tangan kekasihnya itu. Yonghwa tampak sudah rapi dengan mantel tebal dan tas tersampir dibahunya.

“Kau datang pagi sekali Oppa.” Ucap Junhee dengan suara keras agar laki-laki itu bisa mendengarnya.

“Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu.”

Lagi-lagi Junhee tersenyum mendengar kata-kata manis Yonghwa.

“Masuklah dulu Oppa. Aku akan cepat-cepat bersiap.” Junhee berbalik hendak pergi mandi.

“JUNHEE-YA!!” Panggil Yonghwa mengharuskan Junhee kembali ke jendela.

“Ada apa Oppa?”

Yonghwa melingkarkan jemari disekeliling bibirnya membentuk seperti terompet.

“SARANGHAE CHOI JUNHEE….”

& & & & &

Oh I love you love you love you, You love me love me love me

Oh I love you love you love you, You love me love me love me

ara nal hyang-han neoye ma-eumeul~(neoye ma-eumeul)

I know how you feel about me (your heart)
Oh I love you love you love you, Are you love me love me baby

Oh I love you love you love you, Are you love me love me baby

nado neoreul sarang-hanikka

Because I love you too

Baby~ want your love, Baby want your love~ love you love you

Baby~ want your love, Baby want your love~ love you love you

I’ll ta-ge you in to my mind

I’ll ta-ge you in to my mind

Baby~ want your love, Baby want your love Oh oh

Baby~ want your love, Baby want your love Oh oh

nan pabo nan neoman boneun pabo

I’m a fool, I’m a fool who only sees you,

koma-unkeol chingudeul modu bureowohae

I thank you All my friends are jealous

naman boneun pabo ttae-mune

because of the fool who only sees me

pabo neon naman boneun pabo

You’re a fool, a fool who only sees me,

eonjena mideul-ke uri hamkke-hae

I will trust you forever Let’s be together,

dulman paraboneun pabo

fools who only look at each other

 

& & & & &

~~~THE END~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s