Ooppss!! – Chapter 11

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo / Kim Hyun Soo (OC), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: PG 17! | Length: Chaptered | Author: Mrskim88 (@alsaalz) | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Happy Reading ^^

Author Pov

“Sujin-ah..mmpptt, geumanhe..jangan makan ceker babi didepanku. Na shirreo”
Hyunsoo merasakan mual hebat dalam perut nya ketika mencium aroma ceker babi dihadapannya. Memang, sejak dulu Hyunsoo tak pernah menyukai ceker babi…namun kali ini ia menjadi 2 kali lipat tak menyukai makanan itu.

“Soo-ya..dwesseo, tak perlu berlebihan. Ini hanya ceker babi, tak sampai membuat mual”
Sujin mulai membela diri. Sujin sangat menyukai semua makanan yang berbau babi. Apa lagi babi korea, itu bisa membuatnya menggila. Walaupun Sujin sangat menyukai babi, namun itu tak terlalu berpengaruh dalam tubuhnya. Sujin tetap menjadi wanita yang langsing dan cantik, karena ia membatasi pola makannya. Sujin berani menyantap babi 5 bulan sekali, aturan itu sudah berlangsung sejak masa kanak-kanak.

“Tapi tetap saja, lagipula memang sudah sejak dulu aku tak menyukai ceker babi. Mmmptt, baunya sangat menyiksa” hyunsoo menutup hidungnya

“Cih..apa kau hamil eoh?”desis Sujin

“Ne, usia kandunganku baru 3 bulan. Ini adalah masa mengidam namanya. Kai oppa juga mengerti posisiku sebagai istri dan dia terus mendampingiku”

Hyunsoo mengatakan hal itu dengan tanpa beban, sementara Sujin menanggapinya dengan tertawa. Sudah menjadi kebiasaan mereka bahwa bersikap seolah-olah bias adalah suami. Sujin tau bahwa Hyunsoo berbicara omong kosong.

“Geure..kalau kau mengidam aku juga mengidam. Semalam aku meminta ceker babi pada Sehun oppa, ia bahkan mencarikannya pada saat tengah malam. Tapi ia tak berhasil, makanya oppa mengirimkanku ini tadi pagi. Selama masa kehamilanku Sehun oppa terus mengurangi jadwalnya”

Baiklah..sepertinya Sujin dan Hyunsoo memerankan peran mereka dengan baik.

“Eyyhh..itu pasti karena kau hamil anak pertamamu dengan Sehun. Makanya ia sangat perhatian”

“Geuromyeong..asshhh cham, bukankah kehamilanmu ini adalah kehamilan kedua?”

“Matda..kehamilanku yang kedua ini sangat rumit. Aku mengalami morning sickness yang hebat”
Semua mata kini tertuju pada Sujin dan Hyunsoo, mereka menatap kedua gadis itu dengan aneh. Saat ini Sujin dan Hyunsoo tengah berada di pusat perbelanjaan di Seoul, dan tentu saja perbincangan tak lazim itu di dengar oleh ahjumma ahjumma disekitar mereka. Orang-orang disana menganggap bahwa ucapan kedua gadis labil itu adalah kenyataan, mereka tak habis pikir bagaimana mungkin gadis dengan pakaian khas anak SMA sudah menikah bahkan sedang hamil.

HYUNSOO
2013-korean-girls-series-women-s-sweaters

SUJIN
streetfsnimg_2840
Hyunsoo dan Sujin menyadari tatapan aneh orang-orang disekitar mereka. Kedua gadis itu tak menyangka bahwa omong kosong yang telah mereka ucapkan akan ditanggapi dengan serius oleh ahjumma ahjumma itu.

“Sujin-ah” hyunsoo menyebut nama Sujin sambil memandang orang-orang disekitar mereka.

“Eung”
Sama hal nya dengan Hyunsoo, Sujin sendiri menanggapi ucapan Hyunsoo tanpa menatap wajahnya.

“Urineun mwoya (kita ini apaan sih)?”

“Nado molla…sebaiknya kita pergi dari sini. Kajja!”

Sujin segera menarik tangan Hyunsoo untuk beranjak dari tempat duduknya. Mereka berlari menuju toko buku. Sebenarnya alasan mereka kemari ialah membeli buku untuk keperluan tugas kuliah. Hyunsoo memang tidak satu jurusan dengan ke-empat temannya, namun mereka selalu menyempatkan diri untuk pergi bersama seperti sekarang ini.
Sekarang mereka telah sampai ditoko buku, niat awal hanya untuk membeli beberapa buku tentang Psikologis manusia dan Ekonomi dunia. Namun mereka justru menambahkan beberapa majalah EXO dan juga kpop stuff dalam keranjang belanja.
Gugatan Kris sudah berlalu sekitar 3 minggu lamanya, dan para exofans sedikit demi sedikit bisa menerima hal itu. Hyunsoo dan ke tiga temannya perlahan mulai menjalani hidup mereka dengan normal kembali, mereka mengambil keputusan yang tepat. Yaitu mendukung Kris dan juga mendukung Exo dengan formasi barunya.

*Flashback

“Mmmpptt…Mmmppptt…”

Terdengar suara Jongin di kamar mandi, pria itu sangat tersiksa dengan keadaannya saat ini. Terus mual dan mengeluarkan semua yang ia makan bukanlah hal yang menyenangkan. Hyunsoo yang mendengar suara suaminya tengah tersiksa di pagi buta seperti ini, segera beranjak dari ranjang dan menghampiri Jongin di dalam sana.

“Oppa gwenchana?”

Hyunsoo mengusap punggung suaminya dengan lembut, gadis itu khawatir dengan keadaan suaminya.
Ajaib..rasa mual Jongin mendadak hilang setelah mendapat sentuhan dari istrinya. Jongin tak merasakan mual lagi. Pria itu segera membasuh wajahnya dengan air. Kemudian ia menatap istrinya.

“Karena kau menyentuhku, rasa mual ini mendadak hilang. Sepertinya aku harus sering menginap di apartement agar tidak mual seperti ini terus”

Hyunsoo terkekeh mendengar ucapan Jongin. Gadis itu segera mengamit tangan sang suami dan mengajaknya kembali berbaring di ranjang. Hyunsoo memeluk tubuh Jongin, entah mengapa akhir-akhir ini ia tak ingin jauh dari Jongin. Merindukannya, memeluknya, menggengam tangannya adalah kebiasaan baru Hyunsoo.

“Tadi Kris hyung mengirim pesan video pada memberdeul” ucap kai seraya mengusap pelan rambut istrinya.

“Apa yang dia bilang?” kata Hyunsoo sambil memainkan jarinya diatas dada bidang sang suami.

“Dia meminta maaf, dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi”

“Lalu apa yang terjadi??”

“Dia bilang akan menceritakan padamu nanti. Jadi sekarang aku harus memendam penjelasan dari Kris hyung sendiri”

“Mwoya?! Aku yang terakhir” Hyunsoo mem-poutkan bibirnya

“Itu sudah resiko karena kau yang paling kecil diantara kami”

“Ish…lalu bagaimana dengan Tao dan Junmen oppa?”

“Eung..Tao sudah bisa menerima keputusan Kris hyung. Tapi tidak dengan Suho hyung, ia masih kecewa. Setidaknya keadaan Suho hyung sudah agak membaik dari pada minggu lalu”

“Geutcho..semua butuh proses” gumam Hyunsoo

“Soo-ya..berhenti memainkan tanganmu di dadaku atau aku akan memakanmu saat ini juga”

“Heol..apa hubungannya memainkan dada dengan me..”

Terlambat..Jongin sudah membungkam mulut Hyunsoo sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.

“Ini karena kau terus memainkan dadaku sejak tadi Soo-ya. Aku ini namja normal yang mudah terpancing”

Jongin kembali menautkan bibir mereka. Merasakan manisnya bibir plum milik Hyunsoo membuat Jongin ketagihan dan kehilangan akal sehat. Dulu mungkin ia bisa menahan hasratnya, tapi tidak dengan sekarang. Jongin selalu ingin lebih lebih dan lebih. Tangan nakalnya mulai bermain dengan dada sintal milik istrinya. Oh, sepertinya pagi ini akan sangat melelahkan bagi kedua insan tersebut.
.
.
.
Hyunsoo berjalan dengan malas menuju dapur, gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Walaupun tadi pagi permainan Jongin tergolong kalem dan tidak brutal, namun tetap saja membuat tubuhnya terasa remuk. Hyunsoo sedikit beruntung karena Jongin tak memberikan kissmark sedikitpun di lehernya. Setidaknya Jongin memilih menghujani kissmark di dada Hyunsoo dari pada di leher.
Gadis itu mulai menuangkan air dalam gelas. Ia menghela nafas melihat penampilannya lewat pantulan kulkas. Saat ini ia hanya menggunakan kaos kebesaran milik Jongin yang tadi berceceran di lantai kamar mereka. Kaos itu hanya menutupi sepertiga pahanya, Hyunsoo bersyukur karena Jongin sudah pergi latihan sejak jam 8 tadi dan tidak sempat melihat penampilan Hyunsoo yang seperti ini. Kita semua tahu bahwa Jongin akan mengulanginya lagi ketika melihat ‘mangsa’ empuk seperti sekarang.

Drrtt ddrrrttt..

Hyunsoo terpaku melihat ponselnya. Panggilan video dari Kris?
Ia segera menempatkan diri untuk duduk di sofa kemudian mulai menerima panggilan tersebut.

“Soo-ya” panggil Kris di sebrang sana, sementara Hyunsoo hanya terpaku melihat sosok tersebut.

“Annyeong oppa”

“Mianhe”

“Untuk apa?”

“Aku akan menjelaskannya”

“Baiklah aku akan mendengarkannya”

“Aku…aku merasa tak mampu membayar konser untuk kedepannya Soo-ya. Aku perlu beristirahat sejenak dari rutinitasku. Kesibukanku di Exo benar-benar padat. Aku sudah berusaha meminum obatku dengan teratur, namun semua percuma. Penyakit itu terus menggrogoti tubuhku, jika aku mau sembuh..maka aku harus mengambil keputusan”

“Jadi..kau benar-benar menderita miokarditis?… tapi walaupun begitu, oppa tetap bisa menjadi bagian dari exo. Oppa bisa hiatus sementara sampai kembali pulih”

“Dan setelah aku pulih, maka aku akan kembali dengan jadwalku yang sangat padat. Itu kan maksudmu?”

“A-ani oppa”

“Penyakit itu akan kembali jika aku tetap pada kesibukanku yang sama”

“Lalu apa rencana oppa selanjutnya?”

“Setelah ini aku akan bersolo karierr sebagai actor dan penyanyi”

“Oppa! Jika oppa melakukan itu..apa kau tak khawatir exofans akan menganggap oppa penghianat”

“Mereka punya hak untuk beranggapan seperti itu. Tapii..apakah kau akan beranggapan hal yang sama?”

“Sedikit.. aku akan sedikit menganggapmu sebagai penghianat oppa”
Jawaban Hyunsoo direspon senyuman oleh Kris

“Soo-ya..cobalah berpikir sekali lagi…menurutmu mengapa aku tak sanggup menjalani rutinitas exo namun aku sanggup untuk menjalani rutinitas sebagai actor dan penyanyi solo.”

Hyunsoo terlihat mulai berpikir sejenak tentang alasan Kris yang sebenarnya. Gambaran tentang Kai yang sering cidera, keringat yang bercucuran di kening para member saat mereka usai latihan, rintihan kesakitan Sehun saat tangannya mengalami cidera dan ekspresi Luhan saat ia terkena demam namun tetap latihan, walupun jam latihannya sudah dikurangi. Semua gambaran itu terlintas di kepala Hyunsoo. Benar! Ia tahu apa alasannya.

“Setidaknya oppa tak perlu latihan dance. Oppa tak perlu menyanyi dan menari di waktu yang sama. Tak akan ada yang memaksa oppa untuk tetap bekerja walaupun kondisi oppa sedang buruk. Resiko untuk cidera lebih kecil. Itulah alasan mengapa oppa tak bisa lagi mengikuti rutinitas exo namun tetap bisa menjalani rutinitas sebagai actor dan penyanyi solo. Tapi bagaimana dengan hutangmu pada SM oppa?”

Kris tersenyum kecut menanggapi pertanyaan dari Hyunsoo.

“Exo sudah membayar semua hutangnya pada SM Soo-ya. Kau tak tau berapa banyak uang yang sudah kami hasilkan untuk perusahaan itu”

“Kau benar oppa..sejak dulu SM memang sudah terkenal seperti itu. Keunde…apakah aku bisa tetap memanggilmu dengan sebutan Kris oppa?”

“Tentu saja bisa. Kau adalah adikku”

“Hehehe..mengucapkan nama wu yi fan sangat sulit untuk lidahku oppa”

“Arrasseo, panggilah aku sesukamu”

“Oppa! Bisakah nama instagrammu tetap Kris walaupun kau sudah tak menjadi member Exo lagi?”

Kris terlihat berpikir untuk menanggapi ucapan Hyunsoo.

“Jeball oppa..lakukanlah demi aku. Lakukanlah demi adikmu. Lakukanlah demi fansmu”

“Hahaha..arra, aku akan tetap menggunakan nama Kris”

“Oppa..anakmu pasti sudah lahir kan? Seperti apa wajahnya? Aku ingin tahu”

“Arra aku akan mengirimkannya lewat pesan chatting”

Kris dan Hyunsoo terus berguarau dan bercerita banyak satu sama lain. Kini kesedihan sudah tak terlihat lagi diantara mereka. Waktu memang tak pernah bisa terulang, namun waktu pula yang akan menuntun kita pada lembaran yang baru. Sekarang yang menjadi tugas Hyunsoo adalah, memberi penjelasan pada teman-teman sekitarnya tentang kasus Kris. Hyunsoo juga tak ingin oppa-nya di benci oleh exofans.

*Flashback end

*Back to Hyunsoo & Sujin

“Setelah ini kita kemana?” ucap Sujin sambil meminum bubble tea.
Sujin terus berjalan menyusuri pusat perbelanjaan Seoul. Gadis itu masih belum menyadari bahwa Hyunsoo sudah tidak lagi berjalan di sebelahnya.

“Soo-ya…”

Sujin menghentikan langkahnya, menyadari bahwa Hyunsoo menghilang.

“Ouh..jinjja sesange(ya Tuhan)!! Shin Hyun Soo eodiya?? Arggghhh”

Sujin segera membalikkan tubuhnya dan berlari mencari Hyunsoo. Ini bukan yang pertama, Hyunsoo sering kali menghilang di tempat umum karena disebabkan oleh hal-hal sepele. 2 tahun lalu ia menghilang saat study tour di pulau Jeju, hanya karena Hyunsoo ingin membeli hot dog namun enggan untuk berbagi dengan teman-temannya…saat itu Hyunsoo sengaja bersembunyi di balik pohon untuk menghabiskan Hot dog nya, namun ia malah ditinggal oleh rombongan sekolah untuk pulang ke Seoul. Sujin masih ingat betul saat itu orang tua Hyunsoo hampir menuntut pihak sekolah karena kecerobohan mereka. Namun beruntung, karena Hyunsoo telah ditemukan oleh pihak kepolisian Jeju dalam keadaan utuh. Satu hal unik yang tak pernah Sujin lupakan…saat polisi menemukan Hyunsoo, mereka melihat Hyunsoo menangis dan terus menyebut nama Kai. Padahal logikanya, ketika seorang anak menghilang ia akan menyebut nama kedua orang tuanya. Tapi tidak dengan Hyunsoo, gadis itu terus menyebut nama Kai saat menangis.

“Sooya! Apa yang kau lakukan disini? Kau membuatku bingung mencarimu”
Sujin akhirnya berhasil menemukan Hyunsoo, kedua gadis itu kini tengah berada di salah satu toko yang menjual perlengkapan bayi.

“Eo..Sujin-ah..mian.”

“Kau menghilang dariku hanya untuk pergi ke toko bayi?!”

“Hehehe..tadi aku melihat kaos kaki ini. Bukankah itu lucu? Saking lucunya sampai aku tak sadar bisa berjalan kesini”

“Aigooo..Soo-ya, sampai kapan kau akan melihatnya terus? Lagipula ini adalah kaos kaki bayi biasa, apanya yang menarik?”

“Hya! Kau ini…tak bisa membedakan barang bagus dan biasa. Kaos kaki ini adalah istimewa, mereka kaos kaki couple. Hehe bukankah itu lucu? Aku akan membelinya untuk ku dan akan kuberikan pada Kai oppa” hyunsoo tersenyum mengatakan hal itu.

Entah mengapa Sujin melihat Hyunsoo sangat bahagia sekarang. Sulit dipercaya mengapa Hyunsoo bisa sebahagia itu hanya karena kaos kaki yang menurutnya itu adalah kaos kaki couple. Padahal bukan.

“Cih dasar bodoh! Ini bukan kaos kaki couple, ini kaos kaki untuk bayi kembar”

“Anigodeun! Kau salah..ini adalah kaos kaki couple, buktinya ini sepasang dan didesain untuk namja dan yeoja” Hyunsoo masih tetap bertahan pada kebodohannya.

“Hya! Shin Hyun Soo…mengapa kau begitu bodoh?! Apa kembar harus sejenis? Tentu saja tidak baboo, ada kembar yang berpasangan. Namja dan yeoja”

“Eung? Begitukah?….tapi kaos kaki ini sangat lucu. Aku ingin membelinya”

“Dan akan kau berikan pada Kai oppa? Kurasa sebaiknya jangan karena ia pasti akan menertawaimu”

“Baiklah, aku akan menyimpannya sendiri”

“Heol”
Hanya kata itu yang bisa Sujin ucapkan. Ia tak tau lagi kata-kata apa yang pantas untuk menggambarkan tingkah laku ajaib dari seorang Sin Hyun Soo.
.
.
.
Kai Pov

“Soo-ya…ijinkan aku keluar bersama D.O hyung ne, aku hanya pergi sebentar untuk menonton. Setelah itu mari kita bersama jeball?” kataku sambil membelai lengannya.

Sekarang kami sedang bersantai di sofa ruang tamu. Sebenarnya hari ini exo tak ada jadwal dan para member sedang sibuk keluar saat ini. Aku juga telah mempunyai janji dengan Kyungsoo hyung untuk menonton transformers di bioskop, namun aku sendiri ragu akan bisa keluar atau tidak malam ini. Aigoo, mengapa mendapat ijin untuk keluar bersama Hyung ku adalah hal yang susah. Akhir-akhir ini Hyunsoo menjadi gadis yang sangaaaat manja. Aku tak tau mengapa sifatnya bisa berubah jadi se-manja ini. Walaupun sebenarnya aku merasa diuntungkan karena ia terus menempel padaku, tapi segala sesuatu yang berlebihan pasti akan mengesalkan.

“Shirreo! Kau mau lebih memilih Kyungsoo oppa dari pada aku? Kau tak mencintaiku lagi oppa”

“Anii..tentu saja bukan seperti itu. Aku sangat mencintaimu, tapi kumohon Sooya ijinkan aku. Hanya sebentar saja setelah itu aku akan bersamamu”

“Ku bilang tidak ya tidak! Batalkan janjimu dengan Kyungsoo oppa, bilang kalau kau mencintaiku. Kau tau, aku cemburu padanya”

“MWO? Kau cemburu pada hyung ku? Demi tuhan Soo-ya, apa yang ada dipikiranmu. Aku dan dia sama-sama namja tak akan terjadi hal apapun! Kita ini normal”

“Isshh.. kau tak tau apapun. Aku tadi membaca FF, karena disitu tertulis KaiSoo couple. Maka kukira itu adalah Kai-Hyunsoo couple. Ternyata aku salah, ff itu menceritakan kisah cintamu dan Kyungsoo oppa. Dan itu ternyata ber-genre Yaoi. Kau tak tau betapa cemburunya aku setelah membaca cerita itu sampai tamat”

Aku langsung meloloskan tawaku saat mendengar ceritanya. Jinjja, istriku ini ternyata sangat polos. Hyunsoo menatap tawaku dengan kesal, ia meniup poni yang ada di dahinya.

“Jika kau tak menyukai ceitanya, mengapa kau masih tetap membaca cerita itu sampai tamat?”

“Karena ceritanya bagus dan romantis” Hyunsoo menatapku dengan polosnya.
Haha..kurasa bukanlah hal buruk jika aku membatalkan janjiku dengan hyung. Berdua di apartement bersama gadisku bukan hal yang membosankan.

Aku mulai mengeluarkan ponselku dan mengirim pesan pada D.O hyung.

“Oppa, apa yang kau lakukan?”

“Tentu saja membatalkan janji dengan kyungsoo hyung”

Hyunsoo tersenyum mendengar penuturanku, ia merasa menang kali ini.

“Oppa saranghae”

Aku mengacak pelan rambutnya. Hyunsoo tersenyum manis ke arahku.

“Akkhhh” rintih gadis itu

Hyunsoo merintih kesakitan sambil memegang perutnya.

“Soo-ya? Kau kenapa?” kataku panik

“Akkhh, ini pasti karena menstruasi. Aku sudah beberapa bulan telat, makanya rasanya sesakit ini”

“Apa kau yakin itu karena menstruasi? Bagaimana jika ada yang lain?” kataku sambil terus mengenggam tangannya

“Ne” ia menganggukkan kepalanya

“Apa sudah melihat ada darah disitu?” tanyaku mencoba memastikan

“Ne oppa, 3 hari lalu mulai keluar. Tapi masih sedikit” Hyunsoo terlihat kesal karena merasa diragukan

Ternyata dugaanku bahwa Hyunsoo hamil tidak terjadi, hemm..mungkin perubahan sikap Hyunsoo akhir-akhir ini adalah karena hormonnya. Sudahlah.

“Apa perlu ku panggilkan dokter?”

“Shirreo, ini hanya kram biasa. Semua wanita mengalaminya. Aku hanya perlu berada di dekatmu, maka rasa sakitku akan hilang”

Aku kembali tersenyum menanggapi penuturan Hyunsoo. Aku menyuruhnya untuk berbaring dengan posisi kepalanya dipangkuanku

“Apa sudah membaik?” tanyaku

“Eoh…akan lebih baik jika seperti ini” katanya sambil menempelkan telapak tanganku diperutnya

Next Day

Hari ini exo menjalani sebuah pemotretan untuk salah satu brand fashion terkenal di Korea. Huft, aku terpaksa membatalkan janjiku pada Hyunsoo untuk bermalam di apartement. Tadi sepertinya Hyunsoo mengamuk saat menelfonku, tapi mau bagaimana lagi ini sudah profesiku.

“Baiklah..kalian semua bisa beristirahat selama satu jam. Setelah itu kita akan memulainya lagi” kata fotografer
Kami semua berjalan menuju ruang make up Exo. Ruangan itu memang sangat privat, hanya manager dan make up artist saja yang bisa memasukinya. Karena disana terletak barang-barang pribadi para member.

“Annyeong oppadeul”

Kami terkejut melihat seorang gadis sedang duduk dengan santai di sofa ruangan ini. Gadis itu menggunakan kaos hitam polos dan juga hotpant, ia juga menggunakan topi hijau dan kaca mata hitam.

“Ehem..agasshi.. apa yang kau lakukan di ruangan ini? Ini adalah ruangan privat kami” kata Suho dengan nada sopan

Kami semua dapat menduga bahwa ia adalah sassaeng fans, aku dan Sehun menatapnya dengan sinis.

“Aku? Aku ingin menemui Kai oppa, aku merindukannya” gadis itu menyeringai menatapku

“Tapi aku tidak mengenalmu” kataku dingin

Seandainya yeoja ini tau aku sudah ber-istri..ia pasti tak akan senekat itu.

“Kau berani berkata seperti itu pada istrimu!” katanya sambil melepas kaca mata dan topi.

Omo! Itu Hyunsoo. Tapi…tapi bagaimana mungkin dia…

“Wae oppa? Hanya karena aku mewarnai, memotong dan mengubah model rambutku maka kau tak bisa mengenaliku? Keterlaluan” ucapnya sinis.

“A-aniya..bukan begitu Soo-ya, aku hanya terkejut kau berpenampilan seperti ini. Kau mewarnai rambutmu menjadi coklat, memotongnya menjadi se-bahu, dan juga membuatnya menjadi bergelombang. Menurutku itu adalah perubahan yang sangat drastis” aku segera menghampirinya dan duduk di sebelah Hyunsoo

“Tapi apakah kau suka? Model rambut seperti ini sedang menjadi topik hangat dikalangan mahasiswa”

Hyunsoo mulai menampakkan senyumannya, gadis itu sudah marah lagi. Aku menanggapi ucapannya dengan tersenyum dan mengangguk. Jujur saja, aku juga sangat terkesan dengan penampilan barunya. Ia terlihat lebih dewasa dan cantik. Namun aku tetap tidak nyaman dengan tatapan memberdeul yang melihat istriku. Ya, mereka menatap istriku dengan tatapan yang membuatku tak nyaman. Mereka mengagumi istriku. Asshh, semenjak Becca noona mengikuti Kris hyung ke China..memberdeul tak bisa lagi cuci mata dengan melihat kecantikannya, namun sekarang mereka punya Hyunsoo untuk dipandangi dan itu membuaku tak suka. Sangat tak nyaman. Sekarang aku paham mengapa Suho hyung dan Minseok hyung jarang mengajak kekasihnya untuk bertemu dengan kami. Melihat yeoja cantik memang sudah biasa untuk kami, exo terbiasa melihat artis-artis yang bahkan lebih menawan dari pada Hyunsoo dan Becca noona. Tapi rasanya berbeda ketika kita melihat yeoja biasa yang bukan dari kalangan artis namun mempunyai paras menawan. Itu terasa istimewa bagi kami, artis bisa menjadi secantik itu karena mereka menggunakan perawatan yang super mahal dan bahkan melakukan oprasi pelastik. Tapi berbeda dengan yeoja biasa seperti Hyunsoo dan Becca noona, mereka alami..dan itulah yang membuat kami tertarik.

4 Jam Kemudian

“Baiklah..kalian sudah bekerja keras. Terimakasih atas partisipasinya” ucap fotografer
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, sebenarnya tadi aku sudah menyuruh Hyunsoo untuk pulang karena aku tahu diluar sana banyak fans yang menunggu kami. Akan sangat beresiko jika dia tetap disini sampai akhir. Namun Hyunsoo tetap pada pendiriannya, gadis itu bahkan meminta ijin pada Suho Hyung dan Manager hyung agar mengijinkanku untuk bermalam di apartement. Mereka terpaksa menyetujuinya karena Hyunsoo mengancam akan menangis. Jinjja, terkadang sifat kekanakan dari yeoja itu dapat membuatku frustasi.

Aku membuka pintu ruang privat kami, berharap bisa secepatnya membawa Hyunsoo pulang. Namun lagi-lagi..aku harus bersabar.

“Eo..Jonginna, istrimu tertidur” kata Kyungsoo hyung

Aku berusaha membangunkannya namun nihil, ia sama sekali tak berniat membuka matanya.

“Jonginna sudahlah jangan ganggu tidurnya. Lebih baik sekarang kau gunakan penyamaranmu dan gendonglah dia menuju mobil staff. Akan lebih baik jika kalian tidak satu mobil dengan kami karena di luar sana terlalu banyak fans” kata Suho hyung sambil menatap jendela dan melihat kumpulan fans yang tengah menunggu kami.
.
.
.
At Lobby Apartement

Aku melangkahkan kakiku menuju lift, Hyunsoo masih tertidur di punggungku. Aku tersenyum sendiri bila mengingat semua yang telah dilakukannya. Apa aku jatuh cinta lagi padanya? Hmm…sepertinya begitu.

“Soo-ya kau tidur?” kataku sambil terus berjalan menggendongnya.

“Eo..sepertinya kau memang tidur. Aku ingin jujur padamu”

“Tadi itu kau sangat menyebalkan, kau memaksa hyungku untuk menuruti keinginanmu. Kau membuatku frustasi dengan tingkah anehmu akhir-akhir ini”

“Dan juga, tubuhmu semakin berat. Apa kau menjalani program penggemukan badan? Tapi tak apa, aku menyukainya..kau terlihat semakin berisi dan errr sexy” aku tersenyum mengatakan hal ini

Hyunsoo masih diam tak menanggapi ucapanku, sepertinya dia benar-benar terlelap. Aku mulai memasukkan kombinasi angka untuk membuka pintu apartement kami. Langkah kakiku kini berjalan menuju kamar dan mulai membaringkan Hyunsoo di ranjang. Aku menyelimutinya dan membelai rambutnya. Menatap wajah cantiknya saat terlelap.

“Soo-ya, kau adalah gadis paling manja dan mengesalkan yang membuatku frustasi akhir-akhir ini. Tapi walaupun begitu kau selalu membuatku tertawa dengan tingkahmu. Sifat anehmu sungguh menguji kesabaranku, namun entah mengapa justru itu yang membuatku semakin merindukanmu”

“Aku juga sangat menyukai penampilanmu yang baru. Kau terlihat semakin cantik. Tapi aku juga tak suka Hyung-deul melihatmu seperti ini. Kau membuat mereka mengagumimu..aassshhh jinjja, jangan berdandan secantik itu dihadapan namja lain. Aku tak menyukainya..”

“cham, apa kau akan pergi ke kampus dengan penampilan seperti ini? Andwe! Jangan berangkat ke kampus dengan penampilan seperti ini. Aku pernah mengantarmu ke kampus dan melihat banyak namja yang lebih tampan dariku. Soo-ya apa mereka pernah mendekatimu saat aku tak ada? Apa mereka pernah meminta nomor telfon mu atau meminta ID SNS mu? Apapun yang mereka katakan kau jangan coba-coba termakan rayuannya. Sshhh, harusnya aku juga bisa kuliah bersamamu agar bisa memberi death glare pada namja-namja itu. Jika ada namja yang mencoba mendekatimu kau harus menolak dan katakanlah padaku siapa namja itu. Arraseo?”

Hyunsoo membuka matanya tepat setelah aku selesai mengucapkan kalimat itu

Blam!

Seolah ada bom yang meledak saat ini juga di kepalaku. Gadis itu menatapku dengan tatapan datarnya. Tuhan, semoga ia tak mendengar semua yang telah kukatakan padanya terutama yang terakhir.

“Arrasseo oppa..aku akan melaporkan siapa saja namja yang berani mendekatiku”

“K-kau..sejak kapan kau mendengar apa yang kubicarakan?” aku menelan salivaku saat menatapnya

“Aku mendengar semua. Dari mulai kau yang mengatakan bahwa aku manja, menyebalkan, aku semakin berat, oppa merindukanku dan..”

Aku segera membungkam mulutnya dengan tanganku. Saat ini aku sangat malu pada diriku sendiri.

“Hajima! Jangan diteruskan lagi. Lupakan itu semua..lupakan yang semua hal yang kukatakan padamu. Arra?”

Hyunsoo mengangguk pertanda bahwa ia mematuhiku. Aku mulai melepas tanganku yang tadi membungkam mulutnya.

“Ssshh tunggu! Kata-kataku yang terakhir, jangan kau abaikan. Aku benar-benar tak ingin namja-namja itu mendekatimu”

“Mereka bahkan sudah mendekatiku jauh sebelum kita menikah oppa”

“MWO? Mengapa kau tidak memberitahuku?”

“Karena kau tak bertanya” jawab Hyunsoo cuek

“Bagaimanapun juga, mulai sekarang kau harus melaporkan padaku siapa saja namja itu”

“Arraseo oppa”

Aku tersenyum dan membelai wajahnya.

Cup~

Aku mencium keningnya

“Tidurlah..” kataku singkat kemudian beranjak dari ranjang yang tadi ku duduki.

“Hajima..oppa bogosippeo” kata Hyunsoo sambil berusaha menahan tanganku

“Aku ingin mandi Soo-ya, apa kau mau ikut hm?”

“Sejak tadi aku juga belum mandi. Baiklah kita mandi bersama”

“Bukankah kau sedang dalam masa periode?”

“Eung? Sudah tidak lagi oppa”

Hyunsoo mulai bangun dari ranjang dan segera berlari menuju kamar mandi.

“Apa ini undangan untukku? Aasshhh, sudah kuduga pilihan orang tua adalah yang terbaik” aku menyeringai dan mulai memasuki kamar mandi.

Author Pov

Suasana ruang make up Exo saat ini benar-benar hening. Mereka semua menatap Kai yang tengah frustasi duduk di kursi make up nya.

“Noona..coba kau tambah bedak lagi” kata Sehun dengan tatapan serius ke arah Kai yang sedang di make up.

“Eotteokhe…30 menit lagi kita tampil” ucap Tao sambil berjalan mondar mandir

“Hyunsoo daebbak” sahut Baekhyun yang terkekeh geli melihat Kai

“Bekasnya sudah lumayan pudar dibandingkan tadi” kata manager mereka

Sementara kai, hanya bisa diam dengan wajah frustasinya. Hyunsoo benar-benar melancarkan aksi balas dendam, gadis itu membuat kissmark yang banyak di leher namja itu. Dan efeknya seperti sekarang ini, Hyojung (make up artist member) harus berusaha ekstra untuk menambahkan foundation dan bedak di leher kai. Karena akan sangat bahaya jika Kai tampil dengan kissmark di lehernya. Itu bisa membuat fans curiga.

“Hya bocah nakal, sebenarnya seberapa ganas istrimu hingga membuat lehermu menjadi seperti ini?” gerutu Hyojung

“Eo..bekasnya sudah tak terlalu kelihatan, tinggal tambah sedikit bedak lagi noona” ucap Chanyeol sambil menggigit kukunya

“Cha..sudah selesai. Kau bisa segera mengganti bajumu. Huft” ucap Hyojung sambil mengemasi peralatannya.
Kai segera berlari menuju ruang ganti, dia mengganti bajunya dengan sumpah serapah yang ditujukan untuk Hyunsoo.

*Disisi lain

“Rae Moon-ah, paper yang akan dikumpulkan pada dosen Sung apakah sudah siap?” Tanya Hyunsoo

“Ne..aku hanya tinggal mengambilnya di tempat fotocopy.”

“Huft, kau tau? Aku sangat bersyukur bahwa paper ini dikerjakan secara berkelompok” ucap Hyunsoo riang

“Nado, aku juga tak bisa membayangkan jika mengerjakan semuanya sendiri. Pasti tak akan bisa selesai tepat waktu” sahut Raemoon

Hyunsoo tersenyum dan kembali pada kesibukannya yang sedang menganalisa hasil survey tugas mereka. Begitu juga dengan Raemoon, ia membantu Hyunsoo untuk menganalisanya. Namun Hyunsoo menghentikan kegiatannya ketika mendengar beberapa gadis sedang bergosip membicarakan Kai dan Exo.

“Kalian tau? Penampilan exo tadi begitu buruk. Mereka terlihat seperti sedang bermain-main. Mwoya, mereka bukan dibayar untuk menampilkan kesalahan” kata Songhwa

“Eyyhh, mereka hanyalah boyband 3 huruf yang hanya mengandalkan sensasi” tambah Seobyung

“Cih, kalian tak melihat bagaimana penampilan Kai tadi? Gayanya sangat over dan kampungan. Terkesan berlebihan” ucap Gyeongsa dengan nada meremehkan

Hyunsoo sudah sejak tadi memejamkan matanya. Gadis itu mencoba menahan emosinya, Seobyung Cs memang sudah terkenal dengan sikap mereka yang membenci Exo. Mereka adalah antifans dan sialnya, Hyunsoo ditempatkan di kelas yang sama dengan ketiga gadis itu. Raemoon yang menyadari perubahan pada wajah Hyunsoo segera menggenggam tangan gadis itu, berusaha meredam emosi temannya.

“Majjwo..bahkan kudengar Kai bisa masuk menjadi trainee SM karena pamannya adalah Kim Young Min. itu tandanya Kai tak bisa berkompetisi” ucap Seobyung

“Soo-ya..jaga emosimu, abaikanlah mereka” bisik Raemoon

“Berhenti membicarakan Kai atau kau akan tau akibatnya!!!” pekik Hyunsoo pada ketiga gadis itu.

Hyunsoo mulai berdiri dan menghampiri mereka, sementara Raemoon hanya bisa menggigit jari melihat pemandangan itu. Ia tau bahwa Hyunsoo sudah ada diujung emosinya. Sebentar lagi pasti akan ada perang dunia, batin Raemoon

“Heol! Sassaeng fans Exo ternyata ada disini” Kata Songhwa

“Matda…karena sassaeng fans Exo ada disini, kalian sebaiknya tidak usah berulah lagi”

Hyunsoo tersenyum licik setelah mengatakan hal itu.

“WAE? Kami hanya membicarakan kenyataan yang ada. Exo adalah suatu kesalahan SM, grup itu hanya berisikan dengan drama dan settingan. Apakah kejadian keluarnya penghianat seperti Kris masih belum menyadarkanmu huh?” sahut Gyeongsa

“Apa kau mau mengungkit masalah Kris di depanku eoh? JANGAN PERNAH BERKATA APAPUN TENTANG EXO JIKA KAU TAK TAU APA-APA DASAR WANITA JALANG!”

Emosi Hyunsoo benar-benar sudah tak bisa di kontrol lagi.

“MWO? Kau mengatai kami wanita jalang? Beraninya kau! Pantas saja kau begitu menyukai Kai karena memang kalian sama. Sama-sama kampungan dan tidak berpendidikan”

Sekali lagi, ucapan Songhwa membuat Hyunsoo geram.

“Kau..hentikan dan tariklah ucapanmu sebelum aku membunuhmu saat ini juga” hyunsoo mengepalkan tangannya.

“Apa aku salah? Kai memang tak berpendidikan. Dia hanya lulusan SMA dan….aakkhhh”

Ucapan Songhwa terhenti karena Hyunsoo menarik rambutnya. Katakan selamat tinggal pada logika Hyunsoo karena saat ini gadis itu sudah dikuasai oleh amarah. Hyunsoo dan Songhwa terlibat dalam aksi saling merontokkan rambut. Mereka bahkan mencakar satu sama lain.

Drrrtt Drrrrttt

Raemoon yang menyadari bahwa ponsel Hyunsoo sedang bergetar segera mengambilnya. Sebenarnya Raemoon enggan menerima panggilan dari ponsel itu namun ia merasa harus mengangkatnya, siapa tahu itu penting.

“Hyunsoo-ya, aku sudah berada di depan kampusmu sekarang” ucap seorang namja dengan suara husky di sebrang sana.

“Eo..nuguseyo?” jawab Raemoon

“Ini bukan Hyunsoo? Dimana Hyunsoo?….aku adalah oppa-nya” jawab pria itu

“Ahh syukurlah, apakah kau bisa ke kelas kami sekarang? Hyunsoo sedang terlibat pertengkaran hebat, tolong kemari dan bantulah adikmu” ucap Raemoon dengan nada panik.

“Mwo? Baiklah aku akan kesana”

Bip

Sambungan ponsel telah usai.

“Apa lagi yang telah kau perbuat yeobbo” ucap Jongin kemudian segera mengenakan penyamarannya.

Sebenarnya hari ini Jongin berniat untuk menjemput Hyunsoo karena mereka akan ke rumah nenek Jongin. Namun sepertinya rencana itu harus berantakan karena ulah Hyunsoo, itulah yang ada dalam benak pria berkulit tan tersebut.
Jongin segera mempercepat langkahnya menuju kelas Hyunsoo, tapi langkah kakinya terhenti ketika melihat para mahasiswa sedang mengerubungi sesuatu. Jongin kembali melihat ponselnya dan mencoba mendeteksi dimana keberadaan Hyunsoo lewat GPRS, pria itu memutuskan untuk masuk dalam kerumunan mahasiswa itu.

“Shin Hyun Soo kau akan mati!” desis Songhwa yang tengah bergulat dengan Hyunsoo

“Cih..Kau yang akan kubunuh bodoh! Ini semua salahmu karena telah mengatai Kai oppa di depanku!!”
Teriakan Hyunsoo barusan berhasil membuat Kai terdiam pada posisinya. Pria itu masih sulit mempercayai bahwa Hyunsoo bisa menjadi gadis kasar.

“Aku bicara kenyataan! Kai memang kampungan dan tidak bisa berkompeti…Akkkhh”

“Ahn Song Hwa!! Berhenti menghina suamiku!! You are bastard!!”

“Aku akan menuntutmu setelah ini Hyunsoo, akan kupastikan kau membusuk di penajara..Little bitch”

“Terserah! Aku tak peduli! Aku tak punya anak dan suami..usiaku juga masih muda, aku tak takut jika masuk penjara hanya karena membunuhmu setelah ini”

Ucapan hyunsoo barusan benar-benar membuat Kai naik pitam. Pria itu sangat kecewa pada Hyunsoo.

“CUKUP!! SHIN HYUN SOO HENTIKAN!!”

Teriakan Jongin berhasil membuat suasana di kelas menjadi hening seketika. Hyunsoo dan Songhwa pun menghentikan pertikaian mereka. Jongin benar-benar marah saat ini, matanya menatap tajam manik mata istrinya.

“Op-oppa..” Hyunsoo menatap sang suami dengan gugup.

Jongin segera melangkah mengambil barang-barang Hyunsoo kemudian menarik pergelangan tangan sang istri.

“Ikut aku” kata Jongin dingin

TBC~

Hai readers  maaf banget ya soal kemarin, aku beneran gak bermaksud buka luka lama kalian tentang Kris *Bow. Dan untuk masalah Baekyeon, kalian tenang aja..aku gk akan ngajak kalian untuk membenci pasangan ini, bahkan sebaliknya(?) tujuanku sebenernya adalah ngajak kalian buat ikhlas tentang apa yang telah kita alami sebagai exo-L akhir-akhir ini. Itu terbukti dengan hadirnya chapter ini. Kalian bisa liat sendiri kan? Aku menceritakan Kris yang bahagia dengan pilihannya dan Hyunsoo yang bisa menerima keputusan Kris. Tapi emang bener lho readers, aku sampai saat ini berpikir bahwa emang ini yang terbaik buat Kris. Aku sebagai Exo-L udah ikhlas menerima kepergian bias yang paling kusayang setelah Kai. Awalnya sih berat, tapi setelah liat Kris yang sekarang…..aku putuskan untuk dukung Exo dan Kris dengan senang hati tanpa harus memaksakan ego ku agar mereka kembali jadi OT12 lagi. Dan aku tau FF ini pasti ada banyak pro dan Kontra karena diambil dari kisah nyata, tapi tak apalah. Masing-masing orang berhak mengungkapkan pendapatnya 
Dan untuk model rambut dan penampilan Hyunsoo sekarang. Aku udah ada pict nya.
Shin Hyun Soo
Jjaaanggg!! Ini dia Hyunsoo yang sekarang. Kalo dulu kan rambutnya item terus panjang (coba rev chapter 4 ya) sekarang jadi lebih stylish dengan penampilan barunya. Itu pict yang diambil waktu Hyunsoo mau ketemu sama kai pas Exo lagi pemotretan Brand fashion. Wkwkwkwkwk😀

7 thoughts on “Ooppss!! – Chapter 11

  1. Hyunsoo benar benar teropsesi akan kai dan itu membuatnya dalam bahaya sebenarnya. Secara tidak langsung melukai perasaan suami tapi demi membela kai sebagai member exo. Hhh cinta dan opsesi benar benar bersebelahan tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s