Ooppss!! [Chapter 9B]

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo (OC/You), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: PG 17! | Length: Chaptered |Author: Mrskim88 (@alsaalz) | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Readers…sebelum kalian baca ini, aku pingin kenalin cast baru di FF, namanya Shin Jiwoo..
Shin Ji Woo (2)
Aku sengaja kenalin sekarang, biar kalian lebih gampang aja bayangin sosok Shin Ji Woo ini seperti apa. Mau tau dia ini siapa?

Happy Reading ^^

Hyunsoo Pov
Kulangkahakan kaki menuju pintu dorm exo yang kini berjarak 5 meter dari tubuhku. Sejak menikah dengan salah satu member EXO, aku mempunyai peluang untuk beberapa kali menemui mereka. Apakah aku benar-benar lucky fans? Hmmm..sepertinya memang iya, hari ini memberdeul sedang libur dan tentu saja kuanggap sekali lagi bahwa ini adalah keberuntungan. Berkumpul dengan ke-12 member EXO di dorm mereka bukanlah peristiwa yang biasa saja. Aku juga membawa makanan yang dititipkan eomma. Haha, sulit dipercaya..eomma yang dulu tak begitu menyukai exo, sekarang malah membuatkan makanan khusus untuk para member.
“Annyeong oppadeul” sapa ku mulai memasuki dorm mereka
“Eoh..Hyunsoo-ya annyeong” balas kyungsoo oppa
“Soo-ya..apa yang kau bawa?” Tanya luhan
“Eo? Igo? Ini makanan yang dititipkan eomma untuk oppadeul”
“Whoaaa,..baik sekali eomma-mu. Kai beruntung sekali mendapat mertua seperti eomma mu. Kajja, kita ke dapur untuk memindahkannya di piring” ajak Lay oppa
Aku mulai mengekori Lay menuju dapur, di sana aku melihat ada 2 orang gadis. Yang satunya aku tahu itu Becca eonnie, tapi yang satunya lagi siapa?..aku memicingkan mataku berusaha mengenali wajahnya, karena aku yakin wajah wanita itu sangat familiar.
“Soo-ya apa yang kau lihat? Kemarilah…mari kita pindahkan makanannya”
Suara lay oppa kembali menyadarkanku.
“Eoh..ne oppa”
Aku berjalan mendekati lay oppa, dan otomatis juga mendekati Becca eonnie dan gadis itu.
“Eo? Soo-ya neo wasseo( kau sudah datang)” sapa Becca eonnie
“Nde eonnie” balasku seraya tersenyum
“Oh..Kau Hyunsoo?”
Gadis itu memutar tubuhnya dan menatapku. Omo! Itu Taeyeon SNSD..
“Nde eonnie…Hoksi..eumm…apakah eonnie benar-benar Taeyeon SNSD??” kataku sambil menatapnya lekat, mengamati setiap inchi lekuk wajahnya. Sangat cantik, bagaimana bisa wajah seperti ini tanpa oprasi?!
“Hahaha aigooo, ternyata benar kata Jongin bahwa istrinya sangat polos. Ne.. aku adalah Taeyeon” ucapnya sambil memamerkan senyuman manis.
“Whooaaaa daebbak, apakah SNSD juga disini?? Lalu mana eonnie ku?? Yoona Eonnie??” kataku dengan penuh semangat sambil memutar pandanganku mencari yoona.
Sebenarnya aku sudah menyukai Yoona sejak SMP dahulu, YoonWon adalah couple favoritku. Tapi sayang kisah cinta mereka tak benar-benar terjadi di dunia nyata. Ssshhh…Taeyeon yang tadinya menurutku tak begitu cantik saja sudah terlihat sempurna, jika mengamati dari dekat. Apa lagi bertemu dengan Yoona eonnie, seperti apa rasanya melihat wajah yoona dari dekat.
“Kkkk..ani, memberdeul tak ada disini. Hanya aku yang berada disini..apakah kau menyukai yoona?”
“Ne..aku sangat menyukainya. Yoona adalah wanita paling cantik di dunia, tapi eonnie adalah wanita paling baik di dunia” jawabku dengan senyuman
Sebenarnya aku merasa ada yang janggal, mengapa hanya taeyeon eonnie saja yang ada di dorm. Ah molla…mungkin saja ia sedang ada perlu dengan oppadeul. Kini aku mulai merebahkan diri di sofa bersama becca eonnie. Sedangkan Taeyeon eonnie, tak tau entah kemana..tapi yang jelas ia tak mungkin pergi jauh karena barang-barangnya masih ada disini.
“Eonnie..kandunganmu makin besar eoh?” kataku sambil membelai perut Becca eonnie yang semakin membuncit.
“Ne, dia selalu bergerak setiap sore dan setiap aku mau tidur”
“Waahhh…bagaimana rasanya??” tanyaku antusias
“Kau akan tau setelah kau hamil nanti…jadi bagaimana? Apakah Baby Soo-ya sudah merasakan gejala-gejala kehamilan hm?”
Aku langsung tersedak mendengar penuturan eonnie..mwoya, aku jadi teringat kejadian 3 hari yang lalu. Huft, bahkan terkadang selangkanganku masih sakit jika digunakan untuk berlari.
“Eung? Soo-ya? Kau sudah datang hooaammm”
Kai oppa keluar dari kamar dengan penampilan kusut, Ia ikut duduk di sofa bersebelahan denganku. Oppa kembali menutup matanya setelah menemukan posisi yang nyaman untuk terlelap (lagi).
“Oppa..bukalah matamu..kau sudah tidur sejak tadi” kataku sambil menyentuh pipinya dengan jari telunjukku.
“Ne..”
Ia membuka matanya dan tersenyum hangat ke arahku. Jinja, senyuman Jongin oppa tak pernah membuatku bosan. Aku selalu terlena dan gembira saat melihat senyuman suamiku. Dulu aku hanya bisa membalas senyumannya dalam kerumunan Fans, tentu saja pada saat itu oppa tersenyum bukan hanya kepadaku namun kepada fans lain juga. Tapi sekarang oppa bisa hanya tersenyum padaku, dan aku juga bisa membalas senyumannya secara personal.
“Hya! Soo-ya, kau belum menjawab pertanyaanku”
Ucapan Becca eonnie membuatku kembali menatap gadis cantik dengan perut buncit itu. Ish..kenapa becca eonnie jadi seperti ini?!..mempermalukan pengantin baru -____-
“Pertanyaan apa noona?” Tanya kai
“Apakah hyunsoo sudah mengalami gejala kehamilan hm? Dia juga harus hamil sepertiku”
Wajah kai oppa merah karena menahan malu, sebenarnya bukan hanya wajahnya saja yang merah…wajahku juga begitu, ini memalukan.
Ceklek..
Pintu dorm terbuka, nampaklah dua orang yang saling bergandengan tangan mesra. Mereka menatap mata satu sama lain dengan penuh cinta. Persis seperti tatapanku dan Jongin oppa. Andwe..mereka tak mungkin menjalin hubungan lebih dari rekan kerja. SM tak mengijinkan artis-artisnya menjalin hubungan. Mereka sesama artis SM, mereka tak mungkin berpacaran.
“Taekoong-ah..hari ini kau benar-benar tak ada jadwal?” kata baekhyun oppa sambil membelai rambut eonnie
“Ne..kau tak usah mengkhawatirkan aku” jawab Taeyeon dengan senyuman merekah
Baekhyun oppa bahkan mempunyai nama panggilan khusus untuk Taeyeon eonnie. Apa mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih? Ani..hubungan ini salah. Sangat salah, Yoonwu-ya..apa yang harus kukatakan padamu nanti?! Ini bukan seperti hubunganku dengan Kai oppa maupun Becca eonnie dengan Kris oppa, hubungan Baekhyun dan Taeyeon eonnie berbeda. Mereka akan menerima banyak terror apabila ketahuan oleh sassaeng fans.
Tidak tidak..aku harus memastikan semua sendiri.
“Oppa! Baekhyun Oppa dan Taeyeon Eonnie..apa kalian berpacaran?” tanyaku pada baekhyun.
Oke mungkin pertanyaanku terdengar frontal, tapi saat ini aku sedang ber-akting setenang mungkin.
“Eoh ne..aku lupa memberitahumu Soo-ya. Baekhyun hyung dan taeyeon noona sudah berpacaran”
Jongin oppa segera menjawab pertanyaanku. Aku segera menoleh padanya, tatapan mataku seolah mengatakan ‘benarkah?’
“Ne.., apa yang dikatakan Jongin benar Soo-ya. Aku dan Taeyeon noona sudah resmi berpacaran”
Aku menelan salivaku setelah mendengar perkataan baekhyun. Mengapa rasanya sakit, bukan..aku tak menyukai baekhyun oppa. Aku hanya merasa sakit karena pria itu telah melanggar janjinya sendiri, pria itu telah mengumbar janji yang tak bisa ia tepati. Bagaimana dengan nasib sahabatku? Bagaimana nasib yoonwu jika ia mengetahui ini semua??

Flash
“Aku takkan berpacaran sebelum usia 35 tahun” kata baekhyun dalam sebuah interview

“Eonnie..be-ra-pa lama hubungan kalian?” tanyaku dengan senyum dipaksakkan
“Eoh..hampir satu bulan mungkin. Aku juga tak terlalu mengingatnya” jawab Taeyeon
Sudah selama itu kalian menyembunyikannya?? Ani..aku tak boleh terlihat terkejut, aku harus bisa bersikap.
“Whoaa..Cukhae!” kataku antusias
Kurasakan tangan hangat Kai oppa menggenggamku, sepertinya ia menyadari bahwa senyumku saat ini merupakan kebohongan, sungguh..aku merasa ingin menangis sekarang. Aku sakit setiap melihat mereka tersenyum di tengah penderitaan sahabatku. Tak apa jika baekhyun oppa ingin berpacaran, tapi mengapa wanita itu harus Taeyeon eonnie?

Drrtt Dddrrrttt

“Eo Yobosseyo”
Aku terpaku dalam posisiku, Yoonwu menelfon disaat yang sangat tidak tepat. Aku tak tau apa yang harus kukatakan padanya. Wajahku mendadak pucat, aku terlalu takut bertemu dengan Yoonwu saat ini.
“Soo-ya…maukah kau menemaniku pergi belanja? Aku ingin membeli kado untuk Baekhyun oppa, sebentar lagi kan ia berulang tahun”
Mata ku terasa begitu panas mendengar ucapan Yoonwu. Apa dia masih akan tetap menjadi gadis yang ceria jika ia mengetahui kenyataan yang sebenarnya?
“Yoon-ah..bukankah ulang tahunnya masih lama, kita bisa membelinya minggu depan” ucapku
Demi tuhan, lidahku terasa kelu mengatakan hal itu, aku semakin menggenggam erat tangan kai oppa disebelahku.
“Shirreo, kau tau kemeja yang akan kuhadiahkan untuk baekkie oppa adalah kemeja limited edition. Aku tak akan mendapatkannya jika kita membelinya minggu depan. Kau tak tahu aku bahkan harus berpuasa di sekolah untuk membeli kemeja itu. Kajja..kutunggu kau di Apgeujong”
Aku hampir menangis mendengarkan suara Yoonwu dari seberang sana
“Ne, aku akan kesana”

Bip

Tatapan mataku kini beralih menatap Jongin oppa.
“Kau tak apa? siapa yang menelfonmu tadi?” Tanya Jongin
“Ne, Na gwenchana..itu tadi chingu ku, dia mengajakku berbelanja”
“Tapi kau tadi terlihat seperti memendam sesuatu”
Jongin mulai memegang kedua bahuku
“Akan kuceritakan nanti di apartement..aku pergi dulu”

Chup

Dia mengecup bibirku sekilas, itu sedikit menghibur. Aku mulai beranjak dari sofa dengan senyuman, kali ini aku tulus.
“Oppadeul aku pamit dulu”
“Ne Soo-ya” ucap xiumin
“Terimakasih atas makanannya” ucap Suho
“Hati hati dijalan” ucap Kris
Aku hanya mengangguk menanggapi mereka.
“Taeyeon eonni..aku pergi dulu”
“Eoh..nde Soo-ya, kuharap kita bisa bertemu lagi”
Aku tersenyum menanggapi ucapan Taeyeon
“Bec-ca Eonnie?”
Aku memelankan suaraku saat melihat Becca eonni tertidur di pangkuan Kris oppa, tadinya aku ingin berpamitan dengannya.
“Sshh..dia sudah lelap” kata Kris sambil membelai rambut istrinya
Aigoo, mereka romantis sekali. Aku segera melangkahkan kaki, keluar dari dorm. Sepertinya menyembunyikan hubungan Baekhyun oppa dan Taeyeon eonnie dari Yoonwu adalah sikap yang paling tepat untuk saat ini. Ya, hubungan mereka adalah rahasia member exo..aku harus menjaga rahasia itu.
Author Pov
“Kai-ah..kau yakin tak terjadi sesuatu pada istrimu?” Tanya Chen yang saat ini duduk disebelah jongin.
“Molla..tapi dia berjanji akan mengatakannya nanti di apartement” jawab Kai sambil memainkan video game milik Kyungsoo. Jangan lupakan bahwa bagaimanapun Jongin adalah maknae.

*Disisi lain..

“Aaaa senangnyaa..akhirnya aku dapat membeli ini. Hya..Soo-ya, apa menurutmu Baekhyun oppa akan senang menerimanya? Aa tentu saja ia akan sangat senang menerima kado dari calon istrinya. Kekekeke” ucap Yoonwu sambil melahap ice creamnya.
Sekarang Yoonwu dan Hyunsoo tengah menyantap ice cream mereka, sembari duduk di kursi panjang yang ada di mall. Mereka telah mendapatkan kemeja yang cocok untuk Baekhyun, sebenarnya ingin sekali Hyunsoo melarang sahabatnya itu untuk berkorban demi Baekhyun. Baekhyun sudah menjadi milik Taeyeon, mungkin Hyunsoo lah satu satunya Exofans yang mengetahui ini.
“Cih..aku bahkan belum menjawab pertanyaanmu.” Ujar Hyunsoo tersenyum, gadis itu terkekeh melihat kelakuan sahabatnya. Namun senyumannya mulai sirna, digantikan dengan raut wajah khawatir.
“Eung..Yoon-ah..” lirih Hyunsoo
“Wae?”
Yoonwu masih tetap berkonsentrasi pada ice cream nya.
“Yoon-ah…”
“Tsk..Wae?” kali ini gadis bermarga Gil itu menoleh pada Hyunsoo
“Apa kau mencintai Baekhyun?”
Entah apa yang ada dipikiran Hyunsoo saat ini, hingga ia berani bertanya pada sahabatnya masalah hati, padahal sebelumnya gadis itu tak pernah mau ikut campur urusan temannya sampai terlalu dalam.
Yoonwu berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan chingu nya.
“Kau tahu Soo-ya? Baekhyun oppa adalah sumber kebahagiaanku. Kita bisa berteman dekat, kita bisa tertawa bersama karena aku, kau, Sujin dan Minhye menyukai EXO. Kita punya rasa yang sama-sama kuat untuk bias masing-masing. Kau tak ingat dulu sebelum kita menyukai EXO, kita seperti orang yang tak kenal satu sama lain. Aku bahkan menjadi gadis yang pendiam dan pemurung setelah orang tuaku resmi bercerai. Namun melihat Baekhyun oppa mengeluarkan senyumannya yang tulus saat showcase pertama exo, membuatku sadar..tak seharusnya aku menyesalkan perceraian kedua orang tuaku hanya karena ibuku lari bersama pria lain yang lebih muda”
Yoonwu tersenyum miris mengenang masa lalunya dulu. Sedangkan Hyunsoo menatap nanar sahabatnya.
“Awalnya aku mengira, bahwa aku menyukai oppa karena dia tampan. Tapi aku salah, aku menyukai oppa karena dia bisa membuatku tertawa berkat tingkah konyol nya. Kupikir aku mencintainya, bukankah cinta itu membangun? Baekhyun oppa telah membuatku menjadi gadis yang optimis dan ceria.”
“Tapi kan kita sama-sama tahu, untuk memiliki bias adalah hal yang hampir mustahil” kata Hyunsoo sambil menundukkan wajahnya
“Ne..Arrayo, aku tahu bahwa suatu saat nanti baekhyun oppa akan menikah dengan wanita idamannya, begitu juga denganku. Kita akan tetap menjalani hidup masing-masing. Yang sekarang kulakukan hanyalah mencintainya untuk membuat hatiku senang. Bahkan hanya dengan mencintai bias dapat membuat hati seorang fangirl merasa senang tanpa harus memilikinya.” ucap Yoonwu sambil menutup matanya perlahan.
“Setidaknya biarkan aku seperti ini sedikit lebih lama”
Hyunsoo yang mendengar ucapan Yoonwu mulai menitikkan air mata. Ia langsung memeluk sahabatnya itu. Sontak Yoonwu membuka matanya karena gerakan hyunsoo yang tiba-tiba. Hyunsoo mulai mengusap air matanya dibalik pelukan itu.
“Soo-ya kau kenapa?”
“Yoon-ah..apapun yang terjadi suatu saat nanti kuharap kita masih tetap menjadi teman. Walaupun suatu saat nanti EXO sudah kehilangan popularitasnya, walaupun mungkin nanti kita sudah bosan dengan EXO dan tak menyukai mereka lagi. Walaupun kita semua sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri nantinya. Walaupun…” belum sempat Hyunsoo menyelesaikan kalimatnya, Yoonwu sudah melepaskan pelukan mereka.
“Hya! Apa maksudmu? Apa kau menyumpahi kita bosan dengan exo huh?” sahut Yoonwu kesal. Gadis cantik itu tak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Hyunsoo.
“Ani..bukan begitu…aku hanya takut kau takkan menganggapku teman lagi, setelah kau dewasa dan tak menyukai exo seperti sekarang”
“Tsk..tentu saja aku akan tetap menjadi temanmu baboo Shin. Tak menyukai exo lagi bukan alasan untuk menjauh darimu”
“Aisshh..kau memanggilku baboo Shin sama sepertinya. Apa kau benar-benar menyukainya eoh?” Tanya Hyunsoo sambil melipat tangan di depan dadanya
“Nugu? Sepupumu dari Daejoon itu? JiWoo oppa? Eyyyhh, jangan sembarangan. Aku hanya menyukai baekkie oppa”
Mendengar ucapan Yoonwu membuat Hyunsoo kembali teringat pada Taeyeon, sehingga gadis itu bergumam tanpa sadar.
“Kau lebih baik menyukai Shin Ji Woo dari pada Baekhyun”
Rupanya suara Hyunsoo masih dapat didengar oleh Yoonwu walaupun tak bagitu jelas.
“Mwo? Kau bilang apa?”
“Eoh..ani..aku tak mengatakan apapun. Kajja kita pulang..”
Kata Hyunsoo sambil mengamit tangan Yoonwu.
.
.
At Apartement

“Eoh, oppa? Kau sudah tiba” kata Hyunsoo yang saat ini menuangkan air putih di gelasnya. Jongin sebenarnya agak terkejut dengan penampilan sang istri. Hyunsoo menggunakan stelan babydool bermotif pororo, benar-benar terlihat seperti anak SD. Sedangkan Jongin sendiri pulang ke apartement dengan menggunakan baju formalnya, karena exo barusan menghadiri acara presscon.
“Melihatmu berpakaian seperti ini, membuatku merasa mempunyai anak SD”
Ucap Jongin yang kini telah duduk bersantai di sofa bersama istrinya.
“Cih..apa kau bercanda…mana ada seorang ayah yang meniduri anaknya sendiri”
Perkataan hyunsoo sukses membuat wajah Jongin merah karena menahan malu. Setelah menikah dengan biasnya, membuat Hyunsoo menjadi lebih sadar bahwa sebenarnya Jongin adalah pria yang polos dan manis. Sangat bertolak belakang dengan image-nya di panggung. Benar..Kai dan Jongin itu berbeda.
“Soo-ya..tadi ada apa denganmu? Aku tau kau tidak bahagia dengan berita tentang kencan Baekhyun hyung”
“Aku hanya tidak rela Baekhyun oppa berkencan dengan eonnie” jawab Hyunsoo seadanya.
Mendengar ucapan dari sang istri membuat hati jongin berkedut. Entahlah, ia merasa gadisnya menyukai Baekhyun. Ada rasa sakit disana.
“Kau mencintai hyungku?” kata Jongin dingin.
Menyadari aura hitam dari Jongin, membuat Hyunsoo sadar akan kebodohannya.
“ANI!! Apa kau bercanda? Jika aku menyukai Baekhyun untuk apa aku menikah denganmu oppa?”
Hyunsoo langsung menyanggah ucapan Jongin dengan cepat. Perkataannya mengarah pada pernyataan bukan pertanyaan.
“Lalu atas dasar apa kau tak merekalakan hubungan mereka?” Jongin mengangkat sebelah alis nya
“Baekhyun oppa, telah menghianati kami…terutama sahabatku”
“Apa maksudmu?”
“Oppa..bagaimanapun aku adalah exofans, Baekhyun oppa telah melanggar janjinya. Walaupun Baekhyun oppa bukan bias utamaku..tapi tetap saja itu tidak benar. Yang membuatku tak rela bukan karena oppa berkencan. Tapi karena pacar Baekhyun adalah Taeyeon”
“Soo-ya..bukan hanya Baekhyun hyung saja yang menghianati fans, tapi aku juga. Minseok hyung juga, Kris hyung, Suho hyung, Jongdae hyung, dan mungkin saja Sehun juga begitu”
“Ani…bukan itu maksudku oppa. Hubungan baekhyun dan taeyeon tak seperti hubungan kita. Baekhyun dan Taeyeon pernah mengatakan bahwa mereka hanya kakak adik. Fans bahkan membiarkan mereka berinteraksi di dunia maya karena kami kira mereka hanya sebatas dongsaeng dan noona. Tapi nyatanya apa? Mereka malah perpacaran. Apa kau pikir ini masuk akal?”
Mata hyunsoo mulai berkaca-kaca, ia teringat pada Yoonwu.
“Soo-ya” lirih Jongin
“Tadi, aku bertemu dengan Yoonwu. Dia sangat menyukai baekhyun, dia bahkan rela berpuasa di sekolah demi membelikan Baekhyun kemeja mahal untuk hari ulang nya, yang bahkan masih tersisa 3 minggu lagi. Yoonwu, mencintai baekhyun sama seperti aku mencintaimu oppa. Sampai saat ini, temanku tetap percaya dengan Baekhyun. Sampai saat ini ia tetap percaya bahwa Baekhyun dan Taeyeon eonni tak punya hubungan special. Memang..”
Hyunsoo memejamkan matanya sejenak, mencoba menetralisir emosinya
“Memang mungkin menurut oppa, kami para fans keterlaluan jika melarang bias untuk berpacaran dengan artis manapun. Ani..oppa ania, jika Baekhyun kencan dengan gadis lain selain Taeyeon aku dan teman-temanku bisa menerimanya. Yoonwu juga pasti dapat menerima itu, tapi kejadian ini…ini memilukan untuk kami”
Air mata Hyunsoo keluar, Jongin menatap nanar gadisnya. Kini, ia paham..bahwa fans fanatic dan sassaengfans itu berbeda. Jongin memeluk istrinya, untuk kesekian kali pria itu membiarkan Hyunsoo menangis dalam pelukannya.
“Sshh..uljima..” kata Jongin sambil membelai rambut istrinya.
“Aku hanya takut Yoonwu menjadi sakit oppa. Baekhyun adalah sumber kebahagiaannya, bagaimana jika suatu saat hubungan mereka terbongkar. Bagaimana nasib teman-temanku” ucap Hyunsoo disertai dengan isakannya.
“Semua akan baik-baik saja nyonya Kim, Baekhyun hyung pasti bisa menjaga rahasianya sendiri. Gwenchana”
Ucap Kai sambil menenangkan istrinya.
.
.
Next day

Drrrtt drrttttt

Ponsel Hyunsoo berdering beberapa kali. Yeoja itu menggeliat kecil dalam tidurnya. Ia merasakan tangan kekar Jongin masih menempel pada dadanya. Saat ini sepasang suami istri itu tengah terbaring diatas ranjang tanpa sehelai benang, hanya selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Semalam Jongin memintanya pada Hyunsoo. Tentu saja tak ada penolakan dari Hyunsoo, jangan lupakan bahwa mereka mempunyai ketertarikan yang sama…yaitu sama-sama tertarik pada hal yang berbau ‘Yadong’.
“Eung? Pesan video?” Hyunsoo segera mengeratkan selimutnya sebelum menerima pesan itu. Sedangkan Jongin yang menyadari bahwa sang istri telah sadar mulai memeluk Hyunsoo dan memainkan dada yeoja itu secara perlahan.
“Sshhh…oppa hentikan, aku ingin menerima pesan video dulu”
“Shireo” kata Jongin pelan sambil terus mencumbu leher Hyunsoo
“Oppa jeball”
“Baiklah..tapi setelah ini kita bermain lag..” belum usai Jongin menyelesaikan ucapannya, Hyunsoo sudah lebih dulu memotong.
“Hanya satu ronde saja. Oke?”
Pria itu tersenyum mendengar ucapan Hyunsoo, ia mengangguk pertanda bahwa pria itu menyutujui usulan gadisnya. Jongin mulai menenggelamkan kepalanya di leher Hyunsoo.
Yeoja itu segera menerima panggilan video yang sudah sejak tadi dibiarkan begitu saja.
“Wae? Mengapa kau menggangguku di pagi buta seperti ini?” kata Hyunsoo malas pada pria disebrang sana.
“Cih..aku barusan tiba di Seoul dan kata sambutanmu seperti ini? Benar-benar sepupu tak tau diri. Dan lagi, apa kau bercanda? Ini sudah jam 9 baboo Shin”
“Eung? Benarkah?”
Hyunsoo menatap bodoh pria disebrang sana. Dapat dilihat jika sepupunya itu kini berada di tengah keramaian, sebenarnya Hyunsoo agak pangling dengan penampilan baru sepupunya. Pria itu menyemir rambut nya menjadi warna coklat terang dan menggunakan kaca mata hitam. Tampak stylish dan seperti artis, sepupu Hyunsoo adalah mantan Ulzzang sama sepertinya namun mereka berhenti karena kesibukan masing-masing. Ya..pria itu adalah Shin Ji Woo, sepupu Hyunsoo asal Daejoon.
“Omo! Jeseus!!!” pekik Jiwoo
Shin Jiwoo baru menyadari penampilan Hyunsoo sekarang…begitu berantakan, hanya dibalut selimut, ditambah lagi ada kepala seorang pria yang tengah terlelap di leher Hyunsoo. Pria tampan itu bergidik ngeri menatap sepupunya.
“Wae?” Tanya Hyunsoo malas
“Kau!! Yakk..baboo Shin!! Mengapa kau mengangkat pesanku dengan penampilan seperti itu?? Kalian habis bercinta eoh?? Aishhh jinja!” kata Jiwoo frustasi
“Hya!! Pelankan suaramu bodoh…bagaimana jika orang-orang itu melihat ini. Kau tahu kan profesi suamiku?”
“Asshhh..Hidup ini tak adil. Bagaimana mungkin kau mendauhuluiku. Aku ini lebih tua, harusnya aku yang lebih dulu menikah”
“Kita hanya berjarak setahun, kau tak perlu berlebihan. Cepat katakan apa maumu?”
“Jemput aku, aku sudah dibandara” ucap Jiwoo sambil melepas kaca mata hitam nya, menampakkan mata bulat dengan kelopaknya. Jiwoo perlu oprasi plastik guna mendapat kelopak mata itu. Berbeda dengan Hyunsoo yang sama sekali tak pernah bersentuhan dengan pisau bedah
“Shireo..suruh saja Shamhoo menjemputmu” Sahut Hyunsoo cuek
“Dasar busuk. Baiklah kututup…cham..aku akan pindah dirumahmu mulai saat ini. Aku akan kuliah di Seoul. Apa kau senang?” kata Jiwoo dengan senyum bodohnya
“Mwoo?? Apa kau sudah gila?? Untuk apa kau pindah?? Kau akan membuatku dalam masalah besar jika kau pindah ke Seoul”
“Eyyyyhh..aku tak sejahat itu baboo Shin. Aku adalah jelmaan malaikat, mana mungkin aku membuatmu sengsara. Aigoo”
“Ani!! Tidak bisa..kau harus segera kembali ke Daejoon, udara seoul tak baik untukmu palli!”
Suara Hyunsoo mulai keras dan itu membuat Jongin terbangun dari tidur singkatnya.
“Eung? Nugu?” ucap Jongin menatap layar ponsel hyunsoo dengan mata setengah tertutup. Pria itu belum sepenuhnya sadar.
“Aku? Aku adalah selingkuhan istrimu” jawab Jiwoo cuek
“Mwo?” Jongin segera membuka matanya lebar mendengar ucapan pria asing(menurut Jongin) itu.
“Hya! Kau bosan hidup huh?” pekik Hyunsoo, sedangkan Jiwoo di sebrang sana tertawa puas.
“Hahaha..aigoo chagiaa, kau tidak mau mengakuiku eoh? Nappeun gizibe, baiklah kututup pesannya. I love you babe”
Bip
Jiwoo segera mematikan ponselnya. Pria itu tertawa puas karena berhasil membuat sepupunya naik pitam. Jiwoo menutup matanya perlahan dan menghirup udara Seoul sejenak.
“Haaahhh..bahkan udara Seoul terasa begitu menyehatkan setelah berhasil mengganggu pengantin baru” gumam pria itu.
Berbanding terbalik dengan keadaan Jiwoo yang amat sangat baik, keadaan Hyunsoo justru mengkhawatirkan. Gadis itu sukses diberi death glare oleh suaminya.
“A-ania oppa..dia bukan selingkuhanku” kata Hyunsoo sambil menelan saliva nya sendiri
“Lalu?”
“Demi tuhan oppa, dia itu sepupuku. Namanya Shin Ji Woo, anak paman Shin Man Ok”
Jongin masih menatap tajam istrinya, sebenarnya Jongin tak sebodoh itu. Ia tahu bahwa namja itu adalah sepupu Hyunsoo, walaupun ia menutup matanya tadi namun Jongin masih dapat mendengar jelas apa yang telah dibicarakan istrinya dengan sepupunya. Sama hal nya dengan Jiwoo, Jongin saat ini sedang mengerjai Hyunsoo. Melihat ekspresi panik dari yeoja itu, membuatnya terhibur. (poor Hyunsoo)
“Apa yang harus kulakukan agar kau mempercayaiku”
Hyunsoo mulai putus asa. Dalam hati ia merutuki Jiwoo ‘Shin Ji Woo jika nanti kita sudah mati, aku bersumpah tak akan membantumu untuk naik ke surga. Aku akan membiarkanmu membusuk di neraka’ itulah kata hati Hyunsoo.
“2 ronde” jawab Jongin singkat dengan ekspresi datarnya.
“Nde?”
Hyunsoo masih mencerna perkataan Jongin
“Aku ingin 2 ronde, bukan 1 ronde” kata Jongin sambil menggelengkan kepalanya.
“An-andwe” kata Hyunsoo tergagap sukses membuat Jongin menertawakannya. Ekspresi Hyunsoo sekarang seperti akan menerima hukuman dari guru yang paling menyeramkan.
“Hahaha…arraseo, satu ronde saja. Aku tak ingin kau kesusahan berjalan yeobbo”
Hyunsoo tersenyum menanggapi ocehan suaminya, namun senyuman itu tak bertahan lama karena Jongin terburu membekap mulut Hyunsoo dengan bibirnya. Dan kita pasti tau apa yang akan terjadi setelah ini.
>>SKIP
.
.
Hyunsoo Pov

“Becca eonnie!”
Aku memanggil Becca eonnie yang tengah menungguku.
“Soo-ya!”
Kami mulai berpelukan. Aigoo mengapa aku begitu merindukan Becca eonnie, padahal kami hanya tak bertemu selama satu bulan. Kurasakan baby tummy eonni menekan perut rataku, aku tersenyum dan melepaskan pelukan kami.
“Jadi kita kemari untuk membeli keperluan anakmu eonni?”
Tanyaku yang mulai mengajak eonni untuk berjalan-jalan mengelilingi beberapa butik dan mall. Maklum saja, karena Becca eonni adalah warga cina asli jadi ia tak begitu hafal dengan korea. Namun walaupun eonni adalah warga cina asli, bahasa koreanya sangat bagus seperti Luhan oppa. Eonni memang tak terlalu pandai berbahasa inggris, tapi bahasa koreanya sudah mengalahkan Kris oppa. Satu hal yang membuatku terkekeh ketika membaca FF di dunia maya, teman-temanku seolah membuat member asal cina tertarik pada gadis korea. Padahal aslinya sangat berbeda, member asal cina lebih menyukai gadis yang berasal dari cina juga.
“Ne..” jawab becca eonni dengan tersenyum.
Aku selalu menyukai senyuman eonni karena dia memiliki eye smile.
“Soo-ya, apa pengunguman ujian mu sudah keluar? Otte? Apakah kau lulus?”
“Tentu saja aku lulus. Walaupun aku tak mendapatkan peringkat pertama namun kata saem, nilai fisika ku sudah meningkat” ucap ku
“Lalu mengapa kau masih menggunakan seragam SMA?”
Becca eonni melihatku dari atas hingga bawah.
“Ini karena tadi aku harus mampir kesekolah untuk mengurus berkasku”
“Tapi bukankah harusnya sekarang kau masih disekolah untuk belajar? Hell Exam(Ujian masuk Universitas) sebentar lagi”
“Ahaha..nono…aku sudah diterima di University of Incheon. Besok hanya tinggal daftar ulang saja”
“Daebbak, ternyata kau begitu jenius” puji Becca eonni. Haha dia tak tahu bahwa sebenarnya ada sedikit campur tangan appa dan Sujin dalam kasus ini.
“Tentu saja” jawabku dengan senyuman yang kubuat semanis mungkin
“Eung..Soo-ya…”
Kulihat ekspresi Becca eonni berubah menjadi serius dan murung, ia seperti memendam sesuatu.
“Nde?” jawabku
“Aku besok akan berangkat ke cina, aku akan ke Guangzhou”
“Nde?? Mengapa eonni kesana?”
“Mertuaku menyuruh untuk melahirkan di China saja. Lagipula aku tak punya saudara di Seoul, ayah ibuku berada di China semua”
“Itu berarti kau harus meninggalkan Kris oppa untuk beberapa waktu”
Eonni hanya tersenyum mendengar ucapanku. Tapi aku merasakan ada yang berbeda dengan Becca eonni hari ini.
“Bisa dibilang begitu” ucap Becca eonni
“Tapi eonni akan kembali lagi ke Korea kan? Aku juga ingin melihat Bayi itu” kataku sambil menunjuk perut buncit eonni.
“Ne..aku berjanji akan mengirimkan foto bayiku, setelah aku berhasil melahirkannya”
“Jeongmall?” ucapku antusias
“Neee…”
Kamipun tertawa bersama, sebagai anak pertama aku tentu selalu mengidamkan sosok seorang kakak. Aku selalu ingin mempunyai kakak perempuan dan kakak lelaki dalam kehidupanku. Dan aku mendapatkan keduanya sekaligus karena Becca eonni dan Kris oppa masuk dalam kehidupanku. Aku beruntung memiliki mereka.
Grep
Becca eonni memelukku secara tiba-tiba dan itu membuatku bingung. Sebenarnya ada apa dengan eonni.
“Soo-ya..kau tahu kan aku dan Yifan adalah anak satu-satunya” kata becca eonnie sambil terus memelukku.
“Ne eonni” jawabku
“Aku dan Yifan sangat menginginkan memiliki seorang adik sejak kami kecil. Dan kami sangat bahagia karena kau hadir dalam kehidupan kami. Suatu saat nanti..”
Becca eonni tak sanggup melanjutkan perkataannya. Tuhan, mengapa hati ku tiba-tiba sesakit ini. Mengapa aku merasakan tak lama lagi akan ada yang hilang dalam hidupku. Kuharap tak terjadi hal buruk pada Becca eonni.
“Jika suatu saat nanti terjadi hal buruk pada kita. Aku benar-benar berharap kau mengingat apa yang kukatakan saat ini baby Soo…aku..aku dan Yifan selalu mencintaimu. Kumohon percayalah pada kami. Jangan benci kami, karena kami mencintaimu baby Soo. Walaupun kita tak punya hubungan darah, tapi percayalah… Baby Soo adalah adikku dan Yifan selamanya akan tetap begitu”
Dapat kurasakan suara eonni bergetar, apa eonni menangis dibalik pelukan kami? Mengapa eonni seperti ini? Eonni seperti orang yang sedang mengucapkan selamat tinggal.
“Andwe!” ucapku sambil melepas pelukan eonni
Becca eonni mulai membersihkan sisa air matanya. Benarkan dugaanku, eonni menangis.
“Apa sebenarnya maksud eonni? Apa eonni akan meninggalkanku huh? Eonni seperti ingin mengucapkan selamat tinggal padaku. Na shireo”
Aku tak tau mengapa aku menjadi tiba-tiba sensitif seperti ini. Aku menangis karena hal yang aku sendiri tak faham maksudnya.
“Soo-ya sshhh..uljima, aku tak meninggalkanmu. Aku tak kan kemana-mana, tadi itu hanya perumpamaan. Entah mengapa aku ingin mengungkapkan bahwa aku mencintaimu” kata becca eonni sambil menghapus air mataku.
“Lalu mengapa kau menangis?”
“Kau tau kan bahwa ibu hamil sangat sensitif perasaanya. Ini adalah pengaruh bayiku”
“Aku tak ingin berpisah dari eonni dan oppa”
Aku menggelengkan kepala sambil menyeka air mataku dengan punggung tanganku sendiri. Becca eonni terkekeh melihat tingkahku, Ia pun membelai rambutku dengan penuh sayang.
.
.
.
Dinginnya angin malam kota Seoul mulai menerpa wajahku. Kini aku sudah berada di depan gerbang rumah. Karena malam ini oppa tak pulang di apartement, kuputuskan untuk menginap di rumahku saja. Aku bosan selalu sendirian di apartement sebesar itu.
“Eommaaa…aku pulang” kataku sambil membuka pintu rumah.
“Omo! Soo-ya, kau sudah datang eoh?” kata eomma sambil menyiapkan makan malam. Aku segera bergegas menyiapkan piring, sebenarnya ini adalah tugas harianku sebelum aku menikah. Kadang aku sangat merindukan saat-saat seperti ini.
“Eomma, malam ini aku akan menginap disini. Aku bosan sendirian di apartement, Jongin oppa sedang berada di Taiwan sekarang”
“Eo? Eotteokhe..kamarmu sudah digunakan oleh Jiwoo, sekarang Jiwoo tinggal di kamarmu”
“MWO!! Mana bisa begitu eomma?” pekikku, jujur saja aku sangat sensitif mendengar nama terkutuk itu. Dia adalah orang yang selalu membuat hidupku susah, seandainya itu bukan Jiwoo yang menempati kamarku..aku pasti takkan se-marah ini.
“Hya! Anak nakal, pelankan sedikit suaramu” eomma memukul bahuku
“Akkhhh apoo…lalu aku harus bagaimana?”
“Kau menginap saja di apartementmu itu, kau ini sudah menikah harus belajar mandiri” kata eomma santai sambil mencicipi sup rumput laut yang masih belum sepenuhnya matang.
“Shireo! Aku akan merebut kamarku kembali!” kataku sambil menghentakkan kakiku. Aku tak peduli anggapan Sham Hoo yang saat ini menatap jijik ke arah ku.
“Dasar keras kepala” Gerutu sham hoo, aku langsung meloloskan death glare kepadanya.
Langkah kakiku mulai menaiki anak tangga satu persatu, hingga sampailah aku di depan pintu kamar. Cih, dia bahkan sudah melepas foto kris oppa yang dulu tertempel di pintu kamarku. Sebenarnya masalah utama bukan terletak pada foto kris oppa yang di lepas begitu saja, masalahnya dia mengganti foto oppa ku yang tampan dengan foto seluruh personel “CRAYON POP”..mwoya!! dia kan tahu aku paling anti dengan girl band itu!!!
“Yakk..namja busuk buka pintunya sekarang!” bentakku kasar sambil terus berusaha mendobrak pintu kamarku sendiri.
Ceklek..
Pintu mulai terbuka menampakkan sosok yang membuatku alergi beberapa tahun terakhir.
“Wae? Mengapa sepupuku menjadi bar bar seperti ini…hooaaammm”
Perkataannya membuatku semakin geram.
“Tutup mulutmu, nafasmu bau!” kataku kemudian menerobos masuk kedalam kamarku. Dan betapa terkejutnya aku, melihat keadaan kamarku yang sudah berubah 180˚. Tak ada lagi poster exo, tak ada lagi kumpulan foto-foto kai oppa sejak mulai pra debut hingga saat ini. Tak ada lagi poster jumbo suamiku. Semuanya berganti dengan poster-poster Girl’s day, Sistar dan A pink. Dan yang membuatku tambah shock adalah, namja ini menempelkan poster jumbo Hyuna yang sedang berpakaian minim di langit-langit kamarku. INGAT di langit-langit bukan di dinding.
“Hya! Kau kemanakan poster-poster ku?”
“Kubuang semuanya..lagipula sekarang kan kau sudah menikah dengan Kai. Jadi kupikir kau tak perlu menyimpan poster dan foto-foto itu. Assshh..lagipula aku yakin, kau dapat bertemu dengan member exo kapanpun kau mau. Poster-poster seperti itu sudah tidak penting lagi untukmu. Aku benarkan?”
Aku kembali memikirkan ucapan Jiwoo, ucapannya tidaklah salah.
“Lalu mengapa kau menempelkan poster-poster mesum ini di kamar ku. Oke untuk A pink aku bisa menerimanya, tapi tidak dengan Girls day, Sistar dan HYUNA” aku menekan volumeku pada saat mengucapkan kata ‘Hyuna’.
“Baboo shin, kau tak tau aku merubah kamar ini menjadi tempat yang penuh pengharapan dan mimpi”
“Tak usah berbelit-belit. Apa maksudmu?”
“Ckckck.. ini pengharapan” katanya sambil menunjukkan poster Girls day, A pink dan Sistar.
“Dan ini adalah mimpi. Aku meletakkannya di langit-langit kamar agar setiap bangun tidur, aku bisa langsung menatap wajahnya” ucap Jiwoo sambil menunjukkan poster jumbo Hyuna di langit-langit kamar.
“Apa kau bercanda? Kau tidak melihat wajahnya tapi melihat dadanya. Sudahlah, aku akan bermalam disini. Kau bisa tidur dengan Sham Hoo” ucapku sambil membaringkan tubuhku di ranjang.
“Hya! Aku tidak mesum seperti suami mu! Mengapa kau tiba-tiba pulang ke rumah? Apa kai akan menceraikanmu karena aku huh? Sudah kuduga aku lebih tampan” katanya dengan nada mengejek
“Hya! Kau mau mati huh? Oppa takkan menceraikanku hanya karena pria busuk sepertimu. Cepatlah angkat kaki dari kamarku, aku ingin tidur”
Jiwoo segera menarik tanganku dengan cukup kasar. Aigoo namja ini, benar-benar tak tau diri
“Shireo! Aku tidak terbiasa tidur bersama orang lain. Lebih baik kau pulang saja ke apartement dan jangan mengganggu tidurku lagi. Atau aku akan mengatakan pada imo(bibi) kejadian satu bulan lalu, saat kau mengangkat pesan video dengan penampilan yang tidak senonoh”
Aku segera membelalakkan mataku saat mendengar ucapannya, aku sudah kalah. Akhirnya aku keluar kamar dengan wajah yang kusut.

~to be continue~

Haii?? Gimana ceritanya? Gaje kah? Haha..maaf banget ya kalo sampe gak memuaskan dan agak gaje sama ceritanya. Dan jujur emang bukan maksud aku buat ngebuka luka lama kalian yang terluka karena BaekYeon. Dan juga bukan maksudku buat mancing fanwar, tapi emang kembali lagi di awal..aku mau buat cerita ini se-real mungkin. Dan mungkin sebagian dari kalian berpikir kalo hyunsoo ini lebe karena terlalu serius mikirin baekyeon, tapi sekali lagi ini setting cerita di korea. Dan emang fans disana gak setenang fans disini saat berita itu keluar, kita semua tau lah fans disana itu kan emang fanatik. Kalo disini fans fanatic emang agak dipandang gimanaa gt sama orang-orang non kpop lovers. Tapi justru disana orang yang multi fandom atau yang gak terlalu mencintai idol-nya, malah dipandang aneh. Maaf banget ya readers kalo kata-katany masih berantakan banget. Typo juga bertebaran dimana-mana 
Nah yang di atas tadi itu foto selca nya Ji Woo pas di pesawat, hehe..ganteng kan?

One thought on “Ooppss!! [Chapter 9B]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s