Ooppss!! [Chapter 10]

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo / Kim Hyun Soo (OC), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: PG 17! | Length: Chaptered |Author: Mrskim88 (@alsaalz) | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

How many times do I have to tell you. Even when you crying you’re handsome too. The world is beating you down, I’m around through every mood. Cause you’re my end and my beginning. Just you Kim Jong In, nobody else—– Kim Hyun Soo

I’m under pressure…I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright as long as you love me. Give your all to me Kim Hyun Soo..because I love you, all your perfect imperfections—– Kim Jong In

Ost : 2AM – Can’t Let You Go Even Die & John Legend – All Of Me

Happy Reading ^^

Kai Pov
“Mmpptt…Mmpptt…”
Aku memuntahkan semua isi makananku pagi ini. Sungguh, aku benar benar membenci ini. Aku benci bangun pagi, namun perutku sangat mual. Huft, apa seafood yang semalam kumakan sudah basi?! Ania, jika itu basi..Sehun dan Tao pasti juga akan mual sepertiku, tapi sekarang mereka malah terlelap dengan damai. Perutku terus mual, kali ini aku tak mengeluarkan apapun, hanya udara yang lolos dari mulutku. Tubuhku saat ini benar-benar lemas, aku berjalan menuju kamar. Namun langkahku terhenti ketika melihat Kris hyung memasukkan beberapa obat ke dalam mulutnya. Ini masih jam 4 pagi, mengapa Kris hyung sudah bangun..tumben sekali.
“Eo..Hyung, apa yang kau minum itu?”
Kataku sambil duduk disebelah nya.
“Ini? Ini obat agar aku tidak pingsan nanti” ucap Kris sambil terkekeh
“Hyung, kau sama sekali tidak lucu” kataku dengan ekspresi datar
“Bukankah kita sama sama mempunyai selera humor yang buruk?”
“Ne, majjayo….eum Kris hyung, maukah kau meminjamkan eorurongi(boneka serigala milik Kris) padaku?”
“Eururongi? Nanti jika ketahuan Tao, dia akan marah padaku”
“Aisshh..aku hanya ingin memeluknya selama 8 menit saja. Setelah itu akan ku kembalikan padamu”
“Neo mwoya? Mengapa angkanya tanggung sekali. Mengapa tidak 10 menit sekalian atau 5 menit?”
Kris hyung mengangkat sebelah alis nya ketika mendengar ucapanku. Entahlah, aku sangat ingin memeluk eururongi untuk saat ini. Dan angka 8 adalah yang terpikirkan di otakku. Kris hyung lalu menyerahkan bonekanya padaku. Aku mulai memasang alarm selama 8 menit.
“Cha…aku sudah selesai. Kau boleh memilikinya” kataku santai sambil menyerahkan eururongi pada Kris hyung.
“Jonginna, apa kau sedang mengidam?”
“MWO? Tentu saja tidak! Aku ini namja sejati”
“Kekeke..mengapa kau sensitif sekali. Aku hanya asal bicara saja, kau benar-benar seperti ibu hamil”
“Siapa pria yang tidak tersinggung ketika dituduh mengidam?! Bukankah itu gejala hamil? Aku ini namja, aku tidak bisa hamil”
“Tapi tadi kau mengalami morning sickness. Itu gejala Rebecca saat usia kandungannya masih muda”
“ANI! Aku tidak hamil. Aku ini namja! Mengapa kau selalu memojokkanku. Jinjja!” ucapku penuh emosi sambil berlalu meninggalkan Kris hyung yang masih menertawaiku. Aku membungkus tubuhku dengan selimut dan kembali terlelap.
.
.
.
Hari ini exo akan pulang ke Korea setelah menjalani comeback di China. Kami semua kini sedang menunggu untuk take off pesawat. Kris hyung sengaja tinggal lebih lama di China karena mempersiapkan kelahiran anak pertama nya.
“Mpptt..Mmpptt”
Aku kembali mual saat mencium aroma parfum milik Luhan hyung. Aisshh, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuhku? Mengapa aku jadi seperti ibu hamil. Ani, aku tak mungkin hamil. Walaupun aku sudah cukup sering melakukannya dengan Hyunsoo, tapi tetap saja..kalaupun ada yang hamil itu pasti Hyunsoo, bukan aku.
“Kau kenapa Kai? Mual lagi?” Luhan mengangkat sebelah alis nya
“Hyung! Menjauhlah dariku..parfum mu membuatku mual” kataku sambil menutup hidung.
“Mwoya? Kau tau..ini parfum mahal. Aku sengaja memesannya dari Paris” ucap Luhan sambil menciumi tubuhnya sendiri.
“Tapi itu bau hyung. Baunya membuatku mual, lebih baik kau ganti parfum saja. Aku yakin harganya tak terlalu mahal”
“Hya! Jangan asal bicara seperti itu. Kau tau, harga parfum ini 150 ribu won. Belum termasuk ongkos kirim Paris-Korea” kata Luhan hyung sambil memakai kacamata hitam nya.
“Mwoyaa!! Kau gila hyung. Uang sebesar itu hanya kau belikan parfum saja. Itu terlalu berharga hyung. Aku bisa membeli makanan untuk Jjanggu selama satu minggu dengan uang itu”
“Lebih baik kugunakan uangnya untuk membeli parfum daripada membeli gadis-gadis di bar” gumam Luhan sambil berlalu meninggalkanku.
Aku membulatkan mataku mendengar ucapan Luhan hyung. Walaupun itu hanya sekedar gumaman saja, namun sukses membuatku ragu apakah Luhan hyung masih perjaka atau tidak?! Menurutku Luhan hyung adalah player sejati, itu yang menyebabkan ia tak mempunyai yeojachingu. Karena Luhan hyung, sangat sulit untuk terikat dengan gadis manapun. Wanita-wanita itu pasti akan memutuskan Luhan hyung setelah resmi berpacaran selama 1 minggu, atau 2 bulan, atau paling lama 4 bulan. Saat kudengar exofans banyak yang memuji Luhan tentang kepolosannya, ingin sekali aku berteriak pada mereka ‘JANGAN TERTIPU DENGAN WAJAH CANTIK NYA’. Tapi itu tak dapat kulakukan karena alasan ‘menjaga martabat hyung’.
At Apartement
“Oppa..bogosippeo”
Hyunsoo langsung memelukku dengan erat setelah ia menyadari kehadiranku. Aku membalas pelukannya dengan senyuman, sejujurnya aku juga sangat merindukannya. 4 hari tak bertemu dengannya dapat membuatku merasa sangat tersiksa, entahlah..aku ingin selalu bersamanya saat ini.
“Nado..” jawabku
“Aku menyukai bau keringatmu oppa” kata Hyunsoo sambil terus membenamkan wajahnya dipelukan ku.
“Jadi kau merindukan bau keringatku?”
“Ne..aku juga merindukan wajahmu, tingkahmu dan semua tentangmu oppa”
“Hahaha..ne, aku ingin mandi..lepaskan pelukanmu Soo-ya”
“Mengapa kau ingin sekali melepaskan pelukanku, apa kau tak merindukanku” kata Hyunsoo sambil melepaskan pelukannya.
Hyunsoo mengerucutkan bibirnya. Ya ampun mengapa istriku ini sangat menggemaskan.
“Bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin mandi sebentar. Tentu saja aku sangat merindukanmu” ucapku sambil membelai rambutnya.
“Baiklah..kau boleh mandi tapi jangan lama-lama. Aku sangat merindukanmu oppa”
“Arraseo”
Chup~
Aku mengecup bibirnya sekilas kemudian melangkah ke kamar mandi dengan senyuman mengembang
Author Pov
Kantin universitas Incheon nampak lebih ramai dari pada biasanya, namun keramaian kantin kampus saat ini tentu takkan bisa menandingi keramaian kantin SMA Jaeil. Ya, itulah yang ada dibenak ke empat gadis cantik yang kini tengah bersantai di meja bundar kantin mereka. Mereka sangat merindukan masa-masa SMA. Saat dimana mereka bisa bebas berteriak tanpa mempedulikan lingkungan sekitar, saat dimana mereka bisa menangis sekencang mungkin tanpa peduli dengan anggapan orang lain, saat dimana mereka bebas tertawa terbahak-bahak tanpa merasa risih dengan pandangan orang lain. Namun kini semua telah berubah, mereka tak bisa leluasa seperti dulu lagi..lingkungan kampus sangat berbeda dengan lingkungan SMA. Tak terlalu banyak fangirl yang mereka temui disini, mahasiswa korea memang rata-rata melepas status fangirl-nya saat sudah menginjak bangku kuliah. Namun berbeda dengan Sujin, Minhye, Yoonwu dan Hyunsoo..mereka tetap kekeuh mempertahankan status mereka sebagai fangirl walaupun sampai saat ini sebutan resmi untuk exofans masih belum diputuskan.
“Eung..Soo-ya! Apa itu?” kata Sujin sambil menunjuk leher bagian belakang Hyunsoo
“Mwo?”
Hyunsoo masih menanggapinya dengan santai karena ia masih belum paham apa yang di maksud dengan Sujin. Minhye kemudian mendekat pada Hyunsoo dan menyingkirkan rambut Hyunsoo dengan cepat. Minhye memicingkan matanya, gadis itu mencoba meyakinkan apa yang ia lihat. Menyadari tatapan tajam Minhye membuat Hyunsoo sadar, gadis itu langsung menyingkirkar tangan Minhye dari leher nya.
“Itu kissmark” ucap Yoonwu seraya memberikan tatapan menusuk pada Hyunsoo
“Majjwo..itu kissmark..apa yang kau sembunyikan dari kami hm?” Tanya Minhye sinis
“A-ani..aku hanya alergi terhadap makanan, itu bukan kissmark seperti yang kalian bayangkan. Jinjja” ucap Hyunsoo seraya merapikan rambutnya.
“Apa kau yakin? Jangan coba membohongi kami Hyunsoo” kata Sujin
“Aku serius! Itu bukan kissmark, kalian tahukan bahwa aku tak mempunyai namcin (pacar=bahasa gaul) mana mungkin ada kissmark di leherku. Aigoo, hehe”
Hyunsoo mencoba tertawa untuk mencairkan suasana. Dalam hati ia benar-benar merutuki perbuatan mesum suaminya tadi pagi. Untuk pertama kalinya, Hyunsoo merasa kesal dengan apa yang Jongin lakukan padanya. ‘Asshhh..oppa, aku berjanji akan mebalasmu dengan hal yang lebih kejam’ ucap gadis itu dalam hati.
“Baiklah..kali ini kami percaya padamu, tapi jika sampai kami menemukan kau macam-macam dan menghianati Kai oppa..kami berjanji tak akan tinggal diam”
Mendengar ocehan Sujin membuat Hyunsoo terkekeh, tentu saja gadis itu tak akan bisa macam-macam dengan pria lain selain Kim Jong In suaminya sendiri.
“Ne..kalaupun suatu saat nanti kalian menemukanku sedang berbuat yang aneh-aneh pada seorang namja, maka namja itu adalah Kim Jong In”
“Baiklah..kupegang perkataanmu nyonya Kim” oceh Minhye dengan selera humor.
“Eung..kapan Kris oppa akan kembali ke Korea?” kata Sujin sambil menatap tabletnya.
“Besok. Disini dikatakan Kris oppa mengambil penerbangan tanggal 15, bukankah itu besok?!” sahut Yoonwu yang masih setia menatap laptop barunya.
“Omo! Kau membeli laptop lagi? Bukankah tahun lalu kau barusan membeli laptop?” kata Hyunsoo.
Gadis itu membelai laptop baru Yoonwu dengan hati-hati. Hyunsoo memang sudah mengincar laptop Apple core I-7 sejak dulu. Namun diantara mereka ber-empat hanya Yoonwu yang bisa mendapatkannya.
“Laptopku yang kemarin sudah kujual untuk membeli kamera, awalnya appa sangat marah dengan tindakanku yang tiba-tiba. Kekeke namun amarahnya tak bertahan lama karena ia membelikanku yang baru. Kata appa, dia sengaja memberikan ini untukku agar aku tak tega menjual laptop lagi”
“Yoon-ah, kau akan menjadi yeoja yang sangat bodoh bila kau menjualnya lagi”
Yoonwu tersenyum mendengar ucapan Minhye.
“Pada saat itu aku sangat membutuhkan kamera, aku juga perlu mengabadikan seluruh kegiatan member EXO. Sedikit demi sedikit aku mulai menyukai dunia fotografi. Hehe”
.
.
15 Mei 2014
Drrttt drrttt
Ponsel Hyunsoo terus berdering sejak tadi, ada 8 panggilan tak terjawab dan juga beberapa pesan dari teman-temanya melalui pesan chatting maupun sms. Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang namun Hyunsoo masih setia dengan selimut tebal dan guling nya. Semalam Hyunsoo harus mengerjakan tugas kuliahnya hingga jam 4 pagi, sialnya dia harus melakukannya sendirian tanpa Kai. Suaminya malam ini memang tidak bermalam di apartement. Jika ada Kai pasti ia akan lebih cepat menyelesaikan tugasnya karena bantuan pria itu. Hyunsoo mengangkat teleponnya yang masih berdering dengan mata tertutup. Gadis itu belum menyadari bahwa ada peristiwa besar yang terjadi hari ini.
“Yobosseyo, nuguseyo”
“Soo-ya..hiks”
Terdengar suara tangisan yeoja disebrang sana. Hyunsoo langsung membuka matanya, ia menatap layar handphone nya dan kembali bersuara.
“Shi Kyung-ah..waeyo?”
“Kris hiks..Kris oppa”
Mendengar nama Kris yang diucapkan Shikyung, membuat Hyunsoo sontak mendudukan dirinya di ranjang. Gadis itu masih belum paham mengapa temannya menangisi Kris, entahlah perasaan Hyunsoo saat ini sukar dimengerti. Seperti ada yang hilang..ya, seperti ada yang hilang dan sulit untuk kembali.
“W-wae? Ada apa dengan oppa?” kata Hyunsoo mulai tegang
“Uri Kris-ga…hiks, suamiku mengajukan gugatan pada SM. Naega eottokhaji?”
Deg
Hyunsoo merasakan tamparan keras pada kejiwaannya, ia masih belum bisa menerima ini.
“MWO?? Kau tidak bercanda kan? Maldo andwe”
“Hiks..Soo-ya, gugatannya sampai di kantor SM jam 10 pagi tadi. Aku ingin mati saja Soo-ya.. Kris oppa akan membatalkan kontraknya dengan SM, dia akan meninggalkan EXO hiks”
Jelas Shi Kyung disebrang sana. Hyunsoo masih dengan jelas mendengar isakan Shikyung, maklum saja..Shikyung adalah fangirl dari Kris.
“Ini ini tidak mungkin! Exo sebentar lagi akan menggelar konser perdananya. Kris oppa tak mungkin keluar begitu saja. Ini tak masuk akal”
Mata Hyunsoo mulai memanas mendengar hal itu, ia barusan bangun dari tidurnya dan mendapati kabar memilukan seperti ini. Exo tak mungkin pecah.
“Hiks..Ak-aku sudah memastikan semuanya Soo-ya, aku sudah mendapatkan gambar surat gugatan Kris. Suamiku juga membatalkan kepulangannya ke Korea pagi ini hiks..aku sudah mengecheck nya Soo-ya” kata Shikyung dengan susah payah. Terdengar jelas bahwa gadis itu sedang menangis tersedu-sedu.
“Ani! Mengapa Kris oppa melakukan itu? Mengapa Kris oppa keluar begitu saja, mengapa ini sangat mendadak. Hiks…Kris oppa andwe”
Hyunsoo mulai terisak, gadis itu tak mampu lagi membendung perasaan sedih ini. Ia juga merasakan sakit yang dirasakan oleh Shikyung.
“Shi Kyung-ah..terimakasih atas kabar nya, aku akan mencoba mencari tahu sendiri kebenarannya. Aku harap ini hanyalah tipuan media”
Bip
Gadis itu memutuskan sambungan teleponnya. Ia mulai menghubungi nomor Rebecca, namun nihil. Ia hanya bisa mengirimkan pesan suara untuk Rebecca.
“Eonni! Eonni apa yang terjadi? Berita tentang oppa apakah itu benar? Eonni! Jawab aku. Eonni aku..aku tak rela Kris oppa meninggalkan Exo. Hiks, jeball tenangkanlah tangisanku Oppa! Eonni! Jawab aku kumohon. Apa yang kalian rencanakan? Hiks”
Hyunsoo menangis dan berteriak seperti orang kesetanan, gadis itu bukan hanya kehilangan idol-nya tapi ia juga kehilangan kedua kakaknya. Hyunsoo terus menangis sambil menghubungi Kai berulang kali. Ia hanya ingin tau kejelasan tentang apa yang terjadi. Tapi usahanya sia-sia, ponsel suaminya tak bisa dihubungi.
“Oppa, apa yang kau lakukan sekarang? Jebal…mengapa kau tak bisa dihubungi hiks. Sebenarnya apa yang terjadi. Kumohon oppa” ucap Hyunsoo sambil terus berusaha menghubungi Jongin.
Hyunsoo mulai mencari informasi dari internet, menghimpun banyak informasi dari teman-temannya diluar sana. Air matanya bagaikan sungai yang terus mengalir tiada henti. Memikirkan Kris membuatnya hampir tidak waras. Ia tak masuk kuliah hari ini, perutnya juga belum terisi makanan apapun. Seharian ini Hyunsoo hanya menangis sambil menatap tabletnya. Gadis itu terus mengikuti perkembangan kasus Kris, tubuhnya mulai lemas..air matanya bahkan sudah kering untuk menangis lagi. Saat ini yang ia pikirkan hanya Kris dan Rebecca, tak terpikirkan sedikitpun olehnya bagaimana keadaan Jongin, seperti apa perasaanya saat ini. Mengingat jika Kris pergi tanpa diskusi terhadap member terlebih dahulu.
Drrttt…drrtt
Hyunsoo mengangkat ponselnya denga lemas. Seluruh tenaganya sudah habis digunakan untuk menangis.
“Yoboseyo” jawabnya dengan suara parau
“Hiks…Neo Michinde (Apa kau gila)? Mengapa suaramu seperti itu huh? Kau belum makan sejak tadi pagi ?!” teriak Sujin disebrang sana.
Sujin cukup tau bagaimana watak Hyunsoo, ia tahu bahwa temannya pasti menyiksa diri dengan adanya kabar tentang Kris. Berita ini adalah hal yang memilukan bagi semua exofans, tak terkecuali bagi Hyunsoo dan teman-temannya. Apalagi Kris adalah bias ke-2 dari mereka ber empat, mereka menganggap Kris lah yang menyatukan perbedaan diantara mereka. Mereka sama-sama menganggap Kris adalah sosok oppa yang baik.
“aku lelah Sujin-ah” jawab Hyunsoo lagi-lagi dengan suara parau nya
“Hya! Apa ahjumma(ibu Hyunsoo) tak menyuruhmu untuk makan huh? Hiks bagaimana mungkin orang tuamu tak curiga sama sekali ketika kau terus mengurung diri di kamar dan tidak masuk kuliah”
Sujin masih terisak, ia merasa sedih dengan kabar tentang Kris. Disisi lain ia juga prihatin dengan keadaan Hyunsoo.
“Uri eomma, pergi keluar kota. Hanya aku sendiri di dalam rumah. Na gwenchana” ucap Hyunsoo dengan senyum yang dipaksakkan.
“Hiks..hiks..aku akan kerumahmu membawa makanan! Kau mau kubawakan apa hiks? Aku bisa membelikanmu kimbab hiks. Udang hiks..dan juga hiks hiks…dan juga aku bisa membawakanmu sup rumput laut. Kau mau yang mana Soo-ya?”
“Ani..kau tak perlu ke rumahku. Kita bertemu di depan kantor SM saja. Aku ingin bertemu dengan teman-teman kita” ucap Hyunsoo
.
.
Hyunsoo Pov
“Makanlah..aku sengaja membawa banyak makanan untuk kita….Minhye, berhentilah menangis” kata Sujin sambil menghapus air mata yang ada dipipinya dengan kasar.
Disinilah kami ber empat berkumpul. Gedung SM menjadi saksi bisu tangisan dan rintihan kesakitan kami. Kami menangis bersama disini, kami menunggu member exo keluar dari gedung hanya untuk melihat keadaan mereka. Aku merindukan Kai oppa, aku benar-benar merindukannya saat ini. Kami tak berkomunikasi sama sekali sejak pagi tadi, dan itu membuatku tersiksa.
Aku mulai memakan sedikit demi sedikit kimbab yang disediakan oleh Sujin, kami makan dengan perasaan yang hancur. Kulihat air mata Minhye terus mengalir sejak tadi, aku berusaha mengertinya…Minhye terluka. Minhye adalah TaoRis shipper, hatinya begitu hancur saat mengetahui bahwa Tao mengeluarkan statement yang dingin untuk Kris. Gadis itu bingung harus memihak kepada siapa, dia tak ingin Tao membenci Kris, dia tak ingin terjadi permusuhan dalam Exo. Kami semua tetap memegang teguh keyakinan bahwa Exo akan tetap OT12.
“Baekhyun oppa, masih setia mem-follow Kris oppa di instagram” ucap Yoonwu yang menahan mati-matian air matanya agar tak lolos saat ini juga.
“Bahkan nama fandom untuk mereka belum dibuat, wae hiks..wae oppa khaseo (Mengapa oppa pergi begitu saja)” kata Sujin
“Jongin oppa bogosippeo…Jongin oppa eodiya(dimana) hiks” tangisku mulai pecah saat melihat Kyungsoo oppa keluar dari gedung SM. Terlihat jelas gurat wajah lelah dan sedih milik Kyungsoo oppa, aku tak pernah melihatnya murung seperti ini.
.
.
Next day
“Kris oppa andwe!!”
Aku segera terbangun dari mimpiku, peluh membasahi dahiku. Aku bermimpi buruk, aku bermimpi Kris oppa dan Becca eonni menghilang. Oh tuhan, mengapa mimpiku secepat ini menjadi kenyataan. Aku kehilangan keduanya.
Flash
“Jika suatu saat nanti terjadi hal buruk pada kita. Aku benar-benar berharap kau mengingat apa yang kukatakan saat ini baby Soo…aku..aku dan Yifan selalu mencintaimu. Kumohon percayalah pada kami. Jangan benci kami, karena kami mencintaimu baby Soo. Walaupun kita tak punya hubungan darah, tapi percayalah… Baby Soo adalah adikku dan Yifan selamanya akan tetap begitu”
Aku teringat perkataan Becca eonni beberapa minggu yang lalu. Eonni, inikah maksud dari ucapanmu? Ige mwoya…kau bahkan tak memberikan kabar sedikitpun padaku. Bagaimana aku bisa menahan diri untuk tidak membeci kalian eoh?
“Eonnie..oppa..bogosippeo”
Suaraku mulai bergetar mengucapkan 3 kata itu. Aku hampir saja menangis, jika ponselku tidak berdering. Aku mengangkat ponselku dan melihat nama yang tertera disana. Aku segera membuat suaraku setenang mungkin, berusaha bersikap seolah tak terjadi apapun.
“Yoboseyo Hye In eonni”
“Hyunsoo-ya, cepatlah ke rumah sakit Kwanghee..Jongin cidera parah. Jika kemari, menyamarlah sebagai Pria. Jongin ada di ruangan VIP B”
Usai penuturan Hye In eonnie, aku langsung menjatuhkan ponsel milikku ke lantai kamar. Pandanganku mendadak kabur, aku seolah kehilangan separuh nyawaku. Tulangku tak lagi mampu menompang tubuh ini. Tubuhku merosot jatuh ke lantai, aku…aku merasa bersalah pada suamiku karena tak mempedulikan perasaanya. Aku bahkan mengabaikan kabar terbaru tentang Jongin dan lebih mementingkan kesedihanku karena ditinggal oleh eonni dan oppa.
.
.
Aku berlari menuju ruangan Jongin oppa, pikiranku kacau saat ini. Aku segera membuka pintu dan melihat kesedihan jelas menyelimuti ruangan serba putih itu. Aku menutup pintu dengan asal, langkah kaki ku perlahan mendekat pada ranjang dimana suamiku terbaring tak berdaya. Aku melepas kaca mataku dan wig yang menempel pada rambutku. Pandanganku menyapu seluruh ruangan ini, Hyein dan Jaein eonni terus menangis..sedangkan oppa masih menatap kosong kedua kakaknya, ia belum menyadari kehadiranku.
“Op-oppa..” ucapku sambil menggenggam tangannya
Air mataku kembali keluar saat oppa menatapku dengan tatapan kosongnya, aku tak sanggup melihat suamiku tak berdaya seperti ini.
“Cukup..aku sudah muak. Aku akan menghubungi pengacara agar mengurus pembatalan kontrak dengan SM” ucap Hye In eonni
“Noona!” pekik Jongin oppa sambil terus menggenggam tanganku.
“Kim Jong In kau harus menurut! Mereka gila kau tahu? Kalian baru saja tertimpa masalah namun mereka malah membuat jadwal yang lebih padat dari pada biasanya. Kau hampir saja lumpuh!! Kejadian ini sudah terjadi berulang kali. Tinggalkan SM dan aku akan mencarikanmu agensi yang baru”
Ucapan Hye In eonni membuatku tertegun, posisi Jongin oppa lebih buruk dari yang kubayangkan.
“Shireo! Aku sudah dewasa dan aku berhak menetukan jalan hidupku sendiri noona!”
Oppa tetap kekeuh mempertahankan mimpinya, inilah salah satu alasan mengapa aku begitu mencintaimu oppa.
“Hye-ya..Dwesseo (sudahlah) jangan memaksa Jong In. Dia sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri” kata Jae In
“Jalan hidup untuk mengantarkannya pada kelumpuhan. Itu kan maksud eonni?” ucap Hye In
“Ani..uri Jongin, pasti bisa menjaga tubuhnya. Kajja, kita bisa keluar. Tenangkan dulu emosimu hye-ya”

(Saran aja, lebih baik sekarang readers dengerin lagunya John Legend All of me, kalo gak punya..kalian juga bisa denger lagunya 2AM can’t let you go even you die. Biar lebih nyess aja)

Jaein dan Hyein eonni meninggalkanku berdua dengan oppa. Kulihat oppa begitu hancur, matanya sembab, tangannya bahkan terasa rapuh di genggamanku. Aku segera memeluknya, membiarkan ia menangis dalam pelukanku sama seperti yang biasa oppa lakukan padaku. Jongin mulai terisak di pelukanku, aku tak tau kata-kata apa yang harus kuucapkan untuk membuatnya lebih tenang. Ingin sekali aku berkata ‘gwenchana’..namun itu tak mungkin, kejadian ini bukan hal yang baik-baik saja. Aku membelai rambutnya penuh sayang, aku mengecup pundaknya.
“Menangislah oppa, aku ada disini. Bersedihlah jika memang itu yang kau rasakan”
Tanganku membelai punggungnya, memberikan sedikit kehangatan yang kupunya. Aku sadar, aku salah jika memprioritaskan Kris oppa dari pada suamiku sendiri. Jongin oppa membutuhkanku, aku berjanji mulai sekarang hanya dia yang menjadi prioritasku.
“How many times do I have to tell you. Even when you crying you’re handsome too. The world is beating you down, I’m around through every mood. Cause you’re my end and my beginning. Just you Kim Jong In, nobody else”
“I’m under pressure…I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright as long as you love me. Give your all to me Kim Hyun Soo..because I love you, all your perfect imperfections”
Aku tersenyum mendengar ucapannya yang begitu manis ditelingaku.
“Yes..I do my Love” ucapku sambil melepas pelukan kami
Aku mulai memebersihkan sisa air mata yang ada dipipinya.
“Kau sudah berhenti menangis. Baiklah..apa oppa sudah makan? Aku akan menyuapimu” ucapku dengan senyuman mengembang. Entahlah, aku sangat bahagia saat ini. Masalah tentang Kris oppa mendadak hilang begitu saja.
“Aku selalu mual dan memuntahkan makananku kembali. Tapi kurasa itu tak akan terjadi jika aku makan denganmu”
Haha, suara Jongin terdengar sangat manja di telingaku.
“Begitukah? Tapi aku tak menyukai masakan rumah sakit seperti itu” ucapku sambil menunjuk makanan nasi kotak yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit.
“Eyyyhh..nado..aku juga tak menyukai makanan seperti itu. Pesan yang lain saja”
“Oke, aku akan memesan bibimbap. Kau setuju?”
“Aku setuju masakan apapun yang kau pesan nyonya Kim”
30 Minutes Latter
“Omo! Kalian romantis sekali” pekik eomoni saat melihatku dan Jongin sedang suap-suapan.
Aku yang menyadari kehadiran mertuaku segera memberikan salam padanya. Eomoni terus tersenyum melihat kea rah kami.
“Eomma, mengapa kau tersenyum terus seperti itu?”
“Aku jadi ingin menjadi pengantin baru seperti kalian. Aigoo, kalian membuatku iri”
Ucapan eomoni tentu saja membuatku merona. Aku sangat malu.
“Eomma geumanhe, kau membuat istriku malu”
Jongin menatap eomma nya dengan kesal.
“Gwenchana oppa”
“Eyyhh..mengapa kau sangat sensitif terhadap ibumu sendiri hm? Jinjja..”
Eomoni mengucapkan itu sambil terus tersenyum, ia kemudian mengalihkan pandangannya padaku. Ini membuatku gugup, eomoni melihatku dari atas hingga bawah. Aku sengaja menggunakan pakaian Jongin oppa untuk menyamar agar exofans di luar rumah sakit tidak curiga.
“Aigoo, kau memakai pakaian pria dan tidak merias wajahmu. Namun bagaimana mungkin kau bisa tetap cantik?”
Aku membulatkan mataku mendengar ucapan eomoni.
“Nde?” kataku
Eomoni terus berjalan mendekat padaku, ia memegang bahuku dan berkata.
“Neo yeppo uri ttal(putriku). Kau adalah putriku sejak menikah dengan Jongin. Jadi bagaimana? Apa kau setuju?”
Aku bahagia mendengar ucapan eomoni, aku mengangguk sambil tersenyum.
Cklek..
Pintu kamar terbuka, terlihat eomma ku berjalan tergasa-gesa untuk melihat keadaan Jongin. Oh, aku melupakan Sham hoo, dia mengekor dibelakang ibuku.
“Jonginna, bagaimana keadaanmu? Aigoo, bagaimana bisa seperti ini?” kata eomma sambil memijat pelan kaki Jongin.
“Nde eomoni. Aku baik-baik saja”
Jongin tersenyum merespon kekhawatiran eomma.
“Syukurlah kalau begitu, kau harus berhati-hati lain kali” kata eomma
“Eo..Hyung..kau sepertinya sudah membaik”
Shamhoo mulai membuka suaranya. Namun aku merasa ada yang janggal dengan bocah itu.
“Hoo-ya, apa yang kau bawa itu?”
Ucapku sambil menunjuk barang bawaan Shamhoo, ia membawa kaos Exo tapi aku yakin itu bukan miliknya. Itu kaos yeoja.
“Eung..ani, aku hanya ingin meminta bantuan pada hyung”
Cih, bocah ini tak mempunyai sopan santun! Dia berbicara tanpa melihat padaku.
“Apa yang bisa kubantu Hoo-ya?”
“Keuge..tolong tanda tangani kaos ini Hyung. Pacarku saat ini sedang marah padaku, ia sangat menyukaimu..dia adalah exofans, jadi kupikir dengan memberikan kaos ini serta tanda tanganmu dapat membuatnya kembali padaku Hyung” jelas Shamhoo
Belum sempat Jongin menanggapi Shamhoo, aku sudah lebih dulu memotong ucapannya.
“Memangnya apa yang kau perbuat hingga pacarmu marah?” kataku sambil melipat kedua tanganku di dada
“Aku…aku ketawan berselingkuh” lirih Shamhoo
“MWO!” pekikku dan Jongin secara bersamaan.
“Aku tidak sengaja berselingkuh dengan sunbaeku”
“Hya! Kau..mana ada orang yang tidak sengaja berselingkuh! Kau ini masih 14 tahun tapi sudah mempermainkan hati wanita. Nappeun”
Entahlah, aku sangat emosi mendengar ucapan Shamhoo. Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa perselingkuhannya adalah sesuatu yang didasari dengan ketidak sengajaan.
“Kau berpacaran..eum ani, kau berselingkuh dengan yeoja lebih tua maksudmu?”
Jongin oppa terlihat masih shock dengan penuturan Shamhoo.
“Ne hyung. Tapi aku sudah memutuskan sunbaeku dan kembali pada anae(istri) ku”
Mwo?? Anae katanya?? Apa bocah ini sudah tidak waras..kapan dia menikah???. Aku mengangkat sebelah alisku menanggapi ucapan Shamhoo.
“K-kau sudah menikah?” sahut Jongin
“Hehe ani…itu hanya panggilan sayang untukku padanya. Kami berjanji akan menikah 10 tahun lagi. Itulah sebabnya hyung, aku meminta bantuanmu agar dia mau memaafkanku.”
“Hahaha..aigoo, baiklah..dimana aku harus tanda tangan?”
Kulihat oppa sudah siap dengan memegang spidolnya. Aku bahagia melihat pemandangan ini, semuanya terasa hangat dan kekeluargaan.

To be continue~

6 thoughts on “Ooppss!! [Chapter 10]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s