Ooppss !! [Chapter 9A]

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo (OC/You), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance, Marriage life | Rating: NC 21 / M | Length: Chaptered | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Holla readers I’m comeback dengan konsep yadong mode ON *apasi..hehe, buat yang masih dibawah umur mending gak usah baca aja ya. Aku beneran gak enak kalo sampe ngerusak mind of pure kalian. Chapter ini sebenernya makin deket sama beberapa konflik yang agak berat sih. Konflik sebenarnya akan hadir nanti. Aku gak bisa jelasin di chapter berapa. Sengaja gak aku protect karena aku gak mau nyusahin kalian sebagai readers. Yang penting diatas aku udah kasih keterangan “RATING NC 21 / M” jadi buat yang jijik sama ff yadong, bisa antisipasi dulu. Maaf banget ya readers, aku nggak menerima bashing. Pokoknya No Bash just for Fun oke?! Dan ini juga FF NC yadong pertamaku. Prok prok prok!! Tentu saja aku tetep butuh komen dari kalian. Maaf banget kalo nggak hot sama sekali *Bow aku Cuma kebiasaan baca ff yadong tapi nggak punya kebiasaan buat nulis FF yadong. Hehe ^^

Happy Reading ^^

Hyunsoo Pov
“Huufftt..”
Aku menghempaskan tubuhku ditengah sofa ruang tamu. Tanganku kini sedang menggenggam kertas berisikan nilai ulanganku, huruf –C tertera jelas pada kertas itu. Jujur aku bingung, apa yang harus kukatakan pada kai oppa nanti. Aku malu jika ia melihat nilaiku yang memprihatinkan. Tapi mau bagaimana lagi, aku memang bodoh dalam hal fisika. Aku sudah berusaha, tapi semua sia-sia. Harapanku sekarang hanyalah ‘semoga malam ini oppa menginap di dorm dan tak perlu melihat nilai sialan ini’. Tapi sepertinya, kali ini surga tak berpihak padaku.
“Hyunsoo-ya, bagaimana ulangan fisika tadi?” Tanya oppa sambil mendekat kearah ku.
Tuhan..tentu saja saat ini aku sangat panik. Bagaimana ini?? Aku hanya bisa menunduk dan berusaha menyembunyikan kertas terkutuk itu.
“Hyaa!! Kertas apa yang kau sembunyikan itu?? Kemarikan!”
Kai oppa berusaha mengambil kertas itu. Namun aku segera menghalanginya.
“A-aniya oppa…anigodeun”
“Itu pasti nilaimu kan? Kemarikan, aku ingin melihatnya”
Oppa kekeuh merebut kertas itu, sekarang ia bahkan menarik tanganku yang sedang meremas kertas itu. Baiklah, hanya ada satu cara..aku tak ingin suamiku mengetahui nilai terkutuk ini. Aku segera memasukkan kertas itu kedalam mulutku. Yah…pikiranku benar-benar kalut, aku tak bisa berpikir jernih saat ini. Memakan kertas ulangan itu adalah satu-satunya cara melenyapkan nilai itu, aku tak peduli dengan apa yang terjadi setelah ini…yang penting kertas itu lenyap dulu.
“Hyaa..kau memakannya??? Cepat keluarkan dari mulutmu, dasar gadis nakal. Akan kuadukan kau pada abeonim”
Kai oppa tetap memaksaku, ia bahkan berusaha membuka mulutku dengan tangannya. Namun aku tetap pada pendirianku. Aigoo, mengapa menelan kertas rasanya sesulit ini?!
“Smhimppreommph(Shireo)” ucapku dengan susah payah
Kai oppa tak kehilangan akal, ia mulai menggelitik tubuhku. Aku sudah berusaha kabur namun gagal, tenaganya begitu kuat. Dan akhirnya aku menyerah dengan berat hati. Aku tertawa terbaha-bahak, hingga kertas itu lepas dari mulutku dan jatuh ke lantai. Kai oppa tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung mengambil kertas ulanganku. Assshhh…Shin Hyun Soo mangesseo.
“Mwoyaa!!! –C???? apa kau bercanda eoh??”
Aku hanya bisa menunduk, aigoo..sepertinya kai oppa marah kepadaku. Seperti appa saja -_-
“Hyunsoo-ya, mengapa kau seperti ini eoh? Kau kan bisa mencontek temanmu, dan kau juga membuat contekan di kertas atau di bangku. Jika memang dengan cara belajar kau tidak bisa, maka lakukanlah dengan jalan pintas. Mengapa kau tidak mengerti eoh?”
Aku hanya mengerucutkan bibirku mendengar omelan kai oppa. Asshh, dia tak tau aku sudah berusaha.
“Hya oppa, kau tak tau! Oh Chan Seo, gadis itu benar-benar mengerikan. Dia jenius tapi tak mau berbagi dengan teman-temannya. Tsk, dan lagi Kim Dong Ha..pria itu juga sama menyebalkannya dengan Chanseo. Warga jenius dikelasku tak mempunyai hati malaikat oppa” kataku dengan wajah memelas
“Itu bukan jadi alasan. Kau kan bisa membuat contekan sendiri, jika kau berhati-hati dan teliti kau pasti akan aman. Aku sudah membuktikannya, dan dengan cara itu aku tak pernah mendapat nilai memalukan seperti ini”
“Tsk..sebelum kau menyarankannya aku sudah mencobanya. Aku bahkan selalu membawa contekan setiap kali ulangan. Namun…aku…ak aku..”
“Mwol???” potong kai oppa
“Aishhh..aku tak mengerti rumus mana yang harus kugunakan. Aku bingung, soal fisika begitu rumit oppa. Akhirnya karena aku bingung..aku hanya bisa menuliskan rumusnya saja pada setiap soal tanpa ada hasil. Aku menuliskan semua rumus yang ada di contekanku tanpa tahu mana yang tepat untuk setiap soal” kataku dengan emosi menggebu-gebu
Sadar dengan apa yang kukatakan tadi, aku kembali menunduk, demi tuhan aku sangat malu sekarang. Kulirik sekilas wajah kai oppa, biasku tampak pusing mendengar penuturanku barusan. Apa aku salah? Aku hanya mencoba jujur!
Kai oppa membuang nafasnya kasar, ia mulai menatapku..namun karena aku takut..aku kembali menunduk.
“Hai gadis kecil, tatap mataku” ucap jongin oppa dengan nada datar nya
Perlahan aku mulai menatapnya dengan ragu.
“Kalau begini caranya, bagaimana kau bisa lulus eoh?”
“A-aku pasti lulus”
Jujur saja, perasaanku saat ini sungguh berantakan. Ada sedikit ketakutan dalam diriku mengenai ujian nasional itu. Aku sebenarnya juga sama saja dengan haksaeng korea yang lainnya, aku juga mengalami kekhawatiran terhadap ujian nasional…tapi aku selalu menutupinya di hadapan orang lain.
“Ambil buku fisikamu dan ikut aku” katanya tegas
Tatapan matanya begitu menusuk membuatku merinding. Aku tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan oppa.
20 Menit kemudian
Kai Pov
Aku membawa hyunsoo ke dorm untuk belajar. Aku menyuruh sehun untuk mengajarinya secara privat, tentu saja itu tidak gratis. Aku dan sehun membuat kesepakatan, aku akan mentraktirnya bubble tea selama satu minggu. Dan aku juga akan memberikan video yadong terbaruku padanya gratis. Ingat GRATIS…asshhh, padahal aku berencana akan meminjam kemejanya dengan menggunakan video itu, namun sepertinya aku harus mengalahkan egoku demi hyunsoo. Ia lebih membutuhkan bimbingan belajar saat ini. Alasan mengapa aku memilih sehun sebagai tutor hyunsoo karena, sehun sangat jenius pada bidang eksak. Ia bahkan bisa menyelesaikan soal yang sangat rumit dengan cara yang sangat mudah untuk dipahami. Walaupun Sehun adalah hoobae ku sewaktu SMA, namun tak jarang aku bertanya dan berkonsultasi padanya. Percaya atau tidak, hoby sehun adalah mengerjakan soal-soal eksak yang tingkat kerumitannya tak bisa diragukan lagi. Aneh? Memang…
Aku terus mengawasi hyunsoo saat ia sedang belajar dengan Sehun. Benarkan dugaanku..Sehun melakukan tugasnya dengan baik. Ia memberitahu yeoja itu rumus yang mudah dihafal, hyunsoo mulai paham dengan apa yang diajarkan Sehun. Aku senang melihat hyunsoo berkonsentrasi penuh pada soalnya. Namun itu tak bertahan lama karena konsentrasi gadis itu buyar hanya karena getaran di ponselnya, yang menunjukkan bahwa ia menerima pesan chatting dari temannya. Aku segera mengambil ponselnya dengan gemas. Tak bisakah ia hanya berkonsentrasi pada soalnya sekarang?
“Ponselmu akan ku sita hingga kau selesai belajar. Aigooo, harusnya kau mematikan jaringanmu pada saat belajar” ujarku sambil menatapnya
“Oppa…jangan begitu” katanya dengan nada memelas
“Kau ingin lulus atau tidak?” kataku tegas
Hyunsoo kembali berkonsentrasi pada soalnya, setelah mendengar perkataanku. Aku sebenarnya tak tega melihat istriku memelas seperti itu. Tapi ini semua demi kebaikannya, aku khawatir jika ia tak lulus. Apalagi tingkat bunuh diri pada remaja korea yang gagal ujian, meningkat setiap tahunnya. Aku hanya tak ingin hyunsoo merasakan kecewa dan menanggung malu pada saat bersamaan, karena gagal ujian. Ini semua karena aku peduli padamu Soo-ya.
Kulangkahkan kakiku menuju sofa yang terletak lumayan jauh dari tempat sehun dan istriku belajar, namun aku masih tetap bisa mengawasinya dari jauh.
“Sshh, sebenarnya siapa yang menghubungi istriku disaat seperti ini? Apa dia tak belajar?!”
Aku bergumam sendiri kemudian mulai membuka pesan teman hyunsoo. Aku membelalakkan mataku melihat isi pesannya. Ternyata istriku…
From: Kim Da Eun
Soo-ya, mana FF yadong yang kau janjikan padaku?
Istriku adalah pengedar FF yadong?? Apa aku tidak salah lihat?
Aku kemudian mengecheck semua pesan chatting di ponselnya. Dan itu semua rata-rata berisi percakapan istriku yang mengedarkan link ff yadong. Tak puas dengan hal itu, aku kembali mengecheck history opera milik hyunsoo. Aku kembali membelalakkan mataku ketika mengetahui bahwa judul pencarian ‘FF yadong Kai NC 21’ adalah yang mendominasi. Aku membuka salah satu link itu, dan melihat hyunsoo meletakkan komentar-nya dalam ff mesum itu. Yang membuatku kaget lagi adalah tanggal komentar itu mulai di post-kan. Komentar itu sudah sangat lama, jauh sebelum kami menikah. Itu artinya, hyunsoo memang sudah kecanduan FF yadong sejak dulu.
“Jadi kau ingin merasakan milikku nyonya kim?” gumamku seraya memberikan seringaian pada hyunsoo yang masih berkonsentrasi pada soalnya
Aku merasa, hyunsoo lah jodohku yang sebenarnya. Haha
.
.
At Bedroom
“Oppa..kembalikan ponselku”
Kata hyunsoo sambil mensejajarkan tubuhku dengan tubuhnya. Mendengar suaranya aku segera berbalik menghadap istriku, dengan posisi tangan menompang kepalaku.
“Igo” kataku sambil menyerahkan ponselnya
Aku terus teersenyum memandang wajahnya. Aku teringat percakapannya tadi bersama teman-temannya. Dan juga aku mengingat isi history opera nya, yang hampir semua yadong.
“Oppa, kau kenapa?” Tanya nya bingung
Hyunsoo mulai membalikkan tubuhnya agar berhadapan denganku. Cukup aku tak tahan lagi untuk tertawa. Aku tertawa lepas saat melihat wajahnya, hyunsoo yang melihatku seperti ini hanya bisa mengernyitkan dahinya.
“Nyonya kim, kau ternyata pecandu FF yadong ppffffttt” kataku mati matian menahan tawa
“MWO?”
Hyunsoo memekik kaget mendengar perkataanku barusan.
“Kau mengoleksi FF yadong dari berbagai macam Negara dan kau juga menerjemahkannya ke bahasa korea. Kau benar-benar hebat nyonya Kim” ucap ku, lagi-lagi diiringi dengan tawa
“Aniyaaa”
Kulihat hyunsoo hampir menangis karena menahan malu. Aigoo istrikuu…aku benar-benar mencintaimu.
“Bahkan kau juga mengoleksi FF yadong asal Indonesia, bukankah Negara itu terkenal dengan ke-vulgar-annya dalam membuat FF yadong? Kau juga menerjemahkannya ke dalam bahasa korea. Asshh, tapi yang paling membuatku terpukau adalah..kau tak hanya mengoleksi, tapi juga menyebarkannya”
Kataku dengan penuh tawa, tapi perlahan tawaku mulai hilang seiring dengan isakan tangis hyunsoo. Mengapa ia menangis?!
“Omo, Soo-ya jangan menangis. Ssshh, uljima” kataku sambil menghapus air matannya dengan jari-jariku.
“Apa kau puas oppa? Kau membuatku merasa sebagai gadis yang buruk. Bahkan ketika aku menemukanmu melihat film yadong, aku bisa menerima kekuranganmu dengan lapang tanpa harus membuatmu malu. Mengapa kau tak bisa menerima kekuranganku dan malah mempermalukanku huh?” kata hyunsoo sambil terisak
Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Aku tak bermaksud untuk membuatnya Nampak buruk, sungguh..aku tadi hanya menggodanya saja. Air mata hyunsoo terus mengalir dan itu membuatku tak tahan. Aku menarik tubuh hyunsoo dalam dekapanku, memeluknya dengan penuh kasih sayang. Membiarkan hyunsoo terisak dalam pelukanku.
“Soo-ya..oppa mianhe…sungguh, aku tak bermaksud merendahkanmu. Aku hanya terlampau senang, karena aku sadar..kau lah jodoh ku sebenarnya. Saranghe” kataku kemudian mengecup ujung kepalanya.
Gadis itu melonggarkan pelukannya dan mendongak menatapku
“Maksud Oppa?”
Masih terlihat jelas, bekas air mata pada pelupuk matanya. Namun saat ini hyunsoo sudah berhenti menangis. Aku menangkup wajahnya dengan tanganku
“Kita adalah pasangan yang sama-sama byuntae. Aku juga mengedarkan video yadong pada member lain dan juga kepada beberapa temanku sesama artis”
“Nde?” katanya berusaha mencerna apa yang kukatakan
“Aku menerimamu apa adanya Soo-ya. Aku mencintaimu. Kau lah jodohku. Kita adalah pasangan serasi. Kita sangat cocok. Apa kau masih belum mengerti juga?”
Ia merona mendengar perkataanku, hyunsoo tersenyum tulus padaku. Aku senang melihat senyuman itu, senyuman yang membuatku selalu ingin bersamanya.
“Jaljayo chagiya” ucapku sambil mengecup keningnya.
.
.
2 Minggu kemudian
Author Pov
“Bukankah hari ini, hari terakhir ujian nasional” gumam pria itu sambil menimang ponselnya.
“Hyung, malam ini ijinkan aku tidur di apartement ne? aku sudah 1 minggu meninggalkan istriku” kata pria itu pada manager nya.
Ya, pria itu adalah jongin. Pria yang hari ini merasa akan mendapatkan hak nya sebagai seorang suami. Pria yang sedari tadi setia memasang senyuman manis pada wajahnya.
“Baiklah..besok juga kalian tak ada jadwal” jawab sang manager santai
“Whoaa..jinjaa?? Ahhhaaassshhh…Jackpot”
Jongin berteriak kegirangan setelah mendengar kabar itu. Ia seperti memenangkan lotre senilai jutaan won. Tak hanya jongin yang kegirangan karena hari libur, Junmyeon sang leader pun merasakan hal yang sama. Maklum saja, mereka sudah bekerja keras selama 2 minggu terakhir tanpa libur dan itu rasanya sangat menyiksa.
“Aku bisa mengajak Li yin berjalan-jalan” ucap jongdae dengan senyuman merekah
“Kau masih bertahan dengannya hyung?” Tanya kai
“Tentu saja, Li yin adalah tipeku” Ujar Jongdae bangga
“Kau tak mengundang yejin untuk bersepeda bersama?” Tanya baekhyun pada chanyeol
“Ani..” jawab chanyeol singkat kemudian langsung melenggang pergi entah kemana.
Ya, pria itu sangat sensitive apabila disinggung soal Kim Ye Jin untuk saat-saat seperti ini.
“Apa Chanyeol benar-benar berakhir dengannya?”
Pertanyaan luhan hanya disambut dengan anggukan oleh baekhyun
“Asshh…percintaan orang dewasa sungguh rumit” gumam sehun
.
.
.
Kai segera memakirkan mobilnya di depan sekolah hyunsoo. Pria itu bertekat untuk menjemput istrinya, ia sangat merindukan sosok hyunsoo yang sudah 9 hari tak ditemuinya. Jadwal padat benar-benar membuatnya harus menahan rindu pada istrinya.
“Oppa, kau sudah lama?” kata hyunsoo yang baru saja masuk ke dalam mobil.
“Ani..” sahut pria itu dengan tersenyum kemudian segera menjalankan mobilnya.
Suasana begitu hening saat ini. Mereka sibuk pada pemikiran masing-masing.
“Kurasa hari ini akan ada hujan lebat di daerah seoul”
Hyunsoo memulai pembicaraan pada kai, gadis itu tak betah berlama-lama dalam situasi yang sunyi seperti tadi.
“Benarkah?” sahut kai
“Ne, tadi pagi aku melihat ramalan cuaca di TV”
“Sepertinya kau benar, langitnya mulai mendung”
Perkataan kai disambut anggukan oleh hyunsoo
“Ehem Soo-ya”
“Nde?”
“Bukankah hari ini adalah hari terakhir ujian nasional?”
Baru saja hyunsoo akan menjawab pertanyaan itu, namun hujan datang tiba-tiba dan begitu deras membuat mereka sempat tersentak.
“Ne Oppa” jawab hyunsoo
“Apakah aku sudah bisa melakukannya sekarang?”
Setelah mengatakan hal itu, Jongin merasa kesulitan menelan salivanya sendiri. Jantungnya berdetak sangat cepat begitu pula dengan Hyunsoo, lidahnya bahkan terasa kelu hanya untuk menjawab pertanyaan Jongin. Gadis itu bingung, siapkah ia melepas keperawanannya sekarang?
“Nde?”
Hanya kata itu yang mampu Hyunsoo ucapkan, demi tuhan saat ini keringat dingin mengalir di tubuhnya. Baru saja kai akan memperjelas pertanyaannya, tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi mulai berhenti dengan sendirinya. Dan itu jelas mengacaukan segalanya..
“Oppa, mobilnya kenapa?”
“Molla, sepertinya mogok”
“Nde??” Hyunsoo membelalakkan matanya
“Baiklah, ini tak begitu jau dari apartement kita. Kau bisa berlari duluan, dan aku akan berlari dibelakangmu” ujar Jongin
“Tapi, bukankah kau tak membawa penyamaran?”
“Gwenchana, tak ada sassaeng fans yang berkeliaran saat hujan seperti ini” ucap kai sambil mengdarkan pandangannya ke luar.
Karena demi apapun, hujan saat ini begitu deras. Kota Seoul yang biasanya padat, menjadi sepi seketika karena warganya sibuk mencari tempat perlindungan.
Hyunsoo berpikir sejenak sebelum akhirnya gadis itu memutuskan untuk keluar dari mobil, dan berlari sekencang mungkin menuju apartement. Kai yang melihat Hyunsoo mulai jauh, segera mengambil topinya dan berlari mengikuti Hyunsoo. Mereka memilih berlari sendiri-sendiri karena takut akan menjadi pusat perhatian, itu terlalu beresiko.
.
.
Ceklek..
Pintu apartement mulai terbuka, Hyunsoo masuk ke dalam dengan keadaan basah kuyup. Gadis itu segera melepaskan kaus kaki dan sepatunya. Hyunsoo melangkahkan kakinya menuju kamar, tanpa menutup pintu apartement terlebih dahulu. Karena ia tahu kai akan segera tiba.
“Hosh hosh…Soo-ya gwenchana?”
Benar saja, kai tiba setelah hyunsoo mendudukan diri di tepi ranjang. Kai yang melihat Hyunsoo kedinginan mulai khawatir. Ia menutup pintu kamar dan mendekat pada sang istri.
“Gwenchana..apa kau sudah menutup pintu depan?”
Pertanyaan Hyunsoo hanya dijawab anggukan oleh kai. Saat ini, pria itu justru kesusahan mengatur detak jantungnya. Ia melihat Hyunsoo dari atas kebawah. Demi tuhan ini sangat menguji imannya. Rambut hyunsoo yang basah dan kaki mulusnya yang masih terkena air hujan membuatnya tergoda. Belum lagi posisi hyunsoo yang duduk di sebelahnya saat ini, membuat rok gadis itu terlihat lebih pendek dan membuat paha mulusnya terekspos jelas.
“Soo-ya..aku menginginkanmu. Bolehkah aku melakukannya?” ucap Kai sambil menggenggam tangan istrinya.
Pertanyaan kai disambut anggukan oleh Hyunsoo. Sebenarnya gadis itu juga sangat menginginkan suaminya. Kai tersenyum melihat respon Hyunsoo, ia segera mencium gadis itu dengan lembut. Sedangkan Hyunsoo memejamkan matanya menerima perlakuan dari sang suami.
Ciuman yang tadinya lembut, berubah menjadi panas dan seakan menuntut. Apalagi hyunsoo telah memberikan akses untuk kai mengabsen giginya satu per satu, lidah mereka mulai berperang di dalam sana. Gadis itu mulai mengalungkan tangannya ke leher sang suami dan perlahan menekan tekuk suaminya agar ciuman itu terus berlanjut. Suara decapan mulai terdengar mewarnai kegiatan mereka yang saat ini sedang bertukar saliva. Kai semakin menggila, tangan nakalnya membelai paha mulus hyunsoo, sehingga membuat gadis itu mengerang dalam nikmat.
Pasokan udara keduanya mulai habis, mereka segera melepaskan tautan bibir dan mulai mengatur nafas masing-masing. Jongin segera melepas kaos nya dan itu membuat wajah hyunsoo merona. Pria itu kembali mengulum bibir Hyunsoo dan mulai melepaskan seragam atasan istrinya.
“Mpphhh” desah hyunsoo saat tangan kai meremas gemas dadanya.
Ciuman kai segera turun ke leher hyunsoo, mengecup setiap inchi leher istrinya. Yang bisa hyunsoo lakukan saat ini adalah mendesah dan mendesah. Merasakan kenikmatan yang selama ini hanya bisa gadis itu bayangkan. Hyunsoo mulai meremas rambut Jongin, ketika pria itu mengulum dadanya. Kapan Jongin melepaskan bra istri-nya? Entahlah, semuanya terjadi begitu saja. Jongin mulai melancarkan aksinya dengan membaringkan sang istri di ranjang mereka. Ia mulai melucuti rok hyunsoo dan meraba daerah sensitif gadis itu.
Hyunsoo Pov
“Oppaahh…akhhh shhh” desahku saat oppa mulai menggigit putingku.
Ini benar-benar nikmat, kepalaku bahkan terasa pening. Jongin oppa mulai meraba vaginaku, sedangkan bibirnya masih sibuk memberikan tanda kepemilikan di dadaku. Oppa mulai melucuti celana dalamku. Ya, saat ini aku sudah full naked..ia menghentikan kegiatannya dan melucuti celananya sendiri. Aku sebenarnya sudah lemas karena semua perlakuannya, dibawah sana aku sudah sepenuhnya basah.
“Baby, bukalah matamu. Kita belum selesai” ucapnya seduktif di telingaku
Aku mulai membuka mataku dan melihat tatapannya yang begitu lembut. Aku tersenyum melihatnya, dia mulai mencium keningku, kedua mataku dan hidungku.
“Aku janji akan pelan” bisiknya kemudian mengulum bibirku.
Tangannya mulai meremas dadaku lagi, dibawah sana ia sedangan menggesekkan milikku dengan miliknya. Oppa menyerangku dengan tiga titik kenikmatan secara bersamaan dan itu membuatku menggila.
“Ssshh..” desahku ditengah ciuman kami.
Aku membelalakkan mataku ketika Jongin oppa berusaha memasukkan miliknya. Ini sangat menyakitkan, miliknya serasa membelah tubuhku. Ini sangat perih.
“Ahhhhh”
Jongin oppa segera melepas ciuman kami setelah ia berhasil memasukkan miliknya sepenuhnya dalam lubangku. Aku hanya bisa menangis dan menggigit bibirku sendiri. Oppa menghapus air mataku dan menatapku dengan sorot mata merasa bersalah.
“Sshhh uljima..mianhe yeobbo” katanya sambil kembali meraup bibirku
Oppa sengaja tak menggerakkannya di dalam Karena ia merasa khawatir jika aku merasakan kesakitan lagi. Saat kurasakan rasa sakit di dalam sana sudah mulai reda, aku lekas menyuruh oppa untuk menggerakkannya.
“Apa kau serius?” katanya sambil membelai rambutku yang kini berantakan
“Ne, oppa..lakukanlah” kataku sambil membelai pipinya
Ia tersenyum dan mulai menggerakkan miliknya didalam sana. Genjotannya bertempo, dan itu membuat ku yang tadinya merasa kesakitan. Kini merasakan nikmat yang tiada tara, aku benar-benar merasakan surga dunia.
“Aasshhh Soo-ya..Kkkaauuhh Ssempiitthh..Ouh sesange” kata kai oppa sambil menggenjot miliknya dan kedua tangannya meremas dadaku gemas
“Ooppaahh..ppalli ahhh..aakkkuhh oohh”
Aku benar-benar sudah tak tahan lagi. Kurasakan milik oppa sudah mulai bengkak dan berkedut didalam sana.
Croott
Ya, kami orgasme bersamaan. Aku merasa kehangatan sperma oppa di dalam rahimku. Saat ini aku benar-benar lelah dan ingin segera tidur. Padahal jam menunjukkan masih pukul 5 sore, ah molla..bercinta telah menghabiskan energiku.
“Eunnggghhh” desahku ketika dia melepaskan kontaknya
Oppa menggapai selimut dan menutupi tubuh kami yang full naked.
“Gomawo” katanya mengecup keningku
Aku hanya bisa tersenyum lemah menanggapi ucapannya. Sekarang kami tidur dengan posisi saling berhadapan. Oppa lalu menempatkan kepalanya di dadaku, aku hampir mendesah lagi saat merasakan nafasnya menggelitik permukaan dadaku. Tidak, aku tak boleh mendesah, dia akan mengulanginya lagi ketika aku kembali mendesah. Aku mulai memeluk kepalanya, sepertinya aku juga mulai nyaman dengan posisi tidur seperti ini. Aku tertidur dengan senyuman merekah di bibir, aku senang karena akhirnya bisa melaksanakan tugasku sebagai seorang istri. Ditambah lagi, aku melakukannya dengan pria impianku. Terimakasih tuhan.
.
.
At 20:00 KST
“Eummhh”
Aku menggeliat pelan dalam tidurku, aku merasakan benda kenyal tak bertulang itu sedang bermain dengan dadaku. Dan lagi, aku merasakan ada sesuatu yang memaksa masuk pada vaginaku. Kuputuskan untuk membuka mataku. Benar saja, ini semua ulah Jongin. Ugh..yang benar saja, apa dia tidak lelah?!
“Ouhh oppahh, apa yang kau masukkan dalam vagina kuuhh..ngghhh” kataku dengan susah payah
“Jariku sayang..”
Chu~
Dia kemudian meraup bibirku ganas. Jujur saja, aku juga menikmati permainannya. Ia menambahkan jarinya didalam vaginaku. Dan itu semakin membuat tubuh ini mengglinjang nikmat.
“Oppa..akkuhh keluarrhh ohh” desahku lagi
Ia mengeluarkan evil smirknya setelah melihatku yang terkulai lemas. Ok, cukup..aku tak mau dipermainkan lagi. Aku segera mengenggam juniornya dan meremasnya dengan kasar. Refleks oppa langsung memejamkan matanya. Haha.. mau apa kau oppa?
“Soo-ya ahhh jebbal…geumanhe hhh”
“Shireo” kataku cuek
Aku terus meremas juniornya dengan bertempo. Sebentar longgar kemudian sebentar lagi remasanku kuat dan kasar.
Kai Pov
“Ouuhhh ini nikmaathh, chagiihh..kumohon jangan permainkan akuu ahhh”
Desahku karena ia mempermainkan juniorku. Asshh, aku menyesal mempermainkannya duluan sekarang aku menerima akibatnya. Kurasakan tubuhku akan segera meledak, sekuat tenaga aku mencoba melepaskan tangannya yang tengah menggenggam juniorku.
“Cukup, aku ingin mengeluarkannya di dalam” kataku sambil berusaha memasukkan milikku pada lubangnya.
Tak kubiarkan dadanya menganggur. Aku segera mengulum benda favoritku itu,,setelah milikku berhasil masuk secara sempurna kedalam lubangnya. Aku segera menghujaminya dengan kecepatan yang menggila. Hyunsoo tak henti-hentinya mendesah dan terus menekan kepalaku agar memperdalam kulumanku terhadap dadanya. Pantas saja banyak yang ketagihan dalam berhubungan sex, ternyata rasanya senikmat ini. Oh, mengapa vaginanya sempit sekali, padahal aku tadi sudah merobeknya.
“Oppa..enghh, aku keluar hh”
Aku merasakan cairan orgasmenya. Aku segera mempercepat gerakanku dan..
Croottt…spermaku kembali memenuhi rahimnya. Tubuhku ambruk di atasnya, huft..bermain dengan hyunsoo begitu nikmat dan melelahkan. Dialah wanita pertamaku, wanita yang berhasil mengambil keperjakaanku yang kujaga dengan susah payah.
“Oppa, berat” katanya sambil berusaha mengangkat tubuhku dari bawah. Aku tersenyum melihat wajahnya saat ini. Sangat berantakan, polos, cantik dan tentunya errr..sexy.
Aku segera melepaskan kontakku dibawah sana dan mensejajarkan tubuhku disampingnya. Kulihat hyunsoo segera beranjak dari ranjang dan memunguti pakaiannya. Ia mulai mengenakan celana dalamnya dan segera mengambil kemejaku di dalam lemari.
“Kau mengenakan kemejaku? Kau mau kemana?” kataku heran
“Oh, aku meminjam kemejamu boleh kan? Aku lapar, aku ingin pesan ayam goreng”
Aku yang mendengar kata ayam goreng dari bibirnya langsung bangkit dari tidurku. Sebenarnya aku juga lapar.
“Soo-ya mari kita makan bersama” kataku antusias
Gadis itu tersenyum manis menatapku.
“Kajja!” serunya
Aku segera berdiri menghadapnya, kulihat dia terus tersenyum menatapku. Apa yang salah?!
“Oppa, pakai dulu celanamu. Aku tak mau dikira memperkosamu”
Aku segera menepuk dahiku, menyadari kebodohanku. Bukankah saat ini aku sedang telanjang?!
Aku segera memakai celana dalam ku, sedangankan hyunsoo menyerahkan training hitam yang barusan ia keluarkan dari dalam lemari. Aku menerimanya sambil tersenyum kemudian mengacak rambutnya.
“Perlu bantuan nyonya Kim” ucapku
Aku melihatnya kesusahan berjalan, melihatnya seperti itu membuatku kembali teringat kegiatan kami tadi. Hyunsoo hanya bisa diam dan menunduk, haha aku tahu dia malu.
“Hya Oppa!”
Gadis itu memekik kaget karena aku menggendong tubuhnya ala bridal style
“Ini sebagai bentuk permintaan maafku karena sudah membuat selangkanganmu sakit. Kajja kita makan”

Next day

Author Pov
“Haug haug haug”
Jjanggu berlari menuju kamar melalui celah pintu yang sedikit terbuka. Anjing itu ingin membangunkan sang Appa dari tidurnya. Kai yang mendengar suara jjanggu , perlahan mulai sadar dan menanggapi jjanggu
“Eoh jjanggu-ya..jangan ganggu appa, appa masih lelah” kata Jongin masih dengan mata terpejam.
Jjanggu yang merasa diabaikan, memilih keluar dari kamar meninggalkan pasangan suami istri yang terlelap tanpa sehelai benang. Mereka hanya ditutupi oleh selimut yang sama. Bukankah kegiatan mereka telah usai? Salah..usai makan malam, Jongin kembali merayu istrinya untuk bermain satu ronde saja. Dalam kasus ini, hyunsoo lah yang tertipu. Nyatanya mereka bermain lebih dari satu ronde, gadis itu tak kuasa menolak permintaan suaminya setiap kali jongin berkata ‘Hanya satu kali lagi, setelah itu kita berhenti oke?’
Dan akibatnya seperti sekarang ini. Tubuh Hyunsoo benar-benar tak karuan, kissmark dimana-mana, aroma sperma yang sudah melekat pada tubuhnya dan juga rambut yang sudah acak-acakan. Itu adalah bukti keganasan Jongin semalam.
Jongin mulai menggerakkan tubuhnya untuk memeluk sang istri dari belakang. Saat ini Hyunsoo masih tertidur pulas dengan posisi membelakangi Jongin. Jongin membuka matanya perlahan, pria itu cukup terkejut dengan apa yang barusan dilihatnya. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 09:00 AM, Jongin segera membangunkan hyunsoo.
“Soo-ya..Soo-ya, ireona..kau harus berangkat sekolah”
“Emmhh Shireo! Tubuhku bahkan tak mampu untuk berdiri” kata Hyunsoo dengan mata tertutup
“Hya! Kau tak boleh membolos”
Jongin mulai panik, bagaimanapun juga pria itu sangat peduli pada pendidikan Hyunsoo. Terbesit rasa bersalah di hatinya karena telah merayu Hyunsoo semalam. Jika ia tau akhirnya seperti ini, tentu Jongin takkan mencoba merayu istrinya untuk bermain hingga beronde-ronde.
“Asshh..selama ujian nasional telah usai, aku bebas ingin masuk sekolah atau tidak”
Hyunsoo mulai membuka matanya dan menatap Jongin
“Bagaimana dengan Hell Exam (ujian masuk universitas)?”
“Aku sudah diterima di University of Incheon” kata Hyunsoo dengan senyuman merekah
“Heol! Bagaimana bisa? Pengunguman kelulusan saja belum keluar” ucap Jongin dengan nada meremehkan dan itu membuat Hyunsoo tak nyaman
“Eyyyhh, ayah Sujin adalah rektor di universitas itu. Aku sudah pasti diterima disana jika aku lulus ujian nasional ini”
“Kau menggunakan jalan pintas?” ucap kai menyelidik
“Bisa dibilang begitu. Tapi…pihak kampus memang sudah tertarik padaku, karena hasil presentasiku tahun lalu di universitas itu”
“Kau? Mempersentasikan apa?”
“Pergaulan bebas di kalangan remaja. Namun aku tak membahas soal hamil di luar nikah. Yang menjadi topik ku adalah pecinta sesama jenis. Walaupun aku sangat bodoh dalam hal fisika, tapi ilmu sosial ku sungguh cemrlang”
Perkataan Hyunsoo ditanggapi Jongin dengan anggukan. Ia sadar bahwa Hyunsoo pasti mempunyai kelebihan selain cantik dan pintar akting.
“Kau mengambil jurusan apa?”
“Psikologi”
“Apa kau yakin akan lulus ujian nasional?” jongin mengangkat sebelah alisnya.
“Tentu saja! Sehun oppa sudah mengajarkan semua rumus fisika kepadaku. Dan aku yakin bisa mengerjakannya. Jadi aku pasti lulus”
“aigooo” ucap kai seraya mengacak pelan rambut Hyunsoo
“Dwetta, aku mau tidur lagi. Tubuhku benar-benar hancur saat ini” ucap Hyunsoo kembali akan menutup matanya. Namun Jongin masih ingin menggoda Hyunsoo
“Hya! Hari ini aku juga libur. Mari kita bermain lagi”
Hyunsoo yang mendengar kata ‘bermain’ lolos dari bibir jongin, langsung membelalakkan matanya. Ia merasa ngeri jika mendengar kata itu
“Oppa, geumanherago….selangkanganku masih sangat perih, dadaku masih ngilu dan kissmark yang kau ciptakan di leherku sulit untuk hilang. Bagaimana aku menjelaskan pada teman-temanku besok? Dan lagi guru BP ku pasti tak akan tinggal diam. Kau juga harus memikirkan nasibku oppa”
“Hahaha..Arrasseo, aku hanya bercanda. Tidurlah..aku tak akan macam-macam. Yagsseo”
Ucapan kai di respon senyuman oleh Hyunsoo. Tadinya ia mengira bahwa kai akan marah, namun ternyata sebaliknya

TBC or End?
Nb: kalian jangan bingung ya readers kalo aku menggunakan nama marga Kim yang lebih banyak buat teman-teman hyunsoo maupun yang jadi cameo di FF ini, soalnya aku emang pingin buat karya yang se-nyata mungkin. Di korea kan emang marga Kim adalah nama yang mendominasi penduduknya.

5 thoughts on “Ooppss !! [Chapter 9A]

  1. kisah mereka masih mulus” aja apalagi beringasnya kai nggak ngebiarin hyunsoo istirahat aigoo sama” pasangan yadong cocok banget

    tapi apa wartawan gk ada yang tahu ya kalo sampai terbongkar pasti kisah cinta para member yang lain juga kebongkar

    lanjut saengi

  2. Masih KURANG puas..=_= kalo bisa ada sequelnya ya thor…^^ and plis,pliss banget. . . Tambahin KONFILK nya okay..karna menurut aku ini masih datar bgt konfliknya..masih belum WOW gitu.

    Keep writing and FIGHTING..^^

    Ditunggu next chapternya. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s