FF Ooppss!! – [Chapter 8]

Untitled-1

Cast: Shin Hyun Soo (OC/You), Kai EXO/ Kim Jong In| Other cast: (temukan sendiri.. ^^) | Genre: Romance,Married life | Rating: PG17! | Length: Chaptered | Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7
Hai haiiii readers…maaf ya aku ngepost cerita ini kelamaan, sekarang aku mau perbaiki diri. Tadinya kan ngepost Cuma sebulan sekali, sekarang aku usahain deh gak gitu2 amat. Hehehe….rating nya naik ya readers…Warning buat yang dibawah 17 tahun mending gak usah baca pas part PG17 nya, aku takut ngerusak mind of pure kalian.
Happy Reading
.
.
.
“Itu semua hanya untuk mengelabuhi dispatch agar mereka berhenti mencurigai kami” sahut krystal
“Heol”
“Soo-ya..apa kau benar-benar bukan artis? Kau membuat air mata itu terlihat nyata. Aku bahkan tak bisa melakukan hal itu”
“Ck, itu hanya bisa kulakukan disaat-saat mendesak seperti tadi. Aku terlalu malas mengikuti pelajaran tambahan fisika. Aassshhh…michikhanda (Aku bisa gila)”
“Yakk bocah..kau tak boleh begitu. Kau ini siswi tingkat akhir, harus belajar aigoo” kata krystal sambil memukul pelan lenganku. Ada apa dengan gadis itu? Mengapa ia bisa cerewet seperti eomma.
“Khajima..berhenti memukulku..eonnie tenang saja aku pasti lulus. Aku yakin” sahutku mantap
“Kau mau kuantarkan lagi kesekolah?”
“Hyaa!! Micheosso?? Aku sudah terlepas dari tempat mengerikan itu dan kau mau mengembalikanku kesana lagi? Coltero andwe (tentu saja jangan)!”
“Neo wae geure? Aku hanya mengantarkanmu kembali ke sekolah dan bukan mengantarkanmu untuk setor nyawa. Lagipula kau mau kemana lagi setelah ini?”
Aku terdiam sejenak memikirkan tujuanku selanjutnya, rasanya tak mungkin jika aku kembali ke apartement, sangat membosankan. Dan jika aku pulang ke rumah eomma, pasti ia akan memarahiku karena membolos lagi. Apa sebaiknya aku..
“Eonnie antarkan aku ke coex mall”
Krystal mulai menjalankan mobilnya. Entahlah, kupikir soojung eonnie tak seburuk yang kupikirkan. Dan perlahan aku mulai yakin bahwa kai oppa sudah tak menganggapnya special lagi.
“Apa yang akan kau lakukan disana?”
“tentu saja bertemu dengan minhyuk oppa”
Krystal langsung mengeluarkan death glare-nya padaku. Sungguh, ini membuatku susah menelan salivaku sendiri.
“Mworaguyo?” katanya lirih namun terdengar sangat dingin
“A-aniya..tentu saja tidak..hehe, aku hanya bercanda eonnie..aigoo kau kaku sekali” kataku sambil menyenggol pelan lengan krystal dan tersenyum kaku
“Walaupun itu bercanda, jangan pernah kau melakukannya baik di depan maupun di belakangku” suara krystal mulai kembali cempreng seperti semula dan itu membuatku tak lagi takut dengannya
“Neo do..jangan memeluk suami orang sembarangan lagi”
“Arrasseo mianhe”
.
.
Saat ini aku sedang berjalan-jalan dengan ketiga sahabatku. Aku sengaja mengundang mereka kesini setelah jam pelajaran tambahan selesai.
“Soo-ya, aku tadi iri denganmu..kau bisa meloloskan diri dari fisika. Keunde, apakah nenekmu benar-benar sakit?” kata yoonwu sambil melahap ice cream
“Tentu saja tidak! Nenekku masih sangat sehat”
“Yakk..nappeun gizibe..lalu siapa yeoja yang mencarimu tadi”kata sujin
“Itu soojung eonnie” kataku santai, namun kemudian aku membelalakkan mataku. Omo bagaimana mungkin aku bisa sebodoh ini, semoga mereka tak menyadarinya.
“Soojung eonnie? Nugu?” Tanya minhye
“Sepupuku dari jinan, ia ada sedikit masalah dan ia membutuhkan teman bercerita” dustaku
“Sebaiknya kau harus berterimakasih padanya karena telah membuatmu lolos dari Hong saem”
Ucapan minhye barusan hanya kutanggapi dengan anggukan.
“Omo!” pekik sujin sambil menatap layar smartphone-nya
“Wae?” Tanya yoonwu
“Exo, mengadakan fanmeet di lantai satu. Sebaiknya kita kesana” kata sujin kegirangan
Aku hanya diam, aku bingung, aku tak mungkin ikut dengan teman-temanku.
“Ouuhh sesange!!” kata minhye sambil menepuk keningnya, kemudian melanjutkan perkataannya “Aku lupa memberitahu kalian tentang hal ini, sebenarnya aku sudah mendapatkan kabarnya dari tadi malam.”
“Daebbak, untung saja hyunsoo menyuruh kita kemari. Seandainya kita sudah pulang ke rumah masing-masing pasti kita tak bisa menghadirinya. Kajja! Aku ingin bertemu dengan suamiku, baekhyun oppa!” kata yoonwu sambil menarik tangan kami.
Andwe, aku tak boleh ikut mereka, aku belum siap bertemu jongin. Aku segera melepaskan genggaman yoonwu
“Chingu mian, aku harus segera pulang. Eommaku sudah mengirim pesan padaku. Annyeong” kataku gugup kemudian berbalik meninggalkan mereka. Namun langkahku terhenti ketika ketiga temanku memelukku dari belakang. Ani, bukan memelukku…mereka mengunciku dengan tubuhnya.
“Yakk nona Shin..kau mencoba kabur huh? Aku tahu ahjumma tak akan secepat itu menyuruhmu kembali” kata minhye sambil terus menarik tanganku menuju escalator. Aku bisa apa?! Bahkan saat ini posisiku benar-benar terpojok. Sujin dan yoonwu berada dibelakangku dan terus mendorongku.
“A-aniya..sebenarya aku hanya tidak membawa spidol dan scraftbook saja. Sebaiknya kita pulang. Kita tak mungkin fanmeet tanpa membawa dua alat itu”
“Cih..kita bahkan bisa menyuruh oppadeul untuk tanda tangan dibuku tulis biasa. Tak biasanya kau seperti ini Soo-ya” timpal sujin
“Soo-ya!!!” yoonwu memicingkan matanya, kemudian kembali melanjutkan perkataannya “Apa janga-jangan kau sudah punya pacar?? Benar kan?? Kau sudah menghianati kai oppa. Itu sebabnya kau seperti ini”
“Omo! Andwe..kau tak boleh seperti itu nona Shin. Arraseo!! Kita akan membuatmu kembali menyukai kai oppa lagi dan membuatmu memutuskan pacarmu” sahut minhye yang mulai meyuruhku untuk berbaris mengantri.
“Hyaaa!! Aniaa..tentu saja tidak begitu. Aku harus segera pergi dari sini” kataku kemudian mulai melangkah keluar barisan, namun percuma. Tenaga sujin dan minhye lebih kuat dari yang kubayangkan. Mereka terus-terusan mengunci tubuhku
“Soo-ya, jika kau mencoba kabur aku akan mempermalukanmu disini aro!” kata yoonwu tegas, sedangkan aku hanya bisa menunduk lemas. Merutuki kebodohanku yang dengan sengaja menyuruh mereka kemari.
Kai Pov
Hari ini exo mengadakan fanmeet di coex mall. Lagi-lagi, aku harus ber-akting ceria pada saat suasana hatiku masih buruk. Walaupun aku tersenyum dan bergurau dengan fans disini, tapi tetap saja..pikiran dan hatiku tidak sedang disini. Aku memikirkan istriku, bagaimana jika nanti malam ia masih marah padaku. Apa aku sebaiknya meminta soojung untuk bertanggung jawab atas ini semua? Geuromnyeong, tentu saja gadis itu harus bertanggung jawab. Enak saja dia kabur dan pura-pura tak mengenalku saat tadi kami berpapasan di lobby SM. Benar-benar yeoja menyebalkan!
Aku membulatkan mataku saat mengetahui fans selanjutnya yang akan mendapatkan service-ku. Dia adalah Shin Hyun Soo?? Istriku??
“Annyeong oppa” katanya sambil menutup setengah wajahnya dengan tangan. Tapi tetap saja aku masih bisa mengenalnya.
“Hyaa!! Mengapa kau seperti ini, kau harusnya memuji kai oppa seperti biasanya” kata salah seorang temannya. Yang kuketahui namanya adalah sujin dari nametag-nya.
“Oppa! Temanku ini memang sedikit pemalu. Tapi ia adalah fans beratmu oppa” kata gadis lain bernama yoonwu. Aku kembali membaca nametag namanya. Kurasa tak terlalu buruk jika aku mengetahui nama teman-teman istriku.
“Majjwo! Temanku ini bahkan selalu menyebut kau adalah suaminya ketika di kelas. Bahkan ia memperkenalkan fotomu pada guru-guru kami sebagai suaminya” timpal gadis lain lagi, kali ini bernama minhye. Aku hanya bisa shock dan mencerna perkataan mereka
“A-aniya oppa, itu tidak benar” kata hyunsoo menahan malu, aku bisa melihat wajahnya hampir menangis. Haha gadis ini benar-benar penuh kejutan
“Hyaa!! Kenapa kau menyangkalnya. Kau tak ingat satu tahun lalu kau hampir membunuhku gara-gara aku mengatakan bahwa tao oppa lebih baik daripadanya” timpal gadis bernama minhye itu. Haha hyunsoo, aku tak menyangka jika kau begitu menyukaiku sejak dulu
“Jinjjayo?” kataku sambil tersenyum. Saat ini sebenarnya aku sedang menahan diri agar tidak tertawa terbahak-bahak disini
“Ne oppa…temanku sangat mencintaimu dan berharap bisa menikah denganmu sejak kau debut dulu. Ia bahkan ingin mengganti marganya dengan margamu oppa”
Perkataan yoonwu membuatku terus tersenyum memandang istriku yang mungkin saat ini hampir mati karena menahan malu.
“Baiklah nyonya kim, dimana sebaiknya aku tanda tangan?” kataku mulai berdiri dan mengambil spidol.
“Omo! Hyunsoo-ya dia memanggilmu dengan nyonya kim. Kau harus berterimakasih pada kami” kata yoonwu sambil mengguncang tubuh hyunsoo yang saat ini sedang menunduk. Kkkkk, gadis ini sangat polos.
“Tanda tangnlah di tas ku oppa” kata hyunsoo sambil membalikkan tubuhnya.
Aku mulai menandatangani tasnya sambil tersenyum.
“Kamsahamnida” kataku sambil tersenyum padanya
.
.
.
Aku terus tersenyum jika mengingat kejadian di mall tadi. Istriku aigooo…kurasa dia tak lagi bisa marah padaku. Assshhh cham…mungkin setelah ini aku harus mengintrogasinya. Apa saja rahasia yang telah ia simpan selama ini dibelakangku. Hmmm, nyonya Kim..rahasia-mu sedikit demi sedikit mulai terkuak. Dan aku tak sabar menanti rahasia besar apa lagi yang kau sembunyikan dariku.
Aku terus mondar mandir di sekitar ruang tamu, menanti kedatangan hyunsoo. Ini sudah jam 8 malam, mengapa ia belum tiba juga di rumah.
Tiba-tiba kudengar pintu apartement mulai terbuka. Akhirnya gadis itu pulang juga. Aku segera mengahampirinya, namun ia segera berlari menuju kamar dan langsung menutup pintunya.
“Hyaa!! Nyonya Kim! Kau harus memberikan penjelasan dulu kepadaku” teriakku sambil tersenyum dan terus mengetuk pintu kamar.
“Shirreo!” katanya dari dalam kamar. Ya ampun mengapa gadis ini begitu keras kepala.
“Nyonya Kim, kau harus mengatakan yang sebenarnya. Sebelum surga membongkar semua rahasiamu. Kau ingat saat kau berbohong tentang statusmu sebagai exofans, semua itu terbongkar dengan sendirinya. Dan saat kau berbohong bahwa kau bukan fangirlku, surga membongkarnya dengan lebih memalukan. Aku jadi penasaran kebohonganmu yang mana lagi, yang akan terkuak dengan cara memalukan seperti tadi” kataku mencoba memancingnya
“A-arasseo” jawabnya dari dalam kamar
“Aku memang menyukaimu, ani..aku mencintaimu sejak dulu. Hari-hari selalu kulewati dengan memikirkanmu. Aku akan marah jika ada yang menghinamu dan exo”
Aku masih terus tersenyum mendengar penuturannya. Entahlah, aku merasa sangat bahagia saat ini.
“Kalian seperti oksigen bagiku. Terutama kau, kai oppa. Hidup selama 2 tahun dengan perasaan mengagumi dan mencintaimu adalah suatu hal yang membuatku sangat bahagia”
Aku masih setia berdiri didepan pintu kamar, menunggu apa lagi perkataan yang akan dilontarkannya.
“Dan soal perjodohan ini. Sebenarnya alasan mengapa aku mau menerima hal ini adalah…karena…eomma dan appa mengancam akan merobek postermu dan tak mengijinkanku untuk mengagumi mu lagi. Tentu saja aku tak bisa membiarkan hal itu terjadi. Aku akan menangis sejadi-jadinya jika appa sungguh menghancurkan poster dan majalah-majalahku”
“Geuresseo?” kataku sambil melipat kedua tanganku di dada
“Tadinya appa juga tak tau bahwa kau adalah anak dari presdir kim. Appa hanya tau bahwa namamu adalah Kai. Sedangkan setau appa, anak presdir kim bernama kim jongin. Asal kau tau, kami semua benar-benar terkejut saat pertemuan keluarga direstoran malam itu. Terutama aku, aku bahkan berusaha agar tak berteriak secara brutal di restoran itu”
Kulihat jjanggu mulai menghampiriku, ia sepertinya tau bahwa aku sedang dalam suasana hati yang baik saat ini
“Alasan mengapa aku begitu membenci soojung eonnie namun ingin mengubah wajahku agar sepertinya, karena aku iri padanya. Aku benci jika mengingat eonnie adalah mantanmu, aku ingin mengubah wajahku agar seperti eonnie agar kau mau melihatku. Agar kau bisa mencintaiku seperti kau mencintai eonnie dulu. Dulu oppa pasti sering mengatakan cinta pada eonnie kan?”
Perlahan senyumku mulai pudar mendengar perkataannya. Pantas saja kau begitu membenci soojung. Hyunsoo-ya, mianhe…maaf karena aku melupakan hal itu. Harusnya aku mengungkapkan perasaanku padamu. Hyunsoo-ya…saranghae.
“Sedangkan padaku kau tak pernah mengatakannya. Oppa, apa kau masih belum bisa mencintaiku? Gwenchana, aku akan tetap bertahan dan menunggu agar kau bisa mencintaiku seperti kau mencintai eonnie dulu”
“Soo-ya, keluarlah. Bukalah pintunya” kataku dengan nada dingin, entahlah..saat ini aku begitu marah dengan diriku sendiri. Mengapa aku sebodoh ini hingga tak bisa menyadari stuasi disekitarku.
Kulihat hyunsoo mulai menghampriku dengan matanya yang berkaca-kaca. Apakah kebodohanku telah menyakitimu soo-ya?
Mata nya menatapku dengan sendu. Aku segera menarik tubuh hyunsoo dan mencium bibirnya. Aku ingin mencurahkan perasaanku lewat ciuman ini. Kulihat gadis itu mulai memejamkan matanya dan menangis di tengah ciuman kami. Gwenchana soo-ya, menangislah..aku semakin mengeratkan tubuhku dengan tubuhnya. Saat ini, tak ada jarak diantara kami. Aku berhenti menciumnya sejenak
“Saranghae” ucapku sambil menghapus air matanya dengan ibu jariku. Aku kembali meciumnya lagi, hyunsoo mulai mengalungkan tangannya dileherku. Sedangkan tanganku menarik pinggangnya agar tetap menempel pada tubuhku. Ciuman ini semakin mebuatku tergila-gila padanya. Andwe, tak boleh diteruskan. Aku harus menahan hasrat ini. Aku segera menyudahi ciuman kami sebelum akal sehatku mulai hilang. Kutatap manik matanya, istriku tersenyum membalas tatapanku.
“Mengapa kau tersenyum, kau harusnya pingsan” kataku sambil terus menangkup wajah mungilnya dengan tanganku.
“Ani, aku sudah mulai terbiasa” katanya tersenyum sambil menempelkan dahi kami. Ia mengecup bibirku sekilas
“Nado saranghae oppa”
Aku hanya bisa tersenyum mendengar perkataannya dan mulai memeluk hyunsoo dengan erat, aku benar-benar berharap takkan ada yang bisa memisahkan kami nantinya.
Author Pov
Matahari mulai terbit menampakkan dirinya di ufuk timur, sinarnya kini menerpa kulit sejoli yang sedang berpelukan di atas ranjang.
“Eungghh” suara seorang gadis yang telah tersadar dari alam mimpinya.
Gadis itu merasakan ada beban begitu berat ditubuhnya, ia mulai membuka matanya dan melihat kearah samping. Sang suami masih tertidur dengan wajah polos sambil memeluk tubuhnya dengan erat. Gadis itu tersenyum sambil membelai wajah pria yang sangat dicintainya. Sejenak ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 09:00 AM.
“Oppa, lepaskan pelukanmu. Aku harus kesekolah” kata gadis itu sambil terus membelai wajah suaminya. (Di korea emang siswi SMA tingkat akhir masukny jam 10 pagi. Itu dari jam segitu sampe ntar malam jam 10 pulangnya)
Bukannya melepaskan, pria itu justru tersenyum dan memeluk gadisnya semakin erat.
“Hya! Ini terlalu menempel. Kita tak boleh seperti ini” kata gadis itu panik dan menepuk dada sang suami.
Pria itu mulai membuka matanya dan menatap manik mata istrinya.
“Yeppo” gumamnya
“Nde?” Tanya yeoja itu sambil mengerutkan dahinya
“A-ani..gwenachana..Soo-ya, jika kita melakukannya sekarang apa kau akan langsung hamil?” Tanya kai polos.
Pria itu benar-benar frustasi memikirkan nasibnya. Sebagai suami, ia merasa hak-nya telah dilukai oleh kenyataan ‘Dilarang meng-hamili siswi SMA’. Apalagi saat ini dada hyunsoo menempel pada dadanya, walaupun masih ada penghalang pakaian diantara mereka…tetap saja kai bisa merasakan bahwa istrinya mempunyai dada dengan ukuran yang membanggakan. Bagaimana jika itu hanya tipuan bra?! Bukan, itu bukan tipuan bra. Kai tau betul jika hyunsoo mempunyai kebiasaan tidak bisa tidur jika belum melepas bra-nya. Tentu saja kebiasaan itu adalah anugrah bagi pria yang menjadi suaminya, oh..kita melupakan sesuatu…tentu saja kebiasaan hyunsoo merupakan anugrah bagi suaminya jika sang suami bisa bebas menjamah tubuhnya saat ini. Namun situasi yang terjadi sekarang justru membuat siapapun yang berada di posisi kai pasti akan mengalami stress berkepanjangan.
“Molla” kata hyunsoo dengan pipi bersemu merah
Gadis itu merasakan panas disekujur tubuhnya, sebenarnya ia juga ingin…tapi, jika ia hamil…dia bisa mengucapkan selamat tinggal pada ijazah SMA yang tinggal selangkah lagi akan dimiliki. Pihak sekolah pasti tak akan mengijnkan salah satu siswi-nya mengerjakan ujian sekolah dengan keadaan hamil.
“Berapa lama lagi aku harus menunggu?” kata kai dengan tatapan sedih-nya
“U-ujian nasional, diakan 3 minggu lagi” lirih hyunsoo
“Aku menginginkanmu Soo-ya” rengek kai setengah menangis
Demi tuhan, saat ini ekspresi jongin begitu memilukan. Pria tampan itu merengek seperti anak TK yang meminta mainan pada ibunya. Hyunsoo yang melihat jongin dengan ekspresi saat ini, hanya bisa terkekeh geli.
“Aigooo, jonginnie..bersabarlah ne. Noona akan memberikannya padamu setelah ujian nasional selesai cup cup cup” kata hyunsoo sambil menepuk pelan pipi jongin.
Jongin membelalakkan mata kemudian melepas pelukannya pada hyunsoo. Pria itu tak percaya bahwa hyunsoo…gadis SMA yang berusia 2 tahun lebih muda dari padanya, berani menyombongkan diri seolah-olah disini hyunsoo-lah yang tertua. Tentu saja jongin merasa terhina.
“Mwoya?? Mengapa kau menyombongkan diri seperti itu, aku ini yang lebih tua. Dan kaulah yang masih bocah” kata jongin sambil mendudukan dirinya
“Kekekeke..jika tidak seperti itu, kau takkan melepaskanku. Dwetta, aku ingin mandi” kata hyunsoo sambil beranjak dari ranjangnya. Namun sesuatu menahannya, ya…tangan kekar jongin menahan istrinya untuk ke kamar mandi.
“Soo-ya…kisseu” kata jongin sambil menunjukkan puppy eyes nya
Ya tuhan, mengapa pria ini begitu imut. Hyunsoo sangat ingin mencubit pipi suaminya, tapi dia sadar bukan cubitan yang diinginkan jongin.
“Shireo” jawab hyunsoo cuek
“Hyaa..wae” jongin kembali merengek
“Merengek lah seperti tadi dan panggil aku noona. Maka aku akan menciummu” kata hyunsoo dengan evil smirk yang khas
Jongin mengerucutkan bibir sambil menatap hyunsoo. Ia tak menyangka, bahwa sikap kekanakannya tadi membuat hyunsoo terispirasi untuk mengerjainya. Padahal niat awal jongin merengek agar istrinya bisa iba.
“Noona..poppo” rengek jongin sambil menunjuk bibirnya
Hyunsoo tertawa kemudian kembali mendekat kearah jongin dan mulai menautkan bibir mereka. Hyunsoo tau, jika ia hanya mengecup bibir jongin maka jongin akan menariknya dan mengulangi ciuman mereka dengan lumatan-lumatan.
“Gomawo yeobbo” kata jongin usai ciuman mereka.
Pria itu terkekeh ketika melihat hyunsoo memasuki kamar mandi, ia kemudian mengambil smartphone nya dan menekan kombinasi angka yang sudah ia hafal di luar kepala.
“Yeobboseyo hyung, hari ini aku akan mengikuti latihan sore saja”
“…”
“Aku hanya ingin beristirahat sebentar di apartementku”
“…”
“Ne arraseo..Seoul music festival jam 7 malam…aku mengingatnya hyung”
“…”
“Ne, aku akan mengirim pesan untuk junmyeon hyung”
Bip
Pria itu memutuskan sambungan telfonnya dan mulai mengetik pesan singkat untuk suho.
“Kau tak berangkat latihan oppa?” kata hyunsoo
Saat ini gadis itu telah siap dengan setelan seragam sekolah yang rapi. Hyunsoo memilih mengganti seragamnya langsung di kamar mandi dari pada ia harus membuka baju didepan kai.
“Nanti sore” jawab kai seraya terkekeh geli melihat istrinya
“Wae? Mengapa oppa menatapku seperti itu?”
Gadis itu mengerutkan keningnya menatap bingung sang suami.
“Ini hari apa?” Tanya kai
“Hari…minggu. Wae?”
Hyunsoo sepertinya masih belum menyadari kebodohannya.
“Aigooo, apa ciuman semalam membuatmu menjadi gadis tulalit eoh?”
“Mworaguyo?? Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan op-pa” hyunsoo mulai mengurangi volume suaranya. Gadis itu mulai paham dengan kebodohannya.
‘dasar gadis bodoh. Ini kan hari libur!’ batin hyunsoo
Gadis itu merutuki kebodohannya kemudian memukul kepalanya sendiri dengan tangan.
Jongin hanya tersenyum melihat tingkah hyunsoo, terkadang hyunsoo memang terlihat seperti adiknya disbanding istrinya. Sebagai maknae dalam keluarga maupun dalam group, jongin selalu menjadi pusat perhatian dimanapun ia berada. Semua kasih sayang tercurah padanya, melihat xiumin memiliki adik perempuan membuatnya kembali berpikir. ‘seperti apa rasanya memiliki yeodongsaeng dan memberikan perhatian kepadanya. Aku selalu menerima perhatian dari orang lain namun tak pernah merasakan bagaimana rasanya memperhatikan orang lain’ begitulah yang ada dipikiran jongin sebelum hyunsoo masuk dalam kehidupannya. Bahkan selama berpacaran dengan mantan-mantannya dulu, merekalah yang sering mengalah dan memperhatikan jongin. Pria itu bahkan pernah berpacaran dengan gadis yang lebih tua, namun ia merasa jengah karena terus diremehkan oleh mantan-mantan nya. Mereka beranggapan bahwa jongin belum dewasa dan tak bisa memahami perasaan wanita. Dengan kata lain, wanita-wanita itu hanya bisa menuntut jongin setelah mereka memutuskan untuk mengalah pada pria itu. Tapi berbeda dengan hyunsoo, gadis itu masih dalam masa pertumbuhan dan mau tak mau jongin harus mulai belajar memperhatikan orang lain karena hyunsoo membutuhkannya. Bersama hyunsoo ia merasa harus mengalahkan egonya. Bersama hyunsoo ia benar-benar merasa dicintai, mungkin itu adalah efek dia menikahi fangirl nya sendiri. Bukankah cinta seorang fangirl adalah yang murni?
Mereka tak pernah menerima kebaikan dari sang idola, namun mereka masih tetap memuji bahwa idolanya yang terbaik. Bahkan jika idolanya mengalami musibah atau kesulitan, mereka menangis sejadi-jadinya. (inget pas kyuhyun SJ kecelakaan dan sempet koma? Ada ratusan fans bahkan lebih dari berbagai macam Negara yang menangisinya).
.
.
.
“Oppa…Oppa eodiya?” teriak hyunsoo mencari suaminya.
Karena ini hari libur, kai dan hyunsoo memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan bersantai di rumah.
Hyunsoo kini masih sibuk mencari kai, ia kemudian berjalan ke kamar dan menemukan kai yang sedang menatap serius layar laptop dipangkuannya.
“Kai oppa” hyunsoo mencoba memanggil kai, namun percuma karena saat ini kai tengah menggunakan headsetnya.
“Oppa apa yang kau lihat..omo!”
Gadis itu berjalan mendekati kai, ia terkejut melihat sesuatu yang sedang dilihat suaminya.
“Ouhh sesange!” pekik kai ketika ia menyadari hyunsoo sudah berada di sampingnya dan melihat perbuatannya tadi. Dengan sigap ia langsung menutup laptopnya.
“Oppa, kau kau melihat adegan yadong majjwo?” kata hyunsoo panik, ia tak menyangka akan memergoki suaminya melihat video mesum tersebut.
“Soo-ya” kai hanya bisa menatap istrinya dengan tatapan malu.
“Majjwo, kau melihatnya kan eoh?” kata hyunsoo dengan nada panik-nya, dan itu justru membuat kai takut dan ingin segera kabur dari gadis itu.
Kai segera mengambil laptopnya dan beranjak dari ranjang, pria itu terlalu takut menatap mata hyunsoo yang seolah mengintimidasainya. Walaupun sebenarnya, sang istri tak punya niat sedikitpun untuk mengintimidasi kai.
Kai segera berlari keluar dari kamar, namun hyunsoo berhasil menangkapnya saat berada di ambang pintu kamar.
“Oppa, kau mau kemana? Kau harus memberikan penjelasan dulu kepadaku” kata hyunsoo
Sebenarnya gadis itu kembali berpikir, apanya yang perlu dijelaskan?! Bukankah semuanya sudah jelas.
“Aku harus segera kembali ke dorm, kris hyung menghubungiku” kata kai berusaha melepaskan cengkraman hyunsoo
“Andwe!…aakkkhhh” pekik hyunsoo ketika kai mendorongnya hingga ia terjatuh ke lantai.
Pria itu terlalu panik hingga ia tak bisa mengontrol kekuatannya. Kai menyadari pekikkan hyunsoo dan ia pun berbalik ke arah istrinya. Betapa terkejutnya pria berkulit tan tersebut ketika mengetahui hyunsoo terjatuh karena ulahnya.
“Soo-ya”
Kai segera berjongkok mendekat pada tubuh hyunsoo.
“Gwenchana?…mianhe” kata kai sambil menggenggam tangan istrinya
Hyunsoo menatap kesal jongin yang kini berjongkok dihadapannya.
“Oppa mengapa kabur? Aku adalah fans mu apa kau lupa?? Tentu saja aku sudah mengetahuinya jauh sebelum pernikahan kita”
Hyunsoo segera menarik tekuk suaminya. Gadis itu mulai menempelkan bibir mereka, entah apa yang ada dipikiran hyunsoo sekarang sehingga ia dengan mudahnya memulai berciuman dengan suaminya. Kai yang menerima perlakuan dari hyunsoo hanya bisa mengedipkan matanya, pertanda bahwa ia sedang mencerna apa yang sedang terjadi saat ini.
“Aku tadi hanya terkejut sehingga bersikap seperti itu. Gwenchana, aku bisa menerima kebiasaanmu itu oppa. Kau tak perlu takut dengan ku”
Mereka kembali berciuman, sepasang suami istri itu lebih menikmati ciuman kali ini. Hyunsoo mulai memberi akses kai untuk berperang lidah dengannya. Mereka begitu terlena dengan situasi sekarang, terutama kai. Tangan nakalnya mulai meraba daerah sensitive hyunsoo. Entah mendapat kekuatan darimana, pria itu mulai meremas dada hyunsoo.
“Mpphhh” desah hyunsoo ditengah ciuman mereka.
Ini baru pertama kalinya bagi pasangan suami istri itu melakukan French kiss…saling bertukar saliva, meraba tubuh hyunsoo, mendengar desahan yeoja itu…membuat kai benar-benar hilang kendali, tangannya mulai melucuti celana hyunsoo. Namun gadis itu menahannya, hingga membuat ciuman itu terpaksa berhenti. Mereka mulai mengatur nafas masing-masing, tak lama kemudian kai kembali menatap hyunsoo. Tatapannya seolah mengatakan ‘kenapa?’. Yeoja itu mulai mendekat kearah telinga kai, dan membisikkan sesuatu.
“Menstruasi”
Itulah kata yang diucapkan hyunsoo. Satu kata, namun mampu membuat jongin tersedak karena kaget. Hyunsoo yang melihat suaminya batuk tanpa henti, menjadi panik.
“Oppa, gwenchana? Eotteokhee?” kata hyunsoo seraya menepuk pelan bahu kai
Reaksi hyunsoo, dibalas anggukan oleh kai. Pria itu memberi kode pada hyunsoo agar tidak khawatir.
“Ne oppa gwenchana uhuk” kata kai mencoba menenangkan hyunsoo
Namja itu tersenyum sambil mengusap bibir sang istri yang bengkak akibat ulahnya tadi.
“Seandainya hari ini kau tidak mens, mungkin besok kita akan menyesali kejadian hari ini”
Hyunsoo hanya bisa menunduk, sebenarnya ia juga merasa bersalah terhadap kai. Sudah menjadi kewajibannya melayani suami. Namun keadaan sekarang, tak memungkinkan gadis itu untuk melakukannya.
“Mian oppa” ucap hyunsoo
“Gwenchana, aku juga minta maaf karena sudah hampir menidurimu sebelum ujian nasional usai”
Kai mengusap rambut hyunsoo dengan penuh kasih sayang, sedangkan hyunsoo menatap kai dengan senyuman tulusnya
TBC
Gimana gimana??? Gajee ya??? Hahaha, maaf ya kalo gaje dan typo bertebaran. Oia readers, aku mau minta pendapat kalian nih, Cerita ini kan makin deket sama NC 21, *Yadong mode ON. Dan jujur sebenernya aku galau mau kasih PW ato enggak buat chapter yang ada NC nya. Menurut readers sendiri gimana??

18 thoughts on “FF Ooppss!! – [Chapter 8]

  1. Huaaaaaaaaa keren,,, tanggung…pdahal dkit lgiii*apa ini*
    Kerennnnnn,,, next chap cpet dipublish y thor,,,,
    Dan soal mw diprotect atw engga,, mnrutku ga ush deh…
    Soalny mnrutku rada ribet klo gtu*hehehe*
    It mnrutku sih,, tpi klo thor tetep mw nge-protect nggak ap2 juga sih,, asalkan ďikasih kemudahan untk ngedapetin pw ny….
    Fighting for next chap,, jgan lma2 y thor…

  2. awww kai yadongnya >_<
    btw itu hampir ya ,, aku bca deg-degan lho /? ini keren , kai udh tau klo hyunsoo itu fan beratnya dia🙂 pokoknya ff ini bgs ^^
    ditunggu next chapternya

  3. Klo gitu kurangin aja adegan gitunya…
    Jujur aku bacanya setengah2 loh thor adegan gitunya…. Aku masih polos thor *apaini* kkk~😄
    Tpi klo author mau kasi pw yah nggak papa sih… Tpi jangan pelit bagi passwordnya….
    Mereka makin sweet setelah jong tau hyunsoo fansnya… *Aku kira jong bakalan marah*
    Si jongin ketahuan nonton video yadong ama hyunsoo😄
    Thor aku slalu komen loh tpi di wp say korea fanfiction…
    Next! Keep writing!!! ^^

  4. Lagi…lagi….lagi……
    \(˘▽˘)/\(˘▽˘)/\(˘▽˘)/ ditunggu adegan nya..sampe punya anak…
    Kai nya itu loh gk nahan… (ʃƪ´⌣`)♥
    Author lanjutkan… (˘⌣˘)ε˘`).

  5. Thorrrrr plissss publish chap 9 nyaaaaaa,,, nungguin pkek BANGET loh…….
    Klo nunggu dipost yg di blog sblh kyak ny udh dipost kan,,, krena di blog sblh udh dipost…
    Plisssss publish chap 9 nyaaaa…..
    I’M WAITING THOR…….
    FIGHTING!!!

  6. kai mesumnya emang gk bisa hilang ya kasian hyunsoo lagi bulanan sich kalo gk dah diterjang juga
    padahal ujian tinggal 3minggu walaupun mereka berdua nglakuin itu juga gk papah kan gk bisa langsung hamil juga kai imannya kuat walau gagal juga abis nonton dilaptop wkwkwk

    makin romantis lah pasangan ini

  7. Next chapter thor,ffnya keren thor,suka banget sama karakternya kai disini😀 aku juga mau jadi Shin Hyun Soo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s