FF Ooppss !! Chap 6

Untitled-1Tittle
Ooppss!!
Author :
Mrskim88 (@alsaalz)
Cast:
 Shin Hyun Soo (OC/You)
 Kai EXO/ Kim Jong In

Other cast:
(temukan sendiri.. ^^)

Genre:
Romance, teen life

Rating:
T

Length:
Chaptered

Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Kai Pov
Aku mulai menyudahi ciuman kami, dan menatapnya lembut sambil melemparkan senyuman padanya. Tatapannya masih kosong. Haha, aigo..gadis ini bukan hanya cantik tapi menggemaskan. Pipinya merah merona, sepertinya dia sangat shock dengan apa yang kulakukan tadi padanya. Namun aku merasakan ada yang janggal dengan reaksinya. Hyunsoo mulai memegang bibirnya dan kembali menatapku. Gadis itu langsung jatuh pingsan.
Aku langsung menangkap tubuhnya, dan berusaha membangunkannya. Aku benar-benar panik saat ini. “Hyun soo-ya…kau kenapa?? Apa kau sedang sakit?? Mengapa kau tiba-tiba pingsan??” kataku panik
.
.
Saat ini hyunsoo sedang ditangani oleh dokter pribadi keluargaku. Beliau juga masuk dalam daftar undangan kami, karena beliau juga sahabat dari JunHoo abeonim.
“Bagaimana uisia Im?? Bagaimana keadaan putriku??” Tanya eomanim
Namun yang kami dapatkan hanyalah senyuman dari uisia Im. Jinja, sebenarnya apa yang terjadi dengan hyunsoo?? Ini benar-benar membuatku bingung.
“Nyonya dan tuan Shin. Selamat, anda telah berhasil mendidik seorang putri” uisia Im memandang kami sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. “Sepertinya ini adalah ciuman pertama bagi hyunsoo. Dia merasa sangat terkejut hingga pingsan. Haha aigoo, dia benar-benar seperti gadis yang sangat suci”
Aku hanya bisa terkejut mendengar semuanya. Ini tidak masuk akal. Mana ada orang yang pingsan saat ciuman pertama. Ini konyol?!
“Omo, haha aigoo…menantuku ternyata gadis yang sangat polos. Bagaimana mungkin dia belum pernah berciuman diumurnya yang sudah menginjak 18 tahun. Haha. Hyunsoo sangat imut” sahut Eomma
‘Shin Hyun Soo, apakah aku benar-benar yang pertama bagimu’
Memikirkan hal itu, membuatku tersenyum dengan sendirinya.
.
.
.
Author Pov
“Hyunsoo-ya, geumanhe..buat apa kita membersihkan apartemen ini. Aku sudah menyewa pembantu untuk mengerjakannya” kata jongin
Ya, saat ini kai dan hyunsoo sudah resmi pindah di apartemen mereka. Kai memilih apartemen yang berdekatan dengan dorm exo. Agar public tidak curiga.
“Eo?? Apa kau sudah melakukannya? Hehe, aku lupa jika oppa sudah menyewa pembantu. Geure, aku sebaiknya segera mandi dan mengerjakan PR-ku”
Hyunsoo segera menyudahi acara mengepelnya, kemudian berlari menuju kamar mandi.
“Soo-ya, mengapa kau meninggalkannya begitu saja? Kau harusnya menyelesaikan ini”
Kata kai sambil menatap kain pel dan ember yang masih tergeletak begitu saja.
“Bukankah katamu, akan ada pembantu yang membersihkannya” kata hyunsoo dari dalam kamar mandi
“Hyaa! Ahjumma baru datang besok. Sebaiknya kau keluar dan segera tuntaskan pekerjaanmu nyonya Kim” kata jongin kesal sambil menatap pintu kamar mandi
“Oppa!”
“Wae”
“Apa kau menyuruh istrimu mengepel sambil telanjang?”
“Aissshhh jinjaa” kata kai frustasi sambil mengangkuti ember dan kain pel yang ditinggalkan hyunsoo.
Sementara itu, dikamar mandi hyunsoo sedang terkekeh geli karena berhasil mengerjai namja yang kini telah menjadi suaminya.
Bagaimana dengan malam pertama mereka??
Ternyata menikahi seorang murid SMA tak semudah yang kai bayangkan.
Flashback
Usai acara pernikahan keluarga kim dan shin berkumpul di kamar pengantin, untuk membicarakan sesuatu. Ini menyangkut malam pertama mereka.
“Nee????”
Kai sontak kaget mendengar penuturan bahwa hyunsoo tidak boleh hamil sebelum ujian kelulusannya. Sebenarnya masalah inti bukan disitu, namun terletak pada kenyataan bahwa apartemen yang mereka tinggali hanya punya satu kamar. Dan tentu saja itu artinya kai dan hyunsoo harus mau berbagi ranjang.
“Ah mian, aku terlalu berlebihan” kai segera meralat keterkejutannya tadi
“Haha aigoo, dasar pengantin baru. Kalian begitu bersemangat eoh??” kata presdir kim
“Kami sama sekali tidak melarang kalian untuk berhubungan. Bahkan jika malam ini kalian melakukannya juga tak apa. Namun konsekuensinya adalah, aku tak ingin putriku hamil sebelum ia lulus SMA” tambah junhoo
“Ania, bukan begitu. Tapi, apa tidak sebaiknya aku dan hyunsoo pindah ke apartemen yang memiliki 2 kamar saja eo. Dengan begitu aku dan hyunsoo bisa tidur terpisah sampai hyunsoo lulus SMA”
saran kai dengan wajah memelas. Oh ayolah, kai juga namja biasa. Dia normal, dia tak tahan bila harus berlama-lama sekamar dengan yeoja, apalagi itu adalah istrinya sendiri. Baiklah, kai mencoba berpikir bahwa hyunsoo mempunyai tubuh yang jelek karena ia adalah siswi SMA dan bukan super model. Tapi sekuat apapun namja itu memikirkan keburukan dari tubuh hyunsoo, tetap saja…hasrat ingin meniduri gadis itu sangat kuat. Padahal kai selalu mensugesti dirinya bahwa hyunsoo memiliki tubuh yang datar, itu semua ia lakukan guna meredam keinginan menerkam gadis yang kini ia sebut sebagai istri sah.
“Tentu saja tidak bisa begitu! Jika kalian terbiasa tidur dikamar yang berbeda, maka kalian akan canggung jika berbagi ranjang saat hyunsoo sudah lulus SMA nanti” sahut hye jin mantap menolak keinginan putranya
Hyunsoo sendari tadi hanya diam melihat perdebatan ini. Tangannya terus menggenggam tangan kai. Gadis itu bingung harus bagaimana. tapi dalam diam, gadis itu sudah membuat keputusan sendiri. Dia tak ingin meminum pil anti hamil! Karena itu bisa merusak rahimnya. Walaupun hyunsoo sangat bodoh dalam bidang fisika, namun ia sangat menguasai pelajaran biologi, terutama bab reproduksi -______-
“Mwoo??” kai kembali shock, mendengar penuturan dari ibunya.
“Geure, sebaiknya kalian mendiskusikan hal ini berdua. Tujuan kami kesini hanya memberikan informasi pada kalian. Kalau begitu kami pamit. Selamat berdiskusi..Hyunsoo-ya, hwaiting!!” kata jaehyun sambil tersenyum.
Kini hanya tinggal kai dan hyunsoo yang berada dikamar.. mereka sibuk pada pemikiran masing-masing.
“Oppa…” ucap hyunsoo memecah keheningan yang ada
“Ne..” kata kai segera memalingkan wajahnya pada gadis itu
“Aku,..tidak ingin meminum pil anti hamil. Itu bisa beresiko pada rahimku yang masih sangat muda dan produktif” kata hyunsoo mantap. Sebenarnya, butuh keberanian luar biasa untuk hyunsoo mengungkapkan hal itu pada kai. Bahkan lidahnya terasa kelu ketika ia mengatakan itu.
“Arrayo, aku juga tak akan mengijinkanmu untuk meminumnya” kata kai diikuti dengan anggukan hyunsoo. Sejenak namja itu menghembuskan nafas dengan kasar, kemudian melajutkan kata-katanya
“Dwesseo, tak ada cara lain. Aku tak akan menyentuhmu sebelum kau menyelesaikan ujian sekolahmu” ujar kai pasrah.
Namja itu memilih menahan nafsunya demi masa depan hyunsoo. Toh ujian sekolah hanya tinggal 2 bulan lagi. Setidaknya jongin mencoba menguatkan diri untuk 2 bulan kedepan.
“Hah?? Nee?? Eohh..ne arra..” hyunsoo mulai salah tingkah karena mendengar ucapan dari jongin
“Wae? Mengapa kau terlihat kecewa?? Apa kau benar-benar ingin melakukannya denganku nona Shin?”
“Mwo?? Aniya, aku bukan yeoja mesum! Kau jangan sembarangan menuduh”
Kata hyunsoo segera melepaskan genggaman tangan kai. Pipinya mulai merona, saat-saat seperti ini yang sangat tidak ia harapkan.
“Kekeke, aigoo…mengapa kau begitu serius eo?? Aku hanya bercanda saja” kata kai sambil tersenyum menatap hyunsoo. Tapi tiba-tiba tatapan itu berubah menjadi serius, dan seakan menuntut sesuatu.
“Wae oppa? Mengapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ku?”
“Keunde, kau juga harus kuberi peraturan baru” ujar jongin sambil menatap sang istri
“Jangan berpakaian mini didepan ku. Jangan keramas dimalam hari ketika aku sedang dirumah. Segera simpan hotpan dan kaos kebesaranmu di lemari, karena aku sangat tidak ingin meliahat kau memakainya. Jangan pernah memadukan antara kemeja kebesaran dengan hotpant, ataupun kaos kebesaran dengan hotpant…INGAT, jangan pernah melakukannya. Itu semua berlaku sampai kau menyelesaikan ujian sekolahmu” kata kai mantap
“MWO??? Mana bisa begitu?? Itu tandanya aku harus meninggalkan hotpant, kaos oblong dan kemejaku selama 2 bulan?? Hya… Itu semua style ku oppa! Keramas dimalam hari adalah hobyku. Aigoo, bahkan orang tuaku pun tak pernah melarangku untuk melakukan semua itu” protes hyunsoo, gadis itu sepertinya belum paham arah pembicaraan kai -_____-
“Hya! Jangan samakan aku dengan orang tuamu. Aku ini suamimu, kau juga harus memikirkan perasaanku. Apa kau pikir mudah bagi seorang pria dewasa sekamar dengan yeoja. Karena kau bukan pria, kau mungkin tak akan bisa merasakannya” ujar jongin dengan tatapan murung
Seketika hyunsoo membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang kai katakan. Yeoja itu mulai paham dengan arah pembicaraan sang suami. Dalam hati ia juga merutuki kebodohannya sendiri karena sempat menolak keinginan kai. Hyunsoo bukan gadis sepolos itu, walaupun dia belum pernah melihat video yadong, namun ia juga tahu hal apa saja yang bisa membuat pria terangsang, bagian mana saja yang paling sensitive. Dia juga sudah membaca ratusan FF yadong yang ia koleksi dari berbagai macam Negara. Bahkan di kelasnya, hyunsoo terkenal sebagai yeoja pengedar ff yadong khusus kalangan fangirl. Tentu saja yang mengetahui hal itu hanyalah hyunsoo dan teman-temannya.
“mian oppa, aku tadi tidak tau. Joha…aku akan melakukannya untukmu” kata hyunsoo sambil menatap kai dengan senyuman yang mengembang
“Benarkah?? Kajja sebaiknya kita segera tidur, besok pagi kita harus segera kembali ke korea”
Flashback end
.
.
Author Pov
Suasana kantin SMA Jaeil terlihat ramai. Murid-murid berhamburan menuju ke kantin. Kantin disini bukan hanya sekedar tempat makan layaknya restoran. Disinilah tempat mereka tertawa, bercerita, bercanda. Semuanya terasa menyenangkan ketika masa SMA akan berakhir. Yah..itulah yang dirasakan hyunsoo, sebentar lagi lingkungannya akan berubah. Bukan lagi lingkungan siswa berseragam, tak ada lagi kaus kaki panjang, tak ada lagi tas rangsel bertuliskan XOXO, tak ada lagi seragam musim dingin, seragam musim panas. Semua itu akan berganti menjadi baju-baju casual, map map khas mahasiswa, dan Blezzer sekolah yang saat ini hyunsoo kenakan, mungkin akan segera berganti dengan Jas almamater. Hyunsoo merasa akan merindukan saat-saat seperti ini, ketika ia sudah lulus nanti.
“Hyunsoo-ya, liburan ini kau kemana saja??” Tanya Yoonwu
Pertanyaan Yoonwu membuyarkan lamunan hyunsoo.
“Nde? Ohh..aku pergi kerumah nenekku di Jinan”
Hyunsoo terpaksa berbohong dengan ketiga temannya. Sebenarnya gadis itu juga merasa bersalah karena tidak mengatakan yang sebenarnya. Namun kenyataan bahwa suaminya saat ini bukanlah orang biasa, membuat hyunsoo memendam semua sendiri. Setidaknya, jika waktu nya tiba hyunsoo pasti akan jujur kepada sahabatnya.
Drrtt Drttt Drrtt
Gadis itu merasakan getaran ponsel dalam sakunya.
“Yoboseyo”
“…”
“Ne eonnie, aku akan kesana saat pulang sekolah”
“…”
“Annyeong”
Hyunsoo segera mematikan ponselnya,
“Nugu?” Tanya sujin sambil mengunyah babi panggang
“Eo? Tadi sepupuku. Dia memintaku untuk bermain kerumahnya”
Lagi-lagi hyunsoo terpaksa berbohong. Telfon itu sebenarnya dari Jae In, kakak iparnya.
.
.
Hyunsoo mengamati foto keluarga yang ada pada dinding rumah presdir Kim. Ya, saat ini gadis itu tengah berada di rumah jongin. Maksud kedatangannya kemari ialah menjeput jjanggu. Anjing kesayangan kai.
“Hyunsoo-ya..apa kau tidak apa-apa jika jjanggu ikut tinggal bersama kalian?”
Suara Jae In mulai memecah keheningan yang ada. Sebenarnya hyunsoo tidak terlalu dekat dengan kedua noona jongin. Mengingat mereka sangat jarang bertemu. Jae In adalah kakak pertama jongin.
“Sebenarnya, aku tidak begitu menyukai anjing. Tapi tak apalah, aku akan belajar menyukainya. Bukankah aku harus beradaptasi eonnie” kata hyunsoo seraya mengembangkan senyumannya pada Jae In.
“Aigoo, kau tahu..padahal aku sudah memperingatkan jongin agar tidak membawa jjanggu untuk ikut bersama kalian. Namun anak itu begitu keras kepala. Dia mengatakan bahwa dia adalah ayah dari jjanggu dan dia berhak mendapatkan hak asuh nya”
Jaein terkekeh ketika ia mengingat percakapan dengan namdongsaengnya.
“Jinjjayo? Itu yang oppa katakan padamu eonnie??”
“Ne, majwo..ckckck, ternyata menikah belum bisa mengubah sifatnya menjadi sedikit lebih dewasa”
“Kekekeke..gwenchanta..aku menyukai oppa yang seperti itu. Ini ckup menghiburku”
Begitulah mereka, semuanya mengalir begitu saja. Obrolan yang tadinya terkesan canggung, kini telah berubah menjadi lebih hangat. Hyunsoo dan Jaein terhanyut dengan topik obrolan mereka yang selalu berganti. Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Itu tandanya sudah hampir 3 jam mereka asyik mengobrol.
“Eo..eonnie? ini sudah jam 5, aku harus segera pulang”
“Benarkah? Mengapa rasanya cepat sekali. Kau mau kuantar pulang?” tawar Jaein
“Eo? Apa tidak merepotkan?”
“Ania..aku juga sekalian ingin pulang ke apartemen ku. Kajja”
.
.
.
“Jjanggu-ya..mulai sekarang kau harus menurut pada noona. Jangan berlari disekitar apartement. Dan lagi, jangan menghilang tanpa sepengetahuanku. Karena appa-mu pasti akan marah padaku. Aro??!!” kata hyunsoo sambil menatap tajam janggu yang kini telah berada di apartementnya. Baru saja hyunsoo selesai memberi peringatan dan melepaskan tali yang ada apa leher jjanggu. Anjing itu sudah mulai berulah. Dengan trpaksa hyunsoo terlibat aksi kejar-kejaran dengan anjing itu.
“Jjanggu-ya..hosh hosh hoshhh…kubilang hentikan! Jangan berulah. Aku sudah sangat lelah” kata hyunsoo sambil terus mengejar jjanggu. Melewati sofa, dapur, ruang makan, hingga sampai ke kamar.

PRAKK

“JJANGGU-YA!!! Apa yang kau lakukan pada tugas miniaturku????”
Hyunsoo begitu shock, melihat tugas miniature yang telah ia buat dengan susah payah. Hancur begitu saja. Sementara jjanggu, anjing itu hanya bisa tersungkur karena merasa bersalah. Hyunsoo memang tak terlalu suka dengan anjing. Namun bukan berarti ia membencinya. Hyunsoo merasa iba melihat jjanggu. Gadis itu kemudian menarik nafasnya dan mengeluarkannya secara perlahan. Dia mencoba menenangkan diri agar tidak emosi.
“Arrayo, ini masih jam 6. Kita masih bisa memperbaikinya. Kau jjanggu! Kau harus bertanggung jawab, kau harus membantuku memperbaikinya. Aro?”
“Haug haug” balas jjanggu mulai bersemangat.
2 jam kemudian
“Jjanggu-ya, ambilkan lem” kata hyunsoo sambil mengacungkan tangannya. Dan jjanggu pun menurut dengan apa yang hyunsoo perintahkan. Anjing itu segera menggigit lem dan menyerahkannya pada hyunsoo.
Gadis itu sibuk memperbaiki miniature nya yang hampir jadi. Jjanggu juga sibuk berada disebelah hyunsoo dengan setia, menanti apa yang selanjutnya akan diperintahkan hyunsoo padanya.
.
.
Kai pov
Kami baru saja menyudahi penampilan exo di m-countdown dengan lagu first snow. Sebenarnya aku sudah sangat lelah. Bayangkan saja, pagi tadi sebelum hyunsoo bangun aku sudah harus bersiap siap bersama para member untuk ke hongkong, menghadiri reality show. Pulangnya kami hanya diberi waktu istirahat selama satu jam setelah itu menjalani pemotretan untuk kalender 2014. Dan malam ini kami lewati masih dengan berkerja keras untuk m-countdown. Aigoo, betapa lelahnya tubuhku ini. Namun melihat ratusan fans yang kami temui sejak pagi tadi, membuat rasa lelahku perlahan-lahan pudar. Hmm, andaikan hyunsoo bagian dari mereka yang menyukaiku, aku pasti akan sangat bahagia.
Jam menunjukkan pukul 9 malam, aku ingin segera pulang ke apartement dan bermain bersama jjanggu. Jaein noona sudah mengirim pesan singkat padaku, bahwa jjanggu sudah ada pada hyunsoo.
“Hyung..bolehkah aku pulang sekarang? Setelah ini kita tak akan tampil lagi kan?” kataku bertanya pada suho hyung
“Baiklah, hati-hati di jalan. Dan jangan lupa pakai ini”
Suho hyung mengalungkan id card ‘SM Staff’ pada leherku. Ya, ini adalah bentuk penyamaranku. Aku akan menghapus semua make up ku, membuat tai lalat di pipi dan mengenakan kaca mata minus. Dengan begini, sassaeng pun tak akan mengenaliku. Penyamaran ini sudah digunakan bukan hanya denganku saja. Kris hyung saat berjalan dengan becca noona juga melakukan hal yang sama. Bahkan min seok hyung pernah menyamar sebagai wanita 2 minggu yang lalu demi merayakan anniversary hubungannya.
“Aku pulang”
Eo, mengapa tak ada balasan? Apa hyunsoo sudah tidur.
Kulangkahkan kakiku menuju ruang tamu, dan benar saja. Hyunsoo sudah tertidur bersama jjanggu disebelahnya. Aigoo, mereka sangat imut. Tapi tunggu, apa ini?. Aku melihat miniature yang belum sepenuhnya menempel.
*flashback
“Hyunsoo-ya..darimana saja kau?”
“Eo? Aku barusan membeli peralatan ini”
Kata hyunsoo sambil menunjukkan kardus, triplek, lem, kertas dll.
“Eung? Mengapa kau membelinya?”
“Ini untuk tugas perbaikan nilai fisika-ku. Saem bilang bahwa nilai-nilaiku sangat buruk hingga aku perlu membuat miniature untuk memperbaikinya. Nilai ini sangat berguna untukku, karena ini juga berpengaruh terhadap kelulusanku nanti”
“Aigoo, apakah nilaimu seburuk itu. Masalahmu sangat kompleks, yeobo. Tapi, mengapa kau sangat santai? Palli selesaikan miniature itu”
“Ish, gwenchana..aku masih mempunyai banyak waktu. Tugas ini dikumpulkan tgl 13”
*flashback end
Aku teringat percakapanku dengan hyunsoo. Tanggal 13? Bukankah itu besok? Jinja, gadis ini terlalu menganggap remeh keadaan.
Aku mulai duduk, mensejajarkan tubuhku dengan hyunsoo yang tertidur dengan kepala yang menempel pada meja ruang tamu. Tangannya bahkan masih memegang lem dan sterofoam.
“Hyunsoo-ya, lem nya masih kurang. Kau harus memberikan lem lebih banyak pada bagian ini” gumamku sambil memperbaiki miniature nya.

TBC~

5 thoughts on “FF Ooppss !! Chap 6

  1. Duh, thor.. FF nya keren banget >.<
    He he aku reader baru🙂 maaf baru comment di chap ini😀 karena lagi serius baca ^-^
    Di next kepanjangan ya thor, biar lebih asik lagi bacanya😀

    Salam kenal ya….

  2. kkamjong ayah yang baik buat jjanggu

    kai bener” harus kuat imannya biar gk tergoda kekeke padahal dah siap sedia tapi dilarang ma orangtuanya kayaknya setelah hyunsoo lulus gk ada ampun lagi wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s