FF Ooppss !! Chapter 5

Untitled-1

Author :
Mrskim88 (@alsaalz)
Cast:
Shin Hyun Soo (OC/You)
Kai EXO/ Kim Jong In

Other cast:
(temukan sendiri.. ^^)

Genre:
Romance, teen life

Rating:
T

Length:
Chaptered

Hyunsoo POV
Ternyata jongdae oppa mempunyai banyak koleksi film horror. Aku saja sampai kebingungan mau melihat yang mana. Namun hal itu tak berlangsung lama karena jongdae oppa merekomendasikan salah satu filmnya.
Acara menonton film horror tetap seru walaupun ada beberapa member yang tak dapat bergabung. Kai dan suho sedang menghadiri acara di sukira. Biasanya, jika aku tau kai akan ikut siaran di sukira ataupun di radio lain..aku selalu datang ke radio itu dan berkumpul dengan fans2 lain, jika tidak..aku pasti akan setia mendengarkannya di kamar. Hehe..bagaimanupun juga, aku adalah seorang fangirl. Namun kegiatan itu tak dapat kulakukan sekarang. Karena aku sedang bergabung dengan member exo untuk melihat film. Walaupun saat ini dorm exo kehilangan beberapa penghuninya. Kyungsoo oppa juga tak bisa bergabung dengan kami karena harus ikut shooting film perdananya. Heemmm…sepertinya tao oppa sangat iri kepada para member yang tak bisa melihat film horror bersama kami. Dia terus-terusan mengeluh sepanjang pemutaran film berlangsung. Dan itu membuatku geli.
“Aku iri dengan kai”
“Hyungdeul, tak bisa kah aku hanya berdiam diri didalam kamarku?”
“Aku iri dengan kyungsoo. Aku rela menggantikannya shooting walau tak dibayar”
“Tao-ya..diamlah. kau sangat mengganggu” ucap luhan
“Aku iri dengan suho hyung”
“Hyungdeul aku rasa aku akan..aaaaaaaaakkhhhh”
Belum selesai tao oppa berbicara, ia sudah berteriak ketakutan karena melihat penampakan hantu wanita yang ada di dalam lcd.
“Aisshh hyung..wae geure?? Itu hanya wanita yang dimakeup dengan pucat. Kau begitu berlebihan. Apa kau tidak malu dengan yeoja ini” kata sehun sambil melirikku.
Sebenarnya aku juga takut dengan penampakan hantu wanita itu. Namun melihat reaksi tao oppa, membuat rasa takutku hilang begitu saja.
“Aaahh..mwoyaa…permainan macam apa ini?? Kenapa aku harus ikut menonton bersama kalian?? Aku bisa gila” ucap tao frustasi
“Anio anio anio..ini tetap peraturan huang zi tao. Menonton film adalah salah satu metode untuk refreshing dari jadwal kita yang padat. Bagaimana mungkin kami membiarkanmu menyindiri dikamar saat kami semua refreshing seperti ini” ucap Baekhyun diiringi dengan evil smirk
“Majjwo” Lay ikut menimpali
“Aro..aku mengerti yang dimaksud refreshing disini. Melihatku ketakutan seperti ini merupakan refreshing buat kalian”
“Aigooo..uri maknae sudah bisa berfikir cepat” kata kris sambil mengacak rambut tao
“Aishh…setelah ini kalian harus bertanggung jawab. Kalian harus menemaniku mandi malam ini”
“hana, dul, set” chanyeol mulai memberi aba-aba
“Shireoo!!!!” seluruh member exo kecuali tao melakukan gerakan aegyo ppuing-ppuing sambil berkata seperti itu.
Aku hanya tertawa melihat pemandangan ini. Haha..tak kusangka, aku bisa sedekat ini dengan member exo sampai-sampai bisa melihat pemandangan seperti ini. Hemmm, jika min hye, sujin dan yoonwu mengetahuinya. Mereka pasti akan pingsan karena iri kepadaku. Kekekeke~
“JIJNJA” ucap tao penuh emosi, sedangkan member lain hanya tertawa sambil melanjutkan melihat film.

Author POV
Acara menonton film telah usai, kini para member mulai sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Mulai dari Kris yang melakukan videocall dengan istrinya, Luhan menelfon ibunya, chanyeol pergi bersama kakaknya, xiumin sehun lebih memilih bermain game di HP, sedangkan yang lain memilih untuk tidur di kamar.
Hyun soo sendiri lebih memilih membaca komik jepang milik kai. Gadis itu sedari tadi hanya bisa menggelengkan kepala, melihat isi komik yang biasa dibaca oleh calon suaminya. Sebenarnya hyunsoo bukan tipe gadis yang suka membaca komik. Menurutnya, komik itu lebih rumit daripada novel. Karena memang dia bingung harus begaimana mengawali membaca komik. Haruskah dari kanan dulu, atau kiri. Gadis itu tidak suka dengan hal yang menurutnya rumit. Dia membaca komik saat ini, karena sudah sejak dulu ia penasaran tentang komik apa yang biasa dibaca kai.
‘ckckck..pantas saja jongin oppa terkenal yadong, ternyata memang dia sudah terbiasa dengan gambar-gambar seperti ini. Aigoo’ batin hyunsoo
*Disis lain..
Tao terbangun dari tidurnya, badannya terasa lengket. Maklum saja, setelah acara music bank tadi dia memang belum mandi. Berbeda dengan member lainnya yang memang sudah mandi sejak tadi. Tao mempunyai kebiasaan, tak akan bisa tidur jika tubuhnya berkeringat dan lengket. Ini telah terbukti, sudah 30 menit tao berusaha untuk tidur kembali namun hasilnya tetap nihil. Namja itu lalu memutuskan untuk mandi, namuunnnn….
“Shenma (apa=bahasa cina) ??? bagaimana bisa kerannya mati?? Aku harus bagaimana??”
Terdengar suara cempreng tao dari dalam kamar mandi.
“Tao-ya, aku lupa memberitahumu. Keran kamar mandi kita memang mati, sebentar lagi akan ada petugas yang akan membenahinya” sahut xiumin sambil terus bermain dengan HP-nya.
Tao segera keluar dari kamar mandi dan menghampiri xiumin sehun.
“Mwoo???” tao mulai panik
“Hyung, kau tunggu saja ne. mreka pasti akan datang” kata sehun
“Aisshh, kapan mereka datang??”
“2 jam lagi mungkin” sahut xiumin santai
“Mwoo?? Shireo!! Aku tak mau menghabiskan waktuku 2 jam untuk menunggu mereka”
“Hyung, kau bisa menggunakan kamar mandi umum dekat lobby”
“Sehunna, maksudmu..toilet sepi dan gelap itu??” tao mulai merinding. Dia teringat tentang film horror yang barusan ia liat bersama member lain tadi.
“Ne, Wae??” kata sehun sambil mengunyah camilan milik xiumin -_-
“Hyung..jeball, kau mau menemaniku mandi kan?? Ne? ne?” tao mulai meloloskan aegyo
“Ish tao hyung..kau menggelikan” ucap sehun datar
“Aisshh..Shireo..irojimma, kau bisa membuatku kalah dalam game ini” ucap xiumin menatap Tao
“Hyungg..kenapa kau tega sekali padakuu??? Sehunna…jebal, temani hyung mandi ne…” tao mulai merayu sehun
“Shireo hyung…aku juga tak mau kalah dari game ini. Lagipula ini masih jam 5 sore hyung, aigoo..setan mana yang mau menghantuimu disaat seperti ini”
“Sehunna, kau mau coklat? Aku bisa membelikanmu saat ini juga” tao tersenyum bangga
“Ani, aku tadi sudah makan coklat milik Chanyeol hyung. Aku mau Gucci, apa kau bisa memberikannya padaku saat ini juga??”
“…..”
Perkataan sehun membuat xiumin tertawa geli. Sedangkan tao mulai menyesal karena dia telah menawarka sesuatu kepada manusia seperti Oh Se Hoon.
“Tao-ya..kau kan bisa meminta tolong pada baekhyun” ucap xiumin yang mulai meredakan tawanya sebelum semakin parah
“Apa kau pikir tuhan menciptakan manusia seperti baekhyun, untuk selalu mendengarkan apa yang kukatakan dan membantuku disaat kesusahan seperti ini???”
“Ppppffffttttt” perkataan tao membuat xiumin dan sehun harus menahan tawa.
Tao memandang xiumin dan sehun dengan tatapan kesal, kemudian pergi meninggalkan mereka. Tao sadar bahwa meminta pertolongan dari mereka sama saja meminta pertolongan dari batu. Karena hasilnya pasti akan sia-sia. Tiba-tiba, mata tao tertuju pada sosok gadis yang masih sibuk membaca komik. Dia sempat berpikir sejenak, kemudian senyum mulai mengembang dibibir tipisnya.
“Chogiyo…eumm hyunsoo-ya”
Sapaan tao mulai membuyarkan lamunan Hyunsoo tentang kai.
“Ah ne oppa, kau mengejutkanku”
“Ehem, mian hehe. Hyunsoo-ya, apa kau mau menolongku. Jeball ne?”
“Menolong?? Apa maksud oppa, aku tak mengerti”
“Kau mau menemaniku mandi kan?”
“Nde?”
“Iya, kau mau menemaniku mandi kan? Kamar mandi dorm rusak, aku sejak tadi belum mandi. Hingga sekarang aku terpaksa mandi di toilet dekat lobby yang menyeramkan itu. Jeball hyunsoo tolonglah aku, aku benar-benar takut. Apa lagi tadi member memaksaku untuk melihat film horror, Aiihh aku bisa gila hyunsoo-ya”
“Apa hanya aku yang bisa menonolongmu”
Pertanyaan hyunsoo disambut dengan anggukan polos tao. Hyunsoo tersenyum melihat tingkah tao saat ini. Gadis itu kembali mengingat sesuatu.
‘Jika minhye melihat adegan ini. Aku yakin 100% bahwa ia akan membunuhku tak peduli tentang kenytaan bahwa aku adalah sahabatnya. Minhye menyukai tao sama seperti aku menyukai Kai’
“Bagaimana??apa kau mau menolongku??”
“Ne, tentu saja oppa”
30 menit kemudian
“Hyung, kau tau hyun soo dimana??”
Kai telah sampai di dorm. Dia terus-terusan keliling dorm untuk mencari hyunsoo. Sebenarnya kedatangan kai saat ini sudah terhitung sangat terlambat. Harusnya ia sudah tiba sejak jam 3 tadi, namun karena kai mempunyai urusan dengan kedua kakaknya..setelah jadwal usai dia tidak langsung ke dorm. Sedangkan suho, memilih untuk langsung pulang kerumahnya, karena hari ini ada pertemuan keluarga yang akan membahas tentang pertunangannya dengan seorang gadis.
“Eung, tadi kata sehun dia pergi menemani tao mandi” jawab lay polos sambil meminum air putih
“MWO? Kamar mandi dorm kosong mereka mandi dimana?”
Kai benar-benar emosi mendengar perkataan lay. Dia sudah tak bisa lagi berfikir jernih apalagi positive thinking.
“Kamar mandi umum dekat lobby”
Ucap lay santai, lagi-lagi dengan wajah yang tak berdosa.
“Heol!! Mereka bahkan melakukannya di toilet umum??? Cugoshippeo (sepertinya mereka ingin mati)”
Kai segera meninggalkan lay dan berjalan keluar dorm menuju kamar mandi umum tempat hyunsoo tao berada. Sedangkan lay hanya bisa diam dan kembali memikirkan perkataannya tadi.
‘apa yang salah?’ batin Lay
Luhan yang mendengar percakapan lay dan kai, segera menghampirinya.
“Yi xing…kau ini bagaimana?? Kenapa kau mengatakan semuanya kepada kai tanpa menyaringnya sedikitpun”
“Shenma?? Aku hanya mengatakan apa yang aku tahu dari sehun Lu ge”
“Aku tahu kalau kau berkata jujur, tapi kau tau kan apa isi hati kai? Tidak baik jika kau mengutarakannya secara jelas. Dia pasti akan berpikiran hal lain, tak sama seperti apa yang manusia normal lainnya pikirkan”
“Memangnya apa yang akan kai pikirkan jika aku mengatakan itu?”
Sepertinya Lay memang belum paham arah pembicaraan luhan. Luhan mulai memperjelasnya dengan membisikan sesuatu kepada Lay.
“Haaaa??? Mengapa kai mesum sekali”
“Itulah mengapa kau harus menyaring dulu apa yang kau katakan kepada Kai, jika menyangkut hal seperti itu”
“Ouu..sejak kapan kai menjadi mesum?!”
“Kau lupa???”
“Eung?”
Disisi lain, para member Korea sedang memperhatikan pembicaraan luhan dan Lay. Mereka sama sekali tak mengerti dengan pembicaraan itu, karena luhan dan lay memilih berbincang dengan menggunakan bahasa mandarin -_-
*At Toilet
“Tao oppa, apa kau sudah selesai?”
“Sebentar lagi hyunsoo-ya. Aku sedang menggunakan cream-ku” sahut tao dari dalam kamar mandi
Sudah hampir satu jam hyunsoo berdiri di depan kamar mandi pria yang dipakai tao. Jika bukan karena dia kasian pada tao, mungkin sudah dari tadi hyunsoo meninggalkan tao sendirian.
“Oppa, sebelum aku kenal dengan kalian. Biasanya siapa yang menemanimu mandi seperti ini?”
“Tentu saja Kris ge. Dia yang biasanya menemaniku mandi seperti ini. Kadang juga member lain ikut mandi bersamaku. Termasuk kai juga”
“Ne arra, aku sudah mengetahuinya lewat youtube”
“Mwo?? Apa video para member menemaniku mandi juga ada di youtube??”
“Aisshh, bukan itu!!! Happy camp di cina. Aku sudah melihatnya di youtube”
“Huft, untunglah. Jika itu benar-benar terjadi. Pihak SM harus menghukum berat, orang yang menyebarkan video itu”
“Oppa, apakah sampai saat ini luhan dan lay oppa tetap tak mau menemanimu mandi”
“Ne..mereka tak berubah”
Kali ini suara tao mulai pelan, jika didengar dari suaranya dia tampak sedih.
“Wae?” ucap hyunsoo
“Molla, mereka tidak tau apa yang harus dilakukan jika ada sesama pria berbagi kamar mandi”
Perkataan tao membuat hyunsoo tertawa geli di luar sana.
“Ya..kenapa kau tertawa?! Apa itu begitu menggelikan?” ucap tao dari dalam kamar mandi
“Ne oppa” hyunsoo masih terus tertawa.
Kai Pov
Apa-apaan mereka, kenapa mereka tega menusukku dari belakang. Hyunsoo-ya, tak ingatkah kau sebentar lagi kita akan menikah. Kenapa kau tak bisa menjaganya untukku??
Tao hyung, kenapa kau tega sekali. Hyunsoo adalah calon istriku, kenapa kau tak cari gadis lain saja, aigoo.
Aku melangkah cepat menuju toilet tempat diamana mereka berada. Sebentar lagi aku akan memergoki mereka. Aisshh, kemarin Kris hyung sekarang tao. Besok siapa lagi??? Tunggu, apakah ini yang dimaksud fans dengan moment TaoRis?? Ahhh aigooo, aku bisa gila.
Deg
Aku melihat mereka mulai berjalan ke arahku, rambut tao terlihat basah. Tuhan, apa mereka benar-benar mandi bersama?? Apa mereka sudah melakukannya??
“Eoh, Oppa”
Kulihat hyun soo melambaikan tangannya padaku. Tak menunggu lama, aku langsung berlari menghampiri mereka. Aku butuh kejelasan!
“Tao hyung!! Kenapa kau tega sekali padaku?? Kenapa kau melakukannya pada hyunsoo??”
“Yakk..apa maksudmu?” ucap tao
“Hyunsoo-ya, sebentar lagi kita akan menikah. Tak bisakah kau menjaga keperawananmu hanya untukku?? Aku kan juga menjaga keperjakaanku untukmu??”
“MWO?”
Hyunsoo sangat shock mendengar perkataanku.
“Yakk..bocah mesum!! Aku masih terlalu polos untuk melakukan hal semacam itu! Aish” kata Tao sambil menyambar(?) wajahku.
“Jadi kalian tak melakukannya?”
“NE..Eobsseo, Eobta. Tadi hyunsoo hanya menungguiku di luar kamar mandi, karena aku sangat takut mandi sendirian”
“Ah ne.. jeongmal mianhe hyung”
“Ck..neo waede, cobalah sedikit saja..berhenti melihat yadong” ucap Tao asal.
.
.
Aku hanya bisa membeku mendengar perkataan tao hyung. Aishh..mengapa dia tak bisa sedikit saja menjaga martabatku di depan seorang gadis. Apa begitu susah untuknya menjaga nama baikku?
Kulihat hyunsoo berusaha menahan tawa, setelah mendengar ucapan tao. Aku memandangi tao hyung dengan tatapan kosong. ‘Tamat kau Kim Jong In’ batinku sambil menatap hyunsoo.
“Wae? Mengapa wajahmu begitu? Bukankah tadi kau marah padaku? Itu bukan ekspresi marah?? Wae eoh wae?? Ish..hyunsoo-ya, aku langsung ke dorm saja. Kau urus dia dulu” kata tao
Sigh…tao hyung meninggalkan kami berdua setelah berkata seperti itu. Seandainya dia bukan hyung-ku, sudah kuhabisi dia. Aku langsung menatap hyunsoo, terbesit rasa bersalah bercampur lega dihatiku saat ini.
“Wae? Mengapa wajahmu merah? Apa kau menahan tawa? Apa yang lucu?” kataku sambil menggandeng tangannya.
Dia terkejut saat aku mulai menggandeng tangannya, gadis itu menatapku dengan mata bulatnya. Mata kami pun bertemu. Jantungku, ada apa dengan jantungku..kenapa seperti ini, kenapa jantungku berantakan, kenapa perasaanku menjadi seperti ini. Mengapa semua abstrak. Aku harus menutupi ini semua, aku tidak boleh terlihat bodoh di depan calon istriku. Aisshhh..ini memalukan, noona Eomma Appa..bisakah kau menghampiriku sekarang? Membawaku pergi dari gadis ini agar aku menjadi sedikit lebih tenang.
“A-ap apa kau plastik?” tanyaku gugup sambil menatap matanya.
“Nd-nde?” balas hyunsoo tak kalah gugup
“Apa ini hasil oprasi?” tanyaku sekali lagi sambil menunjuk wajahnya
“Maksudmu wajahku??”
Aku mengangguk sambil terus menatap matanya. Sejujurnya memang sudah dari awal aku ingin menanyakan ini padanya. Wajahnya begitu sempurna untuk ukuran pelajar sepertinya. Aku yakin dia akan menjadi wanita paling cantik se-asia jika ia menjadi artis sepertiku. Walaupun aku tinggal dikorea dan asli penduduk korea, namun aku tidak tertarik pada hasil oprasi. Mungkin aku terlihat sombong karena menganggap wanita dengan hasil oprasi bukanlah wanita lagi. Namun itulah kenyataannya, menurutku hal itu wajar. Karena aku sendiri juga bukan hasil oprasi, keluargaku tak ada yang oprasi, kami bersyukur dengan apa yang tuhan berikan kepada kami.
“Ishhh..” hyunsoo menunduk pasrah sambil menghentakkan kakinya.
“Wae?? Kenapa kau terlihat frustasi seperti itu?” Tanyaku sambil tetap menggandeng tangannya
“Oppa kau tahu?? Seandainya eomma meberikan uang saku lebih, aku sudah melakukannya sejak dulu. Wae?? Wae?? Kenapa dunia begitu kejam padaku?? Seandainya eomma menyetujuiku untuk melakukan oprasi plastik dan memberiku uang sedikit lebih banyak lagi. Aku pasti telah menjelma sebagai gadis cantik”
Heol!! Gadis ini benar-benar diluar dugaan. Aku penasaran sebenarnya apa yang ada didalam otaknya. Atau terbuat dari apa otaknya. Dia sudah cantik, mau dibuat seperti apa lagi wajah seperti ini?? Kenapa dia tidak mensyukuri pemberian tuhan? Dia mempunyai mata yang bulat, bentuk bibir yang pas, hidung yang pas dengan struktur wajahnya. Apa lagi yang harus diperbaiki..
“YAA..apa kau sudah gila..kau mau oprasi hah? Wajahmu mau kau buat seperti apa lagi?? Kau tak mensyukuri karunia tuhan. Cih. Dasar anak SMA”
Kulihat hyunsoo hanya bisa memejamkan mata sambil meringis, mendengarkan amukanku. Wajar saja, aku jelas-jelas shock dengan niatannya untuk oprasi plastic. Dia sudah sempurna, buat apa melakukan oprasi jika memiliki wajah yang sempurna. Yeoja itu mulai membuka matanya secara perlahan dan mulai menatapku dengan tatapan datar.
“Aku ingin mempunyai wajah seperti soojung eonnie. Aku ingin merubah penampilanku agar seperti dia. Dari ujung rambut hingga kaki.”
Aku hanya menghela nafas, mendengar jawaban konyol nya. Tunggu..apa dia multifandom? Apa sebesar itukah rasa cintanya pada soojung, hingga ia rela merubah wajahnya agar seperti soojung. Jujur saja, aku lebih menyukai gadis berwajah seperti hyunsoo daripada soojung.
“Heol!! Jadi kau terlalu menyukai soojung hingga ingin merubah wajahmu sepertinya. Sempit sekali pikiranmu?!”
“Ani!!! Kau salah, sangat salah. Aku sangat mebenci soojung, soojung eonnie shireo..hanjam shireo..beu shireo (Aku tidak menyukainya, aku membencinya, sangat membencinya)”
Omo..aura hyunsoo berubah. Dia memang sangat membenci soojung. Terlihat dari sorot matanya yang tajam. Tapi kenapa ia ingin merubah wajahnya seperti soojung, sedangkan hatinya sangat membenci soojung. Yeoja ini benar-benar sulit ditebak.
“Eoh?? Wae?? Kenapa kau membencinya? Kau tau, dia adalah gadis yang baik”
Saat itu juga hyunsoo meloloskan death glare-nya padaku. Gadis ini benar-benar menyeramkan saat mengamuk.
“Kenapa oppa membelanya? Oppa masih menyukainya. Benar kan??”
Aku hanya bisa diam mendengar perkataannya. Aku bingung. Kenapa pembicaraan ini bisa berganti topik?! Bukankah tadi kami membicarakan seputar dia dan soojung. Kenapa sekarang malah jadi aku dan soojung topiknya. Oh oke, soojung adalah cinta pertamaku saat masih trainee. tapi itu semua sudah jadi masa lalu.
Hyunsoo Pov
“Aku ingin mempunyai wajah seperti soojung eonnie. Aku ingin merubah penampilanku agar seperti dia. Dari ujung rambut hingga kaki.”
Oppa, seandainya kau tau..aku sangat ingin menjadi soojung agar kau bisa mencintaiku seperti kau mencintai soojung dulu.
“Heol!! Jadi kau terlalu menyukai soojung hingga ingin merubah wajahmu sepertinya. Sempit sekali pikiranmu?!”
Mwo?? Aku?? Menyukai nenek sihir itu??? Picheoso?! Tidak ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus cepat-cepat mengklarifikasinya. Sebelum terlambat.
“Ani!!! Kau salah, sangat salah. Aku sangat mebenci soojung, soojung eonnie shireo..hanjam shireo..beu shireo (Aku tidak menyukainya, aku membencinya, sangat membencinya)”
Kai sepertinya terkejut dengan sikapku yang menggebu-gebu saat menucapkan kalimat itu.
“Eoh?? Wae?? Kenapa kau membencinya? Kau tau, dia adalah gadis yang baik”
Kai!!! Apa yang kau lakukan?? Kenapa kau membelanya? Aaiiiissshhh…ini membuatku semakin muak dengan krystal.
“Kenapa oppa membelanya? Oppa masih menyukainya. Benar kan??”
Kai tetap diam setelah mendengar perkataaan sinisku. Entah kenapa saat ini perasaanku yang menganggapnya sebagai bias mendadak hilang begitu saja. Aku tak segan berkata sinis kepadanya, seperti sekarang ini. Aku benar-benar kesal dengan sikap kai yang seolah masih memiliki perasaan kepada krysrtal. Dengan kesal aku meniup poni yang berada di dahiku ini.
“Heol!! Tuan kim, siapa sebenarnya yeoja yang akan menikah denganmu? Aku atau soojung. Kenapa kau membelanya? Apa kau masih mengharapkan dia kembali padamu eoh? Dan saat dia kembali kau akan membatalkan ini semua??? Cih!”
“Yaaaa..bocah, siapa yang menyuruhmu mengatakan itu padaku?! Tentu saja aku akan lebih memilihmu dari pada soojung. Jinja..kau membuatku pusing dengan tingkahmu”
“Kau yakin akan lebih memilihku dari pada krystal cinta pertamamu? Dengar tuan kim, aku shin hyun soo selamanya tidak akan pernah rela menjadi tinkerbell untuk peterpan. Aku ingin jadi wendy untukmu. Bukan tinkerbell yang merupakan sumber kekuatanmu tapi tak pernah bisa memilikimu. Aro?” kataku sambil menatapnya tajam
“NDE???” sahut kai
“Wae? Kau tidak suka?” balasku ketus
“ah chakkamman, aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan. Aku dan krystal sudah lama berakhir. Tapi tunggu. Kau…tau dari mana kalau soojung adalah mantanku. Kupikir yang mengetahui hal ini hanya fangirl-ku saja”
Deg
Perkataan jongin sukses mebuatku mati kutu. Aku benar-benar gugup, ani…saat ini aku panik. Sangat panik.
“Ke-kenapa harus begitu? Apa semua fangirlmu punya indra ke enam yang mengetahui semua kejadian yang ada” kataku sambil berusaha menghilangkan rasa gugup
“Ania..mereka tidak seperti itu. Keunyang…aku yakin setiap aku menyembunyikan perasaanku, fangirl-ku pasti akan tau apa yang sebenarnya kurasakan. Mungkin kau tidak percaya tentang hal ini. Tapi mereka bahkan menyimpan ribuan ftoku dan melihat semua video ku di youtube atau melihatnya di tv. Mereka tau aku bahagia atau sedih hanya dengan menatap fotoku yang tidak sadar kamera atau melihat tingkahku. Apa lagi saat aku berpacaran dengan soojung dulu, aku menggandeng tangannya didepan banyak fans. Mungkin fangirl member lain tidak menyadarinya, tapi fangirl-ku pasti menyadarinya. Karena mata mereka selalu mengarah padaku”
Kau benar oppa, kau benar…aku, aku adalah salah satu fangirl yang menangis didalam kamar, setelah melihat kau dan soojung eonnie.
Tatapan mataku mulai sendu mendengar kata-kata kai. Aku kembali teringat luka itu, luka yang membuatku membenci seorang jung soo jung. Kai mulai menyadari perubahanku, aku bahkan mulai melepaskan genggaman tangannya. Tapi, dia justru mengeratkan genggaman tangannya. Dan menatap kedua mataku.
“Kau mau kemana? Itu sudah masalalu. Sebentar lagi kita akan menikah, apa kau lupa?”
Perkataannya membuatku meleleh, pipiku merona. Ini memalukan!
“Kau? Kenapa pipimu merah?? Apa kau mencintaiku? Apa kau benar-benar menginginkanku?? Ouh, ottokhe?!” kata kai menggodaku
“Ish..geumanhe” kataku sambil beranjak meninggalkan kai. Sebelum semuanya memburuk >,<
Tapi, belum sempat aku melangkah. Kai sudah membawaku dalam pelukannya. Omo! Ini..ini sungguhan?!
“aku hanya bercanda” ucap kai
Saat ini, kurasakan jantungku bedetak 10 kali lebih cepat, begitu pula dengan kai. Aku juga bisa merasakan detak jantungnya.
“Lepas! Bagaimana jika ada yang melihat?!”
“tenang saja. Tak ada sassaeng fans yang bisa masuk kesini atu membidik kamera pada daerah ini”
Author POV
*Disisi lain
“Kau tau, bahkan dongsaengku sudah akan menikah. Apa kita harus terus bersahabat hingga selama ini. Ini sangat membosankan. Kembalilah padaku, kita bisa memulai semuanya dari awal”
Chanyeol tertawa renyah. Pria itu memandang hyunsoo dan kai dari jauh sambil berbicara ditelfon dengan seorang gadis disebrang sana.
“…..”
“Kim Yejin, katakanlah harus berapa lama lagi aku menunggumu. Sampai kapan kita harus terus bersahabat tanpa ada ikatan kekasih. Kita saling mencintai tapi hanya menjadi sahabat. Babo ania?!”
Kata chanyeol sambil terus tersenyum menahan butiran kristal yang akan turun dari matanya.
.
.
.
Hari yang ditunggu-tunggu oleh keluarga Kim dan Shin telah tiba. Liburan musim panas telah dimulai. Dan akan ada pernikahan hari ini. Keluarga Kai dan Hyunsoo kini sedang berada di daerah Squamish, yah..itu adalah lokasi shooting film twilight. Kai dan hyunsoo sepakat memilih lokasi itu untuk pemberkatan mereka. Mengingat lokasi itu sangat strategis karena terletak di tengah hutan. Hingga mungkin tak kan ada fans internasional yang mengetahui pernikahan mereka. Keluarga kim dan Shin juga menginginkan pemberkatan dilakukan outdoor, kerena terlihat lebih fresh. Dan lagi, kai hyunsoo juga ternyata menyukai film twilight. Selain itu, alasan kenapa mereka memilih Canada sebagai lokasi pernikahan adalah karena exofans belum terlalu banyak di daerah sana. Kalaupun ada. Itu tidak akan separah Negara-negara asia, seperti jepang, Vietnam, Singapore, china dll.
“Eomma” panggil hyunsoo dengan nada cemas
Saat ini, gadis itu sedang berada di meja rias pengantin.hyunsoo terlihat sangat gugup dan takut. Ia sendiri bingung mengapa rasanya bisa seperti ini. Bukankah ini yang diharapkannya selama ini?! Bukan. Bukan itu mksudnya. Hyunsoo sebenarnya takut berpisah dengan keluarganya. Yah, dia tau..setelah ini dia akan tinggal bersama kai di apartemen pribadi milik kai. Namun hyunsoo tetaplah gadis belia yang masih memiliki perasaan khawatir jika berpisah dengan keluarganya, apa lagi itu ibunya. Gadis itu juga menyimpan rasa takut, mengucapkan kesalahan pada saat pemberkatan nanti.
“Aigoo, putriku..jangan menangis. Wajahmu seperti akan menangis. Riasanmu bisa rusak” sahut jae hyun lembut.
“Omma, aku takut” kata hyunsoo sambil menggenggam tangan ibunya
“Omo, apa yang kau takutkan??? Semuanya akan baik-baik saja” jaehyun menatap putrinya sejenak “aigo, kau sudah dewasa rupanya. Haahh..aku harus segera merelakanmu”
Butiran kristal mulai keluar dari mata jaehyun. Wanita itu terharu melihat putri kecilnya saat ini, sudah menjadi wanita yang akan segera melepas masa lajangnya. Segera ia hapus air matanya, setelah menyadari bahwa butiran kristal itu telah lolos keluar.
“Aigo, apa yang aku lakukan. Mengapa aku menangis didepan mempelai wanita?!” kata jaehyun sambil terus mengusap air matanya.
“Eomma, wae geure?” kata hyunsoo sambil menahan air matanya
“Dengar, anak eomma..jangan menangis seperti eomma. Jika kau menangis, eomma akan membatalkan pernikahanmu. Aro??”
“Mwo??? Andwe eomma!!!”
Raut wajah gadis itu berubah drastis. Ia terus menepuk-nepuk pipinya agar tidak mengeluarkan air mata.
“Eomma, jangan coba-coba membatalkan pernikahanku! Aku tak akan menangis dan eomma takkan bisa membatalkan ini” kata hyunsoo sambil terus menepuk pipinya.
Jaehyun tersenyum melihat putrinya. Wanita itu selalu tahu bagaimana cara membuat hyunsoo kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.
*Disisi lain
“Jonginna..apa kau gugup??” Tanya ayah jongin pada anaknya.
“N-ne appa” jawab jongin sambil menahan rasa yang bergejolak dihatinya saat ini.
Jong in yang telah selesai make up, kini tak bisa berhenti untuk berjalan kesana-kemari mengelilingi kamar. Pria itu sama saja dengan hyunsoo, dia juga merasa gugup. Entah mengapa, jongin menganggap ini adalah yang pertama dan terakhir. Itu membuatnya gugup dan menimbulkan sedikit rasa khawatir dihatinya.
“Kau tau, mengapa aku mendesakmu untuk segera menikah??”
“Eoh??”jawab Kai
“Apa yang akan kau lakukan jika perjodohan ini tak pernah terjadi?” Tanya presdir Kim
“Ne?? tentu saja aku akan tetap bersama exo dan fokus dengan mimpiku”
“Berapa lama kontrakmu dengan SM?”
“Masih ada sisa 7 tahun lagi, tapi mungkin ini akan diperpajang menjadi 10 tahun lagi”
“Berapa umurmu saat kau menyelesaikan semua kontrak mu?”
“mungkin sekitar 30-an. Itu perkiraanku”
“Selama kurun waktu mungkin 10 tahun yang akan datang. Kau tentu akan berkencan diam-diam dengan seorang aktris wanita ataupun personel girlband. Begitukah?”
“Tentu saja appa, karena satu-satunya pintu asmara yang terbuka untukku adalah dengan artis-artis itu. Sulit bagiku untuk memacari wanita selain artis. Karena mereka begitu jauh dengan duniaku”
“Geure..kau pasti akan menikah dengan sesama artis ketika kontrakmu usai, jika perjodohan ini tak pernah ada. Karena selama beberapa tahun terakhir kau hanya berpacaran dengan artis”
“Ne appa”
“Appa tak akan pernah menyutujuimu menikah dengan artis”
“Eoh??wae appa?? Bukankah kau bangga jika aku menjadi artis?”
“Aku memang bahagia ketika kau menjadi artis. Tapi itu tidak akan terjadi jika aku mempunyai menantu dari kalangan selebriti. Para artis muda itu, mereka bahkan rela berciuman dalam adegan drama, dengan pria yang sama sekali bukan kekasih mereka. Itu semua demi kontrak kerja yang berujung dengan uang. Apakah mereka masih layak disebut dengan wanita terhormat??”
“Tapi appa, itu hanya acting. Itu seni”
“Tetap saja, apa kau pikir pelacur yang bercumbu di bar mereka benar-benar menyukai pasangannya?! Mereka juga sedang ber-akting jonginna. Appa hanya tak ingin kau mendapatkan istri yang merelakan tubuhnya, hanya demi kontrak kerja ataupun uang”
Perkataan presdir Kim barusan membuat Jongin sadar, tentang maksud appanya dibalik pernikahan ini. Ternyata sang ayah begitu menyayanginya, hingga ia memikirkan hal sampai sejauh ini.
“Appa mu benar adeul (anakku)” sahut Hye jin yang sudah sejak tadi mendengarkan perbincangan jongin dan ayahnya. Wanita itu perlahan memasuki kamar dan membelai jongin lembut.
“Kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Kami juga punya alasan mengapa memilih hyunsoo sebagai istrimu, walau ia masih SMA. Kami melakukan semua ini bukan tanpa alasan”
“Wae??kenapa harus hyunsoo?” Tanya kai penasaran
“Shin Jun Hoo, appa hyunsoo telah bekerja lama dikantor appa. Hyunsoo sering mengantar makanan untuk ayahnya ketika ia senggang. Appa juga telah lama mengamati hyunsoo. Dia terus tumbuh menjadi gadis yang cantik. Statusnya sebagai fangirl membuatnya tak gampang didekati oleh namja. Jun Hoo sendiri yang bercerita pada appa. Bahwa anaknya adalah seorang fangirl dan sulit didekati oleh namja, menurut appa. Dia sangat cocok denganmu” kata appa kai
Kai terlihat berpikir sejenak, kemudian memandang kedua orang tuanya, yang kini ada di depannya.
.
.
.
Hyunsoo mulai berjalan menuju altar. Gadis itu didampingi ayahnya. Kai yang sedari tadi memikirkan perkataan appanya, mulai terkesima melihat penampilan hyunsoo. Gadis itu terlihat sangat anggun dengan balutan gaun berwarna putih kecoklatan. Perlahan senyuman terukir dibibir kai, yang ada dipikiran kai saat ini adalah ‘Gadis cantik ini, akan menjadi milikku selamanya’.
“Byunbaek, apa kau yang memakaikan kkamang(si hitam) eyeliner??” bisik chanyeol
“Eoh, ne..lihatlah. dia terlihat tampan bukan?! Matanya terlihat tajam seperti vampire. Memilih lokasi shooting twilight sebagai lokasi pernikahan mereka. Harusnya mereka menyesuaikan make up nya. Kai menjadi Edward dan hyunsoo adalah bella swan. Haaahhh..lokasi ini bahkan juga tempat pemberkatan bella dan Edward” jawab baekhyun sambil berbisik disela-sela pendeta berkhotbah.
“aigoo..baekhyun-ah..mengapa kau harus memberikannya eyeliner. Kai terlihat seperti orang jahat” kata sehun yang juga berbisik kepada baekhyun
“Yakk, maknae..panggil aku hyung!!! Dasar” protes baekhyun
*Flashback
“Hyung, haruskah aku menggunakan ini?!” kata kai dengan mata tertutup
“Aish, kau jangan banyak bertanya. Ini akan gagal sepenuhnya, jika kau terlalu banyak bertanya” ucap baekhyun sambil terus memoles eyeliner dimata kai
Disini, kai yang bertindak sebagai maknae hanya bisa menurut apa kata hyung-nya. Sebenarnya, kai merupakan maknae yang penurut dalam exo. Namun sifatnya yang penurut itu, tertutup dengan sifat cueknya.
*Flashback end
Baekhyun terus tersenyum jika mengingat apa yang ia lakukan pada kai, 1 jam lalu.
“Saudara Kim Jong In, apakah anda bersedia menerima saudari Shin Hyun Soo sebagai istri. Yang akan menemani anda dalam keadaan susah, senang maupun sakit. Hingga maut memisahkan?” tutur pendeta menggunakan bahasa inggris
“Yes I do” jawab kai
“Saudari Shin Hyun Soo, bersediakah anda menerima saudara Kim Jong In sebagai suami anda. Yang menemani anda dalam keadaan susah, senang maupun sakit hingga maut memisahkan?”
“Yes I do”
“Dengan ini. Kalian telah resmi menjadi suami istri. Silahkan megucapkan janji pernikahan”tutur pendeta
“Saya Kim Jong In berjanji akan menjadi suami yang setia bagi pengantin wanita Shin Hyun Soo”
“Saya Shin Hyun Soo berjanji akan menjadi istri yang setia bagi pengatin pria Kim Jong In”
“Saya Kim Jong In berjanji akan selalu tumbuh menjadi lebih baik bersama pengantin wanita Shin Hyun Soo”
“Saya Shin Hyun Soo berjanji untuk tumbuh menjadi lebih baik bersama-sama”
Jong In dan hyunsoo saling melemparkan senyuman, setelah usai mengucapkan janji pernikahan. Pasang ini mulai menyematkan cincin pernikahan di jari manis masing-masing.
Hyunsoo POV
Jongin oppa mulai mendekatkan wajahnya, menghapus jarak antara kami. Tuhan apa yang harus kulakukan?? Saat ini aku benar-benar merasa akan meledak menjadi berkeping-keping. Ini..ini sulit digambarkan dengan kata-kata. Omo, sepertinya dia akan menciumku. Ok shin hyun soo, tenangkan dirimu. Dia hanya akan mencium keningmu. Iya..hanya kening.
.
Aku salah
.
Kim Jong In…
.
Mencium bibirku.
.
Ini adalah ciuman pertamaku. Aku belum pernah berciuman dengan namja. Dan first kiss-ku diambil oleh biasku sendiri. Aaaaaaa…..ingin rasanya aku berteriak sekencang mungkin, tapi tidak bisa. Kai masih terus membungkam bibirku dengan bibirnya. Aku benar-benar tak bisa menahan semua ini lagi. Rasanya benar-benar sudah membuncah didada. Mataku masih terus membulat, tak percaya dengan apa yang terjadi padaku hari ini.
Kai mulai menghentikan ciumannya, dan menatapku lembut sambil tersenyum hangat ke arahku. Ok, ini sudah tak bisa dibiarkan lagi. Tuhan, aku melihatnya sedekat ini, bibirnya bahkan masih basah karena ciuman tadi. Aku masih terus mematung menatap kai dengan tatapan kosong. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap dan tubuhku mati rasa..
TBC~

11 thoughts on “FF Ooppss !! Chapter 5

  1. maaf baru bisa comen di chapter ini, ceritanya makin keren, penasaran sama lanjutannya
    mungkin hyunjoo pingsan karena terlalu histeris kali yah thor karena dicium sama biasnya sendiri hehe
    semangat yah thor bikin ceritanya🙂

  2. ya ellllahhhh double romantis nich nikahnya aja ditempat bella ma edward
    bikin envy sumpah
    penasaran ma kisah rumah tangga mereka

    • Huaa Kaiiii.. sbagai teleporters ane seneng bgt bisa baca ff ini bener bener daebak thor, makin luv dehh sama author dan abang kai wakakkak

  3. Miaann baru komen di chap ini…
    Penasaran dan sukaaaa banget sama ff ini, jadi main lanjut baca aja hehehe..

    Kereeenn bangett..
    Gak kebayang kalo harus nikah dengan bias sendiri.. 😱😱😱

    Apalagi kai nya udah ada rasa gtu…waaaa..
    Aq lanjut baca ya chinguuu.. Fighting !! 🙌🙌

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s