FF OOPPSS !! CHAP 2

FF cover

Cast:

  • Shin Hyun Soo (OC/You)
  • Kai EXO/ Kim Jong In
  • Wu Yi Fan/ Kris

Other cast:

(temukan sendiri.. ^^)

 

Genre:

Romance, teen life

 

Rating:

T

 

Length:

Chaptered

Annyeong Readers ff yang chap 2 aku post sekalian sama chap 1, aku takut cuma bisa posting sebulan sekali. Jadi skalian ajah yeth…hehe mian kalo bahasa di ff ini lumayan berantakan..saya masih baru sebagai penulis. Mari ketika baca ini, kita anggep kris tetep jadi member exo yeth :’) mau kan?? Semoga aja mau *Bow

Hyunsoo POV

Jam sudah menunjukkan pukul 21:30 KST, appa berpamitan dengan presdir Kim. Kami semua masuk kedalam mobil dengan perasaan lega. Namun tidak denganku, perasaanku terus bergejolak hebat. Saat ini mobil appa akan segera keluar menuju jalan raya. Eomma, appa dan aku masih terdiam dengan lamunan kami masing-masing. Akhirnya saat yang kutunggu-tunggu telah tiba. Mobil appa telah sampai dijalan raya.

“Aaaaaaa…huwaaaaaaaa…aaaaaaaaa….” Aku berteriak sangat histeris “Kai oppa sarangheyooo…aaaaaa…” teriakanku terus meledak.

Aku tidak peduli dengan kedua orang tuaku yang sedang kebingungan menutup telinganya dengan benda apapun yang ada dimobil. Bisa kalian bayangkan?? Aku akan menikah dengan biasku sendiri. Omo!!! Ini seperti mimpi, tuhan jika memang ini mimpi kumohon jangan pernah bangunkan aku. Sudah sejak tadi aku meredam semua perasaanku yang bergejolak saat bertemu dengan kai oppa. Aku ingin berteriak namun rasanya tak mungkin. Aku masih cukup waras untuk berteriak secara brutal di restoran tadi. Aku rasa aktingku tadi sungguh mengesankan, untunglah aku merupakan anggota dari club drama yang ada disekolah. Jadi aku bisa tetap menahan segala gejolak yang ada dalam diriku saat bertemu dengan biasku sebagai calon istrinya. Sepertinya kai oppa dan keluarganya tidak tau kalau aku adalah fangirl, aku adalah orang yang selalu memanggil nama Kim Jong In baik dalam mimpi maupun kenyataan, aku adalah orang yang mempunyai foto kai oppa yang berjumlah ribuan itu. Kurasa lebih baik begini, jangan sampai kai oppa tau kalau aku adalah fangirlnya karena aku terlalu malu untuk mengungkapkan itu. Aku tak bisa membayangkan wajahnya yang akan menertawakanku jika ia tahu kalau aku adalah fangirl.

“Hyunsoo-ya, mengapa kau tak bilang kepada appa kalau nama aslinya adalah kim jongin”

Ucapan appa membuatku terkekeh geli. Suara appa terdengar sangat gusar. Dan aku tau ada penyesalan dibalik ucapannya itu.

“Mengapa aku harus memberi tau salah satu fakta dari kai oppa, kepada orang yang berkali-kali berencana merobek foto dan posternya” kataku cuek, aku benar-benar ingin balas dendam kepada appa yang berkali-kali ingin merobek foto dan poster calon suamiku >.<

“Hyunsoo-ya, saat ini kau senangkan?? Kau setuju kan jika kalian akan menikah pada saat liburan musim panas? Otte?”

Aigoo, eomma..mengapa harus bertanya lagi?? Jangankan saat liburan musim panas, jika besok aku harus bolos sekolah karena menikah juga tak apa. Tapi sepertinya aku harus memberi pelajaran pada eomma dan appa, sekali-sekali aku juga ingin mengerjai mereka.

“Ani, aku ingin membatalkan perjodohan ini. Besok aku akan bicara kepada jongin oppa”

“MWO???” ucap kedua orang tua hyunsoo secara bersamaan.

“Hyunsoo-ya, appa kira kau begitu menyukai jongin. Bukankah kau rela memohon kepada appa agar tidak merobek posternya?”

“Hyunsoo-ya, kau hanya bercanda kan? Eomma tau, kau bahkan rela bolos sekolah untuk menemuinya”

“Eomma, appa..bukan berarti jika aku menolak perjodohan ini maka aku tak mencintainya. Aku hanya tak nyaman dengan sikap cueknya dan berbicara seenaknya sendiri. Dia benar-benar tidak peka”

Ucapku dengan penuh dusta. Okay, aku memang tersinggung dengan perkataannya tadi. Namun aku tau kalau dia adalah orang yang berkepribadian hangat dan penyayang. Aku adalah fansnya, jadi aku bisa memahami sikapnya dan menerima segala kekurangannya

“Kau benar, presdir kim juga sempat bilang kepada appa kalau anaknya sedikit cuek” gumam appa, sambil sibuk menyetir.

“Keundae hyunsoo-ya, kau tidak bisa tiba-tiba membatalkan perjodohan ini. Bagaimana nasib pekerjaan appamu nanti” Suara eomma terdengar sangat khawatir

“Hyunsoo-ya..dengarkanlah apa kata eomma mu, kau jangan egois begini. Pikirkanlah nasib appa nanti jika kau tetap ingin membatalkan perjodohan ini” kata appa memelas

“Hhhhhmmm…baiklah, tapi ada syaratnya” kataku dengan senyuman kepuasan

“Ne, apa syaratnya? Katakan pada appa”

“Eomma appa, jangan pernah bilang apapun kepada presdir kim dan keluarganya kalau aku adalah exofans. Dan yang paling penting, jangan sampai Kai oppa tau kalau aku adalah fangirl”

“Hahh??!!!” suara eomma dan appa terdengar sangat shock.

Haha..aku yakin, mereka pasti tak habis pikir dengan persyaratan dariku yang sangat kekanak-kanakan.

“Otte?” ucap hyunsoo

“Ahh, ne..tapi, mengapa kau ingin menyembunyikan hal ini? Jongin pasti akan sangat bahagia jika mengetahui jika kau adalah exofans. Itu akan baik untuk kehidupanmu dan jongin dimasa depan. Kalian bisa menjadi lebih dekat”

“Ani eomma. Aku tak bisa membayangkan wajah jongin oppa jika ia mengetahui aku adalah fangirl. Ia pasti akan terus tertawa hingga 24 jam dan itu membuatku merinding”

“Sudahlah yeobbo, kita turuti saja apa maunya. Ini adalah urusan anak muda” kata appa sambil terkekeh geli melihat kelakuanku.

Okay, misi pertama selesei. Oh, aku hampir lupa untuk membungkam satu orang lagi. Hhhhmm, semoga jongin belum sempat bercerita padanya. Iya, aku harus segera membungkam mulut orang itu.

.

.

.

Ada yang berbeda dengan suasana rumahku sore ini. Rumahku terlihat lebih ramai karena suara namja yang berada didepanku. Sejak aku menceritakan soal perjodohanku padanya, ia hanya tertawa terbahak-bahak. Aigoo, namja ini…tak bisakah dia mengatakan sesuatu selain tertawa??? Terbesit penyesalan dibenakku karena menceritakan masalah ini. Namun jika aku tak berbicara sekarang, aku khawatir jika dia menceritakan semua kepada jongin.

“Haha..jadi begitu ceritanya. Ne, oppa janji tak akan buka mulut didepan jongin. Yagseo”

Namja itu menatapku dengan meyakinkan. Rambutnya coklat, hidungnya mancung, dia lebih tinggi dari pada jongin oppa. Benar-benar namja yang sempurna, namun dia juga tak jarang bertingkah konyol didepan orang lain. Dia 6 tahun lebih tua daripada aku, dialah kakak penggantiku. Kita tak ada hubungan darah, tapi eommaku dan appa-nya telah bersahabat sejak mereka kecil. Aku saja baru akrab dengannya sejak 7 bulan lalu. Ooiiaaa, namja ini juga telah kuanggap sebagai oppaku sendiri jauh sebelum dia mengenalku.

“Jika ingat ceritamu barusan aku jadi teringat pertemuan kita” ucap namja itu

“Ne, hampir sama namun dalam konteks yang berbeda”

“Waktu itu kau juga fangril-ku kan??”

“Ne oppa..karena kau sangat tampan” kataku dengan ekspresi datar

Sejujurnya memang dia adalah namja yang sangat tampan. Tak jarang aku sering berteriak kegirangan ketika melihat wajah tampannya difoto hasil jepretan sassaeng.

*flashback

Aku duduk tertegun tepat didepan namja itu. Kondisiku benar-benar parah, otakku blank, tatapanku kosong, aku sangat shock. Aku terlalu bahagia untuk menyadari siapa namja yang saat ini duduk didepanku. Namja yang selalu kupuja-puja, namja yang selalu keteriakkan namanya saat konser. Omo!! Bagaimana bisa eomma berteman dengan ayah dari biasku. Sepertinya tuhan benar-benar menyayangiku. Walaupun dia bukan KAI, walaupun dia adalah bias ke 2 namun tetap saja aku merasa hatiku meledak. Aku menatap penuh kekaguman pada namja yang ada didepanku ini. Saat ini dia sedang duduk di sofa ruang tamuku. Oh my..dia berada dirumahku saat ini.

“Oppa…” kataku dengan tatapan yang berbinar

“Eoh?? Kau…..fangirl?” katanya dengan sangat hati-hati

Aku mengangguk cepat, dan melangkah perlahan mendekatinya. Aku sangat mengaguminya…dia adalah KRIS, iya, dia Kris leader exo m.

“Whoaaa, oppa..kau sangat tampan”

Kris hanya tertawa mendengar ucapanku.

“Kamsahamnida” ucapnya tersenyum ramah

“Oppa, akan lebih baik jika kau diam saja. Jantungku saat ini bersetak lebih cepat dari biasanya”

“Hahaha..aigooo..ne arra..”

“Oppa, apakah saat ini aku bermimpi”

“Molla, wae? Kau tak yakin jika aku ini nyata?”

Eommaku dan appa kris tertawa melihat tingkahku. Mereka juga memberikan kabar yang cukup mengagetkan untukku dan mungkin untuk semua exofans. Ani, aku bahkan harus merahasiakan hal ini dari semua exofans dan publik.

“Hyun soo-ya, sudahlah berhenti menggodanya. Dia sudah beristri” kata appa kris sambil terkekeh

“Mwo??? Whoaaaaa…daebbak…oppa jjang!!!” kataku shock sekaligus bahagia

“Ku kira kau akan menangis setelah mendengar kabar ini” ucap kris

“Ani, mengapa aku harus menangis. Kau adalah oppa-ku, bukan namjachingu-ku. Tak ada alasan untuk menangis”

“Haha..baiklah, mulai sekarang akulah oppa-mu dan kau adalah yeodongsaeng-ku”

“Kris-ah, dia akan menangis jika yang menikah adalah KAI” kata eomma sambil tersenyum

“Mwo?? Jadi kau juga menyukai kai?”

“Ne, majjwo. Dia adalah suamiku”

“Aihhh, kyeowo” kata kris sambil mencubit pipiku

*Flashback end

Sejak saat itu aku jadi lebih akrab dengan oppa. Aku juga sampai saat ini terus menjaga rahasia soal pernikahannya dengan Rebecca Lim yang sekarang berganti nama menjadi Rebecca Wu. Tak jarang juga aku dan becca eonnie bertemu dan mengobrol. Becca eonnie adalah yeoja yang manis, baik dan cantik. Aku senang oppa bersamanya.

“Oppa, bagaimana kabar becca eonnie?”

“Dia baik-baik saja. Namun kelakuannya agak sedikit aneh”

“Aneh bagaimana?”

“Dia sering marah-marah denganku karena hal sepele”

“Oppa, sepele itu relatif, sepele menurutmu belum tentu sepele menurut becca eonnie”

“Anio..aku pernah secara tidak sengaja menumpahkan minuman dikaosku, dia melihatnya dan langsung marah-marah kepadaku”

“Kau terlalu dewasa untuk menumpahkan minuman dikaosmu oppa”

“Tak hanya itu, akhir-akhir ini dia sering makan masakan sangat pedas dan buah yang sangat masam sehingga bisa membuat lidahmu mati rasa”

“Eoh??mengapa gejalanya seperti orang hamil yang ada di drama-drama” ucapku datar

“Hah???? Hamil??? Solma(tak mungkin)” sahut kris shock

“Apanya yang tidak mungkin, kau lelaki dan eonnie wanita. Kalian tidur di ranjang yang sama, bagaimana mungkin eonnie tidak hamil”

“Yakk..setelah dilihat-lihat kau semakin cocok dengan jongin, sama-sama yadong”

“Ckckck…kau mengataiku dan jongin yadong namun kau sendiri bertindak lebih jauh daripada kami”

“Yakkk..Shin hyun soo jaga pikiranmu!! Kau masih SMA!!!”

“Ahh..ne ne arra..oppa, coba saja kau periksakan eonnie ke dokter. Siapa tau dugaanku benar”

“Ahhh, baiklah. Akan aku pikirkan lagi hal ini”

.

.

.

Author POV

Hari-hari dilalui hyun soo dengan senyuman yang terus mengembang. Menyadari kenyataan bahwa dia akan segera menikah dengan kai, membuatnya merasakan kebahagiaan yang tak tertandingi. Kadang teman-teman hyunsoo bingung dengan kelakuannya. Dikelas hyunsoo selalu melamun sambil tersenyum seperti orang gila. Gadis itu benar-benar merasa menjadi orang paling bahagia di dunia ini.

Saat ini sudah jam istirahat. Seperti biasa murid-murid SMA Jaeil berhamburan menuju kantin. Ada hal yang berbebeda dengan jam istirahat kali ini. Sekarang hyunsoo sedang diintrogasi oleh ketiga sahabatnya. Mereka merasakan ada hal yang berebeda dengan hyunsoo dan memutuskan untuk mengintrogasinya.

“Hyun soo-ya, mengakulah..kau punya pacar kan?” kata min hye sambil mengarahkan garpu ke arah hyunsoo

“Atau kau sedang jatuh cinta dengan namja lain? Mengakulah hyunsoo!” ucap su jin

“Hyunsoo, apa kau sudah tak mencintai exo dan kai oppa lagi eoh? Mengapa kau secepat ini jatuh cinta dengan namja lain, aigoo” sahut yoon wu

“Yakk..Song min hye, Jeong su jin, Gil yoon wu aigooo. Kenapa kalian berpikir hal yang aneh-aneh. Aku tetap mencintai exo dan kai, belakangan ini aku suka senyum-senyum sendiri karena aku sangat bahagia”

“Apa yang membuatmu bahagia hingga tertawa sindiri didalam kelas?”

Pertanyaan su jin diikuti dengan anggukan minhye dan yoonwu, sukses membuat hyunsoo bingung. Gadis itu tak mungkin bilang kepada sahabatnya kalau dia akan segera menikah dengan kai, karena itu juga bisa membahayakan karir calon suaminya. Hyunsoo terus berpikir alasan apa yang akan ia sampaikan kepada ketiga sahabatnya.

“Keunyang…eumm…” kata hyunsoo sambil terus berpikir alasan apa yang tepat untuk menyelamatkannya. Namun tiba-tiba ia teringat akan gejala kehamilan yang dialami oleh istri kris. Dan gadis itu mulai menemukan jawabannya.

“Bagaimana jika aku mempunyai adik lagi??” kata hyunsoo dengan tersenyum. Senyum yang penuh makna.

“MWO????” sahut ketiga sahabat hyunsoo secara bersamaan, mereka sangat shock mendengar pertanyaan konyol hyunsoo.

“Otte? Akhir-akhir ini aku selalu memikirkan tentang bayi dan itu membuatku terus tersenyum. Apalagi ditambah sepupuku yang baru berusia 7 tahun barusan mempunyai adik. Aku sangat iri dengannya” kata hyunsoo

“Eumm, hyunsoo-ya..bukankah kau sudah mempunyai sham hoo?” ucap yoonwu seraya memberikan senyuman pada hyunsoo, senyuman yang menunjukkan rasa canggung

“Eung??? Aku sudah bosan dengan bocah itu. Ternyata punya adik lelaki tak seindah yang kukira. Aku menyesal karena dulu telah menginginkannya. Sekarang aku ingin punya adik yeoja, sepertinya menyenangkan”

“Hyunsoo, apa kau benar-benar ingin punya adik lagi?” Tanya minhye

“Ne, majjwo. Otte? Aku bahkan sudah meminta pada appa dan eomma. Tapi mereka hanya menertawakanku” kata hyunsoo dengan bibir cemberut

“Tentu saja mereka menertawakanmu, kau ini sudah SMA, mengapa keinginanmu masih sama dengan anak SD? Ckckck” kata sujin

“Aishh, aku selalu bahagia jika mendengar kata bayi dan selalu ingin memainkannya. Aku ingin mengepang rambutnya, memilihkan baju untuknya seperti aku memilih baju untuk Barbie. Eummm, kyeowo!” ucap hyunsoo dengan senyuman yang terus mengembang

Hal itu berhasil membuat teman-teman hyunsoo shock sekaligus ilfeel pada dirinya. Namun dibalik itu semua, terukir sebuah senyuman..senyuman kemenangan, dan itu adalah milik hyunsoo. Karena ia telah berhasil mengecohkan ketiga sahabatnya dengan tingkah konyolnya.

.

.

.

.

Jong In POV

Hari ini appa menyuruhku meluangkan waktu untuk pergi berkencan dengan hyunsoo. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa gugup. Sudah hampir 8 bulan aku tidak berkencan dengan seorang gadis, aku selalu sibuk dengan persiapan exo comeback dan latihan dance. Hari ini aku berharap bisa mengenal hyunsoo lebih jauh lagi. Karena bagaimanapun juga, yeoja itu yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku juga sangat berharap bisa menikah sekali seumur hidup, walaupun menurutku itu adalah hal yang sulit karena aku belum bisa mencintai hyunsoo. Tapi aku akan terus belajar untuk mencintainya. Hyunsoo adalah gadis yang lucu dan manis, meski terkadang dia tampak sangat kekanak-kanakan tapi aku tau dia gadis yang baik.

“Eung??? Jonginna, kau sudah datang? Masuklah” ucap hyunsoo

Gadis itu mengenakan dress dipadukan dengan spetu kets, apapun yang dia kenakan dimataku ia adalah gadis yang manis.

“Aigoo, menantuku sudah datang” kata eomma hyunsoo

“Annyong eommanim” ucapku seraya memberikan senyuman

“Ah, ne…annyong jonginna. Hari ini kau jadi kan melihat cincin pernikahan kalian?”

“Nde??” ucapku dan hyunsoo bersamaan

Pertanyaan eomma hyunsoo sungguh mengagetkanku. Oh tuhan aku hampir lupa, beberapa bulan lagi aku akan menikah dengan hyunsoo. Saat pertamakali appa memberitahuku tentang perjodohan kami, beliau juga memberitahuku bahwa aku akan menikah saat hyunsoo liburan sekolah. Sungguh ironis memang, saat siswa-siswa lainnya pergi untuk berlibur dan bermain..hyunsoo justru mempersiapkan dirinya untuk menjadi istriku. Terkadang jika mengingat hal ini, aku merasa iba padanya. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah kehendak orang tua kami. Mengingat pertanyaan eomma hyunsoo, ada sedikit ganjalan yang ada di otakku.

“Wae? Apa hyejin-sshi belum memberitaumu jonginna?” Tanya eommanim

“Belum eommanim. Tapi tidakkah jika aku dan hyunsoo yang membeli cincin pernikahan itu akan sangat beresiko? Bagaimana jika ada fans yang mengetahuinya” ucapku hati-hati

Keluarga kami memang sudah sepakat untuk menyembunyikan hal ini dari fans dan publik. Ini demi kebaikanku dan hyunsoo juga. Soal sooman sajangnim sudah diurus oleh appaku. Aku cukup terkejut saat mengetahui bahwa appaku sudah mengurus semuanya dengan sangat rapi, beliau bahkan rela meluangkan waktunya untuk bernegoisasi dengan sooman sajangnim soal pernikahanku dan hyunsoo.

“Ahh..ne, kami juga sudah memikirkan hal itu sebelumnya. Kalian tidak akan memilih cincin pernikahan di mall atau ditoko perhiasan. Kalian akan memilihnya dirumah temanku, kebetulan ia adalah pemilik toko perhiasan yang ternama dikorea. Ia akan menunjukkan kepada kalian beberapa koleksinya yang terbaik. Otte?”

Perkataan eommanim membuatku lega.

“Kamsahamnida eommanim” ucapku

“Cheonmane. Cha..sudah saatnya kalian pergi. Igo..” kata eommanim sambil menyerahkan secarik kertas padaku dan hyunsoo “Itu adalah alamat rumah temanku dan nomor telfonnya”

“Ne eommanim, annyong” ucapku

“Annyong eomma” kata hyunso seraya meninggalkan rumahnya dan mengikutiku berjalan ke mobil.

“Annyong, hati-hati dijalan ya” kata ibu hyunsoo sambil melambaikan tangan

Suasana kota seoul masih tetap sama. Hari ini adalah hari minggu dan jalanan akan lebih macet dari hari-hari sebelumnya. Keheningan menyelimuti kami. Aku bingung akan berkata apa pada hyunsoo. Gadis itu sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia terus melamun sambil memandangi kota seoul dari balik kaca mobil.

“Jonginna, apa kita harus seperti ini?”

Perkataan hyunsoo memecahkan keheningan yang ada.

“Apa maksudmu?”

“Bahkan untuk membeli cincin pernikahan saja kita harus sembunyi-sembunyi”

“Wae? Kau tak menyukainya?”

Gadis itu tetap diam dan tak menjawab pertanyaanku.

“Apa kau menyesal menerima perjodohan ini?” kataku sambil menatapnya

“Mwo??? Micheoso?? Tentu saja tidak” ucap hyunsoo spontan

Hyunsoo sangat terkejut mendengar perkataanku dan nada bicaranya seperti dia benar-benar ingin menikah denganku. Hemm, apa ini hanya perkiraanku saja?!

“Wae?? Kenapa nada bicaramu seperti itu? Apa kau benar-benar ingin menikah denganku eoh?”

Kataku sambil menggodanya

“aishh jinja, berhentilah menggodaku. Geumanhe” ucap hyunsoo

“Whoaaa, hyunsoo-ya..wajahmu merah, kenapa kau seperti ini? Apakah aku begitu tampan hingga kau menggilaiku?”

“Aniyaaa…aku bukan yeoja yang seperti itu”

“Tak apa hyunsoo-ya, kau masih bisa menjadi fangirl-ku”kataku sambil tertawa

“Aisshh jinja..shireoo!!” kata hyunsoo

Walaupun saat ini aku sedang sibuk menyetir, namun dapat kulihat dia tampak sangat kesal bercampur malu. Aku serius tentang wajahnya yang merah. Hyunsoo lalu mengambil majalah otomotif yang ada di mobilku, kemudian menutupi wajahnya dengan majalah itu. Haha..aku terus tertawa melihat tingkahnya, dia sangat lucu dan spontan. Menarik.

Setelah perjalanan yang memakan waktu 1 jam(sebenarnya hanya 30 menit, tapi karena kami terjebak macet menjadi 1 jam), akhirnya kami sampai dirumah Ny.Daejung untuk memilih cincin pernikahan

>>SKIP

Aku sudah berada dimobil bersama hyunsoo. Sebenarnya aku ingin langsung mengantarnya pulang setelah selesei memeilih cincin. Namun bukankah kegiatan ini belum bisa jika dikatakan berkencan?!

“Hyunsoo-ya, setelah ini kau mau kemana?”

“Eung? Tak apa jika aku yang menentukan?”

“Ne, katakanlah”

“Bagaimana jika kita pergi ke sungai Han?”

“Arraseo”

Beberapa saat kemudian, aku baru teringat sesuatu. Aku mulai melambatkan laju mobilku. Aisshh..aku frustasi dengan keadaan ini.

“Hyunsoo-ya, kita tak akan kemana-kemana” kataku dengan terpaksa

Sebenarnya aku tak mau mengatakan hal ini. Bukan hanya dia yang terganggu, namun aku juga. Kenyataan ini lama-lama bisa membuatku gila

“Wae?” katanya dengan nada kecewa

“Ini terlalu beresiko hyunsoo-ya. Aku lupa tak membawa alat penyamaran. Kau tau kan bagaimana profesiku?”

Hyunsoo menghela nafas “Baikalah, tak ada yang bisa kita lakukan lagi. Kita sudah berusaha”

Aku tahu ada kekecewaan dalam dirinya. Tuhan, seandainya dia tau..aku juga kecewa dengan keadaan ini…tidak. Ini kencan pertamaku dengan hyunsoo, aku tak mau hanya berakhir seperti ini.

“Hyunsoo-ya, apa kau lapar?”

“Ne, tapi kita tak mungkin makan direstoran kan?” ucap hyunsoo

“Siapa bilang kita akan makan direstoran. Bagaimana kalau kita membeli ddeokbokki?”

“Eoh? Ddeokbokki? Tidak buruk. Baiklah aku setuju”

Setelah beberapa menit perjalanan, kini aku telah sampai di kios ddeokbokki pinggir jalan.

“Hyunsoo-ya, kau yang keluar ya. Disini ada banyak orang”

“Ne, arra. Tunggu aku”

Dia keluar dari mobilku dan berlari kecil kearah penjual itu. Kulihat langit seoul mulai mendung, sepertinya sebentar lagi akan hujan. 15 menit menunggu, kini hyunsoo sudah ada disampingku sambil membawa ddeokboki.

“Kau siap?” kataku

“um? Kita mau kemana?” sahut hyunsoo

“Kita akan ke pantai” jawabku santai sambil mulai menjalankan mobilku.

.

.

.

Hujan deras mengguyur daerah pantai. Kuparkirkan mobilku agar lebih dekat dengan pemandangan ini. Aku dan hyunsoo masih berada didalam mobil sambil melihat pantai dan makan ddeokbokki. Sengaja mesin mobil tidak kumatikan agar AC-nya tetap menyala.

“Mian” ucapku memecah keheningan

“Untuk apa?” Tanya hyunsoo

“Kita hanya bisa kencan dimobil” kataku

“Hemm..tak apa, terimakasih karena telah mengiburku. Hari ini aku sangaaatt senang”

“tentu saja kau senang. Jarang ada wanita yang mempunyai kesempatan emas sepertimu. Diluar sana, ada ribuan fangirl yang berharap bisa menghabiskan waktu denganku”

“Jonginna, kau mulai lagi”

“Haha..aku hanya bercanda. Ya, pada saat awal kita bertemu kau memanggilku oppa, kenapa kau tidak memanggilku seperti itu lagi? Apa kau merasa kita seumuran eoh? Ingat hyunsoo-ya, kau 96 liner”

“Ah, ne ne ne..arraseo oppa” ucapnya malas

“Eum, begitu lebih baik. Hyunsoo-ya, mengapa kau menerima perjodohan ini?”

Hyunsoo sepertinya tidak menyangka kalau aku akan bertanya seperti itu, dia terlihat gugup hingga tersedak “uhuk..uhukk..mwo??”

“igo..minumlah” kataku sambil memberinya minuman

“Ne, gomawo. Ehem…Itu semua karena appa tak akan mengijinkanku ikut fanmeet dan konser lagi” hyunsoo menunduk, kemudian menatapku dengan penuh emosi “Appa juga mengancam akan merobek poster dan foto-foto…” belum sempat hyunsoo selesei berbicara, ia sudah menutup mulutnya sendiri dengan tangan. Sepertinya dia telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tak pernah ia katakan.

Aku sangat shock mendengar penuturannya. Dan hyunsoo hanya bisa menunduk.

“Mwo???” kataku terkejut

What the..hanya karena itu ia menyetujui perjodohan ini? Poster, fanmeet, konser…tunggu, apa dia seorang fangril?? Tapi bagaimanapun juga, bagaimana dia bisa semudah itu menyetujui ini semua. Dia masih SMA dan harus menikah karena tidak ingin posternya disobek?? Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis ini. Sangat kekanak-kanakan. Dia benar-benar membuatku terkejut.

“Micheoso?? Hanya karena itu kau menyetujui ini semua?? Bagaimana jika ternyata namja yang dijodohkan denganmu adalah namja yang buruk, yang akan menyakitimu dan merusak hidupmu. Otte?”

“Tentu saja aku akan menolaknya mentah-mentah setelah aku dipertemukan dengan namja itu. Aku akan kabur ke pulau jeju bersama dengan sahabat-sahabatku dan akan hidup disana selamanya tanpa kembali ke Seoul”

“Lalu kenapa tak kau lakukan itu sekarang? Kau bisa pergi ke pulau jeju sekarang”

“Ania oppa, aku tau kau bukan namja yang akan merusak hidupku. Kau namja yang baik”ucap gadis itu sambil tersenyum

Aku tercengang mendengar jawabannya. Dia benar-benar gadis yang polos dan manis. Bagaimana dia bisa yakin kalau aku tak akan membuat hidupnya sengsara. Sedangkan pada kencan pertama saja aku dan dia hanya bisa bersembunyi-sembunyi seperti ini. Saat ini dia hanya bisa memalingkan wajahnya ke kaca mobil. Sebenarnya, tanpa dia sadari…seulas senyuman telah terukir dibibirku. Aku senang karena dia mempercayaiku. Ani, aku harus bertanya satu hal lagi padanya…

“Hyunsoo-ya, darimana kau bisa yakin kalau aku tak akan menyakitimu dan berbuat jahat padamu?”

Hyunsoo POV

“Micheoso?? Hanya karena itu kau menyetujui ini semua?? Bagaimana jika ternyata namja yang dijodohkan denganmu adalah namja yang buruk, yang akan menyakitimu dan merusak hidupmu. Otte?”

Dia mengajukan pertanyaan konyol padaku.

“Tentu saja aku akan menolaknya mentah-mentah setelah aku dipertemukan dengan namja itu. Aku akan kabur ke pulau jeju bersama dengan sahabat-sahabatku dan akan hidup disana selamanya tanpa kembali ke Seoul”

Sejujurnya, memang aku berniat untuk kabur ke pulau jeju setelah acara makan malam direstoran itu. Tapiii, setelah melihat calon suamiku ini. Haha, aku akan menjadi yeoja terbodoh sedunia jika aku tetap kabur bersama teman-temanku. Huft, tapi untung saja aku belum sempat memberitahukan ini pada ketiga sahabatku. Padahal kemarin rencananya, aku akan memberitahu mereka tentang masalahku setelah makan malam tersebut.

“Lalu kenapa tak kau lakukan itu sekarang? Kau bisa pergi ke pulau jeju sekarang”

‘Mwoo??? Micheoso?? Aigoo, kai oppa…eyyhh, aku tidak akan melakukan hal itu. NEVER!!!’ ucapku dalam hati.

“Ania oppa, aku tau kau bukan namja yang akan merusak hidupku. Kau namja yang baik”

Setelah mengatakan hal itu, entah kenapa wajahku jadi merah. Aku sangat malu saat ini. Kuputuskan untuk segera memalingkan wajahku kearah kaca mobil. Untung saja oppa tidak menyadari perubahan raut wajahku. Jika ia menyadarinya. Ia pasti akan menggodaku lagi.

“Hyunsoo-ya, darimana kau bisa yakin kalau aku tak akan menyakitimu dan berbuat jahat padamu?”

Aku kembali tersenyum mendengar pertanyaannya. Mataku kembali menatpnya dengan penuh arti, ingin sekali aku berkata ‘oppa..aku tau semua tentangmu. Makanan kesukaanmu, apa yang kau benci, apa yang kau suka, kau telah menjadi raja dihatiku jauh sebelum perjodohan ini dimulai. Akulah orang yang akan menangis sepanjang hari ketika kau cidera karena latihan dance. Akulah orang yang dengan lantang mengatakan “Sarangheyo KAI oppa” pada saat kau konser. Akulah orang yang selalu memanggil namamu. Akulah orang yang akan membelamu mati-matian jika ada yang menghinamu dan EXO. Akulah orang yang mencintaimu dan menerima semua kekuranganmu dengan ikhlas.’

“entahlah, tapi aku benar-benar yakin bahwa kau yang terbaik. Bukankah pilihan orang tua tak ada yang menjerumuskan anaknya” kataku dengan senyuman yang terus mengembang.

Tuhan, terimakasih karena kau telah memberikanku ini semua. Aku bahagia bisa seperti ini dengan biasku, dengan jongin oppa. Seandainya ia melakukan ini dengan gadis lain dan bukan denganku, aku lebih baik mati saja. Aku tak akan rela dia untuk gadis lain. Sungguh, aku sudah menginginkannya sejak dulu.

~to be continue~

10 thoughts on “FF OOPPSS !! CHAP 2

  1. Annyeong? Aq reader baru, mian d chapter 1 aq gk komen, aq lupa,

    Astogeh,,,, ini keren bgt, kyk mimpi kejatohan duren ni,,,, hyunsoo psti gk bisa ngebayangin itu smua,,,

    Good job thor!!!! Jempol nemplok,,,

  2. aga aneh sih namanya exofans-_- hahaha kelakuan dasar si hyunsoo parah abis -_- suka karakter kai disini 😻😻😻

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s