FF OOPPSS !! CHAP 1

FF cover

Author :

Mrskim88 (@alsaalz)

Cast:

  • Shin Hyun Soo (OC/You)
  • Shin Jun Hoo
  • Shin Jae Hyun
  • Kai EXO/ Kim Jong In

Other cast:

(temukan sendiri.. ^^)

 

Genre:

Romance, teen life

 

Rating:

T

 

Length:

Chaptered

Holla…annyong semuanya ^^ Hehe ini FF pertamaku. Sengaja aku buat chapter karna emang ceritanya panjang..hehe..gk nyambung ya?! Sorry bgt ya, aku nggak terlalu pinter buat cuap-cuap. So, langsung aja baca FF ini..hehe, absurd ya?! Gpp deh -_-

Happy Reading

Hyun Soo POV

Annyong, namaku Shin Hyun Soo, aku masih SMA dan aku adalah exofans!!! Yap, aku adalah seorang fangirl stadium mendekati akhir -_- bias ku di EXO adalah KAI dan KRIS. Eum, ani biasku hanyalah KAI oppa, kris oppa adalah oppaku dan kim jong in adalah nampyeonku. Haha, sudah kubilang aku adalah fangirl stadium mendekati akhir. Tapi ingat, aku bukanlah sassaeng fans dan tidak akan pernah menjadi seperti itu.

“Yakk..hyun soo-ya, kenapa kau malah melamun tidak jelas seperti itu. Aigooo..sudah kubilang kau harusnya segera belajar, sebentar lagi ujian kenaikan kelas. Awas saja jika kau sampai tidak naik kelas, eomma tidak akan tinggal diam!” bentak eomma saat beliau tiba-tiba membuka pintu kamarku dan menangkap basah aku tengah asyik melamun.

“Nde eomma, arraseo” jawabku malas dan segera mengambil buku fisika-ku..buku terkutuk yang kadang aku bingung mengapa benda itu harus ada di dunia ini.

“Eomma serius, kalau sampai kau tidak naik kelas” eomma terdiam sejenak menatapku dengan kesal “Eomma tak akan mengijinkanmu untuk mengikuti fanmeet lagi” eomma menutup pintu kamarku dan pergi begitu saja.

“Eommaaaa…andweeee, jeball eommaaaa..hik hik hik” kata ku sambil menangis atau lebih pantas disebut dengan merengek.

Andwe..aku harus semangat, aku tidak bisa jika tidak mengikuti fanmeet exo lagi. Aku bisa terkena stroke ringan atau mungkin kanker. Kalian tau apa alasannya? Karena aku tidak punya hiburan dan pasti akan tertekan dengan peraturan eomma yang tidak masuk akal itu. Bukankah orang yang tertekan hidupnya mempunyai peluang besar untuk terkena penyakit semacam itu. (author alay)😀

One month laters

“Yakk..Shin hyun soo…ige mwoya???” teriakkan appa hampir membuatku terkena serangan jantung. Ya, appa sudah menerima raportku hari ini dan beliau menjadi sangat marah setelah membaca isinya. Sudah kuduga -_-‘

Aku hanya menunduk, sebenarnya disini ada kabar baik dan buruk. Kabar baiknya adalah aku naik kelas 3. Dan kabar buruknya adalah…..aku mendapatkan peringkat 28 dari 30 siswa dan lagi di rapor-ku tertulis bahwa aku selama satu semester ini telah bolos sebanyak 2 kali dan semuanya pada saat jam pelajaran fisika. Huft……

“Hyun soo-ya, 2 kali membolos dalam satu semester. Kemana saja kau eoh?? Jawab eomma!” Tanya eomma sambil melipat kedua tangan di dadanya.

“Keuge..eomma…eummm..” aku terus saja menunduk namun, dalam hati aku berbicara lantang ‘hari pertama aku membolos untuk menyambut exo pulang dari Taiwan di bandara Incheon. Hari kedua aku membolos untuk melihat exo live di Music Bank’

“Apa ini juga ada kaitannya dengan 12 namja tinggi kurus yang lebih mirip tengkorak itu? Hah?!”

DEG

“Appaaa!!!!!” bentakku kasar kepada appa, bagaimana bisa beliau mengatakan hal seperti itu. Exo adalah 12 namja tampan, berkarisma dan bertalenta terutama suamiku. Kai…

“Wae??? Kau tidak terima jika aku berkata seperti itu?? baiklah, aku akan merobek semua poster-poster mu dan tidak akan mengijinkanmu untuk mengagumi EXO dan tengkorak tinggi seperti KAI” kata appa sambil berjalan kearah kamarku, namun aku segera menahannya sambil menangis. Air mataku tak dapat lagi kubendung, aku benar-benar takut jika orang tuaku tak mengijinkan aku untuk mengagumi exo dan kai. Demi tuhan, exo dan kai adalah oksigen buatku. Bagaimana bisa aku hidup tanpa oksigen.

“baiklah, appa tidak akan merobek poster mu dan akan tetap mengijnkanmu menyukai mereka, tapi ada syaratnya” kata appa sambil tersenyum penuh kemenangan. Terkadang aku bingung sebenarnya dia ayahku atau oppa-ku, karena terkadang aku dan appa bukan seperti ayah dan anak melainkan lebih seperti kakak dan adik begitu juga dengan aku dan eomma.

Segera kuhapus kasar air mataku dan tersenyum menatap appa “kalau begitu, apa syaratnya?”

At Night

Aku terus-terusan menangis sambil melihat poster kai yang ada di dinding kamarku. Aku kembali mengingat percakapanku dengan appa tadi siang. Aisshh..bagaimana bisa dia menyuruh anaknya yang masih SMA untuk menikah?? Bagaimana bisa secepat ini aku menghianati suamiku sendiri, bahkan kai oppa saja belum menikah.

*Flash back

“kalau begitu apa syaratnya?” kataku antusias

“Kau harus mau dijodohkan dengan namja pilihan appa, ani..kau harus mau menikah dengannya” kata appa sambil memerkan senyumannya. Senyuman yang membuatku merinding dan tak ingin melihat senyuman menyeramkan semacam itu. perlu dicatat, dimata ahjumma-ahjumma senyuman appa-ku adalah senyuman maut yang bisa membuat mereka meleleh seketika termasuk eomma-ku sendiri. Namun dimataku senyuman itu begitu mengerikan.

“MWO???? Ah..chakkaman..appa..chakkaman..” kataku dengan sekuat tenaga kukumpulkan seluruh kesadaranku. Kakiku lemas, darahku seakan berhenti mengalir. Tak kusangka aku akan mengalami kejadian yang ada di drama-drama. Aku dijodohkan dengan lelaki yang sama sekali tak kukenal.

“Appa, aku masih SMA. Kau tak mungkin menikahkanku kan?? Jeball appa, jangan bercanda” kataku sambil berusaha menenangkan pikiranku dan mecoba untuk tidak mempercayai ini semua. Tidak, ini memang tidak masuk akal. Tidak mungkin.

“Kalau kau setuju, kami akan menikahkan mu 5 bulan lagi pada saat liburan musim panas” kata eomma sambil merangkulku. Tuhan, mengapa eomma bisa seperti ini. Aku masih SMA dan harus menjalani kehidupan rumah tangga. Aku tidak akan pernah sanggup. Tuhan tolonglah aku.

“Eomma Appaa!!! Wae geure eoh?? Mengapa kalian ingin menjodohkanku dengan namja itu? mengapa kalian begitu ingin aku menikah muda? Aisshhh jinja” kataku sambil menghentakkan kakiku dengan frustasi

“Yang pertama, agar kau bisa menjadi wanita normal hyunsoo-ya. Kami khawatir jika kau tidak bisa menikah seumur hidupmu karena kau terus memikirkan exo dan kai. Bagaimana jika suatu saat nanti mereka bubar dan sudah mulai menyusun pernikahan mereka masing-masing. Sedangkan kau, hanya bisa menangis didalam kamar. Eomma masih sangat ingat ketika kau menangis sesegukan di kamar karena mendengar gossip kai dan krystal berpacaran. Ini semua karena kami menyayangimu. Dan lagi, sampai sekarang kau juga belum punya namjachingu kan? semuanya pasti karena kau terlalu menganggap kai adalah segalanya” kata eomma sambil membelai rambutku, aku masih tertunduk…merenungkan apa yang eomma katakan.

“Yang kedua, namja ini adalah anak dari atasan appa hyunsoo-ya. Dia jelas dari keluarga baik-baik. Dia 2 tahun lebih tua darimu. Atasan appa tertarik padamu dan menawarkan perjodohan ini kepada appa. Appa hanya ingin yang terbaik untukmu hyunsoo-ya. Appa ingin kau hidup bahagia dan tidak terus-terus-an bermimpi untuk memliki KAI” sekali lagi aku tersentak dengan perkataan appa. Perasaanku sungguh berantakan. Aku tidak tau apa yang aku rasakan saat ini. Sedih itu sudah pasti.

“Eomma. Appa..aku tidak mau dijodohkan” kataku tegas. Yang benar saja, aku ini masih muda dan wajar saja jika aku menjadi seorang fangirl dan bersenang-senang dengan cara mengagumi boyband.

“Baiklah, appa akan mulai dari merobek poster-mu lalu membakar semua majalahmu” kata appa yang hendak berdiri dari sofa namun aku segera menahannya. Dan berkata

“Andweee appa, ne arra..aku menerima perjodohan ini” kataku sambil menghembuskan nafas.

Eomma memelukku “Anak pintar, tenang saja. Namja pilihan appa-mu memiliki wajah yang memikat”

Aku menatap eomma dengan tatapan lelah “Eomma sudah pernah bertemu dengannya?”

“Ani, namun atasan appa mengatakan itu kepada appa-mu” kata eomma sambil berjalan meninggalkanku

“Mwo??? Jadi appa juga belum pernah bertemu??? Mengapa kalian begitu yakin kalau namja ini adalah yang terbaik untukku?? Apakah kalian ingin menjadikanku sebagai eksperimen percobaan kalian eoh??” teriakku dengan membabi buta. Aku benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran sepasang suami istri ini.

“Gwenchana, felling appa. Dia adalah namja yang baik” kata appa sambil menepuk bahuku berusaha menenangkanku. Oh my dad. What the…aishhh jinja. Aku terus mengumpat dalam hati setelah mendengar pernyataan dari kedua orang tuaku.

*Flash back end

“Eo, noona..”

“Wae?” kataku sambil terus menangis

“Geumanhe noona, turuti saja apa kata appa dan eomma. Jangan menangis terus seperti ini”

Seorang namja berusia 13 tahun mengampiriku, sebenarnya aku tidak berharap dia datang kekamarku. Tapi entah kenapa saat ini aku ingin berdamai dengannya. Dialah Shin Sham Hoo..adik laki-laki satu-satunya yang aku punya.

“Aku memang sudah menuruti mereka Hoo-ya, tapi ini sangat mengejutkan bagiku. Bagaimana mungkin secepat ini aku mengianati suamiku sendiri” kataku tanpa menatap sham hoo dan masih terus kutatap poster jumbo kai.

“Aissh..kau mulai lagi noona. Bagaimana kau bisa seyakin itu menyebut namja itu sebagai suami-mu? Ckckck..apa kau yakin jika dia akan memilihmu?? Sudahlah menikah saja dengan namja pilihan appa dan cepat tinggalkan rumah ini. Jadinya tidak akan ada yeoja yang berani menggangu acara menonton bolaku, hanya dengan alasan kalau hari ini akan ada exo showtime atau hari ini siaran langsung interview kai di sbs”

PLETAK!!!

Author POV

Satu pukulan melesat dengan sukses dikepala sham hoo. Tak usah ditanya pukulan itu darimana.

“Yakk..Shin Sham Hoo…apa yang kau katakan hah!!!”

“Noonaa!!! Kau tega sekali!! Jika aku jadi kai, aku tidak akan pernah mau merimamu sebagai yeojachingu ataupun istri. Dilihat dari segi tinggi badan saja kau sudah tak memenuhi standar, kau terlalu pendek untuk bersanding dengannya. Dan lagi sifatmu yang seperti beruang kutub tidak akan membuat kai memilihmu, karena kau begitu menyeramkan” kata sham hoo sambil segera berlari keluar dari kamar noona-nya sebelum hyunsoo meledak(?)

“Yakkk..Shin Sham Hoo, jika saja suasana hatiku saat ini sedang tidak buruk…aku akan membunuhmu saat ini juga..arghhhh” hyun soo berteriak merutuki perkataan namdongsaengnya.

.

.

.

Hari perjodohan pun tiba, malam ini Hyun soo, Shin jun hoo (appa hyunsoo), Shin jae hyun (eomma hyunsoo) sedang menungu disebuah restoran mewah yang telah dipesan oleh presdir Kim. Presdir Kim adalah calon besan appa hyunsoo. Belum lama mereka menunggu, mata jun hoo telah menangkap kehadiran keluarga Kim. Beliau segera mengintrupsi keluarganya agar segera berdiri untuk memberi hormat, termasuk hyunsoo yang dengan terpaksa ikut berdiri juga walaupun sebenarnya gadis itu sangat ingin melarikan diri dari acara yang menurutnya akan membawa mala petaka baginya.

“Oh, junho-sshi annyonghaseyo” ucap presdir kim dengan ramah

“Annyonghaseyo presdir” ucap appa hyunsoo kepada keluarga calon besannya itu

“Aigoo..silahkan duduk, ah ye..jangan panggil aku presdir jika diluar kantor. Aku merasa tidak nyaman dengan panggilan itu” semuanya tertawa denga celotehan presdir kim, kecuali hyunsoo yang sendari tadi hanya menunduk.

Tiba-tiba mata kedua orang tua hyunsoo melotot menyadari kehadiran putra presdir kim yang memang barusan tiba. Ada yang ganjil, namun hyun soo belum bisa merasakan itu karena ia masih terus menunduk.

“Annyonghaseo abbeonim, eomanim. Mianhamnida aku terlambat” ucap namja itu sambil terus tersenyum kepada keluarga shin.

Menyadari suara itu, membuat hyunsoo refleks langsung menatap namja itu. Dan, demi langit bumi dan apapun. Namja ini mirip sekali dengan seseorang, rambutnya, suara husky-nya, warna kulitnya, caranya berbicara sangat mirp dengan….KAI!!!! hyunsoo tertegun melihat namja yang ada dihadapannya saat ini. Namja ini ternyata adalah kai, kim jong in dancing machine exo dan juga bias hyunsoo. Ternyata biasnya adalah putra dari atasan appanya. Sekali lagi hyunsoo merasakan ada semacam kejutan mental. Tak hanya hyunsoo, kedua orang tua hyunsoo juga sangat terkejut dengan kenyataan ini. Tanpa mereka sadari, mereka ternyata telah mengantarkan hyunsoo pada kebahagiaan tak terhingga.

“Ah..ne, gwenchana” ucap jae hyun sambil tersenyum ramah.

“Omo..kau yang bernama Shin hyun soo?? Aigoo, kau bahkan lebih cantik daripada yang difoto. Ternyata suamiku tidak salah pilih haha” ucapan kim hye jin(ibu kai) kembali mencairkan suasana saat ini.

Hyun soo masih shock dengan ini semua, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan menampilkan kesan baik didepan calon mertuanya.

“Kamsahamnida eomanim” jawab hyunsoo dengan senyuman lembut, sambil sesekali melirik kai.

“ahh..aku hampir lupa, hyunsoo-ya..apa kau sudah pernah melihat jongin sebelumnya? Dia adalah member salah satu boyband” ucap presdir kim

“Nde?” jawab hyunsoo pura-pura polos ‘omo abbeonim, tentu saja aku mengenalnya. Aku adalah exofans, aku telah mencintainya jauh sebelum perjodohan ini dimulai. Dan taukah abbeonim, sebenarnya saat ini aku sedang menahan diriku mati-matian agar tidak berteriak secara brutal di restoran ini’ oceh hyunsoo, tentu saja dalam hati -_-

“Arra, aku mengerti. Sepertinya aku harus mengenalkan putraku secara resmi kepadamu hyunso-ya. Kenalkan ini adalah putra laki-lakiku satu-satunya, Kim Jong In” ucap presdir kim

Jongin berdiri untuk memulai perkenalan resminya dengan hyunsoo. Gadis itu juga ikut berdiri untuk bersalaman dengan calon suaminya >.<

“Kim Jong In imnida” kata kai ramah

“Shin Hyun Soo imnida, bangapta” ucap hyunsoo dengan senyumannya yang mengembang, jauh berbeda dengan keadaannya beberapa hari lalu setelah ia mengetahui tentang perjodohan ini.

Jongin POV

Gadis ini tidak buruk, tapi dia terlihat seperti anak-anak. Yah tentu saja dia kan masih SMA, aku juga tidak keberatan dengan statusnya sebagai pelajar. Saat pertama kali aku diberitahu tentang perjodohan ini, tentu saja aku menolak. Kemudian aku melihat raut sedih dari kedua orang tuaku. Akhirnya dengan terpaksa aku menuruti perjodohan ini. Setelah melihat foto gadis itu, aku tak lagi terpaksa. Di foto gadis itu terlihat imut dengan seragam SMA dan tas hello kitty. Ternyata setelah bertemu langsung dia sangat manis dengan balutan dress putih diatas lutut, dan juga dia cukup sopan. Eum, lumayan. Lagian saat ini hatiku sedang kosong, siapa tau gadis ini bisa mengisi hatiku. Aku mulai ber-positif thinking dengan situasi ini. Orang tua kami meninggalkanku dan hyunsoo untuk makan berdua di taman milik restoran ini.

“Oppa, apa kau mau makan ini?”

“Ani, ayam goreng saja sudah cukup untukku”

“Arra…”

Drrtt drrtt drrrttt…

Ponsel hyunsoo berbunyi, Ia segera mengangkat telfonnya sedangkan aku tetap melanjutkan makanku. Namun dapat kudengar pembicaraanya di telfon. Bukan maksudku untuk menguping, namun yeoja ini berbicara tepat didepanku, jadi mau tidak mau aku mendengarnya.

“Eung, youngie..”

“…”

“Mwoo?? Kenapa kau tidak bilang dari kemarin?”

“…”

“Yakk..Go im young, kau tahu betapa susahnya aku mencari penggantimu?? Pementasan drama tinggal 1 minggu lagi. Kumohon jangan keluar begitu saja”

“..”

“Ah..begitukah?? ne, gwenchana..”

“..”

“Ne youngie, tapi kuharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Harusnya kau bilang dari jauh-jauh hari supaya aku bisa segera mencari penggantimu, arra?”

“….”

“Ne, annyong”

Kulihat dia menutup telfonnya dengan kesal, sepertinya masalah yang saat ini ia hadapi bukanlah masalah sepele. Dia terus bergumam dan merutuki teman yang barusan menelfonnya. Aku heran mengapa hampir semua orang berperilaku seperti itu, di luar bilang tak apa namun di dalam terus bergumam yang tidak-tidak dan jujur saja hal itu sangat menggangguku. Walaupun itu teman seseorang seharusnya dengan gamblang mengungkapkan antara apa yang ia suka dan apa yang ia tidak suka.

“Aishh jinja, ada apa dengan gadis ini?? Seneenaknya saja membatalkan sepihak hanya dengan alasan ingin mengikuti audisi pencarian bakat?? Sungguh menggelikan, aku benar-benar muak dengannya. Dia begitu egois tidak memikirkan teman-temannya. Gadis itu sudah membuat pekerjaanku semakin menumpuk. Aigooo” gumam hyunsoo sambil menatap layar handphonenya.

“Ya..jika memang begitu kenyataannya mengapa kau tadi tidak langsung berteriak saja padanya, mengapa kau harus berkata tak apa jika sebenarnya kau masih belum terima”

“eoh??kau mendengarnya?” ucap hyunsoo polos

‘kau mendengarnya?’ aigoo, pertanyaan bodoh apa lagi ini. Ya tentu saja aku mendengarkannya, dia menelfon didepanku dan bergumam juga didepanku. Aku masih terlalu muda untuk menderita penyakit tuli.

“Menurutmu?” jawabku cuek

“hhhhmm..aku tak mungkin berteriak langsung kepadanya, itu bisa melukai perasaanya. Aku masih manganggapnya teman” ucap hyunsoo sambil menunduk memainkan sendok makannya.

“kalau begitu tidak usah bergumam dibelakangnya. Lebih baik kau berbicara langsung saja. Jangan jadi orang munafik yang berkata baik didepan dan buruk dibelakang. Aku tak menyukai gadis seperti itu”

Kulihat dia langsung menatapku dengan serius. Aku tahu jika ucapanku barusan telah menghancurkan moodnya. Tapi mau gimana lagi? Memang itu yang sedang kupikirkan, kurasa lebih baik aku berbicara langsung didepannya daripada aku harus memendamnya.

“Aku tak seburuk itu tuan Kim”

Gadis itu terlihat sangat marah dan tersinggung. Oh, baiklah…aku akan menebus kesalahanku padanya.

“Daripada kau hanya menahan amarahmu, lebih baik mintalah temanmu untuk bertanggung jawab atas kesalahannya. Suruh dia untuk membantumu mencari pemeran pengganti. Jangan biarkan dia bebas begitu saja dan kau harus menanggung beban sendirian”

Kulihat bola matanya melirik keatas nampak sedang berpikir tentang saran yang barusan kuberikan. Aku bisa merasakan kalau dia tak lagi marah kepadaku. Inilah kelemahanku, aku selalu blak-blakan ketika sedang bersama orang lain. Aku selalu tak mampu menahan perkataan yang nantinya akan melukai hati orang lain. Namun sebenarnya aku adalah namja yang hangat dan tidak bermaksud melukai hati siapapun. Semua fansku telah mengetahuinya. Namun sepertinya yeoja ini bukanlah fansku, appa saja tadi perlu memperkenalkanku sebagai kim jong in kepadanya. Padahal sejujurnya, aku berharap bisa menikahi salah satu dari fangirl, karena fans aku dan exo bisa ada dipuncak kepopuleran saat ini. Bukanlah hal buruk jika istriku nanti adalah salah satu dari fangirl. Tapi….manusia hanya bisa berencana.

“Gomawo, saranmu akan kupertimbangkan lagi. Walaupun tadi perkataanmu membuat mood-ku jadi turun, tapi saran darimu bisa membuatku sedikit lega”

Ucapan hyunsoo membuyarkan lamunanku. Aku tersenyum mendengarnya. Dia lucu juga, batinku.

“Ne, cheonmanne” jawabku sambil tersenyum.

~TBC~

Otte?

Comment juseyo ne ^^

8 thoughts on “FF OOPPSS !! CHAP 1

  1. annyeong reader baru disini
    udah liat sich postingannya diskf tapi part 1 lagi gk bisa dibuka jadi aku baca disini aja ya

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s