Love You In Silence | Chapter 4

ll

TITLE  : LOVE YOU IN SILENCE

Author : Bubble Ziz

Cast : – Nam Min Ji (Me)

-Luhan

-EXO

-Alex

Genre : Romance, School, Sad

Lenght : Chaptered

Discleimer : This is real my inspiration. Sorry if find typo’s. Don’t plagiat!. Bagi yang suka tolong tinggalkan kritikannya yah

 

 

Aku terbangun diruangan yang cukup kecil. Langit-langit dinding ini tampak berwarna warni. Sepertinya ini kamar anak kecil.

“apa konsernya berjalan lancar?” tanyaku ketika melihat min ah lah yang berdiri disampingku. Min ah tersenyum “kau luar biasa” ungkapnya

“tapi, sepertinya lomba itu dibatalkan. Dan banyak lagi yang akan kukatakan tapi ketika kau sembuh” jelas min ah.

“baiklah, tolong antarkan aku kerumah” pintahku

“oh, min ji meminta tolong padaku? Arraseo, aku akan mengantarmu” min ah tersenyum. Ia membantuku berdiri. Dengan lutut yang bergetar aku memaksakan langkahku

Diambang pintu aku melihat luhan berdiri sembari memegang sebuah kertas atau bisa dibilang dokumen. Aku tak bisa melihatnya dengan jelas, aku masih merasa pusing

“aw..” tanpa sadar min ah terjatuh, begitupun denganku. Mungkin berat tubuhku tak sesuai bagi min ah

“kalian baik-baik saja?” tanya luhan. Min ah langsung berdiri sedangkan aku masih berusaha untuk berdiri dengan seimbang.

“kalau tak sanggup kau harus meminta bantuan” ucap luhan langsung meraih tubuhku dan membawaku kedalam dekapannya. Jujur aku sangat malu

“aku akan mengantarmu kerumah” sambungnya. Aku hanya bisa menerima tanpa adanya pemberontakan

Didalam perjalanan menuju mobil luhan masih diam tanpa kata. Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mengajakku bicara

“kenapa kau tiba-tiba pingsan?”

‘DUG’ jantungku berdetak mendengarnya. Permasalahan tentang hartaku kenapa harus dia yang peduli? Tidak! Aku tak bisa melibatkannya dalam masalah ini

“anio, aku taka pa-apa” elakku

“kau bohong! Aku tahu kau pasti ada masalah” sergahnya. Ya aku akui kau benar tanpa salah sedikitpun

“kau sendiri kenapa berubah? dari jahat sampai sebaik ini?” tanyaku balik. Cukup lama luhan terdiam dia member senyuman padaku

“kau akan tahu pada saatnya” lagi-lagi luhan tersenyum

“kau sangat cantik, begitupun suaramu sangat merdu” puji luhan. Aku menatapnya. Tapi hanya dagunya yang bisa kutatap karena posisi ini.

“gomawo”

“ternyata kau bisa mengucapkan kalimat itu” luhan tertawa lebar dengan wajah yang sudah memerah

“memang salah? Jujur aku memang jarang sekali mengucapkan terimakasih secara langsung” jelasku mencoba untuk memperbaiki suasana yang makin mengarah ke humor. Aku tak suka melihat orang menertawiku

“baiklah, yap!!” luhan meletakkanku kedalam mobil. Setelah itu dia juka ikutan masuk tetap duduk disamping sopirku

“kau mau kemana?”

“kerumahmu” jawabnya enteng

“huh?” aku masih tak percaya dia benar-benar mengantarku sampai kerumah. Kalau sampai  sekretaris yong tahu, bisa mati aku

“jangan, kau tak usah ikut” sergahku dengan nafas tak karuan

Luhan tertawa “kau takut dengan sekretaris yong bukan? Tenang aku bisa mengatasinya” lagi-lagi luhan bersikap santai

SKIP

Cukup lama mobil berjalan akhirnya kami sampai dirumahku. Luhan lagi-lagi menggendongku. Seperti pasangan yang baru selesai menikah, aneh!

“nanti mereka melihat!” gerutuku

“biarkan saja mereka. Kita juga akan segera ber… maksudku berteman”

“kau aneh, kata-katamu tak bisa dimengerti”

Pintu terbuka, sekretari yong menampakan wajah musamnya padaku. Luhan hanya tersenyum dan tiba-tiba raut wajah sekretaris yong berubah kaget

“annyeong ahjussi? Lama tak berjumpa”

Aku terdiam. Begitupun dengan sekretaris yong yang tak bisa mengeluarkan kata-kata

“apa yang terjadi?”

Sekretaris yong masih menatap luhan penuh dengan tanda tanya. Aku sendiri bingung apa yang terjadi dengan mereka berdua. Bahkan mereka terlihat sangat akrab

“sudah lama tak berjumpa ahjussi” lanjut luhan. Sekretaris yong langsung merubah sikapnya dengan memberi hormat pada luhan. Ini tak seperti dugaanku

“kalian saling kenal?” tanyaku menatap mereka satu persatu

“tidak!! Kami hanya bertemu beberapa kali. Benar kan ahjussi?” luhan mengedipkan sebelah matanya. Dengan cepat sekretaris yong mengangguk. Aku menatap mereka heran

“kau kenapa Agassi?” sekretaris yong langsung merubah topic pembicaraan.

“hanya terluka sedikit”

“kalau begitu aku akan membawanya masuk”  ucap luhan kembali meraihku kedekapannya

“yakkk!! Sekretaris yong? Biasanya kau tak membolehkan namja melakukan ini! Kau kenapa eoh? Apa spesialnya namja ini!!” teriakku. Sekretaris yong hanya tertawa. Kalian manusia ANEH!

Luhan membawaku kedalam kamar dan menjatuhkanku begitu saja. Dia namja kasar yang tak punya perasaan. Mungkin dilain sisi kebaikannya juga bisa muncul

“sekarang kau harus pulang” aku mencoba mengusirnya dari rumahku ini

“kenapa aku harus pulang? Aku bisa tidur disini semauku. Ahjussi pasti tak akan marah”

“huh? Kau pikir kau siapa? Sana pergi!!”

“tidak akan….”

Kali ini luhan berbaring disampingku. Aku terus memukulnya tapi ia tak bergeming sedikitpun. Akibatnya aku juga yang lelah.

“terserah kau!” kuputar tubuhku hingga membelakanginya. Selain marah aku juga lelah.

“hei? Kenapa kau tidur? Ini jadi tak seru” gerutunya membuatku terusik. Aku menatapnya tajam

“karena aku lelah!”

“kalau begitu aku juga akan tidur. Disampingmu!!”

“terserah!” aku kembali membelakanginya

Tok…tok…tok…

Suara ketukan pintu membuatku terbangun. Aku mencoba untuk melihat dengan normal. Tapi mataku masih lelah dan perlu istirahat.

“aku akan izin hari ini. Sampaikan kepada seonsangnim” teriakku masih menutup mata

“nde Agassi” jawab sekretaris park sedikit menyunggingkan senyumnya

Aku kembali tidur dan emncoba meraih guling yang berada disebelah kiriku. Kupeluk guling itu, tapi ada yang aneh. Biasanya guling yang aku peluk empuk dan nyaman. Tapi kenapa ini keras dan dingin?

“apa ini?” aku mencoba membuka mata. Samar-samar aku melihat seseorang disampingku tapat ketika aku memeluknya

“AAAAAA!!!”

Ternyata yang sedari tadi aku peluk adala luhan. Aku langsung menendangnya hingga jatuh kelantai dan melilit tubuhku dengan selimut. Luhan juga masih belum sepenuhnya sadar

“apa yang kau lakukan!!”

“huh? Aku tak melakukan apa-apa” ungkapnya mengacak rambunta sendiri

“jadi kenapa kau setengah telanjang?” aku makin frustasi karena namja setengah telanjang tertidur disampingku

“kau yang memaksaku!” luhan mempoutkan bibirnya. Lalu ia tersenyum

“apa kita sudah melakukan itu?” lagi-lagi luhan bertanya yang aneh. Membuatku segera ingin menghajarnya

“MANA MUNGKIN AKU MELAKUKAN ITU!! APALAGI BERSAMAMU!!!” teriakku frustasi. Luhan masih saja tertawa. Sial!

“kita sudah melakukannya, jadi terima saja” ucapnya lagi. Kini darahku sudah mendidih. Aku benar-benar ingin menghajarnya sekarang juga!

“sana kau!!” aku mendorong tubuhnya. Kini luhan terdiam. Cukup lama terdiam luhan kembali tersenyum

“aku hanya bercanda” ungkapnya sedikit menahan tawa. Aku menghela nafas lega dan kembali merebahkan tubuhku

“kau tak sekolah? Kenapa kau sangat oemalas?!” gerutunya. Aku meliriknya tajam

“walaupun aku tak sekolah berapa lama aku masih bisa menjadi peringkat pertama disekolah” ucapku sedikit membanggakan diri

“kalau begitu bertaruhlah denganku!!”

“maksudmu?”

“jika kau tak mendapat peringkat satu dari seluruh siswa maka kita akan menikah. Bagaimana??” luhan tersenyum mengerinyitkan keningnya

Aku yakin pasti aku tak akan kalah dengan mereka. Tapi kenapa aku merasa ragu? Sebenarnya apa yang diinginkan namja ini. Bagaimana bisa dia menginginkan menikah denganku? Pasti ada sesuatu yang tak kuketahui

“jika aku menang kau akan memberiku apa?”

“apa yang selama ini kau inginkan” luhan tampak serius. Aku mengulurkan tanganku dan tersenyum

“deal!!!” kamipun berjabat tangan

Hari sekolah kembali dimulai. Kemarin sangat menyedihkan bagi hidupku. Luhan selalu menempel kemanapun dan dimanapun aku pergi. Bahkan ketika aku tidur dia juga ikut tidur disampingku. Sebenanrnya hatinya terbuat dari apa eoh?

Hari ini aku tak berniat mengayuh sepeda. Jadi aku menyuruh sekretaris yong untuk mengantarku kesekolah. Kejadian lucu terjadi hari ini yang membuatku ingin tertawa terus

Satpam yang selalu mengolokku kini hanya bisa diam emmbisu melihatku diantar oleh mobil mewah. Dan aku melihatnya cukup lama melamun. Mungkin dia merasa bersalah karena menghinaku. Tapi bagiku itu tak ada artinya lagi, aku sudah memaafkannya.

Sesampai dikelas min ah langsung memelukku. Min ah membawaku duduk ditempat biasa. Ia seperti siap melontarkan seribu pertanyaan padaku

“apa yang kau lakukan kemarin?” tanya min ah sedikit membulatkan matanya. Aku tersenyum

“rahasia!!” dan mengalihkan pandangan

“kau tahu? Alex mendapat juara ketika kontes menyanyi itu” jelas min ah. Sayangnya aku tak terkejut sama sekali

“jadi…”

“kau tak marah?”

“untuk apa aku marah. Aku juga tak berniat untuk menang. Lagian kelas kita kan tak kena imbasnya”

“kau salah!! Justru kita yang kena imbasnya. Kelas 1-A akan dipsangkan dengan 1-B dalam campign tahunan. Dan lebih parahnya lagi mereka bebas melakukan apapun pada kita”

“MWO?!!” bulu kudukku langsung merinding. Jangan sampai aku dipasangkan oleh luhan. Bisa-bisa aku menjadi tawanannya.

“jadi kapan kemping itu dilaksanakan?”

“aku dengar besok. Jadi aku putuskan untuk absen besok. Kau mau ikut?” min ah mengedipkan matanya. Aku sedikit tertarik tapi tiba-tiba suara yang cukup aku kenal lansgung merubah pemikiranku

“jangan bilang kau akan kabur” luhan tertawa meledek. Sial!

“siapa bilang? Aku hanya sedikit tertarik”

“jika kau sampai berencana melarikan diri. Aku akan mengumumkan kita pernah tidur berdua!!” bisiknya ketelingaku. Kupukul tubuhnya keras

“wae? Kau takut?!” luhan langsung berlari dengan berteriak sekencang-kencangnya. Sedangkan aku juga terus mengejarnya.

SKIP

Akibat berlari tadi aku menjadi lelah dan dampaknya pada pelajaranku. Aku tak bisa berkonsentrasi sama sekali, sesekali aku mencuri kesempatan untuk tidur selagi seonsangnim sibuk menerangkan

“Min ji?!! Berdiri!!” tiba-tiba teriakan seonsangnim membangukanku. Aku segera berdiri seraya mengusap mataku perlahan

“kau berdiri diluar! Dan jangan lupa pegang telingamu”

Huh? Aku berdiri? Mana mungkin?! Sial! Ini semua gara-garamu!!

Dengan berat hati aku melangkah keluar. Min ah mengepalkan tangannya menyemangatiku. Kali ini benar-benar kesalahanku jadi aku tak begitu ambil pusing dengan persoalan ini.

“kau juga berdiri?”

Aku menoleh. Lagi-lagi aku melihat luhan “ya? Kau juga? Haha ternyata kau tak sekuat perkiraanku!”

“aku beridiri bukan karena itu. Aku berdiri karena kepergok sedang melihat gambar seseorang yang sedang tidur” jelasnya. Aku mengangguk. Padahal sedikitpun aku tak peduli

1 jam

2 jam

Jam istirahat berbunyi.

“huaaaa” aku menghela nafas panjang. Min ah berusaha menenangkanku. Sepertinya dia beranggapan aku akan balas dendam kepada seonsangnim. Mana mungkin aku sekuarang ajar itu?

“kau sudah menyiapakan barang-barangmu untuk besok?” tanyaku seraya menyedot air

“aku sudah 2 hari yang lalu berencana tak ingin ikut. Jadi aku mohon jangan memaksaku” min ah menampakkan wajah sedihnya. “baiklah aku tak akan memaksamu”

“kau dan luhan terlihat semakin akrab”

“hah? Mana mungkin!” aku mencoba menghindar

“sepertinya kau akan dipasangkan dengan luhan”

Aku menelan ludah mendengar pernyataan min ah.

“aku tak akan pernah  mau berpasangan dengan dia!” gerutuku

“tapi sekarang waktunya penentuan, kita akan dikumpulkan di lapangan. Sesuai dengan peraturan ini harus dijalankan”

Memang benar, sesaat kemudian bel berbunyi. Kami semua berkumpul dilapangan. Seonsangnim memberitahukan kepada kami kelas 1-B untuk meneriam apapun bentuk perintah itu. Dengan berat hati aku menerimanya

“nah, sekarang kelas 1-A pilih pasangan kalian” ucap seonsangnim

“mwo? Mereka yang memilih?”

Dengan sigap aku bersembunyi dibelakang min ah. Tapi seseorang meraih seragam sekolahku hingga tubuhku terdrong didekatnya. Aku menatap orang yang berani melakukan ini.

“kau denganku” tiba-tiba luhan berkata seperti itu. Jelas aku tahu siapa yang menahan seragamku ini.

“kenapa harus aku?!” gerutuku jengkel

“karena aku ingin kau melakukan segala perintahku. Dan yang paling penting aku ingin kau menciumku!” luhan tertawa

“mwo? Kau sudah gila!!!”

“menggilaimu tak apa bukan?!” luhan kembali tersenyum. Ah dia benar-benar membuatku jengkel!

“aku tak ingin bersamamu, sana menajuh!!” aku mendorong luhan hingga bertabrakan dengan alex. Alex menatapku tajam, kemudian tersenyum

“aku ingin kau bersama oppa” ucapnya

“oppa? Oppa kau bilang?”

“anak baik, alex ini adalah sepupuku” luhan kembali tersenyum

“tapi tumben sekali kau memanggilku oppa” luhan menatap alex tajam, alex tersenyum

“karena hari ini jin baik masuk kedalam tubuhku” seketika itu juga alex berlari, ia mengepalakan tinjunya padaku.

“sepupumu? Dia bertingkan seperti pacarmu” gerutuku

“kenapa? Kau cemburu?”

“huh? Mana mungkin!” lagi-lagi aku merasakan sesuatu yang aneh

Luhan meraih tanganku dan mengangkatnya bersamaan dengan teriakan

“aku dengan yeoja ini!!”

Semua siswa dan siswi menatap kami. Aku menunduk menahan malu karena namja ini

“baiklah, aku akan mencatat kalian. Dan ambil ini” seonsangnim memberikan luhan sepasang kalung

“kalian harus memakai ini, jika dia tak menuruti perkataanmu maka kau berhak mengambil kalung ini lagi darinya. Dan dia akan mendapat hukuman setelah sampai disekolah” jelas seonsangnim. Aku menggigil mendnegar hukuman itu. Keluarga nam belum ada sejarahnya kena hukuman

“bagaimana? Kau masih menolak?’ luhan mengerinyitkan dahinya.

“baiklah aku mengaku kalah”

Sebelum pergi kemping aku pamit dulu dengan sekretaris yong. Anehnya sekretaris yong tak marah karena aku berpasangan dengan luhan. Ini membuatku bingung.

Sesampai disekolah, bus kami sudah menunggu. Aku cukup telat karena menyiapkan barang-barang kembali. Bayangkan saja pembantu dirumah menyiapkan 2 koper untukku. Padahal aku tak butuh semua itu, akibatnya aku harus membongkarnya lagi.

“push up 5 kali” teriak seonsangim dari jarak jauh. Sial! Ini pertamakalinya aku push up. Padahal aku seorang yeoja

“huh..hah…huh..hah..”

“ini minum” luhan memberikanku sebotol air mineral. Aku segera emngambilnya dan emnguk air ini dengan cepat. Aku benar-benar haus.

“ayo naik” luhan membawakan ranselku. Ia menyuruhku duduk disampingnya. Dengan berat hati aku menerima ajakannya

Bus berjalan, sedikit demi sedikit suara keramaian berubah jadi hening. Mataku juga sudah lelah tapi luhan selalu membuatku tak bisa tidur..

“bisakah kau membiarkanku tidur eoh?” gerutuku dengan mata yang sudah berat

“tidak! Kau tak boleh tidur sampai kita tiba”

Aku menghela nafas panjang. Tanpa sadar aku menyandarkan kepalaku kebahunya dan tertidur. Tak merasakan reaksinya aku kembali menikmati tidur singkat ini.

“semuanya bangun!!!!” teriak seonsangnim memakai toa. Aku tersentak kaget dengan jacket yang sudah melilit tubuhku. Luhan masih tertidur dengan pulas

Perlahan tapi pati aku membangunkannya

“hei, bangunlah kita sudah sampai” ucapku pelan. Luhan langsung bangun dan menatapku cukup lama. Aku juga terbawa suasana dan menatapnya. Pandangan kami menyatu. Jantungku kian lama kian berdebar. Jangan! Ini tak boleh terjadi!!

“ki..kita sudah sampai” ucapku lagi

Tiba-tiba seperti gerakan refleks luhan memelukku. Aku merasakan pelukannya dengan erat.

“kau kenapa?” tanyaku mencoba menenangkannya

“kenapa kau tega sekali membangunkanku huh?”

“hanya itu?! Lepaskan aku!!” kuhempaskan tubuhnya

“sebagai balasan atas kekasaranmu ini kau harus membiarkanku tidur denganmu nanti malam”

“huh? KAU SUDAH GILA???”

“jika kau melawan, aku akan mengambil kalung itu!!”

“Aaaaaaaa kau benar-benar gila!!”

 

To Be Continiue..

Hulla \o/ FF ini dipost setiap hari yah🙂 jadi ga perlu khawatir :v sehari sekali #udahperaturannya

yang udah RCL thanks yah

 

 

6 thoughts on “Love You In Silence | Chapter 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s