FF White Love Story OS

Gambar

Cast
• Choi Na Ya / OC
• Kai
• Other cast

Author
Mrs. Kim88 (@alsaalz)

Genre
School life, romance, relationship

Rating
13+

Happy reading ^^
Annyong namaku Choi Na Ya. Aku adalah salah satu orang yang membuktikan bahwa waktu bisa mempertemukan lagi 2 hati yang terpisah, mau tau? Ini kisahnya…
*FLASHBACK*
“Naya-ah, sebenarnya apa hubunganmu dengan kai? Apa dia namjachingumu eoh?” pertanyaan Se na membuatku kaget.
“Mwo?? Namjachingu?? Aigoo, tentu saja bukan. Kita berdua hanya bersahabat dan tidak lebih”
“kotjimal..jika hanya bersahabat, nggak mungkin bisa sedekat ini. Kalian itu sudah seperti best couple di SMA Jungwon”
“Sena-ya…berhentilah menghayal. Aku dan kai hanya bersahabat dan selamanya akan begitu. Aro?” sahutku mantap
Tiba-tiba aku merasa ada yang aneh.
Aku dan Kai memang sudah berteman sejak kelas 2 SMP. Kami dekat dengan cara yang singkat. Padahal diantara kami ada banyak jurang perbedaan. Kesamaan kami hanya bisa diitung dengan tangan. Kedekatan kami tambah erat saat kami satu sekolahan. Walaupun kami berada di kelas yang berbeda, aku biasanya menghabiskan waktu istrirahat dengan pergi ke kantin bersama Kai. Yah..walaupun tidak terlalu sering, biasanya hanya seminggu 3 kali. Kadang-kadang, jika Kai sedang tidak pelit(uang sakunya berlebih)..dia akan mentraktirku makan di kedai ice cream langganan kita. Itu salah satu faktor mengapa aku bisa lengket sama Kai Chicken..hehe,,bercanda…ooiiaa, Kai Chicken adalah panggilan khususku buat namja itu. Selain karena dia suka dengan ayam goreng, dia adalah namja yang tergolong sangat “chicken”. Kai terlalu takut dengan peraturan, telat sekali saja dia pasti panik-nya nggak ketulungan. Lupa ngerjain PR saja sudah depresi dunia akhirat. Ranking-nya turun menjadi rangking 2 saja, sudah seperti orangg yang tak punya semangat hidup..parah kan?. Tp Kai juga punya nama khusus buatku, yaitu Lion Naya…haha..konyol, menurutnya aku tak berbeda jauh dengan singa afrika. Liar, jika marah bisa membahayakan nyawa orang lain dan ekspresif. Whatever Kai Chicken mau bilang apa, aku sudah terbiasa.
“Naya-ah..Sedang apa kau disini?? Kenapa melamun begitu?” sapaan Kai membuyarkan lamunanku
“Aisshh Kai chicken… eoh, itu..punya siapa?” kataku sambil menunjuk motor yang kini sedang dinaiki Kai.
“Motorku, Otte? Apa aku sudah terlihat tampan dengan motor ini?”
“Ck, ani..”
“Aigoo, chinguya wae geure?! Jinja, kau hanya memujiku jika ada maunya. Teman macam apa kau? Nappeun. Palli..akan kuantar kau sampai kerumah”
“Eung? Jeongmal?? Omooo..kai-ah kau benar-benar terlihat tampan dengan motor itu. Oppa Jjang” ucapku sambil ber-aegyo ria
“Cih..Geumanhe..kau membuatku merinding dengan aegyo gagal milikmu. Palli, matahari sudah mulai tenggelam”
Sejak saat itu, Kai sering mengantarku pulang. Otomatis aku jadi sering bertemu dengannya. Getaran hati yang muncul sejak pertama kali ku lihat Kai, sekarang semakin kuat.
Malam pun telah tiba, entah kenapa saat ini suasana hatiku jadi tak menentu. Aku kembali mengingat kata-kataku sendiri.
Aku dan kai hanya bersahabat dan selamanya akan begitu.
Terbesit penyesalan dalam hatiku, karena telah berkata seperti itu.
.
.
*Morning at Jungwon high school
“Naya-ah”
Sena berlari kearahku dengan ekspresi panik.
“Wae” kataku cuek
“Naya-ah, ottokhaji?! Aisshhh..ini berita buruk”
“Nde? Sena-ya ada apa? Kenapa harus panik seperti itu?”
“Kai…Kai berpacaran dengan Jung Soo Jung. Aigoo ottokhe!”
Deg
“Mm..Mwo?! kau yakin?”
Sena hanya bisa mengangguk lemah. Oh tuhan..kenapa aku menjadi seperti ini. Air mataku sudah penuh, siap untuk mengalir. Kenapa dadaku terasak sesak. Ada rasa sakit disini, tapi mengapa tidak berdarah. Aku menyerah, air mata ini tak mampu lagi kubendung. Air mata ini membuatku sadar, bahwa aku jatuh cinta kepada kai sejak pandangan pertama.
“Jung Soo Jung..darimana dia?” tanyaku pada Sena sambil menahan pengap di dada
“Dia junior kita, kelas 1 B”kata Sena
Drrt drrrtt Ddrrrtt
Ponselku berdering. Ternyata Kai mengirimiku pesan
Chicken_Kai
“Lion Naya, Mianhe..aku tidak memberitahumu tentang hubunganku dengan Soojung. Ini semua terjadi begitu saja dan tiba-tiba. Naya-ah jeongmal mianhe, hari ini aku juga tak dapat mengantarmu pulang. Aku harus mengantar soojung untuk menjenguk ibunya dirumah sakit”
Hatiku semakin sakit setelah membaca pesan dari kai. Oh tuhan, mengapa cinta bisa sesakit ini. Air mataku terus mengalir deras sepanjang perjalanan pulang. Aku hanya bisa melamun, melihat pemandangan kota Seoul dari kaca bus yang aku tumpangi. Hati ini terlalu sakit untuk mengungkapkan betapa pedihnya keadaanku saat ini. Aku ingin menghilang saja, aku ingin melarikan diri dari rasa sakit ini. Aku ingin pergi jauh ke suatu tempat, hingga aku tak dapat lagi melihat kai ataupun bertemu dengannya.
.
.
.
Sesampainya di rumah, aku segera menghempaskan tubuhku di sofa ruang tamu. Hari ini aku sangat lelah dan sedang dalam suasana hati yang buruk. Mataku sembab, tubuhku lemas, wajahku pun sudah kusut.
“Naya-ah”
Eomma menghampiriku yang sedang duduk di sofa
“Eomma”
“Aigoo, putriku..ada apa dengan dirimu nak? Apa ada masalah disekolah?”
“Ani..aku hanya sedikit lelah karena ini adalah hari yang panjang”
“Lalu, ada apa dengan mata mu? Apa kau menangis?”
“Ne eomma, tadi Sena mengajakku melihat drama yang sangat sedih. Hingga aku ikut menangis. Kami menangis bersama” dustaku
“Geure, naya-ah..ada sesuatu yang ingin eomma katakan padamu”
“Nde eomma, katakanlah”
Eomma mulai mebenarkan posisi duduknya dan mendekat padaku. Dapat kurasakan bahwa apa yang akan dikatakan eomma, bukanlah hal sepele.
“Naya-ah..Appa mendapat tugas dinas ke amerika selama 3 tahun. Dan kita semua akan ikut appa untuk pindah ke Amerika. Otte? Apa kau setuju? Kita akan pindah bulan depan”
“Mwo?? Jinjayo eomma?? Whoa…joha, aku tidak sabar untuk pindah kesana. Eomma, tak bisakah kita pindah lebih cepat? Seminggu lagi mungkin?!”
Aku senang. Aku senang karena tuhan mendengarkan doaku. Doa untuk pergi jau dari kai. Pergi ketempat dimana aku tak bisa melihat kai lagi. Aku rasa inilah jalan terbaik untuk memperbaiki patah hatiku.
“Mwo?? Kau tidak keberatan?”
“tentu saja tidak eomma. Aku sangat ingin ke Amerika. Kudengar, merupakan sebuah keberuntungan bisa tinggal di Negara seperti itu”
“Appa pasti akan senang mendengar hal ini. Tadinya kami khawatir jika kau tak mau ikut dengan kami” ucap eomma
Eomma terlihat senang dengan reaksiku yang sangat antusias untuk pindah ke Amerika. Mungkin ini memang terkesan bahwa aku pengecut. Yah, memang kuakui aku pengecut. Aku terlalu pengecut untuk menyadari bahwa cinta pertamaku bertepuk sebelah tangan.
“Aigo eomma, bagaimana bisa aku menolak kesempatan emas seperti ini. Hampir semua haksaeng yang ada di korea, ingin menjadi sepertiku”
.
.
.
1 Minggu kemudian
Pagi ini aku berpamitan dengan teman sekelasku. Appa telah selesai mengurus semua surat-surat kepindahanku. Sena menangis saat tiba saatnya kami berjabat tangan sebagai tanda perpisahan.
“Yak..Choi Na Ya, mengapa kau tega sekali padaku? Kita sudah berteman sejak kelas 1, dan sekarang kau akan pergi meninggalkanku, demi berkencan dengan bule Amerika. Nappeun” ucap Sena sambil menangis dan memelukku
“Sena-ya, mianata. Kau akan tetap menjadi teman baikku walaupun jarak tempat tinggal kita sudah jauh” kataku dengan suara bergetar
Ya, aku juga menangis sama seperti Sena. Terlalu banyak kenangan yang kulalui bersamanya. Dia adalah teman yang baik dan manis. Aku tak yakin jika aku bisa menemukan sahabat seperti Sena di kehidupan selanjutnya.
“Ne aro..Hiks” kata Sena sambil melepaskan pelukanku
“Uljima ne” kataku sambil mengusap air mata Sena
Sena mengangguk lemah. Aku sudah tau akan seperti ini jadinya. Huft, aku harus tetap pergi. Aku sengaja untuk menyuruh Sena agar tidak memberitahu Kai tentang keberangkatanku ini. Aku masih belum siap untuk bertemu dengannya. Sejak kabar hubungannya dengan Soojung, aku selalu menghindarinya. Aku mulai memberi jarak padanya, karena setiap aku melihatnya, rasanya akan semakin perih.
.
.
.
1 jam lagi pesawat tujuan Incheon-USA siap take off..hemm, saat ini entah mengapa perasaanku untuk meninggalkan Korea semakin berat. Kadang aku berharap Kai akan berlari menghampiriku untuk menyatakan cinta. Tapi aku tahu itu hanyalah harapan belaka. Kejadian seperti itu hanya ada di drama-drama. Sedangkan aku tidak sedang melakoni drama.
.
.
.
.
3 tahun telah berlalu, masa kerja appa di Amerika telah berakhir. Keluargaku juga sudah kembali lagi ke Korea. Saat ini aku sedang sibuk mencari kampus yang cocok buatku. Aku memutuskan u/ browsing di laptop, sekalian membuka SNS…tiba-tiba ada seseorang mengirim pesan padaku lewat SNS. Setelah kulihat lagi usernamenya, ternyata itu adalah Sena..Cheon Se Na. Aigooo, aku sangat merindukannya, sudah sangat lama kami tak berjumpa. Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padanya. Tanpa berpikir dua kali, aku langsung mengajak Sena untuk bertemu disebuah Caffe.
.
.
Hari ini aku bertemu dengan Sena di Caffe. Kami bercerita tentang banyak hal, salah satunya tentang Kai. Sena bercerita bahwa hubungan Soojung dan Kai hanya bertahan sampai 3 bulan, setelah kepergianku ke Amerika. Sena juga bercerita bahwa setelah putus dari Soojung, Kai tak pernah berpacaran dengan gadis manapun. Hal itu menimbulkan banyak spekulasi di SMA Jungwon. Sebagian dari teman-temanku dulu, berpendapat bahwa Kai tak bisa mencintai gadis selain Soojung. Sebagian lagi berpendapat bahwa Kai putus dengan Soojung, karena ia mencintaiku. Dan alasan Kai tidak memacari yeoja manapun adalah karena ia menungguku pulang dari Amerika. Kudengar dari Sena bahwa Kai juga selalu berusaha menghubungiku, tapi hasilnya sia-sia. Menurut Sena, Kai putus dengan Soojung karena dia mencintaiku. Tapi aku sudah tak peduli lagi.. sekarang Kai sudah pasti punya yeoja chingu. Dia pasti sekarang sudah kuliah, bukankah kampus selalu dipenuhi dengan ullzzang.
Tanpa kusadari, waktu sudah berlalu begitu cepat. Karena terlalu lama berbincang dengan Sena, aku jadi lupa waktu. Aigoo, aku terlambat masuk kampus. Padahal hari ini adalah hari pertama aku masuk di kampus korea. Ottokhe? Aku bahkan tidak tau ruangan teori psikologi. Tunggu, sepertinya aku bisa bertanya pada salah satu sunbae disini. Kulihat ada yeoja cantik sedang bediri di depan mading, sambil membaca sebuah artikel. Sepertinya dia adalah sunbae. Karena dibajunya terpasang pin bertuliskan “Semester V”. Di kampus ini memang semua mahasiswa diharuskan untuk memakai pin sesuai dengan tingkatannya. Rencananya hari ini aku juga akan mendapatkan pin bertuliskan “Semester II”
“Chogiyo..Sunbae, bisakah kau menunjukkan padaku dimana ruang teori psikologi?”
“Nde? Geure. Kau hanya tinggal lurus kedepan lalu belok kanan. Disitulah ruang teorinya”
“Kamsahamnida sunbae, annyong” ucapku sambil membungkukkan badan
“Ne” ucap yeoja itu sambil terus tersenyum.
.
.
.
Sigh! Aku ternyata sudah terlambat selama 45 menit dan tidak diijinkan memasuki ruangan. Aigo, mengapa dosen itu begitu menyeramkan. Aigoo…untuk menghilangkan rasa suntuk, akupun berjalan menuju kantin kampus.
“Ahjumma..ice cream vanilla coklat 1”kataku pada penjual ice cream di kantin
“Ahjumma..ice cream strawberry coklat 1”
Suara itu, aku mengenalnya. Aku langsung menoleh ke arah dimana sumber suara itu berasal. Tak pernah terbayangkan dalam benakku. Aku dan namja itu. Kini mata kami bertemu.
“Kau kuliah disini?” kata Kai yang mulai memecah keheningan yang ada
“Ne..Kau mengambil jurusan apa?” kataku canggung
“Hukum..bagaimana denganmu?”
“Psikologi..”
Kai menghela nafas sambil, menatapku. Kemudian dia bertanya kepadaku dengan nada tinggi
“Yakk Choi Na YA, neo jinja!! Wae? Mengapa kau pindah ke Amerika dan tidak bilang apa-apa padaku???..aku selalu menghubungimu tapi hasilnya sia-sia!” Ucap Kai dengan emosi
“Mian..”sahutku penuh rasa bersalah
“Apa kau sadar bahwa aku sangat mengkhawatirkanmu Choi Naya…”kata Kai
“Khawatir sebagai sahabat?…Ne arrayo…” kataku dengan mata berkaca2
“Ani, kau salah…Naya-ah, aku menyesal..sangat menyesal. Seandainya aku mengatakan padamu sejak wala bahwa aku menyukaimu. Mungkin rasanya tak akan seperih ini” kata Kai sambil menatap mataku
“Mwo? Apa aku tidak salah dengar?? Kau meyukaiku? Jika memang kau menyukaiku, mengapa kau lebih memilih Soojung dari pada aku?” kataku sambil mengimpoutkan bibirku
“Aku dijodohkan dengan eomma. Itu sebabnya aku mengatakan bahwa hubunganku denga Soojung terjadi begitu saja. Aku putus dengan Soojung karena dua faktor yang sangat mendesak. Yang pertama, aku menyukaimu. Yang ke dua, Soojung masih mencintai mantannya. Aku tak suka memaksakan perasaan orang lain. Tapi orang tua kita, bisa menerima semuanya. Bahwa aku dan Soojung tak bisa bersama”
“Mengapa baru sekarang kau mengatakannya padaku tentang perasaanmu. Omo, sejak kapan kau mulai menyukaiku?” tanyaku penuh curiga
“Aku menyukaimu sejak pandangan pertama, aku sengaja tak berterus terang padamu karena, kau tak mempunyai perasaan yang sama sepertiku”
“Pabooya…nado.. aku juga menyukaimu pada pandangan pertama. Aiisshh neo jinja!”
“YE?? Aku sangat terkejut. Ahh, chakanman..jika memang kau mencintaiku, mengapa kau mengatakan pada Sena bahwa kita hanya sahabat dan akan selamanya begitu”
“Kai-ah..kk kkau mendengarnya?” kataku dengan perasaan bersalah
“Ne majayo…waktu itu aku berencana mengajakmu ke kantin. Tapi aku malah mendengar kau berbicara seperti itu pada Sena. Itu membuatku buruk dan aku sengaja membatalkan niat untuk mengajakmu ke kantin”
“Kai-ah mianhe, saat itu aku sedang emosi… Geure, sekarang aku hanya ingin memastikan sesuatu padamu. Ehem, apa kau sudah memiliki yeoja chingu?”
“Ani..obta, aku selalu setia menunggumu untuk kembali ke Korea. Bagaimana denganmu?”
“Nado, aku belum bisa melupakanmu. Walaupun Amerika memiliki pria berkulit putih yang tampan” kataku dengan selera humor
“Aisshh, neo jinja. Geure..tak ada namja yang mau menunggumu seperti aku menunggumu” kata Kai bangga
“Eyyhhh..kau mulai lagi. Geumanhe” kataku
Saat ini suasana menjadi hening. Ehem apa mungkin ini yang dimaksud dengan suasana romantis?? Ahh, nado molla
“Lion Naya, maukah kau menjadi yeojachingu-ku?..”kata Kai sambil menatap mataku
“Ne. uri Kai chicken mania” kataku dengan sorot mata berbinar
Akhirnya aku dan Kai sudah menjadi sepasang kekasih. Semuanya terjadi begitu saja, seperti air mengalir.
“terkadang cinta sejati berawal dari PERSAHABATAN”
*FLASHBACK END*
Yeorobun…itulah serpihan kecil dari perjalanan cintaku. Otte? Apakah kalian juga melihat apa yang kulihat? Cinta, bisa menyatukan kembali 2 hati yang terpisah. Cinta sejati terkadang berasal dari orang terdekat kita. ^^

The End~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s