Confused? | Two Shot (1/2)

Image

Title : Confused?

Author : Piglet

Lenght : Two Shot

Genre : Romance a little, Comedy, Friendship.

Main Cast : Acha as Shin Neul Ra

Rafi as Song Soo Jae

MII as Oh Sehun

Support Cast : Arum as Kan Sung Chan

Razi as Kim Sang Bum

Genk Animal

WAJIB DIBACA!! :

Author akan memperpanjang FF ini! Jadi, kalo kepanjangan, tegur author dengan cara, ketik Nama, spasi BlaBlaBla. #Abaikan.

Dengan COMMENT! Okay!

Oyah, kalau readers enggak baca PROLOGnya, enggak bakalan ngerti cerita ini. Okay? Makanya, baek-baek ama authornye.

~ We start with friendship. However, we end this with meaningful love ~

DON’T COPAS, DON’T PLAGIAT, DON’T BE SILENT READERS!

“BRUKK”

Neul Ra menghempaskan dirinya ke kursinya di kelas.

Hanya dengan melihat Soo Jae saja,  Neul Ra sudah kehilangan moodnya pagi ini.

Seperti biasa,

hari yang menyebalkan bagi seorang Neul Ra.

“Hey, kau kenapa?” tanya teman sebangku Neul Ra, Hee Hee.

Neul Ra :”Biasa.”

Hee :”Ooh, Soo Jae, yah?” tanya Hee. Hati – hati.

Neul Ra :”JANGAN PERNAH MENYEBUT NAMANYA DIHADAPANKU LAGI!!!”  teriak Neul Ra, marah.

Hee :”Ba-Baik.” jawab Hee, takut.

“Ya, anak – anak, mari kita mulai belajarnya!” Sontak, semua anak menoleh (Kecuali Neul Ra), dan itu adalah suara guru mereka. Murid2 sekolah itu pun langsung duduk di kursi mereka masing2. Dan memulai pelajarannya dengan guru yang terkenal ‘sadis’ itu.

“KRING!”

Bel sekolah berbunyi menandakan saatnya istirahat bagi murid2 sekolah. Pelajaran tadi dimulai dengan lumayan lancar.

Neul Ra dan Genk Animal berjalan dengan santai menuju ke kantin.

Animal?

Itulah nama Genk Neul Ra. Yang terdiri dari,

Babi : In Chan

Panda : Hee

Kucing : Neul Ra

SKIP.

Saat sampai di kantin, Neul Ra membeli beberapa kue bolu. Setelah selesai membayar, Neul Ra berjalan menuju ke kelasnya, dan…

“BRUKK”

Neul Ra bertabrakan dengan seseorang.

Ra :”Hey! Kalau jalan— *Melihat siapa yang bertabrakan dengannya* Sun-Sunbae…..” ucapan Rara *Singkat aja ye namanya. Males nulisnya. AUTHOR YANG SATU INI JANGAN DICONTOH!* terhenti ketika melihat siapa yang ditabraknya.

Orang itu,

Pujaan hatinya,

Oh Sehun.

Sehun :”Kamu tidak apa2? Maaf, ini salahku. Harusnya aku tidak berlari, maaf.”

Rara :”…”

Sehun :”Hey, kau… tidak apa2 kan?”

Rara :”E-Eh? A-Aku? HaHaHa… aku gak papa, kok. HeHe.”

Sehun : Syukurlah… yasudah, aku pergi dulu. Hati – hati, yah, Shin Neul Ra!” Ucap Sehun, lalu berlalu pergi.

Tetapi, Rara masih mematung di tempatnya berdiri.

Rara :”Sehun sunbae…. tahu namaku?” jawab Rara dengan munculnya rona merah di sekitar pipinya. Hatinya seakan ingin meledak saat itu juga.

“Apakah ini mimpi? *Mencubit pipinya* Aww! Sakit! *Rara meringis* I-Ini, ini bukan mimpi!! INI BUKAN MIMPI!!” teriak Rara. Rara tidak memperdulikan murid2 yang sedang memperhatikannya dengan tatapan seolah – olah Acha itu gila.

Tiba – tiba……

“TUAN PUTRI!! JANGAN MENDEKATI ORANG YANG TIDAK ANDA KENAL!!” teriak Soo Jae marah.

“UNTUK APA KAU MENCAMPURI URUSANKU?! UNTUK APA?!” Jawab Rara marah, lalu berlalu pergi meninggalkan Soo Jae.

“TUAN PUTRI!! TUAN PUTRI!!”  Teriak Soo Jae marah, dan ikut pergi mengikuti Neul Ra.

Seberat apapun Rara menjauh dari Soo Jae, seberat itu pula Soo Jae mendekati Rara.

Confused?

Me-nye-bal-kan.

Penggalan kata itulah yang dipikirkan Rara sekarang.

Lagi, dan lagi.

Soo Jae, dan Soo Jae.

Soo Jae lagi. Soo Jae lagi.

Dua kata itu tidak pernah mau berpisah dengan Rara. Dua kata yang sangat menyebalkan bagi Rara.

“Hahh..” Rara hanya bisa menghembuskan napasnya pelan. Rara sangat terbebani oleh sikap Soo Jae. Sangat, sangat, dan amat terbebani. Rara hanya bisa pasrah, Rara hanya bisa berdoa, dan berharap agar semua ini tidak terulang kembali. Dan Rara hanya bisa memohon, agar tidak ada lagi suara Soo Jae yang menjengkelkan di sekitarnya. Rara ingin kembali ke kehidupan yang normal. Normal yang berarti tidak ada Soo Jae dimanapun Rara berada.

Tidak ada——  Soo Jae.

Detik telah ditendang jauh oleh menit. Dan menit pun telah ditendang jauh oleh Jam. Dan Jam telah merenovasi dirinya menjadi 8 Jam. *Apa ini? Abaikan.*

Waktu berlalu begitu cepat. Sudah 8 jam Rara menuntut ilmu di sekolahnya, yang tercinta itu. Dan sudah saatnya murid2 pulang sekolah. Rara berjalan dengan genknya, sambil bercanda ria. Melepas suara mereka, dan mengubahnya menjadi tawa yang menyenangkan, dan…

“Shin Neul Ra!!”

Teriak seseorang di belakang Rara. Rara pun menoleh, dan terkejut.

“Sehun sunbae?”

Sehun :”Rara, hai! Hosh.. Hosh.. *Sehun berlari untuk mengejar Rara, mengimbangi langkahnya dengan langkah Rara.*”

Rara :” H-Hai, Sunbae! Ke-Kenapa?” jawab Rara, gugup.

Sehun :”A-Ah, sunbae mau minta nomor handphone mu, boleh?” tanya Sehun tak kalah gugupnya.

Rara :”E-Eh? No-Nomor HP, ku? Untuk apa?” muka Rara memerah.

Sehun :”Untuk….. untuk menanyakan keadaanmu, aku takut, kalau lukamu terlalu parah. Berikan, yah?” Sehun lebay deh  -.-

Rara :”Ba-Baiklah.”

Rara pun memberikan nomor ponselnya, kepada Sehun. Sehun pun mengucapkan, ‘Terima kasih’, dan berlari menjauhi Rara.

“TUAN PUTRI!! Apakah anda terluka? *sambil memegang lengan Rara*” tanya Soo Jae.

Rara :”Lepaskan! Jangan pernah mendekatiku lagi!”

Soo Jae :”Tuan putri, saya melakukan ini hanya untuk keselamatan anda, hanya untuk itu!!”

Rara :”Tidak ada yang mau menculikku! Sekarang pergi!!”

Soo Jae :”Tapi—-”

Rara :”Tidak ada tapi – tapian!!”  jawab Rara marah, dan langsung pergi dari Soo Jae.

“Tuan Putri….”  gumam Soo Jae, sedih.

Di sisi lain…..

“Bagaimana, Sehun?” tanya seseorang kepada Sehun. “Yah, seperti biasa. Cewek memang mudah untuk diperdaya.” jawab Sehun. “Okay, aku punya satu permintaan lagi.” pinta seseorang itu. “Apa? Ingat, ini permintaan terakhir. Setelah itu, kembalikan mobilku.” jawab Sehun. “Okay, permintaan itu adalah, buatlah dia menjadi kekasihmu.” “Tidak masalah. Aku pergi.” Sehun pun pergi dari tempat itu.

“HaHaHaHaHaHaHaHaHa……….”  suara tawa orang itu menggema.

“Shin Neul Ra, kau hanya boneka. Lihat saja bagaimana kau akan dipermainkan.”  kata orang itu,  jahat.

Confused?

Neul Ra baru pulang sekolah. Capek. Lelah. Itulah yang dirasakan Neul Ra sekarang.

Dan tanpa disangka, Sehun meminta nomernya. Bukankah itu berlebihan?

“You Have New Message”  HP Neul Ra berbunyi, menandakan ada SMS masuk. Neul Ra pun membacanya.

From : 08**********

Neul Ra-ya, ini aku, Oh Sehun. Simpan nomerku.

Ternyata itu Sehun. Pujaan hati Neul Ra. Orang yang selama ini Neul Ra damba – dambakan. Senang? Bahagia? Mimpi terwujudkan?

Ya, pasti.

To : Sehun

Baiklah, sudah.

From : Sehun

Ooh, makasih. Oyah, apa kau ingin menjadi pacarku?

Hati Neul Ra sekarang seakan sudah melebur menjadi abu gara-gara SMS Sehun tadi. Tetapi…

Neul Ra bingung. Ada sesuatu, yang mengganjal di hatinya sekarang ini. Neul Ra senang, karena Sehun menembaknya, tetapi…

Mengapa semudah itu?

Bukankah, menyatakan rasa suka kepada lawan jenis itu,

Sulit?

Bukankah?

Atau perkiraan Neul Ra salah?

Tetapi, yang pasti, Neul Ra merasa aneh.

Neul Ra bingung. Apakah ia harus menjawab ‘iya’ atau ‘tidak’.

Dan akhirnya…

To : Sehun

Maaf, sunbae. Aku tidak tahu apa yang harus kujawab. Aku masih, bingung.

From : Sehun

Ah, begitu. Yasudah. Aku akhiri dulu SMS ini. Bye. See you tomorrow ~_~.

To : Sehun

Ne. Bye.

Mereka pun mengakhiri percakapan lewat media elektronik itu.

Neul Ra baru sampai di sekolah. Dan seperti biasa,

“TUAN PUTRI!! HATI2! MARI SAYA ANTAR!”  teriak  Soo  Jae.

Neul Ra berhenti. Dan…

Rara :”Soo Jae, dengarkan aku.”

Soo Jae :”Soal apa?”

Rara :”Berhenti menggangguku,  MAKHLUK AUTIS!”

Soo Jae :”A-Apa? Ma-Makhluk autis? Kau keterlaluan tuan putri!”

Rara :”Keterlaluan? Cih! Kau memang autis! Kau aneh, kau jelek, kau pendek, dan kau mempunyai PANU!!  *Apa deh ini author? Abaikan -_-*   Itu menjijikan!! Dan sekarang, PERGI DARI HIDUPKU DAN JANGAN MENGGANGGUKU LAGI!!”

Neul Ra pergi, dan langsung masuk ke kelasnya. Sementara,

Soo Jae,

Bagaimana dengan,

Soo Jae?

Soo Jae masih terpaku di tempatnya berdiri. Mata bulatnya mulai berkaca-kaca.

“Apakah… apakah tuan putri membenciku sampai segitunya? Baiklah, aku akan menjauh.”  Gumam Soo Jae,

Serius.

Confused?

Seperti biasa, Neul Ra pergi ke sekolah. Saat Neul Ra turun dari mobil Audy nya, *Keren banget! Mobilnya, AUDY!*

Serasa aneh… Hidup Neul Ra sekarang, terasa aneh….

Seperti ada yang kurang dikehidupannya.

Kurang?

Ya, kurang. Kurang tanpa adanya,

Song Soo Jae.

Teriakannya,

Keberadaannya,

Suaranya,

Mukanya,

Segala sesuatu yang ada di diri Soo Jae,

Neul Ra, merindukannya. Sangat merindukannya.

Ini memang salah. Tetapi, Neul Ra mengakuinya.

Dia, benar-benar merindukan Soo Jae.

Bukan sebagai, musuh bebuyutan Neul Ra. Tetapi, sebagai teman.

Teman yang mengkhawatirkannya,

Teman yang memperdulikannya, Teman yang,

Neul Ra rindukan keberadaannya.

Neul Ra bergegas ke kelasnya. Rencananya, ia ingin meminta maaf kepada Soo Jae, di sore hari nanti.

Saat melewati kelas Sehun, Neul Ra berhenti. Neul Ra melihat, Sehun sedang tertawa dengan temannya, Xi Luhan. Neul Ra tersenyum melihat mereka. Saat Neul Ra ingin melanjutkan langkahnya, ia mendengar…

Sehun :”Hahaha, yang namanya Shin Neul Ra itu, bodoh banget. Gue kan cuman main Truth Or Dare sama Sung Chan, eh, dia percaya aja kalau gue boongin dia. Bodoh banget, dah.”  *Maap buat penggemar Sehun, maap banget yah*

Luhan :”Keterlaluan banget lu, Hun. Sung Chan juga, jahat banget. Kasian tahu Neul Ra.”

Sehun :”Ngapain dikasihanin, banci? Lagian, kalau gue enggak ngelakuin itu, mobil sports gue yang warna merah, diambil ama Sung Chan. Pikiran loe dangkal banget, dah.”

*SEKALI LAGI, AUTHOR MEMINTA MAAF KARENA BAHASA YANG TIDAK SOPAN INI. JIKA ITU MENGGANGGU, MOHON KRITIK AUTHOR DENGAN CARA MENGCOMMENT. TERIMAKASIH.* *Maap ye, bahasanya begono. Soalnya, ini kan MEN TO MEN. Peace men.*

Pada saat itu…

Hati Neul Ra…

Benar-benar sakit.

Matanya berkaca-kaca.

Ternyata, ada kebenaran dibalik pernyataan Sehun tadi malam. Kebenaran yang menyakitkan.

Neul Ra berlari pergi menjauh dari kelas Sehun.

Neul Ra mengubur dalam rasa sukanya terhadap Sehun.

Mengubah rasa sukanya, menjadi kebencian yang teramat dalam.

Lihatlah, Sehun, Sung Chan. Kalian telah membuat hatiku seperti dicakar-cakar oleh binatang buas. Aku ingin membalasnya. Aku ingin membalasnya dengan yang lebih pedih dari itu. Menyakiti perasaan seorang wanita itu, benar-benar tidak manusiawi. Tanpa wanita, kalian mau apa? Kalian bukan apa-apa di dunia ini tanpa adanya wanita. Lihatlah nanti. batin Neul Ra.

Confused?

Sore ini, Neul Ra ingin meminta maaf pada Soo Jae, seperti janjinya pada pagi tadi. Soo Jae pun lewat dihadapannya, Neul Ra pun memanggilnya, lalu Soo Jae pun secara refleks menoleh, dan Neul Ra pun menghampiri Soo Jae.

Rara :”Soo-Soo Jae-ya..”

Soo Jae :”Ne?”

Rara :”A-Aku… Ma-Maafkanlah aku..”  saat mengatakan kata ‘maaf’ kepada Soo Jae, entah kenapa rasanya Neul Ra ingin sekali menangis. Mengingat kata-katanya kemarin kepada Soo Jae, Neul Ra rasanya ingin menangis. Mata bulat Neul Ra pun berkaca-kaca…

Soo Jae :”Iya, aku maafkan. Hey? Kau kenapa? Kau.. ingin menangis, ya? Menangislah. Jangan ditahan. Kau seperti orang idiot, tahu tidak? Kalau begitu, peluklah aku. Dan menangislah sepuasnya.” Mata Neul Ra langsung membulat saat mendengar perkataan Soo Jae.

Rara :”Kau gila?! Aku tidak mau! Pergi kau!”

Soo Jae :”Aku gila? Ya, aku gila. Maka dari itu, datanglah ke pelukanku, honey bunny sweety. * Author mulai sarap bikin cerita kayak begini.*”

“BUG!”  Neul Ra menendang kaki Soo Jae kuat.

“Aaaaaa!”  Soo Jae meringis kesakitan.  “Hahahaha” Neul Ra tertawa lepas. “Rasakan!” lanjut Neul Ra, lalu berlalu pergi.

“Shin Neul Ra, yang penting bagiku, kau sudah tertawa. Aaaaa! Tetapi, ini benar-benar sakit!!”  gumam Soo Jae.

Semenjak sore itu, hubungan Soo Jae dengan Neul Ra semakin dekat. Sekarang, Neul Ra punya rencana. Yaitu,

Mempermainkan, Oh Sehun.

Rencananya, seperti ini, Neul Ra tetap contact2-an dengan Sehun, tetapi Neul Ra tidak pernah mau menerima Sehun sebagai pacarnya. Karena, perjanjian Sehun dengan Sung Chan adalah…

Kalau Sehun berhasil membuat Neul Ra sebagai pacarnya, mobil sports milik Sehun, akan dikembalikan. Tetapi, kalau tidak berhasil, mobil sports milik Sehun, masih berada ditangan Kan Sung Chan.

Bukankah itu…..  Benar?

Dan satu kebenaran lagi, bahwa Oh Sehun, menyukai Kan Sung Chan.

3 bulan sudah berlalu…

Neul Ra masih tetap contact2-an dengan Sehun. Dan pada hari ini, Neul Ra akan bilang yang sebenarnya, bahwa Neul Ra,

melakukan ini, hanya untuk membalas dendam.

D-Day..

Tibalah saatnya Neul Ra, untuk mengungkapkan kebenaran yang selama ini, ia pendam. Kebenaran, yang sebenarnya.

Neul Ra dan Sehun sudah berada di taman sekolah, dan…

Rara :”Sunbae, aku tidak akan pernah mau menjadi pacar sunbae.”

Sehun :”Kenapa? Kalau kau mau menjadi pacarku, kita bisa naik mobil sports milikku, bukan?” ucap Sehun,  NGELES. Camkan, NGELES. Dasar Oh Sehun. -_-

Rara :”Tch! Mobil sports? Yang mana? Yang disita oleh Kan-Sung-Chan?!”  ucap Neul Ra dengan meninggikan suaranya.

Sehun :”A-Apa? Kan Sung Chan? Siapa itu? Nama hewan?”  *Sung Chan : Heh! Sehun! Ati – ati lu ye, kalo ngomong!!*  *Helep readers!! Kan Sung Chan turun tangan nih!! TIDAK!! Abaikan. -_-*

Rara :”Apa sunbae bodoh?”

Sehun :”Neul Ra-ya! Kau bilang apa?!”

Rara :”Atau, sunbae pura-pura tidak tahu? Yang jelas, AKU SUDAH TAU RENCANA BUSUKMU ITU, SUNBAE BAJINGAN!!”  *Maap bahasanya readerdeul*

Sehun :”APA? BAJINGAN?! SIALAN INI BOCAH!!”

Rara :”BOCAH?! YA, KALAU AKU BOCAH LALU KENAPA?! MASBULOH?!?!”  *Yeeee, ini Neul Ra, udah tau lagi adegan marah-marah, masih sempet aja pake kata-kata ‘masbuloh’*  *Neul Ra : AUTHOR PIGLET!! Author kan yang bikin skenarionya!! Dasar dodol lipret nih author!!*  *Author : Author bukan dodol lipret.. tapi author itu dodol manis..*  *Neul Ra : Hah? What the? Au ah! Gue kasih bulu keteknya Choi Siwon juga dah!!*  *Author : Jangan dong… kalo dikasihnya bulu ketek Lee Soo Man, author pasti mau..*  *Neul Ra : Sarap juga nih author. -_-*

“PLAKK!”  Neul Ra mendaratkan telapak tangannya di pipi mulus Sehun. A.k.a tamparan.

“TERIMA INI, PANU!!  *?*”  ucap Neul Ra marah, lalu pergi. Tadi masbuloh, sekarang panu. Ya ampun. Author bikin cerita absurd amat dah. Hellow.. ini lagi konflik.. kenapa ada panu segala, cantik? Hadeuh…

Confused?

Baru kali ini, Neul Ra merasakan, hidupnya benar2 menyenangkan.  *Author : Seneng kenapa? Gara2 udah bilang ‘masbuloh’ ama ‘panu’ yaa?*  *Reader : Author! Please deh.. bisa diem gak?!*

Fine! Author diem.

Hidup Neul Ra sekarang lancar, tanpa gangguan Sehun, dan juga Sung Chan.

Di sisi lain…

Sehun :”Sungie-ya, aku tidak bisa melanjutkan dare ini. Aku tidak sanggup.”

Sung :”Kenapa?”

Sehun :”Karena, aku tidak sanggup saja. Bagaimana, kalau dare ini, kita ganti menjadi, aku harus mendapatkan hatimu, Sungie-ya..”

Sung :”A-Apa?”

Sehun :Sungie-ya… aku suka padamu. Karena kau… spesial di mataku. Maukah kau menjadi pacarku?”

Sung :”A-Aku….”

Sung Chan bingung.

Sung :”Aku butuh waktu.”  Ucap sung Chan, lalu pergi meninggalkan Sehun.

Sehun :”Andai saja, kau membalas perasaanku, dan menerimaku. Membuat semua yang ada, menjadi lancar.”  gumam Sehun sendirian.

“KRING!!” bel sekolah berbunyi, menandakan saatnya pulang sekolah.

Neul Ra bersenandung, menikmati kehidupannya yang baru itu, sambil mengobrol dengan Soo Jae.

Soo Jae :”Tuan putri, besok kau masuk kan?”

Rara :”Aku tidak tahu. Mungkin, masuk. Jika aku tidak sakit.”

Soo Jae :”Sakit?”

Rara :”Uhuk… Uhuk… *Batuk boongan -_-*”

Soo Jae :”Tuan putri, anda sakit?

Rara :”Sepertinya, Uhuk… Uhuk… *Neul Ra berbicara dengan suara serak yang dibuat-buat.*

Soo Jae :”Baiklah, kalau begitu. Saya tidak akan masuk sekolah besok. Saya akan merawat anda.”

Rara :”Apa?! Tidak-tidak!! Aku sudah sehat!!

Soo Jae :”Tapi—”

Rara :”Aku pulang dulu!!”  potong Neul Ra, dan langsung pergi meninggalkan Soo Jae.

Soo Jae :”Tuan putri! Tunggu!”  Soo Jae pun menyusul Neul Ra.

Alasan sebenarnya mengapa Neul Ra batuk dengan disengaja adalah, dia senang diperhatikan, dia senang dikhawatirkan. Siapa sih, orang yang tidak senang jika diperhatikan? Pasti semua orang senang.  *SOTOY BANGET Authornya!! Author : Emang harus SOTO AYAM dong.. eh, maksudnya emang harus SOTOY dong… biar keliatan kece gitu lho…  Reader : Kece darimana? -_-*

Di sisi lain…

“Cih! Shin Neul Ra, kau begitu senang rupanya.”  gumam seseorang yang tidak lain adalah Kan Sung Chan.

Dan tiba-tiba, seseorang masuk ke ruangan tempat Sung Chan berada, dan memegang tangan Sung Chan, lalu mengajaknya keluar ruangan.

Sung :”Apa yang kau lakukan?! Sehun? Mau apa kau?!”  ternyata orang itu adalah Sehun.

Sehun :”Apa yang kau lihat dari jendela tadi?! Siapa?! Neul Ra?!”

Sung :”Bukan urusanmu!!”

Sehun :”Semua hal yang bersangkutan denganmu itu, juga urusanku! Mengerti?!”

Sung :”Aku tidak menyukaimu!! Pergi jauh-jauh dariku!! Dan alasan sebenarnya mengapa aku membuat dare itu adalah…..”  Sung Chan terhenti.

Sehun :”Apa?”

Sung :”Karena… aku benci Neul Ra. Aku benci dia. Aku mau Neul Ra menjauh dari Soo Jae!”

Sehun :”A-Apa? Menjauh dari siapa? SONG SOO JAE?!?!”

Sung :”Iya, karena aku… menyukai Song Soo Jae.”

Sehun :”APA?!?!”

TBC

Gimana gimana? Sesuai harapan? HaHaHa, kepanjangan gak? Enggak kan? Penasaran sama kelanjutannya? Tunggu aku ngepost ya, HeHeHe. Comment yah, reader. Makasih.

One thought on “Confused? | Two Shot (1/2)

  1. Kok sepi thor comment nya??? rebutan deh tuh cinta segi empat -_- biar ga confused sehuna sama aku aja ;;) *lho·_·* Author fighting terus ya ngelanjutin nya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s