Nothing Is Impossible! Part. 4

Image

Title : Nothing Is Impossible!

Author : Piglet

Main Cast : Park In Chan (OC), Huang Zi Tao, Kim Myung Soo (L).

Support Cast : Find it!

Genre : School Life , Romance, Friendship.

Lenght : Chaptered

Summary : Tidak ada yang mustahil di dunia ini!

Okay,  DON’T BASH, DON’T PLAGIARISM, DON’T COPAS

Author POV

In Chan masih terjaga dari tidurnya, In Chan takut, jika ia terlelap tidur, apa yang akan terjadi pada dirinya? Dimakan macankah? Atau diinjak gajahkah? *Oke, author akui, In Chan memang lebay.*

Huang Zi Tao side..

Tao mencari-cari In Chan dengan perasaan cemas. Sangat cemas. “Park In Chan!! Dimana kau?!” teriak Tao dengan gelisah. Tao terus mencari di kegelapan malam…

Kim Myung Soo side…

Myung Soo pun sama dengan Tao, Myung Soo juga mencari In Chan dengan digelayuti perasaan cemas juga. Pikiran Myung Soo sangat kacau. Di dalam pikirannya hanya tertulis kata-kata, “Aku harus menemukan In Chan apapun yang terjadi.” .

Chan POV

Tuhan… apa yang harus kulakukan? Aku sangat takut… Tolong, tolong aku sekarang juga!

“Srek..Srek..”

Tu-Tunggu, Bu-Bunyi apa itu…….?

“Srek..Srek..”

Tuhan… tolong aku…. aku sa-sangat takut tuhan…..

“Srek..Srek..”

Tuhan!!

Author POV

Suara dibalik semak-semak itu membuat In Chan takut setengah mati. Tiba-tiba…

“In Chan-ah!!” seseorang memanggil In Chan. In Chan menengok ke arah suara itu. Zi Tao. Ya, Tao ternyata sudah berhasil menemukan Chan. “Kau siapa?” gumam Chan. Ternyata Chan tidak bisa melihat dengan jelas karena mereka berdua sedang berada di hutan yang gelap gulita. “Kau dari mana saja?! Kami semua mengkhawatirkanmu tahu! Kau bodoh?!” bentak Zi Tao marah. “Ma-Maaf. Maafkan aku… Maaf.. Hiks..” In Chan menangis di dalam dekapan Tao. Suara isakannya yang menjadi latar belakang suasana itu. “In Chan-ah, kau… menangis? Yak! Jangan menangis bodoh! Aku tahu itu hanya akting bodohmu!” ucap Tao marah. Tetapi, In Chan tidak menanggapi ucapan Tao, saking takutnya, In Chan sampai menangis. “Hey……. Park.. In..Chan..? Kau baik-baik saja? Hey? Mari kita kembali ke resort.” ajak Tao “Maaf..maaf.. hiks.. a-aku tau aku salah..hiks. Tetapi, maafkan aku.” jawab Chan masih menangis *Kok In Chan kayak Cegukan, ya? Abisnya.. ‘Hiks Hiks’ melulu sih.. Ampun Deh. Abis itu, In Chan juga enggak tau kalau Tao yang nemuin dia. Ngapain pake minta maaf? Dasar aneh.* “Minta maafnya nanti saja. Mari kita kembali.” ucap Tao. In Chan pun berdiri. Tao membopoh In Chan. Bopohnya kayak gini..

drama

*Yang kayak gini lho.*

In Chan masih menangis. In Chan merasakan hangatnya tubuh Tao malam ini. Tak lama kemudian, In Chan terlelap tidur di dalam dekapan Tao.

Matahari sudah menampakkan dirinya di ufuk timur. Chan menggeliat, berusaha tersadar dari mimpi anehnya itu. Dikejar oleh sosis raksasa. Ya, semalam, Chan bermimpi ia sedang dikejar oleh sosis raksasa. *Oke, mimpi dikejar oleh sosis raksasa adalah mimpi author. Fakta.* Chan akhirnya bangun. Chan membuka matanya perlahan. In Chan sadar, ia bukan berada di dekapan Tao lagi. Melainkan di kasur kamar resortnya. Chan bangun, Chan menoleh ke samping, mengecek untuk melihat jam berapakah ini. Ternyata masih jam 05.45. Chan pun mengambil jaket, lalu pergi keluar menikmati angin pagi Pulau Jeju.

Chan berjalan sendirian di tepi Pantai Pulau Jeju. Chan melihat ke arah depan. Chan melihat siluet seseorang yang sedang duduk di tepi pantai. Chan mendekati siluet itu. Dan orang itu adalah Kim Myung Soo.

“Myung Soo ssi.” Chan memanggil Myung Soo. “Eo? Ah, In Chan.. duduklah.” jawab Myung Soo

Chan :”Tanpa kau suruh duduk aku pasti juga akan duduk di sampingmu.” Myung Soo tertawa.

Myung Soo :”Bagaimana? Tidurmu nyenyak?”

Chan :”Iya. Nyenyak sekali malah.”

Myung Soo :”Ooh.”

Chan :”Hah…Ah! Myung Soo ssi, terima kasih.”

Myung Soo :”Apa? Terima kasih untuk apa?”

Chan :”HaHaHa, kau lucu. Aku berterima kasih karena kau sudah membopohku sampai ke resort malam itu. Terima kasih.”

Myung Soo :”Eh? Ya ampun In Chan, sepertinya kau salah orang. Bukan aku yang membopohmu sampai kemari. Melainkan….” Myung Soo terhenti.

Chan :”Melainkan?”

Myung Soo :”Zi Tao.”

Chan :”A-Apa?! A-Aku harus berterima kasih padanya. Aku pergi dulu Myung Soo ssi!” In Chan langsung bergegas pergi mencari Tao, meninggalkan Myung Soo yang sedang duduk di tepi Pantai Pulau Jeju.

Chan berlari kesana kemari. Mencari Tao. Chan akhirnya berhenti setelah sekian lama mencari keberadaan Huang Zi Tao itu. Chan melihat Tao. Tao sedang duduk di tepi Pantai Pulau Jeju. Tetapi anehnya, Tao itu bukan duduk sambil melihat ke arah matahari seperti yang dilakukan oleh Myung Soo tadi. Tetapi… Tao sedang….

Membuat Istana Pasir.

In Chan terbelalak kaget. Tao.. kekanak-kanakan sekali. In Chan menghampiri Tao. “HaHaHaHaHaHaHa! Kau sedang apa? Membuat Istana Pasir? HaHaHa.. ya ampun, Tao-ya, kau bukan anak-anak lagi tahu!” ucap In Chan sambil tertawa terbahak-bahak. Tao menatap In Chan sebal. Chan menghentikan tawanya. Lalu duduk, di sebelah Tao yang sedang membuat Istana Pasir.

Chan :”Tao-ya, kalau ini masih berlaku.. Maaf telah membuatmu repot karena sudah membopohku semalaman. Dan terima kasih, karena sudah menemukanku di hutan tadi malam.”

Tao :”Hah.. kau tau.. tubuhmu sangaaaaaaaaaat berat!! Lengan tanganku saja sampai sakit! Dasar Babi! Kau ini makan apa saja sih?! Kau itu gendut sekali tahu!!”

Chan :”Yak! Kau saja tidak protes waktu membopohku dari kelas menuju Rumah Sakit Sekolah. Lalu mengapa sekarang kau protes hah?!”

Tao :”HaHaHaHaHaHa.. aku hanya bercanda Babi.” Tao tertawa.

“DEG!”

Jantung Chan berdetak tak karuan saat Tao tertawa tadi.

Chan :”A-ah.. bercanda, yah? HeHe, maaf aku telah marah. Oyah, pada saat kau menemukanku tadi malam, baru kali ini kudengar kau memanggil namaku.”

Tao :”Iya, betul juga. Karena aku terlalu mengkhawatirkanmu semalaman, tanpa sadar aku menyebut namamu.”

Chan tersipu malu. Muncul semburat merah di pipi Chan.

Chan :”A-Apa? Ter-Terlalu mengkhawatirkanku?”

Tao :”Tetapi.. aku lebih nyaman kalau aku memanggilmu dengan sebutan ‘Babi’.”

Chan :”A-Apa?! Ba-Babi?! Tidak mungkin!! Manusia cantik nan imut yang seperti malaikat ini kau samakan dengan Babi?! BABI?!”

*In Chan, author sangat suka Babi. Kenapa kau tidak suka? -_- Babi kan Perfecto! >Tiba-tiba author berubah jadi orang italiano -_-<*

Tao :”Apapun yang terjadi… aku akan memanggilmu Babi.”

Chan :”Ah! Aku bisa gila kalau bersamamu! Aku pergi!” Chan pun bangun, lalu pergi. Chan baru berjalan 2 langkah. Chan menengok, melihat Zi Tao. Chan pun mengeruk pasir dengan tangannya, lalu melemparkan pasir itu ke badan Zi Tao.

“BUK!”

Pasir itu tepat mengenai badan Zi Tao. Tao pun menengok ke arah In Chan yang habis melempar Bola Pasir ke badannya. In Chan tertawa terbahak-bahak melihat bola pasir lemparannya tepat mengenai badan Zi Tao. Tao tidak tinggal diam. Tao pun melemparkan bola pasir ke arah Chan juga. Bola pasir lemparan Tao tepat mengenai badan In Chan. Sama dengan In Chan, Tao pun tertawa terbahak-bahak.

In Chan melempar lagi, Tao melempar lagi, Mereka melempar, melempar, dan melempar… Permainan Bola Pasir Lempar itu pun mereka teruskan. Entah sudah ke beberapa kalinya mereka melempar, tetapi yang ada, mereka tidak bosan. Melainkan hanya terus melempar. Pagi itu, mereka mewarnai pagi mereka dengan kata ‘Melempar’.

Semua murid sedang makan di restauran resort Pulau Jeju. Pemberitahuan guru tadi pagi membuat mereka malas mengerjakan apapun. Pasalnya, liburan di Pulau Jeju yang harusnya di jalankan selama 2 hari, diubah menjadi satu hari. Karena kejadian In Chan menghilang membuat para guru khawatir, jadi rombongan dari sekolah In Chan pun akan pulang sore nanti. *In Chan sih.. -_-*

In Chan sudah pulang dari liburannya. In Chan membaringkan tubuhnya di kasur tercintanya itu. In Chan tertawa sendiri mengingat permainan Bola Pasir Lempar yang ia mainkan dengan Tao pagi itu. In Chan menutup matanya. Membiarkan mimpi menggentayanginya.

“Semoga.. hari esok sama indahnya dengan hari ini. Aku harap,” batin Chan, sebelum tertidur.

TBC

Hello Hello My Readers! Sepertinya FF TwoShot nya agak lama di postnya. Harap menunggu sebentar! Dan, kalau author sudah mengepost FF TwoShot terbaru, nanti FF Nothing Is Impossible! TERPAKSA author berhentikan dulu. Harap menunggu yah. Bye Bye! Kritik dan saran, sangat diperlukan.

4 thoughts on “Nothing Is Impossible! Part. 4

    • IYA! AUTHOR KEMBALI JUGA! MAKASIH UDAH MENUNGGU AUTHOR SEKIAN LAMA YAA! NADO BOGOSHIPPEO!! Iya, maaf ya, udah lama gak dateng. Dan maaf juga, nothing is impossiblenya aku berhentiin dulu soalnya aku pengen ngepost FF Two Shot. Mianhae!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s