Love You In Silence | Chapter 2

ll

TITLE  : LOVE YOU IN SILENCE

Author : Bubble Ziz

Cast : – Nam Min Ji (Me)

-Luhan

-EXO

-Alex

Genre : Romance, School, Sad

Lenght : Chaptered

Discleimer : This is real my inspiration. Sorry if find typo’s. Don’t plagiat!. Bagi yang suka tolong tinggalkan kritikannya yah

Chapter 1 klik disini

Aku kembali bersikap normal pada min ah. Kini yang harus kulakukan adalah menenangkan diri dengan pergi ke gym. Huh aku sungguh lelah hari ini.

“aku akan pulang sekarang, jadi-“

“kau lupa perjanjian kita?” min ah tersenyum miring. Ah aku baru ingat bahwa aku harus menemaninya pergi.

“tapi aku-“

“tak ada tapi-tapian. Kau harus ikut denganku hari ini” min ah memaksaku duduk kembali. Kau memang pintar! Aku akui kecerdikanmu mengalahkanku!

Jam pulang berbunyi. Min ah tak lupa mengingatkanku untuk siap-siap nanti malam. sejujurnya aku tak ingin pergi dengannya, tapi seorang keluarga nam selalu menepati janji yang telah dibuatnya.

“jangan lupa nanti ya?” sahut min ah setelah melihatku naik sepeda. Semua orang menatapku. Yah mungkin mereka heran kenapa aku memakai sepeda kesekolah padahal disini sekolah elit yang hanya konglomeratlah bersekolah disini. Tapi apakah itu penting memakai mobil atau tidak? Bahkan aku bisa membawa helikopterku kesini, sayangnya aku tak memiliki sifat sombong.

Sesampai dirumah aku langsung berlari menuju kamar. Semua maid menatapku degan heran. sebelum benar-benar masuk aku menyuruh ahjumma menyiapkan pakaian untukku. Ahjumma adalah orang yang selalu mengurus styleku setiap harinya.

Tok..tok..tok…

“masuklah” sahutku dari dalam. Ahjumma masuk membawa beberapa pakaian. Diantaranya baju kaos berawrna putih dan ada juga gaun diatas lutut. Pastinya aku memilih baju kaos.

Tiba-tiba seorang maid datang “Agassi, teman anda sudah datang. Namanya min ah” tuturnya. Aku mengangguk “yasudah, biarkan dia masuk”

Cukup lama bersiap-siap ternyata min ah sudah berdiri didepan pintu. Dia terus menatapku yang masih mengatur rambut yang sungguh merepotkan ini.

“apa yang kau lihat?” gerutuku. Min ah tersenyum “kau terlalu serius. Ayo senyumlah” min ah mencubit pipiku hingga memerah. Ahjumma hanya tertawa begitupun dengan maid lainnya.

“kalian keluarlah dulu” pintahku. Ahjumma akhirnya keluar. Sekarang hanya aku dan min ah

Min ah duduk disampingku seraya mengambil lip berwarna merah muda “kau harus menuruti perintahku hari ini, janji?” min ah memberikan jari kelingkingnya padaku “tidak, aku yakin kau akan berbuat yang aneh” ungkapku jujur. Min ah tersenyum “janji?” tanyanya lagi. Aku menghela nafas, gadis ini memang sangat berani “yasudah, aku janji!”

Setelah semuanya benar-benar siap aku bertanya pada min ah tentang sesuatu yang mungkin tak disangkanya

“kita naik mobil atau motor?” tanyaku. Min ah memelototiku dan tersenyum miring “motor lebih seru!!” teriaknya

“ahjumma? Mana kunci motor?”

Ahjumma langsung memberinya padaku. Tapi sekretaris park langsung mengambil kunci itu kembali

“kami akan mengantarmu” jelasnya

“aku tak ingin diantar ataupun dikawal hari ini. Berikan kuncinya!!”

“tapi Agassi-“

“ah sini!!” aku mengambil paksa kunci itu kemudian melukiskan senyum pada sekretaris park. Hanya dengan senyuman semua orang luluh padaku.

“berhatihatilah Agassi. Jika terjadi apa-apa kau harus menghubungi kami” pintah sekretaris park

“ya aku mengerti”

Sesampai diluar aku melemparkan kunci motor pada min ah. Ia tampak kaget kemudian tersneyum

“aku tak bisa mengendarai motor” jelasnya. Mataku langsung berubah menatapnya dengan tajam

“kalau kau tak bisa mengendarai motor kenapa kau memilih motor?” kesalku. Min ah hanya tersenyum menanggapiku. Hmm baiklah terpaksa aku yang harus mengendarainya

“berikan kuncinnya”

“kau bisa mengendarai motor?” min ah tampak tak percaya.

“apa yang tak bisa aku lakukan huh?” aku tersenyum dan mulai menyalakan motor ini. Min ah bertepuk tangan “cepatlah” teriakku diikuti dengan suara motor ini.

Motor yang aku beli diamerika. Berwarna hitam metal dan juga hanya 2 orang yang bisa menaikinya. Ini seperti motor ninja tapi mungkin ini lebih baik.

“yak!!! Pelan sedikit!” teriak min ah yang masih berusaha memelukku untuk menjaga nyawanya

“pegang yang erat!” teriakku. Min ah langsung meremas perutku

“yak!!! Tak usah sekeras itu!!” pekikku kesal. Min ah hanya tertawa

“semua orang melihat kita” jelas min ah

“jadi kenapa? Biarkan saja mereka”

“arrasseo, sekarang aku mengerti seberapa tenangnya kau”

Akhirnya kami sampai disebuah gedung yang bisa dibilang megah. Aku memarkirkan motor dibawah, sementara min ah kusurh menunggu didalam. Dia sungguh lucu ketika pusing tadi. Lain kali aku akan lebih mengerjaimu.

Ketika hendak berjalan kelantai atas tiba-tiba sekumpulan namja menghalangi jalanku. Aku berjalan menghindari mereka tapi mereka tak memberiku pilihan selain terus menghalangi jalanku

“apa yang kalian inginkan?” tanyaku datar. Mereka langsung tertawa bersamaan

“gadis cantik sepertimu tak pantas sendirian. Ayo ikut kami” ucap salah seorang diantara mereka. Sial! Kalian pikir aku semurah itu

“lebih baik kalian pergi selagi aku bisa santai”

“wow, santai katamu? Bawa dia” pintah seorang namja yang berada dibelakang. Mau bagaimana lagi..

Brukkk…brukk…brukk…

“aku sudah bilang untuk segera pergi selagi aku masih santai” aku tersenyum dan kembali berjalan kedalam. Nara yang melihatku langsung berlari menghampiriku

“kau kenapa?” tanyanya terlihat panic melihat rambutku yang cukup berantakan

“lupakan, sekarang kita mau kemana?”

“ayo kita ke aula. Kita akan menonton konser exo” jelasnya. Tunggu! Exo sepertinya aku tak asing mendengar nama itu.

“kenapa melamun, kajja!!” min ah lagi-lagi langsung menarikku tanpa sempat aku melontarkan pertanyaan. Ya sudahlah itu juga tak penting.

Ceklek!!

Kami masuk kedalam aula. Disini sangat luas bahkan bisa menampung ribuan orang. Aku melirik kesana kemari, ini seperti konser musik

“ya, kau membawaku kemana?”

“exo, kita akan melihat mereka. Aku juga sudah memesana tiket VVIP untuk 2 orang. Kita akan berada dibarisan paling depan” jelas min ah. Ah ayolah aku tak ingin melihat konser siapapun. I Wanna Alone!!

“kajja!!” min ah menarikku kesana kemari. Disini sangat ramai bahkan tak jarang aku  hampir terjatuh karena ulah mereka. Dasar!!

Setibaku dan min ah didepan aku langsung duduk. Di tiket VVIP kami disediakan tempat duduk. Untunglah aku tak harus berdiri terlalu lama, ini bisa membuat kakiku lemas.

Setelah lama menunggu akhirnya konserpun dilaksanakan. MC nya keluar dengan balutan jas hitam, aku masih sibuk memainkan tab.

“annyeong haseyo? Baiklah mana suaranya untuk EXOOO!!!” teriak sang MC. Langsung saja aula ini heboh dengan teriakan yang tak penting

“ok, mari kita sambut EXO-GROWL!!”

Lampu tiba-tiba gelap. Aku terus memainkan tab hingga tangan min ah mengambil tab ini dariku “yak!! Kembalikan!!” gerutuku. Min ah menggeleng dan tetap focus kedepan

Suara musik yang keras ini berbunyi. Ah gendang telingaku terasa ingin pecah. Ayolah aku ingin konser ini segera berakhir

Tiba-tiba aku melihat seseorang yang sepertinya wajah itu taka sing lagi buatku. Aku terus menatapnya, hingga pandangan kami menyatu

“tunggu!! bukankan itu LUHAN?” dengan sigap aku langsung mengalihkan pandangan. Tiba-tiba seseorang memanggilku

“bisakah anda ikut kami?” tanyanya. Aku menatap min ah

“pergilah” ucapnya. Kenapa kau malah mengusirku?

Dengan berat hati aku terpaksa mengikuti orang ini. Dia membawaku kebelakang panggung. Aku terus mengalihkan pandanganku kesana kemari.

“kenapa aku dibawa kesini?” tanyaku

“kau belum tahu? Baiklah. Kau akan menjadi fans yang beruntung untuk menemani exo disaat membawakan lagi what is love” jelasnya. Langsung saja bulu-buluku terasa merinding. Bagaimana bisa aku akan naik pentas nanti?

“dengan siapa?” tanyaku lagi

“EXO, memang siapa lagi?! Haha” dia langsung pergi. Aku masih terdiam. Salah satu yang tak bisa aku lakukan adalah menolak permintaan seseorang.

tidak!! Aku harus kabur!!!

Tiba-tiba tanganku dicegat. Aku langsung menoleh dan melihat namja dikantin kemarin. Ya dia luhan. Namja aneh ini meremas tanganku cukup keras.

“apa-apaan kau!!” aku berteriak kesal. Semua orang menatapku.

Luhan terus menatapku “kenapa kau datang kesini?” tanyanya

Langsung saja aku berdiri dengan tegap lalu mengalihkan pandanganku dari matanya

“aku hanya itu, menemani temanku” sial kenapa harus sekarang aku gugup. Dan kenapa harus dengan namja aneh ini?!

Luhan melepaskan cengkraman tangannya. Ia benar-benar menatapku lekat-lekat

“pergilah selagi aku masih bicara baik-baik” tuturnya berbisik. Aku langsung terkesiap kaget. Kali ini memang aneh, kenapa dia seperti ini. Tak seperti namja lainnya.

Aku mendengus kesal “ini hakku, aku juga sudah membayar tiket konsernya! Kenapa kau yang malah mengusirku?!”

Alih-alih luhan mendengarkanku. Ia sibuk melihat kesisi yang lain. Kulihat orang yang membawaku kesini mendekat kearah kami

“ayo kita tak punya waktu lagi” ucapnya. Tunggu! Waktu apa?

“ganti gadis ini! Aku tak ingin bersama-“

“kita tak bisa menggantinya sekarang. Selesaikan saja masalah kalian diluar”

Masalah? Siapa bilang aku mempunyai masalah dengannya. Namja ini yang mencari masalah denganku!

“sial! Aku juga tak berniat menjadi lucky fans kalian!!” bentakku. Luhan hanya terdiam. Lalu ia menarik tanganku dan membawaku kesamping panggung

Kuhempaskan tangannya “apa-apaan kau?!” ketusku

“jangan lari dari tanggung jawab! Jangan hanya karena kau chaebol kau bebas melakukan apa yang kau suka!”

‘DUG’ tepat mengani sasaran! Kau berhasil membuatku sakit hati! Selamat! Kali ini aku benar-benar membencimu! Tapi baiklah aku akan membantu kalian kali ini. Lagian aku tak perlu menjadi lucky fans hanya dengan uang kalian bisa datang konser dirumahku bukan??!

“baiklah..” ucapku memelas

Exo tampil. Aku disuruh ketika pertengahan lagu untuk naik keatas. Ketika hendak keatas aku disuruh duduk ditengah-tengah disana sudah tersedia kursi untukku. Dengan sedikit gugup aku berjalan tegak  menuju panggung. Semua orang bersorak begitupun dengan min ah mereka tampak menikmati ketika aku berada disini. Sial!

“ahkhirnya selesai,,” aku segera turun. Jujur aku sangat membenci tempat ini ditambah lagi ada keramaian membuatku semakin muak!

Konser sudah selesai. Aku dan min ah langsung pulang kerumah masing-masing. Sebelum itu aku harus mengantarkan min ah pulang kerumahnya. Rumah min ah cukup luas sepertinya dia juga anak chaebol.

“kalau begitu aku pulang dulu ya?” ucapku mulai menggas kembali. Min ah melambaikan tangannya seraya bersorak “jangan lupa besok pertandinganmu dengan alex!!”

Aku hanya tersenyum saja mendengar namanya. Alex, aku akan membuatmu kapok kali ini. Sudah tak sabar aku menantikan apa yang akan kau alami besok. Maaf jika aku harus mengulang perbuatan yang sama ketika kau melakukan itu diamerika.

.

.

.

Pagi menjelang. Aku langsung menuju ruang makan setelah itu berangkan dengan sepedaku. Mereka semua selalu menyuruhku memakai mobil, tapi kali ini aku belum siap untuk memakai mobil. Jika sudah saatnya aku pasti akan menggunakan mobil

Sesampai disekolah min ah sudah menungguku didepan kelas. Ia melambaikan tangan disaat aku sudah berada diujung lorong. Ia berlari menghampiriku dengan nafas tersengal-sengal

“kau tahu.. itu…itu..”

“ambil nafasmu, lalu buang perlahan!!” ucapku jengkel. Min ah memang aneh

“katakan sekarang apa?” tanyaku setelah melihatnya benar-benar tenang

“kita semua. Maksudku seluruh siswa dan siswi dari kelas 1-3 akan melihat pertandinganmu dengan alex termasuk semua seonsangnim bahkan kepala sekolah” jelas min ah panjang lebar. Seketika itu juga aku tersenyum

“kenapa kau tersenyum? Kau senang?” min ah tampak tak percaya

“ini semakin menyenangkan. Kapan lomba kendo ini akan dimulai?”

“jam 8 pagi, waktumu untuk mempersiapkan diri hanya 1 jam lagi”

alright! Kau tunggulah diaula. Aku akan kesana 1 jam lagi” setelah mengatakan itu aku tersenyum seraya berjalan menuju kamar ganti yeoja. Sungguh hari yang menyenangkan

Sekarang aku sudah berada diaula. Alex sedang berdiri didepanku. Ia menatapku dengan senyum sinis. Kebanyakan para siswa dan siswi mendukung alex. Mereka mengibarkan spanduk untuk memberikan semangat padanya.

“baiklah, kita akan menyakisikan pertandingan antara alex sbastian dengan Nam Min Ji. Alex yang sudah mewakilkan korea apakah dia akan menang? Atau min ji seorang … ya terserahlah mungkin chaeobol”

Semua orang tertawa mengejekku. Kau MC yang tak berguna1 untuk apa kau berada disini hanya untuk mengolok-olokku!!

1….2….3…. friiiiutttt

Tap…tap..tap…

Pertandingan dilaksanakan, aku cukup menguasai teknik yang diajarkan halmoni padaku. Ya aku belajar dengannya pada waktu senggang setiap aku mengunjungi korea utara. Halmoni tinggal disana sudah 4 tahun setelah abonim meninggal

“kau memang hebat.. huh,..hah..” ucap alex terengah-engah

“jangan remehkan seseorang dengan melihat bentuk tubuh apalagi wajahnya” aku tersenyum. Alex berdesis kesal.

“KAU!!!” plakkk!!

tanpa sadar aku menusuk perut alex, untungnya pedang ini hanya kayu. Sepertinya alex hanya mengalami cedera. Semuanya bersorak, aku dinobatkan sebagai juara. Tapi aku tak mempedulikannya. Ketika aku hendak menolong alex, luhan mendorongku hingga jatuh.

“yak!! Kau apa-apaan!!” bentakku kesal. Luhan menatapku tajam

“kau sangat busuk!! Bagaimana bisa kau menusuknya ketika dia bermain jujur!! Apa orang tuamu tak mengajarkanmu itu?” maki luhan padaku

Orangtua? Tolong jangan bawa orangtuaku dalam masalah ini.  Aku tak ingin mendengar nama orang tua. Kau… kau membuatku merasakan itu kembali

“jangan bawa orangtuaku!” lirihku. Entah kenapa setiap  aku mengingat kejadian ini tubuhku merasa lemas

“jangan berpura-pura tak berdaya!! Aku sudah tahu akal licikmu!” lagi-lagi dia tak menolongku. Luhan malah membentakku dengan kasar

“aku bilang di-“

“hei sadarlah!!!”

 

To Be Continue.

Hallo? ini FF chapter yah, maaf kalau banyak typo. Masih penulis amatir soalnya. Dan maaf kalau huruf kapitalnya ga sesuai gitu T_T. BTW thanks udah mampir ^_^ jangan lupa RCL.

11 thoughts on “Love You In Silence | Chapter 2

  1. Hai author aku komen lagi hehe.. Aku rasa alurnya kurang panjang ‘-‘ tapi ceritanya semakin menarik thor. Ditunggu kelanjutannya

  2. Authorrrrrrr ceritanyaaaa seru banget lanjutin jeballlll, nanti kalau bisa alex di kutuk aja di chapter selanjutnya ·_· Fighthing ya thor

  3. Ahhh apa ini???
    Kenapa kependekan, bikin penasaran
    /ditabok author

    Heheheh

    Itu Luhan kenapa sihh jutek banget sama Min ji
    Ga ada masalah apa apa kok ketus gitu sihhh??

    Terus itu kenapa udahannya gantung kan penasaran -_-

    Ayo thor ditunggu lanjutannya
    Hwaiting and keep writing😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s