Love You In Silence | Chapter 1

ll

TITLE  : LOVE YOU IN SILENCE

Author : Bubble Ziz

Cast : – Nam Min Ji (Me)

-Luhan

-EXO

-Alex

Genre : Romance, School, Sad

Lenght : Chaptered

Discleimer : This is real my inspiration. Sorry if find typo’s. Don’t plagiat!. Bagi yang suka tolong tinggalkan kritikannya yah🙂

 

Dua dunia dimana yang aku tahu salah satunya adalah kematian. Kematian yang membuat kita merasa damai berada didunia lain itu. Sedangkan dunia satunya dibumi ini, entah kenapa ingin sekali aku pergi dari bumi ini, rasanya aku ingin sekali mati.

Tapi, itu tak semudah yang aku bayangkan..

Hidup seorang diri dengan menghuni sebuah rumah besar, bahkan bisa dibilang seperti istana. pembantu yang sangat banyak. Kekayaan yang berlimpah. Perusahaan yang berada dimana-mana. Semua itu harus kukelola dengan sendirinya.

Eomma? Appa?

Bagiku itu tak penting lagi. Mereka meninggal ketika pergi ke inggirs. Pesawat itu hancur berkeping-keping sebelum mendarat. Peristiwa ini bahkan tak bisa aku lupakan sampai sekarang.

Terlahir dengan kecerdasan yang luar bisa membuatku selalu diperubutkan diberbagai sekolah terkenal diseoul, bahkan tak jarang mereka memintaku secara langung dengan datang kerumahku.

Umur yang beranjak 16 tahun. Saatnya aku memilih sekolah yang aku inginkan. Didalam pikiranku aku terus membayangkan hari  pertama masuk sekolah. Bukan! Aku tak akan bolos pada hari pertama sekolah, ah ini menggelikan harus sekolah diseoul. Jujur, aku sangat ingin melanjutkan sekolah di inggirs.

Cina, jepang, inggris, arab, prancis, spanyol, semua bahasa ini aku menguasainya degan sangat fasih. Diplomatpun bisa aku kalahkan. Hebat bukan?

Ini berawal pada hari  pertama masuk sekolah. Kesan pertama disini sangat menyedihkan.

Aku baru kembali dari inggris, rumah pamanku. Liburan musim panas sangat melelahkan. Tak ada yang menyenangkan sama sekali untuk disimpan dalam hati. Semuanya telah lenyap 2 tahun yang lalu.

“Agassi? Pesawat akan segera mendarat. Harap memakai sabuk pengaman” ucap seorang yeoja yang cukup muda, dia memakai pakaian seorang maid. Aku pikir dia adalah salah satu pembantuku.

“batalkan pendaratan, aku harus pergi keparis” setelah mengatakan itu aku kembali menatap buku bacaanku ‘arabian night’

“eh-?”

“jangan banyak bicara, cepat lakukan”

Maid inipun langsung berlari menuju ruangan pilot. Aku menghela nafas berat melihat tingkahnya yang sangat lambat. Ya! Pesawat ini milik pribadi, kemanapun aku pergi selalu memakai pesawat ini.

“Agassi, cuaca tak memungkinkan. Mereka bilang kita harus mendarat tepat waktu”

Aku langsung menoleh dengan mata tajam. Dia hanya menunduk “ya, terserahlah”

Perlahan terlukis senyum diwajah maid ini. Aku cukup lega karena aku tak membuat hatinya sakit.

Pesawat mendarat dengan mulus. Aku terus memperhatikan sekeliling bandara ini. Pengawal sudah bersiap menjagaku dari sisi kesisi. Hmm hidup seperti ini sangat membosankan

“cepatlah!” batinku. Mereka memang benar-benar lambat.

Selama perjalanan kerumah aku tengah sibuk mencari sekolah paling terfavorit diseoul. Mungkin disana sainganku lebih banyak, mengingat sekolah itu adalah sekolah dengan prestasi yang sangat memuncak dikorea.

‘Korea Internasional School’ aku menemukannya. Sekolah yang cukup menarik perhatianku. Tapi, sepertinya aku tak akan memasuki klub apapun disana.

“sekretaris yong? Aku ingin melanjutkan sekolah di korea internasional school. Siapkan berkas-berkasnya”

“nde, Agassi..”

Orang yang paling aku percaya diseoul adalah sekretaris yong. Dia sudah mengabdi dengan keluargaku sudah 20 tahun. Walaupun umurnya sudah beranjak sekitar 40-an tapi wajahnya tak terlihat seperti orang tua.

Akhirnya aku sampai juga dirumah. Suasana disini seperti biasanya sangat sepi dan tak ada sedikitpun kegembiraan. Ah membuatku frustasi.

Aku melangkah menuju kamarku. Rumah yang besar ini membuatku susah pergi kesana kemari. Tapi untunglah kamarku hanya berada dilantai dua, jadi aku tak terlalu lemah menaikinya.

“tinggalkan aku sendiri” pintahku. Mereka semua tampak berat meninggalkanku tapi aku tetap masuk dengan sendirinya.

Kamar dengan dekorasi minimalis. Cat dinding berwarna putih. Didepan jendela telah menanti pemandangan yang indah ketika aku membukanya sore hari. Dan yang paling penting, 1 buah ruangan rahasia.

Kupencet cincin yang aku kenakan. Hanya dengan beberapa detik saja dinding ini bergeser kesisi yang lain. Aku masuk kedalamnya dan diniding ini kembali menutup. Diruangan ini aku mengerjakan segala aktivitasku, termasuk dokumen-dokumen penting aku simpan disini.

“andai aku mempunyai seorang teman. Ah jangan bodoh, aku tak perlu memiliki teman!” tegasku pada diri sendiri. Rasanya sangat sakit jika tak ada seorangpun yang diajak bicara.

Kuputuskan untuk diam saja ketika aku berada disekolah. “no friend. No anything”

Aku kembali kekamar, menutup ruangan rahasia ini dengan memencet cincin yang bermata diamond. Pemberian eomma dan appa sungguh menakjubkan.

Pagi hari menjelang. Aku sudah bersiap dengan seragam sekolah ini. Jika dibayangkan lagi aku memang harus diam, karena tak mungkin mereka ingin bergaul dengan anak yang tak memiliki orang tuanya.

Rambut yang lurus berwarna hitam. Kulit putih. Mata yang bersinar. Mereka selalu mengatakan itu padaku. Entah itu benar atau hanya kebohongan aku tak peduli.

Tok..tok..tok..

“Agassi, sarapanmu sudah siap.”

Aku langsung membuka pintu dan tersenyum kepadanya “ya”

Dia terdiam tanpa kata. Aku terus memperhatikannya.

“ada apa?”

“kau sangat cantik Agassi..” dia tersenyum kemudian menunduk.

“gomawo, ya sudah kajja”

Setelah selesai sarapan aku menyuruh sekretari park untuk mengambil sepedaku yang berada di belakang rumah.

“anda yakin ingin pergi naik sepeda?” tanyanya kaget. Aku mengangguk membenarkan.

“tapi…”

“aku ingin sekalian berolahraga. Kau tahukan dari dulu aku pergi memang naik sepeda”

“yasudah, kalau itu yang Agassi inginkan”

Aku menaiki sepeda dan mendayungnya dengan santai. Selama perjalanan kesekolah semua orang menatapku. Ketika sampai digerbang seorang satpam menghalangiku.

“mana kartu siswamu?”

Aku segera mengambilnya daridalam saku baju dan memberikan kepada satpam ini.

“dia sangat aneh, bagaiamana bisa orang miskin seperti dia memasuki sekolah seperti ini” bisiknya. Jangan pikir aku tak mendengar kalian. Baiklah aku memaafkan kalian kali ini.

“cepatlah, aku sedang terburu-buru!” desakku. Satpam itu tampak marah. Tapi dia langsung memberikan karu siswaku. Aku tersenyum lalu bergegeas pergi dan meletakkan sepedaku ditempat yang semestinya. Aku akui disini hanya aku yang memakai sepeda.

“jadi, kau bersekolah diinggris setelah peristiwa itu?”

Aku diam mendengar pertanyaanya. Sseonsangnim langsung mengalihkan pertanyaan ketika melihatku murung.

“kami sangat bangga kau masuk kesekolah ini. Selain prestasimu kau juga termasuk orang yang bermartabat. Apalagi kau juga cantik” dia tersenyum. Aku tak membalas perkataanya maupun senyumnya.

“ini kunci lokermu. Disana semuanya sudah tersedia. Kelasmu berada dikelas 1-A”

“kelas 1-A itu seperti apa?”

Seonsangnim tampak heran. ia menyentuh pundakku pelan.

“disana khusus untuk konglomerat sepertimu, dan-“

“aku ingin kelas 1-B”

“huh..” seonsangnim tampak tak percaya. Ia tersenyum.

“kalau begitu kau akan menjadi siswaku yang manis. Karena akulah wali kelasmu dikelas 1-B” dia tersenyum lagi.

“ya sudah ikut aku..” seonsangnim mulai berjalan. Aku mengikutinya dari belakang. Sedari tadi semua siswa terus memperhatikanku. Tapi yasudahlah, aku tak peduli!

Ceklek!!

Aku dan seonsangnim masuk kedalam kelas yang cukup besar. Semua orang sudah duduk dengan rapi. Rata-rata dari hasil penglihatanku disini tak seunggul keas 1-A.

“nah, anak-anak. Ini teman baru kalian. Dia tak bisa mengikuti MOS. Karena dia sedang sakit”

Seonsangnim menatapku. Aku langsung tersadar dan segera memperkenalkan diri.

“Annyeong Haseyo. Nam Min Ji imnida”

Seonsangnim terdiam. Ya aku tak suka perkanalan diri yang panjang-panjang. Aku paling benci dengan perkenalan yang tak penting.

“ada yang bertanya?” lanjut seonsangnim

Salah seorang siswi menunjuk tangan “aku”

“ya silahkan”

“kenapa kau tak bisa mengikuti MOS?”

Aku terdiam. Jika kau ingin jawaban dariku. Baiklah!

“aku sedang berada di inggris. Dan aku juga lupa bahwa aku belum memilih sekolah. Jadi ketika aku mendaftar kemarin ternyata MOS sudah lewat.”

“woaa, dia orang inggris” bisik salah satu siswi

“bukannya kau keturunan keluarga Nam?”

“ya..”

Tanpa basa-basi aku langsung bertanya dimana kursiku. Seonsangnim menunjuk kursi paling belakang dengan waja kaget. Ini bukan seperti yang aku harapkan!

“pantas saja dia sangat cantik. Aku heran kenapa dia memilih kelas kita? Biasanya konglomerat kelasnya pasti di 1-A” bisik siswi yang berada didepanku. Aku tersenyum kecil mendengarnya.

Selama pelajaran dimulai. Aku tak pernah menunjukkan kemampuanku. Dan aku tak ingin mencari sensasi disini. Tujuanku harus terlaksana ‘no friend. No anything’

Jam istirahat berbunyi. Aku masih diam dikelas. Ingin sekali rasanya punya seorang teman. Ah andwe!!

“annyeong? Min ah imnida.” Seorang yeoja tiba-tiba muncul didepanku. Untungnya aku bisa mengendalikan rasa kagetku ini.

“kau tak ingin makan?” tanyanya. Aku menggeleng.

“woaa kau memang benar-benar cantik. Jangan membaca terus. Kejeniusanmu itu tak akan pudar. So come on kita makan siang!!” min ah menarik tanganku. Aku tak bisa menolak lagi. Jujur aku sangat senang ternyata tak semua orang sama.

Kantin disini sangat mewah. Terdapat makanan kelas atas semua. Min ah membawaku duduk cukup dekat dari keramaian. Apa ini?! Aku tak suka keramaian. Argghh

“kau tunggu disini, aku akan membawakan makanan untukmu” ungkapnya. Aku mengangguk dan kembali membuka bukuku.

“ini makalanlah..” min ah memberiku bakpao

“maaf aku tak memakan yang seperti itu. Bakpao mengandung banyak kalori” jelasku. Min ah hanya tersenyum

“kau memang menakjubkan seperti yang diberitakan. Tapi…. Makanlah!!” min ah memaksakan bakpao itu masuk kedalam mulutku. Dengan terpaksa aku memakannya walaupun sebenarnya aku tak akan gendut hanya dengan memakan bakpao.

“kau orang yang ceria” ucapku pelan. Min ah tertawa

“kapan-kapan kau main kerumahku ya” dia tersenyum lebar. Mataku langsung berkaca-kaca melihat senyumnya. Hatiku sangat senang memiliki seorang teman yang ceria seperti ini.

“kenapa?” tanyanya. Aku langsung mengalihkan pandangan.

Ingin sekali aku menawarkan padanya untuk menjadi temanku. Tapi..

“kau mau jadi temanku kan?” min ah tersenyum

Cukup lama aku terdiam. Dan aku mengangguk kecil. Ah tujuanku berubah mulai sekarang.

Tiba-tiba semua yeoja berteriak. Aku sungguh tak peduli. Aku masih sibuk membaca buku. Huh? Min ah juga histeris?

“yaakk..?” min ah menggoyang tubuhku. Aku menatapnya “Wae?”

“lihat mereka..” min ah menunjuk segerombolan namja yang tampak bodoh diujung sana.

“ne, wae?”

“kau tak kenal mereka eoh?”

Aku menggeleng

“apa kau tak melihat televisimu?”

“semenjak pulang keseoul aku belum menyalakan televisi”

“mereke E-X-O! EXO!!” teriak min ah frustasi. Aku masih diam tak mengerti. Apa exo itu temasuk nama alien? Tapi setahuku alien tak memili nama exo

“aku tak kenal..” ucapku cuek

“ah, yasudah. Aku kesana dulu. Kau baik-baik disini. Aku hanya perlu meminta tanda tangan mereka” setelah mengatakan itu min ah langsung berlari. Sekarang hanya tinggal aku sendirian dikantin. Semua orang sibuk berteriak untuk namja-namja aneh itu.

“kalau seperti ini lebih baik aku pergi keperpustakaan!” aku beranjak dari kursi dan berjalan menjauh.

“berhenti..” sebuah suara bergema dikantin ini. Aku yakin teriakan itu bukan untukku.

Aku kembali berjalan sembari membaca buku

“kau! aku bilang berhenti” lagi-lagi suara ini. Ini bukan untukku!

“kau! gadis yang berambut hitam. BERHENTI!!” seketika itu juga langkahku berhenti. Tapi aku tak menoleh sedikitpun. Aku masih diam ditempat dalam keadaan bingung.

“oppa, mianhae. Dia temanku, namanya Min ji. Dia murid baru disini” tutur min ah gugup. Aku masih tak menoleh. Tapi aku bersyukur min ah mencoba menolongku walaupun aku tak butuh bantuannya

“hei? Kau sangat kurang ajar ya? Aku memanggilmu! Kenapa kau tak berbailik badan?” teriaknya lagi. Ah aku sudah frustasi disini. Ditambah lagi orang aneh mencoba mempermainkanku

“kenapa kau—“

Belum selesai namja ini berteriak aku langsung menoleh. Dia terdiam menatapku. Semua orang terdiam terkecuali min ah yang hanya tersenyum seraya melambaikan tangannya.

“kenapa? Ada yang aneh?” sahutku. Semuanya masih diam. Baiklah! Aku tak akan peduli lagi. Aku langsung kembali berjalan menuju perpustakaan. Tiba-tiba tanganku dicegat. Aku menatap orang yang berani lancang ini.

“kena-“

Namja ini tersenyum. Tiba-tiba jantungku berdetak sangat cepat. Astaga! Bagaimana mungkin diusia seperti ini aku sudah memiliki gejalan jantung. Apa ini?!!

“lepaskan aku!!” kuhempaskan tangannya. Kutatap semua orang. Semua namja melihatku dengan tatapan penuh nafsu. Sedangkan yeoja menatapku dengan kebencian kecuali min ah yang masih tersenyum.

Aku menatap namja ini tajam. Buku yang aku pegang harus jatuh karena namja sialan ini.

“apa yang kau inginkan? Cepat katakan selagi aku masih baik padamu”

Tiba-tiba terdengar suara tawa seorang yeoja yang sangat keras “kau pikir kau siapa? Beraninya kau bicara seperti itu padanya. Bertarunglah denganku!!” yeoja ini muncul dan langsung menunjukku dengan tangan kirinya. Haha kau pikir aku selemah perkiraanmu.

“maksudmu? Bicaralah yang jelas?!”

“kita akan berduel kendo” jelasnya lagi. Aku terdiam sesaat

“kenapa? Kau takut?” yeoja ini tertawa mengejek. Tanpa sadar aku juga ikut tertawa hingga semuanya kembali diam

“baiklah, aku menerima tantanganmu” yap. Setelah mengatakan itu aku langsung menarik tangan min ah, dan melewati namja beserta yeoja ini. Ketika aku berjalan aku mendengar seseorang berbisik

“Alex sangat hebat bermain kendo. Aku pikir min ji akan kalah”

Kalah? Yang benar saja. Kita lihat seberapa hebat kau alex!

“yo…yo…yo… apa yang kau lakukan?” min ah tampak khawatir. Kuhembuskan nafasku pelan dan menatapnya

“jika kau tak meninggalkanku mungkin ini tak akan terjadi. Jadi pikirkanlah baik-baik jika kau ingin meninggalkanku”

Dalam sekejap min ah terdiam. Ia menelan ludahnya sembari meneteskan keringat.

“arrasseo. Ah kenapa kau tak memberitahu siapa dirimu?”

“apa itu penting? Kurasa itu sama sekali tidak penting. Itu bukan punyaku melainkan milik keluargaku. Biarlah hanya kelas ini yang mengetahuinya”

Min ah mengangguk mengerti

“tapi aku sungguh heran, kenapa dia banyak bicara tadi” tutur min ah. Aku langsung mengalihkan pandangan kearahnya “maksdumu?”

“itu, namja yang menghalangimu tadi. Dia adalah luhan, dari rumor yang beredar dia namja yang riang dan gembira. Tapi, tadi tak seperti biasanya, dia sangat banyak bicara dan sungguh srius”

“aku tak peduli pada-“

“tunggu.! Kenapa hanya padamu dia bersikap seperti itu?”

Aku kembali menoleh pada min ah. Ia mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto-foto namja yang bernama luhan itu. Cukup tampan, ah apa yang aku pikirkan!!

“dia selalu tersenyum bukan? Tapi  kenapa harus denganmu dia seperti itu?” min ah kembali menyimpan ponselnya. Lagi-lagi min ah memberiku teka-teki yang sangat sulit

“siapa yeoja itu?” tanyaku pelan. Min ah tersenyum “kenapa? Kau penasaran bagaimana lawanmu?”

“cepat katakan. Aku tak banyak waktu!” tegasku dengan sedikit perlawanan. Min ah kembali tersenyum seraya mengambil kursi dan duduk disampingku.

“dia adalah keturunan keluarga sbastian. Keluarganya berasal dari inggirs dan-“

“inggirs?” aku baru tersadar bahwa alex adalah temanku ketika aku melanjutkan sekolah menengah pertama di inggirs. Bahkan kami tak pernah akur sama sekali.

“kenapa?” min ah tampak bingung

“lanjutkan”

Cukup lama min ah terdiam ia kembali melanjutkan ceritanya

“dari berita yang aku dengar dia pindah kesini karena memiliki tunangan. Tapi hanya sebagian orang yang tahu siapa tunangannya. Dan asala kau tahu, disekolah ini dia yang paling jenius. Dan namja itu, siapapun yang menentangnya pasti akan dihabisi oleh alex”

“apa kau yakin dia paling jenius disini?”

“sekarang aku tak yakin karena ada kau disekolah ini. Tapi juga memungkinkan jika dia bisa mengalahkan nilai-nilaimu”

Memang benar! Selama diamerika hanya alex sainganku dalam segala bidang. Tapi sepertinya dia tak mengenaliku, yah itu sudah 2 tahun lalu. Sekarang rambutku sudah tumbuh panjang dan aku juga menggunakan nama koreaku disini.

“hei?!!”

“ne..ne?” sial! Kenapa aku harus melamunkan hal yang tak jelas itu?!

“jadi apa yang akan kau lakukan untuk mengalahkan alex dalam kendo. Dia petarung yang sangat hebat. Bahkan dia terpilih mewakili korea dalam turnamen kendo diamerika”

“alah, kau sangat mengaguminya. Kita lihat saja” terlukis senyum dibibirku. Ini hari yang paling kutunggu!

“kau sangat santai. Baiklah aku percaya padamu!” min ah mengepalkan tangannya “fighting! Aku akan mendukungmu!”

“aku ingin bertanya sesuatu!” ucapku sedikit menunduk. Ah sebenarnya aku tak ingin menanyakan hal yang bodoh ini, tapi yasudahlah aku juga tak ingin mati dalam keadaan penasaran

“apa? Aku akan menajwab semampuku. Tapi pasti ini sangat penting mengingat kau orang yang jenius mana mungkin kau menanyakan hal yang mudah”

“terserahlah. Jika seorang yeoja disentuh namja jantungnya berdetak kencang itu pertanda apa?” seketika itu juga min ah langsung tersenyum lebar

“sebagai imbalannya kau harus menemaniku pergi ketika pulang sekolah. Bagaimana?”

“haishh, kemana?” tanyaku. Min ah memang pandai mengambil kesempatan dalam kesempitan

“rahasia!! Tempat yang tak akan pernah diduga orang jenius sepertimu! Bagaimana?”

Aku berfikir sejenak “baiklah kali ini kau menang”

“cinta. Yeoja itu sedang jatuh cinta pandangan pertama” penjelasan min ah membuatku sedikit mual. Bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan namja bernama luhan itu. Haha kau memang aneh.

“kenapa? Yeoja itu kau bukan? Kau menyukai luhan ya?”

“si..si..siapa bilang?!!”

.

.

.

To Be Continiue..

 

Hallo? ini FF chapter yah, maaf kalau banyak typo. Masih penulis amatir soalnya. Dan maaf kalau huruf kapitalnya ga sesuai gitu T_T. BTW thanks udah mampir ^_^ jangan lupa RCL.

7 thoughts on “Love You In Silence | Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s