[TWOSHOOT] The Accident 2

Tittle : The Accident

Nama Author : Wuu

Main Cast : Kwon Yuri, Kris, Krystal, Kai

Genre : Friendship, Marriagelife, school life, romace

Rating : PG 17

Length : Twoshot

Disclaimer : Cerita ini asli pemikiran saya sebagai author, tanpa hasil plagiat!

Sudah pernah Author publish di wyfnexokingdom.wordprees.com

Quote : An inadvertent can changes everything

.

.

.

Typo ? Maklumi sajalah

 accident

Yuri baru saja bangun dari tidur malamnya. Yeoja itu memegang ujung kepalanya. Masih tidak percaya tentang mimpinya tadi malam yang terasa begitu nyata adanya. Mengapa tidak? Baru saja Yuri bermimpi tentang suatu ‘kecelakaan’ yang memaksa mereka berdua untuk menikah.

 

Beruntunglah semua itu hanya mimpi. Yeoja itu sudah berada dirumahnya di Beijing. Bahkan Yuri tidak ingat kapan terakhir kali dia naik pesawat dari Korea menuju ke Beijing. Yuri berjalan dengan lemas kearah kamar mandi. Memandang wajahnya yang masih berantakan disebuah cermin. Dan memutuskan untuk mencuci muka.

Sepertinya cuaca pagi ini cukup menyegarkan untuk jogging pagi. Yuri mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga miliknya. Celana olahraga pendek dan sebuah kaos longgar tanpa lengan serta sepatu olahraga sudah mengindahkan dirinya pagi ini.

 

Beberapa detik setelah pintu itu terbuka, Yuri berjalan menuju tangga tanpa melihat jalan, karena dia sedang sibuk menyetting sebuah jam tangan miliknya. Dia masih merundukkan kepala,beberapa detik kemudian dia berhenti ketika melihat banyak kaki-kaki diantaranya.

 

Apa yang dilihatnya ini benar adanya. Beberapa orang sudah terlihat sibuk mondar-mandir melewati Yuri yang masih berdiri bingung ditengah jalan.

 

“silyehamnida ( permisi)Ahjumma, ada apa ini? Kenapa banyak orang disini ?”

“ Mwo? Kau tidak tau? Inikan persiapan pranikahmu noona”

 

Jam tangan yang belum terpasang seutuhnya kini sudah terjatuh kelantai. Yuri hanya memandang kosong saat ini. Ternyata mimpinya bukan hanya sebuah mimpi belaka.

 

Yuri berlari mencari appa atau eommanya. Meminta penjelasan dari semua ini. Diruang kerja kosong, ruang makan, dan ruang keluarga juga Yuri tidak bisa menemukan kedua orangtuanya itu.

 

Sebuah furniture serba putih sudah tertata rapi pada halaman belakang Yuri. Beberapa staff sedang mengangkat-angkat meja, kursi, dan pernak pernik pernikahan. Ekspresi Yuri masih sama dari awal bertemu dengan seorang ahjuma didepan kamarnya tadi, dia masih tidak percaya.

 

Seorang yang ia cari akhirnya ia temukan diantara beberapa staff. Sedang mengatur tata letak tiap furniture perlengkapan.

 

“ Appa!”

“ Kau sudah bangun Yuri ? sebaiknya kau segera kembali kekamar. Baru saja appa menyuruh seorang ahjuma untuk mempercantikmu agar nanti malam kau terlihat sangat menawan.”

“ Tapi appa-“

“ Diam dan turuti. Cepatlah, karena pukul 5 sore keluarga Kris dari Korea sudah datang.”

 

Jinja! Yuri kehabisan kata-kata saat ini. Apa benar nanti malam ia akan menikah dengan salah seorang sahabatnya ? Memiliki sebuah keluarga kecil dengan seorang Kris sama sekali tidak pernah terbenak dalam pikirannya sendiri.

.

.

.

Malam hampir tiba. Sudah Yuri dengar keramaian dari halaman rumahnya. Suara suara para tamu sudah tersebar disana. Yuri menatap dirinya dicermin. Berbalut gaun mewah berwarna putih membuatnya benar-benar seperti seorang ratu saat ini.

 

Seseorang membuka knop pintu kamar Yuri. Rupanya Soojung berbalut dress cantik, dia datang bersama rombongan keluarga Kris dari Korea.

 

“ Yuri-ah, kau sangat cantik sekali.”

“ Hmm, tapi apa aku benar-benar harus menikah dengan Kris?”

“ Kurasa iya. Tidakkah kau pikirkan ini? Kau yang sudah membuatnya dengan Kris, jadi kalian berdua harus bertanggung jawab membesarkannya.” Soojung sambil memegang perut bidang Yuri.

“ Ohh.. aku benar-benar tidak sengaja membuatmu nak. Maafkan aku.” Jawab Yuri sambil mengelus-elus perutnya.

“ Semangat! Kalian pasti bisa membesarkannya! Aku dan Kai akan menyusul kalian suatu hari nanti setelah kami sudah menyelesaikan sekolah.”

 

 

Sebuah arak-arakan kecil sudah mengiringi jalannya Yuri saat ini. Semua pasang mata sudah menatapnya saat ini. Dari sisi lain didepan Yuri, Kris sudah berdiri dengan wajah takjup. Dia pikir, saat ini Yuri jauh terlihat lebih cantik daripada saat mereka akan pergi ke club.

 

Beberapa suara suara para tamu sudah terdengar membicarakan betapa cantiknya Yuri saat ini. Mereka pikir Yuri dan Kris adalah pasangan yang sangat cocok.

 

“ Chagiya, mereka sangat cocok sekali bukan?”

“ Ne, kau benar. Mereka sangat cocok dimatamu. Tapi bagiku, kau dan aku adalah hal paling cocok di dunia soojung.”

 

Soojung tersenyum sipu mendengar gombalan-gombalan dari Kai. Sudah sejak awal mereka berhubungan sebagai sebagai seorang kekasih, Kai memang sangat suka membuat Soojung tersentuh dengan kata-kata yang ia buat.

 

“ Yuri, kau sangat cantik.” Bisik Kris ketika menggapai Yuri dan membantunya menaiki podium.

 

“ Ne, aku tau aku cantik.”

 

Mereka berdua memulai upacara pernikahan yang terbilang simple tetapi menarik ini. Kris mengucapkan janji sucinya di depan pendeta dan Yuri menyetujuinya. Bagaimanapun mereka yang memulai, jadi mau tidak mau, mereka harus bertanggung jawab atas semua ini. Setelah pendeta mensyahkan pernikahan mereka, semua tamu berteriak agar Kris mencium bibir Yuri. Kini Kris sudah berhadapan muka dengan istri barunya itu.

 

“ Kris, jangan coba-coba menciumku.” Bisik Yuri lirih ketika ia melihat Kris yang terdorong mendengar teriakan para tamu. Kris mendekatkan wajahnya kearah Yuri, walaupun sudah berkali-kali Yuri menggretaknya.

 

“ Kris, akan kubunuh kau!”

“ Kris, hentikan.”

“ Pabo, jangan menciu—“

 

Bibir lembut Kris sudah menyentuh bibir Yuri. Perlahan Yuri menutup matanya, mencoba menolak ciuman dari Kris, tapi rupanya ia tak bisa. Kris masih saja mengecup bibirnya dengan lembut, hingga membuat Yuri tak sadar mengikuti gerakan bibir Kris dan membalas semua ciuman itu. Hingga beberapa detik, mereka berdua hanyut dalam hasrat mereka masing-masing.

 

Kai menarik tangan Soojung yang masih antisipasi melihat Kris dan Yuri berciuman. Dan membawanya kebelakang para tamu yang masih memperhatikan pasangan baru itu.

 

“ Kau mau mencobanya ?” Kai mendekatkan wajahnya diarah wajah Soojung hingga membuat Soojung bersandar pada sebuah pohon dihalaman belakang rumah Yuri.

 

Sebelum Soojung sempat menjawab. Kai sudah menciumnya terlebih dulu. Melumat bibir Soojung lebih parah dari apa yang dilakukan Kris pada Yuri saat ini. Soojung yang baru kali ini merasakan sebuah ciuman pada bibirnya, merasa agak geli merasakan air liur Kai bercampur dengan miliknya. Namun Soojung berusaha menikmati itu semua.

 

Yuri membuka matanya ketika menyadari bibir Kris lepas dari bibir miliknya. Mungkin agak merasa malu karena baru kali ini dia berciuman dihadapan banyak orang, termasuk kedua orangtuanya.

.

.

.

.

Dipengujung acara, sepasang pengantin baru itu diiring keluar. Sebuah limousine hitam sudah menunggu kedatangan mereka saat ini. Yuri berusaha memberikan senyumannya untuk para tamu sebelum dia benar-benar memasuki mobil mewah itu.

 

Mobil itu sudah mulai berjalan meninggalkan rumah Yuri, menuju ke sebuah pelabuhan. Yuri melepas beberapa pernak-pernik yang melekat pada rambutnya. Mencopot sepasang heels dari kakinya. Tapi tidak dengan bajunya. Walaupun gaun itu cukup membuat Yuri susah bergerak, tapi bagaimanapun dia harus tetap memakai baju itu hingga mereka sampai di pelabuhan.

 

“ Berapa lama kita sampai kepelabuhan ?” Yuri memulai percakapan diantara keheningan dalam Limo itu.

 

“ Mungkin besok pagi. Kau tidur saja. Disini, tubuhmu akan pegal jika harus duduk dengan posisi duduk seperti itu.” Kris mengisyarakan Yuri untuk meletakkan kepalanya dipangkuan Kris.

 

“ Tenang saja, aku takkan berbuat apapun padamu.Mungkin besok” ucap Kris lirih.

 

“ Jinja!! Apa yang kau katakana Kris! Kau takkan bisa berbuat apapun padaku! Termasuk hari ini, besok, lusa, dan selamanya!”

 

Yuri merasa geli mendengar semua ucapan Kris. Sebagai seorang gadis yang masih belum lulus sekolah ini, mendengar ucapan-ucapan seperti itiu serasa ada sesuatu yang sangat membuatnya geli, walaupun tak ada sesuatu yang menggelitiki tubuhnya. Yeoja itu masih terus memukuli Kris dengan sepatu heelsnya. Dan Kris masih berteriak sejadi-jadinya.

 

“ Ya! Apa kalian tidak bisa diam ? Aku sedang konsentrasi untuk tidur!” Sebuah pembatas pengemudi dengan penumpang tiba-tiba terbuka dengan otomatis. Sebuah kepala terlihat dari celah itu. Siapa lagi jika bukan Soojung.

 

“ Soo- soojung! Sedang apa kau disini ?” Tanya Kris.

 

“ Ya, ya, ya. Aku dan Kai akan mengawasi kalian selama honeymoon. Jadi jangan banyak bicara. Diamlah, aku sedang berusaha tidur, dan.. maaf sudah mengganggu acara kalian yang baru saja akan kalian mulai.”

 

Pembatas itu tertutup lagi. Kris sempat tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Soojung. Hingga dia melirik kearah depan. Tanpa Yuri dan Kris sadari, perkelahian beberapa waktu lalu cukup membuat mereka duduk berdekatan. Bahkan sangat dekat.

 

Yuri berada diatas Kris,, sedangkan Kris terkelungup di tempat duduknya. Rambut Yuri sudah berantakan. Bukan karena kegiatan yag sedang mereka lakukan, tetapi karena melepas perhiasan rambutnya dengan kasar.

 

Menyadari posisi saat ini, Kris mengangkat tubuhnya cepat-cepat. Tubuh tinggi Kris cukup mementalkan tubuh Yuri terjatuh pada sisi lain bangku itu. Yuri rasa ia ingat saat-saat seperti ini. Walaupun ingatannya terlihat samar, namun dia ingat Kris pernah berbuat seperti ini padanya.

 

Yuri memang begitu sebal dengan setiap apa yang dilakukan Kris. Tapi dia terlalu menjaga imagenya dihadapan Kris jika dia harus menuruti semua keinginan hawa nafsu Kris walaupun dia sendiri mau melakukannya.

.

.

.

.

Pantulan sinar matahari kali ini sangat menyilaukan dari kilauan kilauan yang biasanya menyelusup masuk ke kamar Yuri. Yeoja itu membuka matanya dengan perlahan, beanr saja kilauan itu terasa sangat panas. Kini tubuhnya sudah berada diatas ebuah perahu boat yang sedang melaju dengan cepat menyebrangi sebuah selat.

 

Seingatnya, terakhir kali dia-Yuri- masih memakai sebuah gaun putih yang menganggunya. Tapi sekarang dia sudah memakai sebuah celana pendek dan sebuah kaos mini miliknya yang sengaja ia bawa.

 

Yuri pikir Soojung yang menggantikan baju miliknya itu, tapi rupanya pemikiran itu kandas tiba-tiba setelah melihat Soojung berteriak dari sebuah kapal boat lain di sebelah kapal boat miliknya. Matanya kini sudah membesar, ia tau siapa orang yang akan berani membuka bajunya selain Soojung.

 

Seorang namja yang ia cari sudah berdiri didekat sebuah alat pengemudi boat dengan baju pantai dan katamata hitam. Dengan angkuh, Yuri mendekatinya dan memukul kepala namja itu.

 

“ Apa yang salah?”

“ Apa! Apa! Kau kan yang mengganti bajuku? Berani sekali kau!!! Aaaaaa Kris!!!! Kau menyebalkannnnn sekaliiiiiiiiii!!”

“ Memang kenapa ? Kau kan istri sahku.” Dengan santai Kris melengkungkan tangannya pada pinggang Yuri.

“ Omo! Lepaskan! Sekalipun begitu! Aku tak pernah berherap untuk menjadi istrimi! Dan sekali lagi kucamkan! Jangan menyentuhku!!!!”

“ Iyaa istriku”

 

Rupanya Kris tidak menghiraukan apa yang diucapkan Yuri. Dan semua itu membuat Yuri sebal, dia memillih untuk keluar dari badan kapal boat, dan duduk dipinggirannya. Angin khas pantai berhembus sepoi-sepoi. Dilihatnya Kai dan Soojung berteriak-teriak keras sambil berlarian disekitar kapal mereka.

 

Sudah lama terakhir kalinya Yuri merasakan suasana seperti ini. Udara yang sejuk, cipratan-cipratakn air segar, dan panas matahari yang sangat khas anak pesisir pantai.

Yuri menutup matany, berusaha merasakan dan mendalami suasana alam saat ini. Berharap ia akan bisa mengingat-ingat cuaca seperti ini disaat musim salju datang.

 

Sebuah tangan besar sudah menutupi wajah Yuri. Siapa lagi, jika bukan Kris. Yuri mengabaikannya untuk saat ini. Menanggapinya juga percuma rasanya. Kris memegang tangan Yuri erat. Menarik tangan Yuri untuk berdiri. Mawapun malas, tapi tidak ada salahnya sekali-kali menuruti keinginan Kris.

 

Mereka berdua berdiri diujung perahu. Bergaya selayaknya film titanic disana.Dari sana Yuri bisa merasakan hembusan angin terasa begitu menyenangkan. Dan dia mendengarkan sebuah suara lirih dari telinganya.

 

“ Aku akan menjadi jack untukmu.”

.

.

.

.

.

Sebuah Villa kecil sudah berada didepan mata ke 4 orang itu saat ini. Yuri langsung saja memasuki villa ini karena memang villa ini milik appanya. Sudah dari kecil Yuri sering berlibur ketempat ini.

 

Soojung dan Kai memasuki kamar yang berbeda pada lantai pertama, dan Kamar Kris dan Yuri berada dilantai atas. Soojung baru saja mengeluarkan beberapa pasang bagu dari dalam kopernya. Sebuah tangan sudah memeluknya dari belakang dengan hangat.

 

“ Soojung-ah. Menurutmu apa mereka berdua akan melakukan hal itu nanti malam ?”

“ Mungkin. Em, atau tidak ? Yuri sepertinya masih tidak suka dengan pernikahan ini.”

“ Kurasa iya, karena setiap orang akan luluh hatinya ketika sudah menikah dan melakukan semacam itu.”

“ Benarkah?”

“ Ne, bagaimana jika kita pasang cctv saja dikamar mereka berdua?”

“ Mwo ? Jangan harap! Aku tau kau hanya ingin melihat tubuh Yuri!”

“ He.. he .. hee ..”

.

.

.

Hari sudah larut. Yuri sedang menyisir rambut panjangnya didepan sebuah meja rias. Fikirannya sudah melayang-layang. Tentang apa yang akan Kris lakukan padanya malam ini, tentang bagaimana melarikan diri dari terkaman Kris malam ini. Bagaimana, bagaimana caranya menutupi dirinya yang sesungguhnya juga menyukai Kris.

 

Kris datang. Dia baru saja keluar dari kamar mandi. Dia hanya melirik sebentar kerah Yuri yang masih pura-pura terlihat sibuk dengan rambutnya. Kemudian duduk di atas ranjang. Yuri merasa agak aneh dengan Kris, kenapa mala mini dia tidak menggodanya seperti yang ia lakukan kemarin? Hei! Bukankah itu hal baik Yuri ? Tapi semua itu justru membuat Yuri menantikan saat-saat itu.

 

Yuri menuyusul Kris diatas ranjang. Berbaring dengan posisi berlawanan arah dengan Kris. Hanya saling berbaling dengan posisi masing-masing. Yuri benar-benar merasa aneh dengan sikap Kris. Bahkan dia manantikan Kris menggodanya seperti kemarin.

 

Ia memutuskan untuk membalik tubuhnya. Berharap Kris tiba-tiba berada didekatnya. Tapi ia salah, sepertinya Kris sudah tertidur terlebih dulu. Sebuah dengkuran keras dari mulutnya cukup menguatkan semua itu. Yuri hanya menatapnya sebal. ‘ Ada apa dengan orang ini?’ pikirnya dalam hati.

 

 

Suasana malam ini terasa dingin. Yuri rasa persiapannya dari kemarin percuma saja. Karena sampainya ditempat honeymoon, Kris hanya tidur saja. Yuri merasa sebal, dia hanya bisa berguling-guling mengganti posisi tidurnya saat ini.

 

“ Kenapa kau tidak tidur Yuri ?” Nampak Kris sudah ebrada didepan wajah Yuri ketika yeoja itu membalikkan tubuhnya kearah Kris.

“ A-Aku tidak bisa tidur.”

“ Mau kutemani ?”

“ Terserah kau saja.”

 

Mereka berdua terbaring diatas tempat tidur, sepertinya suasana cukup dingin saat ini. Kris baru saja menyadari jika Yuri menggunakan sebuah piyama pemberiannya.

 

“ Kau terlihat. Emm.. sexy dengan piyama itu Yuri.”

“ Ne, gomawo.”

 

Sangat aneh, Kris memicingkan sebelah matanya, tidak biasanya Yuri tidak marah ketika ia menggodanya.

 

“ Yuri-ah. Bolehkah ak–”

 

Belum sempat Kris melanjutkan pembicaraanya, Yuri tiba-tiba memeluknya dan mengecup bibir Kris. Kris tidak salah lagi, ia membalas semua ciuman dari Yuri. Dan melakukan hal-hal yang pernah mereka lakukan beberapa waktu lalu.

.

.

.

.

Suasana kamar yang begitu besar membuat Soojung sedikit takut sendirian disana. Setelah beberapa lama menyembunyikan rasa takutnya, akhirnya Soojung berlari dan memasuki kamar Kai.

 

Soojung hanya memaku dengan apa yang dia lihat saat ini. Sebuah televise dikamar Kai sudah terhubung dengan beberapa kabel. Dan dalam tv itu ada Kris dan Yuri yang… yak kau taulah.

 

Suara pintu yang tiba-tiba terbuka membuat Kai gugup untuk segera mematikan televisinya. Melihat Soojung yang terpaku itu membuatnya benar-benar takut jika Soojung marah dan memutuskannya. Kai berlari menghampiri Soojung yang akan berlari keluar pintu.

 

Kai menarik tangan Soojung. Dan kini Soojung hanya diam saja berada dipelukan namjachingunya yang sudah termakan nafsu dengan adegan video yang dilihatnya.

 

“ Kai-ah. Apa itu ?”

“ Bukan apa-apa. Kau mau membantuku chagiya ?”

“ Aku tidak mau berakhir menikah diusia muda seperti Kris dan Yuri Kai.”

“ Tidak, kita takkan berakhir seperti kedua orang bodoh itu yang tidak memakai pengaman. Aku mencintaimu, dan percayalah, aku akan melindungimu.”

“ Baiklah.”

.

.

.

Matahari sudah terbit, untuk kedua kalinya melihat dirinya dan Kris tidur seranjang. Tapi untuk saat ini, Yuri tidak lagi berteriak, Yuri tidak lagi menangis, karena dia memang sudah menjadi nyonya Kris saat ini.

 

Yuri menyandarkan kepalanya diatas dada bidang Kris.

“ Kris, haruskah kita tetap bersekolah dengan status pernikahan ?”

“ Tentu saja, kita masih harus melanjtkan pendidikan kita istriku. Bagaimapun kita harus bertanggung jawab dengan semua perbuatan kita dulu.”

“ Tapi aku takut, aku malu dengan teman-teman.”

“ Tetaplah disampingku. Aku takkan membiarkan orang-orang itu mencacimu. Selalu pegang tanganku. Aku akan menuntunmu menjadi seorang istri yang baik. Selalu percaya padaku, jika aku mencintaimu.”

.

.

.

.

.

THE END

 

Tadaaa!! Duhhhh kenapa jadi dirty version gini T_T mian kalau saya berbuat dosa yaaaaaaaaaaa Tuhann. Cukup ini aja deh yang paling parah, takut dosa hihi. Nanggung ya ceritanya ? Biarin deh, takut kalau kebanyakan nanti dosanya makin banyakkk. Sequel ? okelah kalau yang req banyak, hohoh. Tapi no dirty2 lagi ya T_T Hihihi kita ambil hikmahnya aja ya readers. Ga boleh tuh mabuk-mabuk kayak gitu, jadinya perut buncitkan, nikah pula. Tapi buat Yuri dan Kris di ff ini keknya mereka malah suka ya endingnya -_____- haha, yaudah deh gitu aja. Byee-byee

 

 

 

 

One thought on “[TWOSHOOT] The Accident 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s