[TWOSHOOT] The Accident 1

accident

Nama Author : Wuu

Main Cast : Kwon Yuri, Kris, Krystal, Kai

Genre : Friendship, Marriagelife, school life, romace

Rating : PG 18

Length : Twoshot

Disclaimer : Cerita ini asli pemikiran saya sebagai author, tanpa hasil plagiat! Sudah pernah saya publish di wyfnexokingdom.wodpress.com yang suka dengan tulisan saya, silhakan berkunjung kesana ya ^^

Quote : An inadvertent can changes everything

.

.

.

Typo ? Maklumi sajalah

 

“ Jika aku menang, kalian harus berpakaian mini satu minggu penuh!”-Kai-

 

“ Ya! Kalau begitu jika aku yang menang, kalian harus membelikanku sepatu import yang hanya ada 5 pasang didunia ini.”-Soojung-

 

“ Apa- apaan kalian, meminta sesuatu yang tidak jelas. Jika aku menang, malam ini kalian harus mau menemaniku untuk masuk ke club dan minum anggur sebanyak-banyaknya. Tenang saja, aku yang membayar.” – Kris-

 

“ Omo! Permintaan macam apa kalian ini! Memintalah sesuatu yang bermanfaat saja. Jika aku yang menang. Kita akan berlibur ke luar Seoul selama beberapa hari.” – Kwon Yuri-

Keempat sahabat ini sudah memegang masing-masing 4 kartu ditangan mereka. Berkumpul pada markas yang dibuatkan oleh ayah Kris sebagai orang Komisaris yang sangat kaya. Memberikan semua furniture didalamnya secara gratis.

 

“ Jinja! Matilah kau!” Kai berteriak semangat melemparkan kartu terakhirnya disebuah meja bundar yang sudah dipenuhi dengan beberapa kartu, makanan, dan minuman. Kemudian dengan angkuh berjalan memasuki kamar mandi.

 

Yuri dan Soojung dengan pasrah memberikan kartu mereka yang masih tersisa. Sedangkan Kris sudah lebih dulu berdiri dan melakukan beberapa gerakan abstak yang tidak bisa didefinisikan tanpa berkata apapun.

 

“ Waaaa Kris kau menang!”

 

Teriakan Soojung membuat Kai bergegegas keluar dari kamar mandi dan berlari mendekati meja permainan.

 

“ Chagiya! Kau tadi bilang apa?”

 

“ Kris yang menang.. wae ?”

“ Omo! Ini pasti terjadi kecurangan! Aku baru saja menang, dan meninggalkan meja sebentar untuk mengeluarkan kencingku. Tapi tiba-tiba dia.. Kris ? orang macam ini menang ?” Kai menunjuk-nunjuk Kris yang masih bergerak abstrak.

 

“ Macam apa?! Aku memiliki kartu yang nilainya lebih besar dari kartumu paboya!”

 

Sindir Kris sambil menunjukkan kartunya kearah Kai.Kai yang merasa malu kemudian menelungkupakan wajahnya kebawah dan duduk disebelah Soojung kekasihnya.

 

“ Sudahlah. Tadi apa permintaanmu Kris ?” Tanya Yuri.

 

“ Aku ingin kalian menemaniku clubbing dan meminum anggur sebanyak-banyaknya nanti malam.”

 

“ Hah! Bisa bisa appa takkan membelikan sepatu pesananku jika dia tau aku banyak minum anggur Kris!” Protes Soojung.

 

“ Tidak adakah hal konyol lain yang bisa kau minta? “

 

Yuri berjalan meninggalkan ke 3 temannya didalam. Soojung mati- matian berusaha menolak permintaan Kris itu. Sedangkan Kai masih terkelungkup menahan rasa malu karena kalah.

 

Sangat melelahkan hari ini. Ditambah dengan permintaan Kris yang tidak masuk akal itu cukup membuat Yuri muak dengan hari ini. Dia mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruangan ini. Yuri melirik kelangit siang ini. Matahari rupanya sudah merubah suhu panasnya sama persis dengan neraka. Sangat gerah rasanya.

 

“ Yuri, tunggu” Kris berlari mendekati Yuri yang sudah berjalan sekitar 2 meter didepannya. Disusul Soojung dan Kai yang berlari kecil dibelakang Kris.

 

Yuri hanya melirik tangannya yang sudah dipegang Kris tanpa sengaja. Karena gugup, kemudian Kris melepaskan pegangannya.

“ Oh, mian.”

“ Ne, ada apa lagi? Aku sedang tidak dalam mood baik hari ini.Jadi aku ingin pulang lebih cepat.”

 

“ Mengenahi permintaanmu. Aku merubahnya. Aku ingin pergi ke club dan meminum anggur sebanyak-banyaknya tetapi hanya berdua denganmu. Bagaimana? Sudah cukup konyol bagimu ?” Tantang Kris.

 

“ Hah! Pintar sekali.” Yuri melanjutkan jalannya yang sempat tertunda.

 

“ Aku akan menjemputmu pukul 7 nanti malam. Berdandanlah yang cantik!” Teriak Kris jauh dibelakang Yuri.

.

.

.

.

Tentu saja Kris menepati janjinya. Dia sudah berada didepan apartement Yuri saat ini. Terlihat begitu kosong karena memang Yuri hanya tinggal sendiri disana. Kris tak berhenti berkedip melihat Yuri keluar dari kamarnya.

 

Sebuah dress mini berwarna hitam, dan heels yang warnya terpadu dengan dress cantik itu. Rambutnya terikat rapi, membuatnya terlihat sangat menarik malam ini.

 

“ Mwo? Kenapa melihatku seperti itu? Tidak pantaskah ? Baiklah aku akan menggantinya.”

 

Belum sempat Yuri berhasil memasuki kamarnya, Kris sudah mendekapnya dari belakang.

 

“ Tidak, kurasa kau sangat menarik malam ini Yuri.”

.

.

.

“ Chagiya, aku takut dengan kedua anak bodoh itu. Bagaimana jika mereka mabuk berat dan mereka terlibat adu pukul lalu mereka dibawa kepolisi dan kasusnya semakin menyebar kemana mana ? Bagaimana kalau ayah Yuri mendengar semua ini ? Bisa bisa dia membunuh Kris!!”

 

“ Hmm. Aku juga memikirkan hal yang sama. Tapi untuk ayah Yuri, kurasa tak mungkin. Ayahnya berada di Beijing bukan?”

 

“ Haruskah kita sebagai seorang sahabat diam saja seperti ini ? Bagaimana jika kita membuntuti mereka saja chagi ?” usul Soojung yang langsung bersemangat.

 

“ Daebak! Pacarku memang pandai sekali. Lagi pula sekali- kali aku ingin merasakan menjadi seorang mata-mata dengan kacamata hitam, semua aksesoris berwarna hitam sambil mebawa lup dan mengendap-endap.”

 

“ Ya! Kau pikir kita akan memakai pakaian seperti itu ?”

 

“ tentu saja!” Jwaban Kai yang penuh semangat nampaknya membuat Soojung memukul bagunya.

 

“ Aish! Tidak sampai seperti itu jugaa chagiya!”

 

Kai dan Soojung bersembunyi di balik pot bunga didepan club. Mereka melihat Kris dan Yuri baru saja sampai dan menuruni mobil hitam dan berjalan memasuki tempat itu.

 

“ Omoo. Yuri berpakaian sexy sekali!” Soojung tersentak melihat Yuri berpakaian seperti itu.

“ Kau benar, sexy sekali.” Ucap Kai tanpa sadar dan tanpa berkedip.

 

Soojung melirik tajam kearah Kai yang barusaja berkata sesuatu yang membuat Soojung marah.

 

“ Kaii-aaaaaaahhhh!!!!!!”

 

Baru saja Soojung berteriak hebat. Bahkan dia melupakan bahwa posisinya dan Kai sedang bersembunyi saat ini. Teriakannya yang kencang cukup menarik perhatian security club dan mereka dibawa ke pos.

.

.

.

.

“ Kurasa sudah cukup, kepalaku sudah pusing Kris.”

 

Yuri yang baru saja menyandarkan kepalanya yang mulai berat itu, kini sudah melihat tangan Kris mengatong didepan wajahnya.

 

“ Kalau begitu, ayo melompatlah, nikmati lagu ini.”

 

Mereka menari tanpa gerakan yang pasti melompat-lompat berharap dapat menghilangkan rasa pusing yang menyerangnya. Sepertinya 4 botol anggur benar-benar membuat Yuri kualahan malam ini. Dia sudah tak kua menopang dirinya sendiri dan terjauh di antara banyak kaki yang sedang berdansa.

 

Kris yang juga sudah mulai linglung tujuh keiling saat ini berusaha sekuat sisa tenanganya untuk membopong Yuri menjauhi kerumunan orang-orang.

 

“ Pulang”

 

Hanya suara lirih itu yang Kris dengar berkali-kali dari mulut Yuri. Mereka berdua berjalan gentoyongan menuju mobil Kris.

 

“ Yuri, mian-ne. Aku membuatmu seperti ini.” Kris yang masih setengah sadar itu berusaha memegang tangan Yuri yang sudah tergeletak lemas di bangku mobil.

 

“ Ne.. sarrangheo Kris .. Kris oppa saranghe.” Otak Yuri benar- benar terkontaminasi dengan anggur yang sudah terlalu banyak ia minum, sehingga dia mengucapkan apapun yang ingin dia ucapkan.

.

.

.

.

“ Ya! Akhirnya bisa keluar dari pos gila itu. Mana mungkin kita diangap orang yang menyelundup masuk tanpa tiket. Jika aku mau, aku bisa membeli club itu. Menyebalkan sekali.”

 

“ Omo, Bagaimana dengan nasib Kris dan Yuri ? Kita cukup lama meninggalkan mereka chagi.” Teriak Soojung yang mulai panik.

Mereka melihat kedalam club, rupanya sudah tidak terlihat tanda-tanda Kris dan Yuri lagi disana. Mereka saling memandang dan kemudian berlari memasuki mobil menuju apaartement Yuri.

.

.

.

Kris dan Yuri tiba di apartement milik Yuri. Kris meletakkan tubuh Yuri diatas ranjangnya. Menutupi kaki Yuri dengan selimut putih yang sudah ada disana. Kemudian mengecup dahi Yuri.

 

“ Kris, tetaplah disni.” Yuri berjalan gentoyongan menyusul Kris yang akan keluar dari apartementnya.

 

“ Aku masih memiliki 2 botol anggur di dalam almari es. Temani aku meminumnya.”

 

Yuri memeluk tubuh Kris dari belakang. Kemudian Kris menemani Yuri untuk meminum anggur yang tersisa.

 

Hanya membutuhkan beberapa menit, 2 botol anggur itu sudah habis diminum Kris. Kini keduanya benar—benar berada dialam bawah sadar mereka masing-masing.

 

Entah apa yang kini dipikirkan oleh Kris. Dia menggandeng tangan Yuri menuju kamarnya. Setelah menutup serta mengunci pintunya, mereka berdua terbaring diatas tempat tidur berwarna putih itu.

 

Tepat sebelum Kris melakukan hal-hal bodoh pada Yuri yang tidak sadarkan diri, Kai dan Soojung datang.

 

“ Kris!”

“ Yurii” mereka berdua berkeliling apartement Yuri mencari orang yang dicarinya. Beberapa detik kemudian Kai mendapati suara- suara aneh dari dalam kamar Yuri.

 

“ Aiissh!! Sepertinya mereka sudah melakukannya. Kita terlambat.” Ucap Kai didepan pintu kamar Yuri.

 

“ Mwo ? Apa yang kau katakan Chagi ? Ayo hentikan mereka berdua!” Teriak Soojung.

 

Mereka berdua berteriak-teriak memohon pada Kris dan Yuri untuk keluar. Tetapi rupanya kedua anak muda itu sudah tenggelam dalam dunia kelam yang membawanya pada suatu kenikmatan.

“ Kris! Berhentilah, Kau dapat merusak masa depan Yuri!”

“ Yuri, sadar, dan berlarilah!” Teriak Soojung.

 

Berkali-kali berteriak rupanya membuat Kris dan Yuri merasa sebal dengan semua teriakan menggelikan dari mulut Kai dan Soojung.

“ Aiiisssh! Berhenti berteriak Kai. Aku tau kau menginginkannya juga. Lakukan saja disana dengan Soojungmuu” teriak Kris dari dalam kamar mereka.

 

Soojung dan Kai saling menatap. Seketika Soojung menutup dadanya dengan kedua tangannya ketika melihat Kai melihatnya dengan pandangan seperti itu.

 

“ Jangan harap kau bisa Kai!” teriak Soojung yang kemudian lari meninggalkan apartement.

.

.

.

.

.

Bandara Incheon masih terlihat sepi pagi ini. Seorang laki laku paruh banya dan istrinya baru saja keluar dari pintu keluar. Mereka mendorong sebuah alat dorong yang berisi beberapa koper besar mereka.

 

Karena hari ini ulang tahun anaknya, mereka membela-belakan mengosongkan jadwal pekerjaan hari ini dan memilih untuk datang ke Seoul.

 

Baru saja mereka ingin merebahkan tubuh ini di atas tempat tidur, tetapi baru memasuki apartement itu saja rasanya semua capek sudah hilang. Berganti dengan rasa marah yang sangat.

 

“ Kemana anak itu ? Bisa-bisanya tempat ini penuh dengan sampah dan berantakan seperti ini! Dan bau apa ini ? Pasti dia sering minum anggur!” omel seorang laki-laki yang bukan lain adalah Appa Yuri.

 

“ oppa, Pintu kamarnya terkunci.” Teriak eomma Yuri yang dari tadi sudah berusaha membuka pintu kamar itu.

“ Yuri!! Appa tau kau didalam, keluar sekarang juga!!”

 

Beberapa detik tidak ada sahutan dari dalam. Appa Yuri hampir saja akan mendobrak pintu itu sebelum tiba- tiba Kris menjawab.

 

“ Ya! Bisakah kau diam Kai?!”

 

“ Mwo ? Ada seorang laki-laki didalam sana oppa, cepat dobrak!”

 

Dengan sekuat tenaga, appa Yuri berhasil membuka pintu itu. Dan apa yang dia dapati ?

 

Yuri dan Kris tengah tergeletak lemas diatas ranjang mereka dengan hanya tertutupi dengan selimut saja. Entah sadar atauppun tidak, mereka sudah berpelukan tanpa jarak antara mereka berdua saat ini. Eomma Yuri hampir saja pingsan melihat perilaku anak semata wayangnya itu. Untung saja appa Yuri sigap untuk menopang tubuh istrinya itu.

 

“ KWONNN YURIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

.

.

.

Sinar matahari terpantul melalui jendela apartement tepat pada wajah Yuri. Memaksa matanya untuk terbuka. Dia baru saja akan mengambil bantal disampingnya untuk menutupi wajah miliknya. Tetapi tidak seperti biasa,bantal itu terasa lebih berat dari kemarin-kemarin.

 

Akhirnya Yuri mengalah dengan bantal sialan itu. Dia membalikkan posisi tidurnya kearah lain dan mulai menutup matanya kembali. Mata Yuri terbuka dengan sangat lebar saat ini ketika menyadari sebuah tangan sudah merangkulnya dari arah belakang.

 

Seperti berada dalam mimpi. Yuri fikir ini adalah mimpi terburuknya sepanjang umur. Membuka matanya dan melihat Kris tertidur lelap disebelahnya tanpa selembar bajupun karena mereka berdua hanya berlapiskan selimut saat ini.

 

“ Aaaaaa!!!!!!!”

 

Yuri buru-buru berteriak dan membuat Kris ikut terbangun.

“ Aiihh, jangan berteriak Kai!” Jawaban Kris rupanya cukup membuat Yuri semakin geram.

 

“ Jinja!!! Apa yang sudah kau lakukan padakuuu paboyaa!!!!!!!!!!!!!!!” Yuri mulai memukul-mukul tubuh Kris dengan apa saja yang bisa dihantamkannya saat ini.

 

“Yaa!! Yuri hentikaan! Kenapa kau? Kemana bajumu ?”

 

“ Harusnya aku yang bertanya! Dimana bajuku! Kau! Apa yang kau lakukan padaku semalaamm!!!”

 

Rupanya mereka berdua benar-benar belum sadar tentang apa yang telah mereka lakukan tadi malam. Kris terlihat masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Dia juga masih benar-benar bingung. Untuk memastikan apa yang terjadi, perlahan Kris melirik kedalam selimutnya.

 

“ Mian-ne Yuri. Aku benar-benar tidak menyadarinya.”

 

“ KRISSSS!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

Yuri menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Percuma saja jika ia memendam semua amarahnya, semua ini sudah terlanjur terjadi.

 

Suara tepukan antara dua tangan sudah terdengar dari pintu kamar. Yuri terkejut sekaligus takut saat ini. Betapa tidak, ia melihat appanya disana. Entah, Yuri tak tau akan diapakan dirinya oleh appanya itu. Mungkin setelah ini Yuri akan pindah ke Beijing dan meninggalkan Seoul selama-lamanya.

 

“ Apa sangat menyenangkan acara tadi malam ?” Tanya appa Yuri

“ Mian-ne appa, ini tidak seperti yang appa lihat. Kami.. kamii …”

 

“ Sudah cukup Yuri. Temui appa setelah kau membereskan semua ini. Namja jalang itu juga!”

 

.

.

.

Yuri dan Kris sudah menghadap appa Yuri. Mereka hanya bisa menunuduk selama ini. Untuk berbicarapun rasanya takkan dipercayai oleh appa Yuri yang sudah tenggelam dalam emosinya sendiri.

 

“ Appa datang ke Seoul hanya akan merayakan ulang tahunmu Yuri. Tapi betapa appa terkejut dengan respon pertama appa bertemu denganmu!”

 

“ Mian-ne appa”

“ Mian, mian, mian! Berhenti meminta maaf! Appa hanya akan memafaakanmu jika kalian sudah menikah!”

 

“ MENIKAAHHH ?”

 

Yuri dan Kris saling menatap. Mereka tak pernah membayangkan hal ini terjadi. Bersahabat selama beberapa tahun dan mereka berakhir dengan sebuah pernikahan ? Tidak, tidak. Mereka sama sekali tidak dapat mebayangkan sebuah foto keluarga dengan Kris, Yuri dan beberapa anak mereka terpampang di sebuah ruang tamu. Mereka masih saling menatap hingga tubuh Yuri melemas dan tak sadarkan diri.

.

.

.

.

TBC

 

Sebenernya mau dibikin oneshoot. But, aku rasa ini cerita butuh agak panjang. Dan waktuku liburan udah habis. Jadi daripada ini fanfict ngebangke di laptop, mending aku publish deh.. hehe, mian banget kalau typo banyak karena gak sempet buat editing ^^ RCL selalu ditungg

 

 

 

 

 

One thought on “[TWOSHOOT] The Accident 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s