‘War of Marriage’ Prologue

war-of-marriage

Title : ‘War of Marriage’ Prologue

Sub-Title : ‘First Meet?’

Author :  Shin Ah Ra (T : @kyungdaee) & ChocoHeaven0510 (T : @nahyabintan_)

Main Cast :

Oh Se Hun
Ryu Hwa Young

Other Cast :

Kim Joon Myun
Jung Eun Ji
Kim Jong In
Kim Yeon Woo [OC]

Genre : Angst, Dark, Marriage life, School life

Rating : T (17+)

Desclaimer : The casts are belong to God and SM Entertainment except OC. We are only the owners of the main idea and this fanfiction. So, don’t be a plagiator.

Summary :

Kenakan topeng, hapus dirimu, itulah tabiat manusia yang benar

Dirimu sesungguhnya dapat menari, laser yang mempersingkat malam

Aku tak terbiasa, aku tak bisa, sebuah bunga yang tak berbuah

~STORY BEGIN’S~

-‘A’ Night Club, Dongdaemun-

Jam telah menunjukkan pukul 19.00 KST. Terlihat dua orang gadis memasuki sebuah klub malam dengan pakaian tebal dan serba tertutup. Keduanya sekilas memang terlihat tidak sama sekali berniat menghabiskan malam yang begitu larut dan dingin dalam sebuah klub yang bahkan menurut mereka sangat menjijikkan itu. Ini semua dilakukan karena seseorang memaksa mereka harus memasuki tempat iblis itu. Siapa lagi kalau bukan ‘Gadis pembawa onar’.

Kedua gadis itu mencari-cari dalam ruangan yang begitu menyilaukan. Lampu disko dan musik yang dimainkan oleh DJ begitu menggema di seluruh tubuh mereka yang memang benar-benar tidak ingin memasuki tempat itu. Kedua pandangan gadis itu tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk didekat meja bar dan memegang segelas vodka di tangan kanannya. Disebelah gadis itu, terlihat beberapa pria hidung belang yang menggoda dengan bisikan-bisikan halus di kedua telinga gadis itu. Kedua gadis itu langsung menghampiri dan membuat para pria hidung belang yang mengerubungi gadis yang mereka cari pergi.

“Ryu Hwayoung! Kenapa kau selalu seperti ini, hah? Apa kau tak bosan terus-terusan seperti ini?” bentak salah satu gadis pada gadis yang memegang vodka yang bernama Ryu Hwayoung. Gadis mabuk itu merancau tak jelas pada kedua gadis yang berada dihadapannya.

“Jung Eunji… kenapa kau selalu bertanya hal yang sama, huh? Aku bosan mendengar semua pertanyaanmu itu!” balas sengit gadis itu. Ia memang masih setengah sadar dan belum terpengaruh vodka yang ia minum sedari tadi.

Dentingan sebuah ponsel memutus pertikaian kecil yang sebenarnya tak diperlukan itu. Dengan keadaan setengah sadar, Hwayoung merogoh saku mantelnya dan mengambil ponsel putihnya yang menampilkan ID ‘Eomma Calling’.

“Yoboseyo?”

“Yak, gadis kurang ajar! Apa kau mabuk hah? Jangan bilang kau ada di tempat terkutuk itu! Cepat pulang!”

“Shirreo! Kenapa eomma terus mengaturku hah? Aku sudah bosan terus eomma atur!”

“Ish, dasar gadis kurang ajar! Cepat pulang atau hal yang buruk akan menimpamu!”

“Aish arraseo!”

Gadis itu lalu bangkit dan menyampar tasnya yang ia taruh diatas meja. Setelah itu ia menyambar tas hitam milik salah satu temannya dan membukanya tanpa seizin pemiliknya.

“Yak! Ryu Hwayoung, kembalikan tasku!”

Seakan telinganya tersumbat tutup botol wine, Hwayoung tak mempedulikan ucapan apapun yang keluar dari mulut kedua temannya. Jemarinya merogoh ke sisi dalam tas itu sampai menemukan sebotol cairan penyegar mulut dari tas itu.

“Gomawo Kim Yeon Woo…” ujarnya lalu mengembalikan tas beserta isinya kepada salah satu temannya yang bernama Kim Yeon Woo.

“Dasar gadis kurang ajar” gumam Yeon Woo pelan. Eunji yang berada di antara mereka hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Hwayoung yang sangat kasar itu.

“Gomawoyo Jung Eunji dan Kim Yeon Woo. Kalian sampai-sampai menyusulku ketempat yang kalian anggap ini neraka demi membujukku pulang. Aku pantas berterima kasih pada kalian. Annyeonghaseo” ucap Hwayoung dengan sarkatisnya lalu pergi meninggalkan kedua gadis yang masih berdiri mematung di klub itu.

“Eunji-ah, apa kita tidak salah memilih teman?” seru Yeon Woo masih tak percaya dengan apa yang ia dan Eunji alami.

Eunji hanya mendesah berat mendengar perkataan Yeon Woo. “Mollayo… kuharap, suatu saat nanti dia bisa berubah” sahut Eunji lemas. Kedua gadis itu lalu keluar dari tempat yang menjadi sarang dari semua iblis di Seoul itu.

***

Hwayoung kini telah memasuki rumahnya. Ia begitu terkejut melihat ketiga orang asing yang kini duduk diruang tamu bersama kedua orang tuannya.

“Eoh, kau sudah datang chagi?” tanya Eomma Hwayoung. Nada bicaranya sangat lembut seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Sangat berbeda sekali dengan nada bicara saat berada ditelepon berjam-jam yang lalu.

“Hm. Tangshineun nuguya? (mereka siapa?)” balas Hwayoung datar. Kedua matanya menangkap objek asing yang kini berada satu ruangan dengannya.

“Ah ne. Kenalkan mereka ini teman Eomma dan Appa yang baru datang dari Amerika Serikat. Beri salam pada mereka” jelas Appa Hwayoung.

“Annyeonghaseo, Ryu Hwayoung imnida” Hwayoung kemudian membungkukkan badannya tanda hormat.

“Annyeong! Oh Junghyun imnida, dan ini istri saya Oh Sekyung” salam seorang pria paruh baya yang duduk disebelah Appa Hwayoung. “Dan ini putra kami, Oh Sehun”

“Hwayoung-ah, ada hal penting yang ingin kami semua bicarakan denganmu. Duduklah” Hwayoung menuruti perkataan Eomma-nya tanpa ada kecurigaan apapun.

“Karena kau sudah ada disini, kami akan memberitahukan sesuatu yang penting padamu. Kau dan Sehun akan sesegera mungkin menikah dalam waktu dekat”

“Mwo?? Menikah? Dengannya? Appa sedang ingin bercanda denganku bukan?” ujar Hwayoung merasa tak terima dengan semua keputusan kedua orang tuannya. Ia langsung bangkit dari tempat duduknya dan memandang kedua orang tuanya dengan tatapan tak percaya.

“Kami tak sedang bercanda denganmu, Hwayoung-ah. Kau karus menerima semua keputusan kami. Arraseo?” seru Eomma Hwayoung. Gadis itu hanya membuang mukanya mendengar perkataan Eomma-nya.

“Aku tidak mau! Kenapa aku harus selalu menuruti perkataan kaliah, huh? Aku sudah bosan dengan apapun yang kalian perintahkan. Aku bukan Hyoyoung yang selalu menuruti apa yang kalian mau!” balas Hwayoung tak mau kalah.

“Kau berani melawan kami? Baiklah, jika kau tidak mau, Appa akan ambil semua fasilitasmu dan jangan harap appa akan menuruti semua keinginanmu!”

“Sabar Tuan Ryu. Mungkin Hwayoung masih butuh waktu untuk berpikir dulu” ujar Nyonya Oh bijak. Perempuan setengah baya itu berusaha menenangkan kedua orang tua Hwayoung yang merupakan sahabat baiknya itu.

“Tidak bisa! Kau harus mau Hwayoung!”

“Ahjussi, bisakah saya berbicara secara pribadi dengan Hwayoung?” tanya Sehun menengahi pertengkaran antara Hwayoung dengan kedua orang tuanya.

“Untuk apa kau mengajakku bicara secara pribadi, Tuan Muda Oh? Bukankah ini adalah pertemuan pertama kita?” jawab Hwayoung sarkatis. Sekarang ia tak berusaha lagi menutupi sikapnya yang ‘sedikit kurang ajar’.

“Jaga bicaramu, Hwayoung! Dia calon suamimu!” bentak Eomma Hwayoung. Hwayoung hanya berdecak kesal mendengar bentakan dari Eomma-nya. “Sehun, kau boleh mengajak Hwayoung bicara” ucap Eomma Hwayoung pada Sehun. Sehun membungkuk sopan lalu langsung menarik paksa lengan Hwayoung agar gadis itu mengikutinya.

“Yak, Oh Sehun! Lepaskan! Appo!”

 

TBC

 

Author’s note : ff ini juga di publish di saykoreanfanfiction.wordpress.com juga di blog pribadi author di kyungdaeefanfiction.wordpress.com. Thanks for reading and don’t forget to comment readers🙂

 

2 thoughts on “‘War of Marriage’ Prologue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s