The Missing Golden Chip [CHAPTER 1]

Nama Author  : Nopeaah

Tittle                : The Missing Golden Chip

Main Cast        :

Kris EXO

Kwon Yuri SNSD

Kim Jongin EXO

Length             : Chaptered

Genre              : Mistery, Romance, Action

Rating              : General

Disclaimer : Fanfict ini sudah pernah saya publish di website pribadi saya wyfnexokingdom.wordpress.com untuk yang minat dengan fanfict saya bisa mampir kesana yah. Dan juga beberapa website lain ^^ Gomawoo

 

WARNING! Typo bertebaran.

 

.

.

the-missing-golden-chip1

.

.

.

Seoul hari ini terasa begitu panas. Begitu panas hingga laki laki dengan kacamata hitam itu berjalan lebih cepat dari biasanya. Dia merasa bahwa mungkin ada beberapa bawahan dari perusahaan N.P.S sudah berusaha mengejarnya.

 

Tentu saja dia dikejar oleh para bodyguard perusahaan N.P.S yang sangat terkenal di seoul, karena beberapa waktu lalu, laki laki itu telah berhasil mencuri chip yang sangat penting untuk perusahaan itu.

Walaupun dia terlihat begitu santai. Kini jantungnya berdebar tidak karuan. Dia tidak tau apa yang akan terjadi padanya jika semua ulahnya ini terungkap. Mungkin dia akan dibunuh oleh bodyguard dengan badan besar itu. Ataupun dimasukkan dalam penjara. Entahlah.

 

Laki laki itu nampaknya memasuki sebuah gang pertokoan. Dia pikir, para bodyguard itu akan kesulitan untuk menemukannya ditengah banyak para pengunjung di pertokoan itu yang nampak padat.

 

‘ sebaiknya kubuang barang ini lalu mengambilnya kembali saat orang orang itu selesai memeriksaku. Jangan, atau sebaiknya aku jatuhkan saja dengan sengaja ? Tidak, kurasa benda ini teralu penting untuk dibuang begitu saja. Atau sebaiknya .. ‘

 

Pria itu berdiskusi dengan dirinya sendiri. Mencari tindakan yang paling baik agar dirinya tidak terbukti membwa chip itu. Sampai akhirnya dia berjalan kearah seseorang yang sedang memilih sebuah barang di sebuah toko. Dia melihat ada cela di tas punggung milik orang tadi dan dengan santai memasukkan benda kecil itu kedalam tasnya.

 

Beberapa detik kemudian, laki laki dengan kacamata hitam itu sudah mulai berjalan dengan tenang dan berusaha menyamar menjadi pelanggan disebuah toko barang antik. Tidak lama kemudian para bodyguard itu mengerumuni laki laki itu dan mencoba memeriksanya. Laki laki itu hanya diam saat diperiksa, karena dia sudah memindahkan chip tersebut.

 

Walaupun sudah bebas, laki laki itu tetap harus berpikir keras untuk menemukan namja pemilik tas tadi, dan mengambil chip berharga yang membuat setiap agency, dan perusahaan ingin memilikinya.

.

.

.

.

.

Setelah tiga hari pergi untuk mengurus perusahaannya di Amsterdam, tuan Jaejong harus merevisi ulang setiap jadwalnya yang sudah tertata dengan rapi. Karena beberapa jam lalu dia menerima kabar dari assistennya mengenahi golden chip yang hilang. Dan hari itu juga dia terpaksa meninggalkan pekerjaannya di Amsterdam, dan kembali ke seoul.

 

Setelah kedatangan tuang Jaejong, kini semua stuff perusahaan N.P.S mengadakan rapat. Mereka sudah menebak jika rapat kali ini tidak membahas tentang misi baru perusahaan mereka. Tetapi mereka akan merasakan amarah dari atasannya itu.

Bruak!!

 

Setelah beberapa detik mondar mandir mengelilingi anak buahnya, kini tuan Jaejong menggebrak meja dengan keras.

 

“ Apa ini yang kalian sebut dengan kerja professional ? untuk menjaga sebuah benda kecil saja tidak bisa! Gaji kalian selama 30 tahun saja belum cukup untuk membeli chip itu! Benda itu hanya dibuat untuk kepentingan perusahaan ini. Sedangkan perusahaan lain tidak akan mampu mebuat chip seperti itu, maka dari itu semua perusahaan berusaha keras untuk mendapatkannya. Dan setelah perusahaan ini mendapatkannya, benda itu hilang begitu saja! “

 

“ maafkan kami tuan.” Salah seorang kariawan mengajukaan dirinya untuk mewakili kata maaf dari semua teman – temannya.

 

“ hanya kata maaf yang saya dapat ?!” kembali tuan Jaejong mebentak didepan para stuffnya itu.

 

“ tidak tuan. Kami sudah menemukan seorang laki laki, dia masih muda. Tapi karirnya di dunia mata- mata sudah terkenal diseluruh Asia. Kami sudah memintanya untuk menemukan kembali chip tersebut tuan “

“ baiklah, jika laki laki muda itu tidak berhasil menemukan chip itu. Kalian semua saya pecat. Sekarang kalian bisa kembali keruang kerja kalian masing masing “

Ancaman itu cukup mencekik bagi para stuff. Mereka tidak tau bagaimana nasib mereka jika dikeluarkan dari perusahaan ini. Sebelum meninggalkan ruangan, semua dengan kompak membungkukkan badan dan kembali keruang kerja masing- masing.

 

“ tuan Lee, bawakan anak muda itu padaku setiap satu bulan sekali. Aku ingin tau apa saja hasil yang dia dapatkan.” Tiba – tiba ucapan tuan Jaejong mengehentikan langkah tuan Lee. Tuan Lee adalah asisten kepercayaannya.

 

“ baik tuan “ tuan Lee menjawab dengan membungkukkan badan, lalu detik berikutnya dia berjalan meninggalkan ruangan.

.

.

.

.

.

.

 

Sudah hampir satu bulan laki laki dengan tubuh tinggi dan wajah tampan ini menelusuri tentang kasus hilangnya sebuh chip milik perusahaan N.P.S. Hari ini laki laki itu mendatangi kantor pusat perusahaan tersebut untuk menjelaskan semua yang sudah didapatkannya selama satu bulan ini.

 

Laki laki itu menggunakan jas hitam yang menutupi badannya. Kacamata hitam dan sepatu coklat mengkilat menjadikan penampilannya semakin terlihat sempurna. Dia berjalan dengan percaya diri kearah ruang tuan Jaejong.

Knock , knock ,

“ ya.. masuk saja “

 

Terdengar suara sahutan dari dalam ruangan. Kini tangan namja tampan itu sudah menarik knop pintu dan menariknya.

 

“ anyyeonghaseo.. “ namja itu membungkukkan badannya dan detik kemudian dia duduk.

 

“ ya.. kau kah detektif itu ? “

“ ne .. nama saya Kris. “

 

“ ohhh Kris rupanya. Menurutku kau terlalu tampan untuk menjadi seorang mata- mata. Baiklah, sekarang apa yang ingin kau laporkan padaku setelah satu bulan ini ?”

 

“ beberapa minggu lalu saya mulai menelusuri tentang kasus ini. Saya sudah mulai mengungkapnya, namun rasanya kasus ini akan berjalan panjang. Ketika itu, info pertama yang saya dapat adalah tentang perusahaan yang mencoba mencuri itu. Perusahaan V.A.I –“

 

“ ya! Ternyata tebakanku tepat. “ dengan antusias tuan Jaejong menggebrak meja.

 

“ boleh saya meneruskan ?” Kris mencoba bertanya dengan nada sopan.

 

“ ne silahkan “

“ orang itu menyadari bahwa perusahaan ini sudah mengetahui tentang pencurian itu. Karena tidak ingin tertangkap basah, dia memasukkan chip itu didalam sebuah tas salah satu pengunjung toko. Ya, kurang lebih seperti itu info yang saya dapat dari hasil penelitian saya.”

 

“ apa ?! jadi sekarang dimana chip itu ? “

 

“ tenang tuan Jaejung. Saya sudah menemukan dimana anak itu sekolah. Dengan ijin tuan Jaejong, saya akan menjadi siswa disana agar lebih rinci mengetahui siapa anak yang membawa chip tersebut. “

“ lakukan. Lakukanlah apapun yang kau mau. Asalkan aku mendapatkan kembali chip berhargaku itu.”

.

.

.

.

.

Pagi ini hari pertama sekolah setelah liburan musim panas bagi seluruh siswa di Seoul. Yeoja itu sedang merapihkan rambutnya. Merapikan seragam sekolahnya dan mengikat rambutnya.

 

“ Yuri .. Kai sudah menunggumu .. “ suara eomanya itu membuatnya cepat cepat mengikatkan tali sepatunya.

 

“ iyaa eoma, sebentar lagi.. “

 

Beberapa detik kemudian yeoja itu keluar. Diluar sudah nampak Kai menungunya di atas motor sport berwarna hitam itu. Namja itu tersenyum manis kepada Yuri. Tentu saja Yuri membalasnya

 

“ eoma aku berangkat “ Suara Yuri sembari menaiki motor Kai.

 

Setiap pagi Kai memang tidak pernah absen untuk menjemput Yuri. Kecuali ketika dia sedang sakit. Kedua anak ini terlihat sangat serasi. Serasi sebagai seorang sahabat. Kai dan Yuri sudah bersahabat sejak masuk SMP. Dengan perbedaan karakter yang mereka miliki, membuat keduanya saling melengkapi.

 

Yuri, gadis ini memiliki karakter yang berbeda jauh dengan Kai. Dia siswi yang rajin, pandai, dan bersprestasi. Yuri yang cantik, pandai , dan baik. Tentu saja dia mejadi pusat perhatian disekolah. Ya, itu salah satu persamaan antara Yuri dan Kai. Mereka sama – sama menjadi pusat perhatian. Tetapi dalam sudut yang berbeda.

 

Kim Jongin nama aslinya, tapi dia sendiri yang memintanya untuk dipanggil sebagai Kai. Menurutnya nama Kai lebih keren dan mudah dihafalkan dari pada Kim Jongin. Namja ini sangat berbeda dengan Yuri. Dia sangat pemalas, bahkan dia membaca buku pelajaran hanya jika mendekati ujian, dan Yuri juga yang memaksanya.

 

Kai memiliki paras yang tampan. Ya sama dengan Yuri yang begitu cantik. Tentu saja banyak gadis yang menyukai ketampanannya. Tapi jika ada yeoja yang menyatakan perasaannya padanya. Dia meminta Yuri untuk berpura- pura menjadi kekasihnya. Aneh bukan ?

 

.

.

.

Memasuki jam pelajaran ke 5. Yuri melirik kearah Kai yang duduk dipojok kelas. Terlihat sebersit senyum kecil dibibir Yuri setelah melihat Kai yang tertidur di jam pelajaran. Bukan sesuatu yang aneh bagi Yuri jika melihat sahabatnya itu tertidur dikelas. Bahkan tidak jarang Kai meninggalkan pelajaran untuk tidur di UKS. Walaupun sudah beberapa kali Yuri melarangnya, tetap saja Kai melakukannya.

 

Teng Tong Teng Tong

 

Jam pelajaran selesai. Waktunya untuk istirahat.

“ Yuri, kau tidak kekantin ?” ajak Kai yang masih mengusap- usap matanya. Dengan sesekali merenggangkan otot otot tubuhnya.

 

“ aku rasa tidak. Kau duluan saja, aku belum selesai mencatat. “

“ne “

 

Laki laki itu berjalan keluar degan rambut yang masih berantakan, muka yang kusut, dan dasi yang tidak karuhan. Yuri merasa risih melihatnya, lalu dia berdiri dan menahan Kai untuk keluar kelas terlebih dulu.

 

“ Sini. Lihatlah betapa berantaknya kau Kai.. “ Yuri menata rambut coklat Kai yang berantakannya dengan tangan lembutnya. Menarik salah satu ujung dasi Kai dan menatanya dengan lembut. Kai hanya tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya yang tidak jarang memperlakukannya seperti ini.

 

“ ne, kau sudah tampan sekarang. Sebelum ke kantin, sebaiknya kau cuci mukamu. Banyak air liyur disekitar bibirmu”

 

Yuri tertawa geli melihat Kai dengan gelagapan mengelap sekitar mulutnya. Kai memang selalu bisa membuat Yuri tertawa.

 

“ kau bohong ya ? dasar” merasa ditertawakan, Kai membelai puncak kepala Yuri dan meninggalkannya.

 

Yuri kembali tenggelam dalam pekerjaannya. Menyalin catatatan dari gurunya yang tadi belum sempat dia catat karena terlalu konsentrasi mendengarkan penjelasan gurunya.

 

“ Aaa.. aku punya hot news “

Walaupun pikirannya tertuju pada setiap catatan yang ia salin, namun telinganya tidak lepas mendengarkan salah seorang teman perempuan yang terbilang dekat dengannya, dia bernama Jiyeon. Tiba tiba datang dan berteriak seperti ada gempa. Jiyeon memang terkenal sangat suka menggosip. Dia sangat update tentang apa saja yang terjadi disekolah ini. tapi Yuri mencoba untuk tetap tenang dan melanjutkan menulis.

 

“ Yuri!! Tadi aku melewati kantor kepala sekolah. Dan apa kau tahu apa yang kulihat ? aku melihat ada namja yang sangat ganteng sekalii!! Bahkan dia jauh lebih tampan daripada Kai. “

 

“ Oh iya ? baguslah .. “ Yuri berusaha menanggapi seperlunya. Karena dia memang tidak suka untuk bergosip.

 

“ Dan apa kau tau ? mulai besok namja itu akan sekolah disini!! “

.

.

.

.

Sepulang sekolah, Kai tidak langsung pulang kerumah. Dia memilih untuk main kerumah Yuri. Menurutnya disana lebih menyenangkan daripada harus dirumah sendirian. Mengingat kedua orangtuanya yang bekerja di Macau.

 

Yuri memasuki kamarnya dan membawakan minuman segar serta beberapa cemilan kecil untuknya dan Kai.

 

“ Kai, kau tau tentang berita siswa baru yang akan masuk besok ?”

 

Kai hanya mengguk sambil menggigit kue ditangannya.

 

“ aku penasaran dengan namja itu. Jiyeon bilang dia tampan,bahkan lebih tampan darimu”

“ waeyo ( kenapa) ? Apa kau berminat menjadikannya sebagai kekasihmu ?” Kini tatapan Kai berubah menjadi serius.

 

“ aniyo.. aku hanya penasaran saja”

.

.

.

.

.

.

“ kau sudah siap untuk kembali kesekolah tuan Kris ?”

 

Tuan Lee dan Kris saat ini sedang dalam perjalanan menuju sekolah baru Kris. Ya, mungkin rasanya sedikit canggung bagi Kris. Di usianya yang sudah menginjak 20 tahun, kini dia harus kembali lagi menjadi seorang siswa sekolah. Tapi ini semua demi menunjang keprofesionalan kerjanya.

 

“ ne”

Kris memang tidak suka banyak bicara. Dia terkesan seperti bertingkah dingin didepan setiap orang. Tapi untuk kali ini dia tidak boleh terlalu dingin, karena dia harus menggali informasi lebih agar pekerjaannya segera selesai.

 

Mobil Hitam itu berhenti di depan gerbang SM high school. Kris keluar dengan seragam barunya. Walaupun disekolah, Kris tetap terlihat Fashionable. Dia mulai berjalan memasuki sekolah barunya itu.

 

 

Jam pelajaran pertama adalah matematika. Begitu bencinya Kai dengan matematika. Setiap angka yang dihitung, dan rumus rumus itu tidak akan mengalir baik diingatannya. Dia lebih suka menciptakan lagu atau sebuah puisi dari pada berhitung. Maka dari itu, sebelum pelajran dimulai, Kai sudah mengambil posisi untuk tidur di kelas.

 

“ Annyeonghaseo .. kali ini kelas ini kedatangan murid baru. “

 

Jiyeon yang duduk disebelah kiri Yuri kini berusaha memberi kode Yuri untuk menatap laki- laki yang berjalan memasuki kelasnya. Tapi rupanya Yuri sedang tidak ingin diganggu saat ini.

“ Yuri! Lihat itu!” Entah sudah berapa kali Jiyeon mengatakan hal itu pada Yuri. Rasanya telinga Yuri sangat risih mendengar suara itu yang memaksanya untuk menatap kedepan.

 

Namja itu memasuki kelas dengan pesona pertamanya yang membuat para gadis seketika bersuara sangat berisik. Mereka saling memuji laki laki yang baru mereka lihat itu. Yuri mengakui ketampanan namja itu. Bahkan dia sendiri tidak menyadari sejak kapan matanya tidak berkedip melihat namja itu.

 

“ annyeong .. my name is Kris “

.

.

.

.

.

TBC

 

Jangan lupa RCL yah ^^ Gamsahamnida.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s