Nothing Is Impossible! | Part. 2

Image

Title : Nothing Is Impossible!

Author : Piglet

Main Cast : Park In Chan (OC), Huang Zi Tao, Kim Myung Soo (L).

Support Cast : Find it!

Genre : School Life , Romance, Friendship.

Lenght : Chaptered

Summary : Tidak ada yang mustahil di dunia ini!

Nah, sekarang author mau memperbaiki kekurangan author, yaitu memperpanjang FF nya. Semoga, ini udah lumayan panjang, ya?

Okay,  DON’T BASH, DON’T PLAGIARISM, DON’T COPAS

Author POV

Dalam perjalanan menuju ke tempat dimana Chan menjadi ‘budak’ Genk Infinite, Kim Sunggyu dan Park In Chan sama sekali tidak berbicara sepatah katapun. In Chan pun sampai di ruang khusus dimana para anak baru dijadikan sebagai ‘budak’ di sekolah itu. Sunggyu membuka pintu, lalu masuk ke dalam. Chan mengikuti Sunggyu.

Sunggyu :”Budak, cepat perkenalkan dirimu.” ucap Sunggyu sadis.

Chan :”Ne.” Chan mendongak, lalu melihat mata para member Genk Infinite itu. “Annyeonghaseyo, Park In Chan imnida. Bangapta. Dalam waktu satu bulan saja kan, aku menjadi budak kalian? Dan, apa yang harus kuperbuat untuk menjadi budak kalian?” tanya Chan, tanpa ada rasa takut di hatinya.

Dongwoo :”Wah Wah, rupanya, anak baru ini berani sekali melihat mata kita dalam-dalam, kau tahu, setiap anak baru yang kami jadikan budak tidak berani menatap kami, mereka hanya berbicara sambil menatap ke lantai, dan kau? Kau kesetanan, ya? Berani sekali kau menatap mataku.” ucap salah satu member Genk Infinite bernama Dongwoo itu kesal.

Chan :”Maaf, aku manusia. Kau menyuruhku apa? Hanya menatap ke lantai saat berbicara dengan kalian? Yang benar saja, kalian itu juga manusia, kan. Kecuali kalau kalian tuhan, baru aku menghadap ke lantai takut-takut.” ucap Chan, jujur.

Semua member Genk Infinite terbelalak kaget mendengar ucapan Chan. Kecuali satu orang, dia adalah L, atau yang lebih akrab disapa Myung Soo itu hanya bisa mengangkat alis kirinya, dan memasang muka datar.

Sungyeol :”Yak! Yeohaksaeng! Berani sekali kau!”

Hoya :”Oh My God…” ucap Hoya dengan suara yang lebay

Woohyun :” *Masang muka –>  O.O* “

Myung Soo :”Park In Chan.” panggil Myung Soo

Chan :”Ne?”

Myung Soo :”Pergilah, sepertinya, para member belum siap memberikanmu tugas.”

Chan :”Ne? Tapi, katanya aku ingin dijadikan sebagai budak oleh kalian. Bagaimana sih. Dasar Infinite labil.” ucap Chan, lalu pergi dari ruangan tersebut.

Dongwoo :”Labil? What The….. Argh! Yeoja itu! Menyebalkan!” umpat Dongwoo kesal.

Myung Soo :”Dia tidak menyebalkan. Hanya menarik.” ucap Myung Soo sambil tersenyum

Sunggyu :”Kau gila.” ucap Sunggyu tidak percaya.

In Chan berjalan menuju ke kelasnya. Tiba-tiba… “Bagaimana?”  tiba-tiba ada seseorang bertanya kepada Chan.  Chan menengok ke arah suara itu  “Eoh? Zi Tao?”  tanya Chan, ternyata orang itu adalah Zi Tao.  “Bagaimana, kerja barumu itu?”  Zi Tao kembali bertanya  “Budak maksudmu? Hari ini, mereka tidak memberiku tugas. Mereka belum siap.”  Jawab Chan seadanya  “Tidak siap? Masa? Tidak mungkin kalau mereka tidak siap. Apa jangan-jangan……… kau ……………..kabur?”  ucap Zi Tao lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Chan, wajah mereka sangat dekat, 4 cm kurang lebih. *Maksud author kayak gini nih..* Contoh..

index

“Ti-Tidak! A-Aku tidak kabur! Ma-Mana mungkin aku kabur! Yang benar saja!”  ucap Chan gugup  “Benarkah? Oke, aku pegang kata-katamu itu.”  ucap Zi Tao, lalu memundurkan kepalanya.  “Sampai ketemu di kelas.”  ucap Zi Tao. Zi Tao pun menepuk pundak Chan, lalu pergi. Chan menghela napasnya panjang….. “Huang Zi Tao, kau benar-benar membuatku kaget setengah mati. Fuuuh… dasar Zi Tao. Jantungku sampai berdetak kencang sekali. Hah… ada-ada saja.”  gumam Chan. Chan pun langsung kembali ke kelasnya.

Di kelas Chan hanya melamun, melamun, dan melamun. Penjelasan guru tentang sejarah korea itu pun tidak didengarnya. Chan sedang memikirkan seseorang. Chan sedang memikirkan Myung Soo. Chan tidak tau nama Myung Soo.  Karena In Chan melamun terus, Tao pun menyikut lengan Chan, dan bertanya dengan suara yang dipelankan. “Kau sedang memikirkan apa?”  tanya Zi Tao. “Ini rahasia perempuan.”  jawab Chan dengan suara yang dipelankan juga  “Tch! Rahasia perempuan? Rahasia apa itu? Kau pasti sedang memikirkan laki-laki, kan?” tanya Zi Tao.

BINGO! Perkiraan Tao benar. In Chan memang sedang memikirkan laki-laki. Kim Myung Soo tepatnya. “A-Apa? La-Laki-laki? HaHaHa, ti-tidak mungkin!” ucap Chan gelagapan “Kau yakin?” ucap Tao sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Chan *Kayak photo di atas tuh! >Nunjuknunjuk< * Chan memundurkan wajahnya “Yakin!” jawab Chan berbohong “Aku tidak percaya.” jawab Tao sambil mendekatkan wajahnya lagi, Chan memundurkan wajahnya lagi, Tao mendekatkan wajahnya lagi. Karena semakin mundur,  In Chan pun…

“BRUKK!”

Chan terjatuh dari kursi. Semua murid-murid yang tadinya fokus ke pelajaran *Enggak semuanya sih yang fokus -.-* mengalihkan pandangannya ke arah suara. “Auw! Sakit!” Chan meringis kesakitan “Park In Chan! Are you all right?? (Park In Chan! Apa kau baik2 saja?)” tanya Ms. Melody –> *Nama guru yang lain. Gurunya dari luar negeri ceritanya. Kan sekolah bergengsi*  “I’m all right, Miss!! (aku baik2 saja nona!!)” jawab Chan, berbohong. “You’re not all right. Who can help her? Bring her to the school infirmary please. (Kamu tidak baik2 saja. Siapa yang bisa membantunya? Bawa dia ke rumah sakit sekolah tolong.)” pinta Ms. Melody kepada murid yang bersedia membantu Chan. “Miss, i can bring her to the school infirmary. I can help her. (Nona, saya bisa membawa dia ke rumah sakit sekolah. Aku bisa membantunya)” tiba-tiba ada salah satu murid berbicara, dan ternyata, murid itu adalah Huang Zi Tao. “Okay Tao, i let you bring In Chan to the school infirmary. (Oke Tao, aku izinkan kau untuk membawa In Chan ke rumah sakit sekolah.)” ucap Ms. Melody mengizinkan. Akhirnya, Tao pun menggendong In Chan. Gendongnya kayak gini nih…

drama

Semua murid di kelas B terkaget-kaget. Bagaimana tidak? *Lihat saja bagaimana Tao membopoh >Membopoh itu bahasa bakunya menggendong< In Chan* Tao pun membungkukkan badannya sebelum meninggalkan kelas.

In Chan POV

 Ya ampun… kenapa jantungku berdetak kencang sekali, ya? Kalau ketauan sama Tao bagaimana ini? Aduh, pasti aku sangat malu nantinya!  “Jantungmu berdetak kencang sekali.” Tao memulai pembicaraan antara aku dan dia  “A-Apa? Ti-Tidak!” jawabku, berbohong “Benarkah? Aku bisa mendengarnya.” jawabnya, sambil mengeluarkan evil smile nya itu. Apa-apaan itu, dia bisa mendengar? Memang dia tuhan? Cih! “Tao, di sekolah ini ada rumah sakitnya?” tanyaku “Iya. Ada di gedung B.” jawabnya. Sebenarnya ini sekolah atau apa sih? Kok bisa ada rumah sakitnya? Ya ampun. “Mengapa jantungmu berdetak kencang sekali?” tanya Tao “O-Oh, i-itu karena… baru kali ini aku dibopoh oleh seorang pria.” jawabku jujur. Memang selama ini tidak ada pria yang pernah membopohku dengan cara seperti ini. “Begitu, ya. Pantas saja jantungmu berdetak kencang sekali.” jawab Tao.

Author POV

Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah sakit sekolah. Tao membaringkan In Chan di salah satu kasur di rumah sakit itu. “Aku pergi dulu.” ucap Tao. “Gomapta, Tao-ya!” ucap In Chan sebelum Tao kembali ke kelas “Itu bukan apa-apa. Kita kan, teman.” jawab Tao, lalu pergi ke kelas. “Iya, betul. Memang kita teman. Tetapi kenapa hatiku terasa sakit jika kau mengatakan bahwa kita itu teman? Teman….. ya?. Jangan mengharapkan lebih In Chan. Gadis miskin sepertimu tidak pantas berbanding dengan lelaki sekeren Tao. Biarkanlah ini semua menjadi ikatan pertemanan saja. Tidak lebih. Ya, tidak lebih.” batin In Chan.

“Kau disini juga rupanya.” sebuah suara mengagetkan Chan. Chan menoleh ke arah empu suara itu. Dan ternyata, orang itu adalah laki-laki yang Chan pikirkan di kelas. Ya, dia Kim Myung Soo. “A-Ah, kau salah satu member Genk Infinite itu, ya?” tanya Chan “Ne. Perkenalkan, namaku Kim Myung Soo. Kau bisa memanggilku Myung Soo.” jawab Myung Soo “Myung Soo ssi, kenapa kau ada disini?” tanya Chan “Ooh, itu. Di kelasku sedang ada pelajaran olahraga. Kami disuruh berlari keliling lapangan 10 kali untuk pemanasan. Tetapi, aku tergelincir, dan tersungkur. Akhirnya, lututku terluka, dan berdarah. Dan alhasil, aku berada disini, di rumah sakit sekolah.” jawab Myung Soo panjang “Ah, karena itu.” jawab Chan “Kalau kau? Kenapa kau bisa berakhir di rumah sakit sekolah?” tanya Myung Soo “Kalau aku, terjatuh dari kursi tempatku duduk.” jawab Chan, jujur. “HaHaHaHaHaHaHa. Apa? Terjatuh dari kursi tempatmu duduk? Yang benar? HaHaHaHaHa… Lucu sekali kau!” jawab Myung Soo sambil tertawa terbahak-bahak “Kim Myung Soo ssi, tidak ada yang lucu dari itu!” ucap In Chan sambil mengerucutkan bibirnya sebal “Kau itu gadis teraneh yang pernah kutemui.” jawab Myung Soo sambil tersenyum.

“DEG..DEG..”  jantung Chan sekarang berdetak kencang sekali, saat melihat Myung Soo tertawa dan tersenyum tadi. “Sebenarnya ada apa sih denganku? Kenapa dari tadi jantungku berdetak tak menentu! Dimulai pada saat dimana Tao mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dua laki-laki yang bernama Huang Zi Tao dan Kim Myung Soo ini benar-benar membuatku gila! Mereka berdua berhasil membuat jantungku kehilangan kendali. Bagaimana ini? Masa sih, aku suka dengan dua orang ini? Tidak tidak! Tidak mungkin! Tetapi, apakah aku boleh memiliki keduanya? Bolehkah? Di dunia ini tidak ada hal yang mustahil, kan?” batin Chan.

“Hey, Park In Chan! Hey! Kau melamun? Hey!” Myung Soo berteriak untuk menyadarkan Chan dari lamunannya “E-Eh! A-Apa? Kenapa?” akhirnya Chan tersadar dari lamunannya yang gila itu, berharap memiliki keduanya *Awas Chan, dikejar ama sasaeng fans lho*. “HaHaHa, kau itu selalu berhasil membuatku tertawa.” ucap Myung Soo sambil tertawa.

“Kim Myung Soo ssi, aku punya satu pertanyaan untukmu. Jika kau mencintai dua gadis sekaligus, dan kau tidak bisa melepaskan mereka, dan tidak bisa memilih diantara mereka yang ingin kau jadikan kekasihmu. Apakah kau pernah berpikir untuk memiliki keduanya daripada memilih salah satu diantara mereka?” tanya Chan, serius. Myung Soo terdiam sejenak, dan berkata,  “Jika aku menyukai dua gadis sekaligus, dan tidak bisa melepaskan mereka berdua, aku pasti pernah berpikir untuk memiliki mereka berdua saja daripada melepas salah satunya. Tetapi, kalau kita di duakan oleh orang yang kita cintai dan sayangi, apa perasaan kita? Pasti, sakit, kan kalau di duakan.” jawab Myung Soo, pasti. In Chan terbelalak kaget. In Chan baru sadar, jika kita memilih dua duanya, pasti mereka berdua juga merasa sakit, karena di duakan. “Jika aku memiliki keduanya, pasti mereka merasa di duakan, dan akhirnya akan merasa sakit. Ya ampun, aku tidak terpikirkan itu.” ucap Chan sambil tersenyum miris. Myung Soo tersenyum.

“Kim Myung soo, kau bisa kembali ke kelas.” tiba-tiba dokter datang, dan mengatakan kalau Myung Soo sudah bisa kembali ke kelas. “Ne, Gomapseumnida.” jawab Myung Soo. “Wah, kau sudah bisa kembali ke kelas ya? Aku iri padamu.” ucap In Chan. Myung Soo pun berdiri perlahan, lalu berjalan mendekati kasur tempat Chan berbaring. Myung Soo menggenggam tangan Chan dan berkata, “Cepat sembuh, dan… Gomapta.” ucap Myung Soo “Eoh? Gomapta? Karena apa kau berterima kasih padaku?” tanya Chan “Karena…………. kau sudah banyak membuatku tertawa hari ini. Soalnya, aku jarang tertawa lepas biasanya, tetapi, kalau bersamamu, aku bisa tertawa lepas, seperti tadi. Gomapta.” jawab Myung Soo. In Chan terbelalak kaget, Myung Soo jarang tertawa, benarkah? Myung Soo melepas genggaman tangannya, lalu pergi kembali ke kelas.

Myung Soo sedang berjalan kembali ke kelas. Dia sedang memikirkan In Chan. Menurutnya, In Chan gadis yang menarik. “Park In Chan. Nama yang lucu. Dasar In Chan, kau berhasil membuat jantungku berdetak kencang sekali tadi, fuuh.” kata Myung Soo, sambil tersenyum.

TBC

Gimana readers? Udah panjang, kan? HeHe, jangan jadi readers yang PELIT comment, ya?  >.<

~Love From ChanTaoSoo~

2 thoughts on “Nothing Is Impossible! | Part. 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s