Kim Jongin, The One I Love [Ficlet]

poster-hanjieun01-kimjongintheoneilove

Normal
0

false
false
false

IN
JA
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

_ Kim Jongin, The One I Love _

Starring_Park Hana (OC) | Kim Jongin

[failed sad|friendship|family|school life|Romance maybe]

Teen

Storyline by hanjieun01

Poster by rioneilds© @HSG

.

.

.

I love him and it was wrong…

.

.

***

                Cinta tak bersyarat… jatuh cinta pun tak bersyarat, itu yang dikatakan orang, namun itu salah bagiku… itu semua salah dan tak akan benar, aku.. aku mencintai seseorang yang seharusnya tidak kucintai.. dan dia adalah Kim Jongin.

                Dia namjachingu eonniku, aku tahu hal ini salah bahkan mungkin gila… tapi mau bagaimana lagi, setiap tingkahnya, senyumnya.. aku semakin mencintainya, dan itu salah… aku harus melupakannya, kembali seperti dulu, saat aku pertama kali bertemu dengannya dan sama sekali tak mau berhubungan dengannya.

                Aku berjalan gontai menyusuri koridor sekolah, ya koridor sekolah, aku tentu masih sekolah.. aku Park Hana, kelas 2-1 jurusan designer disekolah ini. Sekolah ini memiliki sistem khusus, dimana setiap orang yang masuk pada sekolah ini hanya akan mempelajarari pelajaran yang berkaitan dengan cita-citanya, ya maksudku kalau kau masuk disini kau hanya akan mempelajari apa yang berkaitan dengan pekerjaanmu kelak, contohnya aku, aku ingin menjadi designer maka aku hanya akan mempelajari hal yang berkaitan dengan designer. Aduh.. kenapa aku jadi membahas sekolah?

                “Park Hana!”suara tak asing menggema ditelingaku, aku menengok untuk sekedar melihat dan mendapati Jongin yang berjalan mendekatiku.”Hana-ya, kau marah denganku ya?”tanyanya padaku.

                “Ani “ jawabku singkat, berusaha mengalihkan pandanganku darinya. Aku ingin melupakan perasaan ini, perasaan cintaku padanya, semua ini telah salah dari awal, aku tidak seharusnya mencintainya, tapi kenapa begitu susah menghapus perasaan ini?

                “lalu kenapa kau seperti ini?ada masalah?”ia mengenggam tanganku, wajahnya yang tampan kini terlihat sedikit kuatir. Ya ampun, Jongin.. kalau kau begini terus aku tak dapat menghapus perasaanku!.”tidak ada masalah sedikitpun,Jongin- oppa “ senyumku, lalu melepas genggaman tangannya, aku tentu tak mau tanganku digenggam terus olehnya.

               “Kau mau kemana?”tanyanya begitu melihatku hendak pergi meninggalkannya.”Aku tadi dipanggil Han songsaenim, ada yang mau dibicarakan katanya.. “ ia menatapku dalam, mungkin ia kurang percaya dengan apa yang kukatakan, dan tatapan itu membuatku sedikit risih.

                Entah kenapa, degup jantungku bertambah cepat… apa mungkin hanya karena tatapannya?.
“A-aku keruang Han songsaenim dulu..” ucapku gelagapan lalu berjalan dengan cepat, menaiki anak tangga menuju lantai 2, tempat dimana ruangan Han songsaenim berada.

                Aku merasa senang bisa bertemu dengannya, sangat senang malah, tapi perasaanku ini… bergerak seenaknya, tidak mau berhenti dan saat aku kembali mengingat Jongin adalah namjachingu eonniku, itu pedih rasanya.. sangat pedih.

#KIM JONGIN, THE ONE I LOVE#

                “a-aku dapat beasiswa.. aku mendapatkannya..?”

                “Iya, dan kau akan melanjutkan sekolahmu diparis..”

                “jinjja?..”

                “Ikalau kau terima beasiswa ini, kau bisa berangkat keparis sabtu depan… dan ingat! ini berguna untuk cita-cita mu, hana..”

                “K-kalau begitu saya permisi dulu…”

Ceklek…

                Pintu tertutup. Aku sungguh tak menyangka berhasil mendapat kesempatan ini, maksudku beasisiwa keparis, aku bukan murid berprestasi disekolah ini, aku hanya selalu masuk lima besar nilai teratas jurusan designer… apa itu sudah disebut berprestasi?

                Ya ampun, itu sudah pasti tentu… aku hanya terlalu merendah, selalu begitu. Aku berjalan menyusuri lorong kelas, ya disini terdapat beberapa kelas, kelasku juga disini, dan aku juga berniat untuk kembali kekelas, masih ada mata pelajaran sebelum aku pulang memberitahu hal tadi pada orangtuaku.

                Aku memasuki kelas dan melihat pemandangan berantakan dimana-mana, ya aku sudah tak kaget lagi melihat ini semua…, sampah berserakan dimana-mana, tempat sampah yang diberikan kepala sekolah pun telah hilang entah kemana, sapu dan serok dipakai untuk menjahili sesama murid, dan ini pasti ulah teman-temanku tentunya.

 Kelas kami sudah berapa kali diperingati, tapi sepertinya teman-temanku tetap tak mempedulikannya. Kami semua yang ada dikelas ini merupakan tiga puluh murid tercerdas untuk semua jurusan, dan beruntungnya.. aku juga termasuk didalamnya, tapi hal seperti ini tak usah disebut keberuntungan…. kelas ini seperti kelas anak-anak berandalan menurutku dan tentu hal itu tidak akan pernah kuberitahukan pada teman-temanku.

Aku duduk pada bangku kedua dari depan, ya tempat dudukku memang kedua dari depan. Tempat kami duduk disusun sesuai abjab nama kami dan beruntungnya aku bisa duduk dengan teman akrabku sendiri, Shin Hyorin.”hana-ya, kenapa kau dipanggil Han songsaenim?” tanyanya, begitu melihatku duduk disampingnya.

“aku dikeluarkan dari sekolah da-“”What!!Kau dikeluarkan dari sekolah!memangnya kau salah apa!”dia menyelaku cepat, padahal Hyorin belum mendengarkan baik-baik apa yang mau kukatakan, aku ingin mengisenginya sedikit.”aku dikeluarkan dari sekolah dan disuruh melanjutkannya diparis!”aku mengucapkannya dengan pelan pada kata akhir dan tersenyum.

“ppabo!itu beasiswa! Kau mendapatkan beasisiwa, Chukkae!Kau menerimanya kan?”tanyanya dengan senang begitu menyadari arti kalimat yang kukatakan. “aku belum memutuskannya..”ya, aku memang belum memutuskannya, memang itu sudah menjadi cita-citaku dari dulu, tapi ada sesuatu yang rasanya tak bisa kutinggalkan disini.

Kalau memang aku menerima beasisiwa itu.. apa itu berarti aku harus meninggalkan Jongin? Tapi bukankah itu yang aku mau, aku bisa melupakannya kalau aku pergi keparis, melupakannya hingga perasaan ini tak tersisa…

“Aigoo!kau belum memutuskannya, kenapa?!”sekarang Hyorin malah membentakku. “karena ada sesuatu” ya memang karena ada sesuatu. “Jongin.. pasti kar-“belum sempat melanjutkan kata-katanya, Choi songsaenim sudah masuk dan memarahi kami karena kelas yang kotor.

“Kita harus bicara seusai kelas ini!”kata Hyorin mengingatiku,sedangkan aku hanya mengangguk saja, aku begitu bersyukur mempunyai seorang teman yang perhatian padaku.

#1 Hour Later

                Aku membereskan buku-bukuku, menyusunnya lalu memasukkannya pada tas, setelahnya aku kembali duduk karena Hyorin menahanku, ia menagih janjiku tadi. “Ini semua pasti karena Jongin sunbae kan!”katanya, Yerin memang sudah tahu perihal aku menyukai Jongin dan ia juga tahu kalau Jongin namjachingu eonniku.

                “iya.. dan memang begitu”jawabku seadanya, aku tak mau berbohong.. karena memang Hyorin sudah tahu akan hal ini dan yang pasti ia tak mungkin memberitahu siapapun. “Hana, dengarkan aku, lebih baik kau katakan saja padanya, pada Jongin tentang perasaanmu.., setelah itu kau pergi keparis dan lupakan dia!”aku kaget mendengar perkataan Hyorin, kalau aku menyatakan perasaanku pada Jongin, itu sama saja dengan mengajak berantem eonniku, maksudku itu pasti akan membuat eonniku kecewa atau marah padaku, disisi lain aku juga takut Jongin akan menjauhiku karena hal ini.

                “Kau gila! Aku tidak mungkin menyatakannya, itu sama saja dengan masuk kandang singa!”aku menjawabnya asal, tapi itu memang betul, kalau aku menyatakan perasaanku, itu sama saja dengan masuk kandang singa, aku tak mau bermusuhan dengan eonniku hanya karena hal ini.

                “Aku mau pulang!”aku mengambil tas dan langsung keluar dari kelas, sudah cukup permasalahan hari ini, aku ingin pulang dan tidur.”Terserah kau saja, lah..”jawab Hyorin cepat, tampaknya ia sudah mulai bosan dengan permasalahanku.

#KIM JONGIN, THE ONE I LOVE#

                Aku berjalan tak menentu kini, kata-kata Yerin terus tergiang ditelingaku. Ingatanku tentang Jongin selalu muncul dikepalaku, entah kenapa aku bisa menyukainya. Aku menarik nafasku dalam, lalu menghembuskannya, berjalan pelan sambil menikmati semilir angin sore, ya sudah sore… kini sudah jam lima, sungguh tak terasa waktu sudah berjalan cepat.Awalnya aku ingin pulang tapi entah kenapa niatku berubah.

                Aku memilih berakhir diTaman, memilih duduk pada salah satu bangku disana, menikmati pemandangan yang indah hingga mampu membuat hatiku yang gundah sedikit membaik. Aku melihat sekeliling dan aku sedikit terkejut saat melihat Jongin dan eonniku( Park Hyojin) yang tampak sedang bertengkar disana, tak jauh dari tempatku duduk.

                Aku merangkak pelan ditanah, merangkak hingga aku sampai pada salah satu semak-semak yang dekat dengan Jongin dan eonniku. Aku begitu penasaran dengan apa yang mereka bicarakan serta apa yang mereka lakukan disini.

                “Jadi sebenarnya kau menyukai dia!!”

                “Maafkan aku.. tapi sebenarnya dari awa-“

                “Jadi dari awal kau sudah menyukainya! Aku salah apa padamu…! aku mencintaimu tulus…hiks”

                “Mianhae, ini salahku dari awal.., aku tak sempat memberitahumu karena kau sendiri tak mau mendengarku, kau salah paham dengan surat itu, surat itu sebenarnya untuk hana.., aku menyukai dari dulu, bahkan sebelum kau mengenalkannya padaku..”

                “j-jadi kkau.. hiks… hiks..”

                “Mianhae..”

                “j-jangan.. hiks..tinggalkan aku.. hiks.. j-jongin..”

                Aku melihat eonni memeluk Jongin dengan erat, seakan-akan Jongin akan lenyap begitu saja kalau ia tak memeluknya dengan erat. Ia menangis sejadi-jadinya saat itu, menumpahkan amarah serta pedih yang ia rasakan, aku bahkan tak pernah melihat eonni menangis seperti itu, ia menangis pilu dipelukan Jongin, memecah keheningan sore saat itu.

Aku ternganga melihat ini semua, sungguh diluar dugaan bila Jongin juga menyukaiku. Rasa senang meliputi hatiku, namun juga perasaan kasihan serta perasaan bimbang yang ikut terasa pada hatiku, aku tak dapat menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini, semua teraduk menjadi satu layaknya sebuah makanan dengan berbagai rasa dicampur menjadi satu.

                Aku jadi semakin tak tega untuk menyatakan perasaanku pada Jongin, aku tak mau eonniku terluka karena hal ini. Aku tak mau menghancurkan semuanya, aku tentu masih mempunyai akal sehat, maka dari itu biarlah hanya aku yang mengetahui ini, walaupun hatiku hancur berkeping-keping, aku tak akan menghancurkan persaudaraan kami hanya karena penuturan terus terang dariku, biarlah aku melupakan semuanya, aku akan pergi ke Paris, melupakan semua kenangan manis yang terjadi disini, biarlah hanya aku terluka disini.

#KIM JONGIN, THE ONE I LOVE#

@Saturday, Incheon Airport (Hari keberangkatan Hana)

                “Jaga pola makanmu disana, hana”ucap Eommaku pelan, ia memelukku erat hingga aku kesulitan bernafas.”Ne, eomma..”balasku lalu melepaskan pelukannya, aku tak mau mati kehabisan nafas karena pelukan eommaku, itu konyol.”aku akan membuat appa dan eomma bangga!”kataku sambil tersenyum semangat.

                Disini juga ada eonniku, ia juga mengantarku kesini, mereka.. maksudku eonni dan Jongin sama sekali tidak tahu perihal tentang aku yang mendengar pembicaraan mereka minggu sore lalu, dan aku tak berniat memberitahu mereka, itu hanya menambah luka pada hatiku.

                Aku memeluk eonniku, alih-alih membalas pelukanku, ia malah medorongku untuk menjauh, ia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Aku menatapnya dalam dan tampaknya ada rasa benci disana, ia membenci diriku.”salam buat Jongin-oppa” kataku pelan, aku masih berharap sebenarnya bahwa eonni memberitahu hal ini pada Jongin, namun hal itu tentu tak mungkin, seseorang yang mencintai pasangannya tak mungkin memberitahu keberangkatan orang yang pasangannya cintai, itu tak mungkin.

                “hmm” jawabnya singkat, aku tahu eonni membenciku tapi haruskah berakhir seperti ini, inikah akhirnya?.”ah, sudah terlambat, aku harus cepat, aku tak mau ketinggalan pesawat!”aku berusaha semangat walaupun merasa pedih pada hatiku.

                “Jaga kesehatan mu, nak” kata appa merengkuhku dalam pelukannya lagi, sedangkan eomma tengah menangis terharu akan beasiswaku ini. Aku menyudahi pamitanku dan beranjak untuk pergi, aku berjalan sambil menarik koperku, berusaha untuk tetap tegar sekarang, menerima resiko yang kudapatkan.

                Aku menengokkan kepalaku sedikit, jujur aku masih mengharapkan Jongin untuk datang kesini, namun rasanya itu tak mungkin,  Jongin sendiri tak tahu bahwa aku akan pergi keParis. Tanpa terasa setetes kristal bening jatuh membasahi pipiku, ingin rasanya aku menangis sekarang, meluapkan segalaa pilu serta gundah yang kurasakan, rasanya lebih baik aku lenyap dari dunia ini, aku tak mau meninggalkan Jongin, aku tidak mau…

                Aku membalikkan kembali badanku, menghapus butir-butir kristal bening yang sempat membasahi pipi ini, lalu melanjutkan langkahku, jalanku masih panjang.. masa depan menungguku dibalik Paris. Aku berjalan pelan menghampiri salah satu petugas, lalu memberikan tiketku pada petugas itu untuk memeriksanya.

“ Jongin, aku mecintaimu… tapi jika ini salah, biarlah.. biarkan hanya aku yang mengetahui ini…, berbahagialah dengan eonni.. gomawo, karena kau juga menyukaiku, gomawoyo..”

END

UHHHH…. selesai juga *ngelap keringat* Gimana bagus nggak*NGGAK!*aku comeback dengan FF Ficlet ini.. aku buatnya dalam waktu 1 hari, lho! Idenya tiba-tiba saja muncul ^^ Oh iya, sadnya kerasa nggak? *NGGAK!!* -_- maaf ya, jika nggak kerasa*memangnya makanan!?**, ini pertama kalinya aku buat FF sad, jujur ini susah banget! Tapi aku akan tetap coba lagi🙂 dan sebenarnya  aku juga mau buat sequel untuk FF ini tapi masih pikir-pikir dulu.. kalau kalian mau sequelnya aku bakalan buat secepatnya tapi kalau nggak segini aja dulu🙂 dan yang terakhir tolong coment, aku mohon b\anget untuk coment, aku membutuhkannya! Udah deh sekian aja, sampai jumpa di FF lainnya!

2 thoughts on “Kim Jongin, The One I Love [Ficlet]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s