[Chapter] The Old Love, Blossomed Again (Part 1)

postertolbaTittle : The Old Love Blossomed Again

Author : nadindabeauty

Ganre : tentuin sendiri yaa’-‘

Length : Chapter

Rating : PG-15

Cast :

  • Jeon Jungkook (BTS)
  • Shin Hyura (OC)

Summary :

“aku ingin menemuimu” – Jungkook POV.

“aku merindukanmu” – Hyura POV.

-The Old Love, Blossomed Again-

Namja itu berjalan menyusuri deretan-deretan kelas. Entah kenapa jarak kelasnya begitu jauh baginya sekarang. Ia risih dengan pandangan orang-orang yang tertuju kepada dirinya. Benar-benar risih. Ia yang bernama lengkap Jeon Jungkook itu mencoba menetralkan pikirannya sejenak. Kejadian tadi pagi cukup membuatnya muak. Sangat muak. Sahabatnya. Oh, apakah saat ini dia masih bisa dipanggil sahabat setelah dirinya sedang berciuman dengan yeoja yang selama ini mengisi hari-harinya? Oh ya. Satu lagi. yeojanya. Bahkan yeojanya saja tidak memberontak, ia sangat menikmati ciuman yang diberikan sahabatnya. Sungguh pemandangan yang menyakitkan.

‘..kau bukan sahabatku lagi, Taehyung’

****

Jungkook segera menduduki bangkunya. Seongsaengnim kini sudah memasuki kelasnya saat bel masuk telah berbunyi. Tumben sekali seonsaengnim itu lebih awal masuk dibanding hari-hari yang lalu. Dan seonsaengnim itu tidak sendirian masuk kedalam kelas, ada seorang yeoja berada disampingnya. Jungkook menatap dingin yeoja itu. anak baru.

“..naneun Shin Hyura imnida. Bangaseumnida”

****

Bel istirahat telah berbunyi. Semua anak-anak keluar dari kelas mereka dan langsung menyerbu masuk kedalam kantin. Tidak untuk Jungkook. Ia malas pergi kekantin. Ia putuskan untuk berdiam diri didalam kelas dan membenamkan wajahnya dilipatan kedua tangannya. Dikelas ia tidak sendirian, anak baru itu Shin Hyura, juga tidak keluar dari kelas. Bukannya ia tidak mau keluar, hanya saja ia tidak tau hendak kemana. Ia tidak terlalu hapal jalan sekolah.

Hyura yang sedang asik menulis akhirnya memberhentikan aktivitasnya karna mendengar suara gumaman dari arah belakang tempatnya. Iapun tertarik untuk melihat siapa yang bergumam nyaring seperti itu. ternyata setelah dilihat, hanya seorang namja yang sedang membenamkan wajahnya dilipatan kedua tangannya. Siapa lagi kalau bukan Jungkook. Hyura mencoba mengurungkan niatnya untuk menghampiri Jungkook namun hasilnya ia tetap akan melakukannya. Akhirnya ia menghampiri Jungkook dengan langkah ragu-ragu.

“hmm annyeong?” sapa Hyura.

“….” tak ada jawaban. ‘Bodoh Hyura! Bodoh! Namja itu pasti sedang tertidur. Untuk apa kau menghampirinya? Baboyaa!’

Setelah Hyura beberapakali membatin, akhirnya yeoja itu berniat hendak kembali kebangkunya. Namun saat ia hendak melangkahkan kakinya yang pertama, sebuah tangan meraih pergelangan tangannya. Tentu saja langkah yeoja itu terhentikan. Hyura melihat ‘tangan’ yang sudah memberhentikan langkahnya. Namja itu, Jungkook, ialah pemilik tangan itu.

“siapa yang berani menghancurkan ketenanganku, eoh?” tanya Jungkook dingin sambil mengangkat kepalanya hendak melihat orang yang sedang ia raih pergelangan tangannya itu. “..kau”

“ah.. n..de?” gugup Hyura karna melihat tatapan Jungkook yang tajam itu.

“kenapa kau mengangguku?” tanya Jungkook lagi tanpa melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Hyura.

“mm bisakah kau lepaskan tanganmu? Appayo!” pinta Hyura sambil menunjuk tangannya yang sedang dipegang oleh Jungkook. Jungkook menghelas nafas berat dan memutarkan bola matanya dengan malas sebelum ia melepaskan tangannya dari tangan Hyura.

“jawab pertanyaanku yang tadi!” seru Jungkook.

“anu, aku hanya ingin memintamu untuk mengecilkan suara gumamanmu tadi. Jujur, itu membuatku terganggu” jawab Hyura.

“jin..jja..yo?” kata Jungkook lalu bangkit dari bangkunya dan mendorong Hyura hingga punggung yeoja itu menyentuh mejanya. Posisi mereka kini sangat dekat. Mungkin kira-kira sisa 5cm saja lagi. ini pertama kalinya untuk seorang Hyura, seseorang yang melakukan posisi seperti ini.

“apa yang kau lakukan?” tanya Hyura takut. Ia tidak bisa memberontak. Ia bisa memperkirakan tubuh kecilnya melawan tubuh besar milik Jungkook. Itu hasilnya akan nihil.

“menghukummu” jawab Jungkook singkat. Mendengar jawaban singkat Jungkook, Hyura membelakkan matanya. Hukum? Apa salah dirinya?

“apa salahku?” tanya Hyura lagi.

“kau tidak perlu mengetahui kesalahanmu” jawab Jungkook lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Hyura. Hyura langsung memundurkan wajahnya. Ia semakin takut pada Jungkook. Mungkin rona merah sudah kelihatan dipipi yeoja itu.

“hen..ti..kan” ucap Hyura pelan. Mendengar ucapan Hyura, Jungkook langsung menjauhkan wajahnya karna sesuatu langsung muncul dibenaknya. Hyura langsung bernapas lega dan pergi keluar dari kelas.

‘aku pernah mendengar suara itu..’

****

Seperti biasa sepulang sekolah Jungkook akan pergi keclub langganannya. Namun saat ia diparkiran, matanya menemui sosok yeojanya yang sedang berjalan berdua dengan sahabatnya, oh bukan, ‘mantan’ sahabatnya, Kim Taehyung. Entah mengapa hatinya sakit lagi. kedua lawan jenis itu mendekati Jungkook yang sedang berdiri terpaku didepan parkiran mobilnya.

“oppa! Hubungan kita berakhir disini, nde?” kata yeoja itu tanpa menyapa Jungkook terlebih dahulu. Jungkook menatap yeojanya itu dengan sinis.

“kau siapa? Aku tidak mengenalmu!” sahut Jungkook mantap yang membuat yeoja itu terkejut kaget.

“mwo?”

Tiba-tiba mata Jungkook menemui Hyura yang sedang berjalan keluar dari halaman sekolah. Ide pun muncul dibenak namja itu. segera ia panggil nama lengkap Hyura. “..YA! Shin Hyura!” panggil Jungkook sambil melambai-lambaikan tangannya pada Hyura. Hyura yang mendengarnya langsung memberhentikan langkahnya dan melihat siapa yang memanggil namanya. Karna merasa dirinyalah yang dipanggil oleh Jungkook, iapun menghampiri Jungkook dengan langkah binggung.

“kajja kita pergi!” seru Jungkook sambil merangkul bahu Hyura. Tentu saja Hyura kaget.

“nde?”

“bukannya kau sudah janji padaku, hari ini kau akan menemaniku penuh?” tanya Jungkook. Hyura semakin binggung. Ia hendak menjawab namun Jungkook lebih mendului dirinya. “..ah, ayo kita pergi saja!” ajak Jungkook lalu menarik tangan Hyura untuk masuk kedalam mobilnya.

Yeoja itu masih disana. Entah mengapa hatinya menjadi sakit saat melihat ‘mantan’ kekasihnya menggandeng tangan yeoja lain. Yeoja itupun akhirnya pergi dari tempatnya. Ia langsung berlari sambil menahan airmata keparkiran mobil Taehyung. Jungkook melihat situasi diluar mobilnya. Ternyata yeoja itu sudah pergi.

“keluar!” perintah Jungkook pada Hyura yang duduk disampingnya. Hyura menoleh ke Jungkook binggung. Bukannya Jungkook tadi menariknya masuk? Jadi untuk apa ia menarik Hyura tadi?

“mwo?”

“ayo keluar!” perintah Jungkook lagi karna Hyura belum keluar-keluar juga.

“kau ini kenapa? Kau yang menarikku untuk masuk kesini lalu mengusirku. Dasar aneh!” kata Hyura lalu hendak membuka pintu mobil Jungkook.

“…” Jungkook hanya memilih untuk berdiam. Benar juga perkataan yeoja itu. ‘baboya’ batin Jungkook. Sebelum Hyura keluar dari mobilnya, cepat-cepat Jungkook tarik lengan yeoja itu hingga kembali terduduk dibangku seperti semula.“…akan kuantar kau pulang!” seru Jungkook. Hyura kembali kaget.

“kau itu aneh! Tadi mengusirku sekarang mau mengantarku pulang” ujar Hyura.

“hey-hey aku berniat baik. Kau tidak mau? Yasudah, sana keluar!” kata Jungkook seraya mengusir Hyura lagi dengan tangannya.

“ish.. dasar aneh!” sahut Hyura pada Jungkook lalu keluar dari mobil itu. jungkook melihat punggung yeoja itu yang mulai menjauh. Perlahan yeoja itu mengingatkan ia pada cinta pertamanya saat ia masih kecil. Yeoja itu mirip seperti Hyura. Suaranya pun begitu mirip.

‘tidak.. itu tidak mungkin! Dia pasti bukan Rara!’

Jungkook pun langsung menginjak gas dan pergi pulang. Moodnya untuk pergi keclub semua berantakan karna yeoja yang bernama, Hyura dan Rara.

****

Hyura melemparkan tasnya kesembarang tempat. Ia rebahkan tubuhnya dipermukaan kasur kamarnya. Hari pertama masuk sekolah memang menyenangkan tapi sedikit dirusak dengan seorang namja. Namja itu Jeon Jungkook. Orang aneh yang masuk kehidupannya. Hyura menghela nafas panjang.

‘kenapa wajah namja itu mirip seperti Kookie?’ batin Hyura.

Tok Tok Tok. Seseorang mengetuk pintu kamar Hyura. Hyura langsung mengubah posisinya menjadi terduduk dipinggir kasurnya.

“nuguya?” tanya Hyura pada orang yang mengetuk pintu kamarnya.

“ini eomma” jawab orang itu.

“oh, masuklah eomma! Pintunya tidak kukunci!” seru Hyura.

Orang yang mengetuk pintu itupun menekan gagang pintu dan membukanya. Muncullah wujud orang itu. ternyata Nyonya Kim. Nyonya Kim mendekati putrinya yang sedang duduk dipinggir kasur kamarnya. Ia mendudukkan dirinya disamping putrinya.

“waeyo?” tanya Nyonya Kim. Hyura mengerutkan alisnya binggung.

“apanya?” tanya Hyura balik dengan binggung.

“anio. Bagaimana sekolah hari pertamamu? Menyenangkan?” tanya Nyonya Kim lagi sambil mengalih topik.

“nde. Tapi ada yang merusak kesenanganku” adu Hyura.

“nuguya?”

“dia namja. Namja itu mengingatkanku pada Kookie” jawab Hyura.

“Kookie? Nugu?” tanya Nyonya Kim lagi.

“eomma tidak tahu siapa itu Kookie?” tanya Hyura balik. Nyonya Kim mengeleng tidak tahu. “..dia sahabat kecil terbaikku. Eomma lupa? Dia sering main dirumah kita. Bahkan eomma senang dengan kehadirannya” lanjut Hyura.

“jinjjayo? Kookie. Ah! Eomma ingat!”

“syukur~”

“dia cinta pertamamu kan?” goda Nyonya Kim. Rona merah tiba-tiba muncul dipipi chubby Hyura.

“ahh.. eomma tidak usah mengingat tentang itu! aku jadi malu!”

“haha.. nde. Arrasseo. Kajja kebawah! Eomma akan menunggumu dimeja makan” ujar Nyonya Kim. Hyura hanya mengangguk mengerti. Setelah itu Nyonya Kim pun keluar dari kamar Hyura dan pergi keruang makan.

‘jika itu kau, Kookie, aku benar-benar sangat merindukanmu. Jeongmal bogoshiepoyeo!’

****

Jungkook menepikan mobilnya dipinggir jalan. Ia ingin menetralkan pikirannya sejenak. Wajah yeoja yang bernama Hyura dan Rara itu benar-benar tidak mau terhapus dari benaknya. Ada apa dengannya? Ia merasa, ia merindukan yeoja itu. sahabat kecil sekaligus cinta pertamanya, Rara.

“kenapa suara dia mirip sekali denganmu?” tanya Jungkook pada dirinya sendiri.

‘Rara-ah, bagaimana kabarmu? Kapan kau balik ke Busan lagi? bogoshipeo!’

****

Flassback On.

Sepasang lawan jenis itu kini tengah menikmati hari pertama liburannya. Mereka bermain sambil tertawa bahagia. Mereka berdua tampak senang dengan liburan pertama mereka. Yeoja yang bernama Rara dan namja yang bernama Kookie. Mereka berdua asik dengan aktivitas mereka sendiri. Rara yang sedang berpura-pura menjadi pengunjungnya. Sedang Kookie menjadi penjualnya.

“mau pesan apa?” tanya Kookie bagai seorang penjual yang sebenarnya.

“buatkan aku secangkir teh hangat juseyo” jawab Rara dengan senyuman manisnya.

Kookie mengangguk mengerti lalu ia ambil cangkir dan pura-pura membuat teh. Selesainya, ia berikan cangkir kosong itu keRara. Rara menerimanya dengan ceria lalu meminumnya walau sebenarnya isi cangkir itu kosong.

“enak. Gomawoyo, Kookie!” ucap Rara berterimakasih. Kookie hanya membalas dengan senyuman andalannya.

Namun tak lama wajah Rara tiba-tiba menjadi sedih. Ia pun menundukkan kepalanya takut Kookie mengetahui ekspresinya sekarang. Namun Kookie sudah mengetahuinya lebih awal sebelum Rara menundukkan kepalanya.

“waeyo?” tanya Kookie sedikit khawatir.

“ani. Kwenchanna.” jawab Rara sambil mengangkat kepalanya dan berusaha untuk tersenyum manis.

“Kookie. Bagaimana perasaanmu jika nanti aku akan pergi?” tanya Rara tiba-tiba. Pertanyaan itu langsung membuat Kookie terkejut.

“mwo? Apa maksudmu? Tentu saja aku akan bersedih. Aku tidak mau kau pergi!” jawab Kookie.

“kenapa kau tidak mau membiarkanku pergi?” tanya Rara lagi yang membuat alis Kookie mengerut.

“karna..” jawab Kookie menggantungkan kalimatnya. Rara semakin penasaran dengan kelanjutan kalimat Kookie. “..karna kau sangat berarti untukku. Jangan pergi!” sambung Kookie.

“kkk~ kau juga sangat berarti bagiku, Kookie-ah. Kau segalanya bagiku! Aku akan berusaha untuk tidak pergi darimu. Aku janji!” ujar Rara sambil mengangkat jari kelingkingnya keudara.

“janji!” seru Kookie sambil membalas jari kelingking milik Rara. Mereka berduapun tersenyum manis sambil mengeluarkan gigi-gigi halus milik mereka.

Keesokan harinya…

Rara nampak sedih. Kepergiannya keSeoul tiba-tiba mendadak. Jika bukan pekerjaan Tuan Kim, ia tidak akan ikut ke Seoul. Perjanjian antara ia dengan Kookie, sahabatnya, selalu menghantui benaknya. Ia sudah melanggar pernjanjian itu. ‘maaf’. Hanya kata itu yang bisa Rara lontarkan.

“jangan pergi!” seru seseorang dari seberang rumah keluarga Kim. Orang itu, Kookie.

Bisa Rara lihat mata Kookie yang mulai berkaca-kaca. Rara semakin bersalah. Kookie menyeberangi jalan raya dengan hati-hati. Iapun kini telah ada dihadapan Rara dan orang tuanya. Kookie melihat satu persatu wajah orang yang ada dihadapannya. Bisa dilihat ada tatapan tidak ikhlas dimata Kookie.

“jebalyoo.. andwe?” kata Kookie sedikit lirih pada Rara. Rara menggeleng.

“mianhae. Aku sudah melanggar janji kita. Aku tidak bisa menolak ini semua. Kau harus ikhlas ya?” ujar Rara lalu memeluk Kookie dengan penuh kasih sayang. Kookie membalas pelukan Rara.

“kapan kau akan kembali?” tanya Kookie sambil melepaskan pelukan.

“mollayo.. appa kapan?” jawab Rara seraya memberi pertanyaan yang sama ke Tuan Kim. Tuan Kim tersenyum simpul.

“sampai urusan appa diSeoul tuntas” jawab Tuan Kim sambil mengelus puncak kepala Rara. “..nah, nak Kookie, sudah waktunya kami berangkat” sambung Tuan Kim seraya mengajak putrinya untuk menaiki mobil yang tadi sudah ia siapkan.

“ahjussi, bisakah kepergian ini ditunda sehari saja?” tanya Kookie dengan wajah memelas. Lagi lagi Tuan Kim hanya tersenyum simpul.

“mianhae” ucap Tuan Kim singkat yang membuat Kookie menunduk kecewa. Nyonya Kim yang kasihan melihat Kookie, iapun menghampiri Kookie dan memeluknya bagaikan anaknya sendiri.

“berdoa saja kami di Seoul tidak lama, nak Kookie” kata Nyonya Kim ramah sambil melepaskan pelukannya dan mengelus-elus pipi chubby Kookie.

“nde.. semoga–”

“yeobo! Ppaliyoo!!” teriak Tuan Kim dari mobil. Rara yang sudah berada dimobil, melihat Kookie dan Nyonya Kim lewat kaca jendela Mobil. Sebenarnya ia sangat terpaksa ikut pergi ke Seoul. Ia ingin tetap di Busan,

agar ia bisa selalu bersama Kookie.

Flashback Off.

Mengingat masa lalunya bersama Kookie, Hyura selalu tersenyum malu. Betapa malunya jika ia mengingat masa lalu itu.

Begitupun, Jungkook. Namja itu juga teringat dengan masa lalunya bersama Rara. Jika dipikir-pikir ia sangat memalukan disana.

‘aku merindukanmu’

-TBC-

komen author tunggu. #kacangjanganjuseyo :’)

10 thoughts on “[Chapter] The Old Love, Blossomed Again (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s