[ 1Shoot ] Bad Guy

all-4-woonie-son-dongwoon-b2st-29897806-640-960_副本

Judul  : Bad Guy

 

Author : HanYeonWoo

 

Genre : Sad and Romance

 

Lenght : Oneshoot

 

Rating : T

 

Cast   :

 

–    Son Dong Woon   ( Beast )

 

–    Jung Eun Ji       ( A –Pink )

 

–    Son Na Eun       ( A-pink )

 

–    JungHyun          ( Beast        )

 

 

 

Anyeong V_V author balik dengan Ff terbaru…..Sebelumnya author mau kasih tahi kalau FF ini mirip dengan Ff yang diPost di Blong author sendiri tapi dengan  main Cast yang beda…jadi kalau kalian menemukan FF yang sama harap maklum….Mau mapir ke blog author Monggo…..hehehe Disini…..

 

Malam semakin larut, tapi suasana kota seoul masih terlihat ramai.Orang yang bertebaran melakukan aktivitas malamnya.Sinar berwarna-warni yang dihasilkan berbagai bangunan diseoul itu menambah kesan indah saat malam hari.Udara yang dingin dan angin yang menusuk permukaan kulit tidak menjadi penghalang untuk menikmati keindahan kota Seoul, korea selatan.

 

Berbeda dengan kebayakan orang yang akan menggunakan waktu malamnya diluar rumah.Seorang namja tengah serius berkutat dengan laptopnya.Mata dibalik kacamatanya menyipit agar penglihatannya pada layar laptop itu semakin jelas.Dari ekspresinya dapat dilihat kalau dia sedang sangat serius.Jari-jarinya dengan lincah bergerak dikeyboard laptop.Sesekali ia memperbaikki posisi kacamatanya.Bagi seorang Son Dong Woon mengerjakan tugas kuliah itu lebih penting dari pada keluyuran tidak jelas malam-malam.Setelah lebih satu jam berkutat dengan laptop,  Dong Woon meregangkan otot-otot tubuhnya.Ia telah selesai dengan tugasnya, dilepasnya kacamata yang bertengger diwajahnya sambil sedikit bernafas lega.Jam dinding kamarnya menunjukkan pukul sebelas malam, tapi matanya belum juga memberi tanda-tanda ingin segera istirahat.Pandangan  Dong Woon tertuju pada jendela apartementnya, dimana ia bisa melihat secara langsung gemerlapnya kota Seoul saat malam.

 

“Apakah menyenangkan diluar sana ?”Pikirnya.Son Dong Woon, Seorang pelajar berprestasi di Seoul Universty.Hidupnya tidak bisa dikatakan mewah.Tersiksa, itulah kata yang menggambarkan kehidupan Son Dong Woon.Ia hidup seorang diri, teman hidupnya hanyalah yeoja yang sangat ia cintai.Itu dulu, saat Yeoja itu masih berhak ia cintai dan saat yeoja itu juga mencintainya.Meski yeoja itu selalu tertangkap dalam penglihatan matanya setiap hari, tapi ia tak berhak lagi untuk mencintai atau menyentuh yeoja itu karena Yeoja itu bukan miliknya.Bukan keinginan  Dong Woon untuk menjadi manusia biasa yang selalu hidup dalam kebercukupan.Dia ingin seperti teman-temannya yang hidup mewah dan bergelimangan harta tapi itu bukan garis takdirnya.Karena itu garis takdir itu pulalah ia harus rela ia harus kehilangan satu-satunya penyemangat hidupnya, Son Na Eun.

 

 Dong Woon menghela nafas beratya, ia selalu merasa sakit kalau harus mengingat dan menerima keyantaan hidupnya.Kakinya melangkah menuju pintu keluar apartement kecilnya.Tangan  Dong Woon terjulur mengambil jaket disamping kanan pintu, memasang headphone dikepalanya ia akan keluar sambil mendengarkan musik dan mencoba menghilangkan bebannya dengan menikmati keindahan malam diseoul yang ramai. Dong Woon melangkahkan kakinya tanpa arah.Berkeliling mengikuti kemana langkah kakinya membawanya pergi, menembus udara malam yang dingin. Dong Woon mengeratkan jaketnya mengurang rasa dingin yang menusuk pada tubuhnya.Setelah cukup lama berkeliling akhirnya langkah kaki itu berhenti juga, didepan gedung tinggi menjulang Namsan Tower. Dong Woon menatap bangunan yang berdiri kokoh didepanya, entah apa yang membuatnya bisa sampai disana.Yang ia tahu hanyalah bahwa tempat itu menyimpan begitu banyak kenangan manisnya bersama yeoja itu.Apakah ia masih mempunyai perasaan pada Yeoja itu ? maka jawabannya adalah iya.Dia masih sangat mencintai yeoja itu, sangat-sangat mencintainya.

 

 Dong Woon menunggu kereta gantung yang akan membawanya naik ke Namsan itu.Kembali ia melangkah pelan menuju menara.Berdiri didepan lift yang menuju pada balkon observasi yang terletak di paling atas namsan tower.Tidak ada hal lain yang dilakukan Selain menikmati pemandangan malam seoul yang ia dapatkan dari atas sana.Untuk pertama kalinya bibir namja itu bergerak membentuk sebuah senyuman.Senyuman yang hanya tibul ketika ia mengingat masa bahagianya bersama Son Na Eun, mantan YeojaChingunya.Lagi-lagi alasanya adalah yeoja itu.Seandainya ia bisa memilih takdir maka ia akan memilih takdir dimana ia tidak akan kehilangan yeoja itu.

 

Setelah merasa puas diatas namsan tower,  Dong Woon melanjutkan perjalananya mengenang masa indahnya bersama seorang Son Na Eun. Dong Woon mematung sambil memperhatikan puluhan rang yang memasang gembok yang berisikan harapan mereka pada pagar didepannya itu.Dulu dia juga pernah melakukan itu, tapi sekarang dia tidak akan pernah melakukannya lagi.Itu semua adalah perbuatan sia-sia baginya.

 

Merasa lelah dan muak  Dong Woon bergerak pulang menuju apartementnya berada terlalu lama diluar malah membuatnya mengingat kembali kenangan yang pahit. Dong Woon tiba di depan gedung aprtementnya.Saat  Dong Woon mau beranjak masuk, seseorang tiba-tiba saja menghambur kepelukan  Dong Woon seperti ketakutan. Dong Woon Terkaget.Dilihatnya beberapa polisi berlarian dihadapannya.Nafas orang itu terasa memburu didada  Dong Woon.”Mereka sudah pergi”Ucap  Dong Woon dingin.”aku bilang mereka sudah pergi ! bisakah kau melepaskanku”Ucap  Dong Woon lagi dengan nada tidak suka. Dong Woon melepaskan pelukan orang itu secara paksa, seorang Yeoja. Dong Woon menatap yeoja itu, wajahnya pucat, bibirnya beku, kotor dan matanya hampir menutup karena lelah.”To..long a..ku”Lirih yeoja itu seblum ia kembali jatuh tidak sadarkan diri dalam pelukan  Dong Woon.

 

 Dong Woon POV

 

Aku lelah, sangat lelah terus menjalani hidup seperti ini.Aku tidak meninginkan apapun kecuali  Na Eun kembali kesisiku.Tapi itu mustahil, aku bukan orang kaya yang mempunyai segalanya yang bisa mencukupi semua kebutuhan dan keinginannya.Maafkan aku  Na Eun-ah, gara-gara aku kau harus berkorban sebesar itu.Grep….aku merasakan seseorang memelukku tiba-tiba.Nafasnya memburu seperti ketakutan, bersamaan dengan itu aku melihat beberapa orang polisi berlarian dihadapanku.Mungkin yeoja ini sedang melarikan diri dari kejaran para polisi itu.Aku hanya diam membiarkan Yeoja ini melindungi diri dengan memelukku.Aku mengerti keadaannya, dia sedang membutuhkan pertolonganku.

 

“Mereka sudah pergi”Ucapku padanya yang tak kunjung melepaskan pelukannya.”Aku bilang mereka sudah pergi ! bisakah kau melepaskanku”Ucapku lagi tidak suka dengan pelukannya yang terlalu erat.Aku melepaskan pelukannya secara paksa.Aku terperangah melihat keadaannya.Wajah pucat, bibirnya seperti telah beku, kotor dan matanya terlhat sangat lelah.”To..long a..ku”Pintanya lemah padaku.Tanganku segera menangkap tubuhnya yang sudah tidak sadarkan diri.Haruskah aku meolongnya ?

 

Aku meminum secangkir kopi untuk memulihkan sedikit kesadaranku dipagi ini.Semalaman aku tidak tidur karena harus segera menyelesaikan tugas kuliahku.Menjalani kegiatan seperti itu memang sudah menjadi kebiasaanku dan aku menyukainya.Aku membuka beberapa buku yang bisa membantuku menyelesaikan tugasku.Udara pagi ini sangat sejuk, berbeda dengan udara malam yang dingin dan membekukan.Sinar matahari pagi bersinar mulai mulai memberikan kehangatan.Kulirik yeoja yang masih terdiur pulas diranjangku.Aku memang membawanya keapartemantku semalam.Dia hanyalah yeoja lemah yang membutuhkan tempat berlindung, melihat wajahnya yang ketakutan dan lemah aku merasa harus menolongnya.

 

Dia mulai mengerjapkan matanya.Tubuhnya menggeliat dibawah selimut tebal.Kurasa dia akan bangun.Perkiraanku benar.Yeoja itu terbangun dari tidurnya.Dia menusap-usap matanya.Yeoja itu tersentak menapati keberadaanku yang sedang menatapnya.”Kau sudah bangun ?”Tanyaku berusaha ramah.Ini pertama kali aku menyapa seorang yeoja sejak kepergian  Na Eun.Yeoja itu diam, dia seperti ketakutan terhadapku.”Kau sudah makan ? apa kau lapar ?”Yeoja itu masih tetap diam.Tapi kurasa perutnya  tidak dapat berbohong karena bebunyi sangat keras.Aku tertawa pelan.

 

Author POV

 

Yeoja berwajah sendu itu terus menundukan kepalanya.Bukan karena malu, tapi lebih tepatnya karena takut.Takut kalu namja didepanya itu mengusirnya dengan kasar sehingga dia akan kembali menjalani kehidupan kasar dijalanan seperti yang baru ia alami kemarin malam. Dong Woon meletakkan semangkuk ramyeon dan nasi didepan Yeoja itu kemudian duduk dihadapannya.Jidat  Dong Woon berkerut melihat reaksi yeoja itu yang semakin menundukkan kepalanya.”Sampai kapan kau akan mendiamkan nasinnya ?”Ucap  Dong Woon menunjuk nasinya.Yeoja itu membuang pandangannya kearah lain, wajahnya terlihat murung.”Kau akan mengusirku ?” Dong Woon mengkerutkan dahinya, bukan ucapan trimakasih yang pertama keluar dari bibir itu melainkan sebuah pertanyaan.”Waeyo kau ingin segera pergi ? sayang sekali padahal aku berharap kau bisa tinggal lebih lama !”Baik Yeoja itu ataupun  Dong Woon sama-sama kaget dengan perkataan yang lolos dari mulut  Dong Woon.”jeongmalyo ? Kau tidak akan mengusirku ?” Dong Woon mengangguk atas pertanyaan yeoja itu.Yeoja itu tersenyum.Kembali  Dong Woon terperangah.Sebab seyum itu adalah yang sangat sempurna pertama kali yeoja itu berikan padanya.

 

“Son Dong Woon, paggil saja aku  Dong Woon.Namamu ?”

 

“N..Ne”

 

“Kau tidak akan tinggal dengan orang tidak kau ketahui namanya bukan”Yeoja itu mengangguk kemudian menggeleng.Tingkah gadis itu semakin membuat  Dong Woon Bingung.”Aku….tidak punya nama tetap”

 

“Maksudmu ?”

 

“Orang-orang memanggilku sesuka hati mereka, jalang, kotor, sampah, binatang…..”

 

“huss…!!!” Dong Woon menghentikan ucapan yeoja itu.”Kalau begitu aku akan memanggilmu Jung Eun Ji”Entah mengapa  Dong Woon memberi nama untuk Yeoja itu.Entahlah yang ia tahu bahwa hanya satu nama yang teringat lekat diotaknya, Son Na Eun.”Kau benar tidak akan memakan makanannya….Ya sudah” Dong Woon terkaget saat tangan ditepis oleh yeoja itu dengan cepat.Yeoja itu memakan makanannya dengan lahap dan cepat.Dia seolah lupa kalau didepannya ada  Dong Woon yang menahan tawa melihat cara makannya.”Wae ?”Tanya Yeoja itu bingung karena  Dong Woon yang terus memperhatikannya dengan wajah merah menahan tawa. Dong Woon menggeleng sambil memegang perutnya.”Apakah kau tidak pernah mengalami gangguan dengan cara makanmu ?”tanya  Dong Woon susah payah.Yeoja itu menggeleng dengan polosnya.”arra arra kau makanlah setelah itu mandilah dulu dan ikut aku kuliah arrasso”  Dong Woon beranjak membersihkan dirinya dan bersiap menuju kampusnya.Menyiapkan buku dan tugas-tuas yang harus ia bawa hari ini.Sambil menunggu Jung Eun Ji, yeoja yang telah ia tolong dan menjadi teman satu rumahnya itu membersihkan diri  Dong Woon membuka beberapa majalah olaraganya.aktivitas membaca  Dong Woon terhenti  tak kala Eun Ji keluar dari kamar mandi  dengan hanya mengenakan kemeja kebesaran miliknya sambil mengelap rambut basahnya.Mata  Dong Woon rasanya susah sekali berkedip pada objek yang paling indah yang pernah ia lihat.Tanpa sadar ada semacam perasaan aneh yang tumbuh dihati namja itu.

 

Jung Eun Ji terhenti melihat  Dong Woon tidak berkedip mamandangnya.Dengan rasa canggung Eun Ji duduk di samping  Dong Woon.Manik mata  Dong Woon terus mengekori  pergerakan Eun Ji.Yeoja itu 180 derajat sangat berbeda dari yang ia tolong semalam.Cantik, manis, putih, Rambut tergerai hitam, bibir yang merah merekah membuat  Dong Woon harus bersusah payah meneggak ludahnya.”Su..SuYeon-ah kau pakai pakaian yang telah kusiapkan dikamar ! ak..aku akan menunggumu didepan” Dong Woon beranjak pergi menjauhi Eun Ji, berada terlalu lama didekat Eun Ji hanya akan membuat jantungnya berdetak tidak normal.

 

Matahari kota Seoul siang itu terasa menyengat.Namun Semua itu tidak membuat para penghuni kota itu malas untuk keluar dari rumah mereka.Bahkan jalanan pun masih sangat ramai.Seorang namja tampak berjalan terburu-buru sambil menggengam erat tangan Yeoja yang berjalan dibelakangnya.Tubuh Yeoja itu tertarik mengikuti  Dong Woon yang berjalan sangat cepat diantara banyaknya kerumunan orang-orang.Senyuman tidak ada lepanya dari wajah sang yeoja, pasalnya baru kali ini ia diperlakukan sebaik ini oleh seorang namja.Mereka berdua berhenti di tempat pemberhentian bus dengan nafas terengah-engah. Dong Woon tersenyum pada Yeoja disampingnya itu.Yeoja itu yang tak lain adalah Eun Ji.Yeoja yang ia tolong dan ia biarkan tinggal menemaninya dirumah.Eun Ji membalas senyuman  Dong Woon tulus. Dong Woon merasa sedikit tidak nyaman karena banyak orang yang berlalu lalang dihadapanya yang melirik kearah mereka, atau lebih tepatnya ke arah Eun Ji.Yeoja itu memang terlihat bak bidadari yang diturunkan tuhan dari langit, pandang orang-orang itu tidak jauh berbeda dengan pandangannya pada Eun Ji yang  baru keluar kamar mandi tadi.Dia tidak menyangka kalau yeoja yang ia tolong itu luar biasa cantiknya.Sepertinya itu adalah keberuntungan seorang Son Dong Woon.”Lihat itu….wah yeopoda ! apa dia namja Chingunya…benar-benar tidak cocok” Dong Woon semakin kesal mendengar umpatan para namja yang lewat dihadapanya.Sementara Jung Eun Ji hanya tersenyum senang karena dia tidak menyangka akan ditolong oleh  Dong Woon dan Ia tidak perlu menjadi gelandangan lagi yang kotor, bau, dan menderita karena seorang Son Dong Woon telah mengangkat derajatnya sedikit lebih terhormat.Jung Eun Ji tdak menyadari perasaan kesal dan jengkel  Dong Woon ataupun pandangan orang-orang sekitarnya .

 

“Sepertinya aku salah memberinya kostum”Sesal  Dong Woon.Tidak seharusnya ia memeberikan kemeja putih kebesaran dan jeans yang bagian pahanya sobek-sobek mungkin orang-orang itu tidak akan mencuri pandang pada Eun Ji. Dong Woon merasa tidak senang jika Eun Ji harus dipandang oleh orang lain.

 

 Dong Woon dan Eun Ji tiba dikampus.Eun Ji terus mengekor dibelakang Dong Woon karena memang dia tidak tahu harus apa kecuali mengikuti  Dong Woon.Lagi-lagi  Dong Woon merasa jengkel.Sepertinya keputusanya membawa Eun Ji kekampus juga kuputusan yang salah.Semua mahasiswa langsung saja menatap mereka…maksudnya Eun Ji tanpa izin. Dong Woon Menggenggam erat jemari Eun Ji dan segera menariknya pergi.Tanpa  Dong Woon sadari Seorang Yeoja menatap kecewa mereka dari kejauhan.Mata Yeoja itu mengatakan kalau dia benar-benar terluka melihat  Dong Woon menarik Yeoja lain bersamanya.Hatinya pilu dan sakit.Dia sudah berkorban besar untuk namja itu.Tapi namja itu malah mencari Yeoja lain.Cairan bening membasahi wajahnya.Gadis itu adalah Son Na Eun, Yeoja yang sangat  Dong WoonCintai.

 

Jung Eun Ji POV

 

Trimakasih tuhan kau telah memberikanku pelindung seorang namja yang sangat tampan.Aku merasa ini seperti mimpi.Aku seakan tidak percaya apa yang aku alami.Namja ini, Son Dong Woon menggenggam erat tanganku.Menarikku dari namja-namaj yang memandangku.Apakah dia menyukaiku ? yakkk…Jung Eun Ji.Apa yang kau pikirkan heoh !.”Jung Eun Ji” Dong Woon bahkan memberiku nama yang sangat indah.Mimpi apa seorang gelandangan sepertiku bisa bersama pangeran tampan seperti Son Dong Woon.”Kau tunggu disini ! jangan kemana-mana sampai aku kembali menemuimu”Perintahnya tegas dan aku senantiasa menurutinya.Aku duduk dikursi panjang didepan kampus  Dong Woon.Aku mulai bosan karena sudah hampir dua jam aku menunggu  Dong Woon tanpa melakukan apapun.Yang membuatku tidak nyaman adalah jeans yang diberikan  Dong Woon padaku, memang terasa longgar tapi kenapa harus sobek-sobek.Dia pikir aku namja.Aku merasakan kursi yang kududuki bergerak..Seorang namja  berambut pirang dan tinggi duduk disampingku.Sepertinya dia tidak menyadari keberadaanku karena sibuk membaca bukunya.Aku mengayun-ayunkan kakiku bosan.Namja itu tetap berkutat dengan bukunya, aku jadi penasaran dengan buku apa yang ia baca.Aku menggeser tempat duduk ku mendekatinya, mataku bergerak berusaha melihat isi bacaanya itu.Dia masih diam, tidak mempedulikan pergerakanku.

 

“Photografi” Ejaku pelan, namun kurasa terlalu keras sampai dia menoleh kearahku.Omo…ternyanta dia juga tampan.”anye..yong ! maaf menggangumu”Ucapku canggung, kemudian kembali keposisi semula.Namja itu terdiam, dia terus menatapku dan membuatku bertambah tidak nyaman.”Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya ! kau bukan mahasiswi disini bukan ?”

 

“Ne aku hanya sedang menunggu seseorang”

 

“Hmmm…..Nuguya ?”

 

“JungHyun-a”Namja itu menoleh pada yeoja yang barusaja memanggilnya.”Chagia aku sudah selesai ? hari ini kelasku pulang lebih cepat dan aku menunggumu disini”Aku mengembungkan pipiku.Sekarang aku mulai bosan lagi.”Hun-a”Panggilku setengah berteriak senang saat  Dong Woon berjalan menuju kearahku.Aneh, kenapa dia tidak menimpalikku.Dia tidak tidak bergerak dari posisinya.Aku mengikuti arah pandang matanya.Yeoja dan namja itu, dia memandang namja dan yeoja yang sedang bermesraan tadi.Menunggu  Dong Woon yang tak kunjung bergerak, aku berinisiatif mendekatinya.”Hun-a kajja kita pulang ne..ne..ne “

 

“Wah Son Dong Woon kau sudah punya yeoja chingu baru rupanya”Namja tinggi itu tadi menghampiri aku dan  Dong Woon bersama dengan yeoja Chingunya.”Kajja pulang”

 

“Oppa “Langkah  Dong Woon terhenti mendengar lirihan yeoja itu.Ada apa ini ? aku tidak mengerti.”Oppa nugu yeyo ?”aku tahu banhwa yang dimaksud yeoja itu adalah aku.”Anyeong Na neun Jung Eun Ji imnida”

 

 “Diamlah JungHyun, namja brengsek sepertimu tidak usah ikut campur lagi kehidupanku”Bentak  Dong Woonpenuh amarah.Hampir mirip, Jung Eun Ji, Son Na Eun.Aku tidak mengerti sama sekali.

 

Author POV

 

Walapun sudah pulang kerumah bersama  Dong Woon, Eun Ji masih merasa bosan karena namja itu hanya diam sejak pulang dari kampus tadi.Eun Ji masih tidak mengerti kenapa  Dong Woon yang tadi pagi begitu ramah dan perhatian padanya bisa berubah sedrastis itu.Eun Ji mengambil buku dan pensil yang terdapat diatas meja tempat ia duduk.Digitnya pensil itu dengan menatap kosong kertas putih polos yang ia pengang.Tangannya bergerak menggambar diatas kertas putih menghilangkan rasa bosan pada dirinya.Eun Ji bernafas lega.Matanya membulat menatap apa yang baru saja ia gambar, Son Dong Woon.

 

“Kau sedang apa ?”Eun Ji tersentak mendengar suara berat  Dong Woon.”Oppseo aku tidak melakukan apapun”

 

“geotjimal…apa yang kau gambar ? coba kulihat “

 

“Aniya…andweyo”Eun Ji menghidarkan gambarannya dari  Dong Woon.Bisa malu dia kalau  Dong Woon sampai melihatnya. Dong Woon terus mengejar Eun Ji yang berlari darinya.”Yah Jung Eun Ji apa susahnya hanya memperlihatkannya padaku heoh “

 

“Aniya awww”ringis Eun Ji  ketika  Dong Woon berhasil menangkap tubuh mungilnya.Mereka terdiam sesaat, menatap manik mata satu sama lain, merasakan debaran jantung masing-masing.”Aku dapat !”

 

“Ya Son Dong Woon kembalikan padaku”

 

“Omo kau menggambar aku…manisnya”

 

“SON DONG WOON”

 

Matahari sudah waktunya terbenam. Dong Woon mulai kembali menjadi anak yang rajin belajar.Sedangkan Eun Ji, menggambar tiba-tiba saja menjadi kegemarannya, yeoja itu sibuk menggambar dan objeknya selalu sama Son Dong Woon.”Eun Ji kau tidak ingin melewatkan mataharinya kan kajja ?” Dong Woon menarik Eun Ji menuju balkon.Dari sini dapat dilihat dengan jelas matahari yang hampir tenggelam, terbawa suasana Eun Ji menyandarkan kepalanya dipundak  Dong Woon. Dong Woon menyukainya, terbukti dengan Seulas senyum yang tersimpul dibibirnya.”Trimakasih Son Dong Woon kau telah mengubah hidupku, dari neraka menjadi sebuah surga yang menyenangkan”Gumam Eun Ji memejamkan matanya.

 

Keeseokan harinya, Eun Ji seperti biasa mengiringi kemanapun  Dong Woon pergi.Kali ini dia menunggu  Dong Woon selesai kuliah ditempat yang Kemarin  Dong Woon Suruh.Kursi panjang, didepan gedung kapus sendirian.Kali ini Eun Ji tidak merasa bosan karena ia tertidur dengan pulas dan bermimpi indah dialam tidurnya.

 

“ibayo…Jung Eun Ji-ssi”Eun Ji mengerjapkan matanya.Matanya menangkap sosok namja berambut pirang, namja kemarin pikirnya.Pangkuannya lembut sekali.Kesadaran SuYeon langsung pulih begitu menyadari posisinya sekarang.Bagaimana bisa ia bisa tertidur dipangkuan namja itu.”Yak sejak kapan kau berada disini”Ucap Eun Ji stengan berteriak.”Seharusnya aku yang marah, aku baru 3 detik duduk disini tapi kau malah tidur dipangkuanku tanpa permisi”Bentak namja itu tak mau kalah.”Jeongmalyo ! ah mian Hae. Keundae dari mana kau tahu namaku ?”Eun Ji menggaruk lehernya yang tidak gatal.

 

“JungHyun Imnida ! kau menunggu  Dong Woon”Ucap JungHyun tanpa menjawab pertanyaan Eun Ji.Eun Ji mengangguk.”Kudengar mereka pulang terlambat hari ini .Masih ada waktu 3 jam sebelum mereka pulang. Kau mau jalan-jalan denganku ?”Eun Ji menatap JungHyun tidak percaya.”Apa  Dong Woon tidak akan marah ?”Tanya Eun Ji polos.JungHyun tertawa.”Tentu saja ! buat apa dia marah kau kan bukan siapa-siapanya”Wajah Eun Ji menjadi sendu.JungHyun benar, dia bukan siapa-siapa  Dong Woon. Dong Woon hanya kasian padanya, bagaimana bisa ia berpikir kalau  Dong Woon akan marah atau cemburu kalau ia hanya jalan-jalan dengan JungHyun.

 

Jung Eun Ji POV

 

Aku terus mengiringi langkah JungHyun diantara banyaknya orang-orang disekeliling kami.Dia tidak menarikku seperti yang biasa  Dong Woon lakukan.Sedikit sulit karena langkahnya sangat lebar mungkin dua kali langkahku sehingga aku harus berjalan cepat agar bisa sebanding dengannya.Klik….aku mengerjapkan mataku silau karena sinar yang ditimbulkan benda yang dipegang JungHyun.

 

“Apa yang kau lakukan ?”Tanyaku Jengkel.

 

“Memotretmu.Apa lagi ? sayang sekali kalau Yeoja secantikmu tidak aku abadikan ?”Aku tertawa geli mendengar rayuannya.”Benda itu apa ?”JungHyun melotot padaku.”Kau tidak tahu ? ya tuhan kau hidup di zaman apa sampai kau tidak tahu ini ! ini kamera”Aku hanya ber-O ria mendengar ucapan JungHyun.”Kau mau makan Ice Cream ?”

 

“I…Ce Cream”Ulangku pelan.”Kau Juga tidak tahu ?”aku tertawa kuda.Aku merasa malu sendiri karena terlihat bodoh dihadapan JungHyun.” Dong Woon tidak pernah mengajakmu jalan-jalan ?”

 

“Tidak pernah.Dia sibuk dengan semua tugas-tugas sekolahnya.Ahh mathda ! boleh aku tanya sesuatu ?”JungHyun mengangguk dan menarikku duduk didepan sebuah toko Ice cream.”Kau….Sebenarnya apa hubunganmu dengan  Dong Woon ?”JungHyun menghela nafas panjang sebelum kemudian ia menatapku dalam.”Tidak ada”Jawab JungHyun santai.

 

“Geotjimal. Kalau tidak ada kenapa  Dong Woon bisa memukulmu kemarin ?”Namja itu tertawa tidak jelas.”Aku merebut yeojaChingunya.Sebenarnya tidak bisa dibilang seperti itu.YeojaChingunya sendiri yang datang kepadaku”Aku menatapnya.Tak mengerti apa maksud perkataannya.

 

“Waktu itu  Dong Woon kecelakaan.YeojaChingu  Dong Woon datang meminta pertolongan padaku dan tentu saja aku menolongnya dengan sebuah persyaratan…..dia harus meninggalkan  Dong Woon dan dia menyetujuinya.Mungkin itu yang membuat  Dong Woon marah”Aku menganga tak percaya.Kalau memang seperti itu pantas jika  Dong Woon menyebut JungHyun Brengsek kemari.

 

“Ne.Jung Eun Ji….nama itu  Dong Woon yang memberikannya padaku.?”JungHyun mengernyitkan matanya.”Aku tidak bisa menjelaskannya tapi kurasa…..”
“ Dong Woon menjadikanmu pelariannya….”Hatiku sakit menerima kenyataan itu. Dong Woon menolongku dan memeberiku nama hanya untuk menjadikanku pelampiasannya saja.Apakah itu benar ?.Aku memundurkan tubuhku ketika JungHyun secara tiba-tiba mencondongkan tubuhnya kearahku membuat wajah kami hanya berjarak beberapa Cm saja.”Aku juga bisa melakukan hal yang sama denganmu.Aku bisa merebutmu dari  Dong Woon jika aku mau”Badanku menegang saat kalimat itu meluncur dari bibir seorang JungHyun.Dia orang yang kejam.”Kau memang brengsek”Hinaku padanya.Namja itu hanya tersenyum iblis.”Aku hanya melakukan apa yang aku suka”Tiba-tiba JungHyun mengcengkram erat bahuku.Dia mendekatkan wajahnya padaku.Namja ini mau menciumku paksa.Ini didepan umum, apa dia tidak punya malu.Aku mendorongnya kuat, aku berlari sekencang mungkin menerobos orang-orang yang berlalu lalang.

 

 Dong Woon POV

 

Apa ini ? kenapa perasaanku sesak.” Dong Woon-a aku harap kita bisa bersama seperti dulu.Aku tidak tahan bersama JungHyun.Kumohon tolong aku”Perkataan Son Na Eun terus terngiang ditelingaku.Son Na Eun, dia masih mencintaiku dan ingin kembali bersamaku.Melihat wajah sendunya seperti tadi membuat hatiku tersa sakit dan sesak.Apa yang bisa kulakukan untuk menolongnya ? sungguh kalau aku bisa apapun akan ku lakukan demi  Na Eun.Aku ingin sekali kehidupanku kembali berwarna seperti saat dulu  Na Eun bersamaku.

 

“ Dong Woon-ssi bisa bicara sebentar ?”Lagi-lagi namja brengsek ini.Aku ingin sekali memukul namja ini samapai babak belur dan wajahnya hancur.”Aku tidak punya waktu”Ucapku acuh.

 

“Kau tidak bisa.Bahkan kalau ini menyangkut Son Na Eun mantan Yeojachingu kesayanganmu”

 

“Apa maksudmu ?”JungHyun tersenyum licik mendekat kearahku.”ckck…kau benar sok jual mahal rupanya ! hmmm kau ingin kembali bersama  Na Eun bukan ?”Aku terdiam.apa maksud perkataannya dan apa yang ia inginkan dariku sebenarnya.Aku tahu benar seperti apa JungHyun.dia tidak akan menawaran tanpa meminta imbalan.”Berikan Eun Ji padaku dan aku kembalikan  Na Eun padamu”.

 

Author POV

 

 Dong Woon setengah sadar memandang kepulangan Eun Ji.Ya benar namja itu baru saja meminum empat botol berisi cairan bening yang merampas kesadarannya. Yeoja itu terlihat murung dan tidak bersemangat.”Eun Ji-a kau darimana ?”Eun Ji seolah-olah tidak mendengarkan  Dong Woon.Itu berjalan menuju kamar. Dong Woon yang bingung dengan tingkah Eun Ji mengiringinya kekamar.”Eun Ji-ah”

 

“Berhenti memanggilku dengan nama itu.Aku benci”teriak Eun Ji.Matanya berair.”Yeon-ah, kau kenapa ?” Dong Woon sempoyongan menarik Eun Ji kedalam pelukannya.Eun Ji memberontak dalam pelukan Eun Ji.”Sharanghae Son Na Eun”Eun Ji berhenti memberontak, tubuhnya kaku  Dong Woon menyukainya. Dong Woon melepaskan pelukannya kemudian menatap bola mata Eun Ji. Dong Woon tersenyum dialam bawah sadarnya.Dipandanganya bibir Eun Ji dihadapannya.Perlahat disentuhnya bibir itu.Eun Ji memejamkan matanya, menikmati sentuhan  Dong Woon pada bibirnya.

 

Eun Ji melompat-lompat senang sambil mengiringi  Dong Woon berjalan di padang rumput yang hijau.angin bertiup kencang membuat rumput-rumpu itu bergoyangan indah.Seyum indah itu tak ada lepasnya dari wajah Eun Ji.Tubuh Eun Ji membeku.Matanya membulat melihat JungHyun dan Son Na Eun berada tidak jauh disebrang mereka. Dong Woon berbalik merasa Eun Ji tidak mengikutinya lagi.”Kau lambat sekali ? kajja” Dong Woon menarik lembut tangan Eun Ji.

 

“Shireo…andwae jebal !”Ucap Eun Ji setengah terisak. Dong Woon kembali menarik tangan Eun Ji.Eun Ji mengeratkan genggamannya pada  Dong Woon.Seolah memohon kepada namja itu untuk tidak melanjutkan tujuannya.Ia takut sungguh takut.”Kumohon  Dong Woon-a aku hanya ingin bersamamu jebal….”Tangis Eun Ji pecah.Bibir  Dong Woon bergetar.Hatinya terasa berat tapi dia harus melakukannya.Hanya dengan begini ia bisa kembali bersama yeoja itu, Son Na Eun. Dong Woon menarik lengannya sehingga peganggan Eun Ji terlepas.

 

“Hun-aaa….Hun-aa….shireo…andwe jebal….”Eun Ji terus berteriak.Melihat kepergian  Dong Woon bersama Son Na Eun, bahkan  Dong Woon tidak lagi menoleh kearahnya.Air matanya tak terbendung lagi.Pada akhirnya  Dong Woon akan meninggalkannya bukan.”Sudah kubilang…aku bisa merebutmu dari  Dong Woon”JungHyun menarik Eun Ji masuk kedalam mobilnya.Sementara Eun Ji terus memberontak dan meneriakkan nama  Dong Woon berharap namja itu kembali dan menolongnya.Tapi itu tak akan pernah terjadi.” Dong Woon-a…..jangan pergi.Ku Mohon….”Namja itu telah benar-benar hilang dari pandangannya.

 

The End

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s