Your Hand[one-shoot]

Image

Title : Your Hand

Main cast : Oh Sehun

            Yoon se yoon

Author             : Sungeun

Genre  : romance

Rating : PG-15

Length : One-shoot yang tak disangka

***************

Tap. Tap. Tap.

 

“Oppa.. sungguh, aku sama sekali tidak ingin bermain hari ini. Aku lelah”

“lalu?”

“kembalikan telfon genggamku…”

“telfon genggammu??”

Yeoja yang memakai kacamata dengan seragam lengkap menghela nafas berat, “aku perlu istrihat, sehun-na..” Ucap yeoja itu didepan namja bernama sehun yang berpakaian persis bersama dirinya.

“baiklah, akan kuambilkan.” Ucapnya mulai hendak berdiri, tetapi ditahan se-yoon yang berada didepannya,

“tidak, katakan saja dimana tempatnya. Kalau kau yang mengambil…. ah, aku sudah tau kebiasaanmu” ucapnya

Sehun mengangguk, “ada dihalaman belakang” ucapnya melanjutkan menontol televisi

Se-yoon menaikan sebelah alisnya, “maksudmu?”

“didalam tanah” “Mwo?” “aku mengubur telfon genggamu,bodoh” “Mwo?!” “tenang, aku menaruh batu nisan diatasnya, aku tidak sebodoh dirimu” “KAU YANG BODOH, BABOYAAA!!!!”

*****************

6 tahun kemudian>>>

“apa apartemenmu kosong?”

“tidak.”

“lalu siapa? Dirimu?”

Yeoja yang membawa setumpukan kertas itu terhenti ketika namja yang dari tadi bertanya padanya mencegat dirinya agar tidak bisa melewati jalannya, “tidak, ada seorang temanku yang menginap” ucapnya dan menghidar dengan melewati jalan samping

“sampai kapan?”

“sampai kau berhenti untuk menginap ditempatku, dia ingin membantuku. Jadi, jangan kau halangi dirinya, sudah cukup aku tidak punya teman semasa sma karna dirimu.” Ucap yeoja terus melanjutkan jalannya,(anggap sma setara dengan Senior High School)

“aku temanmu.” Ucap namja itu masih mengikuti langkah yeoja itu,

Yeoja itu berhenti di depan kamar nomor 124 ia menoleh pria bernama sehun yang ada disampingnya, “ani, kau bukan temanku. Kau musuhku” ucapnya lalu mencari kunci dalam tasnya,

“ah… jadi kau mengusirku? Baiklah, kita lihat siapa yang akan menarik ucapannya, Yoon se-yoon-ssi” Ucap sehun

se-yoon tidak mengubris ucapannya dan masih mencari kunci didalam tas selempangnya, hingga semakin lama ia menyadari,

“kau mencuri kunciku bukan?”  tanyanya menatap sehun sengit,

“ooh… gadis pintar,” ucapnya dan mengeluarkan sebuah kunci dari dalam sakunya, se-yoon mencoba mengambilnya tetapi sehun tarik kembali, “.. jadi, masih mengusirku?” tanyanya

Se-yoon tidak bisa melakukan apa-apa selain menghela nafas dan mengikuti kemauannya.

***********

Begitulah kehidupan dari gadis cantik bernama Yoon se-yoon, selama 6 tahun dia harus tinggal bersama dengan namja super jahil bernama Oh sehun. Mengingat namanya saja sudah pertanda mala petaka buruk baginya.

Entah mengapa sehun sangat menggemari hobinya, yaitu menjahili Se-yoon, bahkan dia sering menjawab sebuah pertanyaan dengan jawaban yang selalu sama

“Sehun-na.. apa hobimu?

Membuat se-yoon sengsara.”

Itulah jawabannya, dan itulah juga kenyataan yang dihadapi se-yoon. Sengsara. Se-yoon terpaksa tinggal bersama dengan keluarga Oh sejak ia masuk di junior high school karna orangtuanya harus diknas di amerika dan ia takut tidak memiliki teman disana, jadi ia memutuskan untuk tinggal bersama keluarga Oh yang merupakan teman dekat ayahnya

Awalnya, sehun sama sekali tidak mengubris kehadirannya, bahkan sangat dingin. Tetapi, mengetahui sifat se-yoon yang memiliki respon aneh ketika dijahili, membuatnya seperti ketagihan.

Semuanya masih berjalan hingga saat ini. Se-yoon yang sampai saat ini menjalani taun keduanya di universitas unggulan korea itu, memilih untuk tinggal di apartemen dari tahun pertama, awalnya sehun sama sekali tidak meng ijinkannya, dan ia berkekeuh untuk juga tinggal di apartemen yang sama dengan alasan untuk menjaga se-yoon. Tetapi se-yoon menolaknya, sehingga sehun akhirnya sering memaksa untuk menginap di apartemen se-yoon dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal sekalipun,

“Mengapa kau menginap? Aku hanya memastikanmu tidak berbuat yang tidak-tidak.”

“Mengapa kau menginap lagi? Aku bertengkar dengan ayahku”

“Lalu, sekarang? Aku bertengkar lagi dengan ayahku”

“Jadi, kau bertengkar dengan ayahmu lagi? Tidak, orangtuaku sedang bertengkar dan aku                                                                      malas mendengarnya.”

“Sekarang? Apakah kau masih berbohong dengan alasan orangtuamu?”

“Tidak, aku hanya memastikanmu tidak berbuat yang tidak-tidak.”

Sungguh gila.

 **********

“jadi apa alasanmu kali ini? Kau tidak lihat, aku sangat sibuk.” Ucap se-yoon ketika menaruh semua berkasnya diatas meja belajarnya yang menghadap keluar jendela,

“aku merindukanmu.”

“uhuk– !” se-yoon terbatuk minumnya ketika mendengar ucapan sehun dari ruang tengah yang mulai menonton tv, “terserah, apapun yang kutayakan pasti percuma” ucapnya dan kembali kearah mejanya dan mulai mengecek beberapa kertas lagi, dan terbenam,

“Yak! Kau tidak mandi eoh?” tanya sehun tiba-tiba, se-yoon mengangkat kepalanya dari lembaran kertas yang ia pegang, kemudian berbalik menatap sehun,

Ia mengangguk diam, “benar, aku belum mandi” ucapnya dan langsung bergegas menuju kamar mandi,

“jangan lupa bawa bajumu kedalam kamar mandi, daripada kau akan menyesalinya” ucap sehun membuat langkah se-yoon terhenti dan menatapnya sengit, seakan ada makna yang dalam dari ‘menyesalinya’

“wae? Aku benar kan. aku mencoba menjadi namja baik arra” lanjut sehun, se-yoon menurut dan mengambil langkah kearah kamarnya, memang ia sengaja mengambil kamar mandi yang terpisah dari dalam kamar.

sengaja karna dari awal memilih apartemen sehun akan ‘seperti’ ini. Kalau ia mengambil kamar mandi yang didalam kamar, Sehun akan seenaknya saja dengan alasan ingin ke toilet, walaupun itu tidak berarti sama sekali. Dia, ‘childish’.

Se-yoon kembali menuju kamar mandi setelah membawa setelan piayamanya, baru saja ia menutup pintu, sehun memanggil namanya membuat ia terpaksa keluar,

“wae?” tanya se-yoon mendapati sehun hanya menatanya,

Sehun berfikir sebentar, “aku serius” ucapnya membuat se-yoon mendengarkannya lebih seksama(?)

“ee… aku ingin berbicara denganmu sebentar, bisakah?” ucapnya sambil menaruh remote seakan untuk fokus pada perbincangan

Se-yoon tertegun, “tapi aku ingin…”

“–selesai dalam 5 menit atau akan kumandikan kau.” Ucapnya mengambil lagi remotenya yang ada dimeja

Se-yoon merengut kesal, bagaimana seorang yeoja mandi dalam waktu 5 menit, ia menutup pintu kamar mandinya dengan cepat dan keras membuat sehun mencibirnya,

*******

Kring~ kring~ kring~

Se-yoon mematikan bunyi alarm yang kini sudah menunjukan pukul 7 pagi, ia terduduk dikasurnya dengan setengah jiwanya yang masih belum bangun, kemudian ia mengambil telfon genggamnya yang ada disebelah kanan tempat tidurnya, ada satu pesan

Dari : Eomma

Makan malam di Leaver, Seoul jam 7 malam. Gunakan gaun yang ibu kirim.

 

Kencan buta. Eommanya sering sekali mengatur jadwalnya dengan banyak pria, ini adalah rencananya yang ketiga, pria sebelumnya tidak ia temui. Se-yoon menghela nafas dengan berat, padahal ia baru berumur 20 tahun. Mengapa ibunya ingin sekali dia cepat menikah, baiklah. Siapapun itu dia akan mencoba menerimanya, dia ingin menghentikan ibunya yang seperti ini,

Se-yoon tersentak ketika sebuh pelukan tangan ada dipingganya, cepat dia menoleh kesamping dan mendapati sehun. Dia tersenyum polos kerarahnya,

“kau sudah bangun?” manis sekali dia berbicara seperti itu,

Ini bukan pertama kalinya dia bangun dipagi hari dan mendapati sehun sudah berada disampingnya dengan memakai selimut yang sama, awalnya dia memaki sehun tetapi tetap saja sehun adalah sosok yang lebih dari keras kepala, ia hanya ingin semua permintaannya dituruti, tidak sekecualipun.

“chagiya~” se-yoon bergidik ketika mendengar itu dari telinga kirinya, terlalu.. vulgar kah?

Se-yoon mencoba melepaskan eratan tangan sehun di pingganya, tetapi sehun lebih mencengkeram pelukannya, “lepaskan aku sehun-na..” keluh Se-yoon sedikit kesakitan karna eratan sehun mengeras

“kalau begitu batalkan. Batalkan kencan butamu.” Ucap sehun masih dengan eratannya,

Se-yoon menggeleng, “andwe~ aku sudah memutuskan untuk menerima pilihan eommaku. Aku yakin siapapun pria itu adalah yang terbaik untukku.” Ucap se-yoon membuat sehun yang mendengar itu lebih mencengkeram eratannya,

“Se-sehun.. jeballl.. appo…” rintihnya,

“kalau begitu tarik ucapanmu” jawabnya

Se-yoon terengah, “kenapa kau.. seperti… ini…”  dari nada yang ia ucapkan bukan seperti seakan menanyakan tetapi seakan seperti menyesali,

#Tes

Sehun merenggangkan eratannya ketika dilengannya tertindih sebuah tetes air, yang ia yakini adalah air mata dari Se-yoon,

“baik, terserah maumu” ucap Sehun dengan keras dan meninggalkan Se-yoon yang menangis didalam kamar

Ini terlalu pagi untuknya mendapatkan air mata dipagi hari dengan mata yang membengkak, ia tidak bisa membohongi semakin lama. Selama ini dia mencintai pria itu, pria yang selalu membuatnya menangis, membuatnya sengsara, tapi kadang memberi kehangatan dengan tiba-tiba dengan waktu yang tepat….

ia tidak bsia membohongi semua ini… mulutnya selalu membohongi hatinya, dan hatinya kini sudah tidak bisa menahannya lebih dari ini, melihatnya seperti ini membuat hatinya sakit ketika menyadari kenyataan. Bahwa ia.. menyukai Oh Sehun…

****

Se-yoon menghela nafas dengan berat, ia melihat bayangan dirinya dari pantulan kaca, sekarang sudah jam 7 malam dan ia ada janji yang harus ia lakukan. Ia menggunakan gaun yang dikirim ibunya, untuk sesaat ia merasa bangga dengan ibunya karna pilihannya sungguh sangat bagus, mungkin karna ibunya membeli baju di Amerika.

Baju berwarna merah selutut dengan bunga kecil yang indah seperti ornamen tetapi lebih menonjolkan dari baju tersebut,dan dibawahnya ada sedikit motif garis yang terkesan elegan dan mempunyai model,

#pip.

Se-yoon melirik telfon genggamnya, ada satu pesan masuk. Ia membukanya dan mendapatkan

Dari : Sehun

Aku sedang mabuk sekarang, kalau kau tidak hentikan aku, aku mungkin mati.

 

Sudah gila rupannya dia. Dia pasti sedang berbohong agar Se-yoon tidak melakukan kencan buta, kali ini dia tidak akan menuruti kemauan Sehun. Ia akan tetap pergi walaupun Sehun melarangnya, sudah cukup untuknya selalu menuruti kemauan Sehun.

Tapi hatinya kini juga merasakan sakit. Sakit yang sungguh lebih dari sakit. Se-yoon memegang dadanya lebih kearah jantungnya, merasakan sungguh sesak dan sulit untuk bernafas hingga air matanya turun. Ia segera menghapus air matanya, ini akan merusak make-up nya. Dia menghela nafas dengan menyakinkan dirinya harus melakukan yang terbaik, dan mencoba melupakan perasaannya untuk Sehun.

.

“baik-baik saja eomma… kencan paksa ku berjalan dengan lancar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku sama sekali tidak kabur…” ucap Se-yoon berbicara dengan eommanya yang ada diujung telefon sambungan itu,

“dia? Dia baik.. pintar.. tampan.. sopan…. apa? …Tidak semudah itu eomma, aku baru saja mengenalnya bagaimana bisa aku langsung mengadakan pernikahan… Arraseo.. mwo? Sehun? Dia.. baik-baik saja… pacar?aku belum tahu, hubunganku dengannya tidak terlalu dekat. Eoh… arrseo, eomma aku–  eomma, aku tutup  telfonnya, aku akan menghubungimu nanti” ucap Se-yoon memutuskan telfon genggamnya dengan tergesa

Ia melihat didepan pintu kamarnya sudah ada Sehun dengan tersungkur, dia pasti banyak meminum soju malam ini. Se-yoon menghela nafasnya sedih dan juga kecewa, ingin sekali dia merawaat namja ini dan mengatakan bahwa ia mencintainya. Banyak kata yang ingin ia ucapkan tapi tidak ada jalan untuk mengucapkannya.

Se-yoon sedikit menangis,ia menghela nafasnya dan mengampiri Sehun untuk membantunya berdiri,

“Se-yoon? Apa kau Se-yoon?…” Se-yoon hanya terdiam, terlihat Sehun sedikit tersenyum, “aku bisa mengenalnya dengan mudah. Dari kau memasuki lift itu pun aku sudah mencium parfummu” ucap nya, “parfum yang… yang ingin aku hirup setiap waktu” ucapnya membuat Se-yoon terhenyak,

Se-yoon tidak mengambil pusing yang diucapkan Sehun, ia hanya membantu namja itu berdiri,

“apa kau punya perasaan padaku?” tanya Sehun ketika lengannya dikalungkan kepundak Se-yoon

‘banyak’ andai semudah itu Sehun-na.. aku ingin mencintai dan memilikimu, aku ingin kau melindungiku. Aku sudah mengalami banyak hal, mengapa kau tidak menyadari sedikit pun…

Rintih Se-yoon meneteskan air matanya,

“wae? Kenapa kau menangis? Apa ada masalah dengan kencan mu?” baru pertama kali Sehun menanyakan keadaanya, biasanya ia hanya memaki Se-yoon bila ia tidak sengaja menemukan dirinya menangis. Padahal, air mata itu juga untuk diriinya.

“ani, semua berjalan dengan lancar Sehun-na.. kajja, kita masuk” ucap Se-yoon, tidak ada salahnya di bersikap manis. Toh, Sehun dalam keadaan tidak sadar, dia tidak akan menyadarinya karna ia berada dalam pengaruh alkohol.

Masuk apartemen Se-yoon, ia membaringkan Sehun di kasurnya, Sehun pasti merasa sangat marah karna ia tidak menuruti kemauannya.

“Sehun-na.. kau sungguh tumbuh dengan baik, lihatlah dirimu. Seperti pria” ucap Se-yoon lembut memandang Sehun yang kini memejamkan matanya, “..geurae, aku memang memadangmu sebagai seorang pria, untuk waktu yang cukup lama…. “ ucapnya lagi, tangannya ia julurkan membelai sedikit wajah Sehun,

“Sehun-na.. tidak bisakah kau sekarang menatapku sebagai seorang yeoja???”

**********

“Se-yoon…?”

“eoh? Kau sudah bangun? Dasar tukang malas, lihat sekarang. Sudah jam 10 pagi dan kau baru bangun” umpat Se-yoon ketika Sehun bangun akibat cahaya yang terang masuk melalui jendela, “kau lihat matahari itu? Dia sudah bersinar terang dan kau masih bermalas-malasan, cepat– “

“sepertinya aku bermimpi” potong Sehun membuat Se-yoon terdiam, ia seperti menunggu kelanjutan cerita Sehun, “kau mengatakan bahwa kau ingin dianggap seperti wanita, tapi lihat sekarang? Kau bahkan menganggapku sebagai anak kecil” ucapnya membuat Se-yoon tak kembali membuka mulutnya, Sehun seperti menunggu jawaban dari Se-yoon yang sampai saat ini masih membungkam mulutnya,

Se-yoon juga sama sekali tak tahu harus menjawab apa, karna sebenarnya itu sama sekali bukan mimpi, “lalu bagaimana aku menjadi wanita….” lirihnya seperti tak sadar,

“mwo? apa yang kau bicarakan? Aku tidak mendengarnya?” tanya Sehun sambil memandang Se-yoon,

Se-yoon hanya terdiam, “ani, bukan apa-apa, oh benar, apa yang ingin kau ucapkan kemarin?kau belum mengatakannya padaku” ucap Se-yoon mengingat kejadian kemarin,

Sehun terdiam hanya menatap Se-yoon seperti berfikir, “mwo… bukan apa-apa, tidak perlu dibicarakan” jawab pada akhirnya,

Se-yoon terdiam dan melipat sedikit bibirnya, “mwo… kalau begitu,Cepat bangun dari kasurmu, karna kau akan ku usir.” Ucap Se-yoon

“mwo? mengsirku?” tanya sekali lagi Sehun menaikan sebelah alisnya,

Se-yoon terdiam ketika memegang yang selimut diatas kasur, ia kemudian menatap Sehun, “tidak mungkin aku meninggalkan seorang sepertimu didalam apartemenku.” Ucapnya mencoba menarik selimut itu dari Sehun,

“mwo? jadi kau berfikir aku adalah pencuri?” tanya Sehun tidak percaya sambil mendengus kesal,

Se-yoon sedikit terdiam, “kau.. kau lebih dari pencuri tentu saja” ucapnya mencoba menarik lagi, tetapi Sehun tetap menahan selimutnya sampai Se-yoon akhirnya kesal dan berhenti untuk peduli,

“terserah, aku tidak menyimpan makanan apapun disini. Tetapi.. mungkin masih ada beberapa makanan di kulkas yang sudah kadaluarsa, kalau kau tetap tidak mau keluar dalam tiga puluh menit aku tidak akan bertanggung jawab jika kau mati kelaparan atau kau mati keracunan” ucap Se-yoon sambil menuju kearah pintu,

“tunggu sebentar” tahan Sehun menghentikan langkah Se-yoon, Sehun segera menghampiri Se-yoon dengan langkah teratur, ia mendekatkan dirinya dengan Se-yoon.

Perlahan menatap sepasang mata Se-yoon dengan dalam hingga Se-yoon mengalihkan pandangannya, mungkin karna dia tidak kuat, matanya pasti tidak bisa berbohong bahwa hatinya selalu berdegup dengan cepat bila dekat dengannya,

“kenapa kau mengalihkan matamu?” tanya Sehun membuat Se-yoon terdiam, “apa kau menyukaiku? Atau.. selama ini kau mempunyai perasaan padaku? Sehingga kau menatapku sebagai… seorang… pria???” tanya Sehun membuat Se-yoon semakin terdiam, karna kali ini ia sudah terpojok dengan pintu kamar,

“apa yang kau bicarakan?” tanya Se-yoon pura-pura tidak mengerti,

Sehun sedikit tersenyum, “jangan pura-pura untuk tidak tahu Se-yoon na…” ucapnya sambil menjulurkan tangannya membenarkan sedikit helaian rambut diwajah Se-yoon, “kau tahu? Kau sama sekali tidak pandai berbohong” ucap Sehun membuat Se-yoon semakin terpojok,

Akhirnya setelah 5 menit  yang tanpa sadar dalam posisi itu, Sehun kembali ke jarak normal dan melihat jam yang ada ditangannya, “masih ada dua puluh limat menit bukan sebelum kau mengusirku?” ucapnya terdengar tidak menanyakan, tetapi mengingatkan.

Sehun menyentuh kenop pintu, lalu memutarnya, membukanya sehingga Se-yoon sedikit terdorong, “aku akan mandi” ucapnya sambil menarik pintu

#BUKK!!!

Se-yoon mendorong kembali pintu yang baru saja Sehun buka, ia terlihat kehilangan nafasnya, karna ia terdengar terengah-engah. Ia hanya diam, kemudian ia menatap Sehun, “kalau aku tidak pandai berbohong? Kau tahu dengan… dengan… dengan– “

“perasaanmu.” Potong Sehun membuat Se-yoon menghela nafasnya, matanya sudah sedikit berkaca untuk mengatasi ini. Sudah 5 tahun ia menyembunyikan perasaan dari orang yang bahkan setiap detiknya selalu berhadapan dengannya. Sungguh menyakitkan.

Se-yoon tidak tahu harus menjawab apa, apakah ia harus mengatakan semuanya terlebih dahulu? Ia terlalu naif untuk itu. Ia hanya menderu nafasnya lebih, “kau pura-pura tak menyadarinya apa kau mengabaikanku?” tanya Se-yoon akhirnya,

Sehun terdiam, “menurutmu?” tanyanya kembali,

Se-yoon terbelalak dengan jawaban Sehun, “kumohon.. kali ini jangan permainkan perasaanku, hanya tolong jawab… kau tahu,dada ini sungguh sesak.” Ucap Se-yoon akhirnya,

Sehun terdiam hanya menatap Se-yoon yang air matanya kini perlahan turun di pipinya, ia tidak dapat menahan rasa sakit. Rasa sakit yang dialaminya dengan Se-yoon setara, dia juga mengalami dadanya begitu sesak dan sakit sekali untuk sekedar bernafas.

“aku mencintaimu sejak enam tahun yang lalu, enam tahun bukanlah waktu yang cepat Sehun! Memendam perasaan kepada orang yang kucintai, tanpa aku tidak tahu apa ia juga mempunyai perasaan yang sama kepadaku, kadang kau bersikap seolah aku adalah wanitamu, tetapi kadang kau menganggap bahwa aku hanya mainanmu. Itu menyakitkan Sehun… sungguh… sakit..

“-yang kubisa lakukan adalah hanya menunggu.. menunggu hal yang tidak pasti, dan menunggu hal yang tak pasti selama enam tahun! Kau tau apa rasanya… menunggu selama itu padahal bahkan tiap detik aku melihatmu. Rasanya seperti menunggu yang tak akan terjadi…”

“-menunggu perasaanmu… harus sampai kapan aku menunggu untuk tidak kepastian, berapa lama lagi aku harus bersabar. Aku sungguh lelah Sehun-na.. sungguh.. lelah…”

Se-yoon menangis tersedu-sedu, air matanya tak kunjung berhenti untuk keluar. Sedangkan Sehun? Tidak ada sepatah kata yang ia ucapkan.. entah apa yang ia fikirkan, Se-yoon tidak akan sanggup menatapnya,

Akhirnya setelah beberapa menit, Se-yoon bergeser sedikit dari pintu, “..aku rasa sudah selesai…” ucapnya lalu terdiam, ia terdiam menanti jawaban Sehun. Mengapa ia sama sekali tidak meresponnya sama sekali,

“kenapa susah sekali?” ucap Sehun membuat Se-yoon melirik kearahnya, terlihat Sehun tersenyum, “mengapa susah sekali untukmu mengatakan itu?” ucap Sehun dan menatap Se-yoon yang ada disampingnya, masih dengan senyumnya,

Reflek Se-yoon mengalihkan pandangannya, ia tidak mau diejek sebagai orang cengeng, “mengapa susah sekali untukmu mengatakan itu?” tanya Sehun lagi dengan pertanyaan yang sama,

Perlahan, ini mungkin kejadian yang terjadi bahkan diluar akan kemampuan. Dan ini adalah hal yang harus dipercaya, perlahan Sehun menarik Se-yoon dengan lembut.. kedalam pelukannya…

Baru kali ini Se-yoon merasakan kehangatan dari tubuh Sehun, tubuhnya sangat hangat. Lebih dari hangat, dan juga.. menyejukan.. Se-yoon kembali membelakan matanya ketika ia merasakan tangan Sehun membelai rambutnya. Iya, ia tidak salah lagi Sehun mengelus rambutnya dengan lembut.dan.. hal yang tidak dipercayai selanjutnya adalah..

CUP~~

Sehun mencium kening  Se-yoon dengan perlahan dan sejenak, ia memegang dagu Se-yoon, kemudian menatapnya hangat dan dalam,

“apakah kau mau kencan?”

******

1 year later>>

Se-yoon terdiam, ia melihat seorang pria yang kini mengguanakan tuksedo berwarna putih. Ia sungguh tampan, dengan wajahnya dan juga kaki panjangnya membuatnya terlihat sempurna, Se-yoon tersenyum ketika sosok itu memandangnya dan menatapanya dengan senyuman,

“Se-yoon na…!!! chukaeee~~ aku harapkan semuanya berjalan lancar,” tiba-tiba terdengar dari suara Son Naeun, teman satu bangku di kuliahnya,

Se-yoon mengangguk, “aah.. gomawo…”ucapnya,

“woah.. kau sungguh cantik!!! Jinja!!” puji Naeun sambil tersenyum dan tertawa lebar,

Se-yoon juga ikut tertawa, “tentu saja, aku peran utama acara ini… tentu saja aku harus cantik.” Ucapnya kemudian mereka tertawa,

“aku sungguh kaget arra, kau menikah dengannya…” ucapnya membuat Se-yoon terdiam lalu tersenyum melirik sosok itu lagi, “..berapa kali kau kencan dengannya ha?” tanya Naeun,

Se-yoon hanya terdiam tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok itu,

“woah..  benar, aku semua jawaban sudah terlihat diwajahmu, apa yang kau lakukan di kencan pertamamu?” Se-yoon tetap tidak menjawab pertanyaannya, ia tetap menatap sosok namja itu, “..aku tahu.. kau pasti lupa dengan kencan pertamamu, karna terlalu sering kan.. aah..,geurae, itu wajar..” ucap Naeun tersenyum,

Se-yoon kini mengalihkan pandangannya dan menatap Naeun, lalu tersenyum, “ani, …hanya satu kencan…” ucapnya membuat Naeun menutup mulutnya saking kagetnya,

“eotohke…..???”

“hanya satu kencan.. dan aku menangis.. dengan bahagia…” ucap Se-yoon,

Naeun terdiam, ia menurunkan tangannya, “air mata bahagia? Apakah saat kencan pertama ia langsung melamarmu? Betul kan! ia pasti melamarmu kan! sampai-sampai kau menangis saking bahagianya?? Keurom… mana ada hal yang manis lebih dari itu…” ucap Naeun dengan yakin,

Se-yoon menatapnya dengan tidak percaya, ia sedikit mendengus, “sudah sudah sana! Tidak baik bagiku terus berbicara denganmu” ucap Se-yoon seperti mengusir,

“woah.. jinja! Geurae! Oh Se-yoon ajhumaaa!!!” ledek Naeun lalu dengan cepat pergi sebelum Se-yoon memukulnya dengan keras

Walaupun.. semua yang dikatakan Naeun… semuanya benar, dan Se-yoon kembali menatap sosok itu lagi, sambil tidak lelah menatapnya sambil tersenyum, dia….

Oh Sehun…

***************************************************

Please comment neeee ^o^ ini adalah ff comeback bagi author, soalnya author lagi cinta sama cowo yang diatas(bukan genteng sodara2-_- #LAWAK #TIMPUKIN)  author nyari2 yang ada Sehun itu pair ama luhan-_-(Sehun milih2 ya.. dia tau banget yang cakep2-.-) tapi, author yakin dia masih suka cewe/? (maksud lu thor!!!-.-(abis dia maho mulu ama cowo._.) #BAKAR) DAN AKU JATUH CINTA DENGAN SEHUNNN!!!!

Ini ceritaku.. apa ceritamu????

Ceritanya ditunggu dan ditulis dibawah ini yaaaa=))

 

2 thoughts on “Your Hand[one-shoot]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s