Mian, I’m Late [2/2end][req.ff #everyweek]

Image

Title     : Mian, I’m Late (2/2)

Author : sungeun

Main cast : Zhang Yixing(Lay) (exo-k)

            Kang Jiyoung (KARA)

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : TWO-SHOT.

********************

Bisa esok kita bertemu?

Ya, apa ada hal yang ingin kau bicarakan?

Banyak

–aku ingin mengajakmu kencan

*********************

Cerita sebelumnya :

Kini ayah jiyoung membulatkan matanya, “tidak bisa. Ayah tidak bisa membatalkannya.”

“lalu…?”

“Terserah, kau dulu yang memutuskan untuk bertunangan dengannya. Untuk pertunanganmu sudah benar-benar tidak bisa dibatalkan.” Ucap ayah jiyoung tegas, ia berdiri dari kursinya dan mulai meninggalkan ruangan makan

Jiyoung terdiam dan menatap minhyuk yang tersenyum menang, “appa.. kalau begitu, aku ingin dia yang menjadi tunanganku.” langkah appa jiyoung terhenti dan menatap jiyoung

Jiyoung menatap ayahnya dengan sungguh, “aku ingin.. Zhang Yixing menjadi tunanganku.” Ucapnya memegang tangan Lay dengan yakin

********************

 

KLIK!   KLIK!   KLIK!

 

“semakin bagus kau rupanya, tidak sia-sia aku mengajarimu” jiyoung menoleh dan tersenyum ketika mendapati Lay sudah berada disamping kanannya, kini Lay sedang memberikan pengajaran khusus sesuai janjinya. Ia membantu jiyoung untuk mengjarinya menjadi fotografer,

Jiyoung kembali menatap hasil jepretannya, yaitu sebuah ruangan kamar kosong. Entah, ia hanya merasa jepretannya kali ini sungguh memuaskan baginya, ia kembali menatap Lay yang ada didepannya melirik ruangan itu dengan seksama, niat jahilnya muncul saja

Ia mengangkat cameranya secara diam-diam, dan

KLIK!!!!

“waaahhhh!!! Bahkan aku sudah mahir untuk menangkap aib seseorang! Coba lihat ini, lihat ini~” tawa jiyoung menunjukan cameranya kearah Lay dengan senang, tanpa ia sadari Lay menjadi sedikit dingin, badannya sangat tegap seperti kaget dengan kilatan suatu benda

“Lay? Gwenchanna??” jiyoung memegang lengan kanan Lay, terlihat Lay sedikit mengerjapkan matanya beberapa kali seperti ia kehilangan keseimbangannya berkali-kali seperti itu hingga

#brukk

Ia terjatuh tersungkur dibawah, jiyoung panik dan langsung mengambil telfon genggamnya untuk memanggil ambulance, ada apa dengannya? Mengapa tiba-tiba seperti ini?

***

Jiyounge menghela nafasnya untuk kesekian kalinya, ia kini duduk didepan ruangan gawat darurat yang baru saja Lay dibawa masuk keruangan itu. Ia sangat khawatir, apa yang akan terjadi dengan Lay,

Ia langsung menhampiri pria tua yang baru saja keluar dari ruang gawat darurat, “apa anda keluarganya?” jiyoung mengangguk,

“tolong ikut keruangan saya” ucapnya sambil menyuruh jiyoung mengikutinya

“apa yang dihapadkannya bisa sampai ia pingsan?” tanya dokter ketika jiyoung duduk diruangan dokter tersebut,

Jiyoung menggleng, “entahlah… aku… aku hanya pergi bersama dia seperti biasa…” ucapnya dan mengangguk

Dokter itu mengangguk dan mengambil kertas,

“ia sempat mengajariku fotografi”

“mwo?”

“wae?apa ada yang salah? Aku bahkan berkali-kali melakukannya” ucap jiyoung menunggu jawaban

Dokter itu tersentak, “..pasti, dia menahan rasa sakitnya?”

“mwo?”

********************

Jiyoung menghela nafasnya untuk kesekian kalinya, matanya ia edarkan ke luar ruangan dari dalam cafe. Ia kembali melirik jamnya, sudah jam 8 tetap, ia mengeratkan jaketnya untuk lebih menghangatkan dirinya dari dinginnya kota seoul. Sedari tadi ia menunggu sosok yang ia cari, ia sudah menunggunya dari setengah jam yang lalu, kembali ia edarkan pandangannya. Matanya langsung menangkap ketika ia menemukan sosok yang ia cari jalan melewatinya

#kring

Sosok itu pasti memasuki cafe, jiyoung berdiri dan langsung menarik sosok itu keluar dari cafe, padahal ia baru saja memasuki cafe itu.

“kita bicara diluar” ucap jiyoung

Jiyoung membawa orang itu kedalam mobilnya yang ia parkirkan didepan cafe,

“jadi apa yang ingin kau bicarakan?” ucap orang itu saat didalam mobil, orang itu adalah Lay.

Jiyoung menghela nafas beratnya sebelum membuka pembicaraan, “kenapa kau memaksakan diri?”

“memaksakan diri? A-aah… yang kemarin? Kemarin aku hanya pusing”

“aku- aku sudah tau semuanya Lay-ssi… aku-aku- ohh, mian, kemarin aku mengaku-ngaku menjadi keluargamu.” Ucap jiyoung

Lay terdiam, ia berfikir sejenak, “jadi… kau tau semuanya?” tanyanya

“aku mengerti kenapa kau tidak memberitahukan padaku, apalagi dengan orang asing seperti ku– “

“jadi kau belum tahu semuanya” potong Lay tiba-tiba membuat jiyoung menoleh kearahnya,

“maksud– “

“aku akan memberitahukan semuanya kepadamu” Lay dengan cepat  memajukan tubuhnya menjulurkan tangannya memegang tengkuk jiyoung mendekatkan bibirnya kearahnya, dan-

-Cup-

Hangat.

Basah.

Dan menggoda.

Itu yang pertama kali jiyoung rasakan, ini adalah ciuman pertamanya. Bahkan ia belum pernah sama sekali berciuman dengan minhyuk, jadi seperti ini rasanya…

Lay melepaskan ciuman itu dengan perlahan, wajah mereka masih dekat apalagi hidung mereka masih bersentuhan, Lay menatap dalam mata jiyoung dalam. Entah apa yang akan ia ucapkan tidak bisa dibaca jiyoung,

“termasuk perasaan ini.” (jadi yang mau dikasih tau Lay itu adalah perasaanya! )

Hati jiyoung berdesir, bibirnya tak kuat lagi menahan untuk tersenyum,

Ia sedikit tertawa, “ tapi itu bukan dari perjanjian kita bukan?” ucap jiyoung ketika mereka kembali ke posisi semula,

Lay hanya terdiam,

“tidak ada perjanjian bahwa aku minta tolong padamu untuk jatuh cinta padaku, bukan?”ucap jiyoung mengundang tawa dalam keadaan mereka,

Jiyoung terdiam dan menatapi kendaraan yang berlalu lalang, ia menghela nafas. Dia merasa sedih karna baru saja ingat dengan penyakit yang diderita Lay, bahwa ia kemungkinan akan kehilangan penglihatannya.

Sakit.

Memikirkan itu saja sudah sangat sakit, ia menahan air mata yang tiba-tiba saja akan ia keluarkan, ia menggigit bibirnya untuk menahannya,

“jiyoung-ah…”

#test..

Air matanya perlahan turun dari matanya,

“– bagaiman dengan latihannya?”

“latihan?” jiyoung menoleh kearah Lay tiba-tiba, ia menggeleng kemudian, “tidak bisa. Kau harus berobat. Masalahku tidak penting lagi– “

“kau ingat perjanjian yang kubuat bukan?”

“perjanjian itu tidak penting sama sekali, kau harus memprioritaskan dirimu terlebih dahulu”

“tapi aku tidak mau ingkar janji”

Air mata jiyoung turun lagi, entah dia baru mendengar kata setulus dari orang yang baru saja ia kenal. Padahal, orang itu dalam keadaan sekarat, tapi ia tetap memksakan hanya untuk sebuah janji, yang janji itu mempertaruhkan hal yang besar, dan ia melakukan itu.. hanya karna sebuah janji

“itupun tidak termasuk ingkar janji bila kau tidak melakukan janjimu,aku, sebagai orang yang dijanjikan, aku hanya ingin… aku hanya ingin.. aku ingin dikehidupan selanjutnya kau akan hidup lebih baik.. dengan siapapun yang ada dibelakangmu.. hanya itu..”

Lay tersenyum membalas senyuman jiyoung, tangan jiyoung digenggam tangan Lay dengan penuh erat dan kehangatan.

*****************

Bisa esok kita bertemu?

Ya, apa ada hal yang ingin kau bicarakan?

Banyak

–aku ingin mengajakmu kencan

 

Jiyoung berdiri didepan sebuah taman kota Seol, ia menggunakan selutut berwarna kuning dengan corak bunga, ia melirik jam tangan peraknya yang ada ditangan kirinya. Ia menunggu Lay,

“kau sudah lama menunggu?” Jiyoung membalas ucapan itu dengan tersenyum, karna orang yang ditunggunya akhirnya sudah datang

“cukup lama bagi seorang wanita yang harus menunggu pria dalam kencan pertamanya.”ucapnya,

“ooh.. mian, aku– “

“kena kau! Ahahaha, aku hanya bergurau hehe..”mereka berdua tertawa, lalu mereka berdua memasuki mobil Lay dan memulai kencan pertama mereka.

.

Mereka berdua pergi ke festival seoul yang diramaikan orang-orang, apalagi ada parode pentas jepang. Mereka berdua mengenakan kaus couple bertuliskan ‘i love seoul’ tangan Lay tidak bisa melepaskan genggamannya, takut yeoja yang kini ada didepannya menghilang,

“lepaskan tanganku sejenak” ucap jiyoung tiba-tiba

Lay mengeritkan keningnya, ia sama sekali tidak mengurangi eratannya, hingga akhirnya jiyoung sendiri yang melepaskannya, “Jangan manja, aku hanya ingin pergi kesana sebentar” ucapnya hendak meninggalkan Lay, tetapi ditahan olehnya,

“bukankah kita sedang melakukan kencan?” jiyoung terdiam, “kalau begitu, kita bisa selesaikan kencan kita, tapi aku ingin sesuatu sebelum kencan ini selesai.” Ucap Lay

Jiyoung terdiam, menunggu ucapan Lay. Lay meraih kedua tangan Jiyoung, digenggamnya erat dan disejajarkan dengan dirinya,

“aku ingin satu foto bersamamu.”

#deg!

Jiyoung melepaskan genggam Lay, Lay mencoba meraihnya tetapi Jiyoung menggeleng, “tidak bisa. Kau sama saja mengundang mati.”

“aku tidak ingin menyesal”

“hal yang kau inginkan adalah membuatmu menyesal, jangan sia-siakan kesempatan melihat keindahan di dunia ini, jangan menyerah hanya demi wanita sepertiku” ucap jiyoung,

“apa kau tidak mau melakukannya?”

Jiyoung menoleh, ia terdiam,

“kau tidak ingin mempunyai kenangan tentang kencan pertama kita, dan menyimpannya?” tanya lagi Lay masih membuat jiyoung terdiam,

“aku–  aku– “

“kapanpun itu, aku sudah tau akan semua resiko ini. Bila semua hal yang terjadi, maka terjadilah. Bila memang ini memang takdirku, aku harus percaya ini semua…”

Jiyoung terdiam dan menggeleng,Lay menangkup kedua tangannya dikedua pipi Jiyoung, membuat rasa hangat menjalar, dipipi gadis itu,

“jiyoung.. bahkan aku ingin menyimpan ini…” “aku ingin menyimpan.. ketika aku mengatakan”

“Kang Jiyoung.. ingat ini… …

…. Saranghae…….”

~CUP~

.

Jiyoung akhirnya menuruti kata Lay, untuk berfoto dengannya. Walaupun itu sudah sangat resiko besar, keinginan Lay sama sekali tidak bisa diubah, mereka akhirnya menemukan salah satu tukang foto yang ada di area bermain itu,

“ajhussi.. tolong fotokan aku bersamanya, dan jadikan foto yang terbaik” ucap Lay sambil menoleh sekali lagi kearah jiyoung dengan pandangan meyakinkan

“jangan menangis, kau ingat, ini mungkin foto terakhir yang bisa kita lakukan bersama… aku ingin semuanya terlihat dengan bahagia, aku ingin kau terlihat cantik ketika kau memegang lenganku” ucap Lay memandang Jiyoung dalam

“baik! Tolong liat kamera sekarang juga…”

“nee…” hanya Lay yang menjawab, sedangkan Jiypung hanya memandang Lay diam,

“gwenchanna, aku akan baik-baik saja, liat kamera sana” perintah Lay dengan paksa

“satu… dua… tiga!” pada hitungan ketiga Jiyoung melebarkan senyumnya sekuat ia bisa, sekuat ia bisa menahan air matanya untuk tidak turun. Untuk detik ini saja.

#KLIKKKK

Cahaya dengan blitz itupun menggelegar, untuk mata normal saja semuanya akan terlihat pusing, dan Lay? Apa yang terjadi dengannya?

Ia hanya terdiam. Ia masih memandang Jiyoung,

“Lay…..” raung Jiyoung, “gwenchanna??”

Lay terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari jiyoung kemudian, ia menoleh kearah juru kamera,

“apa hasil fototnya bagus?” tanya Lay,

Seketika itu juga jiyoung menjatuhkan air matanya, walaupun dengan air mata bahagia, ia menuju kearah Lay dan memeluknya dari belakang,

“kau berhasil.. kau tidak apa-apa?” tanya jiyoung masih mengeratkan pelukannya,

“sudah kubilang, aku bilang tidak apa-apa, maka tidak akan terjadi apa-apa denganku. Lagian itu hanya foto biasa” ucap Lay datar,

“MWO! hanya foto biasa? Itu bukan foto biasa Lay-ssi” ucap jiyoung

Lay menoleh sebentar, “apa belum kukatakan padamu?” tanyanya sambil menaikan sebelah alisnya,

Jiyoung mengeryitkan dahinya, “apa maksudmu?” tanyanya balik

Lay mengangguk terdiam, “mungkin aku belum mengatakannya padamu” ucapnya lalu menoleh kembali kearah jiyoung yang masih bingung,

“apa yang kau bicarakan eoh?” tanya jiyoung khawatir semua pemikiran negatif darinya sudah mengelabuhi dirinya, ia menghampiri Lay,

Lay menggengam tangan jiyoung yang ada dilengan kirinya, Ia menatap matahari yang kini sudah ingin menutup dirinya,

“ayo kita lihat sunset” ajak Lay menarik jiyoung, jiyoung sedikit engga untuk ditarik olehnya,”waegurae?” tanya Lay

“katakan.” Ucap jiyoung melepaskan tangannya dari genggaman Lay, “katakan apa yang belum kau katakan.” Ucapnya, “aku khawatir arra.”

Lay sedikit tertawa, kemudian ia menatap Jiyoung dengan serius, ia merangkup kedua pipi jiyoung dengan telapak tangannya, “dengarkan, dengarkan baik-baik arra?” ucapnya

Jiyoung mengangguk

“aku tidak akan mengulangnya lagi”, jiyoung mengangguk lagi,

“aku… ~ingat, dengarkan baik-baik”goda Lay membuat jiyoung memukul ringan kedua lengan namja itu,

“aku… bisa mencintaimu” ucapnya membuat jiyoung terdiam,

“hahahah” Lay tiba-tiba tertawa dan membuat semburat kesal dari wajah jiyoung,

“kalau itu maumu, aku pergi.” Ucapnya berbalik dan berjalan,

Lay dengan cepat menghampirinya, dan

#Sret

memeluknya gadis itu dari belakang, membuat gadis itu menghentikan langkahnya. Matanya membulat ketika Lay mencium ubun-ubunnya dengan lembut,

“bisa kita selesaikan kencan pertama kita?” ucapnya dibelakang telinga jiyoung disertai sedikit hembusan nafas,

Jiyoung sedikit bergidik seperti disengat, “tapi kau akan janji apa yang ingin kau katakan padaku?” tanyanya

Lay mengeratkan pelukannya, “bukannya aku sudah mengatakannya?” ucapnya, “aku mencintaimu” ucapnya sekali lagi ditelinga jiyoung

Jiyoung menjauhkan telingnya sedikit cemberut, “bukan itu yang kumaksud.”

“lalu?”

Jiyoung melepaskan pelukan namja itu,kemudian menatap kedua pasang bola mata indah itu, “itu… yang.. itu.. itu… kau tau?”

Lay menggeleng, “aku tidak tau yang kau maksud dengan ‘itu’ ?” godanya lagi,

“berhenti menggodaku, atau aku benar-benar akan kembali pada minhyuk” ancam jiyoung memebuat Lay mengubah mimik wajahnya,

“semuanya ternyata salah,” ucap Lay, “sungguh melegakan bukan?” ucapnya,

Jiyoung terdiam, “maksudmu? Apa yang salah?” tanyanya

Lay terdiam dan menatap jiyoung, ia tersenyum, “penyakit itu….”

“wae?”

“penyakit itu…”

“palli malhaebwa”

“salah.”

“mwo?”

Lay memperpendek jarak mereka, ia melingkarkan tangannya dikedua pinggang jiyoung, memeluknya, “penyakit itu tidak ada?”

Jiyoung terdiam, sebenarnya matanya sudah berkaca-kaca, “jangan bercanda Lay-ah… ini sungguh tidak lucu” ucapnya kemudian jatuh air mata,

Lay merenggangkan pelukannya untuk menatap jiyoung, “untuk apa kau menangis? Ini sama sekali bukan yang untuk ditangisi, “ jelas Lay menghapus air mata jiyoung,

“sudah. Cepat katakan saja”

Lay terdiam kemudian mengangguk dan tersenyum, “baiklah, dokter kemarin.. mengatakan bahwa hasil itu semuanya tertukar. Dokter juga tidak mengerti kenapa hasil akhirku dinyatakan  tidak mengidapnya, setelah dilihat.. hasil sebelumnya ternyata tertukar dengan pasien lain” jelas Lay

“benarkah?”

Lay mengangguk, ia menatap jiyoung dalam dan tersenyum, “aku tidak menyangka di kencan pertama kita harus ada seperti ini” ucap Lay, “harusnya kita– “

“aku mencintaimu” potong jiyoung dengan cepat membuat Lay menatapnya,

“bisa kau katakan sekali lagi?” tanyanya, jiyoung hanya terdiam. Kemudian Lay menaikan dagu jiyoung untuk menatap lurus kearah matanya, “tadi terlalu cepat”

Jiyoung menaikan sebelah bibirnya sengit, “tidak bisa. Tidak ada siaran ulang” ucapnya,

“baiklah.” Ucap Lay kemudian melepaskan tangannya, “kalau begitu kau cari tumpangan lain” ucapnya lagi dan berbalik untuk meninggalkan jiyoung,

“mwo?! YAK! Kembali!” teriak jiyoung, tetapi Lay pura-pura tak mendengarnya dan terus berjalan meninggalkan jiyoung,

“katakan dahulu.”

Jiyoung mengigit bibirnya, kemudian ia berlari menyusul Lay, ia langsung menggandeng tangan namja itu, “apakah aku harus membuatnya lebih sexy?” tanyanya

“mwo? sexy?” tanya Lay, jiyoung mengangguk. “mwo….  baiklah, berjuang yang kau bisa”ucap Lay

Kemudian jiyoung menghentikan langkah namja itu, mendekatkan wajahnya hinga kedua ujung hidung mereka bersentuhan,nafas mereka saling berhembus,

Lalu jiyoung perlahan sedikit belok(?) kearah samping mengeup bibirnya di pipi Lay,

“aku… mencintaimu…” sedikit hembusan itu tiup ditelinga Lay dengan seduktif.

Lalu jiyoung kembali ke posisi semula, matanya membulat dan tertawa ketika melihat tampang Lay seperti melihat hantu, malah lebih parah daripada itu, “Yak! Jangan berfikiran yang macam-macam arra!” ucapnya mengingatkan

Lay menggelengkan kepalanya sedikit habis membayangkan sesuatu(?) . “kau.. nappeun yeoja..” ucapnya

“kalau  aku nappeun yeoja.. kau nappeun namja…”

“ani.”

“geurom?”

“bisakah kita menikah sekarang juga?”

Jiyoung berlari meninggalkan Lay dengan cepat,layaknya film india yang tidak mau kalah, Lay mengejar jiyoung tapi ga sambil nyanyi(?) #hasemeleh

*END*

Wedeh hasemeleh, akhirnya setelah ikut ujian selesai juga nih kamu._. maaf telat banget, mian, mian, soalnya author juga ujian bro(?) mungkin author belum bisa bikin ini jadi chapter, mian ya…😉 but, thanks for request;))))

2 thoughts on “Mian, I’m Late [2/2end][req.ff #everyweek]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s