Mian, I’m Late [req.ff #everyweek]

Image

Title     : Mian, I’m Late

Main cast : Zhang Yixing(Lay) (exo-k)

            Kang Jiyoung (KARA)

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : TWO-SHOT.

 

***

“aku tidak tahu apa-apa hanya kau sungguh pengecut, setelah membuat seorang gadis menangisimu dan kau menyakitinya. Pengecut!”

…….

“aku yakin aku sudah terlalu dalam, tapi kau pernah bilang bahwa aku bisa membantumu mewujudkan keinginanmu.” ….. “aku akan membantumu”

***

“ash~ kenapa tidak mau menjawab….?” seorang yeoja berjalan dengan lantai gontai disalah satu pusat amatan dunia, Seoul. Dia melirik jam tangannya yang menunjukan pukul 4 sore begitu juga dengan langit yang sudah berwarna sedikit kemerahan,di tangan kanannya ia menunggu seseorang disana menjawab telfonnya dan terlihat dari mukanya sungguh ia sangat khawatir.

“uh, kenapa dia tetap tidak menjawab!” keluhnya sambil menutup telfon genggamnya dan memutuskan untuk memasukannya kedalam tasnya yang berwarna krem polos,

#bruk

Ia tidak sengaja menabrak seseorang ketika ia memasukan telfonnya, ia membungkuk kepada orang itu, “josoammida~” ucapnya sambil membantu bawaan seorang namja yang ia tabrak. Tetapi namja itu malah dengan cepat merapikan kertas yang sedikit berjatuhan, bahkan yang membuatnya kesal adalah namja itu sama sekali tidak meminta maaf kepada yeoja itu.

Yeoja itu mendengus hidungnya, “dia fikir dia siapa.” Ucapnya jengkel dan menggidikan bahunya, kemudian ia melanjutkan langkahnya

.

.

“pasien Zhang Yixing-ssi” ucap salah satu perawat yang baru saja keluar dari ruangan salah satu dokter, kemudian seorang namja yang bernama Zhang Yixing berdiri dan mengikuti sang suster,

“bagaimana hasilnya?” tanya namja yang biasa dipanggil Lay sambil menatap dokter tua yang memakai jaket putih dan logo Hospital Center yang berada didada kanannya, ia adalah spesialis mata.

Dokter itu sekilas menatap hasil yang ada dilayar komputernya menatap hasil yang keluar, dokter itu menatap Lay sekilas dan menatap layar itu sekali lagi, “apa anda menyukai fotografer?”

Lay menggeleng, dokter itu mengangguk seperti sedikit lega,

“hanya… aku suka fotografi, aku hanya mengesampingkan hobiku.” Seketika dokter itu menoleh kearah dirinya dengan tatapan khawatir,

Dokter itu melepaskan kacamatanya, “ada kerusakan pada retina anda, mungkin anda sering melihat atau beberapa kali mengalami rasa pusing ketika mengambil foto. Itu adalah gejala awal.. bila dipaksakan akan mengalami kerusakan fungsi dan fatalnya.. anda akan kehilangan kemampuan melihat anda” ucap dokter itu

#deg

Lay hanya terdiam, ia sudah tahu ini semua yang akan diucapkan kepadanya. Ia yakin, tapi ia sama sekali tidak bisa melawan kemauan hobinya bahwa ia sangat mencintai dunia fotografer,

“anda lihat bintik-bintik ini?” tanyanya sambil menunjuk kearah layar,  “Bila semakin banyak akan semakin fatal merusak retina anda” ucapnya

“lalu.. apa yang harus kulakukan agar aku bisa menjadi fotografer?” tanya Lay setelah dia berdiam lama menatapi Layar,

Dokter itu terdiam, ia menghela nafasnya panjang, “lebih baik… jangan berfikir untuk menjadi fotografer.” Kata menusuk itu benar-benar menusuk Lay,ia menghela nafasnya beberapa kali tidak sanggup mendengarnya,

“..maafkan aku, hanya.. memang tidak ada harapan. Kerusakan sudah terjadi sangat lama, bila kau menyadari ini lebih awal mungkin masih ada harapan… hanya, untuk sekarang.. tidak menjadi fotografer adalah yang terbaik untukmu.”

Jelas. Ucapan itu sangat jelas dari pendengaran Lay, ia sedikit menahan tangisnya, sedikit yang ia fikirkan apakah ia lebih memilih untuk menikmati hidup dan menjadi buta atau dia harus meninggalkan apa yang ia senangi walaupun rasanya tidak ada warna dalam hidupnya.

.

.

“bagaiman hasilnya?” tanya sehun yang tiba-tiba berada disamping Lay

Kini mereka berdua sedang mengunjungi pameran foto yang digelar di salah satu Universitas,

Lay mengamati figura itu sebentar, ia menoleh dan tersenyum kearah sehun, “aku cukup tersentuh dengan perhatianmu” ucapnya sambil memegang dadanya bermain-main

“ash~ Hyung!” ucapnya sambil sedikit tertawa, “ani, aku hanya khawatir tiba-tiba saja kau terjatuh selagi mengambil foto” ucapnya sambil ikut memandang figura didepannya

Lay hanya tersenyum, “bagaimana, apakah pameran kali ini berhasil?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya

Sehun mengagguk, “responnya cukup bagus, aku yakin diantara semua foto. Jepretanmu fotomu tidak ada yang bisa mengalahkan” ucap sehun

Lay sedikit tertawa, “kau tidak usah bersikap merendah hati didepanku. Tapi.. aku yakin tetap saja dirimu yang paling banyak dikelilingi wanita” balasnya dengan tertawa dan dibalas anggukan yakin oleh sehun

“oh cham, kita akan mengadakan acara lagi beberapa minggu, seperti biasanya. Bagaimana? Hyung ikut?” tanya sehun

Lay menoleh dan sedikit berfikir, ia melipat bibirnya, “aku rasa tidak bisa. Aku akan mengambil cuti”

“apa? Cuti? Untuk…?”

“..aku akan fokus dengan kuliah” jawabnya dan diikuti anggukan sehun, “kalau begitu aku akan ke kampus. Aku akan ada jam” ucapnya pamit sambil menepuk bahu sehun dan meninggalkannya

“jangan berbohong hyung. Aku tau, kau pasti ingin meninggalkan dunia fotografer.. Itu pasti buruk untukmu, hanya itu yang terbaik untukmu” gumam sehun sambil memandangi figura itu sekali lagi

Figura itu adalah foto ketika dimana mereka mengambil dari pantai Busan,ini pasti terdengar biasa hanya ini benar-benar semuanya terlihat sangat sempurna. Bagaimana dari cara pengambilannya, warna biasnya, semua sudut dan apa yang dipotret sungguh sempurna, sehun tersenyum,

“kau yang mengambil ini?” tiba-tiba seorang yeoja dengan mantel ringan berwarna merah muda sudah ada disampingnya, pertama kali melihat yeoja ini sungguh manis

Sehun membalas senyumnya, “ini bukan karyaku, ini karya temanku.” Jelasnya

“apa temanmu yang tadi bersamamu disini?” tanya yeoja itu lagi

Sehun menaikan sebelah alisnya, apakah dia penguntit atau penjahat yang bersekongkol dibelakangnya terdapat orang berbadan besar dengan seringai jahat?

Gadis itu tiba-tiba menggeleng, “aku bukan penguntit ataupun penjahat. Kenalkan, aku Kang Jiyoung” ucapnya mengulurkan tangannya yang beberapa detik kemudian disambut sehun

“jadi.. apa maumu?” tanya sehun to the point

Jiyoung merilekskan badannya dengan mengambil sedikit nafas, ia melirik figura yang ada didepannya, “aku tertarik hasil jepretan temanmu ini, biarkan aku berkenalan dengannya” ucapnya sambil menujuk figura itu

“tapi dia sudah pergi” ucap sehun sambil sedikit melihat apakah Lay masih ada disekitar sini atau tidak

“berikan aku nomor telfonnya.”balasnya membuat sehun membulatkan matanya,

Sehun membuang nafasnya,” maaf aghassi, aku tau anda tertarik dengan karya dia. Hanya dia juga memiliki privasi.” Balas sehun dan berbalik meninggalkan yeoja itu

“apa kau tau darimana perusahaanku berasal?” teriak yeoja itu masih tetap tidak berhasil membuat balik tubuh sehun, ia masih melangkah lurus,

“aku adalah putri pimpian CEO benda yang kau pegang” sehun menghentikan langkahnya, “—aku putri CEO Canon Group, benda yang kau pegang.. bisa aku dapatkan dengan mudah”

Dan ucapan itu berhasil membuat sehun berbalik dan berifkir kedua kalinya.

.

.

“jadi, bagaimana dengan kuliahmu Ji-min ?”

“semuanya masih berjalan dengan lancar,ayah.. rencananya aku akan ikut sidang bulan ini..”

“baiklah… semakin cepat kau lulus semakin cepat kau mengambil alih perusahaan. Aku harap kau akan bisa mengurus—“

“maaf. Aku permisi”

Jiyoung tiba-tiba menghentikan makannya ditengah makan malam keluarga, ia berdiri dan membungkukan bungkuk kepada ayahnya dan menuju kearah tangga,

“jiyoung-a, kau bahkan belum makan. Nanti kau bisa sakit” ucap eonninya, tapi ia sama sekali tidak menghiraukan ucapan eonninya dan melanjutkan melangkahkan kekamarnya,

Ji-min menghela nafasnya, “dia mungkin tidak akan selesai membenciku” ucap jimin dengan suara sendu

“dia pasti tidak mungkin masih kesal kepadamu, dia memang seperti itu, sudah janga kau fikirkan. Kau tetap kaka yang baik” semangat dari eomma membuat jimin tersenyum, ia masih sakit dengan jiyoung –adiknya, ia memandang kearah lantai dua melihat jiyoung sudah hilang dibalik pintu kamarnya

****

jiyoung membanting tubuhnya dengan keras kekasur, ia sungguh kesal. Kakanya –atau lebih tepatnya kaka tirinya. Ia merasa dia sangat pintar sekali mencuri hati semua orang, dari ayah ibu bahkan kekasihpun ia dapatkan. Ia merasa tidak adil,dari dulu semenjak dia datang tidak ada yang menganggap kehadirannya, ia sungguh benci eonninya.

Apalagi ditambah ketika ayahnya mendengar bahwa ia akan lulus dan mengatakan bahwa ia akan mengambil alih perusahaan. Apa maksudnya, sudah sepercayakah mereka semua kepada kaka tirinya itu? Ia memang iri. SANGAT. Padahal jiyoung juga sangat berambisi untuk mengambil alih perusahaan ayahnya yang terkenal sebagai cabang terbesar di korea, untuk salah satu perusahaan Kamera yang kini sudah menjadi para pengguna besar fotografer

Jiyoung terbangung mengingat nomor telfon yang baru saja ia dapatkan, ia mengambil dari tasnya dan mulai menelfonnya,

“……yeoboseyo~?” ucap suara disana menjawab panggilan, “..nuguseyo?” tanya lagi dari ujung sana

Jiyoung meng-gigit bibir bawahnya, “…naneun, Kang Jiyoung Imnidaa~”

“kang Jiyoung..? nugu..?”

“…bisa kita besok bertemu? Ini penting”

“..bagaimana dua hari lagi, besok saya ada urusan”

“…baiklah, dua hari lagi bertemu di daum cafe jam 10 pagi”

“…baiklah, tapi ada apa?”

“tidak bisa dijelaskan sekarang, gamshamida~” jiyoung menutup telfonnya ia menatap figura keluarganya yang ada diatas meja kecil dekat kasurnya,

Ia menggapai bingkai itu dan memandang wajah ayah dan ibunya, “tenang saja eomma.. appa.. aku akan membuktikan bahwa aku cukup layak menjadi pewaris tunggal. Benar, pewaris tunggal, dan satu-satunya” ucapnya sambil tersenyum

***

Kringgg

Suara bel pintu menyambut jiyoung ketika ia sampai didalam cafe daum, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia temui. Ia sudah menanyakan bahwa orang yang akan ia temui menggunakan mantel berwarna coklat tua. Dan ia dengan cepat menemukan bahwa ia duduk di tempat paling pojok,

“annyonghaseyo~ naneun Kang Jiyoung imnida~” ucap jiyoung ketika ia menghampiri meja itu, pria itu menoleh dan balas membungkuk. Jiyoung langsung duduk ketika pria itu mempersilahkan duduk

“jadi.. darimana kita mulai?” tanya jiyoung, “..ooh, namamu Zhang Yixing, kan? Dan kau berasal dari China betul?” namja itu mengangguk,

“dan kau.. bagaimana kau bisa menda—“

“ah, aku mendapatkannya dari temanmu” sekilas tatapan Lay langsung berubah curiga, “..beginin saja, kita langsung ke permasalahan.” Ucap jiyoung

“aku tertarik dengan hasil fotomu yang ada dipameran kemarin, itu kemaren sangat.. oh, langsung intinya saja, aku ingin kau membantuku agar dapat mewarisi perusahaanku, kau bisa menolongku untuk mengajarkanku menjadi fotografer?”

Lay tersontak, ia sedikit terdiam menatap kopi karamel yang ia pesan, “..aku tidak bisa.”jawabnya

Jiyoung menaikan sebelah alisnya, “aku akan membayar berapapun yang kau inginkan, dan aku akan membelikanmu semua hal yang kau inginkan.” Tawarnya

Lay menatap jiyoung, “maaf, bukannya aku tidak bisa membantumu karna bayaran atau upah hanya—“

“lalu apa? Kenapa kau tidak bisa membantumu? Apa itu kurang, baiklah aku akan bagi saham denganmu”

“wow, wow, tunggu dulu. Bicaramu kasar sekali nona, inikah etikatmu untuk meminta tolong kepada orang lain?” tanya Lay

Jiyoung menghela nafasnya, dan menyandarkan punggunya ke kursi, “..karna itu,aku butuh bantuanmu. Aku yakin kau bisa membuat mimpiku kenyataan dan aku yakin—“

“itu mimpimu, bukan mimpiku. Bagaimana aku bisa membuat mimpi orang lain menjadi kenyataan” jawab Lay mulai dingin,ia tak mengerti dengan gadis yang tiba-tiba saja minta bertemu dan untuk sekalinya langsung meminta tolong dengan paksa,

Jiyoung terdiam, ia menatap namja yang ada didepannya. Benar juga dengan ucapannya bagaimana ia bisa membuat mimpinya kenyataan sedangkan itu adalah mimpinya juga, ia mengetuk-ngetuknya jarinya dimeja dengan lambat

“..setidaknya.. kau pasti bisa membantuku mencapai mimpiku, aku sungguh butuh bantuanmu –sungguh!” yakin jiyoung

Lay terdiam, ia seperti sekilas berfikir

bila dipaksakan akan mengalami kerusakan fungsi dan fatalnya anda akan kehilangan kemampuan melihat anda

“maaf aku tidak bisa. Itu keputusanku.” Ucapnya sambil berdiri dan lekas keluar dari cafe meninggalkan jiyoung yang hanya bisa menahan amarahnya,

Ia marah karna sekarang terbesit bagaimana kaka tirinya bisa saja benar-benar mengambil alih perusahaan dan sedangkan dia, ia tidak tahu apa rencana ayahnya selanjutnya. Ia hanya merasa bahwa ia benar-benar kalah.

***

Lay melangkahkan kakinya dengan tegas, ia berjalan dengan tempo irama yang tidak berubah dengan kecepatan yang sedang. Kepalanya mengitari seluruh pelosok dari taman yang ia lewati, ia tersenyum memandang ini. Alangkah tidak beruntungnya dia jika ia memilih untuk menyia-nyiakan kesempatan melihat pemandangan ini hingga

#BRUK

Lay melirik seseorang yang baru saja ia tabrak, ia masih dengan yakin bahwa berjalan dengan baik. Pasti yeoja ini yang salah. Aneh sekali beberapa kali ini ia sering sekali tertabrak dengan seseorang gadis,

Tapi gadis itu tetap tidak berpindah tempat, ia hanya bersimpuh dibawah. Tangannya juga diam, tapi ia yakin gadis itu masih sadar diri. Bingung, Lay akhirnya menundukan kepalanya mensejajarkan badannya dengan gadis itu, melirik wajah gadis itu

Matanya membulat kian menyadari, “.. kau.. menangis…?”

***

Jiyoung masih bergolak didepan kaca, ia mengamati dirinya dengan balutan dress warna merah selutut. Ia memutuskan untuk membuat namja chinggunya, Lee Minhyuk kaget dengan kedatangannya. Ia masih tersenyum-senyum membayangkan wajah minhyuk yang pasti akan senang dengan kejutannya

>>skip

Jiyoung mengamati pintu apartement bernomor 121 ia membuka paswordnya, pasti ulang tahunnya. Dia sangat ingat bahwa ia menyuruh minhyuk menggunakan ulang tahunnya sebagai kode apartemennya

#Klik

Pintu itupun terbuka, ia sedikit tertawa, dengan lambat dan perlahan ia membuka pintu itu, masih dengan gerakan lambat… lambat-lambat…. hingga akhirnya pintu itu terbuka dan,

Dan ia melihat minhyuk sedang bercumbu dengan seorang gadis, matanya kian menjadi lebar tak percaya

Sakit.

Hanya itu yang ia rasakan, ia mencoba menahan tangisnya

“opp—“ ia ingin mengatkan oppa dalam hatinya hanya bibirnya tak kuasa untuk menahannya, ia menutup mulutnya ketika minhyuk menyadari bahwa ia melihatnya sedang berselingkuh

Dengan cepat ia berlari meninggalkan pintu apartemen itu terbuka, ia menuju lift sedangkan dibelakangnya minhyuk sedang mengejarnya. Untungnya lift itu sudah lebih cepat tertutup sebelum minhyuk datang

Ia menangis, hatinya sakit. Memegang dadanya merasakan sesak, tidak bisa bernafas dan seperti ada suatu benda yang benar-benar tertimbun dalam dadanya,

Ia keluar dari apartemen itu masih dengan menangis,

“Kang Jiyoung!!”

Jiyoung lekas berlari menghindari minhyuk lagi,ia tidak tahu arah kemana ia berjalan hanya tiba-tiba saja ia menabarak seseorang didepannya

#bruk

Ia masih menangis terdiam, tidak bisa menahan air matanya, sedangkan seseorang didepannya masih tidak beranjak pergi mungkin ia akan mengira dirinya sebagai orang aneh. Tapi beberapa detik kemudian nemja yang menabraknya mensejejajarkan dirinya,

“kau.. menangis…?”

***

“kau… menangis…?”

Gadis itu terdiam, Lay sedikit bingung apa yang harus ia lakukan. Ia tidak tega meninggalkan seorang yeoja menangis, ia adalah pria yang baik.

“biar aku bantu kau berdiri” ucapnya sambil membantu gadis itu berdiri, ia menatap gadis itu yang hanya menundukan kepalanya

“Kang Jiyoung!! Biar aku jelaskan” akhirnya minhyuk menemukan jiyoung, ia langsung memegang pergelangan tangan jiyoung, dan ia melirik namja didepannya

“maaf sudah membuatmu khawatir” ucap Minhyuk dibalas anggukan Lay, mereka pasti pasangan kekasih, ia membungkukan dirinya dan melangkah pergi

“jiyoung-a itu bukan apa-apa itu tidak seperti yang kau lihat aku- aku-“

“yang kulihat adalah dirimu bercumbu dengan gadis lain. Dan kau bilang bahwa itu bukan apa-apa? Bullshit! Lepaskan tanganmu dariku.” Ucapnya menjadi dingin

“dengarkan aku dulu, kau tau kita akan bertunangan dua bulan lagi. Kau tidak bisa membatalkannya kan? kau pasti malu bukan. Iya memang, aku berselingkuh karna kekurangan kepuasaanmu terhadapmu! Dengar itu, aku memang berselingkuh. Tapi kau tidak bisa apa-apa, dan setelah kita bertunangan dan menikah biarkan aku menjadi pewaris perusahaan ayahmu yang sudah tua” bisiknya kasar sambil mengencangkan cengkraman kuat ditangan jiyoung

Jiyoung meringis kesakit, “appo… appo…”

“sakit bukan? Kalau begitu turuti kataku!”

“APPO!! TOLONG AKU DARI PRIA JAHAT INI!!”

#BOUGHH!!!

Tiba-tiba saja minhyuk sudah tersungkur ditanah, jiyoung membulatkan matanya dan melirik seseorang disampinya. Ia pasti mendengar teriakannya sehingga membuatnya memukul minhyuk, hanya.. ia terdiam ketika menyadari siapa yang  memukul minhyuk

Lay.

Ia masih ingat dengan wajah itu, dan dia baru sadar bahwa dialah dari awal yang ia tabrak. Ia bernafas lega, ia sungguh beruntung bertemu dengan orang baik sepertinya,

Minhyuk terbangun sambi memegang ujung bibirnya yang sedikit terluka, “kau siapa ha?!” teriaknya,

“kau sudah menyakitinya.”

“tau apa kau ha?!”

“aku tidak tahu apa-apa hanya kau sungguh pengecut, setelah membuat seorang gadis menangisimu dan kau menyakitinya. Pengecut!” minhyuk tidak percaya dan ia mencoba memukul namja itu

#BOUGHH!!!

Tapi sial, namja itu sudah lebih dulu menghindar dan kembali menonjok perut minhyuk sehingga ia terjatuh lagi, semua orang disekitar melihat kearah mereka. Lay melirik jiyoung yang ada disampingnya,

“biar aku antar…” ucapnya sambil merangkul hangat jiyoung dan menjauh dari kejadian, sedangkan minhyuk. Ia hanya tidak percaya dengan semua yang terjadi

“sial, lihat apa yang akan kulakukan.”

***

#Krek

“sudah lebih baik?” tanya Lay menyodorkan minuman kaleng,

Kini keduanya sedang duduk disalah didepan mini market, jiyoung meneguk minuman kaleng yang dibukakan Lay. Ia mengangguk,

“..tapi, apa kau ingat aku?” tanya jiyoung menatap Lay

Lay terdiam tidak menjawab

“aku jiyoung, kang jiyoung yang seminggu lalu—“

“arra~ aku ingat. Kau gadis yang tidak punya etika itu kan?” tanya sambil sedikit tersenyum kearah jiyoung

#blush

Baru pertama kali ia melihat namja sedingin ini tersenyum kearahnya, ia mengalihkan pandangannya mengatasi rasa jantung yang tiba-tiba saja berdegup dengan cepat

Jiyoung mengangguk, “..aku memang gadis yang bodoh” tuturnya sendu

“ani, maksudku bukan seperti itu. Sungguh- aku tidak bermak—“

“tidak, memang benar kan. memang benar aku sungguh bodoh tidak bisa membedakan orang yang baik atau orang yang jahat.” Ucapnya

Lay terdiam tidak mengerti apa yang ia bicarakan,

“bisa-bisanya aku memilh pria jahat seperti itu untuk menjadi pasanganku” ucapnya sambil sedikit tertawa sedih

Lay akhirnya mengerti kemana arah tujuan pembicaraan, tapi ia juga sama sekali tidak bisa berkomentar, ia bukan siapa-siapanya. Ada hak apa dia untuk berkomentar pada hidup orang lain yang tak ia kenal,

“oh cham, terimakasih sudah membantuku” ucapnya

Lay melirik jiyoung dan menganggukan kepalanya, “sama-sama, maaf bila aku sudah bercampur urusan denganmu terlalu dalam” balasnya dibalas gelengan jiyoung karna ia sungguh sangat bertrimakasih

Drrt.drrt.

“ne, ini aku ….mwo? …ani, aku tidak— ….ne…” jiyoung menutup telfon genggamnya dan sedikit tertawa

“seratus point untuknya. Dasar pria brengsek” Lay sontak menoleh kearah jiyoung seakan menanyakan apa yang terjadi

Jiyoung menompang kepalanya berat diatas meja, “dia bilang.. bahwa aku sudah berselingkuh dengan pria tak dikenal… sungguh memalukan.” Ucapnya sedikit tertawa lagi

“dia pasti ingin membuatku bersalah, dan dia pasti sudah mengajukan mempercepat pertunanganku dengannya agar cepat menikah. Dengan kata lain, lebih cepat dia mendapatkan perusahaan ayahku.”

“….”

“kenapa semua orang ingin mengambil perusahaan ayahku?! Kenapa tidak ada yang bisa membantuku!!” teriaknya keluh

Lay terdiam dan menatap jiyoung lama, ia sedikit memikirkan perasaan gadis itu pasti sungguh sudah sangat sakit. Bagaimana tidak, dia sudah sering menangis seharian ini

“aku bisa membantumu.”

Jiyoung sontak menoleh kearah Lay,

“aku yakin aku sudah terlalu dalam, tapi kau pernah bilang bahwa aku bisa membantumu mewujudkan keinginanmu.” Ucapnya, “aku akan membantumu, Kang Jiyoung-ssi”

***

Kini keduanya, Lay dan Jiyoung memasuki rumah besar dan mewah. Rumah dari tuan Kang yang sungguh kaya raya, jiyoung memutuskan untuk membawa ikut Lay setelah setuju bahwa ia akan membantunya

Mereka berdua langsung menuju meja makan yang disalah satu tempat duduk juga sudah diisi oleh minhyuk,

“maaf appa, aku sedikit agak telat.”

Appa jiyoung mengangguk kemudian ia melirik Lay yang sudah ada disamping jiyoung, “..jadi, apakah benar yang dikatakan minhyuk bahwa kau sudah selingkuh dengan seorang yang baru saja kau kenal?” tanya ayahnya

Jiyoung terdiam, ia menatap minhyuk yang kini menatapnya sambil bertompang kedua dagunya seperti menanti jawabannya, dan

“aku ingin pertunanganku dibatalkan.”

“mwo?! apa yang kau bicarakan jiyoung-a!” teriak minhyuk tidak percaya

“aku yakin ayah, aku ingin membatalkan pertunangan ini,”

Ayah jiyoung terdiam, ia sebenarnya tidak terlalu kaget. Karna ia juga tidak terlalu suka dengan minhyuk, ayah jiyoung mengetuk jarinya lembut dimeja, “lalu.. semua perisapan sudah diatur. Bagaimana?” tanyanya

“maaf, tetapi aku mohon batalkan.”

Kini ayah jiyoung membulatkan matanya, “tidak bisa. Ayah tidak bisa membatalkannya.”

“lalu…?”

“Terserah, kau dulu yang memutuskan untuk bertunangan dengannya. Untuk pertunanganmu sudah benar-benar tidak bisa dibatalkan.” Ucap ayah jiyoung tegas, ia berdiri dari kursinya dan mulai meninggalkan ruangan makan

Jiyoung terdiam dan menatap minhyuk yang tersenyum menang, “appa.. kalau begitu, aku ingin dia yang menjadi tunanganku.” langkah appa jiyoung terhenti dan menatap jiyoung

Jiyoung menatap ayahnya dengan sungguh, “aku ingin.. Zhang Yixing menjadi tunanganku.” Ucapnya memegang tangan Lay dengan yakin

TBC

***

Preview next chapter>>

“kau mencintainya?”“kau yakin dia yang terbaik?”“ aku yakin dia lebih baik darimu.”– – – –

“Lay-ssi.. gwenchanna?”– – – 

“kau.. buta?”– – – –

“aku akan mencarikan donor untukmu kemanapun!”– – – – –

“aku… ingin mengingat wajah mu setiap detail yang kini kubisa”

“aku… mencintaimu..

***

maaf sedikit ga sesuai dengan pesanan.. hehe. Dan juga, lebih dari lambat… mian..:( juga maaf karna dibagi jadi 2 shoot. Karna author juga ga terlalu mahir bikin one-shoot. Jadi kalo one-shoot bisa panjang banget._. harap responnya baik, dan author harap author bisa mempublish bagian kedua secepatnya;)

5 thoughts on “Mian, I’m Late [req.ff #everyweek]

  1. waaahhh akhirnya stlah skian lama nunggu akhirnya jdi juga, author aku suka loh sm ceritanya, gk papa thor beda sama pesananku jga yg pnting critanya seru😀
    Wah itu Laynya buta ya, kasian banget. jdi pnasaran sm crita selanjutnya, ditunggu thor jgn lama2 ya🙂
    oh ya aku berharapnya jga nggak oneshot ko, aku mlh berhrp jdinya chapter hehe. dan trnyata jdinya twoshot, gk papa deh aku seneng🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s