Destiny[chapter5:B ENDING]

Image

Title : Destiny[chapter5:B ENDING]

Main cast : Kim Myungsoo[infinite]

            Son Naeun[apink]

            Lee Taemin [shinee]

Rating : PG-15

Recent post : Destiny[chapter1]>>

                        Destiny[chapter2]>>

                        Destiny[chapter 3]>>

                        Destiny[chapter 4]>>

                        Destiny[chapter 5;A]>>

********************

Buku catatan kecil…

Dari Son Naeun…

Yang mengatakan…

Bahwa ia.

Mencintai Kim Myungsoo…

Bukan Lee Taemin.

**********************

Cerita sebelumnya :

Taemin mengangguk yakin, “tolong ceritakan kepadaku apapun yang ajhussi tau. Aku mohon. Semuanya.”

.

.

Aku baru mengerti mengapa ia seperti ini, aku mengertinya. Kenapa selama ini ia bersikap dingin kepadaku.

Aku juga baru mengerti bahwa ia belum sepenuhnya percaya padaku.

******************

Mata namja itu sama sekali tidak berkedip, didalam fikirannya banyak yang sedang ia fikirkan ia tidak mengerti dengan semua ini. dari mimiknya terbaca bahwa ia sangat kecewa dan matanya kelelahan.

Lee Taemin. Dia masih duduk disalah satu bangku rumah sakit itu. Ia sering sekali menuju ketempat itu. Karna satu gadis. Son Naeun. Dan gadis itulah yang sekaranga da difikirannya. Tidak pernah berhenti sedetikpun untuk memikirkan gadis itu

Flashback on>

“dia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan terbentur ringan dikepalanya, kami mengira memang sudah dari awal bahwa dia akan mengalami amnesia. Dan benar saja.”

Dokter Yoo menutup matanya sekilas mengingat bagaimana kejadian itu berlangsung,

“ia tidak mempunyai keluarga. Yang dia punya hanya namja itu. Namja bernama Kim Myungsoo. Tapi dia tiba-tiba menghilang entah pergi kemana, saya juga tidak mengerti dengan itu. Tetapi ada satu permasalahan yang membuat saya tidak bisa kehilangan tanggung jawab untuknya.”

Taemin mengerutkan keningnya, menunggu dokter Yoo berbicara,

“anakku, Yoo Ara. Dia menabraknya.”

Flashback of>

Taemin kin sedikit tersenyum tak bermaksud, entah apa maksud dari senyum itu, ia sedikit menghela nafasnya dan melihat sekelilingnya. Hanya orang berbaju serba putih berlalu-lalang

Ia masih berfikiran dengan semuanya. Ia kini mengerti. Kenapa tiba-tiba Ara menyuruhnya untuk mendekati salah satu pasien rumah sakit ayahnya bernama son Naeun.

Ia mengerti kenapa ayah Ara sangat sayang kepada Naeun, ia mengerti kenapa Naeun bersikap dingin kepadanya, ia tahu bahwa Naeun bersikap dingin karna takut ditinggal olehnya.

Tapi ia tidak mengerti. Ia tidak mengerti kenapa sampai sekarang Naeun bersikap dingin kepadanya. Sudah jelas, dia tidak ada niat untuk meninggalkan Naeun.

Dan, yang ia tidak mengerti kenapa dia.namja itu. Namja bernama Kim Myungsoo kembali setelah ia pergi meninggalkan gadis yang ia cintai

.

.

“anak beruang itu mengadu keibunya ‘eomma! Mereka semua nakal! Aku tidak diperbolehkan ikut bermain dengan mereka!’ teriaknya sambil menyeret tangan ibunya yang sedang mencuci piring, beruang itu tetap merengek kemudian ia mengambil sebuah serbet dan—“

Tok.tok.tok.

Naeun menoleh mendapati pintu ruangan terbunyi, ia melirik anak-anak kecil yang masih menatapnya meminta untuk melanjutkan ceritanya, “chankaman,” ucapnya menaruh buku itu ditempat duduk dan melihat siapa yang mengetuk,

“oh, Taemin oppa? Wae?” Naeun mendapati Taemin yang mengetuknya, Taemin sekilas tersenyum. Naeun memundurkan badannya mempersilahkan Taemin masuk,

“boleh oppa pinjam Naeun eonni?” tanya Taemin kepada anak-anak itu,

Beberapa bagian mengangguk nurut dan sisanya ada juga yang mengeluh, Taemin sedikit tersenyum, “nanti oppa belikan satu-satu es krim.” Rayunya, kemdian anak itu berbinar menganggukan kepalanya dan kompak langsung berdiri dan mengambil maninannya masing –masing,

“wae?”

“ikut aku sebentar.” Taemin menarik pergelangan Naeun dan keluar menuju ruangan itu,

.

.

Kring.

Suara bel yang digantung diatas pintu cafe tersebut menyambut ketika Taemin dan Naeun bersam-sama memasuki cafe daum. Dengan interiornya yang classic. Dan beberpa tumbuhan palsu yang menjalar disekitar dindingnya,

Taemin mengambil salah satu kursi yang berkursikan 4 orang, menyuruh Naeun untuk duduk disalah satu kursi,

“apa kita akan bertemu orang?” tanya Naeun ketika ia duduk disamping Taemin, Taemin mengangguk.

Drrt.drrt.

Taemin mengambil telfon genggamnya, dan menjawab panggilan itu, “… iya, aku sudah sampai” ucapnya dengan seseorang disebrang sana,

Taemin menutup panggilan telfonnya dan menatap Naeun, “aku ke toilet sebentar. Kau tunggu dia, dia ingin bertemu denganmu.” Ucap Taemin

Naeun mengangguk walaupun ia tidak yakin mengapa Taemin kini terlihat seperti orang yang dikerjar waktu. Apa dia terburu-buru?

.

.

Naeun sekilas menyicipi coffe lattenya yang ia pesan, sampai sekarang Taemin belum kembali. Mengapa? Ini sudah beberapa menit.

#kring

Seorang pelanggan memasuki cafe itu lagi, Naeun sedikit melirik gadis itu. Wajahnya tertutupi karna ia sedang berbicara dengan telfon genggamnya, Naeun kembali meletakan coffennya dan mengetuk-ngetuk meja dengan tangan kanannya,

Tuk.tuk.tuk.tuk—

Ketukannya terhenti ketika seseorang sudah duduk didepannya. Ia mengangkat kepalanya menyadari siapa yang akan ia temui.

Dengan dress putih sedikit corak bunga yang anggun kulitnya putih, jari tangannya lentik, leher yang jenjang, bibir yang tipis, lekukan hidung yang indah, mata binar yang terang.

Tunggu. Mata itu lagi!

Naeun mengerjapkan matanya. Kenapa bisa mata itu lagi. kenapa mata itu harus dilihatnya.

Ia mengerjapkan matanya lagi. ini memang kenyataan. Dia duduk didepannya, dengan senyum yang sama sekali tidak pernah berubah terakhir kali ia melihatnya.

Yoo Ara. Dia masih duduk diam didepannya dengan menatapnya.

#kring

Naeun menoleh kearah pintu cafe. Myungsoo. Kenapa bisa disini?

“oh.. kau sudah sampai? Aku dan Naeun menunggumu,” Ternyata Taemin sudah kembali dan langsung menyapa seorang gadis yg duduk didepan Naeun,

Kenapa dengan mereka semua? Ada apa?

Naeun masih menatap mereka. Myungsoo. Ara. Taemin. Ara. Myungsoo. Ara. Taemin.

Hingga pandangannya berhenti kepada satu mata. Ara, “apa yang mau kalian lakukan kepadaku? Apa semua ini sudah kalian rencanakan. cih.”Naeun menggertakan giginya menunggu jawaban dari pasang mata yang ada didepannya,

Diam. Pasang mata itu hanya dia tidak menjawabnya sama sekali.

Naeun menarik nafas dalam dan membuangnya, sekilas ia ingin sedikit menangis. Mungkin mereka tidak akan mengerti kenapa ia bsia menangis.

Ia menangis. Ia takut akan dibohongi kedua kalinya. Ia tidak mau menjadi boneka yang bisa dibohongi. Kenapa harus dia? kenapa harus dia mengalami semua ini? semua ini tidak adilkah?

Taemin mulai mendekati Naeun, dia hendak berbicara tetapi Naeun mendahuluinya,

“aku muak dengan semua ini.”

Ia berdiri dan ia meninggalkan ketiga pasang mata itu yang melihat ia keluar dari cafe.

.

.

Sudah selama satu minggu berlalu. Sudah selama 7 hari juga Naeun tidak sama sekali keluar dari rumah kecilnya. Hanya berisikan matras untuk tidur dapur dan toilet ia hanya diam.

Entah apa yang ia fikirkan semuanya berantakan. Sesuai dengan keadaannya. Lebih dari buruk. Ia masih menyederkan tubuhnya di dinding dan menekuk memeluk kedua kakinya, memikirkan ulang apa yang terjadi,

“aku muak.” Ucapan itu terulang berulang-kali tanpa bosan ia ucapkan,

Drrt.drrt.

Naeun melirik telfon genggamnya. Lee Taemin. Namja itu terus saja menghubunginya. Sudah beberapa kali juga ia mematikan panggilan itu. Entah, mungkin ia sudah menghubunginya keseribu kalinya.

Tok.tok.tok.

“Naeun-na.. ini ajhumma, ada yang ajhumma bicarakan denganmu. Tolong bukakan pintunya.”Naeun beranjak dari tempatnya, dan membukan pintu itu

Tapi ia langsung mencoba menutup kembali pintunya ketika wajah yang membuatnya seperti ini mucul dan mengembangkan senyumnya. cih, bagaimana dia bisa tersenyum pada saat ini.

Tapi naas, kaki namja itu sudah ia jenggal saat Naeun mencoba menutup pintunya, hingga ia terpaksa membukakan pintunya,

“lama tak berjumpa Son Naeun.”  Sapa namja itu ketika Naeun menyerah untuk membukakan pintunya,

“ada apa Kim Myungsoo?”

Myungsoo sedikit tersenyum, kemudian ia melipat kedua tangannya didepan dadanya, “aku tau kau akan seperti ini.”

“apa mak—“

“ehm. Lebih baik ajhumma lekas pergi ne…” ucap ajhumma yang sedari tadi hanya melirik pasangan muda ini. Myungsoo mengangguk membiarkan ajhumma itu pergi,

Myungsoo langsung membuka pintu dengan lebar, seperti kalian tahu. Dia tidak akan membiarkan Naeun menutup pintunya. Dengan ajhumma itu, memang sudah rencananya, ia tahu Naeun tidak akan membukakan pintunya hanya untuknya.

“kenapa kau hidup seperi ini Son Naeun?ini semua bukankah buruk?” komentarnya ketika Myungsoo memasuki rumah kecil Naeun,

Naeun medengus hidungnya, kemudian ia menutup pintunya dan mengikuti Myungsoo, “tidak ada yang bisa kau lihat, dan aku tidak bisa menyajikan walaupun sedikit makanan untukmu. Yang tersisa hanyalah mie instant. Jika kau mau kau bisa membuatnya sendiri.”

Myungsoo menoleh kearah Naeun yang kini duduk diatas matrasnya, “mie instant? Kau tidak seharus—“ Myungsoo sedikit melipat bibirnya ketika ia baru menyadari bagaimana keadaan Naeun saat ini. memang sudah dijelaskan. Sangat buruk.

Myungsoo kemudian mengambil handuk yang digantung dan melemparkan kearah Naeun sehingga membuat gadis itu membulatkan matanya, “mandi sana cepat. Kita akan pergi.”

“kenapa aku harus ikut denganmu?”

“kau mau aku langsung menggeretmu seperti ini? kau tidak malu? Aku beri kau waktu 20 menit.”

“bilang saja kau malu denganku. Seperti dulu. Ketika kau sering mempermainkanku tetapi didepan orang kau menganggapku sangat menjijikan lebih menjijikan dari—“

“apa kau mau aku mandikan?”

“—dwesseo!” Naeun mengambil handuk itu kembali dan mulai melangkahakn kakinya kekamar mandi dengan melirik Myungsoo tatapan menjijikan.

Suara derasan shower mulai terdengar.

Myungsoo membuang nafasnya, ia sedikit menundukan kepalanya, dan bergumam

Andai aku bisa mengulang waktu. Aku tidak akan menyiakan dirimu ketika kau benar-benar sepenuhnya milikku. Sekarang, semuanya terlambat. Terlambat terlalu jauh. Hingga aku bingung bagaimana aku mengejarnya kembali…

.

.

Namja itu berkali-kali melirik telfon genggamnya, kini ia berada disalah satu restaurant korea di seoul. Ia sedikit menggigit bibirnya kecil dan bergumam tidak jelas,

Hingga pasang mata yang ia tunggu akhirnya datang,

“Naeun-na!” Taemin langsung menghampiri gadis yang selama ini ia tunggu, ia sudah lebih dari khwatir serasa ingin bunih diri bila tidak didekat gadis ini.

“selama ini kau dimana?” ucapnya khwatir sambil memeluk Naeun, Naeun hanya terdiam bingung untuk menjawab apa.

Ketika pelukan Taemin terlepas, ia melihat gadis itu lagi. Yoo Ara. Ia masih memandang Naeun,

Naeun melirik Myungsoo dan Taemin bergantian, ia melangkahkan badannya untuk berbalik sebelum tangan Taemin menahannya, “kita bicarakan baik-baik. jangan selalu menghindari ini. aku berada di pihakmu.” Ucapnya setengah berbisik.

Naeun mencoba tidak mendengar ucapan itu dan mencoba melepaskan genggaman tangan Taemin yang ada dipergelangan tangannya. Tetapi, karna Taemin lebih kuat darinya. Seberapa kencang ia tidak bisa melepaskannya membuat ia menyerah dan menghela nafasnya,

“lepaskan tanganmu dan aku berjanji tidak akan pergi.” Ucapnya.

Taemin mengangguk, “kau tau apa balasannya jika kau mengingkari janjimu bukan. Kau yang buat sendiri konsekuensinya.” Ujar Taemin dan melepaskan perlahan genggaman tangannya ditangan Naeun.

.

.

“jadi.. apa hubunganmu sebenarnya dengan Naeun?” Taemin membuka pembicaraan ditengah keadaan ini,

Myungsoo dan Taemin. Keduanya berada dicafe sebrang, menunggu kedua wanita sedang berbicara. Dari tempat mereka berdua, mereka bisa melihat dengan jelas kedua wanita itu masih diam.

Myungsoo menatap Taemin heran, “wae?” tanya Myungsoo

Taemin malah menjawab pandangan itu, menatap tajam. Mungkin seseorang didepannya akan mengacaukan semua usaha yang ia lakukan. Terlebih lagi kepada Naeun.

Myungsoo mengangguk, ia mengerti dengan tatapan ‘tajam’ itu, ia melirik sekilas kembali Naeun dan Ara yang berada disebrang sana, “kau menyukainya? “ tebaknya.

“ne.” Balasnya dengan yakin menatap Myungsoo.

“begitu juga denganku” balasnya tidak menatap Taemin dan mengarahkan kembali pandangannya kearah cafe disebrang sana dan sedikit senyuman dibibir atasnya.

Hening beberapa lama hingga suara dari telfon genggam Taemin berdering, dilihatnya siapa nama yang tertera.

‘Son Naeun’

Taemin mengulas senyumnya dan melirik Myungsoo yang masih terdiam, ia kemudian mengangkat telfonnya dan menunjukan kearah Myungsoo serta berkata,

“kau lihat ini. ini cukup bukti bahwa aku akan memilikinya.”

Ucapnya dan mengangkat telfon itu,

Myungsoo tidak mengubrisnya, walaupun dalam hatinya ada sedikit keraguan apa yang dikatakan Taemin benar adanya. Ia takut. Dalam segenap rasanya, ia masih menyayangi gadis itu.

Beberapa detik kemudian setelah Taemin sedikit berbincang dengan Naeun ia lekas berdiri dan menuju pintu keluar meninggalkan Myungsoo,

Drrt.drrt.

Myungsoo mengeluarkan telfon genggamnya, dilihatnya satu pesan sampai

 

From : Yoo Ara

Bisa jemput aku, sekarang?

 

Myungsoo memasukan telfonnya kedalam sakunya dan beranjak pergi, melewati zebra cross ia memasuki cafe itu. Dan melihat Ara sudah duduk sendiri disana. Diam dan menatapnya,

.

.

“kau baik-baik saja kan? apa dia mengatakan sesuatu yang tidak ingin kau dengar?” Taemin meluncurkan berbagai pertanyaan ketika dia dan Naeun sudah memasuki mobilnya,

Naeun sedikit tersenyum, ia tahu Taemin menanyakan semua ini karna menghkhawatirkannya, ia perlahan menggeleng, “ani… ia tidak membuatku kesal” ucapnya tenang

“kau tau? Saat aku melihat dirimu dan dia sedikit mulai berbincang, aku taku sesuatu yang buruk akan terjadi padamu” ucap Taemin sedikit melirik Naeun yang berada ditempat duduk sebelahnya

Naeun tersenyum lagi, “aku baik-baik saja..” jawabnya,

Taemin mengangguk mengerti, “melegakan, kalau seperti itu.. kau mau kuantar kesesuatu tempat? Yang kau mau?” tanyanya

Naeun mengangguk dan tersenyum menoleh kearah Taemin, “Ne. Aku ingin bertemu Dokter Yoo Sonsaengnim”

.

.

“ia mengatakan bahwa dari awal bertemu bahwa ia menyukaimu. Ia penasaran denganmu. Ia ingin mengenalmu lebih dalam. Ia ingin berkenalan denganmu berbincang padamu. Tapi, ia sedikit mengeluh ketika dia kesulitan untuk berkenalan denganmu. Tapi, ia tidak pernah berhenti untuk usaha meyakinkan dirimu. Hingga, kau yakin kepadanya. Kau ingat pertama kali kau menerima ajakannya yang dibilang ‘kencan’ ia bercerita kepadaku layaknya anak kecil berumur 5 tahun mendapat mainan baru. Bahkan lebih dari itu. Ia sangat senang dan ceria.”

“setiap hari, aku seakan ayahnya tempat ia bercerita. Ia menceritakannya dengan bahasanya. Aku yakin, ia sungguh menyukaimu Naeun-na… ia bilang bahwa ia telah berhasil membuatmu yakin kepadanya. Dan kamu berhasil membuat yakin kepadanya. Aku turut senang”

“tetapi.. akhir ini, ia jauh lebih berbeda. Ia jarang berbicang denganku, terkahir ia menanyakan kabar tentang Myungsoo. Aku menceritakan apa saja yang aku tahu, aku bisa melihat kerutan kekecewaannya dan kehawatirannya. Yang aku tahu, dia pasti khawatir akan kehilanganmu.”

“bisa, kau yakinkan persaaanmu…..?”

Naeun masih mengingat jelas bagaimana penjelasan dari Dokter Yoo, ia ingin diceritakan semuanya. Ia inginmenyakinkan dirinya

Sambil memandang pemandangan yang terlihat jelas walaupun dengan penghalang kaca transparant yang berada didepannya, Naeun baru tersadar dari lanturan khayalan yang tiba-tiba terbesit difikirannya,

Ia menggelengkan kepalanya, ia edarkan matanya mencari sosok yang ia cari. Matanya terhenti ketika menangkap satu sosok yang sedang menatapnya, Naeun meghampiri sosok itu,

Saling menatap beberapa detik seakan berbicara dari hati kehati, membalas senyum satu sama lain, dan ia memajukan badannya kemudian memeluknya. Dengan lembut ia ucapkan,

“gomawo… sudah berada disisiku. Membuatku tidak merasa kesepian…”

Namja itu tersenyum dibelakang wajah Naeun, “cheodo gomawo… terimakasih sudah percaya padaku…”

Naeun merenggangkan pelukannya, “apa rencanamu hari ini, Taemin-ssi…?”

.

.

From  : Lee Taemin

To : Son Naeun

Bagaimana kita makan malam bersama? Di restaurant lourest jam 7 malamJ

 

From : Lee Taemin

To : Kim Myungsoo

Temui aku. Dia restaurant lourest jam 7 malam. Penting.

 

Taemin menutup telfon genggamnya, ia masih membuka sedikit buku yang ada ditelapak tangannya. Sebuah diary.

Buku catatan kecil…

Dari Son Naeun…

Yang mengatakan…

Bahwa ia.

Mencintai Kim Myungsoo…

Bukan Lee Taemin.

“apa kau yakin dengan keputusanmu?” tanya Ara ketika ia melihat Taemin tertunduk diam dan memegangi buku catatan kecil itu,

“darimana kau dapatkan? Buku ini?” tanya Taemin,

Ara tersenyum acuh, “aku mencurinya.” Ia memandang kembali buku yang ada ditangan Taemin dan mengambilnya perlahan,

“aku yakin.. apa yang ia tulis memang benar. …rasa cintanya melebihi rasa sayangnya padaku..”

“jadi kau tau, selama ini mereka menjalani hubungan dibelakangmu?”

“itu yang membuatku sedih, andaikan mereka berdua tidak semunafik itu. Aku tidak akan melakukan semua ini…”

“jadi kau yakin dengan keputusanmu?”

“bagaimana denganmu?”

“Ya. Aku yakin.”

“begitu juga denganku.”

Mereka berdua menutup buku harian itu dan berpandangan satu sama lain,

#klek

“apa kalian sudah siap? Untuk menjalani hidup baru di Amerika?”

.

.

Flashback>>>(pertemuan Naeun dan Ara)

“ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Naeun,

“aku.. menyerah, aku menyerah dengan semua ini.”

“apa maksudmu?”

“mi…-anhe…”tutur Ara dan menunduk sedih ,”aku tidak tau akan seperti ini tambah terasa sakitnya. Ketika memisahkan kalian berdua. Aku fikir dia akan bisa mencintaiku. Tapi semuanya nihil. Tidak sesuai dengan harapanku.”

“lalu?”

“aku tau kau mencintainya”

“aku rasa tidak. bagaimana kau bisa tau perasaan musuhmu?”

Ara menatap Naeun mengerti, “lupakan dengan ‘musuh’ aku memang masih menganggapmu musuh. Dan sekarang, aku mengakui kekalahanku. Aku ingin mundur.”

Naeun terdiam,

“kedua orang disana.. mereka mencintaimu..” ucapnya sambil mengarahkan pandangannya kepada Taemin dan Myungsoo yang ada disebrang sana,

“aku iri padamu, Son Naeun. Tapi, aku belajar satu hal. Aku yakin, diluar sana masih ada yang menungguku. Aku harap kau tidak menyiakan orang itu ketika ia sudah menjemputmu.”

Flashback off>>

.

.

Suasana lourest Restaurant terbilang sepi dan romantis, hanya beberapa pasangan yang sedang menikmati makan malamnya,

Sedangkan Naeun. Ia sendirian dimeja yang terdapat dua kursi. Tetapi kenapa hanya ia yang sendirian mengisi kursi itu, didepannya hanya ada kursi kosong yang seakan menatapnya,

“meja pesanan atas nama Lee Taemin.”

“ne, ikuti saya..”

Seorang pria muda dengan langkah tetap dan normal berjalan, mengikuti seorang resepsionis, ia sedikit melirik keadaan tempat makan ini. kenapa Taemin menemuinya ditempat pasangan bertemu?

“disini tuan”

Myungsoo mengangguk, ia melirik kesampingnya. Dan.

Mata itu. Wajah itu. Paras itu. Ia muncul lagi.

Son Naeun.

Mata yang ia rindukan, wajah yang ia rindukan, paras yang ia rindukan. Akhirnya dia kembali…

“apa ada yang perlu saya bantu? “ tanya resepsionis itu menyadarkan Myungsoo

Myungsoo menggeleng tanpa mengalihkan pandangannya,

“Son Naeun…  kenapa kau disini?”

Drrt.drrt.

From : Lee Taemin

Aku menyerah.

Aku menyerah atas cintaku pada Son Naeun.

Aku serahkan dia padamu, jaga dia baik-baik.

Walaupun aku yakin, kau pasti akan menjaganya dengan baik

Aku dan Ara akan pindah ke Amerika melanjutkan jurusan

Pesan kami, kau jaga baik-baik Naeun dan hidup dengan senang..

 

Nb : katakan padanya, bahwa aku akan menyayanginya.

 

 

Myungsoo terdiam dan menatap Naeun yang kini berada didepannya,

“ia bilang. Ia akan tetap menyanyangimu.”

“mwo?”

Myungsoo menyerahkan pesan itu padanya, dan mengehela nafas beratnya,

“mereka semua akhirnya mengerti.. jujur saja, aku lelah dengan semua ini.”

“mworago?” tanya Naeun

“Son Naeun…” Myungsoo mendekatkan dirinya, ia mengambil telfon genggamnya yang berada ditangan Naeun,

“aku…”

“—mencintaimu…”

*********************************************************

>>2 tahun kemdian..

“menurutmu, yang mana?”

“aku? Aku… aku rasa yang ini?”

“e… kenapa tidak yang ini?”

“terserah apa yang kau mau”

“aku menanyakan pendapatmu Myungsoo-ssi”

Myungsoo terdiam sejenak, “aku masih memilih gaun ini” ucapnya,

“kenapa tidak yang ini?”

“kau lihatkan. Aku sudah menyampaikan pendapatku,”

Gadis didepannya mengerung kesal, “aigo.. kenapa pendapat kita berbeda?” keluhnya sambil tertawa nakal, “..apa lebih baik pernikahan ini ditunda?”

Myungsoo mengecilkan kedua matanya dan menatap gadis didepannya, “Son Naeun, kalau begitu menikahlah dengan Taemin.”

“geurom… aku akan menikah dengannya. Besok hari.” Jawabnya dan mengambil telfon genggamnya, dan mulai mencari kontak ditelfon genggamnya

Myungsoo menghela nafasnya lega, “tidak jadi, aku akan jadi pasanganmu nanti. Telfon Taemin ketika kita sudah menikah.” Ucapnya cepat mengambil telfon genggam Naeun dari tangannya,

“emh.. arraseo..”

********************************

“tapi, Myungsoo oppa.. masih ada hal yang ingin kutanyakan padamu..”

“apa itu?”

“….kenapa kau dulu mengatakan bahwa jangan menyukaimu?”

Myungsoo terdiam sebentar,

“karna itu dirimu.”

“maksudmu?”

“karna itu dirimu, aku takut akan melukaimu…”

 

***********END**************

 

Ceileh akhirnya selese juga, tadinya endingnya mau humor. Cuma ga pas moment/? Ye ga. Mungkin ini ff couple myungeun terkahir dari Author sendiri. Karna author sendiri juga gamau terpaku dalam satu couple.

Sekian ajalah, semua komentar bakal diterima ko;) author CINTA BANGET sama YANG DEMEN KOMEN

AUTHOR CINTA KALIAN/? ->maap, lupa kesensor;)

15 thoughts on “Destiny[chapter5:B ENDING]

  1. lho ko ff myungeun yang terakhir ? , *nangis di pojokan *

    ffnya kerennnnn , mulai dari part 1 saya nunggu dan hasilnya engga sia” 😀

    faighting untuk author 😉

    di tunggu ff couple yang lain 🙂

  2. yang ditunggu tunggu akhirnya datang(?) muehehe . entah knp feel happy endingnya aku kurang dapet di part ini’-‘? hehe. kalo ini ff myungeun terakhirnya author ,bikinin sequel yg gregedh juseyooo ;____;

  3. authornim mian bru komen pas d part trakhir critanya kren pdhal aku shippers ny taeun tp liat myungso d sni jd terharu bgt keep fighting buat tulis ny critnya kren thor daebak~!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s