Destiny[chapter5:A end]

Image

Title : Destiny[chapter5:A end]

Main cast : Kim Myungsoo[infinite]

            Son Naeun[apink]

            Lee Taemin[shinee]

Rating : PG-15

Recent post : Destiny[chapter1]>>

                        Destiny[chapter2]>>

                        Destiny[chapter3]>>

                        Destiny[chapter4]>>

“apa kau percaya padaku?”

 “..aku bisa memperbaiki semuanya. Termasuk perasaanmu…” ucapnya menatap pasang mata yang ada didepannya,

**************

Cerita sebelumnya : Taemin menaruh garpu sendoknya, kemudian ia mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan, “bagaimana kalau besok waktu yang tepat. Kau mau.. kencan?” tanyanya dengan akhiran nada berbisik

“kencan? Bukankah terlalu cepat?” tanya balik Naeun mengikuti Taemin yang mencondongkan tubuhnya kedepan hingga wajah mereka semakin dekat.

Taemin tersenyum, “menurutku bukan terlalu cepat, karna memang waktunya..”

************

.

“kau mau mencoba ini?” Taemin menunjukan makanan kepada Naeun, kini keduanya berada di festival seoul dan mereka gemar sekali kuliner

Naeun mengangguk, kemudian dengan cepat ia melahap ketika Taemin menyodorkannya. Naeun bergumam menikmati makanan lezat itu,

Matanya menangkap ketika Taemin masih memandanginya dengan senyuman ambigu(?)

“kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya pada akhirnya,

Taemin malah masih dengan senyumnya, ia sedikit menggeleng, “anida~ ini seperti kencan kita yang pertama benarkan?” ucapanya dengan riang

Naeun melirik Taemin bingung, “kencan pertama? Kapan kita melakukan kencan? Dan tunggu, ini bukan kencan” elak Naeun tidak mengerti dan menyipitkan matanya kearah Taemin,

“terserah kau saja,” jawabnya sekilas mengelus ubun-ubun Naeun membuat sipunyanya sedikit memajukan bibirnya, “meogo(makan), aku kan mentraktirnya untukmu” ucap Taemin sekali lagi sambil menyodorkan tteobokki kearah Naeun,

Sekali lagi Naeun melahapnya dan sedikit bergumam riang,

“mashitta sujeo(bukan)?” tanya Taemin lagi diikuti anggukan dari Naeun sambil tersenyum lebar karna Taemin akan mentraktir dirinya,

“tentu saja, rasanya pasti lezat karna aku yang menyuapimu” ucap taem dengan sedikit nada bermanja-manja,

“aigoo…” Naeun menatap Taemin tidak percaya, matanya terhenti ketika disebuah sudut ia melihat seseorang sedang seperti memandang kearahnya, sebuah tekstur wajah yang sangat familiar.

Naeun menyipitkan matanya seperti ingin melihat jelas siapa dibalik wajah dan mata itu, dalam detik ketiga ia mulai membulatkan matanya. Jarinya tanpa sengaja mengarahkan kearah sudut itu, hingga mungkin yang sedang menatapnya menyadari bahwa Naeun melihat dirinya dan dengan cepat pergi dari sudut itu agar lepas dari pandangan Naeun,

Nafas Naeun memburu ketika sosok itu mulai pergi menghilang, ia mencoba mengikuti kemana sosok itu, ia mulai sedikit mengejar orang itu tampa tujuan. Taemin hanya kaget ketika Naeun pergi tiba-tiba

Taem menaruh uang dimeja kemudian ia mengikuti Naeun dari belakang dengan bingung

“eodiga?” tanya Taemin sedikit keras dari belakang Naeun, ia masih tetap mengikuti langkah gadis itu,

Naeun tidak menjawabnya, ia hanya mencoba sedikit mencari celah-celah dari keramaian tempatnya, “permisi… permisi… permisi..”

#BRUKKK

“eoh? Josoammida(maaf)…” Naeun membungkukan badannya seketika ketika ia tidak sengaja menabrak seseorang yang berlalu lalang disekitarnya, ia kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dari tadi ada dalam pengamatannya,

“jeongmal josoammida…” ucap Taemin sambil membantu seorang gadis yang baru saja Naeun tabrak, gadis itu hanya menatap Naeun bingung kenapa sama sekali tidak ada raut menyesal,

Gadis itu bangun dan sedikit  menepuk roknya yang terkena jalanan, Taemin membungkuk sekali lagi dan mengatakan maaf. Gadis itu hanya cuek pergi meninggalkan mereka,

“mau kemana kau sebenarnya?” tanya Taemin yang sudah sejajar dengan Naeun mencoba mengikuti kemana arah  pandangan gadis itu apa yang ia cari dan kenapa?

Naeu melirik kearahnya, kemudian kembali mengedarkan pandangannya. Beberapa detik kemudian ia kembali mengarahkan pandangannya kearah Taemin, sebuah raut seperti gelisah khawatir ada dalam kerutan kening itu,

“waegurae?” tanya Taemin panik ketika Naeun menatapnya semakin khawatir seperti ada sesuatu buruk yang terjadi,

“dia.. dia kembali,” tanpa sadar Naeun seperti berlinang air mata dipipinya ia menatap Taemin dan tersenyum, “dia kembali… Myungsoo oppa…”

.

.

Sudah hampir selama setahun Naeun menjadi sukarelawan untuk membantu dokter Yoo, dia senang sekali menemani pasien anak kecil sekedar untuk bermain diruangan bermain, ia menikmati setiap kejadian lucu ataupun itu, ia hanya senang memandang wajah ceria tulus itu,

Naeun tinggal disebuah kamar sewa yang murah, karna pendapatannya hanya bekerja menjadi sukarelawan dirumah sakit itu. Walaupun sukarelawan, pihak rumah sakit selalu membayarnya, dengan begitupun Naeun dapat memenuhi kebutuhannya

#BRUKK

“APA YANG KAU LAKUKAN? KAU SEORANG PENGUNTIT HA?!”

Tiba-tiba suara yang begitu keras dan getaran seperti pukulan terdengar, Naeun menghentika lamunannya dan melihat kearah luar, dilihatnya Taemin sedang memojokan seseorang di dinding,

“waegerae Taemin-ssi?” tanya Naeun sambil berjalan kearah Taemin,

“orang ini… orang ini sepertinya PENGUNTIT!!” ucap Taemin mulai mencengkeram kerah seorang namja didepannya ia mulai mengarahkan tanggannya berniat memukul orang itu sebelum,

“chankaman oppa! Ini rumah sakit, dan kau tidak boleh melakukan seperti itu. Yang ada, kau hanya kena masalah” tutur Naeun sedikit khawatir Taemin benar-benar akan memukulnya,

Untungnya Taemin mendengarkan Naeun, ia menurunkan tanggan kanannya. Tetapi tangan kirinya masih memegang kerah orang itu,

“nuguse—“ ucapan Naeun terhenti, ketika orang itu memandang kearahnya. Wajah itu lagi. mata itu lagi. alis itu lagi. hidung itu lagi. bibir itu lagi. kenapa orang itu lagi?

Kim Myungsoo? Kenapa kau lagi?

.

.

“kenapa kau kesini?” tanya Naeun memandang seorang namja yang pernah ia cintai. Bahkan ia pernah menggantungkan hidupnya ditangan namja itu,

Myungsoo dan Naeun sekarang berada disebuah taman kota seoul yang besar, duduk bersampingan disebuah bangku berwarna coklat ditemani rindangnya dari bayangan pohon besar disamping tempat duduk itu,

Namja itu sama sekali tidak menoleh, entah apa yang ia fikirkan semuanya seperti tidak bisa disiratkan dari wajahnya, mimiknya terlalu datar untuk mengetahui sekedar apa yang ia rasakan

Beberapa detik setelah asik dengan gumaman hatinya, Myungsoo menarik nafasnya perlahan, ia sedikit melirik Naeun yang duduk disampingnya tanpa juga menatapnya,

“mianhae…” ucapnya sambil memandang kearah bawah jalan setapak yang mengiringi setiap lekukan agar penikmatnya bisa dengan mudah memandangi indahanya penuh kehijauan

“untuk apa? Aku rasa kau sama sekali tidak berkewajiban untuk meminta maaf…” jawab Naeun terdengar sangat dingin, bahkan ia tidak menoleh kearah Myungsoo

Myungsoo mengerti dengan jawaban itu, melainkan ia mengerti bahwa apa yang ia dapatkan adalah seperti ini. ia kembali memandang jalan setapak itu dengan berat,

“maaf sudah meninggalkanmu…”

Naeun sedikit tersenyum, entah senyum apa itu. Mengapa bahkan ia masih bisa untuk tersenyum, “sudah telat bukan? Aku tau, permintaan maaf tidak ada yang telat. Jadi, setelah kau meminta maaf apakah kau akan memperbaiki semuanya? Mengembalikan perasaanku lagi?” tanya Naeun memandang kearah Myungsoo,

Myungsoo memandang Naeun dengan yakin, “apa kau percaya padaku?” Myungsoo mengangguk seakan ingin lebih meyakinkan Naeun, “..aku bisa memperbaiki semuanya. Termasuk perasaanmu…” ucapnya menatap pasang mata yang ada didepannya,

“kau tidak tau? Perasanku sudah seperti batu. Aku sangat kejam. Aku dingin. Semua kehidupanku seperti hanya hitam dan kelam? Kau tau? Dan setelah aku mulai menemukan warna-warna lain… kau datang?” Naeun menggeleng tidak percaya, “apa itu pantas? Lancang sekali kau!” umpatnya kemudian  mengalihkan pandangannya dari Myungsoo,

“aku melakukannya untukmu, Naeun-na…”

“mwo?! untukku?! Apa aku bahkan tidak pernah memohon agar kau melakukan sesuatu untukku? Dan, dengan yang kau maksud melakukan untukku adalah meninggalkanku tanpa bantuan sama sekali? Kau ini apa? Kau manusia atau hewan! Kau tidak punya perasaan? Meninggalkan seorang yeoja yang bodoh tidak mengerti apa-apa?! Sudah lebih dari tersesat! Aku bahkan tidak bisa membedakan mana kelam atau kebahagiaan. Semuanya terasa sama didadaku… aku-aku—“

Myungsoo memeluk yeoja itu, yeoja itu sama sekali tidak menolak sentuhan dari namja itu.. dia hanya menangis dibahu namja itu dan mengeluarkan isakan dari dalam lubuk hatinya. Dekapan hangat ia rasakan disekujur tubuhnya oleh hangat tubuh namja bernama. KIM MYUNGSOO.

Aneh. Kenapa nama itu lagi?

.

.

10 pesan suara

17 miscall

22 pesan text

Naeun melirik telfon genggamnya. Ia baru seharian ini lupa membawa telfon genggamnya. Setelah kejadian tadi siang, ia memang lupa sekali memberi kabar kepada Taemin. Ya, semuanya dia yang mengirimi itu. Entah dia merasa khawatir atau apapun.. ia hanya merasa tidak enak

Naeun kemdian menelfon Taemin yang berada diujung sana, baru beberapa detik namja itu sudah mengangkat telfon darinya. Pasti ia menunggu telfon Naeun.

Naeun mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan mengatakan bahwa jangan terlalu khawatir kepadanya, karna ia sangat-sangat baik-baik saja. walaupun masih dengan khawatir Taemin akhirnya percaya dan hanya mengatakan bahwa bila terjadi sesuatu kepada Naeun agar memberi tahunya, dan ia menutup pembicaraan itu.

Naeun menggaruk ringan tengkuknya memijatnya sedikit, ia membuang nafasnya seakan bergumam dengan hatinya,

“mianhae.. Taemin-sii… aku takut.. takut…”

Apa persaanku belum berubah sepenuhnya?

.

.

dengan berjalan gontai dikoridor serba putih itu ia melangkahkan kakinya langkah demi langkah, seiring dia juga menikmati langkahnya itu.

Entah apa yang sedang ia fikrikan tidak bsia dimengerti, raut wajahnya seperti bercampuk aduk, ia membuang nafas berat untuk kesekian kalinya, sedikit melakukan streching dilehernya agar membuatnya lebih nyaman,

Naeun melirik jam tangannya sudah menunjukan pukul 11 siang, pasti anak-anak diruangan bermain sudah menunggunya karna ia kemarin berjanji akan memebacakan cerita tentang ‘Beruang yang Hilang’ buku itu sudah ada ditangan kirinya,

Entah perasaan mengapa ia tersenyum ketika memandang cover buku itu, sama perasaanya dengan mendengar suara tawa tulus tanpa beban dari wajah ceria dan bahagia,

Sesampainya didepan pintu ketika Naeun ingin membukanya, sebuah suara janggal tiba-tiba terdengar dari dalam..

“kemudian kucing itu mengatakan ‘eomma! Sisakan susu untukku!!’ teriaknya sambil mengeong-ngeong..”

Semakin penasaran Naeun membuka pintu itu dan mendapati…

Myungsoo, wajah yang tampan itu dengan senyuman indahnya sedang memandangi anak-anak polos yang menyambutnya dengan senyuman nan juga indah

Ditangan sebuah buku berjudul di covernya ‘3 kucing dan susu’ Naeun tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Mengapa ia bisa disini? Apa yang sebenarnya ia lakukan?

“kau sudah datang?” tanyanya mengarah pada Naeun, Naeun hanya diam dan sedikit mengangguk tidak sadar

Naeun lebih mendekati mereka, “kalian baik-baik saja?” tanya Naeun pada anak-anak

Anak-anak itu mengangguk, semuanya terdengar celotehan ceria

“tentu saja!”

“oppa ini sungguh tampan! Aku menyukainya!”

“bila besar nanti aku akan menikah dengannya!”

“nado!”

“mana bisa, hyung pasti sudah tua ketika kita dewasa,”

“terserah, aku menyukainya!”

Diikuti anggukan lainnya mengakhiri pembicaraan itu sebelum..

“nuna, apa dia pacar nuna?”

Naeun tersentak ketika mendengar itu, sedikit ia melirik Myungsoo yang sedang memandangnya juga sehingga ia memilih untuk mengalihkan pandangannya,

“apa yang kalian bicarakan….” ucap Naeun gugup sambil mensejajarkan tubuhnya dengan mereka, sehingga sedikit membungkukan badannya, “kita tidak—“

“kita berdua memang pasangan.” Potong suara berat itu dengan jelas, semua mata mengarah kearahnya termasuk Naeun,

“apa maksud—“

“dulu… saat dulu… sekali, kita pernah berpacaran. Kita pasangan serasi bukan?”

“neeee!!!” jawab serentak semua anak-anak itu membuat Naeun bingung apa yang harus ia lakukan,

“memangnya apa saja yang dilakukan orang berpacaran!” celetuk salah satu murid lelaki berkacamata dengan senyum indah dan tampan

Myungsoo sedikit berdehem lama, Naeun juga tanpa sadar menanti jawabannya, “banyak. Mungkin.. jalan bersama.. makan ditempat romantis.. pergi ke tempat romantis… saling pandang-pandangan.. hehe… juga.. popo(cium).” Ucapnya diakhiran cengiran menatap anak-anak polos tanpa dosa itu, kemudian ia menatap Naeun

Naeun mengalihkan pandangannya menutupi sebuah guratan merah yang pastinya sudah terlukis dengan padam dipipinya dan seluruh wajahnya

“aigoo… kalau begitu kita tinggalkan hyung dan nuna bersama. Mungkin saja mereka akan kembali besama, betul? Kajja kita ke lapangan!” teriak satu mengompori membuat Naeun semakin menjadi-jadi salah tingkah

Sedangkan Myungsoo hanya tersenyum ketika melihat kumpulan anak itu sudah keluar dari ruangan bermain meninggalkannya sendirian dengan Naeun,

Myungsoo menutup buku cerita yang ada ditangannya dan menaruh dimeja pendek dekatnya, kemudian menuju menutup pintu,

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Naeun memandang Myungsoo yang menutup pintunya,

Myungsoo membalikan badannya setelah menutup pintu,memandang gadis cantik itu, dan mengatakan… “ aku merindukanmu, Son Naeun…”

Bahkan nama itu, aku sungguh merindukannya

.

.

Taemin pov.

 

Aku masih tergeming memadang foto yang berada diselipan dompetku kini, sudah sejak lama aku menyimpan foto itu. Dimana, dia- Naeun

Aku melihatnya ia sedang menunggu sendirian ditempat keramaian, atau aku bisa mengingatnya dengan jelas. Saat itu, aku pernah mengajaknya ke acara festival. Aku bilang mengatakan untuk membeli minum dan menyuruhnya menungguku,

Aku memang membeli minum, saat aku kembali aku melihat ia masih dalam posisi sama. Tidak bergerak sama sekali saat aku tinggalkan. Apa ia menungguku? Aku merasa, bahwa ia mulai percaya padaku.

Ia percaya bahwa aku akan kembali untuknya, walaupun terdengar terlalu murah.. aku merasa sangat tersentuh karnanya,

Dan aku tidak menyiakan kejdian itu untuk membuat kenangan abadi padanya, sambil mengambil fotonya, aku ingat apa yang aku harapkan pada saat itu ‘tolong seperti ini.. tolong bahwa kau selalu percaya bahwa aku akan kembali padamu…’

Tapi aku sudah mengejarnya dan menjemputnya, tapi kini.. mengapa ia seperti tidak mau menerima uluran tanganku…

Taemin pov. End

 

#klek

Wajah tua yang Taemin nanti akhirnya muncul juga, sudah beberapa hari ini ia ingin sekali berbicara dengan pamannya ini. ia ingin menanyaknan sesuatu kepadanya,

“sudah lama menunggu?” tanya pamannya dengans setelan rumah sakit berwarna putih sambil menaruh beberapa lembar file dan merapikan di mejanya,

Taemin mengangguk, “tapi terimakasih, pasti sangat susah untuk membagi waktu dengan keponakanmu yang merepotkan” ucapnya menaruh kembali dompetnya disaku celananya

“ahaha, sama-sama.. jadi, apa yang ingin kau bicarakan? Oh iya, bagaimana dengan Naeun? Apa kalian baik-baik saja?” tanya dokter Yoo memadang Taemin,

Taemin tersenyum nanar ketika dokter Yoo mulai membuka percakapan, “aku tidak tahu… aku baik-baik saja.. tetapi Naeun seperti.. dia berbeda, dia mulai jauh dariku. Seperti tertutup kepadaku…” ucap Taemin dengan nada sepertl langkah yang tanpa arah

“maksudmu?” tanyanya tak mengerti,

“semenjak beberapa hari ini dia semakin berubah, apalagi.. ketika ia selesai bertemu dengan seorang namja bernama… Kim Myungsoo…” dokter Yoo tersentak mendengar nama itu,

Ia masih mengingat Kim Myungsoo, lelaki itu yang secara pribadi diminta anaknya, Yoo Ara untuk menjodohkan dengannya. Dokter Yoo pastinya sudah mengenal Myungsoo lama, apalagi Ara dan Myungsoo dari sekolah junior high school yang sama.

Tetapi, dokter Yoo tidak bisa memaksakan Myungsoo untuk menikah dengan putrinya, ia mengingat jelas kejadian 1 tahun lalu.

Dimana Naeun melupakan ingatannya, ia ingat Myungsoo memohon kepadanya untuk merawatnya dengan baik. mengapa semua ini seperti terkait? Myungsoo-Ara-Naeun.

Dokter Yoo kembali menatap Taemin yang berada didepannya, “kenapa? Kenapa dengan Myungsoo?” tanyanya

Taemin mengerutkan  keningnya, “apa ajhussi kenal dengan Kim Myungsoo?” tanya Taemin tidak percaya,

“Naeun belum memberitahumu?”

“belum..”

“dia namja yang menolong Naeun ketika lupa ingatan.. tunggu, apa benar-benar Naeun belum menceritakannya padamu?” tanya dokter Yoo lagi dengan tidak percaya

Taemin mengangguk yakin, “tolong ceritakan kepadaku apapun yang ajhussi tau. Aku mohon. Semuanya.”

.

.

Aku baru mengerti mengapa ia seperti ini, aku mengertinya. Kenapa selama ini ia bersikap dingin kepadaku.

Aku juga baru mengerti bahwa ia belum sepenuhnya percaya padaku.

 

TBC>> part selanjutnya mungkin jadi part 5:B sekalian sebagai ending terakhirnya. Tolong komen nee^^

18 thoughts on “Destiny[chapter5:A end]

  1. akhirnya yg ditunggu tunggu dtg juga(?)haha ;-; kyaaa.entah knp kalo baca ff ini feelnya selalu dpt thor hihi .next chap secepatnya juseyoo ;;–;;

  2. endingggggggg pewlisss myungeun pewlissss!!!! i’m myungeun shipper!!! akhhhhh jinjja daebakk!!!!! nan joahhhaeeee!!! next thor-ssi!!!!!!! lopek yu dah pokoknya wkwkwk /?

  3. aduuh.. kok sepanjang part nyesek terus siih thor ..
    ayee, dituggu part 5B ENDING nya, jangan lupa yaa, Naeun harus sama Myungsoo kagak ada yg namanya Taemin *maapkan reader yg satu ini thor

  4. Ping balik: Destiny[chapter5:B ENDING] | I Love Kpop FanFiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s