Destiny[chapter4]

Image

Title : Destiny[chapter4]

Main cast : Kim Myungsoo[infinite]

Son Naeun[apink]

Lee Taemin[shinee]

Rating : PG-15

Recent post : Destiny[chapter1]>>

Destiny[chapter2]>>

Destiny[chapter3]>>

************

Hingga tanpa gadis itu sadari, seorang namja kini memandangnya dengan perasaan menyakitkan mencoba bertahan untuk tidak berada disampingnya. Namja itu tersenyum memandang gadis itu

Kim Myungsoo.

************

Cerita sebelumnya :

Myungsoo menatap gadis itu hatinya benar-benar sudah tak kuat dengan sandiwara ini lagi

#cklek

Myungsoo melirik jam-nya. 04.00pm… sudah waktunya,

Yoo Ara.. gadis itu berambut panjang itu membuka pintunya dan menatap Myungsoo Naeun dengan mengulas senyumnya…

“baiklah… aku akan melakukan janjiku… tapi, bisakah aku meminta tolong?”

“katakan,”

“besok, jam sepuluh pagi kau kekamarnya dan mengatakan—“

“mengatakan kau akan meninggalkannya? Lalu?”

“setelahnya.. aku yang atur, kau hanya perlu datang sesuai kesepakatan yang kita buat.”

“baiklah.”

**************

.

.

(D-day.(perpisahan) set: gedung lantai rumah sakit paling atas)

Naeun pov.

“..tidak bisakah tuhan bersikap adil, setelah aku kehilangan orangtuaku dan aku tidak dapat mengingat  apa yang pernah kulakukan dengan orang yang kusayangi, tidak dapatkan aku bisa mendapatkan rasa sayang dari seseorang…? aku kesepian.. apakah ini memang benar takdirku? Apa bagusya dari jalan hidupku? Apa lebih baik harus kuakhiri saja?”

Aku memandangnya memohon.. memohon agar ia akan mengatakan sekedar ‘gwenchanna.. tidak akan terjadi apa-apa’ aku masih menatapnya, mengharapkan rasa sayangnya kepadaku buka sekedar rasa kasian. Aku mengharapkan cinta tulus darinya..

#KLEK

Aku menoleh, mendapati.. gadis itu lagi. dia. gadis yang menyebut dirinya bernama Yoo Ara, yang mengatakan tentang semua mimpi buruk ini. yang kuharapkan hanya mimipi, bukan kenyataan

Naeun pov.end

Author pov.

Ara memandangi keduanya bergantian, lalu menatap Naeun lama hingga ia mulai menaikan sebelah bibirnya dan.. tersenyum

Ia mendekati kearah Myungsoo hingga berdiri sejajar dengannya, mulai merangkul lengan Myungsoo didepan Naeun,

Naeun memandang kedua sosok didepannya dengan bingung, ia menaikan sebelah alisnya, kemudian ia berdecak, “jadi kalian bersekongkol eoh? Ooh.. arraseo, kalian mungkin benar-benar sangat merasa bersalah dengan semua yang kalian lakukan kepadaku. Myungsoo-ssi, kau melakukannya dengan baik. Semuanya. Hingga sampai aku mengutarakan perasaanku. Sempurna..”

Myungsoo ingin membalas ucapan itu tetapi dihentikan oleh Ara, Myungsoo menoleh kearah Ara menatap benci yeoja itu, yeoja itu mulai membisikan sesuatu, “bukankah lebih gampang melepasnya jika ia membecimu?, kau setuju?” ucapnya sambil berbisik,

Kemudian Ara menatap Naeun, “bukankah sudah kukatakan bahwa, Myungsoo memiliki hutang janji untuk. Meninggalkanmu, bukan?” Naeun terdiam, “..dia menjanjikannya kepadaku.” Ucapnya yakin dan menatap Naeun lurus,

Naeun memandang Myungsoo yang sebenarnya sama sekali tidak kuat sekedar untuk menatap Naeun, Naeun menghela nafasnya, “baiklah… memangnya aku dapat berbuat apa selain menerimanya?” tuturnya sendu

“tapi, Myungsoo-ssi bisakah kau menjawab pertanyaanku. Kau melakukan semua ini karna kau mencintaiku atau kau melakukannya karna sekedar rasa maaf..” ucap Naeun memandang Myungsoo,

Myungsoo memandang Naeun lama, tersirat semua didalamnya ketika menatap Naeun seakan mengatakan ‘aku mencintaimu’ hanya ia tidak kuat menyanggupi apa yang akan terjadi,

“ck, mana mungkin Myungsoo oppa menyukaimu, apalagi kau mengharapkan cintanya. Ia hanya mencintaiku. Dia melakukannya kepada—“

Myungsoo memegang tangan Ara yang terpaut dilengannya agar yeoja itu sedikit diam, yeoja itu membalas tatapan Myungsoo bingung, kemudian Myungsoo melepaskan tangan Ara dari lengannya dan menatap Naeun,

Ia berjalan memajukan dua langkah didepannya, menatap Naeun, “percaya padaku, aku melakukannya bukan karna kasian kepadamu. Tolong percaya itu..”

Naeun menatap kedua pasang mata itu, air matanya perlahan turun, “apakah.. kau mencintaiku?” tanyanya

Myungsoo memandang Naeun dan.. tersenyum, ia sedikit melirik Ara yang berada sedikit dibelakangnya, “cukup percaya.. aku melakukannya bukan karna rasa kasian kepadamu. Ingat itu, Son Naeun…” ucap nya mengulang jawabannya

Naeun meng-gigit bibir bawahnya, “Myungsoo-ssi… aku mencintaimu…”

Hatinya bergetar. Kedua pasang mata itu merasakan hatinya seperti tercekam dari semua sudut hingga tidak ada tempat untuk sekedar menarik nafas,

“Naeun-na…”

“hajima(jangan pergi)… jebal(tolong).. hajima…”

Aku melakukannya untukmu. Aku tersenyum untukmu. Bahkan aku bernafas untukmu.. Son Naeun.. Son Naeun… kau. Hanya kau. Hanya kau alasan yang membuatku bertahan untuk hidup.. Son Naeun,Saranghae…

Aku melakukan ini yang terbaik untukmu, Son Naeun…

Myungsoo tersenyum memandang gadis itu, ia menghela nafasnya berat serasa paru-parunya tidak kuat untuk bernafas, “mianhe Naeun-na…”

Myungsoo melangkah mundur bersejajar dengan Ara, ia memandang Naeun, “aku… mencintainya.” dan ia menggengam tangan Ara dihadapan Son Naeun..

.

.

Naeun masih memandangi mobil yang berlalu lalang, setelah Myungsoo menghilang bersama entah gadis itu.. ia bingung apa yang harus ia lakukan. Bila ia berdiam diri dirumah sakit, siapa yang harus membiayainya? Dimana ia harus tinggal?

#TIT

Suara dari lampu lalu lintas itu terdengar, mendandakan untuk pejalan kaki melintasi sebrangan,  suara dari lampu lalu lintas itu ditujukan untuk beberapa orang yang memiliki kekurangan pendengeran kurang baik

Naeun melangkahkan kakinya walaupun tidak tahu kemana asal tujuannya, ia masih menggunakan pakaian rumah sakit itu, dilihatnya orang lain yang berjalan dengan mempunyai tujuan. Ia Iri.

Tidak sadar Naeun hanya terdiam dipertengahan zebra cross itu dan hanya melewati orang berlalu lalang dari arah berlawan. Hingga ia tidak menyadari lampu lalu lintas menjadi warna orange dan

#TIT

Lampu lalu lintas menunjukan warna hijau diikuti dengan cahaya dari banyak mobil yang membuatnya silau, ia menutup matanya dengan lengan kanannya

Suara mobil mulai berdengungan dimana-mana, pikirannya buyar. Ia seperti mengingat sesuatu. Ia ingat dengan cahaya ini. suara ini. bahkan

#SREETT

Naeun membuka matanya.. dilihatnya, sebuah mobil berhenti didepannya ia menatap didepannya. Kemdian ia melihat seorang pemuda keluar dari mobil itu,

Pemuda itu menggunakan kemeja berwarna cream  dengan celana berwarna hitam terlihat orang yang sopan, ia mendekati Naeun,

“gwenchanna??” tanya namja itu khawatir ketika melihat Naeun apabila mungkin ia terluka

Naeun mengangguk, “gwen—“

.

.

“jangan jatuh cinta padaku.”

“mwo? sudah gila rupanya dia—- tunggu, apa aku baru saja mengakui aku menyukainya— ani, aku tidak mungkin jatuh cinta padanya— aku tidak akan pernah jatuh cinta— aku tidak akan——-—————————

Naeun terbangun dari mimpi itu, ia mengerjapkan matanya sekedar menyadarkan dirinya. Ia memijat kepalanya, ia hanya merasakan bahwa mimpi kali ini sungguh membuatnya serasa lebih menyakitkan dari mimpi sebelumnya,

Ia mengedarkan pandangannya ketika menyadari keberadaannya. Suara itu lagi, suara indikator lagi yang kini sudah berada disampingnya, dengan selang juga yang menempel dipunggung tangannya,

“harus berapa kali lagi penderitaanku yang kualami disini..” tuturnya sambil tersenyum sedih,

Ia mencoba untuk bangun dari posisinya dengan perlahan, ia menghela nafasnya berat. Menyenderkan tubuhnya di headboard kasur rumah sakit itu dan sejenak berfikir,

“aku tidak bisa seperti ini lagi. aku tidak akan mencoba menghindarinya, aku tidak mau menunggu sampai ingatanku kembali. Aku ingin ingatan penuh kembali semuanya, aku tidak mau menjadi orang bodoh lagi” ucapnya dengan yakin,

Ia menutup matanya dan mencoba mengingat apa yang barusan saja ia lakukan..

——————————-“aku berjalan sendirian ditengah keramaian sambil bergumam kesal.. apa yang kukatakan?…aku mengatakan bahwa aku tidak akan jatuh cinta.. pada seseorang.. dan..”

#blank

Naeun membuka matanya merasakan kembali sedikit sakit yang ada didalam kepalanya, serasa berat untuk mengingat semua itu.

“siapa seseorang yang membuatku jatuh cinta padanya? Mengapa aku tidak boleh jatuh cinta padanya? Aku harusnya menanyakan pada—“ Myungsoo. Naeun terdiam mengingat kejadian itu lagi, dimana namja yang ia cintai mengatakan menyukai gadis lain..

Sakit. Berat.

#KLEK

Naeun menoleh dan mendapati dokter Yoo(ayah Ara) yang biasanya merawatnya masuk kekamarnya, ia tersenyum,

Dokter itu sekilas tersenyum kearah Naeun dan mendekati Naeun sekedar mengecek perkembangan dari gadis itu,

“mencoba kabur tadi siang rupanya?” tanya dokter itu menatap Naeun sambil tersenyum,

“eoh? Ani.. geunyang…”

Dokter itu tersenyum mengerti, “aku mengerti apa yang kau rasakan. Untung pemuda tadi langsung membawamu kemari ketika kau pingsan hampir ditabrak. Mungkin kau terlalu shock.dan, kau masih menggunakan pakaian rumah sakit disini. Tidak terlalu susah untuk menyadari dirimu adalah pasien disini…” ucapnya tersenyum dan menepuk bahu Naeun ringan

Dokter itu melangkahkan kakinya menuju pintu,

“boleh aku menanyakan sesuatu..?” tanya Naeun menahan langkah dokter itu, dokter itu berbalik menghadap Naeun dan  tersenyum,

“tentu saja, aku akan menjawab sebisaku ne,”

Naeun menunduk sebentar, “..apa yang harus kulakukan bila aku ingin memulihkan ingatanku?” tanyanya menatap dokter itu,

Dokter itu sejenak berfikir, “…memangnya ada apa?” tanya kembali

“aku bingung, aku tidak mempunyai keluarga, dan aku tidak ingat siapa diriku sebelumnya. Aku tidak mengerti aku ini apa.. bagaimana aku harus membayar pengobatanku..?”

“kau tidak perlu membayar apapun.. yang perlu kau lakukan adalah merawat dirimu dengan baik… kau special…”

“kenapa aku special?”*iye eun, lo pake telor-__-*/jdeer/(ga pas buat becanda-____-)

Dokter itu sejenak berfikir, “…geunyang.” Ucapnya mengikuti ucapan Naeun sebelumnya, “jika kau berniat.. kau hanya perlu mengingat ingatan yang paling menyakitkan..” ucap dokter itu,

“menyakitkan…?” gumamnya sambil berfikir, “..apakah kecelakaan itu?” tanya Naeun,

Dokter mengerutkan keningnya, “apa kau selama ini mengingat sesuatu?”

Naeun berfikir sejenak, ia mengangguk perlahan, “kurasa itu ingatanku dari yang dulu.. dan, setiap aku bermimpi bahwa sebuah cahaya menyorotiku aku merasa sakit mengingat sesuatu. Tetapi ketika mengingat itu rasa sakitnya berkali-kali lipat..”

Dokter itu membuang nafas beratnya sejenak berfikir, kemudian ia memandang Naeun dan memegang kedua bahu Naeun dengan tenang, “..yang kau alami adalah karna kecelakaan. Sebisa mungkin kau harus ingat pada kecelakaan itu, walaupun rasanya sakit… kau harus kuat sebisa mungkin. Jangan menyerah, arraseo..?” nasihat dokter itu sambil menatap Naeun dengan penuh keyakinan,

“arraseo, aku akan bertahan…”

.

.

Sudah dua hari ini Naeun merasa ia sama sekali tidak mengalami perubahan, terlebih lagi yang menyakitkan adalah bayangan Myungsoo tetap saja menghampirinya. Entah, dimana dia sekarang apakah masih hidup ataukah sudah berada di alam lain. Ia tidak tahu dimana keberadaan namja itu. Ia hanya. Ia hanya merindukannya…

Naeun memandang jendela besar yang ada dikamarnya, semenjak hari itu Naeun sudah jarang sekali untuk sekedar berdiri dilantai paling atas gedung itu. Ia hanya merasa semua kenangan pahitnya berada disana,

Tanpa sadar ia kembali mengingat persitiwa itu dan ia memegang dadanya dengan tangannya merasakan perih dalam, “appo… Kim Myungsoo… bagaimana kamu bisa melakukan ini kepadaku? Dasar, tidak punya hati kah?” rintihnya sambil menutup matanya,

“aku tidak bisa seperti ini.” tekadnya tiba-tiba membuka matanya,

“kecelakaan? Sebelum kemarin aku pingsan.. aku melihat sebuah cahaya yang sepertinya pernah kurasakan, lalu kenapa tiba-tiba saat ada cahaya itu sebuah gambar terbesit lagi? apa mungkin aku harus melakukannya lagi…?”tanyanya berfikir kepada dirinya sendiri

.

.

TIT…

TIT…

TIT…

Sesuai dengan janjinya, sesuai dengan tekadnya. Ia melakukannya. Terbaring diruangan serba putih. Lagi. dengan infus yang berbelit ditubuhnya,

Matanya perlahan mengerjapkan matanya, menyadari keberadaanya…

Ia mulai mengingat segalanya, ia tersenyum

“Kim Myungsoo.. aku mengingatmu.”

Hingga tanpa gadis itu sadari, seorang namja kini memandangnya dengan perasaan menyakitkan mencoba bertahan untuk tidak berada disampingnya. Namja itu tersenyum memandang gadis itu

Kim Myungsoo.

.

.

“tapi ajhussi(paman) bisakah kau membantuku kali ini. aku sama sekali tidak sengaja, bahkan dia sama sekali tidak terluka. Dia hanya bunuh diri, lalu kenapa kau menyelalahkannya kepadaku? Wae?” protes namja berpostur tinggi dengan rambut pirang softnya berkacak didepan peria tua yang dipanggil paman olehnya mengenakan baju putih sebagai dokter rumah sakit.

“dia pasienku, lee Taemin…” jawab pria itu sambil kembali kepada kertas yang ada didepannya

“tapi dia sendiri—“

#KLEK

“ooh.. Naeun-na… bagaimana? Bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Dokter itu sambil menghampiri Naeun yang baru saja masuk kedalam ruangannya,

“aku bisa mengingat segalanya.” Tangan pria tua itu berhenti ketika mendengar apa yang keluar dari mulut Naeun, ia menatapnya

Naeun tersenyum dan mengangguk, “aku bisa mengingatnya…” ucapnya yakin

“benarkah?” tanya pria tua itu tak beda dengan Naeun. Kaget.

Naeun tersenyum, “aku—“

“ehm. Baiklah, dia bahkan bisa memulihkan ingatannya.” Taemin memotong ucapan Naeun, membuat kedua pasang mata itu melihatnya

Taemin terdiam ia menatap Naeun sekilas, lalu menatap pamannya, “ajhussi, tidak bisakah kau kenalkan aku padanya?”ucapnya dengan cengiran semata-matanya.

“baiklah, Son Naeun dia Lee Taemin keponakanku, Lee Taemin dia Son Naeun pasienku yang mengalami—“

“arra, mengalami amnesia bukan?” tebak Taemin membuat Naeun menaikan sebelah matanya. Ada apa dengan pria ini?

“ahahha.. lalu—“

#drrt #drrrt.

Dokter Yoo mengambil ponsel genggamnya yang berada disaku celananya, melihat pesan yang muncul, “baiklah. Kalian keluar,aku ada operasi. Lee Taemin, kau jaga Naeun sebentar..” ucap dokter yoo dan mengambil beberapa berkas(dokter yoo disini itu, ayahnya Yoo Ara, jadi Taemin sama Ara sepupuan jauh)

“mwo?”

.

.

#KLEK

“darimana saja kau?” suara berat menyambut kedua kaki itu ketika baru saja memasuki rumah besar yang mewah,

Orang yang ditanyanya sama sekali tidak menjawab, ia hanya melanjutkan langkahnya seolah mengacuhkan seseorang yang mengajaknya berbicara,

Mendapat perlakuan diacuhkan ia mendengus, “apa kau masih mengacuhkanku ha? Bukankah kau juga yang memutuskan bukan?” balas yeoja itu kemudian bangun dari duduknya kemudian mendekati namja yang mengacuhkannya duduk disampingnya

Yeoja itu menatap namja yang berada disampingnya, ia menarik nafas, “baiklah oppa, kita tidak perlu membicarakan ini lagi bukan…? lagipula aku juga sudah lelah membicarakannya. Dan kuyakin kaupun begitu,” ucap yeoja itu sambil tersenyum

Tetapi namja itu masih saja mengacuhkannya bahkan sedikit menoleh dari sudut pandangan matanya juga tidak,

Yeoja itu menggerakan lengan namja itu, tidak ada jawaban. Ia kembali menggerakan lengan namja itu lebih kencang. Tapi hasilnya sama, “Myungsoo Oppa!” teriaknya

Namja bernama Myungsoo itu menoleh kearahnya, tapi hanya tersirat tatapan kosong tanpa makna sama sekali. Ia membenci tatapan itu.

“Naeun…” namja itu mulai membuka bibirnya mengucapkan sesuatu, Ara yang mendengar itu langsung terdiam ketika mendengar ucapannya,

“dia—“

“aku dengar dia sudah pulih?” potong Ara dan melangkahkan kakinya menjauhi namja itu dan mengambil tempat duduk semulanya serta seperti membolak-baliksebuah majalah yang kini ditangannya,

Myungsoo melirik   Ara dengan kaget dan bingung, “maksud—“

“dia sudah mengingat semuanya. Ingatannya.” Tegasnya sambil menutup majalah yang baru saja ia buka dan menatap Myungsoo tajam

Myungsoo menatap Ara lama seperti mengartikan sesuatu, secepat dengan tatapan penuh arti yeoja itu menggeleng, “kau tidak boleh bertemu dengannya.” Ucapnya seakan tau apa yang Myungsoo coba katakan,

“tidak bisakah—“

“aku sudah mengirim seseorang untuk menemaninya, dia sepupu jauhku. Dan aku sudah mengenalnya cukup baik hingga aku menyatakan dia adalah orang yang baik.” potong Ara dan membuat Myungsoo mengerutkan keningnya,

Ara melangkahkan kakinya menuju dapur dan mengambil air dingin dari kulkas serta menuangkannya kecangkir yang baru saja ia ambil dan meneguknya dengan cepat, “besok kau dan aku urus perpindahan sekolah. Kita akan pindah ke  cheondam” jelasnya

“kau mencoba memisahkanku dengannya? Tidak puas dengan semuanya?” langkah Ara terhenti ditangga ketika Myungsoo mengucapkan ucapannya,

Ia melirik Myungsoo lalu kembali menatap beberapa tangga, “yang kuinginkan hanya dirimu.” Ara melanjutkan langkahnya ditangga menuju kamarnya,

Ia menutup pintunya dan bersandarkan pintu itu, ia terdiam, menutup matanya hingga ia merasakan sebuah air terlintas dipipinya. Ia menangis,

“oppa…”

.

.

“jadi kau mau pergi denganku?” namja itu memandang yeoja didepannya dengan sedikit memohon

Yeoja itu menaikan sebelah alisnya, ia kemudian menggeleng, “anio. Aku hanya ingin bertemu dengan dokter Yoo” jawabnya kemudian melangkahkan kakinya ingin meninggalkan namja didepannya,

Namja didepannya menarik sebelah tangannya menahan langkah gadis itu, “bukankah dokter Yoo sendiri bilang bahwa aku haru menemanimu?” tanyanya menanti jawaban yeoja didepannya,

Yeoja itu menggeleng, kemudian ia menatap pergelangan namja yg barusan saja ia kenal sudah memegang tangannya. Mengerti tatapan itu namja didepannya melepaskan eratan tangannya,

“mianhande, tapi aku ingin beristirahat.” Jawab Naeun kemudian kembali berbalik meninggalkan Taemin-namja didepannya. Baru saja ia mau melangkahkan kakinya terhenti ketika Taemin menyelak berada didepannya,

“bolehkah aku menemanimu ber ‘istirahat’” tanyanya menatap Naeun,

Naeun menatapnya bingung, “terserah.”

.

.

“wah… daebak, jadi kau sekarang sudah mengingat semuanya?ingatanmu?” Taemin membulatkan matanya, padahal sedari tadi hanya dia yang berwajah ceria. Wajah yang diajak bicara dengannya sama sekali tidak menggambarkan sama sekali tertarik.

Kini Taemin dan Naeun sedang makan dikantin rumah sakit tersebut, akibat Taemin memaksa Naeun yang baru saja masuk kamar tetapi Taemin,dia ingin sekali makan dan menemani Naeun. Dengan terpaksa dan dipaksa(?) ia akhirnya menemani Taem dengan setengah hati,

Naeun menaruh garpunya, mie didepannya sama sekali belum habis tetapi ia sudah menaruh garpunya, ia menatap Taemin kesal, “mianhandae, ini semua tidak ada hubungannya denganmu. Bisakah kau tidak bersikap seolah sangat dekat denganku?” tanya Naeun

Taemin menegakan badannya, “beberapa orang sepertimu, awalnya ia tidak menyukaiku karna sikap mereka sangat tidak suka dengan orang asing yang mencoba untuk saling mengenal. Tapi pada akhirnya mereka menyukaiku.” Ucapnya dengan nada seperti menyombongkan diri,

Naeun menaikan sebelah alisnya, “Taemin-ssi apakah kau sekarang mengancamku bahwa aku akan menyukaimu?” tanyanya Naeun menatap Taemin

Taemin tersenyum bergurau, “aku juga akan menyukaimu.”

“apa aku bilang aku menyukaimu?”

“aku harap begitu.”

“kau menggodaku?” Naeun menaikan sebelah alisnya lagi dan menatap Taemin tidak percaya,

“baiklah.. bukan waktu yang tepat sepertinya untuk bergurau. “

“Ya, memang.” Jawab Naeun dengan nada yang acuh

Taemin menaruh garpu sendoknya, kemudian ia mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan, “bagaimana kalau besok waktu yang tepat. Kau mau.. kencan?” tanyanya dengan akhiran nada berbisik

“kencan? Bukankah terlalu cepat?” tanya balik Naeun mengikuti Taemin yang mencondongkan tubuhnya kedepan hingga wajah mereka semakin dekat.

Taemin tersenyum, “menurutku bukan terlalu cepat, karna memang waktunya..”

.

.

TBC^^

Gomawo yang udah baca ne..^^ part ini sengaja cuma dijelasin gimana perpisahan myung ama eun, tapi karna tiba-tiba ide gaje(?) muncul.. kisah taem juga sedikit ditorekahkan..*ceileh bahasanya, kaya baca sastra(?)* yaudahlah daripada kebanyakan ketikan(?), tolong komen untuk meng-ending kan cerita ini nee^^—

12 thoughts on “Destiny[chapter4]

  1. Kalo menurut eon, hidup naeun spt diatur sama ara…semacam skenario kehidupan. Naeun dh ingat smuanya, skrg waktunya revenge sama ara. Sikap ara yg jahat utk memisahin myungsoo n naeun, agak susah tuch. Cinta ga bisa dipaksa so bakalan nyakitin dirinya sendiri..lanjut ya

  2. Ping balik: Destiny[chapter5:A end] | I Love Kpop FanFiction

  3. Ping balik: Destiny[chapter5:B ENDING] | I Love Kpop FanFiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s