[ONESHOT] THE SHADOW

Image

TITLE : THE SHADOW

MAIN CAST : LEE MINHYUK (BTOB)

          HAN YE-RIM (OC/YOU)

          LEE CHANGSUB (BTOB)

RATING : PG-15

LENGTH : ONESHOT

***

“oppa?”

“…”

“OPPA?”

“…eoh- wae?”

“…”

“wae?”

“ani, ….oppa?”
“….”

“OPPA?!”

Namja itu tersenyum memandang yeoja yang memanggilnya sejak tadi, perlahan ia menyetuh jemari jeyoja itu, lalu menelungkupkannya dalam genggamannya,

“waegeurae?(ada apa), ada yang ingin kau katakan” tanya namja itu dengan menggenggam erat gengamannya,

Yeoja itu kini menatapnya, seulas senyum ia berikan, namja itu juga membalasnya, kemudian mengangguk,

“oppa?”

“em?”

“…….”

“aish~ waegeurae?”

“……..”

“malhae—“

“aku ingin putus.”

 

Lee minhyuk pov.

Aku menyentuh jarinya, ia tak memindahkan tangannya sinyal bahwa ia tak menolakku, lalu kucoba genggam tangannya. Dingin.

Aish~ kenapa aku rasa tangan dinginnya mendandakan sesuatu? Ani, ani, akan kuanggap ini adalah sikapnya yang positif

“oppa?” dia memanggilku lagi entah keberapa kalinya, dan aku merasa akan ada sesuatu yang buruk.

“em?”

“……” dia terdiam lagi, aku mencoba memberikan seulas senyum agar menutup rasa takutku yang tiba-tiba muncul.

“aish~ waegeurae?”

“……..” ia masih juga terdiam, aku tidak dapat menebak apa yang sedang ia fikirkan dan apa yang ia ingin ucapkan.

“malhae—“

“aku ingin putus.”

Entah. Setelah itu tidak ada suara lagi yang kudengar, aku menatapnya.

 

Author pov.

Yeoja itu menintikan air matanya, ia tak sanggup menatap namja yang ada didepannya, dalam hatinya ia mengutuk dirinya sendiri tidak henti-hentinya mengatakan bahwa ia sangat bodoh

Yeoja itu mengambil sesuatu dari dalam tasnya dengan bergetar, perlahan ia keluarkan, dan menaruhnya dimeja. Masih tak mentap namja didepannya.

“mianhae~ aku tidak tau apakah aku pantas memintamu.. hiks..” omongannya sudah berbaur dengan tangisannya.

“tapi, aku mencintaimu…” yeoja itu terdiam menimang lalu mengangguk yakin, “aku mencintaimu lee minhyuk,”

“…….” namja itu? Susah menggambarkannya dnegan kata-kata

“ini… ini un—“

“undangan pernikahanmu.” Ujar namja itu memotong pembicaraan yeoja didepannya,

Yeoja itu mengangkat kepalanya, lalu ia menunuduk lagi ketika namja didepannya menatapnya dnegan lurus,

Namja itu menaikan sebelah alisnya, “….kau memintaku menghadiri pernikahanmu?”

Yeoja itu mengangguk, lalu dengan cepat ia mendongakan kepalanya, “tidak apa bila kau tak mau…” ujarnya sambil memgang erat selempangan tasnya.

“….” namja itu terdiam

“oppa?”

“….”

“…nae—“

“jangan pernah oanggil aku oppa.” Ujar namja itu seraya berdiri dari duduknya menuju pintu keluar dengan langah panjang

Dan, namja itu meninggalkan yeoja yang tak kian berhenti menangis.

 

3 tahun kemudian>>

Seorang namja berdiri disebuah bangunan besar, dulu ia bersekolah disana, dulu mungkin bangunannya tidak sebesar sekarang,

Suara tawa riang bergema dilapangan itu layaknya lapangan itu ada ruangan indoor yang memantulkan suara.

“ajhussi- bisa tolong berikan bolanya?” tiba-tiba ada seorang anak kecil tampan yang menghampiri namja itu.

Namja itu tersenyum, dan melihat bola yang dimaksud adalah benda yang berada didekat kakinya, namja itu mengambil bolanya.

“lee gikwang! Dari mana saja kau ha? Eomma mencari kemana-mana arra?! Jangan pergi tanpa seijin eomma! Oh! Mian anakku menganggumu.”

Pada detik berikutnya ketika namja itu sudah memgang bolanya, kedua orang itu menghilang dari pandangannya,

#pip

Sebuah nada pesan masuk

From : seo eunkwang

Minhyuk-ah… aku rasa aku akan telat 2 jam, kita bertemu di cafe daum.

 

Setelah membaca pesan itu, ia memasukan telfon genggamnya, dan menaruh bolanya didekat pohon. Kemudian ia tersenyum, lalu ia mengambil bola itu dan membawanya

#trriiingggg

Suara lonceng bel menyambut kedatangan seorang namja bersetelan casual kaos berwarna coklat, ia menjelalatkan matanya mencari sosok yang ia cari. Kemudian ia tersenyum dan langsung menghampiri meja yang berada dipojok.

“lama tak berjumpa lee minhyuk~” ujar namja itu dan duduk didepan namja yang disapanya,

Minhyuk memasukan telfon genggamnya dan tersenyum, “ne, hyung.. oh hyung, tak ada perubahan ternyata selama 3 tahun ini.” ujar minhyuk sambil memanggil salah satu pelayan.

Eunkwang segera memesan, setelah itu ia terkekeh, “arra. Tetap muda dan tampan bukan?”

.

“ahahaha.. jinja? Dia bilang seperti itu?” ucap eunkwang tak percaya dengan omongan minhyuk

Minhyuk menganggukan kepalanya kemudian keduanya terkekeh,

“aish~ tidak bisa dipercaya” ujar eunkwang lagi,

Minhyuk menyesap kopi hangatnya yang sebelumnya ia sudah pesan, tiba-tiba suasana menjadi hening dan dingin,

“kudengar ye-rim sudah menikah?” tanya minhyuk tiba-tiba

Eunkwang terdiam, kemudian ia mengangguk, “segera setelah kau berangkat ke Amerika.” Ujarnya

Minhyuk mengangguk, dan ia tersenyum sengit mengingat kejadian 3 tahun lalu saat ye-rim memintanya putus, tak percaya dengan kejadian lalu itu ia menyesap kopinya yang sudah sedikit menjadi dingin dengan cepat.

“… geulasso(begitu), aku tidak berarti dimatanya,” ucap minhyuk dengan nada rendah

Eunkwang melihatnya dengan tatapan kasihan. Ini bukanlah salah minhyuk ataupun ye-rim dan ini seharusnya tidak mengecewakan minhyuk. Karna ye-rim hanya ingin yang terbaik bagi minhyuk, “oh ayolah, kita pergi ke SMA kita lagi bagaimana?”

.

“eomma! Itu dia ajhussi yang mencuri bolaku!! YAA! AJHUSSI KEMBALIKAN BOLAKU?!!”

“gikwangie!! Jaga omonganmu!, oh josoam— ……”

“…….”

“…….”

“Han ye-rim??”

.

“e… aku dengar kau sudah selesai studi di Amerika?” tanya ye-rim kepada minhyuk. Kini keduanya duduk ditaman didekat sekolah SMA mereka dulu, eunkwang memilih untuk tidak ikut dan membiarkan merek berdua berbicara dengan jelas satu sama lain.

Minhyuk mengangguk, “….namanya siapa?” tanya minhyuk menunjukan pandangannya kearah gikwang yang sedang bermain bola,

“e… lee.. gikwang.” Jawab ye-rim

Minhyuk mengangkat sebelah alisnya, “lee?”

Ye-rim mengangguk dan menundukan kepalanya, menyadari pemikiran minhyuk ia mengangkat kepanya, “ayahnya bermarga lee”

“ooh…” ujar minhyuk mengangguk,

“eomma! Ijinjkan aku pergi bersama doojoon hyung” ucap gikwang sambil membawa temannya,

Ye-rim melirik minhyuk kemudian ia tersenyum kearah gikwang menandakan bahwa ia membolehkan,

“eoh? YA! Lee gikwang kau sungguh mirip dengannya? Apa dia ayahmu?” tanya doojoon sambil menunjuk minhyuk

“aniya~ ayahku lee changsub.” Ujarnya lalu mengajak doojoon pergi, “itu artinya bila aku besar nanti akan setampan ajhussi itu.”

.

.

Yerim pov.

Aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari figuran foto ini yang kini kupegang. Sudah berapa lama senyum ini kupertahankan. Foto keluargaku.

Aku mengelus figur gikwang yang sedang tersenyum sambil memgang bola, kemudian aku teringat kejadian tadi siang,

Eoh? YA! Lee gikwang kau mirip sekali dengan dia? apa dia ayahmu?

Aniya~ayahku lee changsub

Itu berarti bila aku dewasa aku akan setampan ajhussi itu

Semua orang pasti akan mengatakan hal yang sama, kalian berdua jinja.. kalian sama.. dan kalian sama-sama membuatku mencintai kalian…

.

.

Author pov.

“eomma?”

“eoh?”

“ajhussi(paman) tadi nuguya(siapa)?”

Ye-rim tersenyum mendegar pertanyaan dari putranya,kemudian ia hanya memakaikan selimut pada gikwang yang sudah mengucek matanya beberapa kali karna kelelahan,

.

.

“eomma! Lihat ini, appa yang membuatkannya!” ujar gikwang kegirangan berlari kearah ye-rim sambil menunjukan suatu rangkaian kapal yang rumit, dibelakangnya ada seorang namja yang mencintainya dengan tulus serta menerima apa adanya.

Lee changsub.

Ia yakin, dibalik senyumnya itu, sudah banyak rasa sakit yang dialaminya.

 

Ye-rim pov.

Dia berjalan kearahku sambil tersenyum, kemudian ia memandangiku juga dengan senyumnya lalu ia mengecup bibirku ringan dan memelukku untuk meluapkan rasa rindunya padaku, dan aku mulai yakin.

Aku akan mengakhiri segalanya.

 

Author pov.

Ye-rim mengambil telfon genggamnya yang dan mulai mencari nama yang ia panggil, ia memutuskan untuk berbicara didapur,

“yeoboseyo? …bisa ada waktu sebentar minhyuk-ssi?”

“…ne, kalau begitu di cafe daum besok pukul 3 sore.”

Lalu Ye-rim menutup telfonnya dan memandang kearah luar jendela dan mengangguk yakin, walaupun tanpa ia sadari ada orang yang memperhatikannya dengan persaan tersakiti.

 

Lee changsub pov.

Kiranya dimana dia? aku sungguh merindukannya mengingat sudah 1 minggu sejak kemarin aku tak melihat wajahnya, ah! dia ada didapur, aku akan menghampirinya dan mengkagetkannya!

“…-ada waktu sebentar minhyuk-ssi?” itu yang kudengar atau aku salah dengar, tapi hatiku langsung saja perih ketika mendengar nama itu lagi.

“ne, kalau begitu bertemu di cafe daum pukul 3 sore” hah?! Aku yang berniat membuatnya kaget tetapi mengapa aku sendiri yang tekaget,

Jadi begitu….,dia masih belum melupakannya…

.

At cafe.

“mworago ye-rim ssi-?” pinta minhyuk untuk meminta diberi penjelasan lagi ketika ia mendengar ucapan ye-rim.

Ye-rim menggenggam kedua tangannya erat, “itu semua benar…. undangan itu bohong,” ujar ye-rim lagi.

“jadi.. gikwang?”

Ye-rim menundukan kepalanya tak tahan bila harus menjawabnya, tapi memang ini yang harus ia lakukan. Tidak mau ia mengundur waktu lagi..

“dia.. anakmu minhyuk-sii”

“mwo??” minhyuk masih tak percaya

 

Flashback>> 3 tahun sebelumnya,

“chukae~” ujar dokter ketika ye-rim memeriksakan keadannya karna belakangan ini ia sering muntah terlalu sering, ye-rim menatap sang dokter,

“kandunganmu sudah 3 minggu..” ujarnya mengulas senyumnya dan duduk didepan ye-rim

Ye-rim tak mengalihkan pandangannya dan menatap sang dokter dengan tak percaya, matanya mulai berair,

“kau hamil nyonya han ye-rim.. kau bahkan tak tau?” tanya sang dokter.

Ye-rim terdiam..

Flashback off>> 3 tahun sekarang,

 

“mwo?” minhyuk masih tak percaya,

Yang terdengar hanyalah isakan tangis dari ye-rim,

“kenapa kau tak memberitahuku?!”

“bagaimana aku memberitahumu?! Kalau a—“

“dia anakku! Darah dagingku! Bagaimana kau befikir aku akan menolaknya?!!”

Ye-rim menunduk sedih lagi ketika minhyuk membentaknya, ia tak sanggup menatapnya persis 3 tahun lalu,

“mianhae… aku hanya memikirkan waktu itu kita masih muda, sedangkan kau akan kuliah di Amerika, aku tidak mau menjadi batu loncatmu minhyuk-ssi”

“kau bagai—“ minhyuk menghela nafas dalam, ia kemudian merasa bersalah tadi sudah membentak ye-rim padahal ini adalah salahnya, mengingat melahirkan, membesarkan,dan merawat anak saat usia muda bukanlah hal yang mudah apalagi hanya ada dia sendiri, ia pasti mengalami hal yang sulit…

Keduanya terdiam,

“panggil aku oppa.” Ujar minhyuk tiba-tiba,

“eoh?”

“panggil aku oppa ye rim-ah… perasaanku tidak pernah sekalipun berubah…” ujar minhyuk menatap ye-rim yang masih menundukan kepalanya, minhyuk kemudian mengangkat dagu ye-rim agar ditatapnya kedua bola mata yang ia rindukan,

“saranghae yerim-ah.. biarkan aku mendampingimu—“ ujar minhyuk sambil lama kelamaan mendekatkan wajahnya kewajah ye-rim dan menjadikan bibir ye-rim sebagai tujuannya,

Ye-rim menutup juga kedua matanya hingga jarak semakin menipis dan

#bak

Ye-rim mendorong minhyuk tiba-tiba, kemudian tangannya bergetar,

“mianhe.. minhyuk.. ssi-… aku sudah mencintai orang lain.” Ujar ye-rim sambil berdiri dan menuju pintu keluar dengan tergesa, persisi 3 tahun sebelumnya

Tetapi kali ini yang ditinggalkan adalah minhyuk yang kemudian tersenyum kecut,

.

At home

Segera setelah Ye-rim sampai dirumah ia langsung memasuki kamarnya untuk mengatur nafas, dibelakangnya gikwang mengikuti eommanya yang seperti terlihat resah,

Begitu sampai didalam kamar ia ingin menutup pintunya tetapi ada gikwang berdiri disana menatap Ye-rim, dia lupa kalau dia punya kewajiban. Tapi yang dilihatnya hanya seperti wajah minhyuk, mengingat gikwang sangatlah mirip dengan minhyuk,

“eomma? Wae?”

Ye-rim tersenyum dan membukakan pintu dan merengangkan lebar kedua tangannya sehingga gikwang memeluknya,

“uljima~” ujar gikwang membuat Ye-rim tercengang seketika itu juga ia memeluk lebih erat dan menangis,

“eomma wae? Appa(ayah) membuat salah?” tanya gikwang setelah ye-rim melepaskan pelukannya,

Ye-rim menggeleng, “ani, appa berbuat sangat baik..” ujarnya sambil tersenyum dan mengelus ubun-ubun gikwang.

Gikwang tersenyum, “appa… appa eodiya? Nan bogoshipoo..” ucap gikwang kemudian.

Ye-rim mengangguk, “nado…, bagaimana kalau kita hari ini makan kepiting?! Gikwang menyukai kepiting bukan??” tujar ye-rim sambil mengecup pipi gikwang, kemudian gikwang mengangguk bersemangat.

.

Changsub pov.

Aku memegang tiket pesawat yang barusan kupesan, aku menjadi sedih seketika menyadari akan hal yang sekarang terjadi. Akhirnya, akhirnya dia bertemu dengan orang yang dicintainya.

Aku tau. Orang yang dicintainya bukanlah aku.

Dia hanya berusaha baik terhadapku. Terimakasih ye-rim ah.. sudah membuat banyak kenangan untukku.

#Pip

from : istriku

oppa, malam ini ada waktu? Aku membuat sup kepiting kesukaanmu dan gikwang… cepat datang^^

 

ah~ aku akan sangat merindukan pesan ini…

.

.

Author pov

“oppa, ada yang mau aku bicarakan..” ujar ye-rim ketika ia selesai mencuci piring dan menghampiri changsub yang sedang bermain dengan gikwang,

Changsub menoleh dan menimang sebentar, “aku akan tidurkan gikwang dulu…” ujarnya langsung menggedong gikwang, “gikwang-ah! bila kau bisa tidur dalam 5 menit akan appa belikan mainan baru!” tawar changsub ketika menaiki tangga bersama gikwang

“jinjayo?! Arraseooo!!!!” jawab gikwang tak mau kalah.

Ye-rim tersenyum melihatnya. Hidupnya sudah sempurna.

.

Setelah itu changsub mengira ye-rim sudah kembali bersama minhyuk dan sempat sudah membuat perceraian, tetapi ye-rim menyanggahnya bahwa ia dan minhyuk sudah berakhir. Benar-benar berakhir.

Changsub mengatakan bahwa ia mencintainya, dan ye-rim mengatakan menyanyanginya, keduanya tersenyum…

Hingga kedua pasang mata mereka bertemu, memikirkan satu hal yang sama, perlahan changsub mendekati wajah ye-rim.. dan menciumnya…

.

Hingga seperti itulah akhir kisah mereka, mungkin bukanlah akhir.. tapi mereka yakin akan menghadapinya bersama, penantian changsub tidak sia-sia bahwa ye-rim akhirnya juga mencintainya.. ia merasa, sudah ada alasan untuk hidup.

Ia hidup untuk

Mencintai Han ye-rim.

******

Mungkin ini cuma ff gaje.. jelek yah? Maafin author.. lain kali akan berusaha,

Tolong komen…

Juseyo~

One thought on “[ONESHOT] THE SHADOW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s