[CHAPTERED] YOU’RE MINE {CHAPTER 3]

Image

TITLE : YOU’RE MINE [CHAPTER 3]

MAIN CAST : KIM MYUNGSOO (INFINTE)

          SON NAEUN (A-PINK)

RATING : PG-15

LENGTH : CHAPTERED

RECENT POST : YOU’RE MINE CHAPTER 1>>

YOU’RE MINE CHAPTER2>>

Cerita sebelumnya : Naeun sontak menoleh dan mendapati myungsoo menunjukan kuncinya kearah naeun dengan senyum bahagia menang dari naeun,

“eomma appa keluar kota. Ini duplikatnya, kunci asli ada dimereka,” myungsoo senyum menang lagi dan memasukan kuncinya kesakunya, “terserah. Kau mau ikut denganku dan sampai kerumah dengan nyaman, atau. Kau menginap dijalanan malam ini sampai 1 minggu kedepan.”

********

Ohoy-ohoy-ohoy akhirnya author bisa kambek lagi, author sangat rindu dengan pujian-_- karna sekian setelah terjerat dengan gagal rawat inap oleh kejamnya ujian dari sang guru elang #kuak~kuak~kuak~ ->suara elang bahagia.

Intinya, mian.. mian, seribu mi ayam(?) maaf kalo tidak sesuai dengan yang reader harapkan, karna author yakin. Hal yang reader harapkan adalah author sendiriiii!!!!!! #cengar-cengirSendiri #dimakanSunggyu #dilepehinSungjong #nangisdibahuHoya #PLAKK ->digampar elang-_-

Ucapan terimakasih juga diucapkan untuk reader yang komen di part 1 maupun part 2 terimakasiihh^^ karna author merasa dianggap*biasa,seluk beluk derita makhluk kasar* so, enjoy read, comment, and liked^^

***********

“kejam banget sih kau?!”

“siapa bilang aku baik ha?!”

“dasar ngeleselin!”

“kau juga ngeselin!”

“kalau gitu jangan cium-cium lagi!”

“jangan harap aku akan menciummu!”

“siapa yang berharap?!”

“kau! Jelas-jelas kau menutup mata saat aku mendekat kemarin, kalo kau tidak berfikiran aku akan menciummu pasti kau tidak menutup matamu,”

“…..” *nahyo, kicep kan lo-___-*

Myugsoo segera mengambil remote tv yang berada ditangan Naeun dengan paksa, dengan hanya mereka berdua didalam rumah keadaan rumah sudah seperti pasar malam(?) sedikit ngomong, panci dan penggorengan sudah bertebaran dimana-mana. Apalagi Naeun tidak terbiasa membersihkan rumah, sehingga rumah benar-benar keadaan kacau. Dan myungsoo, ia tambah senang menjahili Naeun.

“eee… itu, itu kemaren kelilipan.”

“kelilipan apaan? Kelilipan pikiran yadong mentok-mentok” ledek myungsoo sambil menatap Naeun dengan sengit.

“enak aja! Itumah kau!”

“tapi s-s-“

“coba berikan alasan kenapa kau menciumku tiba-tiba kalau bukan karna kau mempunyai nafsu ha?! Arra naega arra semua lelaki punya tingkat keyadongan tersendiri(?) tapi kalau kau tiba-tiba menginginkan menciumku dan kau tak bisa menahannya pasti karna tingkat keyadonganmu sudah akut(?)” balas Naeun tidak menerima daritadi dituduh myungsoo pervert.

“…..” *nahyo lo L,  lagian elu segala cipok sana-sini sih-__-*

“ayo berikan alasan!” tantang Naeun, ia tahu kalau myungsoo pasti tidak dapat menjawabnya sehingga ia menatap dengan pandangan rendah dan hendak mengambil remote ditangan myungsoo tapi tetap saja ia tak berhasil,

“kau benar-benar mau aku menjawabnya dengan jujur?” tanyanya menyipitkan matanya kearah Naeun.

Naeun sedikit terdiam, kemudian mengangguk, “cepat! Apa alasanmu sampai bisa kau menciumku seenaknya,”

“tapi kalau tiba-tiba nafsuku memuncak saat bercerita kau tanggung sendiri jadi korban ya?” tanya lagi myungsoo sambil tersenyum evil, #copasEvilnyaKyuhyun nih thor-___- #udahmintaijinKyu

Naeun menggerlapkan matanya memikirkan apa yang dimaksud dengan kata korban yang dimaksudkan myungsoo, ia sedikit melirik kearah myungsoo yang sudah bergumam nyanyi santai sendirian.

“asal tidak macam-macam” ucap Naeun pada akhirnya,

Myungsoo menoleh dan memiringkan kepalanya, “mana ada ada hal yang tidak macam-macam sampai bisa disebut korban?”

Naeun ikut memiringkan kepalanya dan asik dengan fikirannya ia tidak mengerti apa yang diucapkan myungsoo, maksudnya?maksudnya apa? Apasih masksudnya? MAKSUDNYA APA WOY!! #authorgregetSendirian

“maksudnya.. kalo yang udah namanya korban, pasti udah dimacem-macemin sesuatu yang berhubungan tersebut,” terang myungsoo, #authorngangguk *ooh gitu.. maksudnya apasih?bahasanya jangan ketinggian dong mas*

“nih, maksudnya.. contoh, kalo dia korban tembak dia pasti kena tembak, kalo dia korban galau pasti dia galau, kalau dia korban mutilasi pasti dia pernah dimutilasi,” ujar Myungsoo membuat Naeun tercengang karna dari semua contoh yang myungsoo berikan semuanya sangatlah absurd,

“trus.. trus.. kalau aku korban apa?” tanya Naeun sambil menunjuk dirinya sendiri,

“kau.. emm.. kau.. kau korban mesum!” ujar Myungsoo sambil terkekeh,

“korban mesum? Jadi aku pasti bakalan dime- YA! Dasar Pervert!” ujar Naeun sambil memukul ringan Myungsoo dengan bantal yang ada didekatnya,karna maksudnya dari korban mesum dia bakalan dimesumin-__-

“Makanya kau mau aku ceritakan tidak? tapi kau jadi korban~” tawar myungsoo sambil mengedipkan sebelah matanya;)

Naeun mengehela nafas dalam, ia penasaran tapi.. masa ia jadi korban memangnya ia wanita macam apa? Ia menghela nafas dalam lagi dan ia langsung ingin beranjak kekamarnya,

“itu gara-gara aku ‘ngintipin’ kejadian pertama,” ujar myungsoo ketika Naeun baru mau melangkahkan kakinya,

Naeun memutar balik menghadap Myungsoo, “kejadian ngin- yang mana?” tanya Naeun meminta penjelasan.

“Penjelasan kau jadi korban” ucap Myungsoo, dan membuat Naeun manyun-manyun dan langsung menghentakan kakinya setiap ia melangkah.

Sedangkan myungsoo hanya terkekeh puas berhasil menjahili Naeun dengan mudahnya, tapi apa yang ia maksudkan dengan korban itu benar adanya, ia takut tiba-tiba rasa pervert-nya memuncak(?) seperti insiden ditanggga darurat.

.

.

“Cepet masuk kedalam mobil” ucap myungsoo kepada Naeun yang masih melahap roti isinya sebelum berangkat,

“mobil??? Ya~ kau tidak sarapan dulu?” tanya Naeun, myungsoo mengibaskan tangannya dan keluar rumah, Naeun dengan cepat mengeluarkan nasi goreng bekalnya ke piring dan langsung mengambil sepotong roti beserta sayuran dan satu buah telur mata sapi dan memasukannya kedalam kotak bekalnya, Kemudian ia langsung menyusul myungsoo,

“whoa~ ini mobil siapa?” tanya Naeun setelah memasuki mobil disamping myungsoo,

“tentu saja ayahku,memangnya aku sudah bisa menghasilkan duit apa.” Ujar myungsoo langsung menginjak gasnya dan mulai menjalankan mobil.

Naeun masih memanyunkan bibirnya kesal karna perkataan myungsoo dipagi hari yang udah nyesekin, padahal dia udah bela-belain gabawa bekal supaya bisa jadi sarapan myungsoo.

Naeun menoleh kebelakang dan mendapati tas myungsoo, ia langsung mengambilnya tanpa ijin dari myungsoo,

“YA~! Kau mau ngapain?!” tanya myungsoo ketika Naeun membuka tasnya,Naeun tak menghiraukannya dan masih asik memasukan kotak bekalnya berwarna kuning cerah itu,

“buang~ buang~ aku tidak mau ada kotak bekalmu ditasku,” ujar myungsoo keras dan menatap naeun sengit.

“niatku baik arra? Gara-gara ini aku harus membeli makan siang nanti~ padahal tadinya aku sudah bikin bekal sendiri. Pokonya, kau harus sarapan setiap pagi” ujar Naeun menutup tas myungsoo dan menaruhnya kembali di jok belakang.

“ooh.. baik tapi pamrih…”

Naeun mendecak, “kalau gitu aku ambil lagi mau?!”

“Oke! Oke! Sana ambil!”

“….” naeun diam, karna percuma saja ia makan siang dengan roti ia tidak akan kenyang dan pastinya selama pelajaran dia akan menyebut ‘makan..makan..makan..’-___-

Naeun memutuskan untuk mengakhiri percakapannya dengan myungsoo, percuma saja. pada akhirnya dia makan hati mulu.

“ya~ kau pulang benar-benar kutunggu didepan sekolah,” ucap myungsoo disela keheningan, sebenarnya ia sungguh tersentuh ketika Naeun perhatian dengannya tentang sarapan pagi itu. Karna eomanya saja jarang mengingatkan itu, ia hanya diberi uang. Tidak diberi kasih sayang. Itu yang ia rindukan.

“….”

“jangan memintaku untuk menunggumu dibelakang sekolah lagi,” ujarnya lagi.

Naeun menoleh, “lagian kenapa bisa kau tau aku akan lewat disekolah,” tanya Naeun melirik myungsoo.

“aku sudah tau kau pasti melewati pintu belakang. Karna kau berniat menghindariku kan? untung aku pintar, kalau tidak kau benar-benar tidur di emperan ruko” ujar myungsoo dengan nada meledek Naeun.

Naeun cuma mangut-mangut memilih untuk diam,

.

“kau tidak menurunkanku lebih dahulu?!” tanya Naeun ia kira ia akan diturunkan digerbang pintu sekolah dan myungsoo akan turun ditempat parkir mobil, pastinya mereka tidak akan dicurigai.

“memangnya aku supir ha?!” ujar myungsoo,

“maksudku kan~ ah terserah,”

.

Naeun segera turun setelah myungsoo memarkirkan mobilnya, daritadi ia melirik jam-nya karna tadi sedikit macet,

“kau jangan masuk dulu, tunggu sampai 2 menit baru kau masuk,” ucap myungsoo ketika ia mengunci mobilnya,

“ha?” tanya ulang Naeun,

“aku bilang kau tunggu disini setelah 2 menit baru masuk,” jelas myungsoo lagi, ternyata ia masih takut bila dicurigai nantinya.

“tapi 1 menit lagi bakalan bel!”

Myungsoo malah menjawabnya dengan menatap Naeun dengan tajam, membuat Naeun menghela nafas dan melakukan apa ang myungsoo perintahkan.

Myungsoo tersenyum menang,

.

Myungsoo baru saja membuka pintu kelas dengan tenang, saat ia membukanya tiba-tiba semua mata kearahnya dan menatapnya seakan ia adalah sesuatu keajaiban,

“uwoh~ ada pasangan baru~~!” teriak dongwoo didepan papan tulis,

Myungsoo masih bingung, dan saat ia menoleh #JENGJENG!! ia mendapati Naeun sudah berada disampingnya dengan nafas yang masih ngos-ngosan. Disekolahnya, terkenal dengan 1 couple 1 pintu, jadi bila tiba-tiba ada siswa atau siswi yang sekelas dan masuk ke dalam kelas bersamaan,teman-teman akan ‘menghakiminya’ sebagai pasangan. Aneh bukan? Maka dari itu myungsoo sangat takut bila hal itu terjadi. Karna banyak yang sudah mengasumsikan dia dingin. Dan, kejadian itu malah terjadi sekarang. Bukan waktu yang tepat,

Disisi lain Naeun malah menjawab tepuk tangan itu dengan mengembangkan senyumnya dan menggaruk kepala belakangnya. Ia tidak mengerti dengan semuanya. Ia hanya menganggap itu seperti salam hangat, sedangkan myungsoo sudah berkali-kali mengumpat.

Myungsoo dan Naeun langsung mengambil tempat duduk diposisi mereka,

“Ya~ mungkin kalian memang dijodohkan” ujar sungyeol yang duduk didepan myungsoo sambil tersenyum jahil kearahnya,

Myungsoo mendecak dan saat itu juga sunggyu sonbaenim datang membawa golok(?) ditangan kanan dan keris ditangan kiri-____- (fyi, bukan kris exo-m-__-)

“sonbaenim rotan kesayangannya mana?” tanya Hoya care,

“Bokep lo ah~” timpal dongwoo,

“heh?” sunggyu bingung sama murid yang satu ini,

“bocah kepo sonbaenim~ kepo~” ujar dongwoo cengar-cengir sendirian

“ooh.. ohoy~ kenapa kalian semua pada ceria gini?” tanya sok care sunggyu sonbaenim kemurid-muridnya setelah hoya dan yang lain memberi salam.

“itu ada pasangan baru Myungsoo sama Naeun,” ujar woohyun sambil cengingiran.

Sunggyu langsung melirik kearah myungsoo dan Naeun yang sudah menatapnya dengan pandangan kaget,

Myungsoo baru saja membuka mulut, tetapi percuma.. alasannya gabakalan diterima dengan mudahnya bila masih ada setan berkeliaran. Dongwoo.

“ahahaha… sonbaenim kenapa sedih gitu? Gini aja udah sedih, kalo mereka ternyata tinggal satu atep gimana?!” ledek dongwoo ketika melihat raut muka sunggyu sonbaenim yang dari tadi udah niat bakalan diledekin. Dan bener ajakan.. untungnya myungsoo ga nanggepin, kalo nanggepin bisa lebih nyesek lagi.

Naeun yang terhenyak ketika mendengar omongan dongwoo langsung menoleh cepat kearah myungsoo yang sudah menatap keluar ruangan,

“nah! Tuh Naeun kenapa salting gitu pas dibilangin satu atap?! Jangan-jangan bener lagi… aduh~ uwoh bangettt” ledek dongwoo yang pintar ngeledekin,mojokin, dan nyesekin semua orang.

Naeun langsung jadi tambah salting dan menatap kearah sunggyu dengan tatapan bahwa apa yang diomongkan dongwoo salah,

“kita memang tinggal satu atap.” Tiba-tiba myungsoo membuka suara dan membuat semua orang diam termasuk dongwoo yang biasanya bisa nyesekin juga kicep,

“mwo~?” tanya sunggyu tidak percaya.

“wae? Jika aku seatap dengannya aku harus ijin dengan sekolah?” tanya Myungsoo menghadap Sunggyu,

Sunggyu menggeleng sedikit, “ani.. kukira, ahahaha.. yaudah-yaudah.. kenapa suasana jadi panas gini sih?”

“itumah sonbaenim aja yang cemburu~ makanya cari cewe dong.” Dan, tanpa disangka woohyun yang ceritanya disni gapunya abs._. ngomong nyesek.mungkin sifat dongwoo sedikit menggenerasi dia,

“uwoh~ Ya! Kau pintar sekali!” ujar dongwoo sambil asik sendirian. #SunggyuNyesek

Sunggyu hanya melirik sedih kearah Naeun karna ia sebenarnaya sedikit menyukai Naeun sebagai seorang wanita._. *kasian sunggyu yah.. maapin author mas~*

.

Naeun risih dengan orang-orang yang sekarang melihatnya kemana ia pergi, apalagi kalau bukan karna omongan myungsoo yang membuat orang tercengang termasuk Naeun, ia hanya membalas mereka dengan sedikit senyum walaupun mereka semua langsung mengabaikan,

“tuh, itutuh yang katanya satu rumah sama myungsoo,” ujar siswi lain yang ngiming-ngimin Naeun tanpa berbisik-bisik

“idiih~ gamungkin dia selera myungsoo. Rendah banget” ujar satunya lagi

“mungkin pembantunya kali~” timpal satunya lagi, dan Naeun langsung membalas dengan tatapan sengit.

“udah ah~ pergi aja, gausah ngeladenin pembantu kaya dia” ujar gadis-gadis itu dan pergi sambil tertawa,

“MWO~!! SIALAN KAU KIM MYUNGSOO!!” teriak Naeun sambil berjalan arah tak beraturan dimana ia bisa menemukan jalan,

Air matanya jatuh entah keberapa kalinya mengingat semua olokan yang ia dengar sebegitukah ia dipandangan mereka? Lalu ia melihat seperti jalan kecil yang menuju sebuah taman, ia menyusuri jalan itu dengan tenang. Ia berharap, dapat menemukan tempat yang tenang saat ini,

Ia kini sudah hampir diujung jalan kecil tersebut, dilihatnya sebuah taman kecil dengan air pancur berbentuk lingkaran ditengahnya. Kosong. Mungkin karna ini terletak dibelakang sekolah jadi tidak ada orang disini, Naeun melihat pemandangan yang terbuka seperti ada jurang diujungnya,

Ia melangkah menuju jurang itu, ia penasaran dengan apa yang ada dibawah jurang itu, pandangannya hanya menatap kedepan.

“hati-hati kalau kau mau mati,” tiba-tiba terdengar suara, padahal ia yakin tidak ada orang disekitar ini, ia menoleh sumber suara itu, ia menoleh kekiri dan mendapati myungsoo sedang duduk dipojokan sambil mendengarkan lagu dari i-podnya.

APA? MYUNGSOO? SIAL.

“HOY!” panggil myungsoo ketika Naeun sudah mau melangkah keluar.

Naeun hanya diam, dan tak menoleh tanpa disadari air matanya menurun,

“kau lupa memasukan seladanya,” ucap myungsoo sambil menunjukan kotak makan berwarna kuning yang tadi Naeun masukan.

Naeun hanya melirik Myungsoo dari sudut matanya, ia tidak ingin menatapnya. Apalagi dengan air mata ini. ia pasti akan diledek habis-habisan. Ia memutuskan untuk keluar,

“OY! Sini! Aku ingin berbicara!” panggil myungsoo lagi menjulurkan telunjuknya menyuruh Naeun ketempatnya,

Naeun menoleh, “APA LAGI YANG MAU KAU BICARAKAN HA?! APA KAU TIDAK PUNYA HATI SAMPAI TEGA MEMBUATKU SEPERTI INI?!” Naeun mengelap air matanya yang jatuh dengan punggung tangannya,

Myungsoo terdiam, kemudian ia langsung menahan pergelangan Naeun ketika ia Naeun beranjak pergi, ia memandang Naeun yang masih menjatuhkan air mata, sedangkan Naeun berusaha memalingkan wajahnya dan melepaskan eratan tangan myungsoo,

“YA~ Neo~ kenapa menangis?” tanya myungsoo,

Naun tak menjawab ia hanya mencoba menahan air matanya yang turun agar tak jatuh dengan mudah dipipinya,

“YA~! KATAKAN! SIAPA YANG MEMBUATMU MENANGIS?!” tutur keras Myungsoo menatap Naeun dengan tegas,

Naeun menghentakan eratan tangan Myungsoo sehingga terlepas, “APA PEDULINYA KAU?! INI SEMUA SALAHMU?! AKU MEMBENCIMU KIM MYUNGSOO!!!” Naeun melangkahkan lagi, tetapi ditahan myungsoo, myungsoo menariknya dan

~CUP~

Myungsoo mencium Naeun, bukan seperti biasa. Ini hanya kecupan tanpa unsur nafsu sama sekali, tetapi Naeun tetap saja memberontak.

#PLAKK

Naeun mendaratkan telapak tangannya dipipi myungsoo dengan keras, membuat myungsoo terdiam. Benar-benar terdiam.

Naeun kembali menghapus air matanya yang jatuh dengan telapak tangannya untuk kesekian kalinya, ia tidak menatap myungsoo,

“wae?”  myungsoo membuka suaranya, “kenapa harus bilang benci kepadaku?” tanyanya dengan nada yang lemah.

“DASAR PRIA TAK BERMORAL! KAU MENCIUMKU SANA-SINI! KAU MASIH BERTANYA KENAPA AKU MEMBENCIMU HA?!”

#dreeessss

Hujan tiba-tiba turun dengan deras, dewa langit seperti menyetujui perpisahan mereka dan menambah mereka dalam bertengkar,

“AKU BENAR BUKAN?! LIHAT?! DEWA SAJA SETUJU DENGAN APA YANG KUKATAKAN!!” Bentak Naeun dengan nada tinggi kesekian kalinya, kini air matanya dan air hujan tak ada bedanya,

Myungsoo hanya memandang Naeun dengan tatapan kosong lurus, tanpa Naeun sadari matanya sudah menjadi merah,

“KAU MASIH BISA MENATAPKU?!!”

#PLAKKK

Naeun menampar lagi myungsoo kedua kalinya lebih keras dari sebelumnya,

“DENGAR! AKU MEMBENCIMU!! KIM MYUNGSOO! AKU MEMBENCIMU!!!” ujar Naeun meninggalkan Myungsoo yang masih terdiam dihujani,

“AKU HARAP KAU BISA MENGHILANG DARI KEHIDUPANKU!” ujar Naeun sebelum benar-benar menghilang dari pandangan myungsoo.

Myungsoo menatap nanar punggung Naeun yang kian lama-lama menghilang, matanya menjadi kian lebih merah, wajahnya sendu, “Son Naeun.. aku harap, itu bukan benar-benar keinginanmu”

.

#TIN-TIN

Myungsoo mengklakson Naeun yang berjalan, ia berada didalam mobil sedangkan Naeun berjalan menghindari myungsoo yang berniat mengantarnya.

Kenapa dengan pria ini? bukankah aku bilang aku membencinya tapi kenapa ia seperti seolah tak terjadi apa-apa. Ia bahkan masih sempatnya menggodaku batin Naeun, sambil membalas senyuman myungsoo dengan tatapan sengit dijendela mobilnya.

“OY! Mau naik apa kau?” tanya myungsoo masih mengiringi Naeun didalam mobil,

“heh, asal kau tau nomor angkot kerumah sama angkot dongwoo sama. Pasti kau bertemu dengannya, kau mau makan hati?” tanya Myungsoo kepada Naeun yang masih mengacuhkannya.

Dan saat itu juga Naeun melihat dongwoo sudah berada didepan gerbang sekolah, ia beniat membuat myungsoo cemburu dengan mendekati dongwoo,

“ooh~ dongwoo oppa, annyong~” ujar Naeun langsung menepuk bahu kanan dongwoo,

Dongwoo sontak menoleh, “kau yang satu ranjang sama myungsoo ya?”

“satu atap woy!” gadis disampingnya membenarkan omongan dongwoo yang… susah dijelasin.

“aku namjoo, kau.. kau son Naeun itu kan? ohiya yang satu ranjang eeh satu atap sama myungsoo hehe,” ujar gadis bernama Namjoo itu yang mengulurkan tangannya tetapi baru saja Naeun meraih ulurannya dia sudah menariknya dan berasumsi aneh-aneh.

“atap kan sama ranjang beda jauh-_- lagian artinya juga jauh,” gumam naeun,kemudian ia tersenyum seadanya ketika namjoo memberikan ia senyum, “oh kalian nunggu angkot kan? aku juga sama jurusan dengan kalian. Boleh bareng kan?”

Saat itu juga dongwoo dan namjoo saling berpandangan satu sama lain dan secara reflek mereka mengangguk memikirkan dengan fikiran mereka berdua,

“ada masalah apa? Mau pisah atap?” tanya namjoo yang absurd,

“mending ke on clinic aja,katanya dijamin bagus trus rahasia dijaga” nasihat dongwoo yaelah ini dongwoo jadi bagian pemasaran apa-_-

“ooh.. ahahaha, engga…” Naeun mengumpat didalam hati, susah sekali dengan pasangan ini. abnormal dua-duanya. Seru kali ya, gaya pacarannya mirip alien. Yang satunya ngomongin makanan satunya mikirin sabun-_-

Contoh : (percakapan alien)

Dongwoo : sayang aku ingi makan

Namjoo : sabun warna ungu, sabun warna ungu

“nah tuh dateng ayo!” seru dongwoo ketika angkot mobil bermerek BMW akhirrnya ngetem didepan sekolahnya,

Dongwoo dan Namjoo langsung dengan cepat masuk, sedangkan Naeun karna belum terbiasa ia terdorong-dorong sehingga ia tidak kebagian jatah duduk. Ia mengambil bagian yang duduk ditempat injakan(?)

“untung ya oppa kita cepet! Jadi kita dapet kursi hehe”  ucap namjoo dengan senyam-senyum kearah dongwoo

“iya! Hehe..” balas pasangan alien(?)

“aduh! Ini beneran bakalan sesek gini, nyampe rumah?” tanya Naeun meringis saat mba-mba disampingnya sedikit menyikutnya.

“masih mending kau. Biasanya kita di roda,” timpal dongwoo curcol

“iya jadi muter-muter gitu trus.. bla.. bla.. bla…” Naeun ngerasa pingin berdoa supaya bisa dibudekin bentaran.

10 menit kemudian>>

“dimana?” tanya lagi Namjoo yang keseribu kalinya,

“AKU BILANG AKU TIDAK PAKAI SUSUK!” ujar Naeun berteriak karna ia sudah tidak sanggup(?) terhadap namjoo yang daritadi nanya dia pakai susuk dimana sampe bisa bikin dia mau satu atap sama myungsoo._. *padahal author juga penasaran dimana bisa P.O susuk buat myungsoo*

Saat itu juga, orang-orang dimobil melirik kearah Naeun, “aishhh~! AJHUSII!!! AKU TURUN DISINI!”

“ya~ waeyo? Belum sampai,” tanya Namjoo

Naeun melirik Namjoo kemudian tersenyum, “mau nengangin fikiran.” ,ucap Naeun ketika ia membuka pintu dan ia keluar dari mobil neraka(?) itu.

“dasar sialan! Sampe bisa ngomongin susuk segala, BAD DAY!!” saat Naeun mengumpat tiba-tiba saja turun deras ia kemudian berlari mencari tempat teduh, untungnya saat itu dekat dengan tempat penungguan busway.

#TIN-TIN

Sebuah mobil hitam mengklakson kearah penungguan busway itu semuanya menoleh termasuk Naeun, berharap orangtuanya memberikannya surpise datang dari Amerika dan menolongnya,

Dengan perlahan, terbukanya kaca mobil hitam itu. Semakin lama semakin jelas siapa pengemudi dibalik mobil itu.

Kim Myungsoo.

Ia tersenyum kearah Naeun, “kau mau ikut tidak?”

Naeun terdiam seolah tak mendengar,

Myungsoo membunyikan gasnya, tiba-tiba saja Naeun membuka suara,

“aku ikut.”

.

“bagaimana kau tau aku disini?” tanya Naeun disela keheningan,

Myungsoo menoleh dan tersenyum, “aku mengikutimu.”

“jadi kau mengikutiku! Kenapa kau tidak dari tadi saja langsung jemput kalau tidak aku tidak harus berhubungan dengan siapa tuh pasangan alien yang-g-g” Naeun memotong ucapnnya dan melirik keluar jendela,

Myungsoo terkekeh, “makanya jangan ngeyel dibilangin. Udah tau, si dongwoo udah sering ngomongin nyesek akut stadium 4 gitu. Apalagi cewenya, kau tadi bertemu cewenya siapa tuh. Namjoo, dia kan juga abnormal.” Ucap myungsoo sambil mengambil sesuatu dari jok belakang.

Lalu dia meyodorkan kaos yang baru saja ia ambil dari jok belakang, “sebentar lagi aku ke pengisian bahan bakar. Kau ganti baju, nanti sakit.” Ucap myungsoo dan memfokuskan lagi menyetirnya,

Naeun menerima itu dengan sedikit bingung. Tiba-tiba saja lelaki ini berubah. Menjadi hangat. Hangat sekali.

.

.

“son naeun, aku sudah menyiapkan coklat hangat. Minumlah sedikit,” ujar myungsoo dibalik pintu naeun yang tertutup,

Tidak ada jawaban

“aku tunggu kau dibawah,” ucap myungsoo dan menjauh dari pintu Naeun,

Naeun keluar dan melirik kekanan kekiri, seperti ada yang aneh dengan myungsoo. Kenapa ia bisa cepat sekali berubah? Apa karna perkataanya. Secepat itukah?

Naeun menuju kebawah dan melihat myungsoo sedang duduk menonton acara tv, walaupun ia yakin myungsoo tidak terlalu melihat acaranya,

“ini yang kaumaksud coklat panasmu?” tanya Naeun ketika ia sudah sampai disamping myungsoo,

Myungsoo tersentak kaget melihat Naeun sudah disampingnya, “eoh? Eoh… iya, untukmu,” ucapnya mengutarakan senyumnya.

Naeun sedikit menyipitkan matanya, “kau tidak memberi semacam racun kan?” tanya Naeun was-was.

“bagaimana aku sekejam itu~” ujar myungsoo dan mematikan acara yang ia nyalakan,

“eoh? Sedang serius kau rupanya~” ujar naeun mengangguk karna ia fikir myungsoo akan manjahilinya lagi. Tapi sepertinya myungsoo sedang tidak ada unsur bercanda dalam omongannya,

“eotte? Tidak terlalu buruk kan?” tanya myungsoo ketika Naeun meneguk coklat hangat buatannya,

“eeh.. lumayanlah,” ujarnya sambil manaruh cupnya dimeja,

Myungsoo hanya mengangguk dan melirik kearah jendela, ia tiba-tiba bingung dengan apa yang harus ia bicarakan,

“cuaca malam ini bagus ya?”

#JDEEEERRRR

Tiba-tiba terdengar suara petir ketika myungsoo menyelesaika kalimatnya, sang dewa mungkin sangat tidak berpihak terhadap myungsoo,

“iya… hehe..” balas naeun dengan sedikit tersenyum,

“oh iya, melegakan sekali kau mengatakan coklat ini enak. Itu.. pertama kalinya, aku membuat coklat dan membuatnya sendiri” ujar myungsoo malu-malu.

“oh? Iya? Kalau gitu aku akan terus menjadi orang pertamamu yang selalu mencicipi air mendidihmu” timpal naeun meledek, kini Naeun juga sudah bersikap manis terhadao myungsoo,

“andwee~~” ujar myungsoo,

“wae—aduh! Geledeknya besar banget yah,” ujar Naeun kearah myungsoo,”kalau gitu aku kekamar yo” ucap Naeun dan beranjak dari sofa

Meninggalkan myungsoo yang masih menatapi punggung naeun saat berjalan pergi terkahir kalinya.

Iya. Terakhir kalinya.

.

.

“cerah sekali hari ini~ oh iya, pantesan terang. Ini kan udah jam sembilan, untung hari minggu” ucap naeun ketika bangun pagi dan menyadari kamarnya sudah diterangkan cahaya matahari.

Ia beranjak keluar, pastinya dengan suasana yang biasanya ancur berantakan akibat ulahnya dan myungsoo. Tetapi aneh, yang ia lihat ruangan sudah bersih. Ia langsung menuju lantai bawah,

Ia mendapati seperti coklat yang dibuat myungsoo tadi malam, ia meneguknya,

“dingin sekali, pasti sudah dari tadi ia membuatnya,” ujar naeun kembali meneguknya kemudian ia menyadari terdapat sebuah surat kecil dibawah cup coklat ini,

Dear son naeun,

Aku bingung harus memulainya dengan apa. Mungkin ini sedikit canggung. Aduh, aku benar-benar bingung harus menulis apa.

 

Mianhe, ani. Gomawo, terimakasih sudah memberikanku sebuah kenangan yang tak terlupakan kau adalah suatu karakter yang belum pernah kutemui. Mungkin akan sulit bila bertemu karakter  seperti mu. Hehehe… aku bercanda..

Aku pergi.

Jinja.

Aku pergi.

 

Kau masih menganggap aku bercanda?

Baiklah, anggap saja ini bercanda. Karna aku juga berharap ini hanyalah sebuah mimpiJ

 

Kau ingat tanggal berapa hari ini? ini ulangtahunmu, kemarin eomma yang memberitahuku.

Chukae~

 

Ahahaha. Itu pertama kalinya juga aku mengucapkan selamat kepada seorang gadis. Aku harap aku juga jadi orang pria pertama yang mengucapkanmu ulang tahunJ

 

Na kanda.

Ige jinjayo~

Geotjimal aniyo~

 

Coklat hangat itu, ani. Pasti sudah terlanjur dingin. Coklat hangat itu terakhir kubuatkan untuk dirimu.maaf hanya itu yang bisa kubuat.

Aku jadi bingung harus menutup suratnya dengan kalimat apa. Kenapa aku seperti ini? ini lebih dari menyatakan perasaan. Ahahaha,

 

SON NAEUN! Ijinkan aku memanggilmu terakhir kali dan biarkan aku melihat senyumnyu untuk terakhir kalinya.

Jika kau bertanya apa yang aku rindukan darimu? Semuanya. Omonganmu yang pedas,

tingkah lucumu, kepolosanmu, bahkan ciuman bibirmu.

 

Maaf aku sudah meciummu seenaknya.

 

Kau tahu? Satu hal yang paling penting. Aku bukan pria bad boy, aku menciummu karna aku menyukaimu. Jadi, tolong jangan sakiti dirimu karna aku tidak menyukai orang yang kusuka menyakiti dirinya sendiri.

Ahahaha. Akhirnya kalimat terakhirku cukup bagus bukan? Oke,itulah pesan penutupnya menandakan surat ini akan selesai.

 

Son naeun, aku menyukaimu setulusnya tanpa megandung unsur nafsu apapun itu.

 

SON NAEUN! Kau harus menengok arra? Senyum! Kau jangan lupa tersenyum, aku

menantikannyaJ

 

Na kanda.

 

 

Nb: aku membersihkan seluruh pojok rumah ini, jadi kau bisa tinggal disni dengan nyaman. Sungguh melelahkan menjadi pembantu. Kau jangan jadi pembantu arra!

 

 

 

,Kim Myungsoo

 

_to be continued_

*******

jelek ya? Gaje ya? Maapin author ya… mungkin daya kreasei author belum cukup memuaskan.. jadi, tolong ya kasih author masukan agar author lebih baik lagi dengan tulisan comment JUSEYO~

9 thoughts on “[CHAPTERED] YOU’RE MINE {CHAPTER 3]

  1. Ping balik: [CHAPTERED] YOU’RE MINE {CHAPTER 4:A END!!!} | I Love Kpop FanFiction

  2. emang di korea ada angkot ? #eh haha authornya ada2 ajha yg ada nama bus hehe😀 kocak ceritanya😀
    ,,,,,,
    aigoo myung soo so sweet bnget sich apalagi isi suratnya yg ia buat untuk naeun co cuiitt😀❤
    akhirnya myungsoo ngaku juga kalau ia mencintai naeun🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s