[FF Freelance/TwoShot] My Bet (Part 2) -END-

[FF] My Bet

 

Tittle : My Bet

Author : bonceloceob

Ganre : Temukan sendiri

Length : TwoShot

Rating : PG-15+

Cast :

Yang Yoseob B2ST

Lee Jieun

Yong Junhyung B2ST

More ..

PART 1 || PART 2 <– NOW

Hai ketemu lagi dengan saya, bonceloceob, ini part terakhir dari FF pertama saya, mungkin ini sama kek part pertama, gaje dan engga nyambung, maaf. Dan juga part ini panjang biar readers puas, hahaha. Part ini juga ada sedikit nc nya sih, so hati-hati ya! Tangkayu udah komen FF pertama saya, *take a bow*

Akhirnya mereka pun sampai disebuah resto yang harganya selangit permisah! Mereka pun masuk dan langsung menempati meja yang sebelumnya telah dipesankan oleh Junhyung. “ternyata eh ternyata Junhyung itu baik yah.. aihh, saranghae junhyung!” puji Yoseob pada Junhyung.

“…..” Jieun tetap tak ingin buka bicara.

“Mas.. Mass!” panggil Yoseob pada pelayan yang tak jauh dari mejanya. Pelayan itu menghampiri Yoseob dan Jieun. “saya pesan makanan yang terbaru disini dan minuman yang tak kalah enaknya dari warung-warung sana, hahaha, saya pesan dua porsi, satunya untuk kekasihku yang tercintah” ujar Yoseob sambil mengedip-edipkan matanya beberapa kali kepada Jieun.

“Hemeh? Kekasih?”

“baiklah, kami akan mengeluarkan makanan terbaru dan special disini, mohon tunggu.. permisi..” pelayan itu pun segera pergi menuju dapur untuk mengantar pesanan.

“apa maksudmu tadi? Kekasih? Kapan aku jadi kekasihmu? YA! Jangan kegeeran ya, aku hanya terpaksa kencan denganmu.. untung ini semua ada kaitannya dengan Junhyung, kalau tidak aku tidak akan pergi denganmu!” omel Jieun. Yoseob kaget. Wajah Yoseob yang tadi gembira dan ceria sekarang berubah menjadi murung dan masih kyut seperti author –v

“mwo? Apa jangan-jangan kau suka dengan Junhyung? Kau suka dengan junhyung? Benar?” tanya Yoseob.

“ti..tidak.. tak ada namja yang kusuka disekolah apalagi diluar sekolah, aku.. aku hanya..” Jieun memberhentikan kata-katanya. “..hanya mengeidolakan dia saja..” lanjutnya yang membuat Yoseob tambah terkejut.

“idola? Junhyung idolamu? Oh aja..” jawab Yoseob santai.

“eh? Kau tidak kesal?”

“ngapain aku kesal? Tak ada gunanya..” jawabnya lagi.

“oh gitu ya..”

Yoseob hanya mengangguk-ngangguk saja. Mereka pun melanjutkan menunggu pesanan. 29 menit kemudian. Akhirnya pesanan mereka datang. Dan mereka pun langsung melahabnya tanpa menyisakan untuk author (?). saat mereka telah selesai makan, Yoseob melihat ada sisa makanan di dekat bibir Jieun, segera Yoseob membersihkannya dengan jempol tangannya. Jieun terkejut dan sebuah warna merah tiba-tiba muncul dipipinya. Ia malu.

“Kau seperti anak kecil,,” kata Yoseob. Jieun tersenyum sekilas. Yoseob yang melihat itu shock dan tak bisa berkata-kata. Baru kali ini ia melihat Jieun tersenyum walau hanya sekilas. ‘yeopo..’ ujarnya dalam hati.

“ahh.. Pelayan!” panggil Yoseob pada pelayan tadi. “berapa semuanya?” tanyanya saat pelayan itu telah dekat padanya.

“2 juta won..”

“MWOOOO??!!” kaget Yoseob. “Haha.. Tenang..” lanjutnya lalu menatap Jieun. “woi,, pinjem duit lu dong, gue cuman bawa 100 won doang,, plis!” bisik Yoseob pada Jieun.

“hemeh -.- artis kok kere -__-” heran Jieun lalu memberikan uang 2 juta won pada pelayan itu. “ambil aja kembaliannya!”

“elah, mba’ ini mah kagak ada kembaliannya, ini pas..” omel pelayan itu.

 

Yoseob dan Jieun kembali pergi. Kini mereka akan pergi ke Sungai Han. Setelah kekenyangan sekarang mencari udara segar dan pemandangan yang indah di Sungai Han. Sampai lah mereka. Jieun menutup matanya saat sampai di depan Sungai Han sambil tersenyum. Yoseob semakin terpesona. Entah, sekarang jantungnya mengompa lebih cepat dari sebelumnya. Ia menjadi salting sekarang.

“kau bisa tersenyum?” tanya Yoseob membuka bicara.

“yaiyalah, kau kira aku tidak bisa tersenyum?” jawab Jieun seraya membalas memberi pertanyaan. Namun saat Yoseob hendak bicara, Jieun langsung buka bicara. “..ahh tidak usah dijawab, aku tau jawabannya, pasti kau ingin jawab, ‘kukira kau tidak bisa tersenyum, kau kan orangnya judes, keras kepala, cuek, komplit dah’ ya kan? Ishh..”

“tidakk..” Jieun menoleh Yoseob yang sedang tersenyum indah sambil melihat indahnya sungai han karena mendengar jawaban dari Yoseob.

“tidak? Lalu?”

“kau cantik saat tersenyum..” ungkap Yoseob. Pipi Jieun kembali memerah. “..ah lupakan saja tadi, ayo kesana!” ajak Yoseob lalu mengandeng tangan Jieun. Jieun hanya pasrah. Ternyata ini rasanya kalau digandeng tangan oleh seorang artis. Dingin. Itu yang Jieun rasakan.

“tanganmu kok dingin?” tanya Jieun saat mereka telah jalan.

“mungkin udara disini terlalu dingin, tapi jika kau ada disampingku udara menjadi hangat!” goda Yoseob.

“aih gombal!” kata Jieun pelan.

Selama mereka bergandeng tangan, tak pemberontakan dari Jieun. Jieun begitu senang. Entah, saat bersama Yoseob ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan. Begitu pula dengan Yoseob. Ia sama yang Jieun rasakan. Suasana menjadi hening seketika saat mereka melihat begitu banyak orang. Mereka pun berbalik lalu lari agar gerumbulan orang-orang itu tak melihat mereka. Ya, Yoseob adalah artis. Jika gerumbulan banyak orang itu melihat mereka berdua, akan menjadi gossip yang bukan-bukan.

“Huffhhhttttt…”

“Ah.. coba aja kau tidak jadi artis!” omel Jieun pada Yoseob. *wahdebatlaginih-.-

“loohhh, aku kan nyari duitt!” omel Yoseob tak ingin kalah.

“nyari duit? Buktinya tadi apa saat kita di resto?”

“aku tidak tau kalau makanan disana mahal-mahal” ujar Yoseob ngeles.

“hemeh, aku tau kau sering kesana!”

“mwo? Tidak!”

“jangan bohong!” Yoseob lebih untuk memilih diam sekarang. “.. kau tau kan aku ini pengemar Junhyung, so pasti aku tau b2st! Dan aku juga tau kau, aku sering melihat fotomu diresto itu.. ckk..”

“iye-iye, lu menang dah”

“OMOOOO!! Kajja larriiiiii!!!” seru Jieun. Yoseob begitu senang saat tangannya digandeng dan dibawa lari oleh Jieun.

‘dasaarr artis yang merepotkan!’ – Jieun

‘semoga aku bisa mendapatkan hatinya, junhyung aku akan menang!’ – Yoseob

 

****

“gimana cup? Lu dah bisa buat dia enak disisi lu?” tanya Junhyung ketika mereka telah sampai dihalaman sekolah.

“yoi bro.. gue juga udah liat bibirnya yang tersenyum indah, neomu neomu yeopo!”

“halah, itu mah baru masih tersenyum, belum berarti kau bisa mendapatkan hatinya..”

“hah,, bilang saja kau tidak pernah melihat dia tersenyum kan?”

“mwo? Apa kau bilang? Hei, aku malah sering lagi melihat dia tersenyum bahkan tertawa..”

“MWO? Aaaa tidak adil!!! Eh sebentar, kalau gandeng tangan? Apa kau pernah?”

“tidak..”

“BUWAAHAAHHAHAHHAAAA!! Kalah lu kalah! Tadi malam dia gandeng tangan gue, rasanya omaygat! Sesuatuh!”

“halah, lebeh lu lebeh.. gitu aja senang! Ayo masuk!”

Dengan tanpang senang Yoseob pun tertawa menang sambil berjalan menuju dalam sekolah diikuti dengan Junhyung. Saat mereka telah sampai didalam sekolah. Tiba-tiba segerumbulan anak-anak sedang berebut melihat-lihat isi mading. Yoseob penasaran. Ia pun mendekati mading.

“permisi! Orang kece mau lewat! WEWWWW!!” betapa kagetnya Yoseob saat ia mendapati sebuah foto ia bersama Jieun di Sungai Han.

“omegat, yoseobku selingkuh!” ujar salah satu B2UTYS lalu ia pun pingsan ditempat.

“eh, cob! Nohh fangirl lu kecewa sama lu! Hibur gih!” tunjuk Junhyung pada salah satu B2UTYS yang histeris itu. Yoseob mendekatinya.

“CILUKKK BAAAAAA!!” serunya seraya menghibur fangirlnya.

“OPPPAA!!! Apa kau suka Jieun? Cewek badgirl itu??”

“IYA BETUL!”

“KENAPA OPPA BISA MENYUKAINYA?”

“APA JANGAN-JANGAN OPPA SUKA SAMA CEWEK BADGIRL YAH!! OKE NANTI KITA BAKAL JADI BADGIRL DEH!”

“IYA! BETULLL!!!”

“EH LIHAT!! ITU DIAA,, CEWEK BADGIRL ITTUUUU!!! GEBUKIN DIAAA!!!”

“YYYAAAA!! ANDWEEEEEEE!!!” seru Yoseob ketika segerumbulan fangirlnya mulai ingin mengebuk Jieun. Ia pun berusaha menghentikannya. Namun tak bisa, fangirlnya terlalu banyak.

“WWOOOOOOYYYYYYY!!! NAPE NII!?? NAPA PADA RIBUT BEGINI??” tiba-tiba datanglah seorang guru laki-laki yang sangat killer. Ia sangat terganggu dengan ributnya yobeos-yobeos yang sedang mengamuk itu. Suasana menjadi hening seketika.

“BUBAR SEMUANYA BUBARRRR!!”

“aahhh.. dsjkfhhfkd…wsjfkshkgd…ehemhfjdkjf.nrhejg..” semua anak langsung pergi kekelasnya masing-masing.

“Heh kalian!” panggil guru killer itu pada JunSeob dan Jieun.

“maaf pak.. kita gak ada salah!” ujar Junhyung mewakili (?).

“he.eh. tadi kenapa pada ribut gitu?”

“anu pak.. foto ocob sama jieun! Noohh..” tunjuk Junhyung pada foto yang membuah seluruh siswa pada heboh.

“waduuuhhhh.. kalian ini mengingatkan saya pada masa remaja saya, jadi kangen sama mama.. mama papa lagi kerja!”

“mwo? Jadi masa remaja bapak seperti saya? Omooo! Berarti bapak taruhan dong buat dapetin hati seorang yeoja!” kata Yoseob. Junhyung langsung membekap mulut Yoseob. “…kdhshdwehekhh,hjwhrhmmm..hhmm..”

“taruhan?” tanya Jieun dan guru killer itu serempak.

“anu! Anii!!! Bukan apa-apa.. yosop hanya bicanda tadi! Hehehe..” ucap Junhyung masih membekap mulut Yoseob.

“OHHHH..”

“yasudah kalian kekelas masing-masing! Sono!” perintah guru itu. Junhyung pun melepaskan bekapannya dari mulut Yoseob. Jieun lalu berjalan menuju kelasnya.

“ihh bau mulut lu cob!” gerutu Junhyung ketika mereka telah jalan menuju kelas.

“amasa? Makanya kenapa coba mulutku dibekap kek gitu?”

“hemeh, lu gak nyadar? Lu hampir ngebongkar taruhan kita tau! Kalau jieun sampai tau, bisa berabe tau!”

“oh gituh.. HEMEH??!!! JADI TADI GUE HAMPIR KECEPLOSAN?!“

“kan udah gue bilang -__- baru nyadar,, haduh ocob babo-babo!”

 

****

Pelajaran pun selesai. Dan urusan yobeos-yobeos yang tadi belum selesai. Setelah semua anak dikelas Jieun keluar semua kecuali Jieun, yobeos-yobeos itu langsung menghampiri Jieun yang sedang membereskan alat-alat tulisnya.

“EHH?!! KALIAN TADI MALAM NGAPAIN AJA?”

“BETUL! APA KALIAN PACARAN?!”

“EHH!! DENGER YA! YOSEOB ITU HANYA MILIK YOBEOS! YOSEOB HARUS CUTE FREE AND SINGLE! GAK BOLEH ADA YANG PUNYA KECUALI YOBEOS! INGAT ITU!” *sexy free and single mbak –v

“kalian ini apa-apaan sih?” tanya Jieun binggung.

“APA LU KAGAK LIAT ISI MADING! NOH FOTO LU SAMA YOSEOB OPPA! LAGI BERDUAAN DISUNGAI HAN!”

“terus, gue harus bilang WOW gituh?”

“ISHHH! SANTAI BANGET SI LOOO!”

“elu serius banget!”

BBBUUUUUUUKKKKKKK!

Tiba-tiba salah satu dari yobeos-yobeos itu melempar sepatunya yang begitu keras ke kepala Jieun. Alhasil jidat Jieun berdarah.

“ISHHH GUE GEREGETAN KAN JADINYA! AWASSS LUUU!! AYOOO CABUUTTT!!” para yobeos-yobeos itu kini telah pergi.

Jieun terduduk kesakitan. Ia hendak menangis namun ia tahan. Sakit sekali. “..darah?” ia mencoba memegang jidatnya, ada darah. Sakit sekali. Tiba-tiba Yoseob datang. Ia hanya sendirian. Yoseob yang melihat Jieun yang sedang menahan rasa sakit segara ia masuk lalu menghampiri Jieun.

“Jieun, kwenchanna?” tanya Yoseob khawatir.

“ahh.. aku tidak apa-apa, jangan terlalu khawatir padaku! Entar yobeosmu marah lagi, azzz..” Jieun mencoba tuk berdiri namun gagal karna ia merasa pusing sekali.

“jadi yang melakukan ini semua adalah yobeos? YAA! Jieun-sshi! Jidatmu berdarah!” ujar Yoseob perhatian sambil mengambil sapu tangan di sakunya. Segera sapu tangan itu ia dekatkan keluka Jieun. Dengan hati-hati ia membersihkan darah yang mengalir dijidat Jieun. Lagi, jieun merasakan hal yang sama seperti tadi malam. ia tak menyangka Yoseob bisa perhatian seperti ini.

CHU ~

Jieun merasakan sesuatu menempel dibibirnya. Yoseob mencium Jieun. Jieun tak memberontak. jantung antara mereka berdua berdetak sangat cepat. Ini ciuman pertama Jieun. Jieun akhirnya sadar, ia pun mendorong Yoseob. “Ya! Apa-apaan kau?”

“hmm, hanya mencoba. Ternyata bibir yeoja sepertimu itu lebih enak dibanding bibir yeoja lain,,”

“MWO??!! YAA! Apa maksudmu?!”

Yoseob mendekat pada Jieun. Lalu berbisik, “..Aku menyukaimu..” bisiknya. Sontak Jieun terkejut. Yoseob tersenyum singkat. Lalu sebuah plester luka ia tempelkan pada luka dijidat Jieun.

“oke, mau kuantar pulang?” ajak Yoseob.

“kau tidak bersama member lain?” tanya Jieun.

“ah malas, aku lagi badmood jadi malas ke dorm, kangen enyak babeh juga”

“hahaha..” tawa Jieun pelan.

“kau? Kauu…”

“kenapa? Oh, pasti mau bilang ‘kukira yeoja sepertimu tak pernah tertawa’ ya kan?”

“tidak lagi..”

“mwo? Tidak? Terus?”

“kamu unyu kalau lagi ketawa, gemess..” puji Yoseob lalu hendak mencubit pipi tebem Jieun. Namun Jieun memukul tangan Yoseob agar tidak mencubit pipinya.

“bukan muhrim -_-”

“ehh.. sorry-sorry! Ayo! Mau tidak?” tanya Yoseob.

“naik apa?”

“naik odong-odong, ya naik mobil lah!”

“kau bisa menyetir?” Yoseob mengeleng. “..lah terus?”

“kita ikut member B2ST”

“hemeh, woy tadi lu bilang lu lagi badmood jadi kagak mau ikut member B2ST!”

“masa sih? Kapan aku bilang ya?”

“alah,, susah ngomong sama lu!”

“ciyye ngambek, tambah cantik looo” goda Yoseob.

“apaan sih,,?? dasar genit!”

“biarin aku genit yang penting kamu udah merah-merah dipipi, hahaha”

“ahh,, aishhh,, yasudahlah!”

“ja..jadi, kamu mau ikut aku??”

“ppali!!”

 

“jadi Jieun akan ikut dengan kita?” tanya Doojoon pada Yoseob. Yoseob mengangguk.

“tapi kan kita gak pulang ke dorm, kita kan ada schendule habis pulang sekolah!” ujar Hyunseung. Semua mengangguk kecuali Yoseob.

“iya sih,, tapi gimana ya? Dia gak ada yang ngantar!” tunjuk Yoseob pada Jieun yang sedang asik gobrol dengan Junhyung.

“…AAAAaaaAAA bebep junhyung! Kamu selingkuh!” omel Dongwoon.

“hemeh?! Siapa yang bilang elu bebepnya junhyung! Gue bebepnya!” protes Yoseob.

“GUE!”

“GUUAAAA!”

“MEEE!”

“AKUUU”

“SAYYYAAAA!”

“sudah sudah DongSeob, ada mie ayam special tuh,,” iklan Gikwang.

“AYAAMMMKUUUU!!” tiba-tiba muncul Onew di FF author (?). *wkwkwk

“pleasee hyungg!” pinta Yoseob dengan imutnya.

“baiklah! Tapi kita tidak mengantarnya kerumahnya melainkan dia harus ikut dengan kita!”

“MWOOO?! Huh, terserahlah hyung..” Yoseob pun menghampiri Jieun yang sedang asik mengobrol dengan Junhyung.

“cewek, elu kagak pulang lu ikut kite ke event kita!”

“kondangan gituh?”

“HEMEH?! BUKANNN!! KONSER!”

“ohh.. kalau begitu aku jalan aja, enggapapa kok!”

“ehh! Engga boleh! Kalau lu jalan, gue juga ikut jalan terus gue kagak ikut ke event!” seru Yoseob.

“eh jangan gitu dong, nanti kalau gak ada main vocalist siapa yang mau gantiin coba, jangan ikut gue lah”

“makanya ikut kami!”

“hmm.. baik..lah!”

 

****

Akhirnya mereka pun sampai. Segera mereka pergi ke Room mereka. Namun saat mereka sudah bersiap-siap, tiba-tiba manager B2ST datang.

“yeorobun!” panggil manager itu panik.

“YAA! Wae?”

“Eunji, Jung Eunji A Pink tidak hadir, jadi tak ada yang bisa duet denganmu, Yoseob”

“Mwo? Terus bagaimana?”

“entahlah, aku binggung..” ujar manager itu binggung lalu melihat Jieun yang ikut juga mendengar. “Ya! Itu siapa?”

“pacar akohh..” ucap Yoseob kepedean.

“hemeh, temen om temen..” protes Jieun. “.. annyeonghaseyo, Lee Jieun imnida”

“oh Jieun, anu kau mau tidak menganggantikan Eunji duet dengan Yoseob?”

“HAHH?!” Jieun kaget. “..aku..? aku tidak bisa menyanyi..”

“ayolah! Sebentar lagi B2ST nampil habis itu duetnya Yoseob, please!” pinta manager itu pada Jieun. Jieun kebinggungan.

“etoo,, baiklah.. tapi, aku harus nyanyi apa?”

“tenang, kan ada aku sayang.. mumumu..” goda Yoseob pada Jieun sambil menyenggol lenggannya.

“hemeh, bukan muhrim..”

“kita berdua akan menyanyikan lagu Love Day, kau pasti hapal lagunya, kau kan B2UTYS”

“HAHH?? B2UTYSS??!”

“iya.. iya Jieun itu Beautys, wae? Lihat mukanya, Beautys kan?” tanya Yoseob.

“hemeh, kirain dia fandomnya B2UTYS -___-”

“hehehe, tapi dia juga fandomnya emang B2UTYS, kau hapalkan sayang?”

“Isshh, jangan manggil aku ‘sayang’ coba! Sebenarnya aku sedikit hapal sih,,”

“BAGOOOSSSS!! OKE MARI KITA TOOOSSSSS!!”

 

Suasana hati Jieun kini gemetar dan gugup. Baru kali ini ia akan menyanyi didepan banyak orang. Dan ditambah lagi ia akan berduet dengan Yoseob, pria yang menurutnya sangat-sangat menyebalkan dan merepotkan. Kini MC telah memanggilnya dan Yoseob. Jieun yang memakai dress putih dan rambut yang bergelombang berjalan namun gugup menuju panggung. Disusul oleh Yoseob yang santai itu.

Kini, mereka telah ada diatas panggung. Betapa gugupnya Jieun ketika ia ada diatas panggung, banyak warga (?). lagu mulai bergema, Jieun mulai menyanyi. Dalam ia bernyanyi rasa ketegangan dan gugup seketika hilang. Yoseob begitu sangat takjub mendengar suara Jieun. ‘..indah’ pujinya dalam hati.

Akhirnya lagu pun telah selesai, Jieun lega.

“AKHHH,, sungguh ini momen yang sangat membuatku tegang!” seru Jieun ketika turun dari panggung. Yoseob tersenyum. “apa kau juga seperti itu, Yoseob oppa?” tanya Jieun. Mendengar kata ‘oppa’ Yoseob terkejut.

“oppa?”

“ahh.. tidak-tidak.. maaf yoseob-ssi”

“-____- ya tentu tidak, aku sudah terbiasa, kecuali saat debut mungkin aku seperti dirimu”

“oohh.. sekarang bolehkan aku pulang?”

“tunggu dulu, tunggu event ini selesai!”

“MWO? Aishh..”

 

3 jam kemudian..

“CHUKKAE! ANAK-ANAK!” tiba-tiba manager B2ST datang dengan membawa kabar baik.

“Waeyo? Waeyoo??”

“KALIAN HARI INI SUKSES!”

“WOOOO??!!!” semua anak B2ST senang sampai loncat kayak pocong (?).

“APALAGI SAAT DUETNYA YOSEOB DAN JIEUN. SUNGGUH ITU SANGAT MENAKJUBKAN! KALIAN PASANGAN SERASI!” puji manager B2ST pada Yoseob dan Jieun.

Keduanya tersipu malu.

 

****

2 Tahun Kemudian ..

“Owaa.. Chagiyaa!!” seru seorang pria pada kekasihnya yang sedang asik mendengarkan musik.

“….” Kekasihnya tak menghiraukan pria itu malah ia asik menulis dan mendengarkan musik.

“WOI,, KEBAKARANN!!!” teriak pria itu yang mengejutkan kekasihnya sendiri.

“YOSEOB OPPA! AGRRHHH!!” kesal kekasih pria itu, Yang Yoseob.

“YYEEEEE.. kesel ya?” tanya Yoseob pada kekasihnya yang sedang manyun itu. “..maaf deh maaf” lanjutnya seraya meminta maaf pada kekasihnya.

“Iyadeh, tapi lain kali jangan mengejutkanku ya!”

“Hihi, tidak janji..”

“-____- Oppa! Isshh.. mau apa kau kesini?”

“hmm, mau lihat bidadariku yang sekarang udah sukses!” jawab Yoseob sambil tersenyum indah.

“Hihihi.. ini semua berkat event waktu itu, aku benar-benar sangat berterima kasih kepadamu, B2ST, dan manager yang udah mendukungku, Gomawo oppa!”

“Ne Jieunie, Saranghae!”

“Nado Saranghae!”

Yoseob mendekat pada Jieun. Jieun menutup matanya. Jieun tau pasti ciri-ciri Yoseob seperti ini pasti hendak menciumnya. Chu ~ sebuah ciuman singkat namun itu membuat Jieun tampak senang. “Ayo kita pergi untuk merayakan 5 bulan hubungan kita..” ajak Yoseob seraya mengulurkan tangannya ke Jieun. Jieun pun menerimanya lalu mereka pun pergi kesuatu tempat.

 

Flassback dulu ..

Setelah insiden event itu (?), Jieun tampak sering berduaan dengan Yoseob. Sampai-sampai setiap Malam mereka selalu pergi. Entahlah, Jieun tampak suka pada Yoseob. Ternyata eh ternyata Yoseob adalah pria yang baik, ramah, romantis, dan rajin menabung (?). pikirannya pada Yoseob yang menurutnya dia adalah artis tak tau diri, sekarang berubah menjadi artis yang rajin menabung (?). hari semakin hari Jieun tak bisa mmbohongi hatinya pada Yoseob. Hingga saatnya..

“..Oppa!” panggil Jieun pada Yoseob saat ada di Sungai Han.

“Oppa? Kau memanggilku oppa lagi?”

“Ne. maafkan aku. Selama ini aku selalu egois padamu. Kukira kau artis yang tak tau diri namun itu salah kau artis yang baik. Aku tidak tau ini perasaan apa, tapi perasaan ini selalu menghantuiku. Aku harus mengungkapkannya. Jadi, aku.. aku..” Jieun tak dapat melanjutkan ucapannya karna airmatanya keluar deras.

“YAA! Kenapa menangis? Aku salah?”

“Aniyoo.. bukan itu.. aku.. aku”

“ayolah, tidak apa-apa. Aku engga gigit kok..”

“Hihi, ne.. Huuutffhh” dengan menarik nafas panjang-panjang, Jieun pun mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. “.. Aku menyukaimu..”

Yoseob kaget. Sangat-sangat kaget. Ia seperti sedang bermimpi. Gadis yang dia suka kini juga menyatakan suka pada dirinya. Ia tersenyum bahagia lalu menghapus airmata yang mengalir dipipi gadis itu. “..aku juga minta maaf..” ucap Yoseob lalu menunduk.

“wae..yo?”

“sebenarnya, aku dan Junhyung hyung taruhan untuk mendapatkan hatimu, dan aku menang..”

“jadi, selama ini, kau.. kau.. dan jadi kau tidak menyukaiku?”

“Ah.. bukan.. aku terlanjur menyukaimu.. jadi maukah kau menjadi kekasihku?”

“aku..? bagaimana dengan fangirlmu?”

“aku tidak peduli, daripada aku tak dapat tidur..” jawab Yoseob manyun.

“Hahaha.. Nde..”

“JINJAYO?? OMOOO!! SARANGHAE LEE JIEUN!!” Yoseob begitu senang lalu menggendong Jieun sambil berputar-putar. Hatinya sungguh sangat senang.

Flassback end..

-The End-

 

Bagaimana readers? Seru? Tidak pasti –v

Oke komeng juseyo (?) tangkayu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s