[FF Freelance/TwoShot] My Bet (Part 1)

[FF] My Bet

Tittle : My Bet

Author : bonceloceob

Ganre : Temukan sendiri

Length : Two Shot

Rating : PG-15+

Cast :

Yang Yoseob B2ST

Lee Jieun

Yong Junhyung B2ST

More^^

Hai hai hai hai!! Ini FF pertama saya. Jadi, maaf kalau mengecewakan. Mungkin ni FF begitu gaje dan gak nyambung –v jadi lontong maklum🙂

****

Seorang pria berjalan dengan santainya menuju kelas. Semua murid melihatnya hingga tak berkedip, terutama para gadis. Pria itu sangat-sangat digemari banyak kalangan muda. Nde, dia artis. Dia adalah Yang Yoseob, Main Vocalist B2ST. kadang di sekolah ia canggung tuk melakukan banyak aktifitas karna setiap ia bergerak, pasti diikuti atau ditatapi. Namun, ada satu dari kalangan gadis, ada satu yang tak suka dengan pria itu. Ia bernama Lee Jieun. Jieun menganggap Yoseob adalah pria tak tau diri. Jieun sangat-sangat tidak suka dengan Yoseob. Namun, Yoseob yang mengetahui itu dari awal bertemu Jieun, berusaha untuk menyadarkan Jieun bahwa Yoseob bukan pria yang ia anggap.

Saat Yoseob telah sampai di sebuah kelas, ia melihat seorang gadis tengah duduk sambil membaca. Ia tampak serius. “..apa.. akan ada ulangan hari ini?” tanya Yoseob yang mengangetkan gadis itu. Sontak gadis itu menatap dengan sinis pada Yoseob. “… maaf-maaf. Aku menganggumu!”

“Aishh..” gerutu gadis itu lalu lanjut membaca bukunya.

“Hei! Aku tadi sedang bertanya padamu? Jawablah!” bentak Yoseob. Gadis itu kembali menatap sinis ke Yoseob. Masih sama seperti tadi. Ia tetap tak menjawab. “..Oii..”

“Bisakah kau diam sedikit?” omel gadis itu.

“Kau yang mulai duluan!” ujar Yoseob tak kalah.

“Mwo? Aku? Cihh..” sinisnya. “..Yang Yoseob-ssi, apakah harus aku yang menjawab pertanyaan bodoh itu? Hah? Coba kau lihat! Disini bukan hanya aku saja, lihaatt!”

“Uh, baiklah Jieun-ssi..” kini Yoseob mengalah. Memang sangat susah kalau sedang mengobrol dengan gadis macam ini. Dia gadis yang sangat keras kepala dan cuek serta judes.

‘Tak apa Seobie, kau pasti bisa! Dilain.. waktu ..’ ucap Yoseob dalam hati.

CCCCLLLLLLIIIIIIIINNNNNNGGGGGGGG (?)

Bel pun berbunyi tanda masuk telah tiba. Yoseob keluar dari kelas itu. Ia berlanjut pergi kekelasnya. Kelasnya berbeda dari kelas lain. Kelas ini khusus untuk para artis. Cukup banyak artis yang ada disekolah ini. Temasuk, grup B2ST. Setelah ia sampai, seseorang menyapanya dari belakang. “Sub, gimana? Kau sudah mendapatkan hatinya?” tanya orang itu.

“Ani hyung. Dia benar-benar sangat susah untuk dibawa ngobrol. Tadi saja aku ingin akrab dengannya, tapi apa yang terjadi? Ia memalukanku!”

“Ckck. Emang susah sekali untuk mendapatkan hatinya. Tenang Seobie, suatu saat nanti ia pasti akan tergila-gila padamu seperti B2UTYS yang disana..”

“Ne. Tapi kapan?”

“Ya! Kubilang jangan dibawa serius! Ini kan hanya sebuah permainan. Pokoknya kau harus mendapatkan hatinya. Bawa ia menjadi yeojamu. Ingat taruhan kita!”

Flassback~

“Sub, lihat! Itu yeoja yang pernah kuceritakan.. kau masih ingat?”

“Mwo? Lee Jieun? Betul kan?”

“Ne. Dia adalah yeoja keras kepala dan cuek. Jadi, dia susah untuk didapatkan hatinya. Pokoknya sesopan apapun kita dia tetap sinis dan cuek”

“Jinjjayo? Junhyung hyung?”

“Nde. Aku ingin membuat taruhan padamu. Kau mau ikut taruhan ku ini?”

“Hah? Taruhan? Oke, siapa takut! Apa taruhannya?”

“Jika kau bisa dapatkan hati yeoja itu dalam waktu satu bulan, kau akan mendapatkan ponselku yang sangat kau inginkan ini..”

“Po.. Po.. Ponsel??”

“Yup..”

“Jika tidak?”

“Jika tidak, kau siap untuk menjadi babuku selama seminggu?”

“Mwo? babu? Haa,, Tidak akan!”

“Bagus. Sudah jelaskan? Deal?”

“DEAL!!”

Flassback end.

“Aishh.. Ne hyung.. Tapi aku tidak bisa melakukannya..” Yoseob murung seketika.

“Ya! Kau tidak usah cemas. Ini hanya permainan kubilang. Kalau kau kalah, kau hanya menjadi babuku selama seminggu.. itu mudahkan?” tanya Junhyung mencoba menenangkan Yoseob yang putus asa itu.

“Ne aku tau. Tapi aku bakal Nyesek kalau jadi babumu hyung!!”

“Nyesek kenapa?”

“Malu tau.. Entar diejek lagi”

“wkwkwk.. Derita lu cup..” ejek Junhyung tak peduli.

“huh..”

****

Istirahat pun tiba..

Yoseob kembali kekelas sebelumnya untuk melihat gadis itu, Lee Jieun. Namun setelah ia masuk kedalam kelas tersebut, ia tak mendapatkan sosok yang ia cari. Dikelas itu pun juga tak ada murid satu pun. Apa mungkin kelas itu sedang pelajaran olahraga? Tidak mungkin. Apa dikantin? Yoseob pun segera berjalan menuju kantin. Dengan rasa tak enak karna dipandang banyak orang dan dipotret beberapa kali, akhirnya pria itu menemukan sosok yang ia cari. Jieun yang sedang mengaduk-ngaduk makanannya sambil memainkan ponselnya. Dengan tampang wajah biasa akhirnya pria itu memutuskan untuk mendekati gadis itu. Semua orang yang berada disekitar sana, kecewa, cemburu melihatnya.

“Oi, kalau makan jangan sambil main ponsel dong!” protes Yoseob saat ia berada didekat Jieun (?). Jieun menoleh. Tatapannya sama dengan yang tadi, sinis.

“Wae? Kau siapa aku? Pake ngatur-ngatur segala..”

“Emang aku bukan siapa-siapanya kamu, tapi aku pernah dengar kalau makan sambil main ponsel itu akibatnya ia akan keselek” jelas Yoseob.

“Tak percaya!”

“Yasudah, kalau tak percaya. Aku hanya memberi tahumu saja!”

EEHHHHHHHEEEEEKKKKK..

“A…Aaaaa…iiiiiirrrrr….”

“Sudahku bilangkan, jangan makan sambil main ponsel, keselek deh jadinya..” ucap Yoseob lalu memberi segelas air putih ke Jieun.

GLEDEK-GLEDEK (?). Jieun langsung menghabisi air itu dengan waktu 5 detik (?).

“Ahh.. Untung hanya keselek..” ucap Jieun bersyukur.

“Eh? Apa maksudmu?” tanya Yoseob binggung.

“Bukan apa-apa!” jawab Jieun.

“Boleh tidak aku duduk disini?” tanya Yoseob lagi.

“Ga boleh! Tu kursi udah di booking!” jawabnya sambil makan.

“Eh? Sama siapa? Sini biarku hajar dia..”

“Heh? Emang kau bisa? Ckck.” Tiba-tiba terdengar suara pria dibelakang Yoseob. Yoseob menoleh kesumber suara. Dan betapa kagetnya Yoseob, ternyata pria itu Junhyung. “..Maaf menunggu lama..” lanjut Junhyung sambil duduk didepan Jieun.

“Ya! Kau,, Kau..” Yoseob tak bisa memberi kata-kata lagi.

“Wae?” tanya Junhyung.

“Ah. Tidak. Cemburu aja ngeliatnya.. Huh” mewek Yoseob (?).

“Elaaahh,, kubilang ini hanya permainan bodoh!” bisik Junhyung pada Yoseob.

Yoseob teringat. Ia hanya ngangguk-ngangguk mengerti. “.. oia, kecap mana? Cup, ambilkan gue kecap dong..” perintah Junhyung. Yoseob yang sedang frustasi itu karna hampir kalah (?), terpaksa mengambil kecap di meja sebelah.

‘setdah ni orang, padahal gue aja belum kalah udah disuruh-disuruh -___-’ gerutu Yoseob dalam hati.

“Nih..” dengan kasar Yoseob pun memberi kecap pada Junhyung.

“Thanks cup..” ujar Junhyung berterima kasih. “… udah ih mukanya jangan cemberut kek gitu.. serem..” lanjut Junhyung sambil memberi kecap pada makanannya lalu memakannya.

“heh? Gua kalau lagi cemberut malah unyu tau, bukan serem.. Ya ga B2UTYS?”

“IYYYAAAAAAA!!” teriak B2UTYS sampai-sampai atap kantin hampir terbang (?).

“Terserah lu lah..” akhirnya Junhyung mengalah. “..Jieun hari ini kau ada acara tidak?” tanya Junhyung pada Jieun yang telah selesai makan itu.

“Hmm.. Tidak..” jawab Jieun dengan nada sinisnya.

“Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan?” ajak Junhyung.

“Mwo??” Yoseob dan Jieun kaget. Yoseob semakin gemes sama Junhyung (?). “Ah.. kemana?”

“Kehatiku..”

“Eh?”

“Engga-engga, nanti kau tahu sendiri. Nomor ponselmu berapa? Sama alamat rumahmu?”

“ah,, sialan, gue pasti kalah ni,, kalah! Ga mau jadi babu!! Masyaallah!!” ucap Yoseob pelan. Pelan sangat (?).

****

Pulangan pun tiba..

Yoseob yang masih kesal dengan adengan yang tadi (?), berjalan menuju rumahnya. “Cup, kagak kedorm lu?” tanya Doojoon pada Yoseob yang sedang bete itu (?).

“Kagak. Gue kagak mau ngeliat muka sirapper kita -_-”

“elah? Nape weh? Lu lagi berantem sama die?” tanya Doojoon penasaran.

“Ya begitulah..”

“hmm.. Wae? Wae? Padahal lu ma die akur banget dulu ampe didorm sering berduaan.. mungkin kalau gak ada member lain, elu sama die pasti ciuman diam-diam, ato jangan-jangan pernah Yadongan!!”

“elah hyung.. kagak segitunya! Pokoknya aku mau kerumah aja.. kangen enyak sama babeh”

“-______________-”

Yoseob tak menghiraukan Doojoon yang masih heran dengannya dan Junhyung. Doojoon pun memutuskan untuk menghampiri Junhyung yang sedang mengobrol dengan Dongwoon. “Jun, gue pen ngomong!” ujar Doojoon.

“Bentar ya beb,,” ucap Junhyung pada Dongwoon untuk menunggu sebentar.

“Yang cepat ya beb. Panas nih!” seru Dongwoon sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan jari-jari panjangnya (?).

“Kenapa hyung?” tanya Junhyung To The Point (?).

“Elahh, gue jijik banget elu manggil si Wowon bebeb-bebepan, ih..”

“Waks. Wowon sekarang bebeb ku hyung. Cemburu ya lu hyung? Sekarang kenapa?”

“-__- elu kenapa sama si pesek? Berantem kenapa?”

“eh? Ohh jadi dia ngadu..dia cuman cemburu ngeliat gue sama Jieun yang orangnya cuek,judes,keras kepala itu lagi mesraan..”

“Woohhh, gituh. Dia ngambeknya tingkat tinggi bro (?).. liat tu dia kagak mau kedorm gara-gara kagak mau liat muke lu..”

“Biarinlah hyung. Gue udah punya rencana buat dia kagak ngambek lagi..” ujar Junhyung dengan senyuman evilnya.

****

“AAHHHHHHHH… AKU KAAAALAAAAHH!!” teriak Yoseob ketika ia telah sampai di rumahnya. Tiba-tiba datang tak diundang, Enyak dan Babeh Yoseob menghampiri Yoseob yang sedang mewek dilantai itu sampai guling-guling gaje.

“MASYAALAHH!! Napa lu nak?” tanya Nyonya Yang.

“Mau tau apa mau tau banget nyak?”

“Bussyeeett,, gini-gini Enyak lu loo..” kesal Nyonya Yang.

“Ampon nyak,, Ucup kalah taruhan sama babang Junhyung!”

“Taruhan? Taruhan apa nak?”

“Mau tau apa mau tau banget beh?”

“Bussyeett, jawab kagak, engga jawab, sendal melayang!”

“Heheh Ampon beh,, taruhan buat ngerebutin hati seorang yeoja..”

“MWO? Ish, padahal babeh kan udah ngasih ilmu gombal sama kamu kenapa kalah?”

“Beh, yeoja ini susah banget diajak ngobrol. Gimana coba ngegombalnya -_-”

“Sama dong kayak enyak lu nih, susah diajak kerja sama -_-”

“Ape lu bilang?”

“Eh, ampon ma,, mama cantik deh,, uuhh.. kekamar yukk!”

“AAA…ayukk!” Nyonya Yang dan Tuan Yang pun pergi kekamar untuk bermesraan didalam (?). *janganyadongyakpak!*

“Idih,, anaknya lagi mewek gini ditinggalin -_- enyak babeh..” omel Yoseob.

BUKKK

Yoseob menutup pintu kamarnya dengan kesal. Ia melempar tasnya kesembarang tempat dan mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan. Ia pun melemparkan tubuhnya dikasur dan menghela nafas panjang-panjang. “Ya! Jieun-ssi. Kenapa harus Junhyung hyung coba? Kenapa tidak aku? Argghh..”

“…siap-siapa saja jadi babu dia.. ekk”

Yoseob POV

Sore menjelang malam..

Aku pun selesai mandi. Segera kupakai pakaianku. Sungguh menyebalkan hari ini. “YOSEOBIE!! TURUNLAH! BABANG JUNHYUNGMU INGIN MENGOBROL DENGANMU!!” terdengar suara teriakan Enyak dari bawah. Junhyung hyung? Ada apa lagi dia weh?

Tanpa basa basi, aku pun turun kebawah. Sesampainya dibawah. Aku melihatnya, Junhyung hyung. “Kenapa? Mau buat aku tambah mewek lagi?” tanyaku sinis.

“Elah cup, kejadian yang tadi masih lu ingat?”

“Ho’oh. Elu dah buat gue sangat-sangat kesal wehh!!!”

“Udah gue bilang ini cuman permainan!” serunya. Aku tak bisa menjawabnya. “..Aku kesini mau memberitahumu” lanjutnya.

“Apa itu?” tanyaku tak kesabaran.

“Sabarlah sedikit, ini mengenai taruhan kita dan Jieun juga..”

“Oh, Jieun-ssi, kau sudah berkencan dengannya?” tanyaku sinis.

“Belum..”

“MWO?! Kau belum berkencan dengannya? Kenapa?”

“Diamlah! Aku ingin memberitahumu dulu!” aku terdiam. “Nah, gitu dong. Jadi begini.. kau tidak memberiku untuk duduk sebentar?”

“-___- sihlakan pak!” ia pun duduk disofa diikuti olehku.

“begini.. hari ini aku tidak berkencan dengan Jieun..” ujarnya yang membuatku kaget.

“Mwo? Lalu?”

“Tapi Jieun akan tetap berkencan, bukan denganku, melainkan dengan…” ucapnya yang membuatku semakin penasaran. “…dengamu..”

Aku kaget dengan ucapannya. Benarkah itu? Aku akan berkencan dengan yeoja yang super duber cuek, judes itu?

“Ah hyung pasti bicanda..”

“Tidak. Aku seriuss..”

“Betulkah? YEESSSSSS!!!!” seruku gembira sambil loncat.

“-_____- seneng banget lu-__-”

“Yaiyalah gue senang, jadikan gue kagak jadi babu lu”

“Heh? Lu kira lu bisa dapetin hati die kalau lu ajak dia kencan?”

“Iya juga yah. Sepertinya tidak.. u.u”

*gubrak* “ingat sisa tiga hari lagi,, kau harus cepat dapatkan hati dia!”

“Iya hyung..”

“Kencanmu jam sembilan malam ini.. jadi jangan melewatinya, Oke?”

“Baiklah pak!”

“Kalau begitu, gue cabut duluan,, oke?” ia pun beranjak pergi. Namun saat ia ingin melangkahkan kakinya hendak pergi, aku menahannya sebantar.

“Terima Kasih hyung..” ujarku berterima kasih padanya. Ia hanya tersenyum sebagai balasannya lalu melanjutkan langkahnya tuk pergi.

Aku melihat jam. Masih jam delapan pas. Masih ada satu jam lagi. Satu jam itu kuisi dengan membuat gombalan untuk Jieun. Ku ambil buku gombalan punya babeh yang pernah ia berikan padaku. Ku buka buku itu lalu membacanya. “…Neng, bapak kamu jualan sate yah? Kok tahu. Iya karna kamu sudah menusuk-nusuk hatiku,, aihhh..” ujarku membaca isi buku itu.

“Aihh,, seperti itukah mengombal seseorang? Aiihh, apa aku bisa?” tanyaku pada diriku.

Aku pun melanjutkan membaca buku itu dengan tersenyum gaje (?). Entahlah, aku merasa saat membaca buku ini bibirku tak bisa berhenti tersenyum. Aku bisa membayangkan ketika aku menggombal Jieun. Apa expresinya yah? Apa semakin judes? Cuek? Aihh,, aku jadi malu kalau jadi begini. Apa yang harus aku lakukan?

Kulihat jam dinding kamarku. Ekk? Udah jam 9 pas? Hemeh, kenapa waktu begitu cepat? Sedangkan aku belum siap apa-apa. Baju apa ya yang harus aku pakai biar yeoja judes itu bisa terpesona melihatku? Hmmm.. AHA! Ini saja!

Kuambil kaos berwarna hitam agak terang dan langsung kupakai. Kurasakan udara diluar. Dingin. Kuputuskan untuk memakai jaket. Tak lupa memakai masker agar aku tak ketahuan sama B2UTYS diluar sana lalu segera akupun menaiki motor.

Author POV

Ditempat lain..

Seorang gadis berdiri indah sedang menunggu seseorang. Ia berdiri didepan rumahnya. Pakaiannya sungguh rapi. Ia benar-benar terlihat sangat manis dan cantik. “.. kemana Junhyung subae?” tanyanya sinis pada dirinya sendiri. Nde, gadis itu adalah Jieun, Lee Jieun, gadis yang jutek, judes, sinis, cuek, keras kepala itu *komplit dah*.

Beberapa kali ia melihat jam tangannya. Hampir jam setengah sepuluh. “.. kalau begini caranya aku tidak akan menerima ajakannya tadi!”

Tiba-tiba suara mesin motor terdengar. Jieun langsung menoleh kesumber suara. “..apa itu Junhyung subae? Ekkk?? BUKAN??!!!!” betapa kagetnya Jieun saat ia melihat dekat-dekat orang yang menaiki motor itu. “..YA! Kauuu?!!”

“Wae?” tanya orang itu binggung akan tingkah Jieun yang aneh itu.

“Kenapa kau yang kesini? Mana Junhyung subae?”

“Hahahahhaa..” tawa orang itu evil.

“Jangan nangis! -__-”

“Aku ketawa tauu.. Yoshh! Ayo naik!” perintah orang itu.

“Tidak mau! Aku kan ingin pergi bersama Junhyung subae! Kalau junhyung subae kesini dan aku tidak ada, bagaimana?”

“Elah,, ayolah naik! YAA! Ini semakin malam loo, hari semakin dingin!” serunya.

“Tidak!”

“Ihh.. begini-begini, junhyung menyuruhku untuk menggantikannya.. dia sedang sibuk. Urusannya kan banyak,, sirapper kece gitu loh -_-” jelas orang itu.

“Begitu, kalau begitu aku tidak ingin pergi. Selamat malam Yoseob-ssi!” ternyata orang itu adalah Yoseob.

“hargai gue napa! Udah rapi kek gini, udah kece kek gini, udah tamvan kek gini! Percuma gue kek gini kalau gak ada artinya!!” ujar Yoseob frustasi. Jieun yang tadi hendak menuju pintu rumahnya, seketika menghentikan langkahnya karna mendengar kata-kata yang keluar dari bibir pria itu. “… kau tau, aku benci kalau suasana seperti ini!”

Mendengar penyataan itu Jieun berbalik lalu menghampiri motor milik Yoseob. “..Cepatlah! hari semakin dingin!” serunya menyuruh Yoseob tuk cepat.

“Kkkk.. Kkaauu..”

“YA! Ppaliiyoo!!” Yoseob tersenyum lalu menaiki motornya dan diikuti oleh Jieun.

“Berpegangan!” seru Yoseob. “..Aku mau ngebut loo..”

“terserah kau, aku tidak mau berpegangan, apalagi melingkari tanganku ini di pinggangmu! Cihh..”

“Betul? Tidak mau melingkari tanganmu itu dipinggangku?” tanya Yoseob evil. “..Baiklah! bersiap-siaplah kau!! Hahahaa..”

Yoseob pun mengendarai motornya dengan cepat. Membuat Jieun takut. Segera ia melingkari kedua tangannya ke pinggang Yoseob. “Tuhkan bener, pasti tanganmu melingkari pinggangmu,, asikk..” goda Yoseob. Jieun yang mendengar itu, langsung melepaskan tangannya dari pinggang Yoseob. “..lah, kenapa dilepas? Padahal udah enak-enak nya tadi, heung..” kesal Yoseob.

“Cih,, kenapa harus ngebut? Aku kan jadi takut..”

“Mwo?? Hahahahaa..” tawa Yoseob.

“Ya! Malah nangis lagi -__-”

“Aku ketawa tauu.. wah, kau sangat lucu, kukira yeoja sejudes kau itu tidak pernah takut,, ternyata ternyata wuhahahahaa..”

“Ya! Diam! Fokus ke jalan!”

“Jangan marah yahh.. Hahahaha..”

*TBC*

Bagaimana Readers? Sungguh gaje bukan? Waks. Komen Juseyoo ~ Tengkyu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s