You’re Mine (CHAPTER 1)

Image

Title : You’re Mine

Main cast : Kim Myungsoo (infinite)

          Son Naeun (a-pink)

Rating : PG-15

Length : Chaptered

nb* ada sedikit adegan yang lazim._. dibuat semata untuk meperindah dan memperkuat cerita #halahhh-__-

#Not for Silent reader, author paling anti sama yang itu itu._.v

*******

“annyonghaseyo, jeoneon son naeun inmida,” ujar gadis berambut panjang memasuki kelas barunya, ia baru saja masuk dihari pertamanya.

myungsoo hanya melihat sekilas dan melanjutkan tidurnya tanpa melihat kearahnya,

“baik, kalau begitu kau bisa duduk… em, dibelakang sana. YAA! KIM MYUNGSOO BANGUNN!!!!” teriak chorong sonbaenim,

myungsoo segera mengerlapkan matanya dan kemudian melihat naeun sudah duduk disampingnya ia kaget, “kau.. kenapa kau duduk disini ha?!” ujar myungsoo dingin.

“Chorong sonbaenim yang menyuruhku disini, lagipula disini tak ada tempat kosong selain disini,” ucap naeun masih dengan senyum kearah myungsoo,

“cih, pindah”

naeun akhirnya membalas dengan tatapan sengit dan tak mempedulikan ucapan myungsoo, myungsoo membulatkan matanya.

“aku bilang. kau. pindah. sekarang.” ulang myungsoo menahan sedikit keras,

naeun hanya menoleh sekilas dan langsung membuka bukunya, “kalau kau mau kau saja yang pindah,” ucap naeun tanpa menoleh sedikitpun kearah myungsoo.

“terserah!!” bentak myungsoo dengan mengucapkannya dengan penekanan, dan ia langsung keluar dari kelas. naeun hanya sedikit menoleh tanpa melihat sekeliling yang melihatnya,

.

“emm.. annyong??” sapa ramah siswi lain kepada naeun ketika di kantin, naeun membalasnya denga senyuman. merupakan suatu keberuntungan bukan bahwa ia mendapat sahabat baru dihari pertamanya masuk sekolah,

naeun menyilahkannya duduk, “son naeun, kau?” tanya naeun sambil mengulurkan tangannya.

orang didepannya tampak ragu untuk menjabatnya, dan dengan perlahan ia mejabatnya, “Yoon Bomi,” naeun tersenyum kemudian bomi membalasnya,

“kita satu kelas..” ucap Bomi.

“oh iya? maaf aku lupa menyapamu, habis wajah-wajah hari ini masih terlalu baru,” ujar naeun sambil sedikit tertawa.

“soal tadi.. kau tadi membentak myungsoo bukan?” tanya bomi perlahan,

naeun berfikir sebentar*ebusett bisa mikir dia*#Plakk digampar fans naeun, “myungsoo? ooh.. maksudmu orang menyebalkan itu? yang sengit itu bukan?” tanya naeun mendelik,

bomi mengangguk, “aku cuma hanya memberimu peringatan.. kalau kau lakukan lagi kau bisa-bisa dibully satu sekolahan.” ujar bomi sambil berbisik,

“maksudmu?” tanya naeun tak mengerti.

“dia termasuk dalam club IPA disekolah ini dimana tempat orang pintar yang ada disana, dan tak salah lagi bila mereka disini mempunyai penggemar. dan bila digosipkan bahwa ketuanya, myungsoo dekat denganmu. kau bisa habis dibuli mereka!!!” jelas bomi menjelaskan sambil menatap naeun,

“huh? maksudmu mereka semua sepeti F4 yang ada di film-film?” tanya naeun lagi dengan berbisik agar disamping mereka tak mendengar,

bomi mengangguk lagi, “maka dari itu.. aku hanya tidak mau kau menjadi hiburan mereka saja,” ucap bomi sambil tersenyum kearah naeun.

naeun membalas senyumnya dan mengangguk, “arraseo. gomawo, kau mau ini? aku yang membuatnya sendiri…” tanya naeun menyodorkan bekalnya kearah bomi. bomi tampak sumringah dengan bekal yang dibawa naeun,

.

.

“AISSSHHH~!!!!!!” teriak myungsoo untuk kesekian kalinya diruangan LAB IPA,

sungyu yang mendengar merasa terganggu karna ia sedang memahami larutan cairan kimia ia menoleh sengit, “berisik! sana kau pulang, disini untuk belajar!!”

sungjong dan woohyun hanya sedikit mengangguk walaupun mereka juga terganggu dengan temannya yang berteriak satu sama lain. mereka juga sedang meneliti kandungan kimia di mikroskop.

“sudahlah myung, jika memang benar kau sedang ada masalah kau lebih baik pulang, dari pada kau menganggu konsen sunggyu hyung?” ujar Hoya kepada myungsoo yang menutupi wajahnya.

myungsoo hanya terdiam tergeming tanpa bergerak sedikitpun, kemudian ia mengangkat wajahnya, “baiklah. aku pulang dulu hyung!” myungsoo mengambil rompi sekolahnya dan memakainya kembali dan ia menyelempangkan tasnya keluar dari ruang Lab.

.

“aku pulang~” ujar myungsoo ketika ia sampai dirumah, tidak ada orang. ia kemudian menuju ruang tamu dan mendapati ada seorang gadis muda sedang menonton tv, ia tidak sempat melihat wajahnya karna ibunya sudah menyapanya,

“ooh.. myungsoo.. kau sudah datang?! tumben, cepat sekali apakah hari ini penelitiannya cukup baik sehingga cepat selesai?” tannya eomma myungsoo

myungsoo hanya senyum, lalu ia menunjuk gadis itu dengan matanya bermaksud untuk menanyakan ke ibunya,

“ooh.. kenalkan ini anak teman ibu eomma, beberapa bulan ia akan tinggal disini sampai orangtuanya kembali dari Amerika, …omo?! kau belom kenalan, kalian satu kelas padahal…” ujar eomma myungsoo,

“naeun, kenalkan ini anak eomma, “

naeun kemudian berbalik dan ia sontak kaget dan membulatkan matanya, tak berbeda jauh dengan myungsoo ia sudah kelewatan kebingungan,

“neo?!!!”

“neooo??!!!!!!”

“omo?! kalian sudah kenal kan.. baiklah, eomma keatas dulu,” ujar eomma myungsoo dan langsung menuju tangga.

.

“baiklah, jadi kau anak teman ibuku yang ingin menginap disni?” tanya myungsoo duduk disofa silang naeun,

naeun hanya tak memerdulikan bahwa ada myungsoo yang sedang berbicara, myungsoo menghela nafas,

“bila kau ingin tinggal aman disni, kau harus ingat bahwa disini maupun disekolah anggap kita tidak pernah kenal, kau mengerti?!” ujar myungsoo dingin,

naeun masih tetap mengacuhkannya, bahkan ia sudah mulai mengikuti acara runningman yang ia tonton disetiap minggunya,

“YA! kau tuli apa?! aku tanya apa kau mengerti?!” myungsoo menanyakan dengan peninggian,

naeun menoleh kemudian tersenyum aneh, “mian, ajhussii nuguya?” (maaf paman siapa?) lalu naeun mengacuhkan dan melanjutkan tontonannya,

myungsoo menghela nafas dalam ia benar-benar sudah lelah dengan gadis yang baru ia kenal atau gadis pembawa sial ini, tidak habis pikir sudah 2 kali ia sudah mencapai puncak kesabarannya dengan orang yang sama. ia kemudian memutuskan untuk wudhu(?) menuju ke kamaranya,

.

Myungsoo bosan dengan kegiatannya, karna biasanya sore jam segini ia masih ada di Lab sekolah, sedangkan sekarang ia sampai dirumah 2 jam lebih cepat dari biasanya, akhirnya ia memutuskan untuk menonton tv menuju kebawah,

dilihatnya naeun masih dengan memegang remote tv, ia seperti kebosanan dengan acara yang tayang dilayar tv,

“pergi sana. aku ingin menonton” ujar myungsoo segera setelah ia duduk dengan tatapan dingin kearah naeun,

“ha? nonton saja, apa susahnya?” jawab naeun sambil cemberut masih memencet tombol remote dan memandang lurus kelayar,

“aku tak ingin ada dirimu. acara yang aku tonton gabakal bagus kalo ada kau,” sindir myungsoo mengambil remote yang ada ditangan naeun dengan paksa, naeun membulatkan mata menahan marah,

“sono! tonton saja! lagian gaada acara bagus, semuanya tentang berita teroris!(?)” ujar naeun teriak kepada myungsoo dan ia menuju kamarnya kelantai atas,

dan benar saja pas dicek sama myungsoo semua channel isiniya perang-perangan antara densus 88 sama teroris yang berlangsung diperkampungan terpencil. karna menurut myungsoo tidak menarik ia akhirnya berniat menuju kembali kekamarnya,

selagi melintas pintu kamar Naeun ternyata pintunya terbuka dan membuat myungsoo penasaran ia akhirnya menemukan sebuah ide pintar terlintas, ia ingin berteriak agar memancing naeun dan menguncinya dari luar,

tetapi, ternyata saat ia intip apa yang ada dikamar naeun tidak ada apa-apa. myungsoo kebingungan masih mencari sosok naeun, hingga akhirnya naeun muncul. ia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian pentingnya saja,

reflek myungsoo menelan ludahnya dalam, tangannya bergetar ketika melihat naeun membelakanginya dan seperti naeun mengambil sesuatu yang ada dilemarinya, keringatnya mulai jatuh saat naeun mengeluarkan pakaian dalamnya, dan saat naeun membuka handuknya…

tok.tok.tok.

Naeun sontak menoleh dan mendapati pintu kamarnya tidak tertutup ia yakin benar-benar ada yang mengetuknya, kalau ibu myungsoo tidak apa-apa kalau myungsoo? matilah dirinya, ia langsung dengan cepat memakai lagi handuknya dan menuju pintu untuk menutupnya,

“siapa?!” tanya naeun menunggu jawaban.

tidak ada jawaban.

“maaf, siapa yang tadi mengetuk?” tanya ulang naeun,

tapi masih tidak ada jawaban, akhirnya ia memutuskan untuk memakai bajunya terlebih dahulu sebelum mengubris hal tersebut, tetapi terdengar sesuatu..

“i-ni.. a-a-ku… mi—an.. aku tak sengaja meli-hat-nya, pin-n-tu-nya ter-bu-ka” suara myungsoo lah yang terdengar dengan terbata-bata.

Naeun sontak sangat kaget dan reflek memegangi badannya dengan tanggannya, ia langsung memakai bajunya dengan cepat berniat langsung memarahi myungsoo habis-habisan,

segera setelah Naeun memakai bajunya,ia tidak memakai make-up atau dandan sama sekali tetapi tetap saja ia masih terlihat natural kecantikan, ia langsung melihat dimanakah kiranya myungsoo

diliriknya diruang tamu. tidak ada. dapur. tidak ada. halaman. tidak ada. naeun akhirnya memutuskan untuk melihatnya dikamar myungsoo dan kembali keatas,

naeun dengan cepat menaiki tangga tergesa-gesa sampai didepan pintu kamar myungsoo, ia mengatur nafasnya terlebih dahulu, dan ia langsung membuka pintu kamar myungsoo tanpa mengetuknya,

dilihatnya myungsoo seperti tertidur di meja belajarnya, naeun mengahampirinya memastikan apakah benar myungsoo tertidur,

digerakannya pundak myungsoo. tidak ada gerakan. dipukul ringan bahu myungsoo. juga tidak ada gerakan.

“dia tidur ga sih?” gumam naeun kecil berbicara sendiri,

“tidak. aku tidak tidur,” ternyata myungsoo membalas gumaman naeun, tetapi myungsoo tidak bergerak seinci pun,

“kau benar tidak tidur?” tanya ulang naeun sambil memukul ringan kedua kalinya bahu myungsoo.

“yang tadi.. a-ku benar-benar.. tak sengaja,” ternyata myungsoo mengerti mengapa naeun mencarinya, yaitu untuk meminta penjelasan kejadian tadi. ia merasa sangat bodoh, kenapa ia mengetuknya? kenapa tidak lari saja? ia merasa benar-benar bodoh.

“mwo?! tak sengaja?! katakan! katakan kau sudah liat apa saja?!” bentak naeun meminta penjelasan dengan menggerakan bahu myungsoo dengan berat,

“aku tak lihat apa-apa!!” balas myungsoo, ia akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat kearah naeun, “…setelah kau ingin berganti baju aku langsung mengetuknya! dan aku tak melihat apa-apa!” lalu myungsoo terdiam diikuti naeun juga terdiam,

myungsoo diam ketika menyadari naeun berpakaian sangat pendek ia memakai celana hotpants krem dengan atasan baju kemeja putih kebesaran yang transparan sehingga terlihat bayangan baju dalamannya, myungsoo menelah ludah dalam. ia kemudian tersadar dan mengalihkan pandangannya menuju dinding,

“kau pasti sudah tau kalau aku memakai handuk itu berarti aku habis mandi, tetapi kenapa kau baru mengetuknya setelah itu?! kau pasti mau melihatnya kan?!” tuduh naeun kearah myungsoo yang masih tak menatapnya,

“YA! jawab aku?! kau pasti mau meli-“ ternyata myungsoo sudah menahan nafsunya sejak tadi, tetapi ia gagal. dengan seduktif dan tergesa ia mencium naeun dengan cepat dan mendorongnya kearah dinding,

naeun mencoba memberontak sekencang mungkin tetapi cengkaraman myungsoo lebih kuat, myungsoo masih mencium bibir naeun dengan brutal ia menghisap bibir naeun dengan kuat,

tok.tok.tok.

tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu myungsoo, myungsoo dengan segera melepas ciumannya dan terdengar seperti tutup tupperware yang dibuka,

“myungsoo.. eomma dan appa ingin pergi sebentar, kau jaga naeun ya?” ternyata eomma myungsoo yang memanggilnya.

setelah ciuman itu terlepas naeun mencoba untuk berteriak tetapi myungsoo membekap mulut naeun dengan telapaknya,

“myungsoo??” tanya eomma myungsoo yang tak mendapat jawaban sebelumnya,

“n-e.. ne- eomma..-“ ujar myungsoo sambil mematiskan naeun tak berbuat macam-macam,

“arraseo, eomma dan appa pergi dulu… …jangan lupa jaga naeun!” ucap eomma myungsoo yang terdengar dari balik pintu yang suaranya semakin terdengar jauh.

setelah beberapa lama untuk memastikan bahwa eommanya sudah pergi karna terdengar suara gas mobil yang menjauh, myungsoo membuka bekapannya dan naeun langsung melihat keluar jendela berharap masih ada mobil sedan hitam itu. tetapi pastinya, mobil itu sudah tak ada.

cklek.

naeun memutar balikan badannya dan melihat bahwa myungsoo mengunci pintunya dan memandang naeun dengan ganas,

“apa yang mau kau-“ naeun sontak sedikit berjalan sedikit agar myungsoo tak mendekatinya, “…baik-baik.aku minta maaf sudah menuduhmu,” suara naeun terdengar seperti memohon, ia sudah benar-benar ketakutan dengan apa yang akan myugsoo lakukan terhadapnya,

“oke. aku tidak akan melakukan apa-apa.” ujar myungsoo menahan agar naeun tak menjauh darinya ketika ia mendekat.

“jangan dekat-dekat!” naeun mulai memberontak,

mungkin kalau aku gertak dia akan takut daripada aku memohon batin myungsoo, dan ia langsung menunjukan ekspresi ganas. dan benar saja, naeun langsung kaget dan lama-lama tergurat ketakutan diwajahnya,

“tak apa kan bila aku ingin melakukan sesuatu kepadamu?!” myungsoo mengambil langkah besar mendekati naeun, sontak naeun juga kaget dan mundur kebelakang,

”jangan-jangan!! aku mohon,” naeun masih tetap berjalan mundur, dan ternyata ia sudah mencapai dinding, “baik-baik! gini saja! aku akan melakukan apapun yang kau mau!”

“BINGO!” myungsoo melemparkan senyum evil kearah naeun,

           _to_be_continued_

komen sangat diperlukan untuk pantasnya dilanjutkannnya cerita ini._. jadi.. tolong komen yah=) biar author ada kerjaan, author menerima segala komen termasuk masukan, kecuali bash. karna author cepet sakit hatih-_- komen jangan lupa!1 =))))

next : you’re mine chapter 2>>

27 thoughts on “You’re Mine (CHAPTER 1)

  1. Ping balik: [CHAPTERED] YOU’RE MINE {CHAPTER 2} | I Love Kpop FanFiction

  2. Ping balik: [CHAPTERED] YOU’RE MINE {CHAPTER 3] | I Love Kpop FanFiction

  3. Ping balik: [CHAPTERED] YOU’RE MINE {CHAPTER 4:A END!!!} | I Love Kpop FanFiction

  4. anyeong thor aku reader baru di sini izin baca ne alnya q baru nemu ney blog🙂
    …….
    aigoo myungsoo licik bnget sich hahaha😀 sepertinya rasa kesal myungsoo terhadap naeun berubah menjadi nafsu haha😀
    kereen nich ceritanya bagus dan menarik aku suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s