[CHAPTER] Baby, I’m Sorry (Part 1)

[FF] Baby, I'm SorryTittle : I’m Sorry

Author : imfany

Ganre : entahlah ._.

Length : Chapter

Rating : PG-17+

Main Cast :

Yang Yoseob (BEAST)

Kim Hyurin (OC)

Bae Suzy (Miss A)

Other Cast :

Yoon Bomi (A Pink)

Kim Myungsoo (Infinite)

Hyurin POV

“OPPA!!” panggilku pada oppaku, Kim Myungsoo.

Ia tetap tak bergeming. Aku kesal. Akhirnya aku punya ide. Lalu aku mengambil satu ember diisi oleh air dingin dan ku tumpahkan ke wajah ‘Tampan’ oppaku. Hihihi. Aku berhasil, ia terbangun.

“Eh BOCHORRRRR BOCHHOOORRR!!!!” teriak oppaku histeris sambil bangun dan membuka matanya lebar-lebar (?). aku tertawa melihatnya.

“Hahaha. Perutku sakit sekali!” tawaku tak henti-henti.

PLETEK (?)

“Aww.. sakit!” gerutuku kesakitan karna ia menjitak kepalaku keras.

“Rasain. Kamu ini! Oppa lagi tidur malah dibangunin, disimbur air dingin lagi,, isshh” omelnya.

“Hhihi. Abis oppa belum bangun-bangun juga!” ujarku sambil manyun.

“Ini hari minggu, jadi oppa pengen tidur sepuasnya, arra?” ucapnya sambil mengelus-elus pipi tembemku ini.

“NO! Oppa harus bantu aku bersih-bersih rumah!” perintahku.

“Mwo? Andwe. Kamu kan cewek, aku cowok. Nah, jadi kamu aja yang bersihin rumah!” tolaknya.

“Eh, emang apa bedanya Cowok sama Cewek? Sama-sama manusia kan?”

“Azzz,, sudah sanah. Jangan ganggu oppa!” serunya lalu beranjak terbaring.

“OPPA!!!! Kusimbur lagi yah!” ancamku. Ia terbangun lagi lalu bangkit dari tempat tidurnya. “Bagus deh, oppa udah bangun” ucapku senang sambil tersenyum. Tapi, tak beberapa menit kemudian, ia terbaring lagi di sofa kamarnya. “Eh! Kok tidur lagi! Ihhh!” lanjutku lalu kembali mendekatinya.

 

Yoseob POV

Hari ini aku pengen membahagiakan kekasihku. Sudah lama kutinggalkan dia sendirian di kota Seoul. Aku sudah meninggalkannya satu tahun karna aku harus bersekolah di Jepang. Maafkan aku, Suzy. Setelah aku sampai di kota Seoul, segera aku mencari taksi namun tak langsung pulang. Kusempatkan pergi kerumah Suzy. Karna, aku benar-benar merindukannya.

Sesampainya, aku berjalan menyusuri halaman rumah yeoja itu. Kudapati pintu yang dari dulu tak berubah sama sekali. Warnanya tetap putih indah seperti yeoja itu. Ku ketuk pintu rumahnya. Dan tak lama, pintu terbuka. Dan kudapati yeoja itu.

“OPPA!” serunya kaget lalu memelukku erat. “Aku merindukanmu oppa!” lanjutnya. Kubalas pelukannya.

“aku juga” jawabku lalu melepaskan pelukan kami.

“oppa, masuklah!” perintahnya namun aku masih terdiam. “oppa, ayo..”

“mianhae chagi-ya. Aku sepertinya harus pulang. Karna saat aku sampai di seoul, aku belum sempat pulang. Besok aku akan kesini lagi,, kita akan bersama lagi, seperti dulu..” ujarku panjang lebar sambil mengelus-elus pipi cabinya itu.

“wae? Kenapa begitu? Kita baru saja bertemu,, apa kau tidak merindukanku sepenuhnya? Hanya setengah?” tanyanya datar.

“aniyo. Bukan begitu. Tenanglah chagi. Besok aku janji, aku akan kesini untuk bersamamu. Arasseo?” ia mengangguk mengerti. “baiklah, aku pulang yah. Telepon aku kalau ada apa-apa” lanjutku sambil berbalik ingin melangkah pergi. Namun, langkah-langkahku dihenti oleh suara manisnya.

“Oppa!” panggilnya lalu aku menoleh padanya. “saranghae!” serunya. Aku tersenyum.

“nado saranghae!” balasku lalu melambai tangan dan melanjutkan langkah-langkahku. Ia membalas lambaian tanganku. Aku bisa melihat wajah murungnya. Aku benar-benar tak tega. Sudah lama kami tidak bertemu. Yeoja itu. Sarangahae Suzy-ah.

*****

Sekarang apa yang ia lakukan? Kenapa tak ada telepon darinya? Apa ia marah padaku karna aku tidak bersamanya tadi? Omo, maafkan aku Suzy-ah.

CLECK

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka. Dan ternyata yang membukanya adalah eommaku.

“Yoseobie, dibawah ada seseorang yang sepertinya sangat-sangat special untukmu” ucapnya. Aku binggung.

“nugu-ya?” tanyaku penasaran.

“makanya kebawahlah. Kalau kau tidak kebawah, kau akan menyesal..” ujarnya lagi.

Dengan keadaan malas, aku pun menuruti ucapan eomma. Aku menuruni tangga dengan malas. Lalu sampailah aku diruang tengah. Dan kulihat sosok seorang yeoja berpakaian simple (?). yeoja itu, yeoja yang tadi siang ku temui. Suzy.

“Malam oppa!” serunya padaku.

“ahh,, seperinya eomma tidak boleh disini.. eomma harus pergi,, hehe” ujar eomma yang membuat kami berdua tersipu malu.

Eomma pun telah pergi. Kami terdiam. Entah hatiku sangat berdebar ketika berada di hadapannya. Aku sangat gugup sekali. Sekarang apa yang harus aku lakukan?

“ah,, kajja kita duduk!” ajakku sambil membawanya duduk di sofa. Dan lagi, aku kembali gugup. Dengan pelan-pelan aku buka bicara. “kenapa tadi kau tidak menelpon ku?” tanyaku.

“oh, mianhae. Aku baru ingat, pulsaku tadi habis baru saja aku isi,, hehe. Mianhae oppa” jawabnya. Aku hanya mengangguk mengerti. “oppa, aku heran padamu. Kenapa kau berubah? Kemana sikapmu yang dulu?” tanyanya. Aku kaget.

“mwo? Apa aku berubah?” ia mengangguk. “entahlah, mungkin karna aku semakin dewasa. Mungkin saja sikapku berubah. Emang, kau mau sikapku seperti apa?” tanyaku lagi.

“aku ingin oppa menyium keningku, saat kita bersama.. apa kau tak ingat?” jawabnya sembari memberi pertanyaan lagi.

“ahh,, aiggoo.. mianhae.. aku begitu lupa sekali.. mian..” ucapku meminta maaf.

“tuh kan, aku yakin setelah oppa kembali, oppa pasti akan melupakan itu semua!” ujarnya.

“Suzy-ah. Oppa janji, oppa akan selalu setia disisimu. Oppa akan mengecup keningmu saat kita akan bersama.. oppa janji!” ucapku seraya memberi janji.

“jinjjayo? Aku tak yakin oppa akan menepati janji itu..” ucapnya. Aku mengeleng.

“aniyo Suzy-ah. Aku tak akan mengikari perjanjian ini.. aku mencintaimu, Suzy-ah..” ucapku lalu mengecup keningnya.

“bagus deh.. aku juga mencintaimu..”

—–

Pagi pun tiba..

Aku terbangun dari tidurku. Entah apa yang telah kumimpikan tadi malam. Seorang yeoja yang misterius. Ia mirip sekali dengan type yeoja ku. Namun, ini sama sekali bukan Suzy, yeojaku. Pokoknya, mimpi ini tak boleh aku ceritakan kepada siapa pun! Termasuk, Suzy.

Kulihat jam dinding kamarku. Ah telat!

 

Hyurin POV

Aku berusaha berlari secepat kilat. Karna aku telat masuk kuliah. Ini bukan sekali, tapi ini sudah tiga kali lebih. Aigoo, padahal ini jam pelajaran yang ku nanti!

BBUUUUKKK

Tiba-tiba aku tak sengaja menabrak seoarng namja. Aku mencoba meminta maaf tanpa menatapnya. “Mianhae. Jongmal mianhae!” ucapku meminta maaf sambil membungkuk beberapa kali.

“aahh.. sudah-sudah.. aku tidak apa-apa!”seru namja itu. Aku menatapnya. Omo, wajahnya?! “ini juga salahku, aku memang terburu-buru..” lanjutnya.

“ah, aku memang ceroboh sekali..” ucapku sambil menunduk.

“YAA! Jangan begitu. Kita sama-sama bersalah.. nae?” ucapnya menenangkanku sambil memegang pundakku dan tersenyum indah padaku. Aku mengangguk.

“baiklah. Siapa namamu?” tanyanya.

“namaku Kim Hyurin, panggil saja Hyurin. Kau?” jawabku sembari membalas pertanyaannya.

“Yang Yoseob imnida. Bangaseumnida!” jawabnya sambil terus tersenyum indah padaku.

Senyumnya, membuatku terpesona! Aahhh diaaa!! Tampan sekali! Saat aku kembali melihat pandangan kedepan, namja itu tak ada lagi. Aku kaget. Kulihat kebelakang. Ternyata ia sedang berjalan dengan indahnya. Dari belakang saja dia sudah keren, apalagi saat dari depan, neomu keren! (?)

Ah, aku ingat! Aku belum masuk kelas. SalKen yah Yoseob-ssi.

 

Yoseob POV

Akhirnya aku terbebas dari kelas pelajaran yang membosankan ini. Yeoja tadi pagi lucu juga. Hyurin, itu nama yang indah untuknya. Cocok sekali dengannya. Ah, aku kenapa?

Aku berjalan menuju parkiran. Ternyata aku bertemu dengannya lagi. Aku pun menyapanya. “Annyeong Hyurin!” sapaku padanya.

“Ah,, ne annyeong Yoseob oppa..” ujarnya membalas sapaanku. Oppa? Ia memanggilku oppa? Tak ku sangka itu.

“Oppa? Berapa umurmu?” tanyaku.

“22, aku tau kau pasti tua dariku,, jadi kucoba saja memanggilmu ‘oppa’ kkkk~” jawabnya yang membuatku gemas dengan pipi cabinya.

“hahaha..” tawaku.

Tak lama Suzy datang lalu melingkari tangannya dipinggangku dengan manja. “akhh oppa ternyata kau disini..” ujarnya. Aku hanya tersenyum. “..aku mencarimu kemana-mana, ternyata disini..” lanjutnya lalu melepaskan lingkaran tangannya dari pinggangku. “dann,, siapa ini?” tanyanya.

“oia, ini kenalan oppa tadi pagi. Dia Hyurin..” aku mencoba memperkenalkan yeoja itu kepada Suzy agar tak menjadi masalah yang menimpa hubungan antara aku dan Suzy.

“Annyeonghaseyo, Kim Hyurin imnida. Bangaseumnida^^” Hyurin memperkenalkan dirinya. Dan ia mencoba mengulur tangannya hendak bersalaman dengan Suzy. Namun, Suzy tak menghiraukannya. Ia malah terdiam sambil menatap Hyurin aneh. “ah, tak usah berjabat tidak apa-apa kok!^^” yeoja itu berusaha tersenyum. Aku semakin gemas padanya.

“Hmm, Bae Suzy imnida. Aku yeojachingu Yoseob oppa. Jadi, jangan menyentuh dia kecuali kau mendapat izin dariku. Heh..” ucap Suzy sinis. Entahlah, sikapnya berubah.

“Suzy, kau tidak boleh seperti itu!” seruku.

“mwo? Waeeeyoo? Kau membelanya?” ujarnya bertanya-tanya.

“aniyoo,, sikapmu membuat hatinya sakit.. jangan begitulah!”

“yasudahlah, kalau oppa membelanya sana lah,, jangan harap hubungan kita berlanjut!”

“MWO?! Andweyoo! Nee kita pulang..” ucapku pada akhirnya (?). “Hyurin, aku minta maaf karna ulah sikap dari Suzy.. Mian..” lanjutku meminta maaf pada Hyurin. Aku tau pasti hatinya sangat sakit saat ini.

“Ne kwenchanna oppa! Aku tidak apa-apa!” serunya sambil tersenyum indah padaku.

“OPPA! APA KAU MASIH INGIN BICARA PADANYA? APA KAU MAU HUBUNGAN KITA TIDAK BERLANJUT LAGI?! HAH??!!” teriak Suzy yang sekarang berada didalam mobilku. Ahh,, tanpa basa-basi aku langsung berlari ke arah mobilku dan menyalakan mobilku. Dan beberapa detik kemudian, aku mengemudi mobilku.

Aku melihat kaca spion didekatku. Aku bisa melihat ia yang sedang murung itu. Pasti kata itu sakit sekali. Aku menoleh pada Suzy. “Suzy, wae?” tanyaku jantan (?).

“mwo? Hyurin lagi?” aku mengangguk. “aiggooo, kenapa kau membelanya? Aku yeojamu. Dia bukan siapa-siapamu. Kenapa kau membelanya?” omelnya.

“kau tau tidak, perkataanmu tadi membuat hatinya sakit!” seruku.

“mwo? Waeyo? Tidak apa-apa kan, sedikit membuat hati orang sakit..”

“kau bilang sedikit? Itu lebih Suzy-ah!”

“tuh kan,, kau sudah tidak mencintaiku lagi! Perkataanmu tadi malam hanya perkataan PALSU!”

SSSSSRRRRRIIITTTT (?)

Aku menghentikan mobilku. “YYAAA!!WAEYO? Jangan bilang..”

“turun..” ucapku pelan.

“MWO?! Apa-apaan ini?” omelnya.

“TURUN!” perintahku.

“oke hubungan kita berakhir sampai disini!! Tak ada lagi hubungan diantara kita!”

“TURUUUUUNNNNN!!!” perintahku semakin menjadi-jadi (?). ia pun turun dan aku puas itu. Segera aku mengendarai mobilku kembali.

Diperjalanan pikiranku mulai kemana-mana. Entahlah sekarang rambutku seperti apa jadinya karna sedari tadi aku mengacak-acak rambutku ini. Tak lama, aku melihat segerumbulan orang sedang membuat lingkaran(?). Entah ada apa ini. Aku menghentikan mobilku lalu secepatnya aku mendekati gerumbulan orang itu. Ternyata seseorang pingsan. Ia namja.

“ahh, maaf kan saya.. apakah itu mobil anda?” tanya seseorang padaku sambil menunjuk mobilku.

“ne, wae?”

“bolehkah kami meminjamnya? Tolong bantu namja itu, antar ia ke rumah sakit.. jeball..!!” pinta orang itu. Aku tak tega.

“baiklah..” jawabku menerima permintaannya. Segera gerumbulan orang-orang itu mengangkat namja yang pingsan itu kedalam mobilku.

*****

CLECK

Pintu ruang gawat terbuka. Segera aku berdiri untuk mendengar pernyataan dokter yang memeriksa namja yang tadi pingsan itu.

“bagaimana dok?” tanyaku tak sabaran.

“maaf, apakah anda salah satu keluarganya?” aku menggeleng. “..lalu apa anda kenal dia?” lagi-lagi aku menggeleng.

“aku hanya menolongnya saja..”

“baiklah, namja itu terkena penyakit langka.. ia kalau kambuh bisa pingsan atau bisa saja hilang ingatan..” jelas dokter itu. Aku menunduk kasihan.

“kasihan sekali namja itu, bolehkah aku masuk?” pintaku.

“nee, sihlakan..”

Setelah mendapatkan izin, segera aku masuk kedalam ruang. Ahh, namja itu masih belum sadarkan diri. Beberapa menit kemudian, ia terbangun. Aku senang.

“annyeong.. apa kau sudah baikan?” tanyaku. Pelan-pelan ia menjawab pertanyaanku.

“hmmm,, nunuguu-yyaa??”

“nde, Yang Yoseob imnida, panggil saja Yoseob..”

“bangapta Yoseob-ssii.. aahhh aku dimana?”

“kau dirumah sakit,,”

“dirumah? Sakit? Aku sakit apa? Aku tak mengingat kegiatanku hari ini,, aku kenapa?”

Omoo,, ia tak mengingat? Aku tambah kasihan padanya.

“apa kau mengingat namamu?”

“hmm,, nde.. aku kim..”

Belum ia menyelesaikan ucapannya, seseorang masuk lalu menangis. Ia seorang yeoja. “OPPAAA!!! Hikksss.. hikkss…”

“oppaa!! Jangan tinggalkan aku sendirian!! Oppaaaaaa!!!” yeoja itu terus menangis sambil menggenggam tangan namja itu.

“hyurin? Kau hyurin?” yeoja itu mengangguk. Aku kaget. Yeoja itu ternyata yeoja tadi. Kim Hyurin.

“hyurin?”

“ahh,, Yoseob? Annyeong oppa! Maaf aku mengabaikanmu…”

“aahh tidak apa-apa.. ini oppamu?”

“nde,, apa kau yang menolong oppaku?” aku mengangguk. “gomawoo! Maaf, sudah merepotkanmu oppa”

“sstt.. sudahlah,, kajja aku ingin katakan padamu tentang penyakit oppamu” bisikku padanya lalu membawanya keluar ruangan.

Setelah sampai diluar, aku langsung memberi tau Hyurin tentang penyakit oppanya.

“..kata dokter, oppamu itu terkena penyakit langka..” ujarku. Ia kaget dan tak henti-hentinya meneteskan air mata sambil tangannya menutupi mulutnya karena saking tak percaya. “..mian telah mengagetkanmu.. kalau kambuh ia akan pingsan atau bisa jadi ia hilang ingatan..”

“mwoo?? Aiiggoo.. kenapa ini semua menimpa pada Myungsoo oppa?”

“Myungsoo? Itu nama oppamu?”

“nde.. Kim Myungsoo..”

“sepertinya aku mengenalnya,, akkhh.. dimana aku bertemu denganya yah?” aku terus berpikir.

“jinja? Oppa,, jangan terlalu banyak berpikir.. kudengar jika banyak berpikir kau bisa stress!” ujarnya padaku.

“haha.. kau percaya saja dengan kata-kata itu.. hahaha”

“isshh.. oia, gomawo atas bantuanmu oppa. Entah, aku harus membalasnya apa..” ucapnya sambil menunduk.

“sudahlah Hyurin, itu memang tugasnya semua manusiakan, untuk saling membantu”

“nde..” ucapnya singkat sambil menghapus air matanya.

Kami tersenyum.

Dan aku suka senyumnya..

To Be Continued

Hehehe.. gimana? Gaje? Banget yah,, xD hmm.. untuk ep-ep ‘gomawo’ itu, tolong bersabar menunggu! author usahain tu ep-ep bakal cepat author posting! okeh?!

atu lagi!

Komen yah! Tengs..

One thought on “[CHAPTER] Baby, I’m Sorry (Part 1)

  1. Huaaaaa.. Jarang-jarang nemu ff yang cast nya yochicken..😀

    tapi kenapa cast nya ada suzy juga yah *huuhuu g terima.. Tapi g apa deh karena main cast cewe nya OC.. Hehe
    Kalo bisa sampe akhir sama hyurin aja yah, jebal..

    Trus lanjut kan yah author.. ^^ fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s