[MyungEun Couple/Chapter] Gomawo.. (Part 3)

Tittle : Gomawo..

Author : ImFany (@_Fany)

Genre : Romance, FriendShip

Lenght : Chapter

Rating : PG-17

Part : 1 | 2 | 3

Main Cast :

  1. Kim Myungsoo (Infinite)
  2. Son Naeun (A Pink)

Other Cast :

  1. Son Dongwoon (B2ST)
  2. Jung Eunji (A Pink)
  3. Lee Sunggyu (Infinite)
  4. Nam Woohyun (Infinite)
  5. Park Jiyeon (T-ARA) <– New Cast
  6. Seo In Guk <– New Cast

HAPPY READING

****

Sesampai Naeun dirumah, ia langsung berlari ke kamarnya sambil menangis. Dikamar, Naeun benar-benar tak bisa berhenti menangis. Entah sudah berapa tisu yang ia ambil dan dibuang sembarang tempat.

I Can You Smile..

Tiba-tiba ponsel Naeun berbunyi bertanda seseorang sedang menghubungi Naeun. Dengan masih mengeluarkan air mata, Naeun pun meraih ponselnya yang tak jauh darinya lalu mengangkatnya.

“Yeoboseyo..” Kata Naeun.

“Yeoboseyo,, Naeunnie,, ini aku Eunji.. Aku baru saja ganti nomor ponsel.. Eh, Naeunnie,, kau kenapa? Sepertinya kau sedang menangis..” Ternyata yang menghubungi Naeun adalah Eunji.

“Anio.. Aku lagi pilek.. Ada apa kau menghubungiku?” kata Naeun bohong.

“Oh.. Tadi aku melihat Woohyun bersama seorang yeoja..”

“Mwo??” Naeun shock saat mendengar nama namjanya. Tangissannya pun terhenti seketika.

“Ne. Mereka mesra banget. Pegangan tangan lagi. Pokoknya mesra banget deh.. Sayang, aku tidak terlalu jelas melihat wajah yeoja itu.. Yang jelas namjamu sedang berkencan dengan yeoja itu..”

“Aku tidak menyangka kalau Woohyun oppa bisa melakukan itu padaku nji..”

“Kan sudah kubilang,, cari namja yang baik. Kau sih gak percaya dengan omonganku..”

“Tapi, kau yakin itu Woohyun oppa?”

“Yakin 100%.. Aku taunya dari tas yang namja itu kenakan. Tadi Woohyun pakai tas warna Coklat Tua kan??”

“Ne..”

“Nah,, aku melihat gantungan kunci yang bernama Woohyun di tas namja itu.. Aku yakin dia pasti Woohyun.. Percaya deh..”

”Kalau memang benar Woohyun oppa selingkuh, aku tidak akan segan-segan memutuskannya!”

“Ck. Kenapa tidak sekarang aja sih Naeunnie??”

“Tunggulah nji. Bukan saatnya yang tepat untuk memutuskan namja itu. Lagian, belum tentu pasti kalau Woohyun oppa sedang berkencan dengan yeoja lain..”

“Ya deh. Terserah kamu saja. Oia, sampai sini dulu yah kita bincang-bincangnya.”

“Ne.”

“Annyeong ._.”

Tit. Telpon pun terputus. Sekarang dibenak Naeun mulai muncul pertanyaan. Pertanyaan yang sering muncul adalah, yeoja yang Eunji maksud.

“Siapa yeoja itu yah?? Begitu misterius sekali yeoja itu.. Apa jangan-jangan omongan Eunji tadi benar. Kalau Woohyun oppa memang sedang berkencan dengan yeoja itu. Akkhh,, tidak mungkin..”

****

3 Hari Kemudian..

Naeun mengambil cuti selama 1 minggu. Akhir-akhir ini Naeun sering mengurung diri dalam kamarnya. Entah ia sedang ngapain didalam kamarnya sampai betah didalam. Ia juga tidak sering makan. Mungkin berat tubuh Naeun sudah menurun sekarang.

Tiba-tiba pada malam hari, Naeun menjerit kesakitan didalam kamarnya. Sontak oppa Naeun, Son Dongwoon, menjadi khawatir pada dongsaengnya itu. Makin lama, suara jeritan Naeun semakin keras. Dongwoon pun menghampiri kamar Naeun karna takut kenapa-napa. Saat ia mencoba membuka pintu kamar Naeun, sialnya pintunya dikunci oleh Naeun. Tumbuhlah akal di benak Dongwoon, ia mencoba mendobrak pintu kamar saengnya itu.

BUKK… (?)

Pintu itu berhasil terbuka. Dongwoon bisa melihat saengnya yang terjatuh di lantai itu sambil memeras-meras perutnya.

“YYAA! Naeunnie,, kwenchana??” Tanya Dongwoon khawatir.

“AkkGkkkhH!! Tolong oppa! Sss..akiiitt..” Jerit Naeun minta tolong.

“Ne..” Segera Dongwoon menggendong Naeun yang sedari tadi menjerit kesakitan itu. Ia coba membawanya kerumah sakit.

Didalam perjalanan, Naeun benar-benar tak kuat menahan rasa sakit yang ia alami saat ini. “Sabarlah saeng.. Bentar lagi kita sampai kok..” Ujar Dongwoon panik sambil mengemudi mobilnya itu.

“Oppa.. Ssakkiitt..!!”

Akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit. Dongwoon menggendong Naeun lagi sambil membawanya masuk kedalam rumah sakit.

“Sus. Tolong dongsaeng saya! Ppalli!!” Seru Dongwoon memanggil suster yang tak jauh darinya. Untunglah, suster itu sedang membawa kasur roda. Segera Dongwoon rebahkan Naeun ke kasur tersebut saat suster itu telah ada berdiri kaku dihadapan Dongwoon. Dongwoon dan suster itu pun mendorong kasur tersebut hingga sampai di ruang UGD.

“Maaf tuan. Anda cukup menunggu disini saja.” Ujar suster itu lalu membawa Naeun masuk ke ruang UGD.

Dongwoon duduk di tempat tunggu. “Aishh. Kenapa disaat seperti ini kau harus seperti ini Naeunnie. Jika appa dan umma tau kalau kau masuk rumah sakit, akan ada marah besar nanti yang menimpa diriku..” Kata Dongwoon pelan sambil mengosok kedua tangganya itu karna memang sudah larut malam, udara sudah terasa dingin.

Sesaat kemudian..

CLECK..

Pintu ruang itu terbuka. Dengan cepat, Dongwoon berdiri. “Bangaimana dengan dongsaeng saya dok?” Tanya Dongwoon tak sabar lagi.

“Kau keluarganya?”

“Ne. Saya oppanya..”

“Dia mengalami usus buntu.. Kami akan melakukan operasi.”

“Sihlakan dok. Saya akan membayarnya!”

“Baiklah. Kami akan melakukan operasi sekarang. Kau bisa membayarnya di sana..” Ujar dokter itu. “Suster! Kajja siapkan ruang operasi sekarang!” Perintah dokter itu pada susternya.

****

“NAEUN!”

Terdengar suara teriakkan seorang namja yang terbangun dari tidurnya. “Naeun.. Kenapa kau terus menghantui benakku?” Ujar namja itu.

“Apa kabar Naeun? Apa kau baik-baik saja? Kau membuatku khawatir, Naeunnie..” Ujar namja itu lagi.

Siapa namja ini? Mengapa ia tau Naeun? Apa ia tau kalau Naeun sudah melihat lagi?

Namja itu pun bangun lalu keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju dapur. Mengambil segelas air lalu meminumnya. Sejenak ia melamun.

“Naeun. Bagaimana dengan operasi matamu? Apa mataku sudah ada di matamu?”

Mata? Apa jangan-jangan namja ini adalah.. Pendonor itu?

****

Keesokkan harinya..

Naeun perlahan-lahan membuka matanya. Ia melihat oppanya terduduk dan tertidur pulas disampingnya. Lalu ia pun berusaha duduk, namun tiba-tiba perutnya sakit.

“Aww..” Rintih Naeun pelan agar oppanya tidak terbangun. “Ada apa dengan semalam? Mengapa aku ada dirumah sakit?” Katanya dalam hati.

AHOK-AHOK-AHOK (?) *jokowiahok-ahok#plak*

Tiba-tiba Dongwoon terbangun lalu melihat Naeun yang telah sadar dan terduduk di depannya itu.

“Naeunnie. Kau sudah sadar?” Naeun mengangguk pelan.

“Mian, Naeun sudah membangun kan oppa..” Ucap Naeun. “.. Oppa, kenapa aku ada disini?” Tanya Naeun.

“Kau ada dirumah sakit. Karna tadi malam, kau menjerit kesakitan. Oppa khawatir kau kenapa-napa. Bilang dokter, kau mengalami usus buntu.. Tadi malam juga, kau dioperasi.. Untunglah, operasi berjalan dengan lancar..” Jelas Dongwoon panjang lebar.

“Ne. Aku ingat sekarang. Oppa,, apakah teman-teman Naeun tau, kalau Naeun masuk rumah sakit?”

“Ne. Kemarin oppa Update Status di twitter tentang dirimu. Banyak yang Retweet and banyak yang nanya,, termasuk sahabatmu dan kekasihmu.. Woohyun.” Jawab Dongwoon. *jdi semalam, sempt on di twitter bang, #plak -_-*

“Oppa-oppa.. Masih saja bisa on di Twitter.. Haha..” Ucap Naeun tertawa kecil.

“Hehe. Oia, katanya kekasihmu akan menjengukmu..”

“Jinjja? Baguslah. Aku juga ingin menanyakan sesuatu padanya..”

“Yasudah. Oppa ingin keluar bentar. Tak apa kan?”

“Ne oppa.. Kwenchana..”

Dongwoon pun keluar dari kamar rawat Naeun. Naeun baru menyadari kalau ponselnya tak ada di dirinya saat ini. Kemana ponsel Naeun?

“Omo, ponselku kemana?” Naeun melihat sebuah ponsel tak jauh darinya. Ponsel Dongwoon. “Tak enak jika aku tak minta izin pada oppa. Takut, ada sesuatu di ponsel itu. Tapi, aku ingin menghubungi Woohyun oppa..”

Karna benar-benar ingin menelpon kekasihnya itu, Naeun pun mengambil ponsel oppanya. “Mianhae oppa. Aku hanya menguras pulsamu sedikit saja..”

Lalu, ia pun menghubungi kekasihnya. Nam Woohyun. Untung Naeun hafal dengan nomor kekasihnya. Jika tidak, ia tak bisa menghubungi kekasihnya itu. Karna, nomor kekasihnya  memang tak ada di ponsel Dongwoon.

Tiitt…

“Ayolah oppa.. Angkat.. Please!” Seru Naeun.

“Yeoboseyo? Nuguya??” Terdengar seorang yeoja yang mengangkat telpon dari Naeun. Siapa yeoja itu?

“Yeo-yeoboseyo. Mian, aku salah sambung..” Segera Naeun memutuskan telpon. Ia sekarang menjadi kaku untuk bicara. “Si-siapa yang mengangkat tadi?”

“Aku seperti mengenal suaranya.. Itu seperti..”

“..Chorong Subae..”

-To Be Continued-

Mian, part yang satu ini,, pendek.. dan bersambungnya kurang tepat juga.. ._.v dan,, mian, klo ad kta yg kurang menyenangkan di FF ini apalagi pas ada nama om jokowi.. #plak *kambuh* oke,, komen ditunggu.. ^o^

9 thoughts on “[MyungEun Couple/Chapter] Gomawo.. (Part 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s