[Gminor Couple/OneShoot]Waiting

Main Cast:

Jiyeon T-Ara As You

Jinwoon 2AM

 Suzy Miss A

Support Cast:

Bora Sistar

Hyuna 4minute

||| Genre: Romantic||| Length: Oneshoot ||| Rating: Pg–15 ||| Disclaimer: Oc Dan Alur Hak Cipta Ada Pada Diri Dan Otak Saya. Sekali Lagi Castnya Hanyalah Milik Tuhan Semata Author Hanya Meminjam Nama,ini adalah FF rombakan pas ikut serta nulis cerpen dan sayangnya nggak menang dan aku pernah postingin di FP kpop lovers dengan cast yang berbeda trus di readfanfiction.wordpress.com . Terinsprirasi dari pengalaman pribadi*curcol |||Author : Nasriani Halim (Park Mirin)

Selamat membaca, jangan lupa ya ;) komentarnya di tunggu :D

sebentar senyum sebentar marah sebentar murung dan kadang kadang menangis tanpa alasan.

memang aneh tapi itu lah jika seseorang merasa yang namanya LOVE LOVE LOVE . jika cinta itu indah aku mengatakan itu SALAH BESAR . memang indah tapi hanya sesaat . dan sangat menyedihkan lagi jika dia tak punya rasa sepertimu . rasa dimana kamu bisa tersenyum jika hanya melihat message-nya ada di inbox kamu , rasa senang dimana saat dia membalas mention di twitter kamu , atau berkomentar pada status kamu di akun sosial , rasa dimana melayang jika dia menyapamu , menyebut namamu , melihat dia mampir di kelas mu atau bahkan hanya lewat doang, dan rasa melayang-layang ke udara saat dia melihatmu dan tersenyum oh NO !!. rasanya wow bagai melayang di udara sampai tak bis berkonsentrasi saat belajar . rasanya saat tidur pun kamu tersenyum sampai pagi . begitu indahnya . tapi hanya liat si dia jalan sama cewek lain , huhhh . rasanya abis loncat dari gedung yang berlantai 11 . sakitnya minta ampun .

apalagi saat para teman temanmu memuji mereka cocok lah , mereka serasi lah . uhhh , airmata tak terbendung lagi . rasanya mau mati lah , rasanya malas sekolah lah , malas liat mukanya lah . itu lah rasanya .

suka ? sayang? atau cinta ? rasanya sama saja . tidak ada bedanya bagi yang patah hati ujung-ujungnya jika tak terbalaskan tetap aja GALAU . UHHH

itulah rasa yang ku rasakan . namaku jiyeon, park jiyeon sekarang aku kelas 3 di SMA swasta di seoul. Dan inilah kisahku ..

***

Saat di dalam auditorium sekolahnya , aku sedang latihan mengejar keteringgalannya karena belakangan ini sulit berkonsentrasi dengan latihan music ku .Aku sedang duduk di depan pianoku (maklum lah saat perpisahan sekolah aku bakalan menunjukkan kepandaianku dalam hal bermain piano) dan berkata dalam hati .

‘ayolah  , kamu pasti bisa kok.cayoo’ kataku sambil menghela nafas panjang .

**

Dia pun mulai memainkan sebuah lagu yang akan di mainkannya di perpisahan sekolah nanti , tiba tiba tepuk tangan terdengar dari kejauhan.  dia bermain dengan menghayati setiap nadanya hingga selesai dengan baik, sampai ia tidak sadar jinwoon sedang duduk di salah satu kursi penonton sambil menikmati permainan musik aku.

Aku sangat kaget sampai-sampai mataku tak berkedip memandang jinwoon yang berjalan kearahku sambil tersenyum. Aku mengira ini hanya khayalannya saja, sampai-sampai jinwoon yang sudah berdiri didepanku tidak kuhiraukan  aku tetap saja melihat ke tempat duduk , tempat jinwoon berjalan kearahku. Jinwoon melambaikan tangannya tapi tetap saja di abaikan oleh ku.

“annyeong, jiyeon~a?” sapa jinwoon sambil terus melambaikan tangannya.

Jinwoon mendekatkan wajahnya di depan wajah ku dan terus memanggilku.

“jiyeon~a?”

“hah” aku kaget bukan kepalang . aku mengedip-ngedipkan mataku berulang kali untuk menyakinkan aku pasti berkhayal lagi. Secara reflex aku menyentuh kedua pipi jinwoon dan berkata “jinwoon~ssi?”

‘ya Tuhan,,, jantungku berdebar terlalu kencang padahal inikan cuman khayalanaku aja’kataku dalam hati. Sambil memengang dadaku dan tersenyum bodoh .

Wajah kami terlalu dekat  sehingga membuat senyum jinwoon begitu jelas di depan mata aku , wajah ku memerah karena tersadar kalau itu nyata bukan hanya khayalanku semata tapi ini nyata. Jinwoon terus saja terseyum memandangnya dengan heran.

“jiyeon, kau belakangan ini suka melamun? Ada apa? apa Kurang sehat?” Tanya jinwoon .

“hah?apa?” aku berkata , dan segera melepas tanganku dari pipi jinwoon .

“aku aku.. ya aku sakit, iya sakit sekali” kataku sambil menahan malu di depan jinwoon

“kurang istirahat ya?” Tanya jinwoon.

“apa?heh..iya iya . aku kurang istirahat”

“ohh, seharusnya lu itu mesti jaga kesehatan .sebentar lagi bukankah acara perpisahan sekolah? Jika kau sakit aku takkan semangat bermain biola…”

“hah?apa?jincha?”

“ne ,karna kamu kan satu-satunya pemain piano tunggal . kalau kau tak ada mana bisa acara berjalan dengan lancar, kan rugi selama ini kita latihan”

“ahhh….kau benar” kataku sambil tertawa pelan, dengan wajahnya yg semakin memerah dengan perasaan kecewa .

“oh iya?”kata mereka bersamaan.

“wae?”kata jinwoon mendahului ku.

“hm, anyyi anyyi~o. aku lupa. Ia aku lupa”kataku yang membuat aku semakin salah tingkah di depan jinwoon.

“oh itu, apa kau melihat suzy?”

“suzy?”kataku dengan muka bête.

‘hah?suzy?suzy lagi? Apa tak ada yang lain?keluhku dalam hati.

“jiyeon? Kau lihat tidak??” Tanya jinwoon lagi.

“ya?hm. anyiii. kenapa ?”

“aku ada perlu dengannya”

‘bilang saja karna kau merindukannya?’ omel aku dalam hati.

“penting?”

“anyyi, tadi dia bilang menungguku di auditorium”

“oh, ya udah ya . aku keluar dulu . suasana di sini panas”

“panas , kan ada AC ? di luar juga sedang hujan”

“hujan?”

“ia hujan”

Aku berlalu, “jiyeon~a , kau mau kemana?”Tanya jinwoon.

Aku tak memperdulikan dan meninggalkan jinwoon begitu saja tanpa bicara lagi.

Diperjalanan ke kelas aku memutuskan untuk singgah di kantin untuk membeli minuman dan snack. Sepanjang lorong sekolah yang dia pikirkan hanyalah kejadian yang baru saja terjadi di auditorium tadi. Kejadian it uterus saja menghantui pikirannya.

“apa?suzy?suzy lagi suzy lagi. Jaga kesehatan? aku pikir jinwoon benar-benar menghawatirkan ku karna aku itu sangat penting untuknya, ternyata heuh cuman karna takut nanti acaranya gagal? Sungguh tidak masuk akal . Aku pikir dia datang untuk mendengarkan dan melihat aku bermain musik ternyata? Suzy lagi suzy lagi. Apa kelebihan orang itu disbanding aku? Cengeng iya,sok manja juga ia menyebalkan apalagi. Hiuhh!” omelanku sepanjang jalan.

“wae?sapa hyuna.

“apa?”

“ck, bukankah kau seharusnya senang karna berduan bersama jinwoon di audiotorium?”

“senang? Kau bilang senang? Apanya yang menyenangkan?huih” kataku dengan ketusnya.

“wae?bukankah tadi kau sampai tak mengedipkan mata saat dia menghampirimu?” kata hyuna menggoda ku.

“hah? Kau melihatnya?”

“hhahahaha, anyyi. sedikit”ucapnya sambil tertawa.

“aissh, sudahlah jangan membahasnya lagi. Aku sedang tak enak mood sekarang”

sesampainya di kantin aku segera memesan lemon tea dengan banyak es batu .

“ini kan dingin kenapa minum yang dingin-dingin?”

“terserahku”

“ya sudahlah, kajja kita kekelas bora pasti sudah menunggu kita”

“hm”

tak sengaja waktu menengok kebelakang aku melihat suzy yg lagi duduk santai ngobrol dengan temannya . Aku heran kenapa dia malah ada di kantin ? Bukannya bertemu jinwoon yg nunggu dia di auditorium? Aneh.

Sesampai dikelas aku hanya berpikir terus menerus kenapa suzy mengabaikan jinwoon yg sedang nunggu dia . Karna rasa penasaran aku berlari ke ruang auditorium berharap jinwoon akan meninggal kan ruangan itu karna sudah lama menunggu , selain itu jam masuk juga sudah berbunyi beberapa menit yang lalu . Seharusnya jinwoon sudah menuju ruang rapat karna dia salah satu panitia dalam perpisahan sekolahku nanti.

Sesampainya di sana tak sesuai dengan dugaan ku , betapa hancur hati ini saat tau bahwa jinwoon masih menunggu suzy disana.

‘segitu besarnya kah perasaanmu padanya?kamu masih menunggu suzy?’ tanyaku dalam hati.

Hujan yang turun semakin membuat suasana hatiku berubah drastis menjadi teramat sedih saat mengetahui sebesar itu ka rasa jinwoon padanya .

***

di hari hari ini aku mulai menghindari jinwoon , begitu selesai latihan aku tak lagi mau ikut makan atau pun nongkrong lagi bareng anak-anak musikal yg tergabung. Semua anggota grup heran padaku . aku menghindari mereka karna jinwoon semakin hari terlihat semakin dekat dengan jinwoon . bahkan mereka berdua sering bermain biola bersama(ini karna suzy juga bergabung dalam musikal di sekolah dan lebih mengerikan lagi suzy di musikal bermain biola dan itu artinya mereka tambah dekat tiap harinya.)

Sesampainya hari perpisahan sekolah , kami tampil dengan musik yang sempurna . Tanpa mengecewakan semua guru yg berpartisipasi , aku bermain dengan penuh konsentrasi tanpa memikirkan perasaanku yg amat terluka karna jinwoon semakin dekat dengan suzy.

Saat keluar dari ruangan aku berpapasan dengan jinwoon.

“jiyeon, cakkaman”kata jinwoon sambil berlari dan menarik tanganku.

“apa aku salah?”

“maksumu?”tanyaku padanya tanpa membalikkan badanku.

“kenapa kau menjauhi aku? Kau tak mau ngupul . bahkan kau tak mau memandangku. Setiap ada aku pasti kamu langsung pergi , apa aku pernah punya salah, jiyeon~a? Apa aku pernah buat kamu tersinggung?jiyeon~, sekarang juga kamu jarang mau sms-in aku, kamu udah bosan jadi teman curhat aku lagi?”

“sudahlah, aku hanya terlalu sibuk belakangan ini. Jangan berlebihan”kataku lalu meninggalkan jinwoon begitu saja.

“jiyeon, maaf”

langkahku terhenti begitu saja setelah mendengar kalimat itu.

“kau menyukaiku?”

aku hanya terdiam tak tau harus berkata apa lagi . langkah jinwoon mendekat semakin mendekat padaku. Dan sekarang dia tepat di belakangku.

“aku,,,udah lah jangan bahas itu, anggap saja perasaanku ini hanya angin lalu”jawabku.

“mungkin aku tak bisa melupakanmu secepat itu tapi aku akan mencobanya , aku pasti lupa denganmu , tapi tidak sekarang. saat kau melihatku anggaplah aku tak pernah ada disana.pergi sejauh-jauhnya itu saja” tambahku dengan nada bergetar menahan air mataku jatuh Dan melangkah meninggalkannya jinwoon begitu saja tanpa menengok kebelakang.

Aku berlari sekuat mungkin menjauh dari jinwoon , semakin jauh . semakin jauh aku berlari semakin deras air mata yang jatuh. Aku berlari pulang ke rumah tanpa menghiraukan hujan yg turun .Aku basah , hatiku hancur, semua rasaku seperti sudah sirna di hapus oleh hujan .

***

sudah beberapa minggu aku tak pernah keluar rumah . Aku takut jika bertemu jinwoon rasaku akan berubah , aku tak ingin berharap lagi padanya . Yang ku tau dia sangat menyukai suzy .

“pagii , jiyeoni”sapa hyuna yg berdiri di depan kamarku.

“hyuna.. aku sangat gugup”

“kenapa seperti itu? Aku yakin kau pasti lulus beasiswa di universitas musik itu”

“hm”

“ya sudah, pergi mandi sana. Sejam lagi kita berangkat”

“ne”

setelah mandi aku menuju tempat tes , aku sangat gugup . Aku sangat berharap bisa lulus karna ini adalah cita-citaku dari kecil , masuk ke universitas musik memenuhi janjiku pada nenek. Aku janji bakalan jadi komposer yang hebat . Berdiri di panggung yg megah nantinya.

saat nomor pesertaku di panggil ke atas panggung , aku berdoa dan berharap jinwoon dan nenek bisa lihat aku lulus di audisi ini. Dengan menarik nafas yang panjang aku mulai memainkan lagu *i will forget you* ,

“lagu ini untuk orang yang aku sayang , dan segera akan aku lupakan demi kebaikannya dan untuk nenek sarange”

aku pun memulai memainkan nada demi nada lagu sambari menyanyikan lagu .

aku terlalu terbawa perasaan , saat bernyanyi yang ku ingat adalah kenangan bersama jinwoon yang akan aku simpan begitu rapi, karna aku tak ingin membuang seseorang yang mengajarkan kesabaran aku menunggu dari smp hingga sekarang , menahan perasaan, tidak egois untuk memaksa perasaannya , ini begitu indah bagiku.

setelah bernyanyi terdengar begitu banyak tepukkan tangan yang sangat meriah , terlihat cahaya kamera yang memotret ke arahku .

“aku terharu”

“dia benar-benar menghayati lagunya” terdengar samar-samar tapi itu lah komentar orang padaku.

Aku berdiri dan memberi hormat untuk meninggalkan panggung tes . Di bawah tampak hyuna dan bora sahabatku sedang menungguku .

“ponselmu”kata bora sambil menyerahkan ponselku.

saat ku buka ada pesan *kau benar-benar akan melupakanku?baiklah, aku mengerti perasaanmu , sekali lagi maafkan aku. Setidaknya aku sudah salah mengenai perasaanku. jinwoon*

aku langsung berlari keluar gedung tes meninggalkan kedua sahabatku , kakak dan ibuku begitu saja. Aku berlari dan terus berlari keluar.

*flashback

“sebenarnya aku dan bora sudah bilang sama jinwoon soal perasaanmu , maafkan kami . Kami juga cerita semua rasa sakit mu karna kelakuan suzy” kata hyuna waktu menjelaskan semuanya padaku.

“lalu?”

“soal suzy , cuman pura-pura suka sma jinwoon, dan jinwoon udah tau semuanya, dia sedih jiyeon. Dia juga bilang kalau saat bersamamu jantungnya selalu berdebar dengan kencang, tapi dianya selalu mengabaikan perasaannya itu karna suzy selalu bersamanya dan selalu membuntutinya. Belum terlambat jiyeon, aku yakin perasaan dia buat lu bukan buat suzy” tambah hyuna.

“masi ada waktu sebelum dia berangkat, kejar dia jiyeon. Setidaknya kau bisa memeluknya dan lihat jinwoon untuk terakhir kalinya.”

***

Berlari mencari taksi , ketika ingin menelpon jinwoon, sialnya ponselku mati.

“sial” gumamku.

Aku bingung harus berbuat apa lagi setelah tau bahwa sebenarnya jinwoon akan pergi ke luar negeri melanjutkan kuliahnya, di taksi aku hanya menangis berharap aku belum terlambat menemuinya sebelum ia pergi. sebelum ke bandara hyuna dan bora memberitahuku bahwa jinwoon datang di acara tes penerimaan itu, ia datang karna bora memakai ponsel ku untuk sms jinwoon , bahwa aku berharap ia datang . Dan jinwoon benar-benar datang . Aku juga tau bahwa jinwoon menyesal telah mengabaikan perasaanku padanya , jinwoon menyesal tak menyadari bahwa aku lah yang tulus menyukainya , bukan suzy . aku juga tau bahwa suzy ternyata hanya taruhan dengan teman-temannya untuk mendapatkan jinwoon , selain itu jinwoon juga sudah di manfaatkan kekayaannya oleh suzy. Betapa hancurnya hati jinwoon, jinwoon juga ternyata menunggu suzy di auditorium 3 jam waktu itu , ia rela tidak menghadiri rapat bahkan makan waktu istirahat demi menunggu suzy, sedangkan suzy malah mesra-mesraan dengan ketua osis di sekolah kami.

Airmataku tak mau berhenti menetes, aku sangat tau bagaimana perasaan jinwoon yg segitu hancurnya melihat orang yg dia percaya dan sangat disukainya ternyata mempermainkan hatinya yang sangat tulus pada suzy , meskipun tak bisa membuat jinwoon suka padaku , aku hanya berharap aku bisa memeluknya untuk terakhir kali sebelum ia pergi dari kota ini.

Di bandara aku berlari mencari jinwoon , aku bahkan melepaskan sepatuku agar bisa berlari mencari jinwoon, berputar-putar dan terus memanggil namanya dalam hati.

“jinwoon ku mohon ijinkan aku melihatmu terakhir kalinya” ucapku yg telah putus asa mencari .

jantungku bedebar begitu kuat hingga aku tak bisa mengatur nafas ku . Saat aku melihat ke belakang alangkah damainya hatiku . Jinwoon , jinwoon ada berdiri di depan pintu masuk dengan kopernya.

aku berlari ke arahnya dan memeluknya begitu saja, terlihat mungkin jinwoon sangatlah terkejut. hatiku damai saat ada di pelukannya walaupun ia tak sama sekali membalas pelukanku.

Saat aku akan melepas pelukanku . Aku merasa tangannya menyentuh pinggangku dan memelukku dengan erat .

Airmataku berubah menjadi kebahagian yang tak pernah terbayangkan. Tiba-tiba aku tersadar bahwa aku tidak boleh merasakan perasaan yg telah ku simpan itu. Aku melepaskan pelukannya dan berlalu pergi begitu saja tanpa menatap wajahnya.

“jiyeon, aku mohon bisa kau kau menungguku sedikit lagi? Bisakah kau lakukan itu”

langkahku terhenti.

‘apa ini jawaban penantianku?’tanyaku pada diriku sendiri.

‘apa aku harus menunggunya lagi?’

aku terkaget jinwoon menarik tanganku dan memegang kedua pipiku, mataku tertutup secara reflex , wajahnya terasa begitu dekat dengan wajahku, terasa sangat lembut dan penuh ketulusan. dia melakukannya di depan orang-orang di bandara . Ini pertama kalinya dia berani melakukan hal-hal yang tak pernah dia lakukan sejak aku mengenalnya. Dan pertama kalinya perasaanku tak bisa terkontrol lagi. Yg terfikir saat itu *aku akan tetap menunggu sampai kapan pun, sampai perasaanmu berubah seutuhnya padaku*

Aku berpikir apa ini lah cinta? Bisa berubah kapan saja? Bisa membuatku kuat dan bertahan selama ini?inikah cinta yg selalu mengajarkanku arti bersabar? Bisa membuat perasaanku berubah 360 derajat lebih cepat. Sepertinya ini lah suka, cinta dan sayang yang pernah kurasakan. Inilah rasa yg bisa mengubah rasa sakit hati menjadi bahagia bukan kepayang. Dan bagiku cintaku pada jinwoon lah yang mengajarkanku arti bersabar selama ini.

Next FF ditunggu aja ya :D maaf jika typo dimana-mana😀

3 thoughts on “[Gminor Couple/OneShoot]Waiting

  1. Iya, bener banget itu narasi openingnya. Kalo ada yang disuka kayak gitu tuh. Haha

    Ceritanya anak muda banget ya, Min? Jadi bisa banget ngebayanginnya. Cuman alurnya rada cepet.

    “aku menghindari mereka karna jinwoon semakin hari terlihat semakin dekat dengan jinwoon”
    Itu maksudnya Jinwoon dg Suzy? Atau gimana?

    Cuman itu aja koreksiku, Min. Ceritanya seru. Next FF? Apa-apa~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s