[Chapter] Babo Namja!_01

Tittle : Babo Namja!

Author : ImFany (@_Fany)

Part : 01

Ganre : Romance, Little Bit Comedy, And FriendShip

Length : Chapter

Summary :

-”Aku memang Namja Babo yang beruntung mempunyai yeoja cerdas dan cantik..” – Kim Myungsoo POV

-”Aku akan berusaha mencerdaskan namjaku!” – Son Naeun POV

-”Urusan kita belum selesai! Jangan harap hubunganmu bisa bahagia, aku akan menghancurkan hubungan kalian! Ingat itu baik-baik!” – Yong Junhyung POV

Main Cast :

Kim Myungsoo (Infinite)

Son Naeun (A Pink)

Other Cast :

Yong Junhyung (B2ST)

Goo Hara (Kara)

Son Dongwoon (B2ST)

HAPPY READING!

Naeun POV

“Selamat Sore..” Kata seorang yeoja dengan sopan terhadapku lalu menundukkan badannya dan kembali lagi tegak. Aku hanya cuek padanya. Karna aku benar-benar tidak mod hari ini.

Aku memang pergi ke Cafee untuk menyantaikan pikiranku. Aku pun duduk di dekat jendela transparan. Pelayan yang menyapaku tadi mengikutiku. Ia mendekatiku.

“Nyonya.. Kau ingin pesan apa?” Tanyanya padaku.

HAh? Nyonya?? Emang aku terlihat tua dimatanya?? Umurku masih 18 tahun.. Dan ia memanggilku Nyonya.. Dia membuat modku menjadi rusak saat ini.. Ahhh!!

“Mwo?? Kau memanggilku Nyonya?? Kya! Umurku masih 18 tahun,,” Ucapku sinis sambil menatapnya sinis.

“Mianheyo.. Aku tak tau kau masih berumur seperti itu.. Aku melihat pakaianmu,, kau seperti 29 tahun.. Mianheyo..” Sejenak kulihat pakaianku.

“Yasudah,, aku ingin pesan Cupcake dan Coffee Cup”

Ia pun meninggalkanku. Ahh,, aku hampir saja membuat seisi Cafee menatapku. Aku membuat diriku malu.

15 Minutes Later..

Ia kembali ke meja makanku. Ia juga menaruh pesananku di atas meja. Aku hanya cuek sambil memainkan ponselku dan sesekali menatap pesananku itu.

“Selamat mencicipi..” Katanya lalu membungkuk padaku.

“Ne.. Gomawo..” Ucapku datar sambil masih memainkan ponselku.

Ia pun pergi. Aku melihat benda yang ada dihadapanku sekarang. Ne, pesananku tadi. Ini sepertinya enak. Hhihi. Tak ingin lama-lama. Langsung saja aku menyerbu pesananku itu. Namun saat aku ingin memasukkan Cupcake kedalam mulutku, tiba-tiba aku melihat sebuah kertas putih yang sedaritadi ada di bawah Cupcake ini. Kuambil dan kubaca isinya.

Mianheyo,, Noona.. Sekali lagi Mianhae.. Tolong, masalah ini jangan sampai dibawa-bawa ke pekerjaanku,, apalagi sampai dibawa ke pihak berwajib.. Aku pasti bisa mampus di penjara.. Mianhe!!

“Gak segitunya kalee..” Ucapku. *Ups.. Hihihi..*

Aku pun langsung membuangnya sembarang tempat. Pelayan tadi lucu juga yah. Sudahlah. Cupcake yang sedari tadi ada di genggaman tanganku langsung ku suapkan kemulutku dalam 2 gigitan. Porsinya sangat-sangat kecil. Padahal, aku masih lapar sekali. Apa aku pesan lagi? Kubuka tasku yang berada disampingku.

Saat kubuka, omona! Dompetku tak ada. Pasti tertinggal di rumah. Aaaaa,, bagaimana ini? Aku bayar pake apa nanti??*pkedaunmba’#plak* Ahh.. Kenapa aku jadi babo begini? Apa aku minta uangnya Junhyung oppa?

Aku langsung menelpon Junhyung oppa. Sudahku telpon beberapa kali, tapi tak terangkat. Bagaimana ini?? Isshh.. Oppa angkatlah! Kalau tidak kita PUTUSS!! Ayolah! Aaaahhh,, Tetap tak diangkat. Namja apaan ini?? Tak bisa apa ngertiin yeojanya? Yeojanya lagi susah begini masih saja sibuk di hubungin. Namja babo!

16 Minutes Later..

Aku melihat sekitarku. Kabur. Lalu kukucek-kucek mataku. Dan terlihatlah dengan jelas. Hah? Aku masih di Cafee ini??!! Orang-orang tadi juga sudah tidak ada disini.

“YAA!! Kau yeoja yang ada disana!” Seru seseorang dari arah kasir. “Kenapa masih disini? Cepat bayar dan pergi pulang.. Cafee akan tutup..” Lanjutnya.

Omona.. Bagaimana ini?? Tak ada jalan lagi, baiklah aku harus jujur. Aku pun mendekati kasir sambil tertunduk. Kuharap ada seseorang yang bisa mengakhiri masalahku. Tak kusadar, ternyata aku sudah sampai di depan kasir.

“Mana uangmu? Cepat bayar! Agar aku cepat pulang!” Serunya. Ih, pelayan macam apa ini. Aku kan tamunya. Kok di bentak begini. tak sopan sekali.

“Mianhae.. Dompetku tadi ketinggalan.. Bolehkan aku bon dulu.. Aku janji aku akan membayarnya!” Ucapku memohon padanya.

“Hah? Emang kau kira ini warung makan yang ada dijalanan, yang bisa seenaknya nge-bon..?? HAH??!!” Ucapnya.

“Mianhae.. Tapi aku janji..” Ucapanku terputus karna tiba-tiba seseorang menaruh uang 300 Won diatas kasir. Aku melihat orang itu. Dia,, dia pelayan tadi.

“Pas kan?” Ujarnya.

“Pas sih.. Tapi, kau lupa,, karyawan disini.. Tidak boleh membayar..” Ucapannya terhentikan karna pelayan itu menatap karyawan yang bekerja di kasir ini dengan sinis.

“Makanya, jangan bilang appaku..!” Bentaknya. “Ambil saja! Cepatlah! Keburu aku kena jemput!” Lanjutnya.

“Nee..” Karyawan kasir itu pun memasukkan uang 300 Won itu kedalam mesin kasir. Kupandang wajah pelayan tadi.

“Gomawo.. Kau sudah menyelamatkanku.. :D ” Ucapku berterima kasih padanya sambil tersenyum.

“Sama-sama.. :D ” Ucapnya seraya membalas senyumanku. “Oia, namamu siapa?”

“Namaku Son Naeun.. Panggil saja Naeun..” Jawabku. “Kau?”

“Aku Goo Hara,, panggil saja Hara..” Jawabnya sambil membawaku berjalan. “Umurmu 18 kan?” Tanyanya lagi.

“Ne.. Wae..??”

“Umurmu lebih muda dariku.. Aku 21 kau 18.. Oia, bagaimana kalau kita bersahabat..?? Please.. Mau yah..” Tawarnya.

“Hmm.. Boleh.. Tapi, aku manggil kau Eonnie.. Boleh kan?” Ia mengangguk lalu kembali tersenyum. Dan tak lama kami tertawa.

Titttt…!!

Tiba-tiba, terdengar suara klakson mobil. Kutenggok mobil itu. Wah, kece banget! *o.Okece?!gauljgsinaeun#plak*

“Naeunie.. Aku pulang yah! Anyyeong..” Pamit Hara eonnie lalu ingin melangkah kakinya ingin masuk kedalam mobil itu.

“Ne.. Anyyeong!” Seruku lalu melambaikan tanganku kepadanya. Aku tak dapat melihat dengan jelas di mobil itu. Tapi, yang jelas aku melihat seorang namja yang menyupir mobil itu. Mungkin, itu namjanya Hara eonnie. Sudahlah, aku pulang saja.

Tapi, aku pulang pakai apa? Apa masih ada kendaraan? Aissh,, hari ini benar-benar sial. Telponku tak diangkat oleh Junhyung oppa. Namjaku. Ortuku pergi keluar negeri untuk 2 minggu ini. Aku tadi mempunyai budi dari Hara eonnie. Dan aku harus tinggal dengan oppaku. *emangknpmba?*

Tiba-tiba aku mendengar suara klakson motor. Karna suara klakson itu dekat denganku, aku begitu kaget. Kutenggok. Dia lagi -___-”

“Wae?” Tanyaku kasar.

“Naiklah.. Sepertinya, kau tak dapat tumpangan lagi.. Hihihi.. Naik!” Serunya.

“Ani!” Tolakku kasar. “Wae?? Kenapa kau ada disini???” Tanyaku lagi dengan kasar.

“Aku hanya mencari angin.. Tak sadar, aku melihatmu sedang gelisah mencari tumpangan.. Cepatlah naik!” Serunya kasar lalu menarik tanganku kasar dan menundukkanku dimotornya.

“Kya!!!” Bentakku tak terima tindakannya.

“Aku melakukan ini agar kau cepat pulang! Kasihan kaunya.. Kalau ada preman-preman jahat bagaimana? Bisa-bisa esokknya kau..”

“Ngomong apa sih?!! -_______- Kaukan juga namja Bad Boy!” Ujarku.

“Apa hubungannya ama preman?? -______-”

“Ada dong..!!”

“Apa??”

“Sama-sama nakal! Kayaknya penyakitmu Babomu keluar deh..”

“o.O Mwo?? Kau bilang aku Babo???!!! Kau sendiri juga babo kan?”

“Babo apaan?”

“Nunggu kendaraan di tempat kayak beginian..”

“Emang ni tempat apaan?? Bukannya ini halte??”

“Bisa baca?” Tanyanya. Aku mengangguk. “Baca itu!!” Perintahnya sambil menunjuk sebuah tulisan. Tulisan itu tertulis :

MAAF HALTE SEDANG KEBANGKRUTAN BUS (?),, JADI HALTE INI KAMI TUTUP SEMENTARA.. SEKIAN TERIMA KASIH!

Aku membelakkan mataku saat membaca tulisan itu. Aku menjadi malu plus salting didepan Myungsoo. AAaahhh.. Aku sangat-sangat malu. Jujur, ini baru pertama kalinya aku malu dan salting didepan Myungsoo.

“Wae?? Mau kuantar gak??” Tawarnya. Aku tetap diam. “Ahh,, banyak mikirnya.. Kuantar aja deh.. Pegangan yah!” Ujarnya sambil menyalakan motornya.

Author POV

“Gomawo..” Ucap Naeun berterima kasih karna telah di antar pulang oleh Myungsoo.

“Cheoma. Besok mau ku antar lagi?” Tawar Myungsoo. Naeun langsung menggeleng cepat. “Hihihi.. Kau lucu sekali,, Baiklah puteri cantik.. Aku pulang dulu yah,,” Lanjutnya.

“-____- Apakah dimatamu aku cantik??” Tanya Naeun.

“Iya dong.. Kau itu seperti bidadari yang jatuh dari surga! Kayak lagu Coboy Junior itu lho… Tau kan..??!! Kunyanyiin yah.. Kau bidadari jatuh dari surga..”

“Hadeehh.. Lebay deh..!!! Sana pulang!” Ujar Naeun sambil mendorong Myungsoo yang sedang menyanyi gaje ke motornya. “Oke.. Sampai jumpa!” Ucap Naeun sambil melambaikan tangannya ke Myungsoo lalu ingin beranjak pergi. Namun, langkahnya di hentikan oleh Myungsoo.

“Good Morning.. :) “

“-____________-’ Good Night Kim Myungsoo.. Tuh kan,, babonya keluar,,!!!” Seru Naeun.

“Aku cuman sengaja Naeun Cantik.. Aku pulang yah.. Pai Pai!” Ujar Myungsoo manja sambil menggas motornya untuk pergi. Akhirnya, namja itu pergi. Naeun hanya diam di halaman rumahnya. Sejenak ia renungkan pikirannya. Ia merasa hari ini, ada yang terlupakan oleh namjanya. Ne, hari ini adalah hari pertama meraka bertemu. *o.O*

Naeun pun menelpon namjanya. Namun, masih seperti tadi. Tetap tak diangkat. Dan Naeun pun menyerah untuk menelpon namjanya. Ia pun pergi kedalam rumahnya.

Pagi harinya, Naeun buru-buru karna hari ini ia terlambat masuk sekolah. Ini sudah menunjukkan pukul 06.45. Akhirnya, saking ingin cepat-cepat Naeun sampai tak sempat menyantap sarapannya.

Beberapa kali Naeun menyuruh ayahnya untuk mempercepat mobilnya. Namun, sang ayah tak ingin cepat-cepat.

“Naeun.. Emang kenapa sih? Kok buru-buru amat?” Tanya Tuan Son heran.

“Iya nih.. Santai aja kali..” Ucap Dongwoon ikut-ikutan.

“Ihh.. Gimana mau santai,, ini sudah jam setengah 8! Sedangkan jam masuk sekolah setengah 7..” Jawab Naeun panik.

“Oh begitu,, Appa mau cepatkan tapi Naeun jangan panik.. Oke?” Naeun mengangguk.

Akhirnya, Naeun pun sampai disekolah. Ia pun keluar dari mobil dan menutup pintu mobil itu dengan buru-buru. Ia bisa melihat dengan jelas. Pagar sudah ditutup rapat. Didalam juga sudah tidak ada orang. Kecuali, satpam yang sedang jaga. Tak mau lama-lama, Naeun pun mencoba untuk masuk.

“Hmm.. Anyyeong!” Sapa Naeun.

“Kamu terlambat yah!!” Tuduh Satpam itu. Tapi, tuduhannya memang benar. Naeun memang terlambat.

“Ne.. Tadi, aku bangun kesiangan.. Mian,, Bolehkan aku masuk!?” Naeun mencoba untuk merayu satpam itu. “Ahjusshi,, ayolah,,!!” Seru Naeun sambil mengedip matanya berkali-kali. Terlihat satpam itu menelan ludahnya. Ia pun mempersilahkan Naeun masuk. “Owa.. Gomawo!!” Naeun berterima kasih. Untuk rayuan terakhir, Naeun mencium pipi satpam itu.

Chu~

“Gomawo ahjusshi.. Pai Pai!” Naeun pun berlari menuju kelasnya.

Singkat cerita..

Saat istirahat, Naeun dikagetkan dengan sebuah foto ciuman yang mengenai pipi seorang ahjusshi. Ne, ahjusshi itu adalah satpam yang Naeun cium tadi.

“Mwo?!?! Siapa yang mempotret ini??!!” Bentak Naeun tidak terima.

“Aku!” Seru seseorang dari belakang Naeun. “WaE? Kau tak terima??” Tanyanya sinis.

“Kau..” Naeun menetap orang itu dengan tatapan dingin. Ia betul-betul marah dengan orang yang rupanya seorang namja. “Kenapa kau lakukan ini??”

Bukannya ngejawab, tangan kanan Naeun langsung ditarik oleh namja itu. Ia membawa Naeun pergi ke sebuah taman yang Naeun baru datangi dan baru lihat. Naeun takjub melihatnya. Tapi, amarahnya kepada namja itu tak hilang.

“Ngapain kesini?” Tanya Naeun kasar.

“Mianhae..” Ucapnya meminta maaf. “Tadi aku hanya bicanda.. Tapi, malah jadi bahan ledek.. Mian..” Lanjutnya.

“Tapi kau sudah..” Ucapan Naeun terpotong karna namja itu mulai berbicara lagi.

“Aku memang sudah keterlaluan.. Aku sadar,, aku memang babo.. Jadi, maaf yah.. Jangan membenciku!” Namja itu pun mengambil tangan kanan Naeun agar Naeun mau memaafkannya.

“Tapi ada syaratnya..” Naeun memberi syarat pada namja itu.

“Mwo?? Kau ingin ku cium? Boleh kok.. Numpung gak ada orang nih..”

“Hah.. Cium?? Junhyung oppa saja tak pernah menciumku.. Aku tak ingin minta cium.. Tapi, aku ingin kau menjauh dariku dan jangan mengangguku!” Ujar Naeun lalu melepaskan tangan kanannya yang di pegang sedari tadi oleh namja itu. “Arraseo?” Ucap Naeun memastikan.

“….” Tak dijawab.

“Kim Myungsoo.. Myungsoo!! Kau mendengarkanku?? YYAA!!” Karna kesal Naeun pun pegi meninggalkan namja yang ternyata Kim Myungsoo itu.

Myungsoo diam seperti patung. Hatinya tiba-tiba sakit. Sakit sekali. Seperti ditampar 1000 kali oleh yeoja. Akhirnya butir-butir air jatuh dari mata Myungsoo. “Aku tak bisa bertemu dengan Naeun lagi,,??”

Myungsoo terduduk sambil masih menangis. ”Apa yang sudah kuperbuat!?”

Ia memutuskan untuk pergi ke mading dan mencabut semua foto yang ia pajang disana. Termasuk foto cium Naeun dan satpam itu. Setelah foto-foto itu dicabut oleh Myungsoo. Ia pun membuangnya di tong sampah. Ia pun pergi entah kemana.

-To Be Continued-

Mian,, bersambungnya pasti blom pass bngt yh,, ._.v mian deh.. Tpi, FFny udh panjng menurut author.. Jdi, bersambung aj dulu.. Oia, mian lgi kalau gaje yah.. ;) Komen dan kritik sangat diperlukan.. Dan FF ini hanya coba2.. klaau komenny bnyak akan dilanjutkan.. klo g.. g tau mau di apain.. hihhihi.. Oia, author blom ngucapin ‘Minal Aidzin Wal Faidzin..’ *tlat-___-*

3 thoughts on “[Chapter] Babo Namja!_01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s