[Chapter] Love That Started From The Threat (Part 4)

Tittle : Love That Started From The Threat

Author : ilikeapink [Chacha]

Ganre : Romance, Fluffy Angst, Family, Comedy, Mistery & FriendShip

Length : Chapter

Rating : PG-13

Main Cast :

  1. Son Naeun (A-PINK)
  2. Yong Junhyung (B2ST)
  3. Lee Gikwang (B2ST)

Other Cast:

  1. All Member BEAST
  2. All Member A-PINK

Sebelumnya : Part 1 | 2 | 3 | 4

Happy Reading😀

Tema : Ajari aku cinta yang sesungguhnya!

====

“Jadi kelamahanmu.. Kacamata ini yah??” Junhyung tak menyangka akan kelemahan yang dimiliki oleh Naeun. Kelamahan Naeun begitu aneh dan lucu. Hanya ‘Kacamata’ ia langsung lemah. Setelah tau kelamahan Naeun, Junhyung tersenyum sinis. Akhirnya ia tau juga kelemahan Naeun.

Karna kelamahan Naeun aneh, Junhyung bertele-tele ingin menanyakan perasaan setelah kacamatanya terambil.

“Apa apa? Apa yang akan terjadi kalau kamu gak pake kacamata?” Naeun tak menjawab pertanyaan Junhyung yang pertama. “Apa matamu akan terbalik ya?” Tebak Junhyung.

“Hentikan.. PERGI!” Bentak Naeun sambil mendorong dada Junhyung. Akhirnya, dengan paksa Junhyung bertindak keras. Ia menggambil kedua tangan Naeun lalu ia tempel ke dinding (?) sambil terus memegangnya.

“Ayolah! Perlihatkan padaku!” Pinta Junhyung.

“Jangan.. Hentikan..” Naeun membentak.

“Ayolah!” Pinta Junhyung lagi.

“Hmm..” Guman Naeun sambil membuka matanya pelan. Namun, akhirnya terpejam lagi. Ia mencoba kembali tetap tak bisa. “Aku Taku!” Seru Naeun sambil menahan tangisnya. “Aku.. Aku takut.. Dilihat..” Ungkap Naeun. Junhyung yang mendengar itu, langsung tertawa.

“Kamu.. Bukannya kamu sangat bangga begitu..” Ucap Junhyung masih tertawa. “Kamu punya kelemahan yang aneh?! Lem.. Lembek..” Lanjutnya.

“Tapi,, begitulah kelemahan tetaplah kelemahan..” Ucap Naeun datar.

Ia pun melangkahkan kakinya pergi. Namun, ia hentika dan kembali menatap Naeun yang sedang memasang kacamatanya. “Lain kali kalau kamu mau mengancamku akan kulepas kacamata itu.. Ingat itu!” Ancam Junhyung lalu pergi.

====

Keesokan harinya..

Gikwang dan Naeun sedang gobrol bareng. Namun, tak lama Naeun terpanggil dengan seseorang bergaya Cool dan Mukanya yang Sinis itu.

“Naeun..” Panggil Gikwang untuk menoleh ke orang cool itu.

“Selamat Pagi!” Sapa orang itu yang tak lama Yong Junhyung. “Ah! Hi!” Sapanya lagi. “Owaa.. Son Naeun..” Perlahan tangan Junhyung mendekat ke kacamata Naeun. “Ada kotoran di kacamatamu..!!”

“Ja.. Jangan.. Sentuh aku!” Seru Naeun lalu pergi entah kemana. Gikwang binggung lalu memanggil Naeun.

“NAEUN!” Panggil Gikwang. Gikwang pun menoleh Junhyung. Ia merasa ada sesuatu yang akan direncanakan oleh Junhyung.

====

Di tempat lain. Naeun pergi ke toilet. “Sialan! Junhyung.. Berlasak hebat..” Kesal Naeun sambil menutup rapat pintu toilet itu. “Tapi, kalau kacamataku dilepaskan didepan semua, aku bakal habis.. AKU HARUS BERUSAHA!” Naeun kembali semangat.

‘Aku haru mengancamnya demi novelku!’ Seru Naeun dalam hatinya.

Tak lama seseorang masuk kedalam toilet. Naeun merasa orang itu ada 2. Tapi, itu memang benar. Ia pun menguping pembicaraan mereka.

“Hei.. Hei, sudah baca novel Son?” Tanya salah satu antara mereka.

“Sudah-Sudah!” Jawabnya.

“Saat Baron memeluknya seperti pahlawan hatiku ikut berdebar-debar.. Tapi, mereka berdua kan musuh, apa yang akan terjadi ya~”

“Hmm.. Mereka memang suka cerita cinta..” Pekik Naeun dalam hati.

“Tapi..!” Naeun mendengar kata itu dengan deg-deg. “Aku masih belum merasa mereka belum saling mencintai..” Naeun kaget minta ampun. Ia shock. Ternyata novel yang ia buat kemari, belum mempan di hati pembaca itu.

2 orang itu pun pergi. Naeun keluar dari toiletnya. Ia kecewa pada dirinya yang tak tau arti cinta sesungguhnya.

“Bagiku yang tidak mengerti apa itu perasaan cinta.. Seharusnya memang mustahil.. Untuk menulis tentang cinta sesungguhnya..” Pikir Naeun masih cemberut.

Tak lama Gikwang datang.

“Naeun!” Panggi Gikwang. “Upacara pasinya sudah dimulai, apa kamu sakit?” Tanya Gikwang khawatir.

“Tidak.. Aku baik-baik saja..” Jawab Naeun santai. Tiba-tiba Gikwang menggenggam tangan Naeun.

“Naeun, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menulis novel cinta..” Ucap Gikwang halus. Naeun shock akan ucapan Gikwang tadi. “Kamu jadi aneh sejak menulis novel cinta.. Tanpa cinta pun, orang-orang masih menyukai novel Son..” Lanjutnya lalu tersenyum indah dihadapan Naeun.

‘Aku tidak bisa mengancamnya.. Dan tidak bisa menulis tentang cinta yang sesungguhnya..’ Pikir Naeun lalu menatap Gikwang.

“Benar juga..”

‘Permainan cinta ini sudah cukup!’

====

Diupacara pasi. Karna Junhyung ketua OSIS di sekolah ini, maka yang berpidato duluan di podium adalah Junhyung. Junhyung ngomong-ngomong di podium. Sedangkan Naeun, ia hanya memikirkan ‘Apa yang harus ia lakukan untuk novelnya..’.

‘Aku tidak bisa bicara dengan Junhyung lagi..’ Pekik Naeun dalam hati.

Ia mengingat sesuatu. Kejadian pegang tangan dan adengan ciuman yang seharusnya di bibir malah dicium dipipi. ‘Hatiku.. Jadi Kacau..’

====

Akhirnya, waktu pulang sekolah datang juga. Naeun ingin menuju loker dengan muka murung. Membuka loker dengan murung. Semua serba murung. Dan pada saat ia ingin keluar dari tempat loker, ia bertemu dengan Junhyung.

“Hah.. Sudah jam begini?!” Ucap Junhyung sambil melihat jam tangannya. Lalu ia melihat sesosok gadis berdiri diam dan murung. “Masih mau melakukan? Game Cinta?”

“Ya..” Jawab gadis itu. Ne, gadis itu adalah Son Naeun.

“Kamu bahkan tidak bisa melakukannya tanpa kacamata kan?”

“Kenapa bisa begitu?” Tanya Naeun balik.

“Ya. Orang yang tidak bisa menunjukkan wajahnya tidak mungkin dicintai..” Jawab Junhyung.

“Aku.. Selalu melindungi diriku sendiri.. Dibalik kaca lensa tipis ini..” Ucap Naeun. “Sejak hari itu.. Aku jadi takut dilihat oleh orang..” Lanjut Naeun.

@Flassback@

Naeun terduduk santai dilantai TK nya. Ia saat itu tak memakai kacamata. Tak lama, teman-teman Naeun takut melihat mata Naeun.

“Gurrruuuu!! Naeun sereemmmm…” Adu mereka pada gurunya. “Dia melotot pada kami!” Lanjut mereka.

“Aku cuma memandang mereka kok..” Ucap Naeun. “Seharusnya aku yang menangis..” Lanjutnya dengan muka tampang sedih. Tak lama, guru itu mengeluarkan sebuah boneka ke Naeun.

“Naeun.. Mau main dengan sensei?” Ajak guru itu sembari tersenyum pada Naeun.

“Kamu tidak menangis?” Tanya Naeun lalu menatap guru itu.

“Tidak kok!” Jawab guru itu. “Jadi, kamu boleh lihat aku..” Lanjutnya sambil mengelus-elus rambut Naeun.

====

Suatu hari. Naeun pergi ke kantor guru. Ia ingin memberikan sebuah bunga untuk guru yang telah membuatnya gembira kemarin.

“Sensei.. Aku suka kamu..” Ucap Naeun disela-sela jalannya menuju kantor guru.

Namun saat ia telah sampai, ia mendapatkan senseinya itu dengan guru lain. Mereka sedang menggobrol.

“Kelas peach Naeun punya ekspresi hebat ya..” Ucap sensei.

“Anak cewek jadi nangis. Kacau deh..” Ucap guru lainnya.

“Benar. Baru kali ini aku melihat anak seperti dia” Ujar sensei. “Tapi dia harus.. Memperbaiki ekspresi itu. Bisa jadi masalah untuk masa depannya..” Lanjutnya.

Tak lama, tak sengaja seorang guru melihat Naeun yang tampak sedang menutupi wajahnya itu dengan tanganya.

“Oh? Son Naeun?” Panggil guru tak sengaja itu. “Kenapa? Son Naeun?” Tanya guru itu khawatir. Karna suara guru itu nyaring, semua orang yang berada di kantor menoleh pada Naeun dan guru itu.

“Ada apa Naeun?” Semua guru pada khawatir. Tapi, Naeun tetap tak menjawab pertanyaan. Ia hanya takut. “Apa kamu sakit? Son Naeun? Kenapa?”

“Aku Takut!” Akhirnya Naeun buka suara.

====

Setelah insiden kejadian itu. Naeun menjadi takut. Namun, ada seorang guru berbaik hati membelikannya kacamata.

“Ini.. Aku beli untukmu, Son Naeun!” Ucap guru itu lalu memasang kacamata itu ke mata Naeun. “Gimana?” Tanya guru itu meminta perasaan Naeun sekarang.

“Ini seperti.. Nonton TV..” Jawab Naeun.

Akhirnya Naeun pun tak takut lagi setelah memakai kacamata itu.

@Flassback End@

Setelah Naeun menceritakan masa kecilnya itu, Junhyung membelakkan matanya.

“Aku selalu melihat dari samping.. Sampai sekarang. Selalu..” Ucap Naeun. “Tapi..” Naeun melepaskan kacamatanya itu.

“Tunggu kamu..” Junhyung tak dapat berkata-kata karna Naeun bisa senekat itu.

“Kalau begini terus.. Aku tidak akan bisa mengerti!!” Ujar Naeun. Sebenarnya Naeun takut. Tapi, demi novelnya ia berusaha tidak takut. Mata Naeun buka tutup. “Aku ingin tau.. Perasaan yang tidak kuketahui ini..” Lanjut Naeun.

Akhirnya mata Naeun terbuka. Ia pun melihat wajah Junhyung. Jarak wajah mereka hampir dekat. Tapi, tak sedakat hanya 50 cm.

“Seperti apa dirimu.. Dibalik kacamata..” Ucap Naeun sambil terus memandang. “Misi ke 3.. Ajari aku apa cinta yang sesungguhnya..” Lanjut Naeun.

Naeun dan Junhyung saling tatap-tatapan. Ternyata disisi lain ada Gikwang. Wajah Gikwang amat shock.

=To Be Continued=

4 thoughts on “[Chapter] Love That Started From The Threat (Part 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s